Anda di halaman 1dari 7

Treatment of Gingival Enlargement

Perawatan untuk pembesaran gingival dilakukan berdasarkan pemahaman mengenai


penyebab dan perubahan patologik. Pembesaran gingival menjadi perhatian khusus untuk
pasien dan dokter gigi karena menimbulkan masalah pada control plak, fungsi (mastikasi,
erupsi gigi, dan berbicara) dan estetik.

Perawatan untuk chronic inflammatory enlargement
Chronic inflammatory enlargements yang lunak dan diskolorasi yang terutama
disebabkan oleh edema dan infiltrasi selular dilakukan perawatan dengan scaling dan root
planning. Ketika pembesaran ini sudah termasuk dengan komponen fibrosis yang signifikan
yang tidak mengalami penyusutan setelah scaling dan root planning atau merupakan ukuran
yang menghalangi deposit pada permukaan gigi dan mengganggu akses mereka, maka pilihan
perawatannya adalah surgical removal. Dua teknik yang digunakan adalah gingivektomi dan
bedah flap.
Pemilihan teknik yang sesuai bergantung pada ukuran pembesaran dan karakter
jaringannya. Jika pembesaran gingival meninggalkan gingival yang lunak dan rapuh bahkan
setelah scaling dan root planning, gingivektomi bisa dilakukan untuk mengangkatnya karena
bedah flap mensyaratkan jaringan yang lebih kuat untuk cukup melakukan insisi dan langkah
lain dalam teknik tersebut. Bagaimanapun, insisi gingivektomi mengangkat seluruh attached
gingival, menyebabkan masalah pada mucogingival, sehingga diindikasikan bedah flap.
Tumorlike inflammatory enlargement dirawat dengan gingivektomi. Dengan anastesi
local, permukaan gigi di bawah massa di scaling untuk membersihkan kalkulus dan debris.
Lesi dipisahkan dari mukosa dengan pisau Bard-Parker #12. Jika lesi meluas ke
interproksimal, gingival interdental termasuk ke dalam insisi untuk memastikan terbukanya
deposit akar yang mengiritasi. Setelah lesi dihilangkan, permukaan akar yang terlibat di
scaling dan diasah, dan daerah tersebut dibersihkan dengan air hangat. Periodontal pack
digunakan dan dilepas setelah seminggu pada saat pasien sedang diinstruksikan untuk
megontrol plak.

Gingivektomi
Gingivektomi berarti eksisi (pengangkatan) sebagian gingiva. Dengan menghilangkan
dinding poket, gingivektomi menyediakan visibilitas dan aksebilitas untuk penghilangan
kalkulus tuntas dan menghaluskan akar, menciptakan lingkungan yang baik untuk
penyembuhan gingiva dan pengembalian kontur gingiva fisiologis. Teknik gingivektomi bisa
dilakukan dengan scalpel, elektroda, laser beams, atau secara kimia.

Indikasi:
- Eliminasi poket supraboni, tanpa melihat kedalamannya, jika dinding poketnya berserat dan
keras
- Eliminasi pembesaran gingiva
- Eliminasi abses periodontal supraboni

Kontraindikasi:
- Perlunya dilakukan pembedahan tulang atau pemeriksaan bentuk tulang dan morfologi
- Situasi dimana dasar poket berada sangat apikal di mucogingival junction.
- Pertimbangan estetis, terutama di anterior maxilla

Gingivoplasty
Merupakan bagian dari gingivektomi. Gingivoplasti adalah pembentukan kembali gingiva
untuk menciptakan kontur gingiva fisiologis

Penyembuhan:
- Epitelisasi margin terjadi setelah 24-36 jam
- Epitelisasi permukaan tuntas setelah 5-14 hari
- Epitelisasi sempurna memerlukan waktu 1 bulan
- Vasodilatasi dan vaskularisasi mulai berkurang 4 hari setelah penyembuhan dan akan
kembali normal setelah 16 hari
- Perbaikan jaringan ikat tuntas, memerlukan waktu 7 minggu

