Anda di halaman 1dari 104

[Type the company name]

user
[Pick the date]

Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM)
Kota Pontianak Tahun 2010-2014

i



KATA PENGANTAR




PJM Daerah Kota Pontianak Tahun 2010 2014 merupakan penjabaran dari visi, misi dan
program prioritas Walikota Pontianak yang akan dilaksanakan dan ingin diwujudkan dalam suatu
periode masa jabatan. RPJMD tersebut, dalam penyusunannya berpedoman pada RPJP Daerah
Kota Pontianak Tahun 2005 2025 serta memperhatikan RPJM Nasional dan RPJM Propinsi Kalinatan Barat. Di
samping itu, dalam penyusunan RPJMD disusun dengan memperhatikan sumber daya dan potensi yang dimiliki,
faktor-faktor keberhasilan, evaluasi pembangunan 5 (lima) tahun yang lalu serta isu-isu strategis yang berkembang.
Penyusunan dokumen ( RPJMD ) Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah tahun 2010 2014
ini, disusun berdasarkan fokus perhatian dalam upaya mencapai Visi Daerah, yang bersifat makro dan lingkupnya
dibatasi hal hal yang berpengaruh signifikan terhadap pencapaian visi Daerah.
Dalam pelaksanaan urusan pembangunan sebelum penyusunan RPJM ini, Satuan Kerja Perangkat
Daerah ( SKPD ) berkewajiban untuk menyusun Rencana Strategis ( Renstra ) yang memuat Visi, Misi, Tujuan,
Strategi, Kebijakan, Program dan Kegiatan prioritas pembangunan yang disesuaikan dengan tugas dan fungsi
SKPD yang disusun dengan berpedoman pada RPJM ( Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah ) Kota
Pontianak tahun 2010 2014, yang nantinya akan menjadi pedoman umum dalam menyusun Rencana Kerja (
Renja ) SKPD.
Selanjutnya RPJM Daerah dimaksud merupakan pedoman dalam menyusun Rencana Kerja Pemerintah
Daerah ( RKPD ) Kota Pontianak lima tahun kedepan ( 2010 2014 ), RKPD ini merupakan impelentasi dari RPJM
yang dilaksanakan dalam masa satu tahun yang berisikan sasaran, kebijakan, program dan kegiatan SKPD yang
direncanakan sesuai dengan urusan pemerintahan yang menjadi batas kewenangan daerah dengan
mempertimbangkan kemampuan/kapasitas keuangan daerah.
Dalam penyusunan rancangan awal draf RPJM Daerah Kota Pontianak telah melibatkan peran serta
stakholder atau pemangku kepentingan dalam upaya menghasilkan RPJMD Kota Pontianak yang menampung
aspirasi dari masyarakat serta mengantisipasi kebutuhan pembangunan dalam jangka waktu lima tahunan dan
tahunan.
Dokumen RPJMD ini akan menjadi strategi dan langkah dalam melaksanakan pembangunan guna
mewujudkan Visi dan misi Kota Pontianak : Pontianak Kota Khatulistiwa Berwawasan Lingkungan Terdepan
Dalam Peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) dan Pelayanan Publik .



Pantianak , Februari 2009



R
Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM)
Kota Pontianak Tahun 2010-2014

ii

DAFTAR ISI






Halaman

Kata Pengantar i
Daftar Isi ii
Daftar Tabel iv

BAB I PENDAHULUAN 1
1.1 Latar Belakang 1
1.2 Maksud dan Tujuan 1
1.3 Dasar Hukum 2
1.4 Hubungan RPJM Dengan Dokumen Perencanaan Lainnya 2
1.5 Sistematika Penulisan 3

BAB II GAMBARAN UMUM KOTA PONTIANAK 5
2.1 Kondisi Geografis 5
2.2 Perekonomian Daerah 5
2.2.1 Kondisi Ekonomi 5
2.3 Sosial Budaya 16
2.3.1 Kependudukan 16
2.3.2 Pendidikan 20
2.3.3 Kesehatan 21
2.4 Prasarana dan Sarana Daerah 24
2.4.1 Pasar 24
2.4.2 Jalan dan Saluran 26
2.4.3 Transportasi 27
2.4.4 Komunikasi 28
2.4.5 Air Bersih dan Listrik 28
2.5 Pemerintahan Umum 29
2.6 Identifikasi Masalah 30
2.6.1 Bidang Fisik 30
2.6.2 Bidang Sosial Budaya 31
2.6.3 Bidang Ekonomi 32
2.6.4 Bidang Good Governance 33
2.6.5 Bidang Hukum, Keamanan dan Ketertiban 33
2.7 Analisis Lingkungan Strategis 34
2.7.1 Analisis Eksternal 34
2.7.2 Analisis Internal 35


Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM)
Kota Pontianak Tahun 2010-2014

iii
BAB III VISI DAN MISI 38
3.1 Visi Kota Pontianak Tahun 2010-2014 38
3.2 Misi Kota Pontianak Tahun 2010-2014 39

BAB IV STRATEGI PEMBANGUNAN DAERAH TAHUN 2010-2014 42

BAB V ARAH KEBIJAKAN KEUANGAN DAERAH 47
5.1 Arah Pengelolaan Pendapatan Daerah 47
5.1.1 Kondisi Pendapatan Daerah Tahun 2004-2008 48
5.1.2 Proyeksi Pendapatan Daerah Tahun 2009-2014 52
5.2 Arah Pengelolaan Belanja Daerah 54
5.2.1 Analisis Belanja 54
5.2.2 Target dan Realisasi Belanja 56
5.3 Kebijakan Umum Belanja Daerah 59

BAB VI ARAH KEBIJAKAN UMUM 64
6.1 Arah Kebijakan Pembangunan Tahun 2010-2014 64
6.2 Program Prioritas Pembangunan 66

BAB VII PROGRAM PEMBANGUNAN DAERAH TAHUN 2010-2014 76
7.1 Program Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) 80
7.2 Program Kewilayahan
7.2.1 Program Kewilayahan Internal 94
7.2.2 Program Kewilayahan Eksternal 96
7.3 Rencana Kerja
7.3.1 Rencana Kerja Kerangka Regulasi 96
7.3.2 Rencana Kerja Kerangka Pendanaan 97

BAB VIII PENUTUP 98
8.1 Program Transisi 98
8.2 Kaidah Pelaksanaan 98
8.3 RPJM Kota Pontianak Merupakan Pedoman Bagi SKPD dalam 98
Menyusun Renstra-SKPD
8.4 RPJMD Kota Pontianak Digunakan dalam Penyusunan RKPD 99
8.5 Penguatan Peran Para Stakeholders/Pelaku dalam Pelaksanaan RPJMD 99
8.6 Merupakan Dasar Evaluasi dan Laporan Pelaksanaan atas Kinerja Lima Tahun
dan Tahunan
99

LAMPIRAN 100







Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM)
Kota Pontianak Tahun 2010-2014

iv

DAFTAR TABEL







Halaman

Tabel 2.1 PDRB Kota Pontianak Tahun 2004-2008 Berdasarkan Harga Konstan Tahun 2000
(Rp. Jutaan) Menurut Lapangan Usaha
6
Tabel 2.2 Pertumbuhan Ekonomi per Sektor Tahun 2004-2008
7
Tabel 2.3 Struktur Ekonomi Kota Pontianak Tahun 2004-2008
7
Tabel 2.4 Penyerapan Tenaga Kerja Berdasarkan Sektor Lapangan Kerja Tahun 2004-2008
8
Tabel 2.5 Agregat Pendapatan Regional dan Pendapatan Regional Per Kapita di Kota
Pontianak Tahun 2004-2008
9
Tabel 2.6 Indikator Pembangunan Bidang Ekonomi Kota Pontianak Tahun 2004-2008
9
Tabel 2.7 PDRB Kota Pontianak Tahun 2009-2014 Berdasarkan Harga Konstan Tahun 2000
(Rp. Jutaan) Menurut Lapangan Usaha
10
Tabel 2.8 Pertumbuhan Ekonomi per Sektor Tahun 2009-2014
11
Tabel 2.9 Struktur Ekonomi Kota Pontianak Tahun 2009-2014
12
Tabel 2.10 Penyerapan Tenaga Kerja Berdasarkan Sektor Lapangan Kerja Tahun 2009-2014
12
Tabel 2.11 PDRB Kota Pontianak Tahun 2009-2014 Berdasarkan Harga Berlaku (Jutaan)
Menurut Lapangan Usaha
13
Tabel 2.12 Proyeksi Kebutuhan Investasi Pembangunan Kota Pontianak Tahun 2009-2014
14
Tabel 2.13 Agregat Pendapatan Regional dan Pendapatan Regional Per Kapita di Kota
Pontianak Tahun 2009-2014
15
Tabel 2.14 Jumlah Penduduk Kota Pontianak Tahun 2004-2008
16
Tabel 2.15 Jumlah Penduduk Berdasarkan Kelompok Umur Tahun 2004-2007
17
Tabel 2.16 Jumlah Penduduk Miskin di Kota Pontianak Tahun 2004-2008
17
Tabel 2.17 Angka Usia Harapan Hidup di Kota Pontianak Tahun 2004-2008 18
Tabel 2.18 Penduduk Menurut Agama yang Dianut di Kota Pontianak Tahun 2007 19
Tabel 2.19 Jumlah Rumah Ibadah Menurut Kecamatan di Kota Pontianak Tahun 2007 19
Tabel 2.20 Jumlah Pagelaran/Festival Budaya dan Seni di Dalam dan Luar Kota Pontianak
Tahun 2004-2008
19
Tabel 2.21 Indikator Bidang Pendidikan di Kota Pontianak Tahun 2004-2008 21
Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM)
Kota Pontianak Tahun 2010-2014

v
Tabel 2.22 Indikator Derajat Kesehatan Kota Pontianak Tahun 2004-2008 22
Tabel 2.23 Kasus Gizi Buruk dan Kecamatan Bebas Rawan Gizi di Kota Pontianak Periode
2004-2007
23
Tabel 2.24 Jumlah Puskesmas Menurut Jenisnya di Kota Pontianak 24
Tabel 2.25 Sepuluh Besar Penyakit di Puskesmas Kota Pontianak Tahun 2004-2007 24
Tabel 2.26 Jumlah Pasar Tradisional Per Kecamatan di Kota Pontianak Tahun 2004-2008 25
Tabel 2.27 Jumlah Pasar Modern di Kota Pontianak Tahun 2005-2007 25
Tabel 2.28 Panjang Jalan Berdasarkan Jenis Permukaan Tahun 2004-2008 26
Tabel 2.29 Jumlah dan Panjang Jalan Berdasarkan Status di Kota Pontianak Tahun 2008 26
Tabel 2.30 Jumlah dan Panjang Saluran di Kota Pontianak Tahun 2008 27
Tabel 2.31 Terminal Angkutan Umum Kota Pontianak Tahun 2008 28
Tabel 2.32 Standar Waktu Pelayanan Perijinan (hari) Tahun 2004-2008 30
Tabel 5.1 Jumlah Pendapatan Daerah Kota Pontianak Tahun 2004-2008
49
Tabel 5.2 Presentase Realisasi Terhadap Target APBD Kota Pontianak Tahun Anggaran 2004-
2007
50
Tabel 5.3 Komposisi Sumber Pendapatan APBD Kota Pontianak Tahun Anggaran 2004-2008
51
Tabel 5.4 Jumlah Pendapatan Daerah Kota Pontianak Tahun 2009-2014
54
Tabel 5.5 Komposisi Sumber Pendapatan APBD Kota Pontianak Tahun Anggaran 2009-2014
54
Tabel 5.6 Komposisi Belanja Rutin dan Belanja Pembangunan APBD Kota Pontianak Tahun
2004-2008
55
Tabel 5.7 Rekapitulasi Anggaran & Realisasi Belanja Langsung APBD Kota Pontianak Tahun
2004-2008
55
Tabel 5.8 Rekapitulasi Anggaran & Realisasi Belanja Tidak Langsung APBD Kota Pontianak
Tahun 2004-2008
56
Tabel 5.9 Rekapitulasi Target Belanja Langsung SKPD Tahun 2004-2008
56
Tabel 5.10 Rekapitulasi Realisasi Belanja Langsung SKPD Tahun 2004-2008
58
Tabel 5.11 Komposisi Belanja Langsung SKPD Tahun 2004-2008
59
Tabel 5.12 Rencana Belanja Langsung Menurut Kewenangan & Urusan Pemerintahan Tahun
2009-2014
60
Tabel 5.13 Rencana Belanja Tidak Langsung Menurut Kewenangan & Urusan Pemerintahan
Daerah Tahun 2009-2014
61
Tabel 5.14 Rencana Belanja daerah Kota Pontianak Tahun 2009-2014
63

Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM)
Kota Pontianak Tahun 2010-2014

1

PENDAHULUAN




1.1. Latar Belakang

itetapkannya Undang-Undang No. 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan
Nasional mengamanatkan bahwa setiap daerah harus menyusun rencana pembangunan daerah
secara sistematis, terarah, terpadu dan tanggap terhadap perubahan (Pasal 2 ayat 2), dengan
jenjang perencanaan jangka panjang (25 tahun), jangka menengah (5 tahun) maupun jangka pendek atau tahunan
(1 tahun), serta Undang-Undang No. 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah bab VII pasal 150 bahwa
daerah wajib memiliki dokumen Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD), Rencana
Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) dan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD).
RPJM Daerah Kota Pontianak Tahun 2010 2014 merupakan penjabaran dari visi, misi dan program
Walikota Pontianak yang akan dilaksanakan dan ingin diwujudkan dalam suatu periode masa jabatan. RPJM
Daerah Kota Pontianak Tahun 2010 2014 dalam penyusunannya berpedoman pada RPJP Daerah Kota
Pontianak Tahun 2005 2025 serta memperhatikan RPJM Nasional dan RPJM Propinsi. Di samping itu, dalam
penyusunan RPJM Daerah Kota Pontianak Tahun 2010 2014 disusun dengan memperhatikan sumber daya dan
potensi yang dimiliki, faktor-faktor keberhasilan, evaluasi pembangunan 5 (lima) tahun yang lalu serta isu-isu
strategis yang berkembang.
Mengingat peran dan fungsi RPJM Daerah Kota Pontianak sangat penting bagi Pemerintah Kota,
pengusaha dan masyarakat, maka proses penyusunannya dilakukan secara sistematis, akurat dan terpadu dengan
melibatkan seoptimal mungkin peran para pemangku kepentingan pembangunan. Berdasarkan alasan inilah maka
penyusunan RPJM Daerah Kota Pontianak dilakukan secara transparan dan partisipatif untuk menghasilkan
dokumen perencanaan yang berkesinambungan.
Muatan dalam RPJM Daerah Kota Pontianak Tahun 2010 2014 berisi arah kebijakan keuangan daerah,
kebijakan umum, dan program Satuan Kerja Perangkat Daerah, program lintas Satuan Kerja Perangkat Daerah
dan program kewilayahan disertai dengan rencana-rencana kerja dalam kerangka regulasi dan kerangka
pendanaan yang bersifat indikatif. Pengertian indikatif berarti bahwa informasi, baik tentang sumber daya yang
diperlukan maupun keluaran dan dampak yang tercantum di dalam dokumen rencana pembangunan jangka
menengah ini, hanya merupakan indikasi yang hendak dicapai dan bersifat tidak kaku / fleksibel.

1.2. Maksud dan Tujuan

Maksud dilakukannya penyusunan Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) Kota Pontianak
adalah untuk membangun proses perencanaan pembangunan yang sistematis dan berkelanjutan dengan
memanfaatkan segala potensi dan sumber daya yang dimiliki Kota Pontianak secara optimal. Adapun maksud dan
tujuan dari penyusunan RPJM Kota Pontianak adalah :

1. Menjabarkan Visi dan Misi Kepala Daerah terpilih kedalam bentuk strategi, kebijakan, program dan kegiatan
2. Menyediakan suatu dokumen perencanaan pembangunan untuk 5 (lima) tahun yang bersifat indikatif yang
memuat kerangka makro Kota Pontianak dan pilihan program maupun kegiatan tahunan secara lintas sumber
pembiayaan baik APBN, APBD Propinsi, APBD Kota yang akan dibahas dalam rangkaian forum Musyawarah
Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) secara berjenjang ;
D

Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM)
Kota Pontianak Tahun 2010-2014

2
3. Sebagai bahan acuan resmi bagi seluruh Satuan Kerja Perangkat Daerah di lingkungan Pemerintah Kota
Pontianak dalam menyusun Rencana Strategis SKPD, Rencana Kerja SKPD, maupun penyusunan Rencana
Kerja Kota Pontianak ;
4. Menyediakan satu tolok ukur untuk mengukur dan melakukan evaluasi kinerja tahunan setiap Satuan Kerja
Perangkat Daerah (SKPD);
5. Memudahkan seluruh jajaran aparatur Pemerintah Daerah dalam mencapai tujuan dengan cara menyusun
program dan kegiatan secara terpadu, terarah dan terukur ;
6. Meningkatkan efisiensi dan efektifitas alokasi sumber daya yang dimiliki Kota Pontianak


1.3. Dasar Hukum

Dasar hukum didalam penyusunan Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) Kota Pontianak
adalah :

1. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia
Tahun 2003 Nomor 47, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4286);
2. Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Keuangan Negara ;
3. Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional;
4. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah;
5. Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan
Pemerintah Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 126, Tambahan Lembaran
Negara Republik Indonesia Nomor 4438);
6. Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 2008 tentang Rencana Kerja Pemerintah;
7. Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2008 tentang Tahapan, Tata Cara Penyusunan, Pengendalian dan
Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan Daerah.
8. Peraturan Daerah Kota Pontianak Nomor 4 tahun 2002 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Kota Pontianak
Tahun 2002-2012
9. Peraturan Daerah Kota Pontianak Nomor 10 Tahun 2008 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang
(RPJP) Kota Pontianak Tahun 2005-2025.
10. Peraturan Daerah Kota Pontianak Nomor 11 Tahun 2008 tentang Satuan Organisasi Perangkat Daerah
(SOPD) Kota Pontianak.


1.4. Hubungan RPJM dengan Dokumen Perencanaan Lainnya

Amanat Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional,
Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara, dan Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004
tentang Pemerintahan Daerah, Pemerintah Daerah diwajibkan menyusun RPJP Daerah untuk jangka waktu 20
tahunan, RPJM Daerah untuk jangka waktu 5 tahunan dan RKPD sebagai rencana tahunan. Hal ini berimplikasi
kepada adanya penyempurnaan sistem perencanaan dan penganggaran, baik dari aspek proses, mekanisme
maupun tahapan pelaksanaan musyawarah perencanaan di tingkat Pusat dan Daerah.
Sehubungan dengan itu dan dalam rangka memenuhi semua ketentuan normatif aturan perundangan
mengenai perencanaan nasional dan daerah, perlu disusun rangkaian dokumen perencanaan pembangunan
daerah sebagai berikut:
a. Rencana Pembangunan Jangka Panjang (RPJP) Daerah, berfungsi sebagai dokumen perencanaan makro
politis berwawasan dua puluh tahun dan memuat Visi, Misi dan Arah Pembangunan Jangka Panjang yang
Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM)
Kota Pontianak Tahun 2010-2014

3
akan digunakan sebagai pedoman penyusunan RPJM Daerah setiap lima tahun sekali;
b. Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) Daerah, berfungsi sebagai penjabaran dari RPJP Daerah
dan memuat Visi, Misi, Gambaran Umum Kondisi Masa Kini, Gambaran Umum Kondisi yang diharapkan,
Analisis Lingkungan Internal dan Eksternal, Arah Kebijakan, Strategi dan Indikasi Rencana Program Lima
Tahunan secara lintas sumber pembiayaan baik pembiayaan atas indikasi rencana program yang bersumber
dari APBN, APBD Provinsi dan APBD Kota Pontianak;
c. Rencana Strategis Satuan Kerja Perangkat Daerah (Renstra SKPD), berfungsi sebagai dokumen
perencanaan teknis operasional dan merupakan penjabaran teknis RPJM Daerah untuk setiap unit kerja
daerah, yang memuat Visi, Misi, Arah Kebijakan Teknis dan Indikasi Rencana Program setiap Bidang
Kewenangan dan atau Fungsi Pemerintahan untuk jangka waktu lima tahunan dan disusun oleh setiap
Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di bawah koordinasi Badan Perencanaan Pembangunan Daerah
(Bappeda) Kota Pontianak;
d. Rencana Kerja Satuan Kerja Perangkat Daerah (Renja SKPD), merupakan dokumen perencanaan tahunan
setiap unit kerja daerah dan disusun sebagai penurunan Renstra SKPD dan memuat rencana kegiatan
pembangunan tahun berikutnya, yang dilengkapi dengan formulir kerangka anggaran dan kerangka regulasi
serta indikasi pembiayaan dua tahun ke depan;
e. Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD), disusun sebagai dokumen perencanaan tahunan dan
merupakan kompilasi kritis atas Renja SKPD setiap tahun anggaran dan merupakan bahan utama
pelaksanaan Musrenbang yang dilaksanakan secara berjenjang, mulai dari tingkat Desa/Kelurahan,
Kecamatan dan Kota.

1.5. Sistematika Penulisan

PJM Daerah Kota Pontianak ini disusun dengan sistematika penulisan sebagai berikut :
BAB I. Pendahuluan
Bab ini berisi tentang Latar Belakang penyusunan RPJM Daerah, Maksud dan Tujuan Penyusunan,
Landasan Hukum Penyusunan, Hubungan RPJM Daerah dengan Dokumen Perencanaan Lainnya, dan
Sistematika Penulisan.

BAB II. Gambaran Umum Kota Pontianak
Bab ini menguraikan statistik dan gambaran umum kondisi Kota Pontianak dalam 5 (lima) tahun terakhiri
dengan maksud mengetahui keadaan daerah pada berbagai bidang dan aspek kehidupan sosial ekonomi
yang akan diintervensi melalui berbagai kebijakan, program dan kegiatan daerah dalam jangka lima
tahunan. Bab ini antara lain berisi tentang: Kondisi Geografis, Kondisi Perekonomian Daerah, Sosial
Budaya Daerah, Prasarana dan Sarana Daerah, Pemerintahan Umum.

BAB III. Visi dan Misi
Dalam bab ini diulas lebih lanjut mengenai Visi pembanguna Kota Pontianay yang diadopsi dari visi
Kepala Daerah Terpilih yang kemudian dijabarkan lebih kanjut ke dalam Misi-misi.

BAB IV. Strategi Pembangunan Daerah
Berisikan kebijakan dalam mengimplementasikan program kepala daerah, sebagai payung pada
perumusan program dan kegiatan pembangunan di dalam mewujudkan visi dan misi.

Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM)
Kota Pontianak Tahun 2010-2014

4
BAB V. Arah Kebijakan Keuangan Daerah
Bab ini memaparkan lebih lanjut perihal Arah Pengelolaan Pendapatan Daerah; Arah Pengelolaan Belanja
Daerah; dan Kebijakan Umum Anggaran.

BAB VI. Kebijakan Umum
Bab ini berisikan uraian mengenai tujuan dan sasaran dari masing-masing fungsi pembangunan dalam
upaya pencapaian Misi, serta Strategi pencapaian tujuan dan sasaran.

BAB VII. Program Pembangunan Daerah
Bab ini memuat uraian tentang indikasi rencana program, baik program SKPD, program lintas SKPD
maupun program kewilayahan yang akan dibiayai dari sumber APBD Kota, APBD Propinsi dan APBN.

BAB VIII. Penutup

Lampiran-Lampiran
Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM)
Kota Pontianak Tahun 2010-2014

5


GAMBARAN UMUM KOTA PONTIANAK



2.1. Kondisi Geografis
ota Pontianak yang didirikan oleh Sultan Syarief Abdurrahman Alkadrie pada hari Rabu tanggal 23
Oktober 1771 bertepatan dengan tanggal 14 Radjab 1185, sampai dengan saat ini merupakan
Ibukota dari Propinsi Kalimantan Barat dengan luas wilayah 107,82 Km
2
dan berbatasan langsung
dengan Kabupaten Pontianak serta Kabupaten Kuburaya.
Letak Kota Pontianak memiliki keunikan tersendiri jika dibandingkan dengan kota-kota lain yang ada di
Indonesia, ini dikarenakan Kota Pontianak berada di posisi garis khatulistiwa yaitu 0
0
02 24 Lintang Utara sampai
0
0
05 37 Lintang Selatan dan 109
0
16 25 Bujur Timur sampai 109
0
23 24 Bujur Timur. Keunikan lainnya adalah
Kota Pontianak berada tepat dipersimpangan Sungai Kapuas Besar, Sungai Kapuas Kecil dan Sungai Landak
dengan lebar rata-rata setiap permukaan sungai 400 meter dan kedalaman air antara 12 16 meter.
Seperti pada umumnya daerah tropis, Kota Pontianak mempunyai suhu rata-rata 26,1
0
C - 27,4
0
C dengan
kelembaban udara berkisar antara 86 % - 92 % serta lama penyinaran matahari berkisar antara 34% - 78%.
Kedudukan Kota Pontianak pada dataran delta di Muara Suangai Kapuas yang merupakan dataran rendah diaman
fluktuasi ketinggian antara 0,5 0,75 m di atas permukaan laut menyebabkan Kota Pontianak rentan terhadap
genangan yang disebabkan air pasang maupun hujan.
Berdasarkan UU Nomor 32 Tahun 2004, dan dengan pedoman Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun
2003 tentang Pedoman Organisasi dan Perangkat Daerah, penataan kelembagaan di lingkungan Pemerintah Kota
Pontianak meliputi 2 (dua) Sekretariat, 4 (empat) Badan, 13 (tiga belas) Dinas, 4 (empat) Kantor dan 1 (satu)
Satuan dan didukung oleh Pemerintah Kecamatan sebanyak 6 (enam) Kecamatan dan 29 (dua puluh sembilan)
Pemerintah Kelurahan. Untuk mengoperasionalkan lembaga tersebut, didukung sejumlah 7.148 orang Pegawai
Negeri Sipil (data tahun 2008).
Penggunaan lahan secara umum di Kota Pontianak lebih bercirikan perkotaan, artinya sebagian besar
lahan digunakan sebagai daerah permukiman yaitu seluas 5.735,22 Ha (53,19%) dari seluruh wilayah Kota
berdasarkan data tahun 2000. penggunaan lahan permukiman tersebut telah melebihi limit yang telah
direncanakan dalam Rencana Umum Tata Ruang Kota (RUTRK) 1994-2004 seluas 4.700 Ha (43,59%).

2.2. Perekonomian Daerah
2.2.1. Kondisi Ekonomi
2.2.1.1. Kondisi Makro Ekonomi Tahun 2004-2008
Kondisi ekonomi daerah secara umum dapat ditunjukkan oleh angka Produk Domestik Regional Bruto
(PDRB), Investasi, Inflasi, Pajak dan Retribusi, Pinjaman dan Pelayanan Bidang Ekonomi. Besaran nilai Produk
Domestik Regional Bruto (PDRB) ini secara nyata mampu memberikan gambaran mengenai nilai tambah bruto
yang dihasilkan unit-unit produksi dalam periode tertentu. Lebih jauh, perkembangan besaran nilai PDRB
merupakan salah satu indikator yang dapat dijadikan ukuran untuk menilai keberhasilan pembangunan suatu
daerah atau dengan kata lain pertumbuhan ekonomi suatu daerah dapat tercermin melalui pertumbuhan nilai
PDRB.
K

Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM)
Kota Pontianak Tahun 2010-2014

6
Tabel. 2.1
PDRB Kota Pontianak Tahun 2004-2008
Berdasarkan Harga Konstan Tahun 2000 (Rp. Jutaan) Menurut Lapangan Usaha

No Lapangan Usaha 2004 2005 2006 2007 2008
1 Pertanian 30.661,18 30,522.11 30,915.84 32.127,36 32.737,78
2 Pertambangan dan galian - - - - -
3 Industri Pengolahan 416.114,15 436,336.37 465,891.92 489.225,24 515.741.,25
4 Listrik, Gas &Air Bersih 29.261,44 30,965.96 31,444.98 33.039,40 34.592,25
5 B a n g u n a n 800.698,59 849,781.41 895,174.56 943.027,49 995.365,52
6 Perdagangan, Hotel & Restoran 1.096.950,47 1,152,610.15 1,216,596.70 1.297.527,48 1.375.379,13
7 Pengangkutan & Komunikasi 1.001.143,88 1,053,690.84 1,103,077.28 1.177.729,88 1.230.727,72
8
Keuangan, Persewaan, & Jasa
Perusahaan
528.280,02 558,431.38 585,737.58 616.833,89 643.357,75
9 Jasa Jasa 1.069.604,90 1,102,887.88 1,149,024.87 1.196.520,98 1.250.364,42
PDRB Konstan 4.972.714,62 5,215,226.10 5,477,863.73 5.786.031,73 6.078.265,82
Pertumbuhan PDRB per tahun 4,91% 4.88 % 5.04 % 5.63 5.05%

Sumber : BPS Kota Pontianak

Perkembangan PDRB Kota Pontianak dalam kurun waktu 5 (lima) tahun terakhir didominasi oleh 3 (tiga)
sektor lapangan usaha yaitu sektor perdagangan, hotel & restoran, sektor jasa-jasa dan sektor pengangkutan &
komunikasi hal ini sejalan dengan Visi Kota Pontianak untuk mewujudkan perdagangan bertaraf internasional.
Pertumbuhan ekonomi Kota Pontianak sebagaimana tergambar dari Produk Domestik Regional Bruto
selama kurun waktu 2004-2008 menunjukkan angka pertumbuhan yang cukup positif dimana mengalami rata-rata
pertumbuhan sebesar 5,15 % pertahun. Pada tahun 2004 PDRB Kota Pontianak berdasarkan harga konstan
sebesar Rp. 4.972.714,62 atau mempunyai pertumbuhan sebesar 4,91 % kemudian pada tahun 2005 mengalami
peningkatan menjadi Rp. 5.215.226,10 dengan pertumbuhan sebesar 4,88 %, tahun 2006 jumlah PDRB Kota
Pontianak meningkat menjadi Rp. 5.477.863,73 dengan pertumbuhan sebesar 5,04 dan tahun 2007 kembali
meningkat menjadi Rp. 5.786.031.73 atau mengalami pertumbuhan sebesar 5,63 %, sedangkan untuk tahun 2008
pertumbuhan ekonomi Kota Pontianak menjadi Rp. 6.078.265,82 atau mencapai pertumbuhan sebesar 5.05 %
sebagaimana ditunjukkan tabel. 2.1.
Secara umum peranan sektoral secara keseluruhan mengalami peningkatan hal ini dapat dilihat dari
besaran kontribusi sektor masing-masing menunjukkan peningkatan rata-rata diatas 4 % hanya pada sektor
pertanian dalam 5 (lima) tahun terakhir mengalami pertumbuhan yang kurang signifikan.
Sektor yang mengalami pertumbuhan yang cukup signifikan adalah sektor perdagangan, restoran & hotel
dimana pada tahun 2004 mencapai 7,62 % untuk tahun 2005 sedikit mengalami pergeseran menjadi 5,07 %
kemudian di tahun 2006 kembali meningkat menjadi 5,55 % dan pada tahun 2007 kembali mengalami peningkatan
menjadi 6,65 % sedangkan untuk tahun 2008 pada sektor ini menurun menjadi 6,00 % sehingga jika dirata-ratakan
pada sektor ini mengalami pertumbuhan sebesar 5,82 %. Sektor lain yang tidak kalah penting dalam
menyumbangkan PDRB adalah sektor bangunan dimana dalam pertumbuhannya kurun waktu 4 tahun mencapai
5,59 % serta sektor industri pengolahan yang mencapai 5,52 %. Untuk 3 (tiga) berikut yaitu sektor pengangkutan
dan komunikasi mempunyai peningkatan rata-rata sebesar 5,30 % sedangkan untuk sektor keuangan mempunyai
pertumbuhan rata-rata sebesar 5,05 % dan sektor jasa pertumbuhannya sebesar 3,98 % pertahun dalam kurun
waktu 5 tahun terakhir.
Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM)
Kota Pontianak Tahun 2010-2014

7

Tabel. 2.2
Pertumbuhan Ekonomi per Sektor Tahun 2004-2008

No. Sektor 2004 2005 2006 2007 2008
1 Pertanian -5,88 -0,45 1,29 3,92 1,90
2 Pertambangan - - - - -
3 Industri dan Pengolahan 5,02 4,86 6,77 5,01 5,42
4 Listrik, Gas & Air Bersih 4,70 5,83 1,55 5,07 4,70
5 Bangunan 7,03 6,13 5,34 5,35 5,55
6 Perdagangan, Restoran & Hotel 7,62 5,07 5,55 6,65 6,00
7 Pengangkutan & Komunikasi 0,75 5,25 4,69 6,77 4,50
8 Keuangan 2,85 5,71 4,89 5,31 4,30
9 Jasa 6,06 3,11 4,18 4,13 4,50
PDRB Kota Pontianak 4,91 4,88 5,04 5,63 5,05
Sumber : BPS Kota Pontianak

Dilihat dari struktur yang ada berdasarkan 9 (sembilan) sektor lapangan usaha pada tahun 2004 sektor
perdagangan, restoran & hotel mempunyai kontribusi yang paling tinggi dalam memberikan kontribusinya yaitu
sebesar 22,06 % sedangkan untuk sektor listrik, gas dan air bersih adalah yang rendah dimana kontribusinya
hanya sebesar 0,59 %. Untuk tahun 2008 sektor perdagangan, restoran & hotel masih penyumbang tertinggi dalam
memberikan kontribusinya dalam penyusunan struktur ekonomi Kota Pontianak dengan kontribusi sebesar 22,63 %
sedangkan sektor yang paling rendah dari keseluruhan sektor adalah sektor pertanian dimana memberikan
kontribusinya hanya sebesar 0,54 %.
Tabel. 2.3
Struktur Ekonomi Kota Pontianak Tahun 2004-2008

No Lapangan Usaha 2004 2005 2006 2007 2008
1 Pertanian 0.62% 0.59% 0.56% 0.56% 0,54%
2 Pertambangan & Penggalian - - - - -
3 Industri Pengolahan 8.37% 8.37% 8.50% 8.46% 8,49%
4 Listrik, Gas & Air Bersih 0.59% 0.59% 0.57% 0.57% 0,57%
5 Bangunan 16.10% 16.29% 16.34% 16.30% 16,38%
6 Perdagangan, Restoran &
Hotel 22.06% 22.10% 22.21% 22.43% 22,63%
7 Pengangkutan & Komunikasi 20.13% 20.20% 20.14% 20.35% 20,25%
8 Keuangan, Pers dan Jasa
Perusahaan 10.62% 10.71% 10.69% 10.66% 10,58%
9 Jasa-Jasa 21.51% 21.15% 20.98% 20.68% 20,57%
PDRB 100.00% 100.00% 100.00% 100.00% 100.00%
Sumber : BPS Kota Pontianak
Tingkat penyerapan tenaga kerja pada setiap sektor ekonomi bisa mencerminkan pada sektor ekonomi
mana yang paling banyak menyerap tenaga kerja sekaligus mencerminkan bahwa sektor ekonomi tersebut
dominan peranannya dalam meningkatkan PDRB.
Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM)
Kota Pontianak Tahun 2010-2014

8
Sektor pembangunan ketenagakerjaan diarahkan pada meningkatkan kualitas manusia dan kualitas hidup
masyarakat. Pembangunan dalam bidang ketenagakerjaan ditujukan untuk memperluas lapangan kerja produktif ,
baik dalam jumlah mapun mutunya. Untuk itu melalui pembangunan ketenagakerjaan diharapkan terjadi
penyerapan tambahan angkatan kerja baru, penurunan jumlah pengangguran, pengurangan ketimpangan
produktifitas antar sektor, trnasformasi tenaga kerja antar sektor serta peningkatan kesempatan angkatan kerja.
Pada tahun 2004 jumlah tenaga kerja yang terserap berdasarkan sektor lapangan kerja sebanyak 211.193
orang. Sebagian besar tenaga kerja terserap disektor perdagangan, hotel dan restoran sebanyak 101.092 orang,
sektor jasa sebanyak 42.956 orang, sektor industri sebanyak 22.665 orang dan sektor pengangkutan/ komunikasi
sebanyak 16.494 orang. Pada tahun 2008 sektor perdagangan masih mendominasi penyerapan tenaga kerja yaitu
sebanyak 125.883 orang, sektor jasa-jasa menyerap sebanyak 45.721orang , sektor industri sebanyak 21.727
orang dan sektor pengangkutan menyerap tenaga kerja sebanyak 18.733 orang sehingga total penyerapan tenaga
kerja seluruhnya mencapai 243.457 orang.

