Anda di halaman 1dari 3

Senin, 14 September 2009

Kedudukan Hukum Administrasi Negara


Hukum administrasi berisi peraturan-peraturan yang menyangkut administrasi. Administrasi
sendiri berarti bestuur (pemerintah). Dengan demikian, hukum administrasi (administratief
recht) dapat juga disebut dengan hukum tata pemerintahan (bestuursrecht). Pemerintah (bestuur)
juga dipandang sebagai fungsi pemerintahan (bestuursfunctie) yang merupakan penguasa yang
tidak termasuk pembentukan dan peradi!an.
Hukum Administrasi "egara merupakan sa!ah satu cabang atau bagian dari hukum yang khusus.
Da!am studi #!mu Administrasi, mata ku!iah Hukum Administrasi "egara merupakan bahasan
khusus tentang sa!ah satu aspek dari administrasi, yakni bahasan mengenai aspek hukum dari
administrasi "egara. $edangkan dika!angan P%% dan kesarjanaan internasi&na!, Hukum
Administrasi "egara dik!asifikasi baik da!am g&!&ngan i!mu-i!mu hukum maupun da!am i!mu-
i!mu administrasi.
Hukum administrasi materii! ter!etak diantara hukum pri'at dan hukum pidana. Hukum
administrasi dapat dikatakan sebagai hukum antara (P&!y-(uridisch )akb&ekje h. %*+,).
$ebagai c&nt&h #-in %angunan. Da!am memberikan i-in penguasa memperhatikan segi-segi
keamanan dari bangunan yang direncanakan. Da!am ha! demikian, pemerintah menentukan
syarat-syarat keamanan. Disamping itu bagi yang tidak mematuhi ketentuan-ketentuan tentang
i-in bangunan dapat ditegakkan sanksi pidana. ../. Prins mengemukakan bah0a hampir setiap
peraturan berdasarkan hukum administrasi diakhiri in cauda 'enenum dengan sejum!ah ketentuan
pidana (in cauda 'enenum secara harfiah berarti ada racun di ek&r+buntut).
1enurut isinya hukum dapat dibagi da!am Hukum Pri'at dan Hukum Pub!ik. Hukum Pri'at
(hukum sipi!), yaitu hukum yang mengatur hubungan-hubungan antara &rang yang satu dengan
&rang yang !ain, dengan menitikberatkan kepada kepentingan perse&rangan. $edangkan Hukum
Pub!ik (Hukum "egara), yaitu hukum yang mengatur hubungan antara negara dengan a!at-a!at
per!engkapan atau hubungan antara negara dengan perse&rangan (0arga negara), yang termasuk
da!am hukum pub!ik ini sa!ah satunya ada!ah Hukum Administrasi "egara.
$ementara dari segi definisi penu!is cenderung !ebih sependapat dengan pendapat dari 2. trecht
yaitu Hukum Administrasi "egara (hukum pemerintahan) menguji hubungan istime0a yang
diadakan sehingga memungkinkan para pejabat (ambtsdrager) administrasi negara me!akukan
tugas mereka yang khusus.
Hukum yang mengatur sebagian !apangan pekerjaan administrasi negara. %agian !ain !apangan
pekerjaan administrasi negara diatur da!am H3", Hukum Pri'at dsbnya. Pengertian HA" tidak
identik dengan pengertian hukum yang mengatur pekerjaan administrasi negara4. 1aka dapat
dikatakan bah0a HA" ada!ah suatu sb sistem dari Administrasi negara.
Hubungan Hukum Administrasi Negara dengan Ilmu Hukum Lainnya
5. Hukum Administrasi "egara dengan Hukum 3ata "egara
%ar&n de 6erand& ada!ah se&rang i!mu0an Perancis yang pertama ka!i mempekena!kan i!mu
hukum administrasi "egara sebagai i!mu hukum yang tumbuh !angsung berdasarkan keputusan-
keputusan a!at per!engkapan "egara berdasarkan praktik kenegaraan sehari-hari. 1aksudnya,
keputusan raja da!am menye!esaikan sengketa antara pejabat dengan rakyat merupakan kaidah
Hukum Administrasi "egara.1r. ../. Prins menyatakan bah0a Hukum Administrasi "egara
merupakan aanhangse! (embe!-embe! atau tambahan) dari hukum tata negara. $ementara 1r. Dr.
7&meyn menyatakan bah0a Hukum 3ata "egara menyinggung dasar-dasar dari pada negara dan
Hukum Administrasi "egara ada!ah mengenai pe!aksanaan tekniknya. Pendapat 7&meyn ini
dapat diartikan bah0a Hukum Administrasi "egara ada!ah sejenis hukum yang me!aksanakan apa
yang te!ah ditentukan &!eh Hukum 3ata "egara, dan seja!an dengan te&ri D0i Praja dari D&nner,
maka Hukum 3ata "egara itu menetapkan tugas (taakste!!ing) sedangkan Hukum Administrasi
"egara itu me!aksanakan apa yang te!ah ditentukan &!eh Hukum 3ata "egara
(taak'er0e-en!ijking).