Periodontal Flap
Merupakan pembagian gingival dan atau mukosa yang terpisah dengan cara bedah dari
jaringan di bawahnya untuk memberikan visibilitas dan akses ke tulang dan permukaan akar.
Flap juga memungkinkan gingival untuk dipindahkan ke lokasi yang berbeda dengan
keterlibatan mukogingiva.
Klasifikasi:
Bone exposure after flap reflection
o Full thickness flap (mucoperiosteal)
Semua jaringan lunak termasuk periosteum digambarkan untuk mengekspos tulang di
bawahnya.
o Partial thickness flap (mucosal)
Hanya termasuk epitel dan lapisan jaringan ikat di bawahnya. Disebut juga split
thickness flap.
Penempatan flap setelah bedah
o Nondisplaced flaps
Saat flap diletakkan kembali dan dijahit sesuai posisi awal
o Displaced flaps
Diletakkan secara apical, koronal, atau lateral dari posisi awal.
Manajemen papilla
o Conventional flaps
Papilla interdental terbagi di bawah titik kontak dari dua gigi yang berdekatan untuk
memungkinkan refleksi dari flap bukal dan lingual
o Papilla reservation flaps
Menggabungkan seluruh papilla dalam satu flap melalui insisi sulkus interdental untuk
memutuskan perlekatan jaringan ikat dan insisi horizontal pada dasar papilla,
meninggalkannya tersambung dengan salah satu flap

Perawatan untuk drug-associated gingival enlargement
Pembesaran gingival ini dikaitkan dengan pemberian 3 tipe obat: anticonvulsant,
calcium channel blockers, dan immunosuppressant cyclosporine. Pemeriksaan kasus ini
menyatakan jaringan yang tumbuh berlebih memiliki dua kompenen yaitu fibrotic yang
disebabkan oleh obat dan inflamasi yang ditimbulkan dari plak. Perawatan yang dilakukan
harus berdasarkan obat yang digunakan dan ciri klinis dari kasus tersebut:
1. Pertimbangan harus diberikan untuk kemungkinan penghentian atau penggantian obat.
Jika ada substitusi obat yang dicoba, penting untuk melewatkan jangan waktu 6-12
bulan antara penghentian penggunaan obat dengan kemungkinan pembesaran gingival
sebelum keputusan membuat keputusan untuk melakukan perawatan bedah.
Alternative obat untuk phenytoin meliputi carbamazepine5 dan asam valproat yang
keduanya telah dilaporkan memiliki dampak yang lebih rendah dalam pembesaran
gingival. Untuk pasien nifedipine yang memiliki prevalensi pembesaran gingival sebesar
44%, alternatifnya dalah calcium channel blockers seperti diltiazem atau verapamil yang
prevalensinya 20% dan 4%. Juga dapat dipertimbangkan penggunaan kelas lain dari obat
antihipertensi daripada calcium channel blockers, yang tidak menimbulkan pembesaran
gingival. Substitusi obat untuk cyclosporine lebih terbatas, tetapi bisa secara spontan
diselesaikan dengan substitusi oleh tracolimus. Ada juga bukti bahwa antibiotic
azithromycin bisa membantu mengurangi keparahan dari pembesaran gingival akibat
cyclosporine.

2. Dokter harus menegaskan bahwa control plak merupakan tahap pertama untuk mengobati
drug-induced gingival enlargement.
Ada bukti bahwa OH yang baik dan pembersihan plak secara rutin mengurangi
derajat terjadinya pembesaran gingival dan memperbaiki kesehatan gingival secara
keseluruhan. Timbulnya pembesaran ini berkaitan dengan pembentukan pseudo-pocket
yang sering disertai akumulasi plak yang berlimpah, yang meningkatkan kemungkinan
periodontitis untuk berkembang. Oleh karena itu, kontrol plak yang teliti bisa menjaga
tingkat perlekatan. Control plak yang cukup juga membantu menghindari atau
memperlambat terulangnya kasus pembedahan pada pembesaran gingival.

3. Dalam beberapa kasus, pembesaran gingival tetap ada setelah pertimbangan yang cermat,
sehingga diperlukan perawatan bedah, baik gingivektomi atau flap periodontal
Gingivektomi mempunyai keuntungan yaitu mudah dan cepat tetapi juga merugikan
karena menimbulkan ketidaknyamandan dan pendarahan pasca operasi. Selain itu juga
mengorbankan jaringan keratin dan tidak memungkinkan osseous recontouring.
Umumnya, daerah kecil (sekitar 6 gigi) dari drug-induced gingival enlargement dengan
tidak adanya kehilangan perlekatan bisa dirawat secara efektif dengan teknik
gingivektomi. Pertimbangan yang penting adalah jumlah jaringan keratin yang diambil,
mengingat bahwa sedikitnya 3 mm pada arah apicocoronal harus tersisa setelah bedah
selesai dilakukan. Gingivektomi atau gingivoplasti juga bisa dilakukan melalui
electrosurgery atau alat laser.







