Tabel. 2.4
Penyerapan Tenaga Kerja Berdasarkan Sektor Lapangan Kerja Tahun 2004-2008
No LAPANGAN USAHA 2004 2005 2006 2007 2008
1
Pertanian
8.830
8,993 9,120 9,221 9,323
2
Pertambangan dan galian
132
139 141 145 150
3
Industri Non Migas
22.665
22,415 22,168 21,946 21,727
4
Listrik Dan Air Minum
1.257
1,311 1,356 1,400 1,446
5
B a n g u n a n
15.480
16,045 16,775 17,404 18,057
6
Perdagangan, Hotel, Dan Restoran
101.092
105,660 112,525 118,488 125,883
7
Pengangkutan Dan Komunikasi
16.494
16,553 17,613 18,165 18,733
8
Keuangan, Persewaan & jasa persh
2.287
2,313 2,344 2,379 2,416
9
Jasa Jasa
42.956
43,870 44,345 45,090 45,721
Jumlah 211.193 217,300 226,388 234,239 243,457
Sumber : BPS Kota Pontianak

Perkembangan ekonomi makro selama 5 tahun terakhir periode 2004-2008 terdapat peningkatan, hal ini
dapat dilihat dari tabel. 2.5 dibawah dimana :
1. Produk Domestik Regional Bruto berdasarkan harga berlaku, tahun 2004 mencapai Rp. 5.964.663,37 juta dan
tahun 2008 meningkat menjadi Rp. 9,538,440.82 juta.
2. Produk Domestik Regional Bruto perkapita tahun 2004 mencapai Rp. 12.0 juta dan meningkat menjadi Rp.
17.8 juta.
3. Pendapatan regional perkapita pada tahun 2004 mencapai Rp.11.0 juta dan meningkat menjadi Rp. 16,6 juta
tahun 2008.
4. Produk Domestik Regional Bruto berdasarkan harga konstan tahun 2000 mencapai Rp. 4.972.714,62 juta
tahun 2004 dan pada tahun 2008 meningkat menjadi Rp. 6,078,265.82 juta
5. Produk Domestik Regional Bruto perkapita tahun 2004 mencapai Rp.10.0 juta dan meningkat menjadi Rp.
11,3 juta tahun 2008
6. Pendapatan regional perkapita pada tahun 2004 sebesar Rp. 9,2 juta dan pada tahun 2008 meningkat
menjadi Rp. 10,6 juta.

Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM)
Kota Pontianak Tahun 2010-2014

9
Tabel. 2.5
Agregat Pendapatan Regional dan Pendapatan Regional Per Kapita
Di Kota Pontianak Tahun 2004 2008

No. URAIAN 2004 2005 2006 2007 2008
ATAS DASAR HARGA BERLAKU
1 PDRB Atas Dasar Harga Pasar 5.964.663,37 6.905.200,25 7.555.118,47 8.437.111,81 9,538,440.82
2 Penyusutan 410.965,31 475.768,30 520.547,66 581.317,00 657.198,57
3 PDRN Atas Dasar Harga Pasar 5.553.698,06 6.429.431,95 7.034.570,81 7.855.794,81 8.881.242,25
4 Pajak Tak Langsung 90.662,88 104.959,04 114.837,80 128.244,10 144.984,30
5 PDRN Atas Dasar Biaya Faktor Produksi 5.463.035,18 6.324.472,91 6.919.733,01 7.727.550,71 8.736.257,95
6 Penduduk Pertengahan Tahun (Jiwa) 494.337 502.133 509.804,00 514.622,00 533.741
7 PDRB Perkapita (Rupiah) 12.065.009,84 13.751.735,59 14.819.653,18 16.394.774,83 17.870.933,19
8 Pendapatan Regional Perkapita (Rupiah) 11.050.342,51 12.595.214,63 13.573.320,35 15.015.974,27 16.639.625,90
ATAS DASAR HARGA KONSTAN
1 PDRB Atas Dasar Harga Pasar 4.972.714,62 5.215.226,10 5.477.863,74 5.786.031,73 6,078,265.82
2 Penyusutan 342.620,04 359.329,08 377.424,81 398.657,59 418.792,52
3 PDRN Atas Dasar Harga Pasar 4.630.094,59 4.855.897,02 5.100.438,93 5,387.374,15 5.659.473.,30
4 Pajak Tak Langsung 75.585,26 79.271,44 83.263,53 87.947,68 92.389,64
5 PDRN Atas Dasar Biaya Faktor Produksi 4.554.509,32 4.776.625,58 5.017.175,40 5.299.426,46 5.567.083,66
6 Penduduk Pertengahan Tahun (Jiwa) 494.377 502.133 509.804,00 514.622,00 533.741
7 PDRB Perkapita (Rupiah) 10.058.547,68 10.386.144,90 10.745.038,75 11.243.265,41 11.388.054,34
8 Pendapatan Regional Perkapita (Rupiah) 9.212.623,82 9.512.670,12 9.841.380,99 10.297.706,79 10.603.417,39
Sumber: BPS Kota Pontianak
Indikator pembangunan bidang ekonomi dari tahun 2004-2008 mengalami perubahan baik peningkatan
maupun penurunan. Angka kemiskinan pada tahun 2004 sebesar 19,3 % kemudian tahun 2005 terjadi penurunan
menjadi 15,2 % dan tahun 2006 kembali turun menjadi 14,90% dan di tahun 2007 menjadi 14,60 % sedangkan
tahun 2008 diprediksikan menjadi 14,41 %, demikian pula angka pengangguran terbuka yang setiap tahunnya
mengalami penurunan dimana pada tahun 2004 sebesar 11,08 %, tahun 2005 turun menjadi 9,88 %, tahun 2006
kembali turun menjadi 9,58 % sedangkan tahun 2007 menjadi 8,60 % pada tahun 2008 diperkirakan menjadi 8,50
%. Pertumbuhan ekonomi pada tahun 2004 sebesar 4,91 %. tahun 2005 terdapat sedikit pergeseran hingga terjadi
penurunan menjadi 4,88 %, sedangkan tahun 2005 kembali meningkat dari tahun sebelumknya menjadi 5,04 %
dan meningkat kembali di tahun 2007 menjadi 5,29 %, pada tahun 2008 pertumbuhan ekonomi diperkirakan
sebesar 5,05 %.
Tabel. 2.6
Indikator Pembangunan Bidang Ekonomi Kota Pontianak Tahun 2004-2008

No Uraian 2004 2005 2006 2007 2008
BIDANG EKONOMI
1. Angka Kemiskinan (%)
15,92 % 15,49 %
15,22 % 15,88 % 14,97 %
2. Angka Pengangguran Terbuka (%) 11,08 % 9,88 % 9,58 % 8,60 % 8,50 %
3. Pertumbuhan Ekonomi (%) 4,91 % 4,88 % 5,04 % 5,29 %
5,05 %
4. Inflasi (%) 6,06 % 14,43 % 6,32 % 8,56 % 11,19 %
5. PDRB Konstan 2000 (Rp. Juta) 4.972.714,62 5,215,226.10 5,477,863.73 5.786.031,73 6.078.265,82
6. PDRB Berlaku 5.964.663,37 6.905.200,25 7.555.118,47 8.437.111,81 9,538,440.82
7. PDRB per kapita konstan (Rp.) 10.058.547,68 10.386.144,90 10.745.038,75 11.243.265,41 11.388.054,34
8. PDRB per kapita berlaku (Rp.)
12.065.009,84 13.751.735,59 14.819.653,18 16.394.774,83 17.870.933,19
Sumber : Hasil Analisis
Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM)
Kota Pontianak Tahun 2010-2014

10
2.2.1.2. Proyeksi Makro Ekonomi Tahun 2009-2014
Kondisi makro Kota Pontianak untuk lima tahun kedepan lebih dipengaruhi oleh faktor eksternal, hal ini
disebabkan letak geografis Kota Pontianak yang strategis terhadap negara dan daerah lainnya serta dampak dari
perdagangan bebas ASEAN dan dunia. Saat ini, perekonomian Amerika Serikat mengalami resesi yang berimbas
pada ekonomi dunia secara keseluruhan, tak luput juga berdampak pada ekonomi Indonesia dan Kota Pontianak.
Meskipun resesi ekonomi global tidak berdampak secara langsung terhadap perekonomian Kota Pontianak namun
konsekuensi perdagangan bebas membuat perekonomian Kota Pontianak terkena imbas resesi ekonomi global
tersebut. Negara/daerah yang tumpuan perekonomiannya pada ekspor barang dan jasa akan sangat terpengaruh
pada resesi ekonomi saat ini. Meskipun ekspor tidak terlalu besar menyumbang pembentukan PDRB, namun
penurunan kinerja perusahaan yang berorientasi ekspor dapat mempengaruhi perekonomian Kota Pontianak
secara makro seperti pemutusan hubungan kerja.
Diperkirakan tahun 2009, pertumbuhan ekonomi Kota Pontianak akan mengalami peningkatan jika
dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Pada tahun 2010, ekonomi dunia diasumsikan mulai membaik terutama
di Amerika Serikat dengan rencana Amerika Serikat menggenjot proyek infrastruktur secara besar-besaran,
menarik pasukannya di Irak yang membuat defisit anggaran AS menurun (defisit anggaran tahun fiskal 2009
sebesar US$ 490 miliar atau 3.3% produksi ekonomi AS) dan bailout (dana talangan) terhadap perusahaan besar
AS (saat ini telah disetujui sebesar US$ 700 miliar) telah berjalan baik. Sehingga menyebabkan permintaan AS
terhadap barang dan jasa juga meningkat. Membaiknya ekonomi AS akan berdampak pada ekonomi Indonesia.
Selain itu, dengan berjalannya program Pemerintah yang mewajibkan industri menggunakan bioedisel sebesar
2.5% dari total konsumsi bahan bakarnya dan 0.25% pembangkit listrik menggunakan biodiesel. Serta penggunaan
bioetanol bagi industri menggunakan 5% dari total konsumsi bahan bakarnya. Hal ini telah mendorong kenaikan
harga CPO sehingga meningkatkan pertumbuhan sektor industri pengolahan.
Kondisi makro ekonomi Kota Pontianak tahun 2011 juga mengalami peningkatan disemua sektor. Hal ini
disebabkan mulai Membaiknya ekonomi dunia juga membawa dampak ekonomi yang baik bagi Kota Pontianak.
Sektor perdagangan terjadi peningkatan cukup baik, hal ini disebabkan ekspor ke berbagai negara tujuan mulai
membaik. Sektor jasa juga meningkat terutama pengeluaran pemerintah yang cukup tinggi pada pambangunan
proyek-proyek infrastruktur dan padat karya.
Tabel. 2.7
PDRB Kota Pontianak Tahun 2009-2014
Berdasarkan Harga Konstan Tahun 2000 (Rp. Jutaan) Menurut Lapangan Usaha

No Lapangan Usaha 2009 2010 2011 2012 2013 2014
1 Pertanian 33,556.22 34,401.84 35,272.21 36,171.65 37,101.26 38,065.89
2 Pertambangan & Penggalian - - - -
3 Industri Pengolahan 540,496.83 566,710.92 594,253.07 623,312.05 653,854.34 686,547.06
4 Listrik, Gas & Air Bersih 36,252.68 38,007.31 39,854.46 41,839.22 43,931.18 46,149.70
5 Bangunan 1,051,006.45 1,114,171.94 1,181,356.50 1,253,182.98 1,329,877.78 1,412,330.20
6
Perdagangan, Restoran &
Hotel
1,457,901.88 1,546,833.89 1,642,737.59 1,746,065.79 1,857,115.57 1,975,042.41
7 Pengangkutan & Komunikasi 1,292,264.11 1,357,265.00 1,426,349.78 1,500,519.97 1,580,797.79 1,663,789.68
8
Keuangan, Pers dan Jasa
Persh
671,987.17 701,957.79 733,545.90 767,289.01 803,351.59 843,679.84
9 Jasa-Jasa 1,307,256.01 1,367,128.33 1,430,699.80 1,497,942.69 1,569,843.94 1,648,336.13
Jumlah 6,390,721.34 6,726,477.02 7,084,069.32 7,466,323.35 7,875,873.45
8,313,940.91
Pertumbuhan Per Tahun 5.14% 5.25% 5.32% 5.40% 5.49% 5.56%
Sumber : Hasil Analisis
Untuk tahun 2012, peningkatan pertumbuhan ekonomi Kota Pontianak terutama pada sektor
pengangkutan dan komunikasi, sektor keuangan, persewaan dan jasa perusahaan dan sektor jasa. Membaiknya
ekonomi dunia menyebabkan investasi mulai masuk ke Indonesia sehingga likuiditas lembaga keuangan juga
Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM)
Kota Pontianak Tahun 2010-2014

11
membaik dan didukung suku bunga Bank Indonesia yang rendah. Hal ini tidak lepas dari rendahnya tingkat inflasi
sehingga suku bunga Bank Indonesia juga menurun. Telah dibukanya jalan trans Kalimantan juga mendorong
sektor pengangkutan tumbuh lebih besar dibanding tahun-tahun sebelumnya.
Pada tahun 2013, pertumbuhan ekonomi tetap terjadi terutama di sektor listrik, gas dan air bersih. Pada
tahun ini diperkirakan beberapa power plant (pembangkit listrik) yang baru telah beroperasi dan interkoneksi antara
Kota Pontianak dengan Kuching, Malaysia telah terwujud. Dengan adanya tambahan ketersediaan pasokan listrik
memacu tumbuhnya investasi di Kota Pontianak sehingga menarik tumbuhnya sektor-sektor lainnya.
Sedangkan untuk tahun 2014, diperkirakan pertumbuhan ekonomi tumbuh di sektor jasa. Pada tahun ini
yang merupakan tahun politik, dimana diselenggarakannya pemilihan umum Legislatif dan pemilihan umum
Presiden dan Wakil Presiden menyebabkan pengeluaran Pemerintah meningkat cukup signifikan.
Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kota Pontianak dalam kurun waktu 6 (enam) tahun kedepan
diproyeksikan setiap tahunnya mengalami peningkatan dimana pada tahun 2009 berdasarkan harga konstan tahun
2000 diperkirakan sebesar Rp. 6,39 Trilyun dengan pertumbuhan pertahunnya mencapai 5,14 % dan tahun 2014
diperkirakan mencapai Rp. 8,31 Trilyun dengan pertumbuhan sebesar 5,56 % atau rata-rata pertumbuhannya
dalam 6 (enam) tahun kedepan sebesar 1,59 %.
Secara struktur, Kota Pontianak masih didominasi oleh sektor perdagangan, restoran dan hotel dimana
pada tahun 2009 diperkirakan kontribusinya mencapai Rp.1.457.901,88 dan pada tahun 2014 diperkirakan akan
mencapai Rp. 1.975.042,41 atau mengalami pertumbuhan rata-rata selama 6 tahun mencapai 6,24 %. Adapun
sektor lain sebagai penyumbang terbesar adalah sektor jasa dimana pada tahun 2009 mencapai Rp. 1.307.721,34
dan tahun 2014 diperkirakan mencapai 1.648.336,13 atau mengalami rata-rata pertumbuhan sebesar 4,68 %
demikikan juga dengan sektor pengangkutan & komunikasi dimana pada tahun 2009 mencapai Rp. 1.292.264,11
dan di tahun 2014 diperkirakan akan mencapai Rp. 1.663.789,68 atau mempunyai peningkatan rata-rata sebesar
5,17%.
Pertumbuhan ekonomi Kota Pontianak dalam 6 (enam) tahun kedepan periode 2009-2014 diproyeksikan
mengalami peningkatan dimana pada tahun 2009 diperkirakan mencapai 5,14 % dengan sektor yang menjadi
unggulan adalah sektor perdagangan, restoran dan hotel dengan kontribusi sebesar 6,00 % sedangkan pada tahun
2014 pertumbuhan ekonomi Kota Pontianak diperkirakan mencapai 5,56 % dengan sektor yang terbesar dalam
memberikan kontribusinya masih pada sektor perdagangan, restoran dan hotel dimana mencapai 6,35 %.

Tabel. 2.8
Pertumbuhan Ekonomi per Sektor Tahun 2009-2014

No Sektor 2009 2010 2011 2012 2013 2014
1
Pertanian 2,50 % 2.52% 2.53% 2.55% 2.57% 2,60%
2
Pertambangan - - - - - -
3
Industri dan Pengolahan 4.80% 4.85% 4.86% 4.89% 4.90% 5.00%
4
Listrik, Gas & Air Bersih 4.80% 4.84% 4.86% 4.98% 5.00% 5.05%
5
Bangunan 5.59% 6.01% 6.03% 6.08% 6.12% 6.20%
6
Perdagangan, Restoran & Hotel 6.00% 6.10% 6.20% 6.29% 6.36% 6.35%
7
Pengangkutan & Komunikasi 5.00% 5.03% 5.09% 5.20% 5.35% 5.25%
8 Keuangan, Pers dan Jasa Persh
4.45% 4.46% 4.50% 4.60% 4.70% 5.02%
9
Jasa 4.55% 4.58% 4.65% 4.70% 4.80% 5.00%
PDRB Kota Pontianak 5.14% 5.25% 5.32% 5.40% 5.49% 5.56%
Sumber : Hasil Analisis

Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM)
Kota Pontianak Tahun 2010-2014

12
Adapun selain dari sektor diatas pada sektor bangunan juga tidak kalah penting dalam meningkatkan
pertumbuhan ekonomi, hal ini dapat dilihat dari besaran kontribusinya pada tahun 2009 mencapai 5,59 %, tahun
2010 diperkirakan akan mencapai 6,01 % dan meningkat menjadi 6,03 % di tahun 2011 sedangkan pada tahun
2012, 2013 dan 2014 diperkirakan akan mencapai 6,08 %, 6,12 % dan 6,20%.
Untuk sektor pertanian perkembangan pertumbuhannya dalam periode 2009-2014 dirasakan mengalami
fluktuasi, dimana pada tahun 2009 diperkirakan akan tumbuh mencapai 2,50 %, tahun 2010 diperkirakan akan
mencapai 2,52 % dan sedikit mengami peningkatan menjadi 2,53 % di tahun 2011 dan pada tahun 2014 struktur
pertumbuhan ekonomi melalui sektor ini diperkirakan mencapai 2,60 %. Adapun perkembangan pertumbuhan ini
lebih kecil jika dibandingkan dengan sektor lainnya lebih dikarenakan karena luas wilayah Kota Pontianak yang
tidak begitu besar hanya 107,82 Km
2
dan peruntukan wilayahnya lebih bercirikan perkotaan.
Struktur ekonomi Kota Pontianak dalam kurun waktu 6 (enam) tahun kedepan masih didominasi oleh sektor
tersier yaitu sektor perdagangan, angkutan, keuangan dan jasa-jasa. Pada tahun 2009 sektor perdagangan
mengalami koreksi sebesar 22,81 % kemudian disusul dengan sektor jasa dan pengangkutan yang masing-
masing sebesar 20,46 % dan 20,22 % sedangkan sektor yang terendah dalam struktur ekonomi Kota Pontianak
periode 2009-2014 adalah sektor pertanian dimana pada tahun 2009 mencapai 0,53 % dan diperkirakan pada
tahun 2014 mengalami penurunan menjadi 0,46 %.

Tabel. 2.9
Struktur Ekonomi Kota Pontianak Tahun 2009-2014

No Lapangan Usaha 2009 2010 2011 2012 2013 2014
1 Pertanian 0.53% 0.51% 0.50% 0.48% 0.47% 0,46%
2 Pertambangan & Penggalian - - - - - -
3 Industri Pengolahan 8.46% 8.43% 8.39% 8.35% 8.30% 8.26%
4 Listrik, Gas & Air Bersih 0.57% 0.57% 0.56% 0.56% 0.56% 0.56%
5 Bangunan 16.45% 16.56% 16.68% 16.78% 16.89% 16.99%
6 Perdag , Restoran & Hotel 22.81% 23.00% 23.19% 23.39% 23.58% 23.76%
7 Pengangkutan & Komunikasi 20.22% 20.18% 20.13% 20.10% 20.07% 20.01%
8 Keuangan, Pers & Jasa Persh 10.52% 10.44% 10.35% 10.28% 10.20% 10.15%
9 Jasa-Jasa 20.46% 20.32% 20.20% 20.06% 19.93% 19.83%
PDRB 100.00% 100.00% 100.00% 100.00% 100.00% 100.00%
Sumber : Hasil Analisis
Penyerapan tenaga kerja dalam periode 2009-2014 berdasarkan hasil analisis setiap tahunnya mengalami
peningkatan dimana pada tahun 2009 jumlah keseluruhan mencapai 256.494 orang meningkat menjadi 270.494
orang di tahun 2010 sedangkan untuk tahun 2014 diperkirakan akan mencapai 337.033 orang.
Tabel. 2.10
Penyerapan Tenaga Kerja Berdasarkan Sektor Lapangan Kerja
Tahun 2009-2014
No LAPANGAN USAHA 2009 2010 2011 2012 2013 2014
1 Pertanian 9,556.08 9,796 10,044 10,300 10,565 10,840
2 Pertambangan dan galian 156 161 169 175 180 186
3 Industri Non Migas 22,769 23,874 25,034 26,258 27,545 28,922
4 Listrik Dan Air Minum 1,515 1,588 1,665 1,748 1,836 1,929
5 B a n g u n a n 19,066 20,212 21,431 22,734 24,125 25,621
6 Perdagangan, Hotel, Dan 133,435 141,575 150,353 159,810 169,974 180,767
Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM)
Kota Pontianak Tahun 2010-2014

13
No LAPANGAN USAHA 2009 2010 2011 2012 2013 2014
Restoran
7 Pengangkutan Dan Komunikasi 19,669 20,659 21,710 22,839 24,061 25,324
8 Keuangan, Persewaan & jasa
persh
2,523 2,636 2,754 2,881 3,016 3,168
9 Jasa Jasa 47,801 49,990 52,315 54,773 57,403 60,273
Jumlah 256,494 270,494 285,479 301,523 318,708 337,033
Sumber : Hasil Analisis

Adapun jumlah penyerapan tenaga kerja dari 9 (sembilan) sektor lapangan usaha yang ada sektor
perdagangan, hotel dan restoran merupakan sektor yang paling banyak menyerap tenaga kerja. Hal ini dapat
dilihat dari jumlah sektor ini pada tahun 2009 diperkirakan mencapai 133.435 tenaga kerja dan meningkat menjadi
180.767 tenaga kerja pada tahun 2014. Untuk sektor pertambangan dan galian jumlah tenaga kerja berdasarkan
hasil proyeksi periode 2009-2014 peningkatannya dirasakan masih sangat kecil, hal ini dikarenakan pada sektor ini
tidak terdapat di Kota Pontianak.
Jika dilihat dari perkembangan jumlah tenaga kerja berdasarkan sektor lapangan usaha di Kota Pontianak
terdapat 3 (tiga) sektor lapangan usaha yang mendominasi diantaranya adalah sektor perdagangan, hotel dan
restoran, sektor jasa dan sektor industri non migas.
Jumlah PDRB berdasarkan harga berlaku, tahun 2009 sebesar Rp. 10.776.744,66 juta dan diperkirakan
akan meningkat menjadi Rp. 19,083,366.67 juta di tahun 2014 sedangkan untuk PDRB berdasarkan harga konstan
pada tahun 2009 diperkirakan mencapai Rp. 6.390.721,34 dan pada tahun 2014 diperkirakan mencapai
8,313,940.91. Dari jumlah tersebut pertumbuhan ekonomi pada tahun 2009 diproyeksikan mencapai 5,14 %
kemudian meningkat menjadi 5,25 % di tahun 2010 dan pada tahun 2014 diperkirakan mencapai 5,56 %.
Perkembangan PDRB Kota Pontianak dalam periode 2009-2014 mengalami peningkatan yang cukup
signifikan. Adapun perkembangan tersebut dapat dilihat dari jumlah yang terkoreksi pada tahun 2009 sektor
perdagangan, restoran & hotel sebagai penyumbang terbesar dalam memberikan kontribusinya yaitu sebesar Rp.
2.495.594,09 juta sedangkan sektor listrik, gas & air bersih menjadi penyumbang yang paling kecil dalam
memberikan kontribusinya yaitu sebesar Rp. 50.020,82 juta. Pada tahun 2014 jumlah keseluruhan PDRB Kota
Pontianak diproyeksikan mencapai Rp. 19.083.366,67 juta dengan pertumbuhan sebesar 11,02 %. Dari jumlah
tersebut sektor perdagangan, restoran & hotel masih menjadi andalan sebagai penyumbang terbesar dalam
memberikan kontribusinya dimana mencapai Rp. 4.759.232,82 sedangkan sektor listrik, gas dan air bersih hanya
mencapai Rp. 68.252,73 juta.

Tabel. 2.11
PDRB Kota Pontianak Tahun 2009-2014
Berdasarkan Harga Berlaku (Jutaan) Menurut Lapangan Usaha

No Lapangan Usaha 2009 2010 2011 2012 2013 2014
1 Pertanian 57,103.93 60,672.92 63,706.57 67,847.49 72,596.82 77,860.09
2
Pertambangan &
Penggalian
- - - - - -
3 Industri Pengolahan 791,120.85 860,343.92 937,774.87 1,005,763.55 1,081,195.82 1,167,691.48
4
Listrik, Gas & Air
Bersih
50,020.82 53,022.07 56,070.83 59,625.73 63,787.60 68,252.73
5 Bangunan 1,826,868.03 2,018,689.17 2,173,724.50 2,345,013.99 2,532,615.11 2,747,887.40
6
Perdagangan,
Restoran & Hotel
2,495,594.09 2,844,977.26 3,261,766.43 3,747,117.28 4,252,978.11 4,759,232.82
7 Pengangkutan & 2,190,729.43 2,474,428.89 2,797,341.87 3,170,787.00 3,554,452.23 3,966,768.69
Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM)
Kota Pontianak Tahun 2010-2014

14
No Lapangan Usaha 2009 2010 2011 2012 2013 2014
Komunikasi
8
Keuangan, Pers dan
Jasa Persh
1,118,736.17 1,269,206.19 1,452,352.64 1,665,267.54 1,868,430.18 2,073,957.50
9 Jasa-Jasa 2,246,571.34 2,559,968.04 2,926,555.47 3,348,857.42 3,762,441.31 4,185,715.96
J umlah 10,776,744.66 12,141,308.47 13,669,293.18 15,410,280.00 17,118,497.31 19,083,366.67
Pertumbuhan Per Tahun 12,98% 12,66% 12,59% 12,74% 11,54% 11,02%
Sumber : Hasil Analisis

Jumlah investasi yang dibutuhkan pada tahun 2009 guna pencapaian pertumbuhan sebesar 5,14 %
adalah sebesar Rp. 5.324.706,51 juta, tahun 2010 meningkat menjadi Rp. 5,458,255.25 juta dengan pertumbuhan
mencapai 5,25 %, tahun 2011 jumlah investasi yang dibutuhkan yaitu sebesar Rp. 6,111,938.85 juta dengan
asumsi pertumbuhan yang akan dicapai sebesar 5,32 %, untuk tahun 2012 jumlah kebutuhan investasi mencapai
Rp. 6,963,947.29 juta, sedangkan tahun 2013 membutuhkan investasi mencapai Rp. 7.112.868,71 juta dan tahun
2014 diperkirakan membutuhkan investasi mencapai Rp. 7.579.477,95 juta.
Tabel. 2.12
Proyeksi Kebutuhan Investasi Pembangunan Kota Pontianak Tahun 2009-2014
Sumber : Hasil Analisis

Tingkat inflasi dalam kurun waktu 6 (enam) tahun kedepan periode 2009-2014 diperkirakan mempunyai
pergerakan cukup stabil dimana pada tahun 2009 tingkat inflasi di Kota Pontianak diperkirakan mencapai 7,84 %,
pada tahun 2010 diperkirakan turun menjadi 7,41 % kemudian pada tahun 2011 menjadi 7,27%. Pada tahun 2012
diperkirakan sedikit mengalami peningkatan menjadi 7,34 %, meningkat menjadi 7,83 % di tahun 2013 dan
meningkat lagi pada tahun 2014 sebesar 8,42%.
Pada tahun 2009, inflasi diperkirakan sedikit menurun dibandingkan tahun 2008. Hal disebabkan
beberapa faktor, antara lain penurunan harga minyak mentah dunia (saat ini berkisar US$ 33-40 per barel) yang
menyebabkan harga BBM dalam negeri juga turun dan turunnya harga 2 komoditas unggulan yaitu karet dan
kelapa sawit. Hal ini akibat resesi ekonomi global yang menurunkan permintaan dunia terhadap komoditas tersebut
diatas. Selama 3 tahun sejak 2009 -2011 tingkat inflasi cenderung menurun dikarenakan kondisi politik dan
No Uraian 2009 2010 2011 2012 2013 2014
1 PDRB Konstan 6,390,721.34 6,726,477.02 7,084,069.32 7,466,323.35 7,875,873.45 8,313,940.91
2 Pertumbuhan Ekonomi 5.14% 5.25% 5.32% 5.40% 5.49% 5.56%
3 Inflasi Tahunan 7.84 7.41 7.27 7.34 7.83 8.42
4 PDRB Harga Berlaku 10,776,744.66 12,141,308.47 13,669,293.18 15,410,280.00 17,188,497.18 19,083,366.67
5 Nilai Tambah 1,238,303.84 1,364,563.81 1,527,984.71 1,740,986.82 1,778,217.18

1,894,869.49
6 Jumlah Investasi (Juta) 5,324,706.51 5,458,255.25 6,111,938.85 6,963,947.29 7,112,868.71

7,579,477.95
7 Pemerintah 1,200,000.00 1,230,000.00 1,260,750.00 1,292,268.75 1,324,575.47

1,357,689.86
8 Swasta 4,124,706.51 4,637,624.40 5,309,584.26 6,193,974.58 5,788,293.24

6,221,788.09
9
Kontribusi Pemerintah
(%)
22.54% 20.96% 19.19% 17.26% 18.62% 17.91%
10 Kontribusi Swasta (%) 77.46% 79.04% 80.81% 82.74% 81.38% 82.09%
11 ICOR 4.3 4 4 4 4 4
12
Penduduk Pertengahan
Tahun
543,081 552,585 562,255 572,095 582,106 592,293
Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM)
Kota Pontianak Tahun 2010-2014

15
ekonomi cukup stabil dan baik. Namun pada tahun 2014, inflasi sedikit naik karena diasumsikan pada tahun ini
pelaksanaan Pemilu membuat kondisi ekonomi dan politik kurang stabil.
Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) berdasarkan harga berlaku selama kurun waktu 6 (enam) tahun
kedepan diperkirakan mengalami peningkatan, dimana pada tahun 2009 mencapai Rp. 10.776.7444,66 juta dan
tahun 2014 diperkirakan akan mencapai Rp. 19.083.366,67 juta. Untuk PDRB perkapita pada tahun 2009
mencapai Rp. 19,843,716.64 dan di tahun 2014 diperkirakan akan mencapai Rp. 32.219.465,81 sedangkan untuk
pendapatan regional perkapita tahun 2009 mencapai Rp. 18.476.484,57 dan tahun 2014 diperkirakan akan
mencapai Rp. 29.999.544,19.
Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) berdasarkan harga konstan selama kurun waktu 6 (enam) tahun
kedepan diperkirakan juga mengalami peningkatan, hal ini dapat dilihat dari jumlah PDRB pada tahun 2009
mencapai Rp. 6.390.721,34 dan pada tahun 2014 diperkirakan akan mencapai Rp. 8.313.940,91. Untuk
pendapatan perkapita diproyeksikan pada tahun 2009 mencapai Rp. 11.767.529,75 dan pada tahun 2014
meningkat menjadi 14.036.869,69 sedangkan untuk pendapatan regional perkapita juga mengalami peningkatan
dimana pada tahun 2009 mencapai Rp. 10.956.746,94 dan di tahun 2014 diperkirakan akan mencapai Rp.
13.069.729,36.
Tabel. 2.13
Agregat Pendapatan Regional dan Pendapatan Regional Per Kapita
Di Kota Pontianak Tahun 2009 2014

No. URAIAN 2009 2010 2011 2012 2013
2014
ATAS DASAR HARGA BERLAKU



1
PDRB Atas Dasar Harga
Pasar
10,776,744.66 12,141,308.47 13,669,293.18 15,410,280.00 17,188,497.18 19,083,366.67
2 Penyusutan 742,517.70 836,536.15 941,814.29 1,061,768.29 1,184,287.45 1,314,843.95
3
PDRN Atas Dasar Harga
Pasar
10,034,226.95 11,304,772.32 12,727,478.89 14,348,511.72 16,004,209.73 17,768,522.71
4 Pajak Tak Langsung 163,806.52 184,547.89 207,773.26 234,236.26 261,265.16 290,067.17
5
PDRN Atas Dasar Biaya
Faktor Produksi
9,870,420.43 11,120,224.43 12,519,705.63 14,114,275.46 15,742,944.57 17,478,455.54
6
Penduduk Pertengahan
Tahun (Jiwa)
543,081 552,585 562,255 572,095 582,106 592,293
7 PDRB Perkapita (Rupiah) 19,843,716.64 21,971,843.61 24,311,549.90 26,936,595.22 29,528,110.65 32,219,465.34
8
Pendapatan Regional
Perkapita (Rupiah)
18,476,484.57 20,457,983.60 22,636,484.12 25,080,663.82 27,493,623.84 29,999,544.19
ATAS DASAR HARGA KONSTAN



1
PDRB Atas Dasar Harga
Pasar
6,390,721.34 6,726,477.02 7,084,069.32 7,466,323.35 7,875,873.45
8,313,940.91
2 Penyusutan 440,320.70 463,454.27 488,092.38 514,429.68 542,647.69
572,830.53
3
PDRN Atas Dasar Harga
Pasar
5,950,400.64 6,263,022.75 6,595,976.94 6,951,893.67 7,333,225.76
7,741,110.38
4 Pajak Tak Langsung 97,138.96 102,242.45 107,677.85 113,488.11 119,713.27
126,371.90
5
PDRN Atas Dasar Biaya
Faktor Produksi
5,853,261.67 6,160,780.30 6,488,299.09 6,838,405.55 7,213,512.49 7,614,738.48
6
Penduduk Pertengahan
Tahun (Jiwa)
543,081 552,585 562,255 572,095 582,106 592,293
7 PDRB Perkapita (Rupiah) 11,767,529.75 12,172,749.06 12,599,386.26 13,050,855.00 13,529,959.03
14,036,869.69
8
Pendapatan Regional
Perkapita (Rupiah)
10,956,746.94 11,334,046.64 11,731,288.54 12,151,651.08 12,597,744.84 13,069,729.36
Sumber: Hasil Analisis
Tabel-tabel mengenai perekonomian daerah yang disajikan diatas dihitung berdasarkan trend
pertumbuhan, dimana kecenderungan pertumbuhan tersebut belum melibatkan peran pemerintah daerah secara
optimal untuk meningkatkan pertumbuhan pada masing-masing sektor PDRB dan ekonomi Kota Pontianak.
Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM)
Kota Pontianak Tahun 2010-2014

16
Dalam pelaksanaan pembangunan ekonomi ke depan yaitu periode tahun 2010 2014 Pemerintah Kota
Pontianak berupaya untuk meningkatkan pertumbuhan sektor PDRB yang memberikan kontribusi terbesar, paling
tinggi pertumbuhannya dan paling banyak menyerap tenaga kerja. Diharapkan dengan diberikannya perhatian
khusus pada sector-sektor ini khususnya sector perdagangan, hotel dan restoran akan memberikan kontribusi
besar terhadap pertumbuhan ekonomi kota dalam kurun waktu lima tahun kedepan. Dipilihnya sector ini sebagai
leader sector pembangunan ekonomi kota dengan pertimbangan bahwa sector ini mempunyai elastisitas yang
tinggi terhadap penyerapan tenaga kerja, sehingga diharapkan jika diberikan stimulus untuk berkembang maka
sektor ini akan memberikan potensi penyerapan tenaga kerja yang besar. Disisi lain sector ini sesuai dengan fungsi
dan peran kota Pontianak dalam konstelasinya terhadap wilayah regional yaitu sebagai pusat perdagangan dan
jasa serta sebagai pintu masuk dan keluar baik barang maupun orang ke wilayah propinsi Kalimantan Barat
Untuk memacu perkembangan sector tersebut, akan diberikan treatement seperti kemudahan dalam
proses perizinan usaha usahanya, peningkatan kualitas sumber daya manusia khususnya yang menunjang sector
tersebut, serta dilakukannya promosi daerah. Melalui pengkondisian tersebut diharapkan target pencapaian
tahunan dalam lima tahun kedepan (lihat indikator keberhasilan RPJM 2010-2014 dalam lampiran) dapat diraih
melalui implementasi program-program prioritas.