1enurut 8an 8&!!enh&'en, secara te&retis Hukum 3ata "egara ada!ah kese!uruhan peraturan
hukum yang membentuk a!at per!engkapan "egara dan menentukan ke0enangan a!at-a!at
per!engkapan "egara tersebut, sedangkan Hukum Administrasi "egara ada!ah kese!uruhan
ketentuan yang mengikat a!at-a!at per!engkapan "egara, baik tinggi maupun rendah ketika a!at-
a!at itu akan menggunakan ke0enangan ketatanegaraan. Pada pihak yang satu terdapat!ah hukum
tata negara sebagai suatu ke!&mp&k peraturan hukum yang mengadakan badan-badan kenegaraan,
yang memberi 0e0enang kepada badan-badan itu, yang membagi pekerjaan pemerintah serta
memberi bagian-bagian itu kepada masing-masing badan tersebut yang tinggi maupun yang
rendah. Hukum 3ata "egara menurut 9ppenheim yaitu memperhatikan negara da!am keadaan
tidak bergerak (staat in rust). Pada pihak !ain terdapat Hukum Administrasi negara sebagai suatu
ke!&mp&k ketentuan-ketentuan yang mengikat badan-badan yang tinggi maupun rendah bi!a
badan-badan itu menggunakan 0e0enangnya yang te!ah diberi kepadanya &!eh hukum tata
negara itu. Hukum Administrasi negara itu menurut 9ppenheim memperhatikan negara da!am
keadaan bergerak (staat in be0eging).
3idak ada pemisahan tegas antara hukum tata "egara dan hukum administrasi. 3erhadap hukum
tata "egara, hukum administrasi merupakan perpanjangan dari hukum tata "egara. Hukum
administrasi me!engkapi hukum tata "egara, disamping sebagai hukum instrumenta!
(instrumentee! recht) juga menetapkan per!indungan hukum terhadap keputusan : keputusan
penguasa.
;ang menjadi su!it ada!ah ketika membicarakan distribusi ke0enangan dari pejabat administrasi
negara, karena ketika kita mengana!isis yang akan bertemu dengan te&ri steufen bau des recht nya
Hans <e!sen mau tidak mau kita akan me!ihat tata urutan peran mu!ai dari "&rma dasar
(grundn&rm) yg merupakan n&rma tertinggi sampai kepada n&rma yang pa!ing ba0ah dengan
me!akukan ana!isis sinkr&nisasi 'ertika!. <etika membicarakan ha! itu semuanya akan menjadi
abu-abu antar HA" dengan H3". Akan tetapi mudahnya kita !ihat saja ka!au ujung t&mbaknya
H3" ada!ah <&nstitusi, sementara jung t&mbaknya HA" ada!ah ke0enangan.
<etika kita berbicara ke0enangan kita akan membicarakan kedua k&nsep HA" yaitu HA"
H23279"91 ( bersumber pada D, 3ap 1P7, dan , yakni hukum yang mengatur se!uk
be!uk &rganisasi dan fungsi administrasi negara) dan HA" 939"91 ( ada!ah hukum
&perasi&na! yang dicipta &!eh Pemerintah dan Administrasi "egara sendiri). <etika me!ihat kedua
definisi tersebut maka dapat disimpu!kan ka!au HA" 939"91 sebagai peng&persi&na!isasian
ke0enangan bersumber pada HA" H23279"91.
H3" bisa dikatakan sebagai dasar dai HA" namun pada penye!enggaraan pemerintahan HA"
akan !ebih !uas daripada H3" karena HA" yang mempunyai ke0enangan da!am pe!aksanaan
pemerintahan akan mempunyai kebijakan-kebijakan !ain, beschiking dan freis ermesen yang akan
digunakan untuk menja!ankan pemerintahan sesuai dengan amanat peran dan sesuai dengan
asas-asas pemerintahan. 3erkadang tindakan pejabat administrasi negara secara sepihak
diper!ukan ketika keadaan mendesak dan peran be!um ada yang mengatur akan ha! itu.
ntuk pengesahan pakar hukum administrasi negara /H# Pr&f. Arifin $&eria Atmadja
mengatakan bah0a yang diundangkan tanpa pengesahan Presiden tidak dapat dibenarkan dari
sisi HA". $ecara khusus, ia meng&mentari "&.5= 3ahun >??* tentang <euangan "egara
yang ia ni!ai asa! jadi baik dari segi substansi maupun f&rma!itasnya.