Pasien mengonsumsi obat yang diketahui
menyebabkan pembesaran gingiva
Pembesaran Gingiva tidak terjadi Pembesaran Gingiva terjadi
- Peningkatan OH
- Kumur dengan Chlorhexideine Gluconate
- Scaling dan root planing
- Penggantian obat yang memungkinkan
- Proffesional recalls
Reevaluasi Pembesaran Gingiva berkurang
- Pemeliharaan OH yang baik
- Pemeliharaan Proffesional
recalls

Pembesaran Gingiva tetap
berlangsung
Bedah periodontal diindikasikan
- Area pembesaran luas (>6
gigi)
- Adanya defek tulang
- Jaringan keratin terbatas
- Area pembesaran kecil(6
gigi)
- Tidak ada kehilangan
perlekatan atau kehilangan
tulang horizontal
- Jaringan keratin banyak
Gingivektomi
Flap Periodontal
Pemeliharaan:
- OH yang baik
- Kumur dengan Chlorhexideine
Gluconate
- Proffesional recalls
- Penggunaan positive pressure
appliance
Consider periodic surgical
retreatment
- Peningkatan OH
- Proffesional recalls

Teknik Flap
Daerah yang besar dari pembesaran gingival (lebih dari 6 gigi) atau daerah yang
terdapat kehilangan perlekatan dan defek osseous harus dirawat dengan teknik flap karena
gingivektomi dapat menyebabkan masalah pada mukogingiva. Teknik flap periodontal untuk
pembesaran gingival merupakan variasi simple dari yang dilakukan untuk periodontitis.
Langkah-langkah dasar:
1. Setelah menganestesi daerah, tulang alveolar ditunjukkan dengan probe untuk menentukan
adanya dan perluasan ke defek osseous
2. Dengan pisau #15 Bard-parker, insisi bevel internal dibuat melengkung sedikitnya 3 mm
koronal ke mucogingival junction, termauk permbuatan papilla interdental baru.
3. Pisau yang sama digunakan untuk menipiskan jaringan gingival dalam arah buccolingual.
Pada poin ini, mata pisau berkontak dengan tulang alveolar, dan flap yang full-thickness
atau split-thickness diangkat.
4. Dengan pisau Orban, dasar dari setiap papilla yang berhubungan dengan potongsn fasial
dan lingual terinsisi.
5. Bagian marginal dan jaringan interdental yang terpotong dihilangkan dengan kuret
6. Tab jaringan telah diangkat, akar sepenuhnya discaling dan plan, dan tulang dibentuk
kembali jika perlu
7. Flap telah diganti dan jika butuh, dipotong sampai mencapai bone-tooth junction. Flap
kemudian dijahit dengan teknik putus-putus atau terus menyambung, dan daerah tersebut
tertutup dengan periodontal dressing.

Jahitan dan pack diangkat setelah smeinggu, dan pasien diinstruksikan untuk memulai
metode control plak. Biasanya merupakan hal yang mudah untuk mendapat pasien yang
menggunakan chlorhexidine sekali atau dua kali selama 2-4 minggu.
Penyakit kambuh bisa terjadi 3-6 bulan setelah perawatan bedah, tetapi secara umum
hasil bedah bertahan sedikitnya 1 tahun. Sebuah studi memeriksa kemungkinan kambuh dari
cyclosporine-induced gingival enlargement setelah perawatan dengan flap periodontal atau
gingivektomi dan menetapkan bahwa kembalinya kedalaman poket yang bertambah lebih
lama dengan flap sekitar 6 bulan setelah bedah.

Perawatan untuk Leukemic gingival enlargement
Pembesaran karena leukemia terjadi pada leukemia akut atau subakut dan jarang pada
leukemia kronis. Perawatan medis dari pasien leukemia sering menjadi sulit oleh pembesaran
gingival dengan superimposed painful acute necrotizing ulcerative gingivitis, yang
mengganggu makan dan membuat reaksi sistemik yang toksik. Waktu pendarahan dan
penggumpalan darah dan jumlah trombosit pasien harus dicek dan mengkonsultasikan
hematologi sebelum perawatan periodontal dimulai.
Pembesaran dirawat dengan scaling dan root planning dilakukan secara bertahap
dengan anestesi topical. Perawatan awal terdiri dari membersihkan dengan lembut semua
loose accumulation, melakukan scaling dangkal (superficial), dan menginstruksikan pasien
untuk mengontrol plak dengan setidaknya menggunakan chlorhexidine mouthwash setiap
hari.
Scaling yang semakin dalam dilakukan kunjungan berikutnya. Perawatan terbatas pada
daerah kecil mulut untuk memfasilitasi control pendarahan. Antibiotic diberikan secara
sistemik di malam hari sebelum dan 48 jam setelah perawatan untuk mengurangi resiko
infeksi.