2.3. Sosial Budaya
2.3.1. Kependudukan
2.3.1.1 Penduduk dan Komposisi
Penduduk merupakan aspek strategis dalam berbagai indikator pembangunan selain menempatkannya
subjek sekaligus menjadi objek dalam pembangunan penduduk juga sebagai modal dasar dari pembangunan.
Dilihat dari perkembangan jumlah penduduk dalam kurun waktu 5 (lima) tahun terakhir periode 2004-2008 terdapat
peningkatan yang cukup signifikan dimana pada tahun 2004 berdasarkan data dari Dinas Kependudukan dan
Catatan Sipil Kota Pontianak jumlah penduduk yang tercatat sebanyak 478.740 jiwa dengan komposisi penduduk
laki-laki sebanyak 246.829 jiwa atau 51,56 % sedangkan penduduk perempuan sebanyak 231.911 jiwa atau
48,44%.

Tabel. 2.14
Jumlah Penduduk Kota Pontianak Tahun 2004-2008

No Tahun Jumlah Penduduk Laki-Laki % Perempuan %
1 2004 478,740 246,829 51.56% 231,911 48.44%
2 2005 494,441 251,849 50.94% 242,592 49.06%
3 2006 513,645 262,236 51.05% 251,409 48.95%
4 2007 523,485 267,098 51.02% 256,387 48.98%
5 2008 534.996 277.138 51,80% 266.858 49,88%
Sumber : Dinas Capil & Kependudukan Kota Pontianak

Untuk tahun 2008 jumlah penduduk Kota Pontianak tercatat sebanyak 534.996 jiwa dengan komposisi
penduduk laki-laki sebanyak 277.138 jiwa atau 51,80 % dan penduduk perempuan sebanyak 266.858 jiwa atau
49,88 %. Adapun peningkatan jumlah penduduk setiap tahunnya di Kota Pontianak lebih disebabkan oleh tingginya
arus urbanisasi dari daerah khususnya kabupaten/kota yang ada di kalimantan barat mapun daerah diluar kalbar
yang ingin mencari pekerjaan di Kota Pontianak.
Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM)
Kota Pontianak Tahun 2010-2014

17
Tabel. 2.15
Jumlah Penduduk Berdasarkan Kelompok Umur Tahun 2004 2007

Kelompok Umur
Tahun
2004 2005 2006 2007
0 - 4 43.693 45.126 46.879 47.777
5 - 9 44.743 46.211 48.005 48.925
10 - 14 42.093 43.473 45.162 46.027
15 - 19 50.665 52.327 54.359 55.400
20 - 24 51.579 53.271 55.340 56.400
25 - 29 49.236 50.851 52.826 53.838
30 - 34 38.657 39.925 41.476 42.270
35 - 39 30.414 31.412 32.632 33.257
40 - 44 30.065 31.051 32.257 32.875
45 - 49 32.022 33.072 34.357 35.015
50 - 54 19.308 19.941 20.715 21.112
55 - 59 15.086 15.581 16.186 16.496
60 - 64 11.750 12.135 12.607 12.848
65+ 19.428 20.066 20.845 21.244
JUMLAH 478.740 494.441 513.645 523.485
Sumber : BPS Kota Pontianak
Berdasarkan kelompok umur jumlah penduduk di Kota Pontianak pada tahun 2007 yang terbesar berada
pada kelompok umur 20 24 tahun dengan jumlah keseluruhan mencapai 56.400 jiwa, hal ini mengartikan bahwa
sebahagian besar penduduk di Kota Pontianak tergolong pada kelompok umur produktif sedangkan jumlah
penduduk dengan kelompok umur 60 64 tahun atau kelompok umur yang sudah memasuki masa tua adalah
yang paling sedikit dengan jumlah keseluruhan mencapai 12.848 jiwa.
2.3.1.2. Jumlah Penduduk Miskin
Persoalan kemiskinan kembali ditempatkan menjadi salah satu bagian dari tugas berat pemerintah.
Mengingat proporsi penduduk miskin pada skenario pertama, setelah krisis ekonomi mengalami peningkatan. Pada
tahun 2004 dari jumlah Kepala Keluarga sebanyak 131.241 KK sebanyak 20.892 KK tergolong miskin dan
sebanyak 8.567 KK telah diberikan bantuan oleh pemerintah melalui dana raskin. Untuk tahun 2008 jumlah
penduduk miskin mengali peningkatan dimana dari 143.422 kepala keluarga yang ada sebanyak 21.474 KK
tergolong miskin dan sebanyak 19.800 KK telah diberikan bantuan melalui program BLT (Bantuan Langsung Tunai)
yang digulirkan oleh pemerintah pusat ke pemerintah daerah.

Tabel. 2.16
Jumlah Penduduk Miskin di Kota Pontianak Tahun 2004-2008

No Tahun Jumlah Pddk Jumlah KK KK Miskin %
BLT/Raskin
(KK)
%
1 2004 478,740 131,241 20,892 15.92 8.567 41.01
2 2005 494,441 136,433 21,130 15.49 19.700 93.23
3 2006 513,645 140,354 21,368 15.22 13.842 64.78
4 2007 523,485 135,192 21,474 15.88
19.700 91.74
5 2008* 543.966 143.422 21.474 14.97 19.800 92.20
Sumber : Dinas Kependudukan & Catatan Sipil Kota Pontianak
Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM)
Kota Pontianak Tahun 2010-2014

18

2.3.1.3. Angka Harapan Hidup
Dari sisi kelangsungan hidup penduduk, maka salah satu indikator kualitas kependudukan yaitu dilihat dari
angka harapan hidup masyarakat. Angka harapan hidup memiliki implikasi penting terhadap pembangunan secara
keseluruhan dalam jangka panjang. Ketika harapan hidup relatif pendek, memberikan implikasi persoalan mutu
kependudukan dinyatakan sebagai kondisi yang penting untuk diperbaiki. Sementara angka harapan hidup yang
panjang akan berimplikasi terhadap komposisi penduduk penuaan dan akan membutuhkan program sosial.

Tabel. 2.17
Angka Usia Harapan Hidup di Kota Pontianak Tahun 2004-2008

No Uraian 2004 2005 2006 2007 2008
I Usia Harapan Hidup (Tahun) 65.8 66.1 68.74 69.13 70.29
1 - Laki-laki 66.00 66.3 67.00 67.50 68.01
2 - Perempuan 70.00 70.32 70.48 70.76 71.02
Sumber : BPS Kota Pontianak dan Hasil Analisis

Berdasarkan data dari BPS serta hasil analisis, usia harapan hidup di Kota Pontianak dalam 5 (lima) tahun
terakhir mengalami peningkatan dimana pada tahun 2004 rata-rata penduduk di Kota Pontianak mempunyai usia
harapan hidup sebesar 65,8 tahun yang terdiri dari usia harapan hidup laki-laki sebesar 66,00 tahun sedangkan
usia harapan hidup perempuan sedikit lebih tinggi yaitu 70,00 tahun. Pada tahun 2008 jumlah usia harapan hidup
di Kota Pontianak meningkat menjadi 70,29 tahun, dimana penduduk laki-laki mempunyai nilai sebesar 68,01 tahun
sedangkan penduduk perempuan sebesar 71,02 tahun. Adapun peningkatan usia harapan hidup ini disebabkan
oleh beberapa faktor salah satu diantaranya adalah dengan meningkatnya kualitas kehidupan masyarakat Kota
Pontianak yang ditandai dengan meningkatnya pendapatan perkapita serta meningkatnya pelayanan kesehatan.

2.3.1.4. Agama
Berdasarkan data dari kantor agama Kota Pontianak, jumlah penduduk yang memeluk agama islam pada
tahun 2007 sebanyak 412.057 jiwa dengan penyebaran di 5 (lima) kecamatan diantaranya kecamatan Pontianak
Selatan sebanyak 75.000 jiwa, kecamatan Pontianak Timur sebanyak 79.033 jiwa, kecamatan Pontianak Barat
sebanyak 101.006 jiwa, kecamatan Pontianak Kota sebanyak 63.018 jiwa.
Untuk penduduk yang menganut agama kristen protestan jumlah keseluruhan mencapai 22.438 jiwa
dengan penyebaran tertinggi pada wilayah kecamatan Pontianak Kota dengan jumlah keseluruhan mencapai 7.064
jiwa dan wilayah Kecamatan Pontianak Timur merupakan wilayah yang paling kecil dalam penyebarannya yaitu
sebanyak 300 jiwa.Untuk agama kristen khatolik jumlah keseluruhan penduduk kota pontianak sebanyak 15.706
jiwa, untuk agama hindu jumlah keseluruhan penduduk mencapai 2.243 jiwa dan untuk agama budha jumlah
keseluruhan penduduk mencapai 108.600 jiwa sedangkan untuk penduduk yang memeluk agama lainnya jumlah
keseluruhannya pada tahun 2007 mencapai 25.803 jiwa.
Pada tahun 2007 menurut data dari kantor agama Kota Pontianak, jumlah sarana peribadatan di Kota
Pontianak adalah sebagai berikut : jumlah masjid seluruhnya sebanyak 218 unit, surau/mushola sebanyak 330 unit,
gereja khatolik sebanyak 23 unit, gereja protestan sebanyak 58 unit, pura sebanyak 2 unit dan sarana ibadah
vihara sebanyak 34 unit.

Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM)
Kota Pontianak Tahun 2010-2014

19
Tabel. 2.18
Penduduk Menurut Agama Yang Dianut di Kota Pontianak Tahun 2007
No Kecamatan
Agama
Islam Protestan Khatolik Hindu Budha Lainnya
1 Pontianak Selatan 75.000 7.000 5.015 636 33.993 6.312
2 Pontianak Timur 79.033 300 1.140 32 22.253 81
3 Pontianak Barat 101.006 5.070 4.505 90 21.280 232
4 Pontianak Kota 94.000 7.064 4.036 969 23.078 3.992
5 Pontianak Utara 63.018 3.004 1.010 516 7.996 15.186
Jumlah 412.057 22.438 15.706 2.243 108.600 25.803
Sumber : Kantor Agama Kota Pontianak

Tabel. 2.19
Jumlah Rumah Ibdah Menurut Kecamatan di Kota Pontianak Tahun 2007

No Kecamatan
Rumah Ibadah
Masjid
Surau/
Mushola
Gereja
Khatolik
Gereja
Protestan
Pura Vihara
1 Pontianak Selatan 66 91 8 24 2 19
2 Pontianak Timur 22 20 3 5 - -
3 Pontianak Barat 44 57 9 13 - 1
4 Pontianak Kota 47 81 - - - 6
5 Pontianak Utara 39 81 3 16 - 8
Jumlah 218 330 23 58 2 34
Sumber : Kantor Agama Kota Pontianak

2.3.1.5. Kebudayaan
Dalam mempertahankan dan mengembangkan nilai nilai khasanah seni budaya pemerintah Kota
Pontianak telah dilakukan berbagai program maupun kegiatan selama periode tahun 2004 - 2008 yang bertujuan
agar budaya dan seni yang ada tetap ada dan terpelihara, selain itu menghidupkan kembali sejarah yang telah
lama tidak diketahui masyarakat yang dulu pernah ada. Dengan membantu sanggar budaya yang telah ada
dengan cara memantau dan membantu baik kegiatan maupun keuangannya. Sedangkan budaya yang ada tetap
dipelihara baik yang berupa situs, cagar budaya maupun kesenian agar tetap eksis.
Untuk mengoptimalkan promosi pariwisata Kota Pontianak supaya meningkatkan kunjungan para
wisatawan domestik mapupun mancanegara dengan mengadakan dan mengikuti festival yang berskala lokal dan
nasional yang diselenggarakan setiap tahunnya. Pada periode tahun 2004 - 2008 dengan rata rata
penyelenggaraan festival budaya dan seni di Kota Pontianak sebanyak 12 kali, dan mengikuti festival skala
nasional dengan rata rata sebanyak 4 kegiatan.
Tabel. 2.20
Jumlah Pagelaran / Festival Budaya dan Seni di Dalam dan Luar
Kota Pontianak Tahun 2004 2008
No Uraian Satuan
Tahun
R (Kali)
2004 2005 2006 2007 2008*
1
Festival daerah ( Kota
Pontianak )
Kegiatan 12 12 12 19 9 12.28
2 Festival Skala Nasional Kegiatan 2 2 4 7 9 4.00
Sumber Disparbud&inkom Kota Pontianak
Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM)
Kota Pontianak Tahun 2010-2014

20

Dalam pengembangan nilai budaya di Kota Pontianak yang ditujukan dengan perkembangan jumlah
sanggar seni dan budaya selama periode tahun 2004 - 2008. Jumlah sanggar seni dan budaya yang ada sebanyak
125 sanggar berdasarkan data tahun 2008. Ini menunjukan adanya apresiasi masyarakat terhadap seni dan
budaya yang dimiliki Kota Pontianak semakin tinggi. Peran Pemerintah Kota Pontianak dalam memberikan
pembinaan terhadap sanggar seni dan budaya selama lima tahun terakhir mengalami peningkatan ini dapat
ditujukan dari jumlah sanggar seni yang dibina setiap tahunnya mangalami peningkatan dimana pada tahun 2004
jumlah keseluruhan mencapai 50 buah dan tahun 2008 meningkat menjadi 120 buah.

2.3.1.6 Pemuda dan Olahraga
Melalui pembinaan Pemuda dan Olahraga diharapkan dapat meningkatkan kualitas sumber daya manusia
demi terwujudnya masyarakat pontianak yang sehat, cerdas, maju serta menguasai ilmu pengetahuan dan
teknologi.
Jumlah organisasi pemuda yang ada di Kota Pontianak pada Tahun 2005 terdata sebanyak 57
organisasi dan sampai dengan tahun 2008 tercatat sebanyak 144 organisasi yang tersebar di 5 kecamatan,
diantaranya kecamatan pontianak barat sebanyak 18 organisasi, kecamatan pontianak timur sebanyak 20
organisasi, kecamatan pontianaks elatan sebanyak 45 organisasi, kecamatan pontianak utara sebanyak 33
organisasi dan kecamatan pontianak kota sebanyak 28 organisasi.Dari jumlah tersebut yang dapat dibina
pada Tahun 2005 sebesar 64,91% atau 37 organisasi, Tahun 2006 sampai dengan Tahun 2008 sebanyak
126 organisasi atau sebesar 87,50%.

2.3.2. Pendidikan
Aspek pendidikan merupakan bagian dari investasi yang ditujukan untuk pembentukan kualitas manusia.
Sehingga dalam rangkaian prioritas pembangunan sektor pendidikan merupakan kunci dalam pencapaian proses
pembangunan jangka panjang. Sehingga upaya untuk memahami persoalan utama tentang pendidikan penting,
agar diketahui persoalan utama, akar masalah yang menjelaskan dan berbagai strategi yang diajukan untuk
mengatasi persoalan yang terkait dengan pendidikan.
Salah satu hasil pendidikan yang perlu dipahami adalah antara target pencapaian universal pendidikan,
dengan pencapaian angka partisipasi murni. Berdasarkan indikator diatas dalam periode waktu 2004-2008 jumlah
angka partisipasi murni pada setiap jenjang pendidikan cendrung mengalami penurunan, hal ini dapat dilihat pada
tahun 2004 jumlah APM pada tingkat SD sebesar 87 % dan menurun menjadi 86,76 % di tahun 2008 begitu juga
halnya dengan tingkat SLTP dan SLTA. Untuk indikator Angka Partisipasi Kasar (APK) di Kota Pontianak dirasakan
sudah cukup baik perkembangannya dalam 5 (lima) tahun terakhir dimana pada tingkat SD tahun 2004 tercatat
sebesar 104,79 % sedangkan untuk tahun 2008 mencapai 99,99 %. Adapun kelebihan persentase tersebut lebih
diakibatkan oleh adanya anak usia sekolah yang berasal dari Kabupaten dan bersekolah di Kota Pontianak. Untuk
tingkat SLTP jumlah APK tahun 2004 sebesar 99,17 % dan tahun 2008 meningkat menjadi 99,73 % demikian juga
dengan tingkat pendidikan SLTA pada tahun 2004 tercatat sebesar 99,74 % dan tahun 2008 meningkat menjadi
103,47 %.
Pada indikator lainnya yang menunjukkan perkembangan pendidikan di Kota Pontianak menunjukkan arah
yang lebih baik adalah pada indikator angka putus sekolah. Pada jenjang pendidikan Sekolah Dasar (SD) tahun
2004 jumlah anak putus sekolah sebesar 0,30 % kemudian tahun 2005 berhasil diturunkan menjadi 0,20 % dan
pada tahun 2008 angka putus sekolah di Kota Pontianak pada tingkat SD hanya sebesar 0,16 %. Pada tingkat
SLTP dan tingkat SLTA juga demikian dalam kurun waktu 5 (lima) tahun terakhir jumlah anak putus sekolah
berhasil diturunkan dimana pada tahun 2004 jumlah anak putus sekolah sebesar 0,40 (SLTP) dan 0,90 (SLTA)
sedangkan pada tahun 2008 jumlah anak putus sekolah dapat diturunkan menjadi 0,20 (SLTP) dan 0,85 (SLTA).
Keberhasilan dari pemerintah Kota Pontianak dalam menurunkan jumlah anak putus sekolah sehingga dapat
Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM)
Kota Pontianak Tahun 2010-2014

21
melanjutkan pendidikannya tidak lain daripada dukungan peran serta masyarakat dalam mendukung program kerja
pemerintah dalam usahanya meningkatkan pendidikan.

Tabel. 2.21
Indikator Bidang Pendidikan di Kota Pontianak Tahun 2004-2008

No. Uraian 2004 2005 2006 2007 2008
1. APM SD (%) 87.00 86.94 86.88 86.82 86.76
APM SLTP (%) 71.00 70.77 70.54 70.31 70.08
APM SLTA (%) 70.00 65.97 65.02 64.08 63.14
2. APK SD (%) 104.79 102.36 101.57 100.78 99.99
APK SLTP (%) 99.17 99.31 99.45 99.59 99.73
APK SLTA (%) 99.74 100.66 101.59 102.53 103.47
3. Angka Putus Sekolah SD 0.30 0.20 0.18 0.17 0.16
Angka Putus Sekolah SLTP 0.40 0.31 0.28 0.24 0.20
Angka Putus Sekolah SLTA 0.90 0.88 0.87 0.86 0.85
4. Kelayakan Mengajar Guru SD 91.25 92.36 92.92 93.49 94.06
5. Kelayakan Gedung SD 53.57 87.47 90.24 93.09 95.94
6. NEM rata-rata SD/MI 6.23 6.45 6.53 6.60 6.67
7. NEM rata-rata SLTP/MTs 4.41 6.14 6.30 6.47 6.64
8. NEM rata-rata SMU/MA 5.43 5.47 5.51 5.55 5.59

Keberhasilan di bidang pendidikan di Kota Pontianak yang telah dicapai tidak terlepas dari ketersediaan
sarana dan prasarana yang memadai. Di Kota Pontianak sendiri jika dilihat dari kelayakan guru pada tingkat SD
dirasakan dalam 5 (lima) tahun terakhir terdapat peningkatan hal ini dapat dilihat pada tahun 2004 kelayakan guru
mengajar sebesar 91,25 % dan pada tahun 2008 meningkat menjadi 94,06 % demikian juga halnya dengan
kelayakan gedung SD, tahun 2004 tingkat kelayakan gedung SD sebesar 53,57 % dan pada tahun 2008 meningkat
menjadi 95,94 %. Adapun peningkatan dari kedua indikator tersebut lebih dikarenakan dengan adanya program
pemerintah yang melakukan sertifikasi pada guru-guru, serta melakukan berbagai pelatihan untuk meningkatkan
kompetensi guru dalam mengajar, begitu juga halnya dengan kelayakan gedung SD dimana setiap tahunnya terus
mengalami peningkatan. Pada tahun 2004 nilai kelayakan bangunan gedung SD sebesar 53,57 % kemudian pada
tahun 2008 jumlah tersebut meningkat menjadi 95,94 %. Peningkatan kelayakan gedung tersebut dikarenakan
adanya bantuan dari pemerintah pusat dalam bentuk program Dana Alokasi Khusus serta bentuk bantuan lainnya
serta adanya perhatian yang lebih dari pemerintah Kota Pontianak sendiri terhadap bidang pendidikan dengan
mengalokasikan dana yang berasal dari APBD guna melakukan peningkatan kualitas pendidikan di Kota
Pontianak. Dengan meningkatnya kualitas sarana dan prasarana pendidikan tersebut hasil yang diperoleh dapat
dilihat dengan meningkatnya Nilai Ebtanas Murni rata-rata pada tiap jenjang pendidikan di Kota Pontianak. Pada
tahun 2004 jumlah NEM pada tingkat SD sebesar 6,23 dan meningkat menjadi 6,67 di tahun 2008, begitu juga
halnya dengan perolehan rata-rata NEM pada tingkat SLTP dimana pada tahun 2004 tercatat sebesar 4,41 dan
pada tahun 2008 meningkat menjadi 6,64 dan pada tingkat SLTA perolehan NEM rata-rata pada tahun 2004
sebesar 5,43 dan meningkat menjadi 5,59 di tahun 2008.

2.3.3. Kesehatan
Salah satu perwujudan daripada usaha pencapaian keadilan sosial adalah dengan mengusahakan
kesempatan yang lebih luas bagi setiap warga negaranya untuk mendapatkan kesehatan yang sebaik-baiknya
Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM)
Kota Pontianak Tahun 2010-2014

22
sesuai dengan kemampuan yang ada. Perbaikan pemeliharaan kesehatan masyarakat dilaksanakan dalam rangka
meningkatkan perwujudan kesejahteraan masyarakat
Perubahan derajat kesehatan masyarakat dipengaruhi oleh beberapa faktor pendukung antara lain tingkat
ketersediaan sarana-prasarana kesehatan, ketersediaan tenaga medis dan paramedis, manajemen, kualitas
pelayanan, pendapatan dan kesadaran masyarakat serta faktor lain yang bersifat menunjang terhadap
pembangunan sektor kesehatan.
Pembangunan kesehatan sebagaimana terdapat dalam Sistem Kesehatan Nasional bertujuan untuk
meningkatkan derajat kesehatan masyarakat setinggi - tingginya yang berarti membangun sumber daya manusia
yang berkualitas dan memiliki daya saing global. Pelaksanaan pembangunan kesehatan telah menetapkan
paradigma baru bidang kesehatan yaitu sesuai dengan visi pembangunan kesehatan yakni Indonesia Sehat 2010,
melalui Kabupaten dan Kota Sehat. Di dalam Indonesia Sehat 2010, pembangunan kesehatan lebih
mengutamakan upaya preventif dan promotif tanpa meninggalkan upaya kuratif dan rehabilitatif sehingga
diharapkan setiap warga negara dapat mencapai derajat kesehatan setinggi-tingginya.
Derajat kesehatan masyarakat dipengaruhi oleh lingkungan, perilaku pelayanan kesehatan dan keturunan.
Adapun tolak ukur yang ditetapkan untuk melihat tingkat derajat kesehatan masyarakat adalah indikator kesehatan
yang terdiri dari angka harapan hidup, angka kematian (mortalitas), angka kesakitan (morbiditas) dan status gizi.

Tabel. 2.22
Indikator Derajat Kesehatan Kota Pontianak Tahun 2004 2008

No. Indikator
Tahun
2004 2005 2006 2007 2008
1 Umur Harapan Hidup (Tahun) 65,80 66,10 68,74 69,13 70,29
2 AKI (diganti jumlah kematian ibu maternal) (kasus) 9 4 17 4 1
3 AKB (diganti jumlah bayi mati) (kasus) 41 38 43 31 10
4 Angka Kematian Kasar (per 1.000 pddk) 4.27 4.38 4.49 4.11 -

Sumber : Dinas Kesehatan Kota Pontianak

Berdasarkan indikator derajat kesehatan diatas memberikan gambaran bahwa jumlah AKI (Angka
Kematian Ibu) di Kota Pontianak dalam 5 (lima) tahun terakhir cendrung mengalami penurunan, dimana pada tahun
2004 jumlah AKI yang tercatat sebanyak 9 kasus kemudian menurun menjadi 4 kasus pada tahun 2005, tahun
2006 jumlah ini sedikit meningkat menjadi 17 kasus dan kembali menurun menjadi 4 kasus di tahun 2007 dan pada
tahun 2008 sendiri kembali menurun menjadi 1 kasus. Demiikian juga halnya dengan indikator Angka Kematian
Bayi (AKB), dalam kurun waktu 5 (lima) tahun cendrung mengalami penurunan, pada tahun 2004 jumlah AKB di
Kota Pontianak sebesar 41 kasus dan menurun menjadi 10 kasus di tahun 2008.
Peranan gizi dalam kehidupan manusia dipandang sangat penting, hal ini dikarenakan keadaan gizi yang
buruk mencerminkan pola kehidupan masyarakat yang belum baik. Masalah gizi merupakan permasalahan yang
penting untuk diperhatikan karena menyangkut dengan kualitas sumberdaya manusia di masa akan datang. Kasus
gizi buruk di Kota Pontianak dalam periode 2004-2007 mempunyai perkembangan yang bervariasi, dimana pada
tahun 2004 jumlah kasus gizi buruk mencapai 22 kasus kemudian meningkat menjadi 34 kasus di tahun 2005 dan
kembali meningkat menjadi 42 kasus di tahun 2006, sedangkan untuk tahun 2007 jumlah gizi buruk mengalami
penurunan menjadi 29 kasus.


Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM)
Kota Pontianak Tahun 2010-2014

23
Tabel. 2.23
Kasus Gizi Buruk dan Kecamatan Bebas Rawan Gizi
Di Kota Pontianak Periode 2004 2007

No. Indikator
Tahun
2004 2005 2006 2007
1 Kasus Gizi Buruk 22 34 42 29
2 Kecamatan Bebas Rawan Gizi 5 4 3 4

Sumber : Dinas Kesehatan Kota Pontianak

Salah satu indikator keberhasilan daripada pembangunan suatu daerah adalah dengan melihat derajat
kesehatan masyarakat suatu daerah, semakin baik derajat kesehatan suatu daerah tersebut maka semakin tinggi
juga tingkat pembangunan daerah tersebut demikian juga sebaliknya semakin rendah derajat kesehatan
masyarakat maka kemungkinan besar pembangunan yang dilaksanakan dapat dikatakan kurang berhasil. Dalam
rangka peningkatan pelayanan publik, keberhasilan pemerintah kota pontianak dalam pembangunan bidang
kesehatan dapat dilihat dari kinerja pelayanan kesehatan baik dari jumlah tenaga kesehatan yang tersedia maupun
dengan fasilitas sarana kesehatan.yang ada. Perkembangan sarana dan prasarana kesehatan yang ada di Kota
Pontianak dirasakan sudah cukup menunjang untuk mensejahterakan masyarakat dalam meningkatkan kualitas
kesehatannya, hal ini dapat dilihat dengan digulirkannya berbagai program dan kegiatan kerja dari pemerintah. Di
Kota Pontianak sampai dengan saat ini pemerintah daerah tidak memiliki fasilitas kesehatan berupa Rumah Sakit,
hal ini tidak lain lebih dikarenakan keberadaan Kota Pontianak itu sendiri sebagai Ibukota dari propinsi Kalimantan
Barat sehingga keberadaan Rumah Sakit dirasakan cukup dikelola oleh pemerintah propinsi dan swasta. Jumlah
rumah sakit yang tersedia di Kota Pontianak sebanyak 7 unit baik itu pengelolaannya dilakukan oleh pemerintah
daerah maupun oleh swasta, poliklinik/balai pengobatan sebanyak 18 unit dan klinik bersalin sebanyak 7 unit.
Untuk melayani masyarakat dalam bidang kesehatan, pemerintah Kota Pontianak telah melakukan
berbagai upaya dan usaha diantaranya adalah dengan menyediakan sarana kesehatan berupa puskesmas dan
posyandu. Adapun upaya yang telah dilaksanakan Pemerintah Kota Pontianak dalam meningkatkan mutu
pelayanan melalui pengembangan Puskesmas Unggulan. Puskesmas Unggulan merupakan Puskesmas yang
memiliki pelayanan pengembangan yang disesuaikan dengan kondisi spesifik daerah dan kebutuhan masyarakat
setempat. Adapun Puskesmas Unggulan tersebut diantaranya :
- Puskesmas Alianyang dengan pengembangan pelayanan dan perawatan persalinan serta pengobatan pada
sore hari;
- Puskesmas Siantan Hilir dengan pengembangan pelayanan UGD 24 jam, rawat inap dan perawatan persalinan;
- Puskesmas Kampung Bali dengan pengembangan pelayanan gigi;
- Puskesmas Karya Mulya dengan pengembangan pelayanan dan perawatan persalinan;
- Puskesmas Kom Yos Sudarso dengan pengembangan pelayanan VCT HIV-AIDS;
- Puskesmas Kampung Dalam dengan pengembangan pelayanan perawatan gizi buruk;
- Puskesmas Kampung Bangka dengan pengembangan pelayanan pemeriksaan tumbuh kembang anak.
Keberadaan fasilitas kesehatan ini khususnya puskesmas sangat membantu dalam meningkatkan derajat
kesehatan masyarakat, hal ini dikarenakan fasilitas sarana dan prasarana yang diberikan dirasakan sudah cukup
untuk melayani masayrakat yang ingin berobat. Sampai dengan saat ini jumlah puskesmas yang ada di Kota
Pontianak sebanyak 22 unit yang tersebar di setiap kecamatan.


Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM)
Kota Pontianak Tahun 2010-2014

24
Tabel. 2.24
Jumlah Puskesmas Menurut Jenisnya di Kota Pontianak

No Kecamatan
PUSKESMAS
Puskesmas
Pembantu
Puskesmas
Keliling Non Inpres Inpres
Non Inpres
ada TT
Jumlah
1 Pontianak Selatan 1 3 - 4 2 3
2 Pontianak Timur 1 4 - 5 2 2
3 Pontianak Barat 1 2 - 3 1 2
4 Pontianak Utara 1 3 1 5 5 1
5 Pontianak Kota 2 2 1 5 1 2
Jumlah 6 14 2 22 11 10
Sumber : Laporan Pertanggungjaawaban Walikota Tahun 2005

Untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat selain menyediakan fasilitas kesehatan yang
memadai yang tidak kalah penting adalah tersedianya sumberdaya manusia (SDM). Jumlah sumberdaya manusia
di bidang kesehatan dalam kurun waktu 4 (empat) tahun terakhir di Kota Pontianak, menurut data dari Dinas
Kesehatan Kota Pontianak setiap tahunnya mengalami peningkatan, hal ini dapat dilihat dimana pada tahun 2004
jumlah tenaga kesehatan seluruhnya berjumlah 744 orang dan meningkat menjadi 1.889 orang di tahun 2007.
Adapun dari jumlah tersebut terdiri dari dokter sebanyak 84 orang, dokter gigi sebanyak 33 orang, dokter spesialis
sebanyak 164 orang, perawat sebanyak 1.048 orang, bidang sebanyak 248 orang, apoteker sebanyak 19 orang,
ahli gizi sebanyak 94 orang, ahli sanitasi sebanyak 70orang dan ahli kesehatan masyarakat sebanyak 93 orang.
Untuk melihat kondisi kesehatan daripada masyarakat Kota Pontianak dalam kurun waktu 4 (empat) tahun
terakhir dapat dilihat dari tabel dibawah, dimana terdapat 10 besar jenis penyakit yang paling banyak diderita oleh
masyarakat.
Tabel. 2.25
Sepuluh Besar Penyakit di Puskesmas Kota Pontianak Tahun 2004 2007
No Nama Penyakit 2004 2005 2006 2007
1 Infeksi Akut lain Pernapasan Atas 42.581 55.932 83.749 83.765
2 Penyakit lain pada Saluran Pernapasan Atas 32.703 42.332 57.000 60.392
3 Penyakit Pulpa dan Jaringan Peripikal 14.930 18.382 25.518 24.269
4 Penyakit Darah Tinggi 13.275 16.332 20.090 24.229
5 Penyakit pada sistim Otot dan Jaringan Pengikat 11.616 12.408 7.306 16.013
6 Penyakit Kulit Infeksi 9.697 12.828 16.008 13.925
7 Diare ( termasuk tersangka Kolera) 8.041 12.752 15.293 13.053
8 Penyakit Kulit Alergi 6.633 9.624 13.221 7.891
9 Asma 4.422 6.154 8.268 7.180
10 Penyakit Lainnya 48.229 25.912 7.605 6.216
Jumlah 192.127 212.656 254.058 256.933
Sumber : Dinas Kesehatan Kota Pontianak

2.4. Prasarana dan Sarana Daerah
2.4.1. Pasar
Keberadaan prasarana dan sarana daerah dalam rangka mendukung kelancaran penyelenggaraan
pemerintahan dan pelayanan publik dari tahun ke tahun mengalami peningkatan. Tersedianya prasarana dan
sarana daerah merupakan pencerminan terhadap perkembangan pembangunan suatu kota. Berdasarkan hal
Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM)
Kota Pontianak Tahun 2010-2014

25
tersebut pemerintah Kota Pontianak secara bertahap dan berkelanjutan berupaya secara maksimal untuk
meningkatkan pembangunan sehingga dapat tumbuh sejajar dengan kota-kota liannya di Indonesia. Salah satu
usaha tersebut adalah dengan menyediakan sarana dan prasarana daerah baik itu sarana jalan, sarana
perekonomian maupun sarana fasilitas umum lainnya.