4#ni kita !ihat dari substansi dan pr&sedur pembuatannya di mana ini tidak ditandatangani
&!eh presiden. $edangkan, naskah itu dimuat dengan k&p Presiden. Dari sisi hukum
administrasi negara, ini tidak benar. %agaimana suatu yang tidak ditandatangani &!eh
Presiden dimuat da!am k&p Presiden@4 ucapnya saat pengukuhan ge!ar d&kt&r bidang hukum
kepada 7&nny $.H. %ak& di Dep&k.
>. Hukum Administrasi "egara dengan Hukum Pidana
7&meyn berpendapat bah0a hukum Pidana dapat dipandang sebagai bahan pembantu atau
hu!precht bagi hukum tata pemerintahan, karena penetapan sanksi pidana merupakan satu
sarana untuk menegakkan hukum tata pemerintahan, dan seba!iknya peraturan-peraturan hukum
di da!am perundang-undangan administratif dapat dimasukkan da!am !ingkungan hukum Pidana.
$edangkan 2. trecht mengatakan bah0a Hukum Pidana memberi sanksi istime0a baik atas
pe!anggaran kaidah hukum pri'at, maupun atas pe!anggaran kaidah hukum pub!ik yang te!ah ada.
Hukum administrasi materii! ter!etak diantara hukum pri'at dan hukum pidana. Hukum
administrasi dapat dikatakan sebagai hukum antara (P&!y-(uridisch )akb&ekje h. %*+,).
$ebagai c&nt&h #-in %angunan. Da!am memberikan i-in penguasa memperhatikan segi-segi
keamanan dari bangunan yang direncanakan. Da!am ha! demikian, pemerintah menentukan
syarat-syarat keamanan. Disamping itu bagi yang tidak mematuhi ketentuan-ketentuan tentang
i-in bangunan dapat ditegakkan sanksi pidana. ../. Prins mengemukakan bah0a hampir setiap
peraturan berdasarkan hukum administrasi diakhiri in cauda 'enenum dengan sejum!ah ketentuan
pidana (in cauda 'enenum secara harfiah berarti ada racun di ek&r+buntut).
*. Hukum Administrasi "egara dengan Hukum Perdata
1enurut Pau! $ch&!ten sebagaimana dikutip &!eh 8ict&r $itum&rang bah0a Hukum Administrasi
"egara itu merupakan hukum khusus hukum tentang &rganisasi negara dan hukum perdata
sebagai hukum umum. Pandangan ini mempunyai dua asas yaitu pertama, negara dan badan
hukum pub!ik !ainnya dapat menggunakan peraturan-peraturan dari hukum perdata, seperti
peraturan-peraturan dari hukum perjanjian. <edua, ada!ah asas AeB $pecia!is der&gaat AeB
genera!is, artinya bah0a hukum khusus mengesampingkan hukum umum, yaitu bah0a apabi!a
suatu peristi0a hukum diatur baik &!eh Hukum Administrasi "egara maupun &!eh hukum Perdata,
maka peristi0a itu dise!esaikan berdasarkan Hukum Administrasi negara sebagai hukum khusus,
tidak dise!esaikan berdasarkan hukum perdata sebagai hukum umum.
(adi terjadinya hubungan antara Hukum Administrasi "egara dengan Hukum Perdata apabi!a 5)
saat atau 0aktu terjadinya ad&psi atau pengangkatan kaidah hukum perdata menjadi kaidah
hukum Administrasi "egara, >) %adan Administrasi negara me!akukan perbuatan-perbuatan yang
dikuasasi &!eh hukum perdata, *) $uatu kasus dikuasai &!eh hukum perdata dan hukum
administrasi negara maka kasus itu dise!esaikan berdasarkan ketentuan-ketentuan Hukum
Administrasi "egara.
,. Hukum Administrasi "egara dengan #!mu Administrasi "egara
$ebagaimana isti!ah administrasi, administrasi negara juga mempunyai berbagai macam
pengertian dan makna. Dim&ck dan Dim&ck, menyatakan bah0a sebagai suatu studi, administrasi
negara membahas setiap aspek kegiatan pemerintah yang dimaksudkan untuk me!aksanakan
hukum dan memberikan pengaruh pada kebijakan pub!ik (pub!ic p&!icy)C sebagai suatu pr&ses,
administrasi negara ada!ah se!uruh !angkah-!angkah yang diambi! da!am penye!esaian pekerjaanC
dan sebagai suatu bidang kemampuan, administrasi negara meng&rganisasikan dan mengarahkan
semua akti'itas yang dikerjakan &rang-&rang da!am !embaga-!embaga pub!ik.
<egiatan administrasi negra tidak dapat dipisahkan dari kegiatan p&!itik pemerintah, dengan kata
!ain kegiatan-kegiatan administrasi negara bukan!ah hanya me!aksanakan keputusan-keputusan
p&!itik pemerintah saja, me!ainkan juga mempersiapkan sega!a sesuatu guna penentuan
kebijaksanaan pemerintah, dan juga menentukan keputusan-keputusan p&!itik.