Tabel. 2.26
Jumlah Pasar Tradisional Per Kecamatan di Kota Pontianak Tahun 2004 2008

No. Kecamatan
Tahun
2004 2005 2006 2007 2008
1 Pontianak Selatan 1 2 3 3 3
2 Pontianak Barat 4 2 2 2 2
3 Pontianak Kota - 3 3 3 3
4 Pontianak Utara 1 1 1 1 1
5 Pontianak Timur 1 1 1 1 1
Kota Pontianak 7 9 10 10 10
Sumber : Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM Kota Pontianak

Beberapa prasarana dan sarana daerah guna mendukung pelayanan publik yang sekaligus berdampak
luas terhadap perkembangan perekonomian daserah maka telah dilakukan pembangunan dan penataan tempat-
tempat dan pusat kegiatan perdagangan, sehingga baik pedagangn maupun pembeli merasa nyaman dalam
beraktifitas. Pembangunan pusat-pusat bisnis di Kota Pontianak tidak hanya dilakukan oleh pemerintah daerah
saja namun juga dilakukan oleh pihak swasta/ masyarakat, sampai dengan tahun 2008 jumlah sarana pasar
tradisional yang ada sebanyak 10 buah diantaranya pasar mawar, pasar flamboyan, pasar cempaka, pasar
kemuning, pasar teratai, pasar kenanga, pasar puring, pasar dahlia, pasar siantan dan pasar soedarso. Dari jumlah
tersebut sampai dengan tahun 2008 pemerintah Kota Pontianak telah melakukan revitalisasi pasar dengan konsep
pasar semi modern. Adapun pasar yang telah dilakukan peremajaan tersebut sebanyak 2 (dua) buah yakni pasar
dahlia dan pasar mawar, perbaikan sarana dan prasarana pasar tradisional tersebut dilakukan pemerintah Kota
Pontianak melalui bekerjasama dengan pihak swasta.
Selain dari pasar trasisional, keberadaan pasar modern di Kota Pontianak dalam kurun waktu 3 tahun
terakhir juga dirasakan terdapat peningkatan. Pada tahun 2005 jumlah pasar modern yang tercatat melalui Dinas
Perindustrian, Perdagangan, Koperasi & UKM Kota Pontianak sebanyak 20 unit diantaranya mall sebanyak 4 unit,
swalayan sebanyak 10 unit dan mini market sebanyak 6 unit. Untuk tahun 2007 jumlah keseluruhan pasar
tradisional yang ada di Kota Pontianak sebanyak 22 unit diantaranya mall sebanyak 4 unit, swalayan sebanyak 10
unit dan mini market sebanyak 8 unit.

Tabel. 2.27
Jumlah Pasar Modern di Kota Pontianak Tahun 2005-2007

No Kategori Pasar
Jumlah
2005 2006 2007
1 Mall 4 4 4
2 Swalayan 10 10 10
3 Mini Market 6 6 8
Jumlah 20 20 22
Sumber : Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM Kota Pontianak

Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM)
Kota Pontianak Tahun 2010-2014

26
2.4.2. Jalan dan Saluran
Guna mendukung kelancaran roda pemerintahan dan perekonomian maka kondisi prasarana jalan yang
ada harus cukup baik, ini lebih dikarenakan jalan merupakan prasarana untuk mempermudah mobilitas penduduk
dari suatu tempat ketempat lain.
Tabel. 2.28
Panjang Jalan Berdasarkan Jenis Permukaan Tahun 2004 2008
No Jenis Jalan Satuan
Jumlah
2004 2005 2006 2007 2008
1 Aspal
Km
172.041 210.00 216.156 216.16 216.16
2 Beton
Km
23.74 23.74
3 Telford
Km
21.801 26.00 23.748 3.42 3.42
4 Tanah
Km
28.727 7.554 3.650 3.65 3.65
Sumber: Dinas Pekerjaan UmumKota Pontianak
Berdasarkan jenis permukaannya jalan dapat dikategorikan jalan aspal, Jalan beton, telford dan tanah.
Panjang jalan aspal pada tahun 2007 sepanjang 216.156 km atau 102,93% dari yang ditargetkan sepanjang 210
km. Apabila dibandingkan dengan tahun 2005 terdapat peningkatan sepanjang 6,156 km atau 2,9%. Peningkatan
struktur jalan menjadi struktur beton mulai dilaksanakan pada tahun 2007 terutama pada jalan yang selalu
tergenang dan pada tahun 2007 dilaksanakan sepanjang 23,74 km atau 91,31% dari yang ditargetkan sepanjang
26 km. Sedangkan jalan dengan kategori jalan tanah pada tahun 2006 sepanjang 3,650 km atau 151,68% dari
yang ditargetkan sepanjang 7.554 km. Apabila dibandingkan dengan kondisi tahun 2005 jalan tanah terdapat
penurunan sepajang 3,904 km atau 51,68%. Dengan berkurangnya jalan tanah dan bertambahnya jalan aspal, hal
ini berarti kualitas jalan di Kota Pontianak semakin baik. Upaya peningkatan jalan dengan konstruksi beton
dimaksudkan untuk mengatasi kapasitas daya dukung jalan dan umur rencana pelayanan jalan yang dilaksanakan
secara bertahap.
Berdasarkan status jalan dapat dikategorikan jalan nasional, jalan propinsi, jalan kota dan jalan
lingkungan. Tahun 2008 masing- masing kecamatan memiliki kategori jalan tersebut. Kecamatan Pontianak
Selatan memiliki jalan nasional sepanjang 6,370 km, jalan propinsi sepanjang 5,674 km, jalan kota sepanjang
63,740 km dan jalan lingkungan sepanjang 126,922 km. Sedangkan Kecamatan Pontianak Barat tidak memiliki
jalan nasional melainkan jalan propinsi sepanjang 6,534 km, jalan kota sepanjang 26,557 km dan jalan lingkungan
sepanjang 130,010 km. Kecamatan Pontianak Kota dan Pontianak Timur tidak memiliki jalan propinsi. Kecamatan
Pontianak Kota memiliki jalan nasional sepanjang 1,597 km, jalan kota sepanjang 54,454 km dan jalan lingkungan
sepanjang 131,169 km.
Tabel. 2.29
Jumlah dan Panjang jalan Berdasarkan Status Di Kota Pontianak Tahun 2008
No Kecamatan
Jumlah dan Panjang Jalan
Nasional Propinsi Kota Lingkungan Jumlah Panjang
1 Pontianak Selatan 6.370 5.674 63.740 126.922 190.674
2 Pontianak Barat - 6.534 26.557 130.010 156.574
3 Pontianak Kota 1.597 - 54.454 131.169 185.625
4 Pontianak Utara 15.542 1.861 19.830 125.505 145.352
5 Pontianak Timur 9.832 - 19.411 61.184 80.605
6 Pontianak Tenggara
Jumlah 33.341 14.069 183.992 574.790 758.830
Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM)
Kota Pontianak Tahun 2010-2014

27
Khusus Kecamatan Pontianak Tenggara berhubung pelantikan camat dan lurah dilaksanakan pada
tanggal 7 April 2008 yang merupakan realisasi dari Peraturan Daerah Kota Pontianak Nomor 11 Tahun 2006
tentang pemekaran Kecamatan Pontianak Selatan, maka data-datanya belum akurat dan masih dalam tahap
pensosialisasian. Namun tidak mengurangi data Kota Pontianak, karena merupakan bagian dari Kecamatan
Pontianak Selatan. Artinya data Kecamatan Pontianak Tenggara sudah tercover dalam data Kecamatan Pontianak
Selatan.
Saluran merupakan prasarana untuk memperlancar arus air baik akibat genangan air hujan maupun dari
pasang/surut air sungai sehingga dapat mempercepat proses surutnya air, dengan tidak terjadinya genangan air
maka kegiatan masyarakat tidak terganggu, memberikan rasa nyaman bagi pemakai jalan, sehingga jalan dapat
lebih terawat dan terpelihara dengan baik serta tidak cepat mengalami kerusakan.
Adapun kondisi saluran di Kota Pontianak terdiri dari saluran primer, sekunder dan tersier dengan panjang
654,141 meter, saluran primer dengan panjang 164.661 meter, saluran sekunder dengan panjang 119,959 meter
dan panjang saluran tersier adalah 369,521 meter.

Tabel. 2.30
Jumlah dan Panjang Saluran di Kota Pontianak Tahun 2008

No. Kecamatan Ruas Primer Ruas Sekunder Ruas Tersier Ruas Jumlah
1 Pontianak Selatan 10 39.190 17 20.768 353 121.707 380 182,425
2 Pontianak Barat 7 8.989 13 20.706 276 85.771 296 116,058
3 Pontianak Kota 2 7.230 26 25.293 305 96.610 333 129,799
4 Pontianak Utara 22 102.941 17 30.525 231 6.695 270 140,701
5 Pontianak Timur 11 6.311 26 22.667 206 58.738 243 88,202
6 Pontianak Tenggara*)
Jumlah 52 164,661 99 119.959 1.371 369.521 1.522 657.185
Sumber : Dinas Pekerjaan UmumKota Ptk, 2008


2.4.3. Transportasi
Pembangunan suatu daerah menuntut sistem transportasi untuk mobilitas orang dan barang dari suatu
tempat ke tempat lain. Dengan sarana transportasi yang lancar dan mudah akan memberikan dampak perputaran
ekonomi yang berjalan dengan efisien baik dari segi biaya maupun dari segi kelancaran.
Selama ini di Kota Pontianak sarana transportasi laut dan udara memegang peranan penting, terutama
untuk transportasi antar propinsi hal ini dikarenakan belum adanya jalan jalan yang dapat menghubungakan
dengan propinsi lain. Berbicara mengenai sarana transportasi tidak terlepas dengan keberadaan terminal, hal ini
dikarenakan agar pengguna transportasi dapat lebih nyaman dan tertib dalam melakukan perjalanan.
Pada transportasi sungai Kota Pontianak memiliki dermaga yang berfungsi untuk memperlancar arus
bongkar muat barang dari luar daerah menuju Kota Pontianak ataupun sebaliknya. Adapun dermaga tersebut
adalah pelabuhan SHANG HIE, dimana setiap harinya dipergunakan masyarakat Kota Pontianak maupun
masyarakat di luar Kota Pontianak untuk melakukan aktifitas bongkar muat. Untuk transportasi laut Kota Pontianak
memiliki pelabuhan laut yang pengelolaannya dilakukan oleh PT. Pelni, keberadaan pelabuhan ini begitu penting
dalam menjalankan roda perekonomian Kota Pontianak khususnya dan Kalimantan Barat pada Umumnya.
Untuk transportasi darat keberadaan terminal sangatlah penting, hal ini dikarenakan agar dapat
memudahkan masyarakat dalam menggunakan alat transportasi public yang telah ada. Jumlah terminal yang ada
Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM)
Kota Pontianak Tahun 2010-2014

28
di Kota Pontianak sampai dengan tahun 2008 sebanyak 10 unit diantaranya terminal batu layang, nipah kuning, pal
lima, RSU Soedarso, pasar kemuning, pasar dahlia, parit mayor, tanjung hulu, kapuas indah dan terminal harapan
jaya.
Masing-masing terminal tersebut melayani rute-rute tertentu dengan didukung oleh sarana transportasi
publik seperti keberadaan oplet dan bus kota yang melayani angkutan publik dalam maupun luar kota. Table
berikut memberikan gambaran lebih detail mengenai keberadaan terminal tersebut.
Tabel. 2.31
Terminal Angkutan Umum Kota Pontianak Tahun 2008

No Nama Terminal Lokasi
Luas
(M2)
Daya Tampung
Jumlah Kendaraan
yang melayani
1 Batu Layang Jl. Khatulistiwa 9.155 517 717
2 Nipah Kuning Jl. Kom Yos Sudarso 3.150 326 111
3 Pal V Jl. Husein Hamzah 1.000 83 5
4 RSU Sudarso - 1.666 102 157
5 Pasar Kemuning Jl. Prof M Yamin 875 76 77
6 Pasar Dahlia Jl. H Rais A Rahman 691.3 60 70
7 Parit Mayor Jl. Tanjung Raya 400 37 15
8 Tanjung Hulu Jl. Yak Sabran 400 37 16
9 Kapuas Indah Jl. Kapten Marsan - - -
10 Harapan Jaya Jl. Harapan jaya 2.025 220 0
Jumlah 19.362,3 3.268 1.168
Sumber: Dinas Perhubungan Kota Pontianak,2008

2.4.4. Komunikasi
Seiring dengan meningkatnya pembangunan dan kemajuan teknologi maka masyarakat Kota Pontianak
dapat dengan mudah mengikuti perkembangan informasi yang terjadi setiap waktu. Perkembangan jumlah stasiun
televisi di Kota Pontianak dalam kurun waktu 4 (empat) tahun terakhir sangatlah menggembirakan. Pada tahun
2004 jumlah stasiun televisi di Kota Pontianak sebanyak 4 stasiun kemudian meningkat di tahun 2005 menjadi 9
stasiun dan pada tahun 2006 menjadi 12 stasiun sedangkan untuk tahun 2007 jumlahnya meningkat menjadi 14
stasiun. Adapun stasiun televisi tersebut diantaranya adalah TVRI, RCTI, INDOSIAR, TPI, TRANS TV, TRANS 7,
METRO TV, GLOBAL TV, SCTV, AN TV dan LATIVI sedangkan untuk stasiun televisi lokal diantaranya KCTV,
RUAI TV dan KHATULISTIWA TV.
Selain stasiun televisi keberadaan stasiun radio di Kota Pontianak sangatlah membantu masyarakat Kota
Pontianak dalam mengakses informasi. Jumlah stasiun radio di Kota Pontianak pada tahun 2004 dan tahun 2005
adalah sebanyak 5 stasiun kemudian meningkat menjadi 14 stasiun pada tahun 2006 dan tahun 2007.

2.4.5. Air Bersih dan Listrik
Kebutuhan air bersih adalah merupakan kebutuhan dasar masyarakat, pengelolaan air bersih di Kota
Pontianak dilaksanakan oleh PDAM Kota Pontianak. Adapun pengolahan air baku bersumber dari Sungai Kapuas
yang dekat dengan Instalasi Pengolahan Air (IPA) PDAM, akan tetapi pada saat musim kemarau PDAM mengalami
kesulitan untuk mendapatkan air baku. Hal ini disebabkan masuknya air laut, sehingga kadar garam berada diatas
ambang batas dan tidak dapat diolah dengan instalasi yang ada.
Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM)
Kota Pontianak Tahun 2010-2014

29
Pendistribusian air bersih yang dilakukan PDAM mencakup 6 kecamatan di Kota Pontianak dan sebagian
daerah dari Kabupaten lain. Pendistribusian dilakukan melalui system perpompaan dari reservoir distribusi, yang
berada ditiap Kecamatan. Untuk memasok kebutuhan air bersih bagi masyarakat Kota Pontianak, PDAM memiliki
Instalasi Pengolahan Air (IPA) bersih dengan total kapasitas produksi yaitu sebesar 1.210 liter/detik yang terdiri dari
: IPA I,II,III dan IV berlokasi di Jalan ImamaBonjol, IPA V berlokasi di Jalan Selat Panjang dan IPA SJL berlokasi
di Jalan Komyos Sudarso.
Pada tahun 2004 jumlah penduduk yang terlayani sebanyak 349.848 unit sambungan, tahun 2005
meningkat menjadi 355.332 unit sambungan kemudian pada tahun 2006 kembali meningkat menjadi 362.818 unit
sambungan sedangkan sampai dengan tahun 2007 jumlah penduduk yang terlayani sebanyak 374.922 unit
sambungan atau dengan rata rata meningkat sebesar 2.28%.
Dalam menyikapi peningkatan permintaan akan air bersih dapat dilihat dari jumlah air yang diproduksi.
Pada tahun 2004 jumlah produksi air mencapai 30.295 m
3
kemudian meningkat menjadi 35.563 m
3
di tahun 2005
sedangkan pada tahun 2006 produksi air sedikit mengalami penurunan menjadi 33.653 m
3
dan pada tahun 2007
kembali meningkat menjadi 34.600 m
3
atau dalam kurun waktu 4 (empat) tahun terakhir mengalami rata-rata
pertumbuhan sebesar 3.96%.
Berdasarkan data yang diperoleh dari PT. PLN Cabang Pontianak dan Wilayah V Sektor Kapuas. Rata-
rata kapasitas yang terpakai untuk wilayah sungai kapuas tahun 2006 sebesar 85.885.000 Kw sedangkan untuk
wilayah cabang Pontianak sebesar 328.268.000 Kw. Untuk jumlah pelanggan sampai dengan tahun 2006 tercatat
sebanyak 431.914 pelanggan dengan dengan rincian pelanggan rumah tangga sebanyak 211.893, pelanggan
industri sebanyak 34.445, pelanggan perkantoran sebanyak 18.665, pelanggan bisnis sebanyak 107.933, dan
pelanggan sosial sebanyak 58.998.

2.5. Pemerintahan Umum
Pemerintahan daerah adalah pelaksanaan fungsi-fungsi pemerintahan daerah yang dilakukan oleh
lembaga pemerintahan daerah yaitu Pemerintah Daerah dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD). Dalam
menjalankan roda pemerintahan Pemerintah Daerah memiliki fungsi ganda yaitu sebagai penyelenggara
pemerintahan sekaligus sebagai penyelengara utama dalam pembangunan di daerah. Sebagai penyelenggara
pemerintahan di daerah berperan utama mengatur tatanan kehidupan bermasyarakat di daerah dalam kerangka
regulasi, sedangkan sebagai penyelenggara utama dalam pembangunan daerah berperans ebagai pelaksana dan
sebagai penanggungjawab utama dalam keseluruhan proses pembangunan yang dilaksanakan di daerah yaitu
dalam kerangka investasi dan penyediaan barang serta pelayanan publik.
Untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik dalam era persaingan global yang menuntut efisiensi dan
akurasi, pelayanan birokrasi yang cepat, murah dan berorientasi pada kebutuhan serta kepuasan klien sudah
menjadi kebutuhan umum.
Dalam usahanya meningkatkan pelayanan kepada masyarakat kantor pelayanan perijinan terpadu (KP2T)
menggunakan prinsip pelayanan yang sederhana, jelas, pasti, aman, terbuka, efisien dan ekonomis, adil serta
tepat waktu. Prinsip tersebut diharapkan dapat mendorong terciptanya suasana yang kondusif dikalangan
masyarakat, sehingga dapat menumbuhkan simpati masyarakat untuk berperan aktif dalam penyelenggaraan
pembangunan Kota Pontianak.
Pelayanan perijinan yang telah diterbitkan sebagai standar prosedur pelayanan yang lebih baik untuk
membantu masyarakat dalam mengurus segala perijinan melalui kantor Pelayanan Perijinan Terpadu dan
Penanaman Modal Kota Pontianak tidak lepas dari standar waktu yang telah ditentukan sehingga penerbitan surat
ijin dapat diselesaikan tepat waktu. Adapun standar waktu dalampengurusan perijinan adalah sebagai berikut :

Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM)
Kota Pontianak Tahun 2010-2014

30
Tabel. 2.32
Standar Waktu Pelayanan Perizinan (hari) Tahun 2004 - 2008
No Keterangan
Tahun
2004 2005 2006 2007 2008
1 Standar waktu pelayanan SIUP 1-5 1-5 1-5 1-5 1-5
2 Standar waktu pelayanan SITU 8 8 8 8 7-10
3 Standar waktu pelayanan TDP 1-5 1-5 1-5 1-5 1-5
4 Standar waktu pelayanan TDI 1-5 1-5 1-5 1-5 1-5
5 Standar waktu pelayanan Izin Gangguan (HO) 8 8 8 8 7-10
Sumber : KP2T & PMD Kota Pontianak
Tingkat keberhasilan yang telah dilaksanakan Kantor Pelayanan Perizinan Terpadu dan Penanaman
Modal Daerah Kota Pontianak dari tahun 2004 sampai dengan tahun 2008 sebagai berikut :
1. Meningkatnya investasi Kota Pontianak dibidang perdagangan dan jasa tercermin dari pertambahan surat
permohonan ijin usaha yang masuk ke KP2T & PMD Kota Pontianak
2. Tahun 2006 KP2T & PMD Kota Pontianak mendapatkan Penghargaan dari Gubernur Kalimantan Barat atas
prestasi yang telah diperoleh dalam bidang pelayanan publik di Tingkat Nasional dan telah dianugrahi Piagam
Citra Pelayanan Prima oleh Presiden Republik Indonesia di Istana Negara pada tanggal 22 Desember 2006.
3. KP2T & PMD Kota Pontianak mendapatkan penghargaan atas upaya yang dilakukan dalam rangka
meningkatkan kinerja pelayanan publik dengan predikat Terbaik oleh Gubernur Kalimantan Barat pada tahun
2006.
4. Piagam Penghargaan dari MenPAN tahun 2006 yang diberikan kepada KP2T & PMD Kota Pontianak atas
keberhasilannya dalam meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Dalam pelaksanaan program kependudukan Pemerintah Kota Pontianak telah berhasil memprogramkan
KTP berasuransi, Program ini bekerjasama dengan PT, Asuransi Jiwa Bumi Asih Jaya, dimana masyarakat Kota
Pontianak yang telah memiliki KTP Pontianak secara otomatis telah diasuransikan. Proses asuransi tersebut
berlangsung disaat pembuatan KTP dimana biaya yang ditarik sebesar Rp. 5.000. pengklaiman asuransi tersebut
berguna apabila terjadi kecelakaan ataupun seseorang tersebut meninggal. Selain itu Pemerintah Kota Pontianak
melalui Dinas Catatan Sipil, Kependudukan dan Keluarga Berencana juga melakukan program pemberian akta
gratis bagi anak berusia 0 - 18 Tahun berdasarkan Peraturan Walikota Nomor 511 Tahun 2007, hal ini dilakukan
untuk mendukung kebijakan Pemerintah Kota dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat secara maksimal
dengan tidak membebani masyarakat atau memberi keringanan kepada masyarakat dalam mendapatkan identitas
penduduk yang harus dimiliki setiap orang atau anggota masyarakat.

2.6. Identifikasi Masalah
Untuk mendapatkan potret gambaran kondisi saat ini dan berbagai permasalahan yang dihadapi oleh kota
Pontianak, berikut dijabarkan secara mendetail kedua hal tersebut meliputi bidang fisik, bidang sosial budaya,
bidang ekonomi, bidang good governance dan bidang hokum, keamanan dan ketertiban. Gambaran kondisi dan
permasalah-permasalah ini selanjutnya akan dipergunakan sebagai acuan dasar dalam penyusunan kebijakan
pembangunan, strategi dan program kegiatan.

2.6.1. Bidang Fisik
a. Kondisi Saat ini
1. Kondisi Jalan Mantab sebesar 57,65 %, Rasio aspek Asesibilitas 2,00
aspek Mobilitas 2,488
0,543
Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM)
Kota Pontianak Tahun 2010-2014

31
2. Kondisi Saluran Primer dengan Konstruksi Tanah sebesar 69.687 m dari panjang keseluruhan
mencapai 164.765 m, Saluran Sekunder dengan Kontruksi Tanah mencapai 36.739 m dari total
keseluruhan 120.157 m dan saluran Tersier sebesar 217.805 m dari total keseluruhannya
mencapai 378.572 m.
3. Terdapatnya sebanyak 247,77 Ha Kawasan Kumuh, dengan kondisi Infrastruktur Pendukung
seperti sarana Air Bersih, Jalan, MCK, Saluran Drainase dan sarana Persampahan belum
terpenuhi.
4. Jumlah Rute Trayek Angkutan Umum Tidak Mengalami Penambahan dalam Kurun Waktu 5
Tahun Terakhir (sampai saat ini terdapat 34 Rute Trayek)
5. Tingkat Pertumbuhan Kendaraan 10 %/Tahun Dirasakan Semakin Membebani Jalan-Jalan
Kota Khususnya Kawasan Pusat Kota
6. Cakupan Pelayanan Air Bersih saat ini masih 72 % dengan kapasitas produksi terpasang
sebesar 1.210 l/d, produksi air sebesar 1.097 l/d, distribusi air sebesar 978 l/d dan jumlah
kehilangan air sebesar 42,3 % serta jumlah keseluruhan pelanggan sebanyak 65.927.
b. Identifikasi Masalah
1. Tingkat Pembebanan Jalan yang semakin besar akibat pertumbuhan kendaraan
mengimplikasikan terjadinya kemacetan pada ruas-ruas jalan tertentu pada jam sibuk
2. Beberapa badan jalan terletak di bawah permukaan air sehingga rentan terhadap genangan
3. Belum tertatanya sistem drainase kota
4. Terjadinya titik mati saluran akibat keterbatasan dalam pemeliharaan, pembangunan yang
memakai badan sungai dan didukung oleh perilaku masyarakat yang masih suka membuang
sampah di saluran air.
5. Belum terintegrasinya program pengentasan permukiman kumuh kota
6. Keterbatasan kemampuan masyarakat untuk memiliki rumah layak huni khususnya masyarakat
miskin
7. Masih banyak jalan lingkungan yang kondisinya belum memadai
8. Belum efektifnya manajemen pengelolaan persampahan kota
9. Sarana dan prasarana persampahan belum cukup memadai untuk mendukung pelayanan
persampahan
10. Trayek angkutan kota belum optimal mencakup luasan wilayah kota
11. Semakin terbebaninya kawasan pusat kota akibat tarikan perkembangan aktivitas

2.6.2. Bidang Sosial Budaya
a. Kondisi Saat Ini
1. Asuransi kesehatan masih belum menjangkau seluruh masyarakat miskin sementara jumlah
masyarakat yang membutuhkan layanan kesehatan dari kalangan tidak mampu cukup banyak
2. Kurangnya pelayanan di puskesmas (ketersediaan obat-obatan yang masih terbatas dan
tingginya harga obat-obatan)
3. Masih tingginya jumlah KK miskin (19.700 KK atau 93.870 jiwa)
4. Masih kurangnya tenaga spesialis dokter yang bertugas di puskesmas
5. Masih terdapatnya angka kesakitan (morbiditas) yaitu 20,86 % per 1000 pddk
6. Masih tingginya angka AKI dan AKB, dimana pada tahun 2007 terdapat 4 kasus (AKI) dan 31
kasus (AKB).
7. Masih tingginya angka putus sekolah pada usia wajib belajar 9 tahun, dimana pada tahun 2007
untuk tingkat SD/MI sebesar 1,02 % atau 140 orang dan tingkat SLTP sebesar 3,36 %.
8. Tingginya biaya kursus serta kurangnya informasi keberadaannya.
9. Kurangnya sarana & prasarana sekolah (belum sesuai standar)
Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM)
Kota Pontianak Tahun 2010-2014

32
10. Keberadaan SMK masih terbatas (jumlah SMK selurunya mencapai 29 sekolah dengan jumlah
murid sebanyak 10.227 orang)
11. Kurangnya minat anak untuk melanjutkan pendidikan berbasis lapangan kerja
12. Adanya kecendrungan menurunya rasa toleransi baik dikalangan agama, suku, etnis yang ada.
b. Identifikasi Masalah
1. Pelayanan kesehatan yang belum merata dan belum terjangkau masyarakat luas
2. Biaya pemeliharaan kesehatan yang semakin tinggi
3. Terbatasnya tenaga kesehatan
4. Tingginya angka kematian bayi dan ibu melahirkan
5. Belum meratanya mutu pendidikan tiap jenjang antar sekolah maupun antar kawasan
6. Masih rendahnya angka melanjutkan pendidikan terutama dari SLTP ke SLTA
7. Masih rendahnya mutu siswa SLTA yang akan masuk ke pasar kerja
8. Masih adanya angka mengulang dan angka putus sekolah di tiap jenjang pendidikan
9. Masih ada potensi konflik antar umat beragama

2.6.3. Bidang Ekonomi
a. Kondisi
1. Masih terdapatnya ketimpangan wilayah kawasan/kecamatan, dimana dilihat pertumbuhan
ekonomi yang ada Kecamatan Pontianak Utara sebesar 3,98 %, Pontianak Timur sebesar 3,94
%, Pontianak Barat sebesar 5,13 %, Pontianak Kota sebesar 5,04 % dan Pontianak Selatan
sebesar 5,19 %.
2. Masih tingginya perbedaan PDRB Perkapita antar kecamatan, dimana Kecamatan Pontianak
Utara sebesar Rp. 13.046.784, Pontianak Timur sebesar Rp. 8.024.531, Pontianak Barat
sebesar Rp. 6.784.013, Pontianak Kota sebesar Rp. 22.880.267 dan Pontianak Selatan
sebesar Rp. 19.555.127.
3. Iklim investasi masih kurang kondusif, saat ini penanaman modal dalam negeri berkisar Rp.
29.843,02 melalui 14 proyek dari yang direncanakan sebesar Rp. 766.085,27 (19 proyek)
4. Rencana investasi melalui penanaman modal asing saat ini sebesar Rp. 375.218,54 (34
proyek) akan tetapi terealisasi sebesar Rp. 20.206,40 (8 proyek).
5. Penyebaran pedagang informal belum tertata dengan baik
6. Kurangnya sarana dan prasarana pasar tradisional
7. Jumlah industri kecil rumah tangga sebanyak 1.120, industri kecil sebanyak 1.820, industri
menengah sebanyak 178 dan industri kecil binaan program kemitraan sebanyak 1.150
b. Identifikasi Masalah
1. Kesenjangan PDRB antar kawasan/ kecamatan
2. Kesenjangan pertumbuhan ekonomi antar kawasan/kecamatan
3. Lama dan panjangnya proses perizinan
4. Masih tingginya biaya perizinan
5. Masih tingginya aqngka kejahatan
6. Infrastuktur yang belum memadai seperti sarana jalan, listrik dan air bersih.
7. Jumlah pedagang informal sebanyak 4.893, dan masih banyak pedagang informal yang masih
menempati fasilitas umum
8. Jumlah pasar tradisional milik pemerintah sebanyak 8 unit saat ini baru 2 unit pasar yang ditata
dan dilengkapi dengan sarana dan prasarana yang baik.
9. Masih terbatasnya daya tampung pasar tradisional yang ada
Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM)
Kota Pontianak Tahun 2010-2014

33
10. Banyaknya produk IKM yang belum mampu bersaing dengan produk luar baik dilihat dari
kualitas maupun dari kuantitasnya
11. Masih rendahnya kualitas SDM IKM dan masih rendahnya penetrasi pasar terhadap produk
home industri

2.6.4. Bidang Good Governance
a. Kondisi
1. Masih kurangnya produktivitas dan efesiensi dalam pengelolaan urusan pemerintahan
2. Jenjang pendidikan SDM masih belum merata, dimana tingkat SD sebesar 2,14 %, tingkat
SLTP sebesar 2,03 %, tingkat SLTA sebesar 39,06 %, tingkat D1-D3 sebesar 26,63 %, tingkat
D4-S1 sebesar 28,63 % dan tingkat S2 sebesar 1,50 %.
3. Belum efektifnya pengawasan melekat sehingga mengakibatkan kerugian negara, pada tahun
2006 sebesar 113.990.584,56, tahun 2007 sebesar 147.753.890,55 dan tahun 2008 sampai
dengan bulan juni sebesar 244.971.047,60.
4. Kecendrungan dari tahun ke tahun meningkat dalqam pelanggaran disiplin aparatur daerah,
dimana pada tahun 2006 terdapat sebanyak 66 kasus dan meningkat menjadi 68 kasus di
tahun 2008
5. Masih rendahnya kinerja BUMD yang ada, dimana PDAM pada tahun 2005 mempunyai laba
sebesar Rp. 1.063 milyar sedangkan pada tahun 2007 mengalami kerugian sebesar Rp. 2.467
Milyar. Pada Bank pasar dari tahun 2003 s/d 2007 terus mengalami kerugian dengan jumlah
kerugian tahun 2007 sebesar Rp.1.162.992. Pada PD Kapuas Indah tahun 2006 hanya
memperoleh laba sebesar Rp. 61.880.680,69 dari jumlah pendapatan sebesar Rp.
719.062.500, dengan beban oprasional sebesar Rp. 775.997.591,46
b. Identifikasi Masalah
1. Belum optimalnya pelaksanaan pemerintahan yang transparan, akuntabel dan partisipatif
2. Kualitas SDM Pemerintah belum merata hal ini dilihat dari jenjang pendidikan yang ada tingkat
SLTA masih mendominasi.
3. Meningkatnya kasus penyelewengan keuangan negara
4. Belum cukup tertatanya sistem pembinaan PNS
5. Kinerja PNS belum maksimal
6. Belum sesuainya jabatan dengan DUK dan prestasi pegawai
7. Belum optimalnya kinerja BUMD yang ada


2.6.5. Bidang Hukum, Keamanan dan Ketertiban
a. Kondisi
1. Masih kurangnya kesadaran masyarakat dalam masalah hukum
2. Meningkatnya pelanggaran hukum yang dilakukan oleh masyarakat, hal ini dapt dilihat dengan
telah dilakukannya penertiban PKL pada tahun 2006 sebanyak 1.274 kasus sedangkan pada
tahun 2007 sebanyak 2.398 kasus, melalui kegiatan kamtibmas terdapat sebanyak 70 kasus
dan meningkat menjadi 117 kasus pada tahun 2007
3. Masih tingginya kasus kejahatan yang terjadi, dimana pada tahun 2004 sebanyak 1.371 kasus,
tahun 2005 sebanyak 3.309 kasus, tahun 2006 sebanyak 3.608 kasus
4. Selama periode 2004-2008 pelayanan bidang ketentraman dan ketertiban di kecamatan rata-
rata sebesar 51,89 %
5. Pembentukan Kominda Kota Pontianak yang beranggotakan sebanyak 24 pejabat terkait
Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM)
Kota Pontianak Tahun 2010-2014

34

b. Identifikasi Masalah
1. Rendahnya kesadaran hukum masyarakat
2. Belum efektifnya penegakan hukum masyarakat
3. Masih maraknya penyakit masyarakat
4. Masih tingginya angka kejahatan / pelanggaran konvensional di masyarakat
5. Masih kurangnya lembaga atau organisasi masyarakat yang aktif menjaga keamanan
6. Kurangnya pemanfaatan peran yang diberikan oleh unit-unitnya yang bergerak di bidang
intelijen demi kepentingan penyelenggaraan pemerintah daerah

2.7. Analisis Lingkungan Strategis
2.7.1. Analisis Eksternal
Secara umum, analisis ini bertujuan untuk memetakan peluang dan tantangan yang dihadapi kota
Pontianak dalam kurun waktu lima tahun kedepan sebagai dasar awal untuk meletakkan kerangka pembangunan
kota. Tinjauan eksternal ini tidak dapat dipisahkan dari posisi kota Pontianak baik dalam lingkup regional, nasional
maupun internasional sebagaimana dijelaskan dalam analisis posisi (positioning analysis) berikut.
Dalam lingkup regional, sebagaimana dijabarkan dalam Rencana Tata Ruang Wilayah Propinsi
Kalimantan Barat, kota Pontianak berkedudukan sebagai pusat pertumbuhan Wilayah Pembangunan B (WP B)
yang terdiri dari Kota Pontianak dan Kabupaten Pontianak, merupakan pusat pembangunan utama di Provinsi
Kalimantan Barat, dengan kegiatan utama pembangunan yang akan dikembangkan meliputi jasa pelayanan,
perdagangan, pariwisata, dan agroindustri. Dalam hirarki pusat-pusat permukiman di Provinsi Kalimantan Barat,
Kota Pontianak berperan sebagai kota orde I, yang memiliki skala pelayanan regional dengan luas wilayah
pelayanan mencakup sekitar 7.450 km2. Dalam hirarki pusat-pusat permukiman di Kalimantan Barat, Kota
Pontianak termasuk ke dalam pola kota Muara Kapuas dengan luas sekitar 18.300 km2. Pusat dari pola kota
Muara Kapuas ini adalah Kota Pontianak. Dalam pola kota Muara Kapuas, kota-kota lainnya yang merupakan
subpusat pelayanan terdiri dari Rasau Jaya, Mempawah, dan Ngabang. Kota Pontianak juga merupakan pusat dari
kerangka kerjasama Pokusikarang (Pontianak, Kuala Mandor, Siantan, Sungai Kakap, Sungai Raya, dan Sungai
Ambawang) dan KMP (Kawasan Metropolitan Pontianak).
Dalam lingkup nasional dan internasional, berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 26 tahun 2008
tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Nasional, posisi Kota Pontianak diarahkan sebagai berikut:
1. Kota Pontianak sebagai Pusat Kegiatan Nasional (PKN), dengan peran dan fungsi sebagai berikut :
- Menjadi pintu gerbang ke kawasan-kawasan internasional (khususnya ASEAN) dan menjadi pendorong
bagi daerah sekitarnya. Letak kota Pontianak yang dekat dengan Kuching dan Sabah (Malaysia), Bandar
Seri Begawan (Brunai Darussalam), Singapura memberikan implikasi, aksesibilitas dan kinerja pelabuhan
(sungai dan udara), terminal antarnegara, terminal antarprovinsi, maupun dengan wilayah hinterland-nya
perlu ditingkat dalam kualitas yang memadai.
- Sebagai pusat jasa-jasa pelayanan keuangan/bank dengan skala pelayanan nasional atau melayani
beberapa provinsi.
- Sebagai pusat pengolahan/pengumpul barang secara nasional atau beberap provinsi.
- Sebagai simpul transportasi secara nasional atau untuk beberapa provinsi di sekitarnya.
- Sebagai pusat jasa pemerintahan untuk nasional atau meliputi beberapa provinsi di sekitarnya.
- Sebagai pusat jasa-jasa kemasyarakatan.
Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM)
Kota Pontianak Tahun 2010-2014

35
2. Sektor unggulan wilayah hinterland Kota Pontianak adalah tanaman pangan dan perkebunan, industri, dan
perikanan laut. Implikasi dari kondisi ini, dimana di lain pihak Kota Pontianak juga berperan sebagai
pendorong daerah sekitarnya, maka di Kota Pontianak harus tersedia fasilitas dan ruang untuk memberikan
jasa pelayanan untuk mewadahi kegiatan terkait dengan sektor unggulan di kawasan sekitarnya (berperan
sebagai pintu keluar perdagangan untuk produk sektor unggulan maupun industri pengolahan tanaman
pangan/perkebunan dan perikanan laut yang berasal dari wilayah luar Kota Pontianak).
3. Kota Pontianak sebagai pusat pertumbuhan ekonomi di Provinsi Kalimantan Barat, dimana kota-kota yang
merupakan kota penyebar kegiatan ekonomi dari Pontianak tersebut terdiri dari Singkawang, Sintang,
Sanggau, dan Ketapang. Untuk mewujudkan hal ini, maka mutlak diperlukan terjalinnya integrasi yang saling
menguntungkan antara Kota Pontianak dan kota tadi. Oleh karena itu, harus ada aksesibilitas yang tinggi
yang menghubungkan Kota Pontianak dengan kota-kota tersebut.
4. Kota Pontianak diarahkan untuk dikembangkan sebagai pelabuhan internasional dalam sistem simpul
transportasi laut Indonesia sedangkan bandara di Kabupaten Pontianak yang memiliki aksesibilitas tinggi ke
kota Pontianak ditetapkan sebagai bandara udara kelas dua. Peran ini dikembangkan berkaitan dengan
adanya AFTA (ASEAN Free Trade Area) sehingga diharapkan dapat bersaing dan menangkap peluang dalam
perdagangan antar Negara khususnya ASEAN.
Berdasarkan positioning analysis di atas dan kondisi riil yang ada saat ini, dalam kerangka lingkungan strategis
dapat disimpulkan faktor-faktor yang menjadi peluang dan tantangan bagi kota Pontianak dalam pelaksanaan
pembangunan adalah sebagai berikut
a. Peluang
1. Globalisasi yang tidak mengenal batas negara dan budaya
2. Terbukanya akses pasar internasional dan kerjasama antar wilayah nasional-internasional sebagai
implikasi dari disepakatinya AFTA (ASEAN Free Trade Area)
3. Perkembangan teknologi informasi yang semakin cepat
4. Peran dan fungsi kota Pontianak yang prospektif dalam lingkup regional, nasional dan internasional
5. Kebijakan nasional yang mendukung pengembangan kota

b. Tantangan
1. Disparitas perkembangan antar kawasan yang semakin meningkat
2. Dominasi kawasan yang telah maju menyebabkan terjadinya monopoli orientasi kegiatan pembangunan
3. Ketergantungan yang semakin besar kepada pemerintah pusat
4. Sentra-sentra pertumbuhan kawasan yang belum merata menyebabkan tidak terbentuknya sistem struktur
pelayanan wilayah
5. Sarana dan prasarana perkotaan yang belum dapat berkompetisi dalam lingkup regional dan internasional

2.7.2. Analisis Internal
Secara garis besar, tinjauan internal bertujuan untuk memahami diri, memetakan kekuatan dan
kelemahan yang dimiliki untuk diterjemahkan menjadi potensi modal pembangunan.
2.7.2.1. Kondisi Fisik Dasar
Secara geografis Kota Pontianak terletak di lintasan garis khatulistiwa, tepatnya pada posisi 0
o
0224 LU
0
o
0137 LS dan 109
o
1625 BT 109
o
2304 BT. Dengan luas lahan mencapai 10.782 Ha, dilintasi dua sungai
Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM)
Kota Pontianak Tahun 2010-2014

36
besar (Sungai Kapuas dan Sungai Landak) dan tidak jauh dari pantai. Struktur batuan adalah sedimen alluvial dan
jenis tanah adalah tanah liat, dimana sekitar 32% top-soil tertutup lahan gambut.
Mempunyai ketinggian 0,8-1,5 meter di atas permukaan laut dengan kemiringan lahan berkisar 0-2% yang
berarti topografinya cenderung datar dan miskin variasi kontur mengakibatkan wilayahnya rawan akan genangan
air terutama dimusim penghujan dimana curah hujan cukup tinggi dengan rata-rata hari hujan mencapai 17
hari/bulan dengan curah hujan mencapai 249 mm/bulan.

2.7.2.2. Kondisi Kependudukan dan Tenaga Kerja
Pada tahun 2008 penduduk kota Pontianak sebanyak 543.996 jiwa dengan laju pertumbuhan
penduduknya rata-rata sebesar 3,25 % per tahun selama periode 20032008. Penyebaran penduduk tidak
merata di wilayah kota cenderung mengumpul di wilayah selatan Sungai Kapuas di Kecamatan Pontianak
Barat, Pontianak Kota, Pontianak Selatan dan Pontianak Tenggara. Pendapatan perkapita penduduk menurut
harga konstan dalam periode 2004-2008 meningkat menjadi Rp. 16,27 juta dengan tingkat pertumbuhan rata-rata
11,9% pertahun.
Angkatan kerja di Kota Pontianak selama tahun 2004-2007 dapat dilihat dari perkembangan penduduk
yang bekerja dari tahun 2004 sebanyak 210.140 orang jika dibandingkan dengan tahun 2007 jumlah penduduk
yang bekerja meningkat menjadi 234.239 orang atau rata rata tumbuh sebesar 5.22% pertahun, hal ini diimbangi
dengan peningkatan jumlah pencari kerja dengan rata rata pertahun sebesar 9.27% jiwa dengan tingkat
prosentase penduduk bekerja terhadap jumlah angkatan kerja mencapai 86,84%. Proporsi tingkat pendidikan
pencari kerja rata-rata merupakan tamatan yang mencapat 56,35%. Sedangkan angka pengangguran dalam
periode 2004-2007 mengalami penurunan dari 11.26% pada tahun 2004 menjadi sebesar 7.33% di tahun 2007
dengan tingkat pengangguran mencapai 7,12%. Di Kota Pontianak jumlah masyarakat miskin setiap tahunnya
cenderung mengalami peningkatan, dimana pada tahun 2007 mencapai 21.474 KK atau mencapai 15,88%.
2.7.2.3. Kondisi Perekonomian
Selama periode 2004-2008, pertumbuhan ekonomi Kota Pontianak mencapai rata-rata 5,03% per tahun.
Nilai PDRB per kapita pada tahun 2007 mencapai Rp. 16.394.774,83 meningkat 10,67% dibandingkan tahun
sebelumnya. Struktur ekonomi kota terbentuk atas kontribusi tiga sektor utama yaitu perdagangan, hotel dan
restoran sebesar 22,81%, Jasa-jasa 20,83%, Pengangkutan dan Komunikasi 20,35%, (tahun 2007). Terjadi
ketimpangan pertumbuhan pembangunan antarkecamatan, namun setiap kecamatan memiliki potensi dan struktur
perekonomian yang berbeda dan bisa diunggulkan.
Secara umum, sumber keuangan daerah masih sangat bergantung pada dukungan dana dari pemerintah
pusat melalui DAU sementara PAD relative masih kecil.

2.7.2.4. Sumber Daya Aparatur
Sampai dengan tahun 2008 jumlah pegawai dilingkungan Pemerintah Kota Pontianak tercatat sejumlah
7.147 orang termasuk profesi guru, adapun jumlah tersebut terdiri dari golongan I sebanyak 68 orang, golongan II
sebanyak 1.310 orang, golongan III sebanyak 3.399 orang dan golongan IV sebanyak 2.370 orang.
Berdasarkan deskripsi kondisi internal diatas dan kondisi dinamis yang berkembang, maka dapat
diindentifikasi kekuatan dan kelemahan yang dimiliki kota Pontianak sebagai berikut:

a. Kekuatan
1. Kebijakan pembangunan yang lebih terarah dan sustainable
Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM)
Kota Pontianak Tahun 2010-2014

37
2. Dukungan sumber-sumber pembiayaan yang memadai baik dari pemerintah pusat, PAD maupun dari
partisipasi masyarakat/swasta
3. Hubungan sosial dan kebudayaan masyarakat yang semakin kondusif
4. Partisipasi dan kesadaran politik masyarakat yang semakin besar
5. Jumlah penduduk yang cukup besar sebagai modal dasar pembangunan
6. Jumlah aparatur pemerintah yang cukup memadai baik dari aspek kualitas maupun kuantitas
7. Kewenangan yang dimiliki pemerintah kota semakin luas untuk menunjang kemandirian
8. Memiliki standar operasional prosedur yang cukup baik

b. Kelemahan
1. Kondisi geografis yang rentan terhadap gangguan genangan dan banjir
2. Penguasaan teknologi dan kemampuan bahasa asing masih belum merata
3. Sarana dan prasaranan penunjang pembangunan yang belum sesuai kebutuhan
4. Pengawasan dan pengendalian program pembangunan belum optimal
5. Distribusi dan manajemen keuangan belum cukup efisien
6. Perilaku sebagian aparatur pemerintahan uang belum berubah
7. Masih terjadi kesenjangan pembangunan antar kawasan kota
8. Masih ada potensi konflik dan kerawasan social antar suku, ras dan agama
9. Jumlah penduduk miskin masih relative tinggi
10. Tingkat pengangguran yang cukup tinggi
11. Masih relative lemahnya penegakan hokum
12. Produktivitas lahan yang belum optimal sesuai peruntukkannya

Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM)
Kota Pontianak Tahun 2010-2014

38

VISI DAN MISI





3.1. Visi Kota Pontianak Tahun 2010 - 2014

isi adalah sebagai suatu pernyataan yang merupakan ungkapan atau artikulasi dari citra, nilai arah
dan tujuan organisasi yang realistis, memberikan kekuatan, semangat dan komitmen serta memiliki
daya tarik yang dapat dipercaya sebagai pemandu dalam pelaksanaan aktivitas dan pencapaian
tujuan organisasi. Visi yang ditetapkan dapat memberikan motivasi kepada seluruh pegawai (pejabat dan staf)
serta masyarakat pada umumnya untuk meningkatkan kinerjanya dalam rangka mewujudkan visi tersebut.
Penetapan Visi diperlukan untuk memadukan gerak langkah setiap unsur organisasi dan masyarakat
untuk mengarahkan dan menggerakkan segala sumber daya yang ada, untuk menciptakan Kota Pontianak
sebagaimana yang dicita-citakan. Adapun visi Kota Pontianak tahun 2010 - 2014 adalah sebagai berikut :
Pontianak Kota Khatulistiwa Berwawasan Lingkungan Terdepan Dalam Peningkatan Sumber Daya
Manusia (SDM) dan Pelayanan Publik

Makna penjelasan visi tersebut adalah sebagai berikut :

Kota Khatulistiwa

Kata Kota Khatulistiwa menunjukkan bahwa visi tersebut akan dicapai melalui pemanfaatan potensi yang
dimiliki Kota Pontianak yaitu letak geografisnya yang strategis. Kota Pontianak menjadi pintu gerbang Provinsi
Kalimantan Barat, dan merupakan salah satu kota yang dapat diakses dari dan ke negara tetangga Malaysia
melalui darat. Kota Pontianak merupakan kota transit dalam kegiatan perdagangan dan jasa, baik secara lokal,
regional dan internasional.

Berwawasan Lingkungan

Pemanfaatan dan pendayagunaan sumberdaya alam akan dilakukan secara berkesinambungan dengan
memperhatikan keseimbangan lingkungan hidup, berkeadilan, dan digunakan sebesar-besarnya untuk
kemakmuran dan kesejahteraan masyarakat.Sebagai kota yang sedang berkembang, pembangunan Kota
Pontianak dilakukan secara berimbang dengan memperhatikan kualitas lingkungan hidup, kebersihan, keindahan,
kenyamanan, serta tertib dan teratur sesuai dengan rencana tata kota. Peningkatan kualitas lingkungan, terutama
udara dan air, ditempuh melalui koordinasi dan kerjasama antar daerah serta melibatkan partisipasi masyarakat
dalam upaya menciptakan Udara dan Kali Bersih untuk mewujudkan Pontianak Sehat.

Terdepan DalamPeningkatan Sumber Daya Manusia
Mempunyai pengertian bahwa berbagai kebijakan dan program peningkatan sumberdaya manusia
memiliki keunggulan. Khususnya dalam peningkatan bidang pendidikan, kesehatan dan kualitas tenaga kerja.
Kebijakan ini ditempuh dalam rangka meningkatkan peringkat indeks pembangunan manusia (IPM) yang
mencakup angka harapan hidup, angka melek huruf, angka partisipasi murid sekolah, dan pengeluaran per kapita
dengan berlandaskan pada strategi keberpihakan kepada masyarakat menengah kebawah untuk memperoleh
kemudahan akses layanan pendidikan dan kesehatan.

V

Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM)
Kota Pontianak Tahun 2010-2014

39
Terdepan DalamPeningkatan Pelayanan Publik
Mempunyai pengertian bahwa berbagai kebijakan dan program peningkatan pelayanan masyarakat
memiliki keunggulan khusus. Khususnya dalam memberikan pelayanan perijinan, pelayanan administrasi
kependudukan dan penyediaan prasarana dasar perkotaan yang sesuai dengan kebutuhan dan perkembangan
masyarakat. Upaya yang dilakukan ini adalah untuk meningkatkan kepuasan masyarakat.

3.2. Misi Kota Pontianak Tahun 2010 - 2014

Misi mengenai upaya upaya yang akan dilaksanakan untuk mewujudkan visi yang telah ditetapkan,
maka misi yang merupakan agenda pokok pembangunan Kota Pontianak selama lima tahun ke depan (2010
2014) sebagai berikut :

1. Meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang cerdas, sehat, berbudaya, dan harmonis
2. Meningkatkan pemberdayaan perempuan dan pemuda
3. Meningkatkan pertumbuhan ekonomi yang lebih merata dan mengurangi pengangguran
4. Meningkatkan keamanan dan ketertiban untuk mendukung terciptanya ikliminvestasi yang kondusif
5. Meningkatkan sarana dan prasarana dasar perkotaan untuk menunjang perkembangan perdagangan
dan jasa
6. Mewujudkan tata ruang, tata kota dan wilayah yang seimbang dan berwawasan lingkungan
7. Meningkatkan Prinsip-Prinsip Good Governance dan Ketaatan Hukumdan Perundang-Undangan
yang Berlaku

Untuk lebih jelas melihat misi pembangunan yang akan dilaksanakan lima tahun kedepan (2010 2014)
dapat diuraikan sebagai berikut :

Misi pertama yaitu Meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang cerdas, sehat, berbudaya,
dan harmonis .

Misi ini ditetapkan dalam upaya meningkatkan indeks pembangunan manusia ( IPM ) yang ditempuh
dengan tujuan. Meningkatkan kualitas pendidikan masyarakat yang di fokuskan pada pendidikan gratis
bagi keluarga miskin, memberikan kesempatan pada anak terlantar dan jalan untuk mengembangkan
pengetahuan dan keterampilan, mengoptimalkan dan membentuk balai pelatihan teknologi padat karya di
setiap kelurahan bekerjasama dengan LPM, mendorong peningkatan sarana dan prasarana
perpustakaan yang lebih dekat kemasyarakat, membangun sarana dan prasarana untuk SD, SMP, SMA
dan SMK, mewujudkan sekolah berstandar nasional dan internasional untuk SMP, SMA dan SMK serta
mengembangkan pendidikan berbasis lapangan kerja. Meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat
dengan memfokuskan pada upaya pemberian pembiayaan kesehatan pada masyarakat miskin dalam
bentuk asuransi kesehatan, penyediaan 6 Puskesmas rawat inap, pelayanan spesialis, peningkatan
kualitas pelayanan kesehatan dasar di Puskesmas, mengoptimalkan posyandu untuk menekan angka
kematian ibu dan anak, penyediaan rumah sakit tipe C di Kota Pontianak, mengoptimalkan posyandu
untuk menekan angka kematian ibu dan anak, memperbanyak dokter spesialis di puskesmas,
meningkatkan penyuluhan kesehatan lingkungan dan reproduksi remaja, peningkatan pelayanan keluarga
berencana serta peningkatan/perluasan layanan kesehatan terkait Narkoba, HIV dan AIDS.
Meningkatkan keharmonisan masyarakat beragama dengan mefokuskan pada upaya meningkatkan
budaya toleransi di masyarakat untuk menciptakan keharmonisan dan kerukunan.

Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM)
Kota Pontianak Tahun 2010-2014

40
Misi kedua yaitu Meningkatkan pemberdayaan perempuan dan pemuda

Misi ini ditetapkan dengan tujuan meningkatkan pemberdayaan perempuan dalam pembangunan yang
di fokuskan pemberian pelatiahan dan modal bergulir untuk indudtri rumah tangga, memberikan
kesempatan kaum perempuan untuk ikut andil dalam kancah politik, memberikan perhatian kepada
organisasi yang membela permasalahan yang dihadapi kaum perempuan, menekan angka KDRT dan
menyediakan pusat konsultasi keluarga dan meningkatkan persentase pegawai perempuan dalam jabatan
struktural. Meningkatkan pemberdayaan pemuda difokuskan untuk memberikan pelatihan dan
kemudahan akses permodalan kepada organisasi kepemudaan, memberikan penghargaan kepada
pemuda yang berprestasi dan menjadikan kelompok pemuda sebagai mitra pemerintah dalam menangani
masalah di Kota Pontianak


Misi ketiga yaitu Meningkatkan pertumbuhan ekonomi yang lebih merata dan mengurangi
pengangguran .

Misi ini ditetapkan dengan tujuan meningkatkan pertumbuhan ekonomi yang lebih merata dengan
memfokuskan kepada percepatan pemerataan pertubuhan ekonomi antar kawasan/kecamatan,
meningkatkan iklim investasi agar lebih kondusif yang bersifat pada karya disektor skunder dan tersier,
Meningkatkan kerjasama tingkat sektoral,destinasi,SDM pariwisata,kualitas produk dan pelayanan
pariwisata, penataan ODTW yang berbasis tepian sunga, meningkatkan promosi pariwisata melalui media
cetak dan elektronik, menyediakan tempat berusaha bagi pedegang informal, memberikan pendampingan
guna meningkatkan kualitas serta kuantitas produk home industri dan merevitalisasi koperasi sebagai
soko guru perekonomian masyarakat, mengoptimalkan sarana dan prasarana pertanian, perikanan serta
peternakan, meningkatkan pengawasan dan pengendalian dibidang pangan, meningkatan pengelolaan
dan pemanfaatan sumberdaya perikanan. Mengurangi pengagguran dengan fokus memberikan
kemudahan perizinan pada semua pelaku ekonomi, membentuk kelompok kelompok usaha bagi siswa
SMK Sejas kelas II dan memberikan insentif untuk investasi yang menyerap tenaga kerja.
Misi keempat yaitu Meningkatkan keamanan dan ketertiban untuk mendukung terciptanya iklim
investasi yang kondusif

Misi ini ditetapkan dengan tujuan meningkatkan keamanan dan ketertiban di fokuskan pada
meningkatkan keamanan dan ketertiban berbasis kemasyarakatan, meningkatkan koordinasi antara
pemerintah daerah dan aparat keamanan, menjalin kemitraan antara mayarakat dan aparat keamanan
(POLMAS), mengaktifkan koordinasi antar pemerintah daerah dan aparatur keamanan dan meningkatkan
budaya toleransi antar suku dan agama.

Misi kelima yaitu Meningkatkan sarana dan prasarana dasar perkotaan untuk menunjang
perkembangan perdagangan dan jasa .

Misi ini ditetapkan dengan tujuan meningkatkan sarana dan prasaran dasar perkotaan yang di
fokuskan meningkatkan kuantitas dan kualitas jalan sesuai dengan kebutuhan dan dinamika pertumbuhan
kota, meningkatkan kualitas dan kuantitas drainase untuk mengatasi genangan air, mengurangi
permukiman kumh melalui kemitraan antara pemerintah dan masyarakat, perbaikan 500 s/d 1.000 unit
rumah kumuh setiap tahun melalui bantuan bangunan untuk keluarga miskin, pembangunan jalan
lingkungan melalui keswadayaan masyarakat dan meningkatkan kemampuan penanganan sampah di
TPA dengan manajemen persampahan yang baik dan melanjutkan program CDM serta meningkatkan
Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM)
Kota Pontianak Tahun 2010-2014

41
kesadaran dan peranserta masyarakat terhadap kebersihan lingkungan serta meningkatkan penataan
pengehijauan dan taman kota ( RTH ). Peningkatan sarana penunjang pengembangan perdagangan
dan jasa yang difokuskan untuk penataan angkutan umum perkotaan yang layak dalam pelayanan,
mempercepat terwujudnya penyediaan sarana dan prasarana jalan lingkar luar, terwujudnya sarana dan
prasarana olah raga guna peningkatan prestasi atlet, perluasan pelayanan air bersih serta meningkatkan
pelayanan dan kinerja aparatur pemerintah.
Misi keenam yaitu Mewujudkan tata ruang, tata kota dan wilayah yang seimbang dan berwawasan
lingkungan

Misi ini ditetapkan untuk tujuan mewujudkan penataan ruang kota yang berwawasan lingkungan
dengan memfokuskan kepada meningkatkan kualitas fisik lingkungan hidup yang lebih seimbang, tidak
melebihi ambang batas baku mutu lingkungan, meningkatkan kualitas tata ruang kota yang berwawasan
lingkungan, Meningkatkan pengawasan pendirian bangunan mengurangi penggunaan material kayu
dalam pembangunan, mempercepat pemanfaatan kawasan perdagangan serta meningkatkan RTH dalam
kota.
Misi ketujuh yaitu Meningkatkan Prinsip-Prinsip Good Governance dan Ketaatan Hukumdan
Perundang-Undangan yang Berlaku

Misi ini ditetapkan untuk tujuan Memacu organisasi perangkat daerah memiliki visi ke depan
(visioner) dengan menfokuskan menyusun rencana pembangunan sesuai dengan kebutuhan
masyarakat. Meningkatkan keterbukaan, dan transparansi informasi dengan memfokuskan kepada
meningkatkan komunikasi dengan masyarakat meningkatkan kualitas sdm dan fasilitas komunikasi.
Meningkatkan partisipasi masyarakat meningkatkan peran serta RT, RW dalam pembangunan di
fokuskan meningkatkan kelembagaan ekonomi masyarakat. Meningkatkan akuntabilitas dalam
pelayanan pemerintahan pembangunan di fokuskan meningkatkan pembinaan pengelolaan keuangan
dan laporan kepada SKPD. Meningkatkan supremasi hukum dengan memfokuskan kepada
meningkatkan kesadaran hukum masyarakat melalui penyuluhan hukum terutama peraturan daerah.
Meningkatkan demokratisasi dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah di fokuskan untuk
memproiritaskan penyelenggaraan pemerintahan, pembangunan, sosial kemasyarakatan berdasarkan
aspirasi masyarakat. Meningkatkan profesionalisme dan kompetensi penyelenggaraan pemerintah
daerah dengan fokus meningkatkan sumber daya aparatur ( SDM), meningkatkan disiplin aparatur,
meningkatkan kinerja pns menerapkan pembinaan pns melalui sistem karir dan prestasi kerja.
Meningkatkan daya tanggap aparatur pemerintah dengan fokus memberikan pelayanan prima
kepada masyarakat, memberikan kemudahan perizinan pada semua pelaku ekonomi. Meningkatkan
efesiensi dan efektivitas pelayanan pemerintahan dengan memfokuskan dalam menerapkan sistem
dan pertanggungjawaban pengelolaan keuangan dan aset serta mensertifikasi aset pemerintah daerah.
Meningkatkan desentralisasi kewenangan yang lebih baik dengan memfokuskan pada peningkatan
peran lembaga kecamatan dalam permasalahan pembangunan pemberdayaan lembaga sosial dan
ekonomi masyarakat



Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM)
Kota Pontianak Tahun 2010-2014

42

STRATEGI PEMBANGUNAN DAERAH
TAHUN 2010 2014




trategi merupakan cara yang ditempuh untuk mencapai tujuan dan sasaran yang telah ditetapkan.
Strategi ini akan memperjelas pemikiran-pemikiran yang analitis, realistis, rasional, dan terpadu
tentang berbagai langkah yang diperlukan untuk memperlancar pencapaian tujuan dan sasaran
yang telah ditetapkan. Untuk mewujudkan visi dan misi pembangunan Kota Pontianak di era desentralisasi,
demokrasi dan globalisasi ditempuh melalui tujuh strategi utama pembangunan jangka menengah. Ketujuh strategi
tersebut akan diterapkan secara berkesinambungan yang diharapkan mampu mengantisipasi berbagai
permasalahan, tantangan dan peluang pembangunan secara internal maupun eksternal dalam lima tahun ke
depan. Adapun ketujuh strategi dimaksud adalah:

1. Strategi keberpihakan dan pemberdayaan kepada masyarakat menengah kebawah untuk memperoleh
kemudahan akses layanan pendidikan, kesehatan, sosial dan budaya. Strategi ini untuk mewujudkan misi
pertama meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang cerdas, sehat, berbudaya dan harmonis dengan
tujuan dan sasaran pembangunan sebagai berikut :

a. Meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat dengan sasaran yang ingin dicapai adalah :
- Meningkatnya kualitas pelayanan kesehatan
- Menurunya kasus kejadian luar biasa (gizi buruk )
- Menurunnya kasus kejadian luar biasa
- Meningkatnya kesehatan ibu hamil dan balita (Penurunan AKI dan AKB)
- Tersedianya tenaga dokter spesialis di puskesmas
- Meningkatnya kesadaran masyarakat akan pola hidup sehat
- Meningkatnya Pelayanan Kesehatan terkait HIV dan AIDS bagi ODHA dan Kelompok Risiko di
Puskesmas

b. Meningkatkan kualitas pendidikan masyarakat dengan sasaran yang ingin dicapai adalah :
- Berkurangnya jumlah keluarga miskin yang tidak dapat menyekolahkan anaknya
- Meningkatnya angka melanjutkan pendidikan terutama dari SMP ke SMA/SMK
- Peningkatan kualitas pembinaan kelompok PAUD di kelurahan
- Memfasilitasi pembinaan anak - anak yang terjaring razia masalah sosial ( anak terlantar )
- Perluasan kesempatan kerja dan berusaha bagi masyarakat menengah kebawah/keluarga miskin
- Tersedianya pusat pendidikan yang murah dan modern untuk anak didik dan anak putus sekolah
- Tersedianya pusat pendidikan latihan yang murah dan modern
- Meningkatnya sarana dan prasarana untuk SD, SMP dan SMA/SMk
- Tersedianya bahan ajar dan buku-buku penunjang untuk SD,SMP dan SMA/SMK
- Meningkatnya mutu pendidikan menengah kejuruan dan umum
- Berkurangnya angka mengulang dan angka putus sekolah di tiap jenjang pendidikan
- Meningkatnya pemerataan mutu pendidikan tiap jenjang antar sekolah maupun antar kawasan
- Meningkatnya kemampuan tenaga pengajar
- Meningkatnya mutu penyelenggaraan pendidikan di sekolah swasta
- Meningkatkan minat baca mayarakat dengan mengembangkan budaya membaca
- Terciptanya kerapian, kecepatan dan kecukupan dalam penataan arsip
S

Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM)
Kota Pontianak Tahun 2010-2014

43
- Meningkatnyamutu SMA/SMK yang akan masuk ke pasar kerja

c. Meningkatkan keharmonisan masyarakat beragama dengan sasaran yang ingin dicapai adalah :
- Meningkatnya budaya toleransi mayarakat beragama

2. Strategi Keberpihakan dan pemberdayaan kepada kaum perempuan dan pemuda guna meningkatkan
peran serta mereka dalam kegiatan pembangunan. Strategi ini untuk mewujudkan misi kedua
Meningkatkan pemberdayaan perempuan dan pemuda dengan tujuan dan sasaran pembangunan sebagai
berikut :

a. Meningkatkan pemberdayaan perempuan dengan sasaran yang ingin dicapai adalah :
- Tersedianya permodalan dan pelatihan bagi industri rumah tangga
- Meningkatnya pemberdayaan masyarakat
- Berkembangnya lembaga ekonomi kelurahan
- Meningkatnya partisipasi perempuan dalam politik dan pembangunan
- Terwujudnya kondisi sosial ekonomi keluarga yang rentan/miskin menjadi lebih sejahtera
- Berkurangnya angka KDRT dan tersedianya pusat konsultasi keluarga
- Meningkatnya jumlah PNS perempuan yang duduk dalam jabatan struktural

b. Meningkatkan pemberdayaan pemuda dengan sasaran yang ingin dicapai adalah :
- Tersedianay permodalan dan pelatihan bagi organisasi kepemudaan
- Meningkatnya jumlah pemuda berprestasi
- Dijadikannya kelompok pemuda sebagai mitra pemerintah dalam menangani masalah

3. Strategi percepatan pembangunan perekonomian dengan memberikan kemudahan memperoleh dan
menciptakan lapangan kerja melalui penggalian potensi wisata dan pemberdayaan usaha kecil
menengah dengan pola kemitraan pemerintah, swasta dan masyarakat. Strategi ini untuk mewujudkan
misi yang ketiga Meningkatkan pertumbuhan ekonomi yang lebih merata dan mengurangi pengangguran
dengan tujuan dan sasaran sebagai berikut :

a. Meningkatkan pertumbuhan ekonomi yang lebih merata dengan sasaran yang ingin dicapai adalah :
- Ketimpangan wilayah antar kawasan/kecamatan makin mengecil
- Meningkatnya pendapatan perkapita antar wilayah
- Meningkatnya investasi di Kecamatan Pontianak Timur dan Utara
- Meningkatakan sarana dan prasarana UPTD pertanian, Perikanan dan peternakan
- Pengawasan produk makan yang di datangkan dari luar Kota Pontianak
- Peningkatan Kualitas SDM yang bergerak di bidang pangan
- Pemanfaatan tepi sungai kapuas dan landak sebagai kawasan wisata secara optimal
- Pengembangan dan pengelolaan nilai, kekayaan dan keragaman budaya
- Mempertahankan dan mengembangkan nilai - nilai khasanah seni budaya Kota Pontianak
- Menurunnya angka kejahatan/pelanggaran konvensional
- Meningkatnya realisasi investasi PMA dan PMDN
- Meningkatnya nilai investasi dibidang perdagangan dan jasa
- Meningkatnya infrastruktur yang memadai
- Meningkatnya jumlah pedagang informal yang memperoleh tempat usaha yang layak
- Meningkatnya daya tampung pasar tradisional
- Meningkatnya jumlah IKM yang mendapat pendampingan
- Meningkatnya kemampuan teknologi industri
- Meningkatnya jumlah industri rumah tangga, kecil dan menengah yang dibina program ke mitraan
Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM)
Kota Pontianak Tahun 2010-2014

44
- Meningkatnya jumlah Koperasi yang mendapat pendampingan
- Terbukanya akses pasar untuk produk home industri
- Meningkatnya jumlah koperasi tidak aktif yang direvitalisasi
- Meningkatnya jumlah koperasi cukup sehat dan tidak sehat yang direvitalisasi

b. Mengurangi penganguran dengan sasaran yang ingin dicapai adalah :
- Meningkatnya kelompok-kelompok usaha yang terbentuk bagi siswa SMK sejak kelas II
- Meningkatnya lulusan SMK yang telah memiliki usaha/pekerjaan
- Meningkatnya investasi yang menyerap tenaga kerja
- Meningkatnya jumlah peningkatan nilai investasi di bidang perdagangan dan jasa

4. Strategi Peningkatan kesadaran hukum dan pemberian perlindungan serta kepastian hukumkepada
pelaku ekonomi dan masyarakat. Strategi ini untuk mewujudkan misi ke empat yaitu Meningkatkan
keamanan dan ketertiban untuk mendukung terciptanya iklim investasi yang kondusif dengan tujuan dan
sasaran pembangunan sebagai berikut :

a. Meningkatkan keamanan dan ketertiban dengan sasaran yang ingin dicapai adalah :
- Tingginya keterlibatan masyarakat dalam menyelesaikan masalah keamanan
- Terciptanya rasa aman dan ketertiban di masyarakat
- Terbentuknya lembaga atau organisasi masyarakat yang aktif menjaga keamanan
- Meningkatnya pelayanan bidang ketentraman dan ketertiban di kecamatan
- Keikutsertaan dan peran aktif masyarakat dalam menjaga keamanan
- Menurunya masalah kamtibmas
- Menurunya angka kriminalitas
- Meningkatnya pelayanan bidang ketentraman dan ketertiban di kecamatan
- Meningkatnya jumlah siskamling yang aktif
- Informasi dan komunikasi antar instansi yang terlibat di dalam Kominda berjalan lancar
- Ancaman terhadap stabilitas dapat terdeteksi lebih dini
- Stabilitas lebih terjaga
- Terjalinya kerjasama antar pemerintah dan aparatur keamanan dalam menciptakan rasa aman di
masyarakat
- Meningkatnya koordinasi antar pemerintah daerah dan aparatur keamaman dalam menciptakan rasa
aman di masyarakat
- Meningkatnya tolerrasi antar suku dan agama
- Meningkatkan kejasama anatar suku dan agama
- Konflik sosial dapat dihindari

5. Strategi Pembangunan sarana dan prasarana kebutuhan dasar perkotaan dan infrastruktur guna
menunjang perekonomian. Strategi ini untuk mewujudkan misi ke lima yaitu Meningkatkan sarana dan
prasarana dasar perkotaan untuk menunjang perkembangan perdagangan dan jasa dengan tujuan dan
sasaran pembanguan sebagai berikut :

a. Meningkatkan sarana dan prasarana dasar perkotaan dengan sasaran yang ingin dicapai adalah :
- Tercapainya stndar pelayanan minimal ( SPM bidang penataan ruang dan PU, No
534/KPTS/M/2001)
- Meningkatnya jalan dengan kondisi mantap
- Meningkatnya kualitas kontruksi jalan
- Menurunnya ruas jalan yang mengalami kemacetan
- Meningkatkan kualitas dan lebar jembatan
Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM)
Kota Pontianak Tahun 2010-2014

45
- Meningkatkan ruas jalan yang bebas genangan air
- Peningkatan kulaitas penerangan jalan umum
- Menurunya luas wilayah genangan air
- Menurunya lama genangan air
- Meningkatnya saluran drainase dengan kontruksi yang memadai
- Menurunya saluran darinase yang mengalami penyumbatan akibat penyempitan dan pendangkalan
saluran
- Meningkatnya kesadaran masyarakat dalam pemeliharaan saluran drainase
- Berkurangnya kawasan kumuh perkotaan
- Meningkatnya sinergisitas penaganan kawasan kumuh perkotaan
- Meningkatnya peranserta masyarakat berdaya pada kawasan kumuh perkotaan
- Menurunya rumah tidak layak huni masyarakt perkotaan
- Meningkatnya prosentase penaganan jalan lingkungan perkotaan
- Meningkatnya partisipasi dan pemberdayaan masyarakat
- Meningkatnya partisipasi masyarakat mengolah sampah
- Meningkatnya ruang terbuka hijau dan taman Kota

b. Meningkatkan sarana penunjang pengembangan perdagangan dan jasa dengan sasaran yang ingin
dicapai adalah :
- Menciptakan angkutan kota yang massa, tertib, aman, murah dan lancar
- Meningkatnya aksesbilitas dan kelancaran lalu lintas
- Meningkatnya sarana dan prasarana olah raga di tiap kecamatan
- Meningkatnya pelayanan air bersih
- Penggantian pipa jaringan distribusi yang sudah tua
- Menurunya tingkat kehilangan air
- Terbangunnya gedung pemerintahan yang representatif
- Meningkatnya pelayanan terhadap masyarakat

6. Strategi Peningkatan pengendalian dan pengawasan terhadap pemanfaatan ruang. Strategi ini untuk
mewujudkan misi ke enam yaitu Mewujudkan tata ruang, tata kota dan wilayah yang seimbang dan
berwawasan lingkungan dengan tujuan dan sasaran pembangunan sebagai berikut :

a. Meningkatkan penataan ruang dan Tata Bangunan dengan sasaran yang ingin dicapai adalah :
- Sarana dan prasarana pengawasan pencemaran air dan udara
- Meningkatkan kemampuan sumber daya aparatur pemerintah
- Meningkatnya penyelesaian kasus pencemaran
- Tersusunya dokumen RDTRK
- Tersedianya perencanaan kawasan kawasan strategis dan cepat tumbuh
- Meningkatnya pengendalian penataan ruang
- Mewujudkan kasus pelanggaran aturan pendirian bangunan
- Meningkatnya pemahaman masyarakt terhadap atauran pendirian bangunan
- Desivikasi bahan bangunan untuk rumah tinggal, bangunan pemerintah dan bangunan swasta
- Meningkatnya pengetahuan masyarakat akan material non kayu untuk pembangunan
- Meningkatnya pemanfaatan kawasan perdagangan dan jasa

7. Strategi Peningkatan SistemPelayanan Publik Dengan Menerapkan Prinsip-Prinsip Good Governanc
Strategi ini untuk mewujudkan misi ke tujuh yaitu Meningkatkan prisip prinsip good governance dan
meningkatkan ketaatan hukum masyarakat dengan tujuan dan sasaran pembangunan sebagai berikut :

Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM)
Kota Pontianak Tahun 2010-2014

46
a. Meningkatkan prinsip-prinsip good governance dengan sasaran yang ingin dicapai adalah :
- Membentuk organisasi perangkat daerah yang dinamis dan berdaya guna
- Meningkatkan komunikasi antara pemerintah daerah dengan masyarakat
- Meningkatkan peran serta masyarakat dalam kegiatan pembangunan
- koordinasi kecamatan dan kelurahan dalam perencanaan pembangunan
- Peningkatan swadaya masyarakat melalui peningkatan kegiatan ekonomi masyarakat
- Akuntabilitas seluruh SKPD dapat dipertanggungjawabkan
- Kesadaran hukum masyarakat meningkat
- Meningkatkan penyerapan aspirasi masyarakat dalam penyelenggaraan pemerintahan,
pembangunan dan sosial kemasyarakatan
- Peningkatan Kualitas SDM
- Memperjelas Tupoksi SKPD
- Aplikasi Prinsip Reward dan Punishment Dalam Pembinaan Aparatur
- Kesesuaian Jabatan dengan DUK Prestasi Pegawai
- Mendekatkan pelayanan kepada masyarakat
- Mempercepat waktu penerbitan
- Mengurangi persyaratan perijinan
- Terpenuhinya sarana dan prasarana pelayanan perijinan
- Meningkatnya kualitas dan kuantitas SDM yang menangani perijinan
- Aplikasi sistem pertanggungjawaban pengelolaan keuangan dan aset
- Identifikasi dan upgrading sistem pengelolaan aset pemerintah daerah
- Meningkatkan koordinasi pembangunan lembaga kecamatan dengan masyarakat
- Terlaksananya koordinasi dan penguatan kelembagaan sosial dan ekonomi masyarakat




Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM)
Kota Pontianak Tahun 2010-2014

47

ARAH KEBIJAKAN KEUANGAN DAERAH



nggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) merupakan rencana pengelolaan keuangan
tahunan pemerintah daerah yang disetujui oleh DPRD dalam Peraturan Daerah (Perda). Dalam
hubungannya dengan RPJM, APBD merupakan komitmen politik penyelenggara pemerintahan
daerah untuk mendanai strategi pembangunan pada satuan program dan kegiatan selama kurun waktu 5 tahun.
Arah kebijakan keuangan daerah yang diambil oleh Pemerintah Kota Pontianak pada 5 ( lima ) tahun
mendatang dapat mengandung makna bahwa:
1. Arah belanja APBD Kota Pontianak digunakan sepenuhnya untuk mendukung kebijakan dan prioritas strategis
jangka menengah, 5 tahunan.
2. Untuk menjamin ketersediaan dana maka kebijakan pendapatan diarahkan untuk mendapatkan berbagai
sumber pendapatan yang sustain dan jumlah yang memadai.

APBD harus mampu mengoptimalkan sumber- sumber pendapatannya. Semua potensi pendapatan
semaksimal mungkin digali agar mampu menutup seluruh kebutuhan belanja. Kebijakan pendapatan diarahkan
agar sumber-sumber pendapatan yang mendukung APBD selama ini harus diidentifikasi dengan baik, ditingkatkan
penerimaannya (intensifikasi), dan diupayakan sumber-sumber pendapatan baru (ekstensifikasi) oleh Pemerintah
Kota Pontianak.
Perkembangan pendapatan daerah Kota Pontianak selama kurun waktu 5 (lima) tahun periode 2004
sampai dengan pertengahan tahun 2008 setiap tahunnya mengalami peningkatan. Hal ini tidak terlepas dari
berbagai upaya dan usaha dari pada pemerintah dalam mendayagunakan serta mengelola sumber-sumber
pendapatan asli daerah yang ada secara optimal melalui dinas terkait.Transparansi dan penyederhanaan proses
penetapan pajak daerah dan retribusi daerah merupakan langkah yang ditempuh dan terus ditingkatkan didalam
menunjang rasa kedekatan dan tanggung jawab antara masyarakat selaku objek pajak/retribusi dengan
Pemerintah Kota Pontianak.
Untuk mewujudkan pencapaian target dan optimalisasi pajak daerah dan retribusi daerah berbagai upaya
yang telah dilakukan yaitu :
1. Memberikan pelayanan yang prima kepada masyarakat.
2. Mendorong peningkatan dan pengembangan sumber daya aparatur yang berkualitas dan profesional.
3. Mendorong peningkatan kualitas pelayanan kepada wajib pajak dan retribusi daerah melalui peningkatan
kualitas prasarana dan sarana pelayanan yang telah dimiliki.
4. Melaksanakan pembinaan dan mendorong peningkatan potensi dan kemampuan wajib pajak.

5.1. Arah Pengelolaan Pendapatan Daerah
Pengelolaan pendapatan daerah Kota Pontianak diarahkan pada sumber-sumber pendapatan yang
selama ini telah menjadi sumber penghasilan Kas Daerah dengan tetap mengupayakan sumber-sumber
pendapatan yang baru.
A

Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM)
Kota Pontianak Tahun 2010-2014

48
Perkembangan pendapatan daerah Kota Pontianak selama kurun waktu 5 (lima) tahun periode 2004 sampai
dengan pertengahan tahun 2008 setiap tahunnya mengalami peningkatan. Hal ini tidak terlepas dari berbagai
upaya dan usaha dari pada pemerintah dalam mendayagunakan serta mengelola sumber-sumber pendapatan asli
daerah yang ada secara optimal melalui dinas terkait.Transparansi dan penyederhanaan proses penetapan pajak
daerah dan retribusi daerah merupakan langkah yang ditempuh dan terus ditingkatkan didalam menunjang rasa
kedekatan dan tanggung jawab antara masyarakat selaku objek pajak/retribusi dengan Pemerintah Kota Pontianak.
Untuk mewujudkan pencapaian target dan optimalisasi pajak daerah dan retribusi daerah berbagai upaya
yang telah dilakukan yaitu :

1. Memberikan pelayanan yang prima kepada masyarakat.
2. Mendorong peningkatan dan pengembangan sumber daya aparatur yang berkualitas dan profesional.
3. Mendorong peningkatan kualitas pelayanan kepada wajib pajak dan retribusi daerah melalui peningkatan
kualitas prasarana dan sarana pelayanan yang telah dimiliki.
4. Melaksanakan pembinaan dan mendorong peningkatan potensi dan kemampuan wajib pajak.

Dengan upaya yang telah dilakukan diatas beberapa keberhasilan yang telah dicapai dalam kurun 5 (lima)
tahun terakhir adalah :
1. Meningkatnya pos pendapatan daerah dalam 5 (lima) tahun terakhir ;
2. Meningkatnya pos pendapatan asli daerah dalam kurun waktu 5 (lima) tahun terakhir;
3. Meningkatnya pos dana perimbangan.

5.1.1. Kondisi Pendapatan Daerah Tahun 2004-2008
Sumber-sumber keuangan daerah Kota Pontianak terdiri dari 4 (empat) pos diantaranya pos pendapatan
asli daerah, pos dana perimbangan, pos lain-lain penerimaan yang sah dan pos sisa lebih tahun yang lalu. Dalam
kurun waktu 5 (lima) tahun terakhir jumlah penerimaan Kota Pontianak mengalami peningkatan dengan rata-rata
peningkatan sebesar 23,57 % pertahun. Adapun penerimaan tersebut pada tahun 2004 sebesar Rp.
292.287.000.312, kemudian meningkat di tahun 2005 menjadi Rp. 317.635.844.272, tahun 2006 kembali
meningkat menjadi Rp. 488.844.909.175 dan pada tahun 2007 mencapai Rp. 567.451.228.810 sedangkan untuk
tahun 2008 meningkat menjadi Rp. 656.135.998.523.
Dilihat dari struktur pendapatan dibawah, selama periode 2004-2008 pembiayaan penyelenggaraan
pemerintahan dan pembangunan di Kota Pontianak masih tergantung pada aliran dana dari pusat berupa dana
perimbangan. Pada tahun 2004 jumlah penerimaan pada bagian dana perimbangan mencapai Rp.
225.790.515.380 kemudian meningkat menjadi Rp. 241.502.485.707 di tahun 2005, pada tahun 2006 jumlah
penerimaan pada bagian ini kembali meningkat menjadi Rp. 398.779.245.342 dan kembali meningkat menjadi Rp.
453.042.166.547 di tahun 2007 sedangkan untuk tahun 2008 jumlah pos ini mencapai Rp. 495.945.389.976.
Komponen Pendapatan Asli Daerah (PAD) meskipun selama 5 (lima) tahun terakhir peranannya masih
berada pada posisi kedua setelah dana perimbangan namun memiliki perkembangan (trend) yang terus meningkat
dari tahun ke tahun. Hal ini dapat dilihat dari jumlah total penerimaan pada tahun 2004 mencapai Rp.
34.774.391.738 dan meningkat menjadi Rp. 41.514.071.695 di tahun 2005 dan kembali meningkat menjadi Rp.
49.074.557.237 di tahun 2006 sedangkan untuk tahun 2007 total penerimaan pada bagian ini mencapai Rp.
Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM)
Kota Pontianak Tahun 2010-2014

49
57.875.969.634 dan untuk tahun 2008 penerimaan pada pos ini mencapai Rp. 68.704.785.634 atau mengalami
pertumbuhan rata-rata sebesar 18,56 %.
Tabel. 5.1
Jumlah Pendapatan Daerah Kota Pontianak Tahun 2004-2008

Pos URAIAN 2004 2005 2006 2007 2008 04-08
I PENDAPATAN 282.899.608.273 312.590.392.355 480.081.594.859 556.515.008.922 622.351.127.610 22,96%
4.1 Bagian Pendapatan Asli
Daerah
34.774.391.738 41.514.071.695 49.074.557.237 57.875.969.634 68.704.785.634 18,56%
4.1.1 Pos Pajak Daerah 21.983.007.070 26.611.483.031 30.332.740.255 31.082.060.400 34.280.375.000 11,95%
4.1.2 Pos Retribusi Daerah 10.347.462.132 12.564.708.295 13.450.871.784 14.387.142.531 17.572.079.000 14,71%
4.1.3 Pos Hasil Pengelolaan
Kekayaan Daerah Yang
Dipisahkan
- 1.057.017.403 1.085.310.419 1.438.803.730 1.587.000.000 15,18%
4.1.4 Pos Lain-lain Pendapatan 2.443.922.536 1.280.862.965 4.205.634.777 10.967.962.972 15.265.331.634 95,18%
4.2 Bagian Dana Perimbangan 225.790.515.380 241.502.485.707 398.779.245.342 453.042.166.547 495.945.389.976 23,79%
4.2.1.
1.
Pos Bagi Hasil Pajak
31.151.693.831 36.810.297.257 39.637.132.905 47.531.339.988 54.026.570.000 14,86%
4.2.1.
2.
Pos Bagi Hasil Bukan Pajak
1.016.062.549 912.188.450 2.237.112.437 2.262.826.559 2.425.819.976 35,84%
4.2.2 Pos Dana Alokasi Umum 188.292.759.000 194.460.000.000 338.325.000.000 369.581.000.000 399.351.000.000 23,64%
4.2.3 Pos Dana Alokasi Khusus 5.330.000.000 9.320.000.000 18.580.000.000 33.667.000.000 40.142.000.000 68,66%
4.3 Bagian Lain-lain Pen. Yang
Sah
22.334.701.155 29.573.834.953 32.227.792.280 45.596.872.741 57.700.952.000 27,39%
4.3.1 Pendapatan Hibah - - - 6.000.000.000 -
4.3.2 Pos Bagi Hasil Pajak Propinsi 21.334.701.155 27.288.181.830 28.837.592.280 33.331.872.741 38.314.252.000 16,03%
4.3.3 Pos Dana Kontengensi - 1.167.683.500 2.090.200.000 5.000.000.000 18.136.700.000 160,32
4.3.4 Pos Bantuan Keuangan dari
Propinsi
1.000.000.000 1.117.969.623 1.300.000.000 1.265.000.000 1.250.000.000 6,05%
II PEMBIAYAAN
9.387.392.038 5.045.451.917 8.763.314.315 10.936.219.888 33.784.870.913 65,29%
6.1 Penerimaan Pembiayaan
9.387.392.038 5.045.451.917 8.763.314.315 10.936.219.888 33.784.870.913 65,29%
6.1.1 Pos Bagian Sisa Lebih TA Yang
Lalu
9.387.392.038 5.045.451.917 8.763.314.315 10.936.219.888 27.984.870.913 52,03%
Penerimaan Pinjaman dan
Obligasi
- - - - 1.800.000.000
Pencairan Dana Cadangan - - - - 4.000.000.000
TOTAL PENERIMAAN 292.287.000.312 317.635.844.272 488.844.909.175 567.451.228.810 656.135.998.523 23,57%
Sumber : BPKKD Kota Pontianak

Pada pos bagian lain-lain penerimaan yang sah juga tidak kalah penting dalam menyumbangkan
peningkatan dalam penerimaan daerah, hal ini dapat dilihat dari perkembangan selama kurun waktu 5 (lima) tahun
terakhir mengalami peningkatan yang cukup signifikan. Pada tahun 2004 jumlah penerimaan pada pos ini
mencapai Rp. 22.334.701.155, tahun 2005 mengalami peningkatan menjadi Rp. 29.573.834.953 dan tahun 2006
kembali meningkat menjadi Rp. 32.227.792.280, pada tahun 2007 jumlah penerimaan pada sektor ini mencapai
Rp. 45.596.872.741 sedangkan untuk tahun 2008 mencapai Rp. 57.700.952.000 atau mengalami rata-rata
pertumbuhan sebesar 27,39 %. Dari segi pembiayaan pada pos bagian sisa tahun yang lalu, pada tahun 2004
jumlahnya mencapai Rp. 9.387.392.038 dan tahun 2008 mencapai Rp. 27.984.870.913 atau dalam 4 (empat) tahun
terakhir mempunyai peningkatan rata-rata sebesar 52,03 %.
Beberapa kesimpulan yang dapat ditarik dari perkembangan fenomena pendapatan Kota Pontianak
adalah sebagai berikut :
1. Pendapatan Asli Daerah (PAD) meskipun mengalami peningkatan peranannya tidak begitu besar namun
peningkatan peranan tersebut tampaknya memperlihatkan adanya kecendrungan yang konsisten dari tahun ke
tahun dan ini tampaknya harus dijaga dan harus perlu lebih ditingkatkan untuk dapat lebih lebih berperan dalam
ikut menentukan besaran perolehan pendapatan daerah untuk masa-masa kedepan.
Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM)
Kota Pontianak Tahun 2010-2014

50
2. Pada pos dana perimbangan dalam kurun waktu periode 2004-2007 cendrung mengalami peningkatan akan
tetapi dampak daripada peningkatan tersebut akan berimplikasi pada pembangunan yang akan direncanakan
ke depan, hal ini dikarenakan pembangunan yang ada sekarang dan kedepannya sangat tergantung pada pos
ini.
Dilihat dari segi persentase penerimaan pendapatan setiap tahunnya terdapat peningkatan yang cukup
signifikan dimana pada tahun 2004 terealisasi sebesar 88,63 % yang terdiri dari bagian pendapatan sebesar 88,29
% dan bagian pembiayaan sebesar 100,00 % kemudian meningkat menjadi 94,04 % di tahun 2005 dengan rincian
komposisi pada bagian pendapatan sebesar 93,95 % dan bagian pembiayaan sebesar 100,00 %. Tahun 2006
jumlah realisasi penerimaan keseluruhan mencapai 95,08 % yang terdiri dari bagian pendapatan sebesar 95,01 %
dan bagian pembiayaan sebesar 98,95 % kemudian pada tahun 2007 kembali meningkat menjadi 96,47 % yang
terdiri dari bagian pendapatan sebesar 96,40 % dan bagian pembiayaan sebesar 100,00 %.

Tabel. 5.2
Persentase Realisasi Terhadap Target APBD Kota Pontianak
Tahun Anggaran 2004-2007

Sumber : Bappeda Kota Pontianak

Pada bagian pendapatan asli daerah dari dari rata-rata pertumbuhan pertahunnya sebesar 42,61 %
dengan komposisi pos pajak daerah merupakan penyumbang terbesar setiap tahunnya. Pada tahun 2004 bagian
penerimaan ini menyumbang komposisi sebesar 90,22 %, tahun 2005 jika dibandingkan dari tahun sebelumnya
terdapat penurunan menjadi 88,00 % akan tetapi jika dilihat dari dari besar nominal penerimaannya masing-masing
pos cendrung terdapat peningkatan. Tahun 2006 komposisi bagian ini terhadap APBD Kota Pontianak sebesar
82,47 % dan di tahun 2007 sebesar 86,45 %.
Pos URAIAN 2004 2005 2006 2007
I PENDAPATAN 88,29% 93,95% 95,01% 96,40%
4.1 Bagian Pendapatan Asli Daerah 90,22% 88,00% 82,47% 86,45%
4.1.1 Pos Pajak Daerah 96,29% 103,63% 102,88% 101,95%
4.1.2 Pos Retribusi Daerah 89,67% 67,22% 66,74% 75,80%
4.1.3 Pos Hasil Pengelolaan Kekayaan - 80,02% 82,16% 100,06%
Daerah Yang Dipisahkan
4.1.4 Pos Lain-lain Pendapatan 58,51% 86,51% 49,20% 68,37%
4.2 Bagian Dana Perimbangan 89,81% 97,89% 97,55% 98,30%
4.2.1.1. Pos Bagi Hasil Pajak 80,34% 87,15% 78,74% 83,36%
4.2.1.2. Pos Bagi Hasil Bukan Pajak 119,54% 107,32% 223,71% -
4.2.2 Pos Dana Alokasi Umum 91,28% 100,00% 100,00% 100,00%
4.2.3 Pos Dana Alokasi Khusus 96,91% 101,86% 97,05% 98,18%
4.3 Bagian Lain-lain Pen. Yang Sah 73,35% 76,10% 87,15% 92,24%
4.3.1 Pendapatan Hibah - - - 100,00%
4.3.2 Pos Bagi Hasil Pajak Propinsi 74,60% 79,92% 86,94% 89,67%
4.3.3 Pos Dana Kontengensi - 31,42% 83,34% 100,00%
4.3.4 Pos Bantuan Keuangan dari Propinsi 181,82% 111,80% 100,00% 100,00%
II PEMBIAYAAN 100,00% 100,00% 98,95% 100,00%
6.1 Penerimaan Pembiayaan 100,00% 100,00% 98,95% 100,00%
6.1.1 Pos Bagian Sisa Lebih TA Yang Lalu 100,00% 100,00% 98,95% 100,00%
TOTAL PENERIMAAN 88,63% 94,04% 95,08% 96,47%
Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM)
Kota Pontianak Tahun 2010-2014

51
Pada bagian dana perimbangan persentase realisasi dari capaian target yang ditetapkan dapat dilihat
pada tabel dibawah. Tahun 2004 terealisasi sebesar 89,81%. pada tahun 2005 terdapat peningkatan menjadi
97,89% sedangkan tahun 2006 terdapat sedikit penurunan menjadi 97,55% dan kembali meningkat menjadi
98,30% di tahun 2007.
Tabel. 5.3
Komposisi Sumber Pendapatan APBD Kota Pontianak Tahun Anggaran 2004-2008

Pos URAIAN 2004 2005 2006 2007 2008
I PENDAPATAN
96,79% 98,41% 98,21% 98,07% 94,85%
4.1 Bagian Pendapatan Asli Daerah
11,90% 13,07% 10,04% 10,20% 10,47%
4.1.1 Pos Pajak Daerah
7,52% 8,38% 6,20% 5,48% 5,22%
4.1.2 Pos Retribusi Daerah
3,54% 3,96% 2,75% 2,54% 2,71%
4.1.3 Pos Hasil Pengelolaan Kekayaan
- 0,33% 0,22% 0,25% 0,24%
Daerah Yang Dipisahkan

4.1.4 Pos Lain-lain Pendapatan
0,84% 0,40% 0,86% 1,93% 2,33%
4.2 Bagian Dana Perimbangan
77,25% 76,03% 81,58% 79,84% 75,59%
4.2.1.1. Pos Bagi Hasil Pajak
10,66% 11,59% 8,11% 8,38% 8,23%
4.2.1.2. Pos Bagi Hasil Bukan Pajak
0,35% 0,29% 0,46% 0,40% 0,37%
4.2.2 Pos Dana Alokasi Umum 64,42% 61,22% 69,21% 65,13% 60,86%
4.2.3 Pos Dana Alokasi Khusus 1,82% 2,93% 3,80% 5,93% 6,12%
4.3 Bagian Lain-lain Pen. Yang Sah 7,64% 9,31% 6,59% 8,04% 8,79%
4.3.1 Pendapatan Hibah
- - - 1,06% 0,00%
4.3.2 Pos Bagi Hasil Pajak Propinsi
7,30% 8,59% 5,90% 5,87% 5,84%
4.3.3 Pos Dana Kontengensi
- 0,37% 0,43% 0,88% 2,76%
4.3.4
Pos Bantuan Keuangan dari
Propinsi
0,34% 0,35% 0,27% 0,22% 0,19%
II PEMBIAYAAN
3,21% 1,59% 1,79% 1,93% 5,15%
6.1 Penerimaan Pembiayaan
3,21% 1,59% 1,79% 1,93% 5,15%
6.1.1
Pos Bagian Sisa Lebih TA Yang
Lalu
3,21% 1,59% 1,79% 1,93% 4,27%
Penerimaan Pinjaman & Obligasi
- - - - 0,27%
Pencairan Dana Cadangan
- - - - 0,61%
TOTAL PENERIMAAN
100,00% 100,00% 100,00% 100,00% 100,00%

Sumber : Bappeda Kota Pontianak.

Komposisi APBD Kota Pontianak dalam kurun waktu 5 (lima) tahun terakhir jika dilihat dari segi
persentase cukup bervariasi. Untuk pos pendapatan dalam kurun waktu 5 (lima) tahun terakhir perkembangan
pada pos ini sangat bervariasi, dimana pada tahun 2004 komposisi bagian pendapatan terhadap APBD sebesar
96,79 %. Pada tahun 2005 sedikit mengalami peningkatan menjadi 98,41 % sedangkan dua tahun berikutnya
terjadi sedikit pergeseran dimana terdapat sedikit penurunan menjadi 98,21 % di tahun 2006 dan 98,07 % di tahun
2007. Untuk tahun 2008 sendiri komposisi pendapatan terhadap total penerimaan sebesar 94,85%.
Pada bagian pendapatan asli daerah tahun 2004 mempunyai komposisi sebesar 11,90 % tahun 2005
meningkat menjadi 13,07 %, tahun 2006 sedikit mengalami penurunan menjadi 10,04 % dan di tahun 2007
kembali meningkat menjadi 10,20 % sedangkan pada tahun 2008 kompposisin untuk pos ini mencapai 10,47%
atau meningkat sebesar 0,27 % dari tahun sebelumnya. Untuk bagian dana perimbangan pada tahun 2004
terealisasi sebesar 77,25 % dari total penerimaan kemudian menurun menjadi 76,03 % di tahun 2005 sedangkan
Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM)
Kota Pontianak Tahun 2010-2014

52
di tahun 2006 kembali meningkat menjadi 81,58 % dan kembali turun di tahun 2007 menjadi 79,84 % sehingga
rata-rata pertumbuhannya per tahun sebesar 81,05 %. Pada bagian lain-lain penerimaan yang sah pada tahun
2004 komposisi realisasi sebesar 7,64 % kemudian meningkat menjadi 9,31 % di tahun 2005, pada tahun 2006
sedikit bergeser menjadi 6,59 % dan kembali meningkat di tahun 2007 menjadi 8,04 %.
Peningkatan pendapatan Kota Pontianak tersebut tidak terlepas daripada usaha dan upaya serta
kerjasama yang baik dari dinas terkait dalam menjalankan program dan kegiatannya. Adapun bentuk daripada
program dan kegiatan yang telah dilaksanakan dalam usaha meningkatkan pendapatan daerah Kota Pontianak
antara lain :
1. Sosialisasi yang dilaksanakan oleh Dinas Pendapatan Daerah yang secara berkelanjutan kepada wajib pajak.
2. Koordinasi kepada instansi terkait yang terjalin dengan baik.
3. Melakukan setoran pajak di lapangan atau dengan cara jemput bola kepada wajib pajak.
4. Melakukan pengawasan dilapangan yang dilakukan secara periodik.
5. Melakukan pelayanan secara langsung mendekati wajib retribusi daerah.
6. Melakukan kerjasama dengan pihak ketiga.
7. Melakukan penagihan secara langsung terhadap objek pajak.


5.1.2. Proyeksi Pendapatan Daerah Tahun 2009-2014
Penyelenggaraan tugas dan fungsi pemerintahan, pelaksanaan pembangunan dan pelayanan masyarakat
oleh Pemerintah baik itu pusat maupun daerah tentulah membutuhkan pembiayaan. Untuk memenuhi sumber dana
bagi pembiayaan penyelenggara pemerintahan tersebut Pemerintah Kota Pontianak akan berusaha semaksimal
mungkin untuk meningkatkan realisasi penerimaannya. Melalui peningkatan penerimaan tersebut diharapkan
pelayanan kepada masyarakat juga akan meningkat pula.
Dalam kurun waktu 6 (enam) tahun kedepan periode 2009-2014 diperkirakan jumlah penerimaan daerah
Kota Pontianak setiap tahunnya mengalami peningkatan, pada tahun 2009 jumlah penerimaan keseluruhan
mencapai Rp. 697.003.070.000 dan pada tahun 2014 diperkirakan akan mencapai Rp. 932.755.754.504 atau jika
dirata-ratakan pertahunnya mengalami pertumbuhan sebesar 6,00 %.
Jika dilihat dari struktur penerimaan pendapatan daerah Kota Pontianak dalam 6 (enam) tahun kedepan
periode 2009-2014, peranan pos dana perimbangan dirasakan sangat dominan dalam meningkatkan APBD Kota
Pontianak. Pada tahun 2009 penerimaan keseluruhan pada pos ini mencapai Rp. 544.914.600.000 dan
diperkirakan pada tahun 2014 akan mencapai Rp. 729.125.381.005 atau mengalami rata-rata pertumbuhan
pertahunnya sebesar 6,00 %. Sedangkan kontribusi Pendapatan Asli Daerah (PAD) dalam Struktur APBD Kota
Pontianak dirasakan masih sangat kecil, hal ini dapat dilihat dari perkembangannya selama kurun waktu yang
sama dimana pada tahun 2009 jumlah penerimaan pada pos ini sebesar Rp. 73.812.300.000 dan pada tahun 2014
diperkirakan akan mencapai Rp. 104.840.338.781 atau mengalami rata-rata pertumbuhan sebesar 7,29 %. Dengan
mencermati kondisi ini terlihat bahwa kemampuan Pemerintah Kota Pontianak untuk membiayai sendiri
pelaksanaan pemerintah dan pembangunan masih sangat perlu ditingkatkan dengan mencari terobosan untuk
meningkatkan PAD tanpa mempersulit masyarakat ataupun pengusaha dalam penjaringan dana. Pada pos lain-lain
pendapatan yang sah dalam periode 6 (enam) tahun kedepan diperkirakan setiap tahunnya mengalami
peningkatan atau terdapat pertumbuhan sebesar 7,43 % per tahunnya, hal ini dapat dilihat dimana pada tahun
2009 pada pos ini mengalami koreksi sebesar Rp. 58.276.170.000 dan meningkat menjadi Rp. 83,387,244,546 di
tahun 2014.
Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM)
Kota Pontianak Tahun 2010-2014

53
Tabel. 5.4
Jumlah Pendapatan Daerah Kota Pontianak Tahun 2009-2014

Pos URAIAN 2009 2010 2011 2012 2013 2014
R
09-14
1.1 Bagian Sisa Tahun Yang
Lalu
20.000.000.000 16,432,062,310 19,363,491,032 15,909,104,559 18,747,239,247 15,402,790,172 -3.57%
1.1.1 Pos Bagian Sisa Lebih TA
Yang Lalu
20.000.000.000 16,432,062,310 19,363,491,032 15,909,104,559 18,747,239,247 15,402,790,172 -3.57%
1.2 Bagian Pendapatan Asli
Daerah
73.812.300.000 78.758.212.000 82.465.610.760 90.900.127.644 96,002,156,726 104,840,338,781 7.29%
1.2.1 Pos Pajak Daerah 39.659.300.000 44.772.492.000 48.711.880.240 54.374.048.956 59,836,357,996 66,691,140,772 10.96%
1.2.2 Pos Retribusi Daerah 18.052.300.000 19.430.966.000 18.952.210.640 20.338.384.724 19,974,784,213 20,986,722,621 3.15%
1.2.3 Pos Hasil Pengelolaan
Kekayaan Daerah Yang
Dipisahkan
1.951.600.000 1.994.814.000 2.271.132.680 2.656.442.086 2,727,833,967 2,891,504,006 8.34%
1.2.4 Pos Lain-lain Pendapatan 14.149.100.000 12.559.940.000 12.530.387.200 13.531.251.878 13,463,180,549 14,270,971,382 0.40%
1.3 Bagian Dana Perimbangan 544.914.600.000 580,564,756,000 613.832.342.960 651.326.394.059 687,854,133,024 729,125,381,005 6.00%
1.3.1 Pos Bagi Hasil Pajak 67.330.200.000 81,122,436,000 94.526.108.440 109.412.208.434 25,392,367,860 142,243,342,207 16.16%
1.3.2 Pos Bagi Hasil Bukan Pajak 2.857.700.000 3.103.044.000 3.210.911.720 3.486.580.238 3,607,780,409 3,917,521,556 6.54%
1.3.3 Pos Dana Alokasi Umum 429.630.800.000 447.577.156.000 459.003.746.120 476.831.354.509 488,810,248,042 506,106,475,289 3.33%
1.3.4 Pos Dana Alokasi Khusus 45.095.900.000 48.762.120.000 57.091.576.680 61.596.250.878 70,043,736,713 76,858,041,953 11.31%
1.4 Bagian Lain-lain
Pendapatan Yang Sah
58.276.170.000 63.095.228.000 67.585.775.960 72.222.019.224 77,347,292,174 83,387,244,546 7.43%
1.4.2 Pos Bagi Hasil Pajak Propinsi 42.593.670.000 45.363.548.000 47.928.731.040 51.053.496.348 53,852,722,197 57,177,159,851 6.07%
1.4.3 Pos Dana Penyesuaian 14.079.400.000 15.589.102.000 17.150.967.480 18.595.094.605 20,414,757,434 22,479,111,785 9.81%
Pos Penerimaan Lain-Lain 1.603.100.000 2.142.578.000 2.506.077.440 2.573.428.271 3,079,812,544 3,730,972,910 18.83%
Total Penerimaan 697.003.070.000 738.850.258.310 783.247.220.712 830.357.645.486 879,950,821,171 932,755,754,504 6.00%
Sumber : Bappeda, Hasil Analisis

Pada pos penerimaan Bagian Lain-Lain Penerimaan Yang sah diproyeksikan dalam lima tahun kedepan
mengalami peningkatan, dimana pada tahun 2009 mempunyai koreksi sebesar 8,36% dan diperkirakan pada tahun
2014 akan mencapai 8,94 %.
Tabel. 5.5
Komposisi Sumber Pendapatan APBD Kota Pontianak Tahun Anggaran 2009-2014

Pos URAIAN 2009 2010 2011 2012 2013 2014
1.1 Bagian Sisa Tahun Yang Lalu 2.87% 2.22% 2.47% 1.92% 2.13% 1.65%
1.1.1 Pos Bagian Sisa Lebih TA Yang Lalu 2.87% 2.22% 2.47% 1.92% 2.13% 1.65%
1.2 Bagian Pendapatan Asli Daerah 10.59% 10.66% 10.53% 10.95% 10.91% 11.24%
1.2.1 Pos Pajak Daerah 5.69% 6.06% 6.22% 6.55% 6.80% 7.15%
1.2.2 Pos Retribusi Daerah 2.59% 2.63% 2.42% 2.45% 2.27% 2.25%
1.2.3 Pos Hasil Pengelolaan Kekayaan Daerah
Yang Dipisahkan
0.28% 0.27%
0.29% 0.32% 0.31% 0.31%
1.2.4 Pos Lain-lain Pendapatan 2.03% 1.70% 1.60% 1.63% 1.53% 1.53%
1.3 Bagian Dana Perimbangan 78.18% 78.58% 78.37% 78.44% 78.17% 78.17%
1.3.1 Pos Bagi Hasil Pajak 9.66% 10.98% 12.07% 13.18% 14.25% 15.25%
1.3.2 Pos Bagi Hasil Bukan Pajak 0.41% 0.42% 0.41% 0.42% 0.41% 0.42%
1.3.3 Pos Dana Alokasi Umum 61.64% 60.58% 58.61% 57.44% 55.55% 54.26%
1.3.4 Pos Dana Alokasi Khusus 6.47% 6.60% 7.29% 7.42% 7.96% 8.24%
1.4 Bagian Lain-lain Pen. Yang Sah 8.36% 8.54% 8.63% 8.70% 8.79% 8.94%
1.4.2 Pos Bagi Hasil Pajak Propinsi 6.11% 6.14% 6.12% 6.15% 6.12% 6.13%
1.4.3 Pos Dana Penyesuaian 2.02% 2.11% 2.19% 2.24% 2.32% 2.41%
1.4.4 Pos Penerimaan Lain-Lain 0.23% 0.29% 0.32% 0.31% 0.35% 0.40%
Jumlah 1+2+3+4
100.00% 100.00% 100.00% 100.00% 100.00% 100.00%
Sumber : Bappeda, Hasil Anilisis

Perkembangan komposisi APBD Kota Pontianak dalam kurun waktu 6 (enam) tahun kedepan dilihat
berdasarkan pos penerimaan yang ada mempunyai perkembangan yang cukup bervariasi. Pada pos Pendapatan
Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM)
Kota Pontianak Tahun 2010-2014

54
Asli Daerah (PAD) berdasarkan hasil proyeksi pada tahun 2009 pos ini mengalami koreksi sebesar 10,59 %, tahun
2010 menjadi 10,66 % atau mengalami peningkatan sebesar 0,07 %, tahun 2011 sedikit mengalami pergeseran
manjadi 10,53 % atau mengalami penurunan sebesar 0,13 %, tahun 2012 kembali meningkat menjadi 10,95 % dan
tahun 2013 terkoreksi sebesar 10,91 % sedangkan pada tahun 2014 komposisi pos ini dalam struktur pendapatan
Kota Pontianak mencapai 11,24 %. Untuk pos dana perimbangan perkembangannya sangat bervariasi dimana
pada tahun 2009 mempunyai komposisi mencapai 78,18% jumlah ini sedikit mengalami peningkatan menjadi 78,58
% di tahun 2010 dan sedikit mengalami penurunan menjadi 78,37 % di tahun 2011, tahun 2012 komposisi pos ini
dalam struktur pendapatan Kota Pontianak mencapai 78,44 % atau mengalami peningkatan sebesar 0,07 %
dibandingkan tahun sebelumnya sedangkan untuk tahun 2013 dan 2014 kembali mengalami pergeseran menjadi
78,17 %.

5.2. Arah Pengelolaan Belanja Daerah
Pengelolaan belanja daerah sangat erat kaitannya dengan sistem manajemen keuangan daerah, sistem
penganggaran maupun sistem akuntansi. Seiring dengan dilaksanakannya reformasi dibidang keuangan,
masyarakat semakin menuntut adanya pengelolaan keuangan publik secara transparan sehingga tercipta
akuntabilitas publik (Public Accountability) dengan mendasarkan pada prinsip value for money. Disamping itu,
pengelolaan belanja daerah harus berlandaskan anggaran berbasis kinerja (Performance budget) yaitu belanja
daerah yang berorientasi pada pencapaian hasil atau kinerja. Kinerja tersebut mencerminkan efisiensi dan
efektifitas pelayanan publik, yang berarti harus berorientasi pada kepentingan publik. Oleh karena itu arah
pengelolaan belanja daerah harus digunakan sebesar-besarnya untuk kepentingan publik terutama untuk
penyediaan sarana pendidikan, kesehatan dan infrastruktur dasar. Disamping itu, pengeluaran daerah harus
mampu menumbuhkan profesionalisme kerja di setiap organisasi yang terkait, berdasarkan pada standar analisa
belanja, standar harga, tolok ukur kinerja, dan standar pelayanan minimal serta memperhatikan prinsip value for
money. Identifikasi belanja pengeluaran akan dibedakan menurut belanja langsung dan tidak langsung guna
meningkatkan aspek transparansi. Kriteria tersebut bertitik tolak dari kegiatan yang dilakukan.

5.2.1. Analisis Belanja
Berdasarkan Peraturan Menteri Dalam Negeri nomor 13 Tahun 2006 Tentang Pedoman Pengelolaan
Keuangan Daerah, bahwa belanja menurut kelompok belanja terdiri dari:

1. Belanja tidak langsung, yaitu belanja yang dianggarkan tidak terkait secara langsung dengan pelaksanaan
program dan kegiatan. Terdiri dari belanja pegawai, bunga, subsidi, hibah, bantuan sosial, belanja bagi hasil,
bantuan keuangan dan belanja tidak terduga.
2. Belanja langsung, yaitu belanja yang dianggarkan terkait secara langsung dengan pelaksanaan program dan
kegiatan. Terdiri dari belanja pegawai, belanja barang dan jasa, belanja modal.

Komposisi belanja rutin selama kurun waktu 5 (lima) tahun cukup berfluktuasi dimana pada periode 2004-
2005 terjadi penurunan. Pada tahun 2004 jumlah belanja rutin seluruhnya mencapai Rp. 241.966.987.525 atau
sebesar 74,68 % sedangkan untuk belanja pembangunan mencapai Rp. 82.013.169.563 atau 25,32 %. Pada
tahun 2005 total APBD sedikit mengalami pergeseran dibanding dengan tahun 2004 dengan jumlah keseluruhan
mencapai Rp. 333.367.663.513. Adapun dari jumlah tersebut dialokasikan untuk mendanai belanja rutin sebesar
Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM)
Kota Pontianak Tahun 2010-2014

55
Rp. 243.630.336.850 atau 70,41 % sedangkan untuk belanja pembangunan jumlah keseluruhan mencapai Rp.
89.737.326.663 atau 29,59 %.
Dalam tiga tahun terakhir 2006-2008 jumlah APBD Kota Pontianak mengalami peningkatan yang cukup
signifikan. Seiring dengan hal tersebut, jumlah belanja baik rutin maupun pembangunan ikut mengalami
peningkatan. Pada tahun 2006, untuk belanja rutin dialokasikan dana sebesar Rp. 272.917.702.140 atau 53,51 %
dan belanja pembangunan sebesar Rp. 237.027.162.604 atau 46,49 %. Tahun 2007 untuk belanja rutin menurun
dari tahun sebelumnya menjadi Rp. 268.452.382.093 atau 45,82% dan untuk belanja pembangunan meningkat
cukup signifikan menjadi Rp. 317.414.907.407 atau sebesar 54,18 %. Untuk tahun 2008 alokasi untuk belanja rutin
mencapai Rp. 350.911.335.167 atau 51,75 % sedangkan untuk belanja pembangunan mencapai Rp.
327.196.044.390 atau 48,25 %. Otonomi daerah memberikan dampak pada pergeseran komposisi belanja
pembangunan yang semakin meningkat dalam APBD Kota Pontianak. Komposisi belanja rutin dan belanja
pembangunan APBD Kota Pontianak dapat digambarkan sebagai berikut:
Dalam kurun waktu 5 (lima) tahun terakhir perkembangan anggaran serta realisasi belanja langsung
melalui APBD Kota Pontianak cendrung mengalami peningkatan dimana pada tahun 2004 jumlah keseluruhan
belanja mencapai Rp. 82.013.169.563 dari jumlah tersebut terealisasi sebesar 84,53 % atau Rp. 69.327.477.600.
Pada tahun 2005 jumlah anggaran keseluruhan mengalami peningkatan dimana total anggaran mencapai Rp.
89.737.326.663 dengan realisasi sebesar 89,71 % atau Rp. 80.502.230.761. untuk 3 (tiga) tahun berikutnya total
anggaran belanja langsung melalui APBD Kota Pontianak mengalami peningkatan dimana pada tahun 2006
mencapai Rp. 237.027.162.604 dengan realisasi mencapai 94,88% kemudian meningkat menjadi Rp.
317.414.907.407 atau terealisasi sebesar 88,36 % di tahun 2007, sedangkan untuk tahun 2008 sampai dengan
semester I telah terealisasi sebesar Rp. 86.894.184.774 atau 26,55% dari total anggaran seluruhnya mencapai Rp.
327.196.044.390.
Tabel. 5.6
Komposisi Belanja Rutin dan Belanja Pembangunan APBD
Kota Pontianak Tahun 2004-2008
Sumber : BPKKD Kota Pontianak*semester
Tabel. 5.7
Rekapitulasi Anggaran & Realisasi Belanja Langsung APBD
Kota Pontianak Tahun 2004-2008

Sumber : BPKKD Kota Pontianak *semester

No Tahun Belanja Rutin % Belanja Pembangunan % Total APBD
1 2004 241.966.987.525 74,68 82.013.169.563 25,32 323.980.157.088
2 2005 243.630.336.850 70,41 89.737.326.663 29,59 333.367.663.513
3 2006 272.917.702.140 53,51 237.027.162.604 46,49 509.944.864.744
4 2007 268.452.382.093 45,82 317.414.907.407 54,18 585.867.289.501
5 2008* 350.911.335.167 51,75 327.196.044.390 48,25 678.107.379.557
No Tahun Anggaran Realisasi %
1 2004 82.013.169.563 69.327.477.600 84,53
2 2005 89.737.326.663 80.502.230.761 89,71
3 2006 237.027.162.604 224.892.652.443 94,88
4 2007 317.414.907.407 280.471.054.126 88,36
5 2008* 327.196.044.390 86.894.184.774 26,55
Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM)
Kota Pontianak Tahun 2010-2014

56
Pada belanja tidak langsung, hasil realisasi dalam 5 (lima) tahun terakhir juga mempunyai perkembangan
yang cenderung naik. Hal ini dapat dilihat pada tahun 2004 mempunyai persentase realisasi sebesar 88,01% dari
besaran anggaran atau terealisasi sebesar Rp. 212.955.763.667. Untuk 3 (tiga) tahun berikutnya perkembangan
belanja tidak langsung mengalami peningkatan, pada tahun 2005 jumlah realisasi dari pos ini sebesar Rp.
229.853.664.454 atau 94,35%. Pada tahun 2006 terealisasi sebesar 258.057.954.681atau 94,56 % dan tahun 2007
mencapai realisasi sebesar Rp. 256.792.310.095 atau 95,66 %, sedangkan untuk tahun 2008 sampai dengan
semester I telah mencapai realisasi sebesar Rp. 144.573.565.138 atau 41,20%.
Tabel. 5.8
Rekapitulasi Anggaran & Realisasi Belanja Tidak Langsung APBD Kota Pontianak Tahun 2004-2008

Sumber : BPKKD Kota Pontianak *semester

5.2.3. Target dan Realisasi Belanja
Dalam Permendagri Nomor 13 Tahun 2006 ditegaskan bahwa Belanja daerah merupakan semua
pengeluaran dari rekening kas umum daerah yang mengurangi equitas dana lancar. yang merupakan kewajiban
daerah dalam satu tahun anggaran yang tidak akan diperoleh pembayarannya kembali oleh daerah. Belanja
Daerah dipergunakan dalam rangka pelaksanaan Urusan Pemerintahan yang menjadi kewenangan pemerintah
daerah (Propinsi ataupun kabupaten/ kota) yang meliputi urusan wajib dan urusan pilihan.
Perkembangan belanja daerah Kota Pontianak selama kurun waktu 2004-2008, jika dilihat dari target
belanja langsung terdapat peningkatan yang cukup signifikan dimana pada tahun 2004 jumlah belanja langsung
per SKPD sebesar Rp. 82.013.169.563, pada tahun 2005 terdapat sedikit pergeseran dari tahun sebelumnya
dimana jumlah total keseluruhan sebesar Rp. 89.737.326.663 sedangkan dalam 3 (tiga) tahun berikutnya
mengalami peningkatan drastis dimana tahun 2006 ditargetkan menjadi sebesar Rp. 237.027.162.604 kemudian
meningkat menjadi Rp. 317.414.907.407 di tahun 2007 dan meningkat kembali di tahun 2008 menjadi Rp.
327.196.044.390. Adapun kelompok belanja langsung ini digunakan antara lain untuk pembiayaan belanja barang
dan jasa, belanja pegawai dan belanja modal.

Tabel. 5.9
Rekapitulasi Target Belanja Langsung SKPD Tahun 2004-2008
No Unit Kerja
Tahuan Anggaran R
2004 2005 2006 2007 2008 ( % )
1 2 3 4 5 6 7 8
1 Sekretariat Daerah 20.493.324.963 4.717.776.000 51.238.130.598 43.821.516.905 27.348.286.460 -80,19%
2 Sekretariat DPRD 6.959.772.500 2.949.953.100 5.870.579.237 13.826.801.050 13.918.538.200 -6,99%
3 Badan Kepegawaian Dan
Pendayagunaan SDA Daerah
467.311.000 176.325.000 310.745.000 7.428.736.600 6.963.000.050 -8,16%
4 BAPPEDA 1.504.000.000 1.338.133.500 2.587.433.000 4.346.173.500 4.938.273.500 22,09%
5 Badan Pengawas Daerah 36.450.000 384.700.000 482.750.000 1.360.100.120 1.510.309.850 46,32%
6 Badan Pengelola Keuangan &
Kekayaan Daerah
- 5.048.212.500 31.098.562.000 20.013.751.687 7.955.908.900 -41,06%
7 Dinas Pendidikan 3.751.335.000 12.283.395.500 33.794.725.500 44.834.365.500 55.851.111.150 44,37%
8 Dinas Kesehatan 7.266.544.500 8.483.553.000 16.125.078.050 17.138.903.320 18.053.387.240 18,18%
No Tahun Anggaran Realisasi %
1 2004 241.966.987.525 212.955.763.667 88,01
2 2005 243.630.336.850 229.853.664.454 94,35
3 2006 272.917.702.140 258.057.954.681 94,56
4 2007 268.452.382.093 256.792.310.095 95,66
5 2008* 350.911.335.167 144.573.565.138 41,20
Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM)
Kota Pontianak Tahun 2010-2014

57
No Unit Kerja
Tahuan Anggaran R
2004 2005 2006 2007 2008 ( % )
1 2 3 4 5 6 7 8
9 Dinas Pekerjaan Umum(PU)
32.269.268.000 26.465.190.162 57.998.204.340 92.121.855.320 118.400.918.990 22,92%
10
Dinas Kebersihan dan
Pertamanan
2.528.350.000 4.319.248.800 12.901.808.343 13.417.926.400 13.154.828.975 27,46%
11 Dinas Tata Kota 2.888.510.000 2.841.780.000 970.703.000 1.534.629.200 1.564.245.000 -38,94%
12 Dinas Perhubungan 249.910.000 2.740.885.000 4.759.865.000 3.826.768.000 3.762.242.500 26,80%
13 Dinas Pendapatan Daerah 57.200.000 367.793.000 714.930.000 3.606.579.250 3.831.726.575 54,76%
14 Dinas Perindustrian dan
Perdagangan . Koperasi & UKM
504.340.000 389.868.000 928.627.000 239.714.600 2.544.470.700 -42,04%
15 Dinas Urusan Pangan 1.767.135.000 3.686.407.588 6.754.834.630 11.006.680.276 9.857.498.990 31,12%
16 Dinas Kependudukan. Keluarga
Berencana dan Capil
233.860.100 757.301.000 1.304.122.500 3.312.977.500 4.131.168.000 47,87%
17 Dinas Sosial. Tenaga Kerja &
Pemberdayaan
2.687.850.000 803.695.000 2.077.770.000 2.881.125.000 3.553.686.760 -31,58%
18 Dinas Pariwisata. Kebudayaan.
Informasi & Komunikasi
821.260.200 687.330.000 1.614.695.000 3.335.787.970 3.906.920.000 26,04%
19 Kantor Pemuda dan Olaharaga
- - 1.016.052.000 1.454.172.000 2.244.852.000 32,68%
20 Kantor Pengendalian Dampak
Lingkungan Daerah
281.111.000 251.000.000 1.233.135.000 2.332.690.552 2.676.657.900 31,91%
21 Kantor Pelayanan Perizinan
Terpadu & PMD
92.015.000 111.000.000 404.500.000 885.964.600 931.001.650 37,21%
22 Kantor Arsip dan Perpustakaan
Daerah
30.775.000 143.440.000 495.840.800 979.800.660 989.961.000 50,01%
23 Satuan Polisi Pamong Praja 707.500.000 452.500.000 459.370.000 4.318.624.100 5.139.614.100 12,62%
24 Kecamatan Pontianak Barat 344.270.000 462.300.000 823.070.000 1.736.410.500 2.367.206.000 37,15%
25 Kecamatan Pontianak Kota 643.030.000 548.815.000 1.796.015.000 3.019.143.000 3.062.147.200 23,55%
26 Kecamatan Pontianak Selatan
474.638.000 711.500.000 1.005.005.000 2.090.668.450 1.957.023.000 26,90%
27 Kecamatan Pontianak Timur
399.662.000 492.500.000 529.230.000 1.490.700.000 1.932.604.000 28,29%
28 Kecamatan Pontianak Utara 380.940.000 696.786.000 1.998.939.000 2.848.156.000 2.746.202.200 34,14%
29 Kecamatan Pontianak Tenggara
- - - 350.000.000 1.902.253.500 81,60%
Total Belanja Langsung 82.013.169.563 89.737.326.663 237.027.162.604 317.414.907.407 327.196.044.390 21.65%
Sumber : Bappeda Kota Pontianak

Jika dilihat dari segi penggunaannya selama periode 2004-2008 hampir setiap tahun anggaran belanja
langsung terdapat peningkatan sebagai contoh pada Bidang sarana dan prasarana infrastruktur yang dalam hal
penanganannya ditangani langsung oleh Dinas Pekjerjaan Umum, dimana pada tahun 2004 ditargetkan belanja
langsung sebesar Rp. 32.269.268.000, tahun 2005 terdapat penurunan sedikit jika dibandingkan dengan tahun
sebelumnya menjadi Rp. 26.465.190.162 sedangkan dalam kurun waktu 3 (tiga) tahun kedepan mengalami
peningkatan yang cukup signifikan dimana pada tahun 2006 di targetkan menjadi Rp.57.998.204.340 dan tahun
2007 menjadi Rp. 92.121.855.320 sedangkan tahun 2008 target belanja langsung meningkat menjadi Rp.
118.400.918.990.
Pada bidang kesehatan dimana penangannya ditangani oleh Dinas Kesehatan anggaran belanja langsung
pada tahun 2004 ditargetkan sebesar Rp. 7.266.544.500 kemudian meningkat di tahun 2005 menjadi Rp.
8.483.553.000 dan meningkat kembali menjadi Rp. 16.125.078.050 di tahun 2006 dan pada tahun 2007 meningkat
menjadi Rp. 17.138.903.320 sedangkan untuk tahun 2008 belanja langsung yang ditargetkan sebesar Rp.
18.053.387.240 sehingga jika dirata-ratakan peningkatan selama periode 2004-2008 sebesar 18,18 %. Untuk
bidang pendidikan dimana yang menanganinya adalah Dinas Pendidikan dalam periode 2004-2008 mempunyai
rata-rata peningkatan belanja langsung sebesar 44,37 %. Hal ini dapat dilihat dimana pada tahun 2004 ditargetkan
sebesar Rp. 3.751.335.000 kemudian pada tahun 2005 meningkat menjadi Rp. 12.283.395.500. tahun 2006
meningkat menjadi Rp. 33.794.725.500 dan tahun 2007 menjadi Rp. 44.834.365.500 sedangkan pada tahun 2008
total anggaran yang ditargetkan sebesar Rp. 55.851.111.150.


Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM)
Kota Pontianak Tahun 2010-2014

58
Tabel. 5.10
Rekapitulasi Realisasi Belanja Langsung SKPD Tahun 2004-2008

No Unit Kerja
Tahuan Anggaran R
2004 2005 2006 2007 2008 ( % )
1 2 3 4 5 6 7 8
1 Sekretariat Daerah 18.867.704.600 4.020.008.245 48.754.936.770 36.429.361.412 107.903.000 -103,81
2 Sekretariat DPRD 3.556.900.000 619.175.300 3.438.291.100 11.420.118.111 1.544.007.766 -107,52
3 Badan Kepegawaian Dan
Pendayagunaan SDA Daerah
451.860.000 114.395.300 279.999.656 4.911.862.700 685.896.525 -47,18
4 BAPPEDA 945.274.135 1.323.441.800 2.433.822.500 4.108.018.417 308.509.851 38,32
5 Badan Pengawas Daerah 36.390.000 341.750.000 277.235.000 1.188.193.182 174.921.748 47,58
6 Badan Pengelola Keuangan &
Kekayaan Daerah
- 2.890.807.498 26.112.720.955 16.182.379.718 1.723.264.650 42,52
7 Dinas Pendidikan 3.733.403.000 8.415.345.000 31.626.249.940 38.300.035.083 48,82
8 Dinas Kesehatan 6.622.891.693 6.615.575.090 15.202.444.000 15.911.961.927 262.618.533 20,28
9 Dinas Pekerjaan Umum(PU)
29.426.888.191 24.135.638.020 56.263.432.876 87.185.638.746 7.104.846.758 23,55
10 Dinas Kebersihan dan Pertamanan
2.522.818.610 3.625.553.646 12.202.211.303 13.169.845.964 1.440.448.112 36,02
11 Dinas Tata Kota 615.070.100 829.640.097 898.833.700 1.474.055.636 63.789.090 24,19
12 Dinas Perhubungan 595.577.950 2.723.093.556 3.154.080.650 3.575.944.485 239.158.839 34,53
13 Dinas Pendapatan Daerah 57.200.000 349.416.000 694.464.200 3.262.173.918 166.082.960 70,68
14 Dinas Perindustrian dan
Perdagangan . Koperasi & UKM
444.951.950 387.390.800 866.549.500 215.163.334 132.910.814 -87,43
15 Dinas Urusan Pangan 1.491.817.762 3.651.246.488 6.694.215.237 10.147.381.436 296.628.268 46,21
16 Dinas Kependudukan. Keluarga
Berencana dan Capil
171.835.100 755.795.150 1.225.549.000 2.812.693.197 272.032.981 57,34
17 Dinas Sosial. Tenaga Kerja &
Pemberdayaan
2.309.862.500 774.515.000 1.954.969.000 2.684.920.846 157.267.443 -36,89
18 Dinas Pariwisata. Kebudayaan.
Informasi & Komunikasi
582.599.450 687.195.200 1.611.417.500 3.306.816.446 365.704.222 41,28
19 Kantor Pemuda dan Olaharaga 815.902.000 1.437.453.790 224.731.000 0,00
20 Kantor Pengendalian Dampak
Lingkungan Daerah
265.703.855 246.895.100 1.018.144.450 2.286.004.617 50.631.733 41,20
21 Kantor Pelayanan Perizinan
Terpadu & PMD
92.015.000 110.500.000 387.212.500 821.761.931 88.266.218 47,02
22 Kantor Arsip dan Perpustakaan
Daerah
30.775.000 121.400.000 495.840.800 954.482.505 134.573.096 66,07
23 Satuan Polisi Pamong Praja 587.475.000 418.412.500 447.145.000 3.933.606.817 553.578.882 18,22
24 Kecamatan Pontianak Barat 292.630.000 459.000.000 821.620.000 1.679.083.838 211.221.476 43,82
25 Kecamatan Pontianak Kota 561.725.000 548.415.000 1.020.715.000 2.943.834.394 104.268.850 36,39
26 Kecamatan Pontianak Selatan
470.700.000 711.500.000 986.035.000 1.840.214.813 109.131.908 36,03
27 Kecamatan Pontianak Timur
382.662.000 492.500.000 529.230.000 1.387.556.749 66.458.727 30,37
28 Kecamatan Pontianak Utara 380.300.000 434.286.000 1.944.869.650 2.732.896.055 78.392.796 39,65
29 Kecamatan Pontianak Tenggara
- - - 350.000.000 - 0,00
Total Belanja Langsung 69.327.477.600 80.502.230.761 224.892.652.443 280.471.054.126 86.894.184.774 25,12
Sumber : Bappeda Kota Pontianak

Perkembangan belanja langsung SKPD dapat dilihat dari tabel diatas dimana menunjukkan realisasi
selama kurun waktu periode 2004-2008. Jika dilihat dari perkembangannya selama 4 (empat) tahun terakhir
pembiayaan belanja langsung cenderung menagalami peningkatan, hal ini dapat dilihat dimana pada tahun 2004
jumlah belanja langsung terealisasi sebesar Rp. 69.327.477.600 atau 84,53% dari target yang ditetapkan, untuk
tahun 2005 terdapat sedikit pergeseran dimana terealisasi sebesar Rp. 80.502.230.761 atau 89,71% dari target
sedangkan pada tahun 2006 jumlah belanja langsung yang terealisasi sebesar Rp. 224.892.652.443 atau 94,88%
dari besar target yang ditetapkan dan tahun 2007 menurun menjadi Rp. 280.471.054.126 atau 88,36% dari target.
Untuk tahun 2008 sampai dengan semester I telah terealisasi sebesar Rp. 16.667.246.246 atau 5,09 % dari target
yang ditetapkan.



Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM)
Kota Pontianak Tahun 2010-2014

59
Tabel. 5.11
Komposisi Belanja Langsung SKPD Tahun 2004-2008

No Unit Kerja
Tahuan Anggaran R
2004 2005 2006 2007 2008 ( % )
1 2 3 4 5 6 7 8
1 Sekretariat Daerah 24,99% 5,73% 21,95% 14,16% 8,36% -105.72%
2 Sekretariat DPRD 4,71% 3,58% 1,55% 4,47% 4,25% -32.56%
3 Badan Kepegawaian Dan
Pendayagunaan SDA Daerah
0,60% 0,21% 0,13% 2,40% 2,13% -51.54%
4 BAPPEDA 1,25% 1,63% 1,10% 1,40% 1,51% -1.15%
5 Badan Pengawas Daerah 0,05% 0,47% 0,12% 0,44% 0,46% -37.75%
6 Badan Pengelola Keuangan &
Kekayaan Daerah
0,00% 6,13% 11,75% 6,47% 2,43% 22.01%
7 Dinas Pendidikan 4,95% 14,92% 14,24% 14,48% 17,07% 21.25%
8 Dinas Kesehatan 8,77% 10,31% 6,84% 5,54% 5,52% -19.78%
9 Dinas Pekerjaan Umum(PU) 38,98% 32,15% 25,33% 29,76% 36,19% -11.10%
10 Dinas Kebersihan dan Pertamanan 3,34% 5,25% 5,49% 4,33% 4,02% 4.69%
11 Dinas Tata Kota 0,81% 3,45% 0,40% 0,50% 0,48% -219.51%
12 Dinas Perhubungan 0,79% 3,33% 1,42% 1,24% 1,15% -24.36%
13 Dinas Pendapatan Daerah 0,08% 0,45% 0,31% 1,17% 1,17% 37.76%
14 Dinas Perindustrian dan Perdagangan
. Koperasi & UKM
0,59% 0,47% 0,39% 0,08% 0,78% -149.86%
15 Dinas Urusan Pangan 1,98% 4,48% 3,01% 3,56% 3,01% 7.50%
16 Dinas Kependudukan. Keluarga
Berencana dan Capil
0,23% 0,92% 0,55% 1,07% 1,26% 18.98%
17 Dinas Sosial. Tenaga Kerja &
Pemberdayaan
3,06% 0,98% 0,88% 0,93% 1,09% -72.95%
18 Dinas Pariwisata. Kebudayaan.
Informasi & Komunikasi
0,77% 0,84% 0,73% 1,08% 1,19% 8.38%
19 Kantor Pemuda dan Olaharaga 0,00% 0,00% 0,37% 0,47% 0,69% 0.00%
20 Kantor Pengendalian Dampak
Lingkungan Daerah
0,35% 0,30% 0,46% 0,75% 0,82% 19.08%
21 Kantor Pelayanan Perizinan Terpadu &
PMD
0,12% 0,13% 0,17% 0,29% 0,28% 23.78%
22 Kantor Arsip dan Perpustakaan
Daerah
0,04% 0,17% 0,22% 0,32% 0,30% 42.67%
23 Satuan Polisi Pamong Praja 0,78% 0,55% 0,20% 1,40% 1,57% -43.04%
24 Kecamatan Pontianak Barat 0,39% 0,56% 0,37% 0,56% 0,72% 4.40%
25 Kecamatan Pontianak Kota 0,74% 0,67% 0,46% 0,98% 0,94% -1.27%
26 Kecamatan Pontianak Selatan 0,62% 0,86% 0,44% 0,68% 0,60% -10.87%
27 Kecamatan Pontianak Timur 0,51% 0,60% 0,24% 0,48% 0,59% -28.45%
28 Kecamatan Pontianak Utara 0,50% 0,85% 0,88% 0,92% 0,84% 16.22%
29 Kecamatan Pontianak Tenggara 0,00% 0,00% 0,00% 0,11% 0,58% 0.00%
Total Belanja Langsung 100,00% 100,00% 100,00% 100,00% 100,00%
Sumber : Bappeda Kota Pontianak


5.3. Kebijakan Umum Belanja Daerah
Belanja Daerah Kota Pontianak diarahkan pada peningkatan proporsi belanja untuk kepentingan publik
dengan tetap mengedepankan efisiensi, efektivitas dan penghematan sesuai dengan prioritas yang nantinya
diharapkan dapat memberikan dukungan program-program strategis daerah.
Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM)
Kota Pontianak Tahun 2010-2014

60
Secara garis besar belanja daerah dipergunakan untuk mendanai pelaksanaan urusan yang terdiri dari
urusan wajib dan urusan pilihan. Belanja penyelenggaraan urusan wajib diperuntukkan untuk meningkatkan
kualitas kehidupan masyarakat yang diwujudkan dalam bentuk peningkatan palayanan dasar pendidikan.
kesehatan. sosial maupun sarana infrastruktur yang layak bagi masyarakat.
Sebagai instrumen kebijakan, APBD menduduki posisi sentral dalam upaya pengembangan kapabilitas
dan efektivitas pemerintah daerah. APBD digunakan sebagai alat untuk menentukan besarnya pendapatan dan
pengeluaran, membantu pengambilan keputusan dan perencanaan pembangunan, otorisasi pengeluaran di masa-
masa yang akan datang, sumber pengembangan ukuran-ukuran standar untuk evaluasi kinerja, alat untuk
memotivasi para pegawai, dan alat koordinasi bagi semua aktivitas dari berbagai unit kerja. Dalam kaitan ini,
proses penyusunan dan pelaksanaan APBD Kota Pontianak difokuskan pada upaya untuk mendukung
pelaksanaan program dan aktivitas yang menjadi preferensi daerah.
Untuk 6 (enam) tahun kedepan, diproyeksikan anggaran belanja langsung per Satuan Kerja Perangkat
Daerah (SKPD) rata-rata tumbuh sebesar 2% pertahun. Anggaran belanja langsung akan lebih besar proporsinya
dibanding anggaran belanja tidak langsung. Untuk sektor yang menjadi prioritas pembangunan mendapatkan
proporsi anggaran yang relatif lebih besar dibanding sektor lainnya. Sektor Pendidikan mendapatkan proporsi
anggaran rata-rata pertumbuhan sebesar 6% pertahun. Pada tahun 2009 anggaran yang dialokasikan sebesar Rp.
61.564.541.982, dan meningkat pada tahun 2014 menjadi Rp. 82.293.037.608. Sektor Kesehatan memperoleh
anggaran rata-rata pertumbuhan sebesar 5% pertahun dimana pada tahun 2009 dianggarkan sebesar Rp.
23.205.047.394, dan pada tahun 2014 direncanakan anggaran sebesar Rp. 29.592.102.935. Untuk infrastruktur
yang merupakan prioritas baik Pemerintah Pusat maupun Pemerintah Daerah memperoleh rata-rata pertumbuhan
sebesar 14% pertahun. Untuk anggaran tahun 2009 direncanakan sebesar Rp. 86.360.665.300 dan untuk tahun
2014 dianggarkan sebesar Rp. 167.492.841.748.
Adapun proyeksi anggaran per SKPD untuk 6 (enam) tahun kedepan dapat dilihat pada tebel sebagai
berikut:
Tabel. 5.12
Rencana Belanja Langsung Menurut Kewenangan & Urusan Pemerintahan Tahun 2009-2014

URUSAN PEMERINTAHAN
DAERAH
TAHUN
2009 2010 2011 2012 2013 2014
URUSAN WAJIB 343.882.150.428 358.546.402.182 378.777.063.025 407.356.827.841 436.451.746.517 469.342.184.720
PENDIDIKAN 61.564.541.982 64.642.769.081 69.167.762.917 76.084.539.208 79.127.920.777 82.293.037.608
Dinas Pendidikan 61.564.541.982 64.642.769.081 69.167.762.917 76.084.539.208 79.127.920.777 82.293.037.608
KESEHATAN 23.205.047.394 24.365.299.764 25.827.217.750 27.893.395.169 28.730.197.025 29.592.102.935
Dinas Kesehatan 23.205.047.394 24.365.299.764 25.827.217.750 27.893.395.169 28.730.197.025 29.592.102.935
PEKERJAAN UMUM 86.360.665.300 94.996.731.830 106.396.339.650 122.355.790.597 143.156.274.999 167.492.841.748
Dinas Pekerjaan Umum 86.360.665.300 94.996.731.830 106.396.339.650 122.355.790.597 143.156.274.999 167.492.841.748
PENATAAN RUANG 2.219.051.873 2.285.623.429 2.377.048.366 2.495.900.785 2.595.736.816 2.699.566.289
Dinas Tata Ruang & Perumahan 2.219.051.873 2.285.623.429 2.377.048.366 2.495.900.785 2.595.736.816 2.699.566.289
PERENCANAAN PEMBANGUNAN 5.270.352.048 5.375.759.089 5.537.031.862 5.758.513.136 5.931.268.530 6.109.206.586
Badan Perencanaan Pembangunan
Daerah
5.270.352.048 5.375.759.089 5.537.031.862 5.758.513.136 5.931.268.530 6.109.206.586
PERHUBUNGAN 6.689.517.900 6.756.413.079 6.857.759.275 6.994.914.461 7.134.812.750 7.277.509.005
Dinas Perhubungan, Komunikasi &
Informatika
6.689.517.900 6.756.413.079 6.857.759.275 6.994.914.461 7.134.812.750 7.277.509.005
LINGKUNGAN HIDUP 20.311.244.517 20.514.356.962 20.719.500.532 21.030.293.040 21.450.898.901 21.879.916.879
Dinas Kebersihan dan Pertamanan 17.722.525.000 17.899.750.250 18.078.747.753 18.349.928.969 18.716.927.548 19.091.266.099
Badan Lingkungan Hidup 2.588.719.517 2.614.606.712 2.640.752.779 2.680.364.071 2.733.971.352 2.788.650.779
KEPEND. CATATAN SIPIL, KB &
PEMBERDAYAAN PEREMPUAN
6.121.655.492 6.182.872.047 6.259.623.042 6.368.663.496 6.496.036.766 6.625.957.502
Dinas Kependudukan dan Catatan
Sipil
2.954.905.874 2.984.454.933 3.029.221.757 3.089.806.192 3.151.602.316 3.214.634.362
Badan Pemberdayaan Perempuan
& Keluarga Berencana
3.166.749.618 3.198.417.114 3.230.401.285 3.278.857.305 3.344.434.451 3.411.323.140
SOSIAL, TENAKER & PEMBERD.
MASYARAKAT
4.388.756.479 4.432.644.044 4.495.510.631 4.572.398.766 4.663.846.741 4.757.123.676
Dinas Sosial Dan Tenaga Kerja 2.553.098.369 2.578.629.353 2.604.415.646 2.643.481.881 2.696.351.519 2.750.278.549
Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM)
Kota Pontianak Tahun 2010-2014

61
URUSAN PEMERINTAHAN
DAERAH
TAHUN
2009 2010 2011 2012 2013 2014
Kantor Pemberdayaan Masyarakat 1.835.658.110 1.854.014.691 1.891.094.985 1.928.916.885 1.967.495.222 2.006.845.127
KOPERASI DAN USAHA KECIL
MENENGAH
3.048.656.057 3.079.142.618 3.109.934.044 3.156.583.054 3.219.714.715 3.284.109.010
Dinas Perindustrian, Perdagangan,
Koperasi & UKM
3.048.656.057 3.079.142.618 3.109.934.044 3.156.583.054 3.219.714.715 3.284.109.010
PENANAMAN MODAL 977.551.733 946.372.525 955.836.250 970.173.794 989.577.270 1.009.368.815
Badan Pelayanan Perizinan
Terpadu
937.002.500 946.372.525 955.836.250 970.173.794 989.577.270 1.009.368.815
KEBUDAYAAN DAN
PARIWISATA
2.819.365.069 2.847.558.720 2.876.034.307 2.919.174.821 2.977.558.318 3.037.109.484
Dinas Kebudayaan Dan Pariwisata 2.819.365.069 2.847.558.720 2.876.034.307 2.919.174.821 2.977.558.318 3.037.109.484
PEMUDA DAN OLAHRAGA 2.200.987.000 2.222.996.870 2.245.226.839 2.278.905.241 2.324.483.346 2.370.973.013
Dinas Pemuda dan Olahraga 2.200.987.000 2.222.996.870 2.245.226.839 2.278.905.241 2.324.483.346 2.370.973.013
KESATUAN BANGSA & POLITIK
DALAM NEGERI
8.120.479.700 8.201.684.497 8.309.823.681 8.460.985.211 8.630.204.916 8.802.809.014
Kantor Kesatuan Bangsa, Politik &
Perlindungan Masy.
2.947.739.200 2.977.216.592 3.006.988.758 3.052.093.589 3.113.135.461 3.175.398.170
Satuan Polisi Pamong Praja 5.172.740.500 5.224.467.905 5.302.834.924 5.408.891.622 5.517.069.454 5.627.410.844
PEMERINTAHAN UMUM 100.243.330.584 101.245.763.890 103.075.200.364 105.278.333.789 108.057.331.019 110.912.111.111
DP RD - - - - - -
Kepala Daerah & Wakil Kepala
Daerah
- - - - - -
Sekretaris Daerah 59.092.019.150 59.682.939.342 60.876.598.128 62.398.513.082 64.270.468.474 66.198.582.528
Sekretariat DPRD 17.174.890.050 17.346.638.951 17.606.838.535 17.870.941.113 18.228.359.935 18.592.927.134
Inspektorat Daerah 2.239.894.000 2.262.292.940 2.284.915.869 2.319.189.607 2.365.573.400 2.412.884.868
Dinas Pendapatan Daerah 4.682.531.375 4.729.356.689 4.823.943.823 4.944.542.418 5.092.878.691 5.245.665.051
Kecamatan Pontianak Barat 2.835.204.300 2.863.556.343 2.906.509.688 2.950.107.333 3.009.109.480 3.069.291.670
Kecamatan Pontianak Timur 2.683.494.801 2.710.329.749 2.750.984.695 2.792.249.466 2.848.094.455 2.905.056.344
Kecamatan Pontianak Selatan 2.719.906.474 2.747.105.539 2.788.312.122 2.830.136.804 2.886.739.540 2.944.474.331
Kecamatan Pontianak Utara 3.027.741.421 3.058.018.835 3.103.889.118 3.150.447.455 3.213.456.404 3.277.725.532
Kecamatan Pontianak Kota 3.021.349.957 3.051.563.457 3.097.336.908 3.143.796.962 3.206.672.901 3.270.806.359
Kecamatan Pontianak Tenggara 2.766.299.056 2.793.962.047 2.835.871.477 2.878.409.549 2.935.977.740 2.994.697.295
KEARSIPAN & PERPUSTAKAAN 1.173.652.600 1.185.389.126 1.197.243.017 1.215.201.663 1.239.505.696 1.264.295.810
Kantor Perpustakaan, Arsip &
Dokumentasi
1.173.652.600 1.185.389.126 1.197.243.017 1.215.201.663 1.239.505.696 1.264.295.810
KEPEGAWAIAN 7.955.901.600 8.035.460.616 8.115.815.222 8.237.552.450 8.402.303.500 8.570.349.569
Badan Kepegawaian Daerah 7.955.901.600 8.035.460.616 8.115.815.222 8.237.552.450 8.402.303.500 8.570.349.569
KETAHANAN PANGAN 1.211.393.100 1.229.563.997 1.254.155.276 1.285.509.158 1.324.074.433 1.363.796.666
Kantor Ketahanan Pangan &
Penyuluhan Daerah
1.211.393.100 1.229.563.997 1.254.155.276 1.285.509.158 1.324.074.433 1.363.796.666
URUSAN PILIHAN 10.829.472.200 10.937.766.922 11.047.144.591 11.212.851.760 11.437.108.795 11.665.850.971
Dinas Pertanian, Perikanan &
Kehutanan
9.329.472.200 9.422.766.922 9.516.994.591 9.659.749.510 9.852.944.500 10.050.003.390
Pelaksana Harian Narkotika &
Penanggulangan HIV-AIDS
1.500.000.000 1.515.000.000 1.530.150.000 1.553.102.250 1.584.164.295 1.615.847.581
TOTAL BEL. LANGSUNG 354.711.622.628 369.484.169.104 389.824.207.616 418.569.679.601 447.888.855.312 481.008.035.691
Sumber: Hasil analisis

Proyeksi anggaran belanja tidak langsung untuk 6 (enam) tahun kedepan diproyeksikan meningkat 1%
pertahun setiap SKPD. Adapun proyeksi anggaran tersebut dapat dilihat pada tabel dibawah ini:

Tabel. 5.13
Rencana Belanja Tidak Langsung Menurut Kewenangan & Urusan Pemerintahan Daerah
Tahun 2009-2014
URUSAN PEMERINTAHAN DAERAH
TAHUN
2009 2010 2011 2012 2013 2014
URUSAN WAJIB 353.308.658.700 356.841.745.287 360.410.162.740 364.014.264.367 367.654.407.011 371.330.951.081
PENDIDIKAN 193.481.563.000 195.416.378.630 197.370.542.416 199.344.247.840 201.337.690.319 203.351.067.222
Dinas Pendidikan 193.481.563.000 195.416.378.630 197.370.542.416 199.344.247.840 201.337.690.319 203.351.067.222
KESEHATAN 26.961.321.000 27.230.934.210 27.503.243.552 27.778.275.988 28.056.058.747 28.336.619.335
Dinas Kesehatan 26.961.321.000 27.230.934.210 27.503.243.552 27.778.275.988 28.056.058.747 28.336.619.335
PEKERJAAN UMUM 6.323.303.000 6.386.536.030 6.450.401.390 6.514.905.404 6.580.054.458 6.645.855.003
Dinas Pekerjaan Umum 6.323.303.000 6.386.536.030 6.450.401.390 6.514.905.404 6.580.054.458 6.645.855.003
PENATAAN RUANG 2.632.171.000 2.658.492.710 2.685.077.637 2.711.928.413 2.739.047.698 2.766.438.175
Dinas Tata Ruang & Perumahan 2.632.171.000 2.658.492.710 2.685.077.637 2.711.928.413 2.739.047.698 2.766.438.175
PERENCANAAN PEMBANGUNAN 2.117.128.000 2.138.299.280 2.159.682.273 2.181.279.096 2.203.091.886 2.225.122.805
Badan Perencanaan Pembangunan
Daerah
2.117.128.000 2.138.299.280 2.159.682.273 2.181.279.096 2.203.091.886 2.225.122.805
PERHUBUNGAN 3.608.123.000 3.644.204.230 3.680.646.272 3.717.452.735 3.754.627.262 3.792.173.535
Dinas Perhubungan, Komunikasi &
Informatika
3.608.123.000 3.644.204.230 3.680.646.272 3.717.452.735 3.754.627.262 3.792.173.535
Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM)
Kota Pontianak Tahun 2010-2014

62
URUSAN PEMERINTAHAN DAERAH
TAHUN
2009 2010 2011 2012 2013 2014
LINGKUNGAN HIDUP 3.859.080.000 3.897.670.800 3.936.647.508 3.976.013.983 4.015.774.123 4.055.931.864
Dinas Kebersihan dan Pertamanan 2.837.830.000 2.866.208.300 2.894.870.383 2.923.819.087 2.953.057.278 2.982.587.850
Badan Lingkungan Hidup 1.021.250.000 1.031.462.500 1.041.777.125 1.052.194.896 1.062.716.845 1.073.344.014
KEPEND. CAPIL, KB DAN
PEMBER.DAYAAN PEREMPUAN
7.963.609.000 8.043.245.090 8.123.677.541 8.204.914.316 8.286.963.459 8.369.833.094
Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil 5.056.321.000 5.106.884.210 5.157.953.052 5.209.532.583 5.261.627.908 5.314.244.188
Badan Pemberdayaan Perempuan &
Keluarga Berencana
2.907.288.000 2.936.360.880 2.965.724.489 2.995.381.734 3.025.335.551 3.055.588.907
SOSNAKER & PEMBERD.
MASYARAKAT
3.648.405.000 3.684.889.050 3.721.737.941 3.758.955.320 3.796.544.873 3.834.510.322
Dinas Sosial Dan Tenaga Kerja 2.543.770.000 2.569.207.700 2.594.899.777 2.620.848.775 2.647.057.263 2.673.527.835
Kantor Pemberdayaan Masyarakat 1.104.635.000 1.115.681.350 1.126.838.164 1.138.106.545 1.149.487.611 1.160.982.487
KOPERASI DAN USAHA KECIL
MENENGAH
3.910.605.000 3.949.711.050 3.989.208.161 4.029.100.242 4.069.391.245 4.110.085.157
Dinas Perindustrian, Perdagangan,
Koperasi &UKM
3.910.605.000 3.949.711.050 3.989.208.161 4.029.100.242 4.069.391.245 4.110.085.157
PENANAMAN MODAL 1.911.833.000 1.930.951.330 1.950.260.843 1.969.763.452 1.989.461.086 2.009.355.697
Badan Pelayanan Perizinan Terpadu 1.911.833.000 1.930.951.330 1.950.260.843 1.969.763.452 1.989.461.086 2.009.355.697
KEBUDAYAAN DAN PARIWISATA 2.200.207.000 2.222.209.070 2.244.431.161 2.266.875.472 2.289.544.227 2.312.439.669
Dinas Kebudayaan Dan Pariwisata 2.200.207.000 2.222.209.070 2.244.431.161 2.266.875.472 2.289.544.227 2.312.439.669
PEMUDA DAN OLAHRAGA 1.894.193.000 1.913.134.930 1.932.266.279 1.951.588.942 1.971.104.832 1.990.815.880
Dinas Pemuda dan Olahraga 1.894.193.000 1.913.134.930 1.932.266.279 1.951.588.942 1.971.104.832 1.990.815.880
KESATUAN BANGSA & POLITIK DLM
NEGERI
4.565.238.000 4.610.890.380 4.656.999.284 4.703.569.277 4.750.604.969 4.798.111.019
Kantor Kesatuan Bangsa, Politik &
Perlindungan Masy.
1.004.778.000 1.014.825.780 1.024.974.038 1.035.223.778 1.045.576.016 1.056.031.776
Satuan Polisi Pamong Praja
3.560.460.000 3.596.064.600 3.632.025.246 3.668.345.498 3.705.028.953 3.742.079.243
PEMERINTAHAN UMUM 78.008.897.700 78.788.986.677 79.576.876.544 80.372.645.309 81.176.371.762 81.988.135.480
Dewan Perwakilan Rakyat Daerah 8.492.837.900 8.577.766.279 8.663.543.942 8.750.179.381 8.837.681.175 8.926.057.987
Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah 694.828.000 701.776.280 708.794.043 715.881.983 723.040.803 730.271.211
Sekretaris Daerah 37.139.124.000 37.510.515.240 37.885.620.392 38.264.476.596 38.647.121.362 39.033.592.576
Sekretariat DPRD 1.720.297.800 1.737.500.778 1.754.875.786 1.772.424.544 1.790.148.789 1.808.050.277
Inspektorat Daerah 3.204.854.000 3.236.902.540 3.269.271.565 3.301.964.281 3.334.983.924 3.368.333.763
Dinas Pendapatan Daerah
5.675.026.000 5.731.776.260 5.789.094.023 5.846.984.963 5.905.454.812 5.964.509.361
Kecamatan Pontianak Barat 3.485.350.000 3.520.203.500 3.555.405.535 3.590.959.590 3.626.869.186 3.663.137.878
Kecamatan Pontianak Timur 3.780.349.000 3.818.152.490 3.856.334.015 3.894.897.355 3.933.846.329 3.973.184.792
Kecamatan Pontianak Selatan 3.752.125.000 3.789.646.250 3.827.542.713 3.865.818.140 3.904.476.321 3.943.521.084
Kecamatan Pontianak Utara 3.091.270.000 3.122.182.700 3.153.404.527 3.184.938.572 3.216.787.958 3.248.955.838
Kecamatan Pontianak Kota 3.493.289.000 3.528.221.890 3.563.504.109 3.599.139.150 3.635.130.541 3.671.481.847
Kecamatan Pontianak Tenggara 3.479.547.000 3.514.342.470 3.549.485.895 3.584.980.754 3.620.830.561 3.657.038.867
KEARSIPAN DAN PERPUSTAKAAN 1.104.287.000 1.115.329.870 1.126.483.169 1.137.748.000 1.149.125.480 1.160.616.735
Kantor Perpustakaan, Arsip &
Dokumentasi
1.104.287.000 1.115.329.870 1.126.483.169 1.137.748.000 1.149.125.480 1.160.616.735
KEPEGAWAIAN 6.409.598.000 6.473.693.980 6.538.430.920 6.603.815.229 6.669.853.381 6.736.551.915
Badan Kepegawaian Daerah 6.409.598.000 6.473.693.980 6.538.430.920 6.603.815.229 6.669.853.381 6.736.551.915
KETAHANAN PANGAN 2.709.097.000 2.736.187.970 2.763.549.850 2.791.185.348 2.819.097.202 2.847.288.174
Kantor Ketahanan Pangan &Penyuluhan
Daerah
2.709.097.000 2.736.187.970 2.763.549.850 2.791.185.348 2.819.097.202 2.847.288.174
URUSAN PILIHAN 4.682.957.000 4.729.786.570 4.777.084.436 4.824.855.280 4.873.103.833 4.921.834.871
Dinas Pertanian, Perikanan &Kehutanan 3.672.477.000 3.709.201.770 3.746.293.788 3.783.756.726 3.821.594.293 3.859.810.236
Pelaksana Harian Narkotika & Penang.
HIV-AIDS
1.010.480.000 1.020.584.800 1.030.790.648 1.041.098.554 1.051.509.540 1.062.024.635
TOTAL BEL.TAKLANGSUNG 357.991.615.700 361.571.531.857 365.187.247.176 368.839.119.647 372.527.510.844 376.252.785.952
Sumber: Hasil analisis

Selama 6 (enam) tahun kedepan belanja langsung diproyeksikan tumbuh rata-rata sebesar 3,41% dan
belanja tidak langsung tumbuh rata-rata sebesar 0,60%. Proporsi anggaran belanja langsung berbanding dengan
total anggaran adalah sebesar 49,77%, tahun 2010 makin meningkat sebesar 50,54%, untuk tahun 2011
meningkat sebesar 51,63%. Untuk 3 tahun kedepan yaitu 2012, 2013 dan 2014 proporsi anggaran belanja
langsung terhadap total anggaran sebesar 53,16%, 54,59% dan 56,11%. Sedangkan untuk belanja tidak langsung,
proporsinya terhadap total anggaran semakin menurun. Pada tahun 2009 proporsi belanja tidak langsung terhadap
total anggaran sebesar 50,23%, tahun 2010 menurun menjadi 49,46%. Dan pada tahun 2014 proporsi belanja tidak
langsung menurun menjadi 43,89% terhadap belanja langsung.
Untuk total anggaran belanja selama 6 (enam) tahun kedepan tumbuh rata-rata 2,07% pertahun. Hal ini
dapat dilihat pada tabel dibawah ini:
Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM)
Kota Pontianak Tahun 2010-2014

63


Tabel. 5.14
Rencana Belanja Daerah Kota Pontianak Tahun 2009-2014
Sumber: Hasil analisis

Untuk memastikan bahwa pengelolaan dana publik (public money) telah dilakukan sebagaimana mestinya
(sesuai konsep value for money), perlu dilakukan evaluasi terhadap hasil kerja pemerintah daerah. Evaluasi dapat
dilakukan oleh pihak internal yang dapat dilakukan oleh internal auditor maupun oleh eksternal auditor (auditor
independen). Untuk menciptakan transparansi dan akuntabilitas publik, Pemerintah Kota Pontianak perlu membuat
Laporan Keuangan yang disampaikan kepada publik. Pengawasan dari semua lapisan masyarakat dan khususnya
dari DPRD mutlak diperlukan agar otonomi yang diberikan kepada daerah dapat mencapai tujuannya.
Secara umum, arah pengelolaan belanja daerah Kota Pontianak tahun 2009-2014 dilaksanakan dengan
llangkah langkah sebagai berukut :
1. Anggaran Daerah bertumpu pada kepentingan publik.
2. Anggaran Daerah yang dikelola dengan hasil yang baik dan biaya rendah (work better and cost less).
3. Anggaran Daerah yang efektif dan efisien
4. Anggaran Daerah yang mampu memberikan transparansi dan akuntabilitas secara rasional untuk keseluruhan
siklus anggaran.
5. Anggaran Daerah harus mampu menumbuhkan profesionalisme kerja di setiap organisasi yang terkait.
6. Anggaran Daerah yang dikelola dengan pendekatan kinerja (performance oriented) untuk seluruh jenis
pengeluaran maupun pendapatan.

Anggaran Daerah harus dapat memberikan keleluasaan bagi para pelaksananya untuk memaksimalkan
pengelolaan dananya dengan memperhatikan prinsip value for money.









No Anggaran
Tahun
2009 2010 2011 2012 2013
2014
1 Belanja Langsung 354.711.622.628 369.484.169.104 389.824.207.616 418.569.679.601 447.888.855.312 481.008.035.691
2 Belanja Tidak Langsung 357.991.615.700 361.571.531.857 365.187.247.176 368.839.119.647 372.527.510.844 376.252.785.952
Jumlah 712.703.238.328 731.055.700.961 755.011.454.792 787.408.799.248 820.416.366.156 857.260.821.643
Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM)
Kota Pontianak Tahun 2010-2014

64


ARAH KEBIJAKAN UMUM






6.1. Arah Kebijakan Pembangunan Tahun 2010 - 2014

rah kebijakan pembangunan Kota Pontianak tahun 2010 2014 yang telah dirumuskan guna
mewujudkan visi dan misi Kota Pontianak Pontianak Kota Khatulistiwa Berwawasan
Lingkungan Terdepan DalamPeningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) dan Pelayanan
Publik maka disususun arah kebijakan pembangunan yang menjadi landasan dasar dalam menentukan langkah
pembangunan Kota Pontianak lima tahun kedepan.
Untuk melihat arah kebijakan pembannunan Kota Pontianak yang akan dilaksanakan lima tahun kedepan
yang dapat diuraikan sesuai dengan misi pembangunan sebagai berikut :

6.1.1. Arah kebijakan pembangunan yang ditempuh dalam Meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang
cerdas, sehat, berbudaya dan harmonis adalah sebagai berikut :

1. Upaya pemberian pembiayaan kesehatan pada masyarakat miskin dalam bentuk asuransi
kesehatan.
2. Penyediaan 6 Puskesmas rawat inap dan pelayanan dokter spesialis
3. Peningkatan kualitas pelayanan kesehatan dasar di Puskesmas
4. Mengoptimalkan posyandu untuk menekan angka kematian ibu dan anak
5. Penyediaan rumah sakit tipe C di Kota Pontianak
6. Mengoptimalkan posyandu untuk menekan angka kematian ibu dan anak.
7. Memperbanyak dokter spesialis di puskesmas
8. Meningkatkan penyuluhan kesehatan lingkungan dan reproduksi remaja
9. Peningkatan pelayanan keluarga berencana
10. Peningkatan/perluasan layanan kesehatan terkait Narkoba, HIV dan AIDS
11. Meberikan pendidikan gratis bagi keluarga miskin
12. Memberikan kesempatan pada anak terlantar dan jalan untuk mengembangkan pengetahuan serta
keterampilan
13. Mengoptimalkan dan membentuk balai pelatihan teknologi padat karya di setiap kelurahan
bekerjasama dengan LPM
14. Mendorong peningkatan sarana dan prasarana perpustakaan yang lebih dekat kemasyarakat
15. Membangun sarana dan prasarana untuk SD, SMP, SMA dan SMK
16. Mewujudkan sekolah berstandar nasional dan internasional untuk SMP, SMA dan SMK
17. Mengembangkan pendidikan berbasis lapangan kerja
18. Meningkatkan budaya toleransi di masyarakat untuk menciptakan keharmonisan dan kerukunan

6.1.2. Arah kebijakan pembangunan yang ditempuh dengan Meningkatkan pemberdayaan perempuan dan
pemuda adalah sebagai berikut :

1. Pemberian pelatiahan dan modal bergulir untuk indudtri rumah tangga
A

Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM)
Kota Pontianak Tahun 2010-2014

65
2. Memberikan kesempatan kaum perempuan untuk ikut andil dalam kancah politik
3. Memberikan perhatian kepada organisasi yang membela permasalahan yang dihadapi kaum
perempuan
4. Menekan angka KDRT dan menyediakan pusat konsultasi keluarga
5. Meningkatkan persentase pegawai perempuan dalam jabatan struktural
6. Memberikan pelatihan dan kemudahan akses permodalan kepada organisasi kepemudaan
7. Memberikan penghargaan kepada pemuda yang berprestasi
8. Menjadikan kelompok pemuda sebagai mitra pemerintah dalam menangani masalah di Kota
Pontianak

6.1.3. Arah kebijakan pembagunan yang ditempuh dalam upaya Meningkatkan pertumbuhan ekonomi yang
lebih merata dan mengurangi pengangguran adalah sebagai berikut :

1. Percepatan pemerataan pertubuhan ekonomi antar kawasan/kecamatan
2. Meningkatkan kerjasama tingkat sektoral, destinasi, SDM pariwisata, kualitas produk dan pelayanan
pariwisata
3. Penataan ODTW yang berbasis tepian sungai
4. Meningkatkan promosi pariwisata melalui media cetak dan elektronik
5. Meningkatkan iklim investasi agar lebih kondusif yang bersifat pada karya disektor skunder dan tersier
6. Menyediakan tempat berusaha bagi pedegang informal
7. Memberikan pendampingan guna meningkatkan kualitas dan kuantitas produk home industri
8. Mengoptimalkan sarana dan prasarana pertanian, perikanan serta peternakan
9. Meningkatkan pengawasan dan pengendalian pangan.
10. Meningkatan pengelolaan dan pemanfaatan sumberdaya perikanan
11. Merevitalisasi koperasi sebagai soko guru perekonomian masyarakat
12. Memberikan kemudahan perizinan pada semua pelaku ekonomi
13. Membentuk kelompok kelompok usaha bagi siswa SMK Sejas kelas II
14. Memberikan insentif untuk investasi yang menyerap tenaga kerja

6.1.4. Arah kebijakan pembangunan yang ditempuh dalam upaya Meningkatkan Keamanan dan ketertiban
Untuk Mendukung Terciptanya IklimInvestasi Yang Kondusif adalah sebagai berikut :
1. Meningkatkan keamanan dan ketertiban berbasis kemasyarakatan.
2. Meningkatkan koordinasi antara pemerintah daerah dan aparat keamanan
3. Menjalin kemitraan antara mayarakat dan aparat keamanan (POLMAS).
4. Mengaktifkan koordinasi antar pemerintah daerah dan aparatur keamanan
5. Meningkatkan budaya toleransi antar suku dan agama

6.1.5. Arah kebijakan pembangunan di tempuh dalam Meningkatkan Sarana dan Prasarana Dasar Perkotaan
Untuk Menunjang Perkembangan Perdagangan dan J asa adalah sebagai berikut :
1. Meningkatkan kuantitas dan kualitas jalan sesuai dengan kebutuhan dan dinamika pertumbuhan kota
2. Meningkatkan kualitas dan kuantitas drainase untuk mengatasi genangan air
3. Mengurangi permukiman kumh melalui kemitraan antara pemerintah dan masyarakat
4. Perbaikan 500 s/d 1.000 unit rumah kumuh setiap tahun melalui bantuan bahan bangunan untuk
keluarga miskin
5. Pembangunan jalan lingkungan melalui keswadayaan masyarakat
6. Meningkatkan kemampuan penanganan sampah di TPA dengan manajemen persampahan yang baik
dan melanjutkan program CDM
Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM)
Kota Pontianak Tahun 2010-2014

66
7. Meningkatkan kesadaran dan peran serta masayarakat terhadap kebersihan linkungan
8. Meningkatkan meningkatkan penataan penghijauan dan pemerliharaan taman kota
9. Penataan angkutan umum perkotaan yang layak dalam pelayanan
10. Mempercepatnya terwujudnya jalan lingkar luar
11. Penyediaan sarana dan prasarana olahraga guna peningkatan prestasi atlet
12. Perluasan pelayanan air bersih
6.1.6. Arah kebijakan pembangunan di tempuh dalam Mewujudkan Tata Ruang, Tata Kota dan Wilayah yang
Seimbang dan Berwawasan Lingkungan dapat diuraikan sebagai berikut :
1. Meningkatkan kualitas fisik lingkungan hidup yang lebih seimbang, tidak melebihi ambang batas baku
mutu lingkungan
2. Meningkatkan kualitas tata ruang kota yang berwawasan lingkungan
3. Meningkatkan pengawasan dalam penerapan aturan pendirian bangunan
4. Mengurangi penggunaan material kayu dalam pembangunan
5. Mempercepat pemanfaatan kawasan perdagangan

6.1.7. Arah kebijakan pembangunan di tempuh dalam Meningkatkan prisip prinsip good governance,
ketaatan hukummasyarakat dan Perundang undangan yang Berlaku adalah sebagai berikut :
1. Menyusun rencana pembangunan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
2. Meningkatkan komunikasi dengan masyarakat meningkatkan kualitas sdm dan fasilitas komunikasi.
3. Meningkatkan kelembagaan ekonomi masyarakat.
4. Meningkatkan pembinaan pengelolaan keuangan dan laporan kepada SKPD.
5. Meningkatkan kesadaran hukum masyarakat melalui penyuluhan hukum terutama peraturan daerah.
6. Memproiritaskan penyelenggaraan pemerintahan, pembangunan, sosial kemasyarakatan
berdasarkan aspirasi masyarakat.
7. Meningkatkan sumber daya aparatur ( SDM), meningkatkan disiplin aparatur, meningkatkan kinerja
pns menerapkan pembinaan pns melalui sistem karir dan prestasi kerja.
8. Memberikan pelayanan prima kepada masyarakat, memberikan kemudahan perizinan pada semua
pelaku ekonomi.
9. Menerapkan sistem dan pertanggungjawaban pengelolaan keuangan dan aset serta mensertifikasi
aset pemerintah daerah.
10. Peningkatan peran lembaga kecamatan dalam permasalahan pembangunan pemberdayaan lembaga
sosial dan ekonomi masyarakat


6.2. Program Prioritas Pembangunan
Program prioritas pembangunan Kota Pontianak tahun 2010 2014 merupakan instrumen kebijakan
pembangunan yang utama dalam mencapai sasaran dan tujuan yang diinginkan dalam kurun waktu lima tahun
kedepan. Untuk melihat program prioritas pembangunan lima tahun kedepan berdasarkan strategi, sasaran, tujuan
dan kebijakan pembangunan Kota Pontianak dapat di uraikan sebagai berikut :
6.2.1. Misi Pertama Meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang cerdas, sehat, berbudaya dan
harmonis dengan strategi pembangunan keberpihakan dan pemberdayaan kepada masyarakat
menengah kebawah untuk memperoleh kemudahan akses layanan pendidikan, kesehatan, sosial dan
budaya dengan tujuan pembangunan sebagai berikut :
6.2.1.1. Meningkatkan derajat kesehatan masyarakat dengan sasaran yang ingin dicapai meningkatnya kualitas
pelayanan kesehatan masyarakat dengan kebijakan pembangunan sebagai berikut :
Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM)
Kota Pontianak Tahun 2010-2014

67
a. Penyediaan pembiayaan kesehatan bagi masyarakat miskin dalam bentuk asuransi kesehatan
dengan program prioritas pembangunan sebagai berikut

a.1. Program upaya kesehatan masyarakat dengan kegiatan prioritas sebagai berikut :
- Kemitraan asuransi kesehatan masyarakat

b. Penyediaan 6 Puskesmas rawat inap dan pelayanan dokter spesialis dengan program prioritas
pembangunan sebagai berikut :

b.1. Program upaya kesehatan masyarakat dengan kegiatan prioritas sebagai berikut :
- Pembangunan ruang poliklimik dan rumah sakit
- Penambahan tenaga medis dan paramedis

c. Mengoptimalkan posyandu untuk menekan angka kematian ibu dan anak dengan program prioritas
pembangunan sebagai berikut :

c.1. Program upaya kesehatan masyarakat dengan kegiatan prioritas sebagai berikut :
- Posyandu permanent

d. Peningkatan pelayanan keluarga berencana dengan program prioritas sebagai berikut :

d.1. Program keluarga berencana dengan kegiatan sebagai berikut :
- Operasional pengayoman peserta KB
- Penyuluhan KB

e. Peningkatan/perluasan layanan kesehatan terkait Narkoba, HIV dan AIDS dengan program prioritas
sebagai berikut :

e.1. Program peningkatan penanggulangan narkoba, PMS termasuk HIV/AIDS dengan kegiatan
prioritas sebagai berikut :
- Sosialisasi pelatihan dan advokasi penanggulangan HIV dan AIDS serta Narkoba
- Pilot projet kecamatan pontianak utara bebas NARKOBA

6.2.1.2 Meningkatkan kualitas pendidikan masyarakat dengan sasaran yang ingin dicapai berkurangnya jumlah
keluarga miskin yang tidak dapat menyekolahkan anaknya, mempasilitasi pembinaan anak - anak yang
terjaring razia masalah sosial ( anak terlantar ), gelandangan dan pengemis, meningkatkan minat baca
mayarakat dengan mengembangkan budaya membaca seta terciptanya kerapian, kecepatan dan
kecukupan dalam penataan arsip dengan kebijakan pembangunan sebagai berikut :

a. Memberikan pendidikan gratis bagi keluarga miskin dengan program prioritas pembangunan sebagai
berikut :

a.1. Program wajib belajar 12 ( dua belas ) tahun dengan kegiatan prioritas sebagai berikut :
- Penyediaan beasiswa bagi keluarga tidak mampu
- Kegiatan pendataan anak putus sekolah
- Kegiatan pendidikan gratis bagi anak miskin untuk siswa SD, SMP, SMA dan SMK

b. Memberikan kesempatan pada anak terlantar dan jalanan untuk mengembangkan pengetahuan dan
keterampilan dengan program prioritas pembangunan sebagai berikut :
Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM)
Kota Pontianak Tahun 2010-2014

68

b.1. Program pembinaan anak terlantar dengan kegiatan prioritas sebagai berikut :
- Pelatihan ketrampilan dan praktek belajar kerja bagi anak terlantar


c. Menyediakan pusat kursus yang modern dan murah untuk meningkatkan kualitas anak didik dan anak
putus sekolah dengan program prioritas pembangunan sebagai berikut :

c.1. Program pemberdayaan partisipasi masyarakat dalam proses pembangunan dengan kegiatan
sebagai berikut :
- Pelatihan reparasi HP kelompok masyarakat tidak mampu

c.2. Program peningkatan partisipasi masyarakat dalam membangun kelurahan dengan kegiatan
prioritas sebagai berikut :
- Pembinaan kelompok masyarakat kelurahan
- Pembangunan masyarakat kelurahan

d. Mendorong peningkatan sarana dan prasarana perpustakaan yang lebih dekat kemasyarakat dengan
program prioritas pembangunan sebagai berikut :

d.1. Program pengembangan budaya baca dan pembinaan perpustakaan dengan kegiatan prioritas
sebagai berikut :
- Pembinaan perpustakaan sekolah dan pilot project
- Oprasional perpustakaan keliling
- Peningkatan perpustakaan umum

e. Penyelamatan arsip dan pelestarian arsip daerah dengan program prioritas pembangunan sebagai
berikut :

e.1. Program penyelamatan dan pelestarian dokumen dan arsip daerah dengan kegiatan prioritas
sebagai berikut :
- Akusisi arsip, pembinaan kearsipan
- Peningkatan ruang arsip aktif dan inaktif
- Penyelamatan arsip audio visual

6.2.1.2. Meningkatkan keharmonisan masyarakat dan toleransi beragama dengan sasaran Meningkatnya budaya
toleransi beragama dan keharnonisan masyarakat dengan kebijakan pembangunan yang diambil adalah
sebagai berikut :

a. Meningkatkan budaya toleransi di masyarakat untuk menciptakan keharmonisan dan kerukunan
dengan program prioritas pembangunan sebagai berikut :

a.1. Program pendidikan politik masyarakat dengan kegiatan prioritas sebagai berikut :
- Penyuluhan kepada masyarakat
- Penyusunan data best partai politik


6.2.2. Misi kedua Meningkatkan pemberdayaan perempuan dan pemuda dengan strategi pembangunan
keberpihakan dan pemberdayaan kepada kaum perempuan dan pemuda guna meningkatkan peran serta
mereka dalam kegiatan pembangunan dengan tujuan pembangunan sebagai berikut :
Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM)
Kota Pontianak Tahun 2010-2014

69
6.2.2.1. Meningkatkan pemberdayaan perempuan dengan sasaran yang ingin dicapai tersedianya permodalan dan
pelatihan bagi industri rumah tangga, berkurangnya angka KDRT dan tersedianya pusat konsultasi
keluarga dengan kebijakan pembangunan ditetapkan adalah sebagai berikut :

a. Pemberian pelatihan dan modal bergulir untuk industri rumah tangga dengan program prioritas
pembangunan sebagai berikut :

a.1. Program peningkatan kemampuan teknologi industri dengan kegiatan prioritas sebagai berikut :
- Pembinaan kemampuan teknologi home industri
- Pelatihan Industri kecil dan menangah
- Pemberian bantuan modal usaha kecil home industri

a.2. Program peningkatan peduli perempuan dan anak dengan kegiatan prioritas sebagai berikut :
- Pelatihan bagi pelatih (TOT) SDM pelayanan dan pendampingan korban KDRT


6.2.2.2. Meningkatkan pemberdayaan pemuda dengan sasaran yang ingin dicapai tersedianya permodalan dan
pelatihan bagi organisasi kepemudaan, Meningkatnya jumlah pemuda berprestasi serta dijadikannya
kelompok pemuda sebagai mitra pemerintah dalam menangani masalah Kota Pontianak dengan
kebijakan pembangunan ditetapkan adalah sebagai berikut :

a. Memberikan pelatihan dan kemudahan askes permodalan kepada organisasi kepemudaan dengan
program prioritas pembangunan sebagai berikut :

a.1. Program peningkatan peran serta kepemudaan dengan kegiatan prioritas sebagai berikut :
- Pendidikan dan pelatihan dasar kepemimpinan pemuda pada level ( IV )

a.2. Program pemberdayaan kelembagaan kesejahteraan social dengan kegiatan prioritas sebagai
berikut :
- Rehabilitasi sarana dan prasarana tempat anak terlantar

b. Memberikan penghargaan kepada pemuda yang berprestasi dengan program prioritas pembangunan
sebagai berikut :

b.1. Program pengembangan kebijakan dan manajemen olah raga dengan kegiatan prioritas sebagai
berikut :
- Pemberian penghargaan bagi insan yang berdedikasi dan berprestasi

c. Menjadikan kelompok pemuda sebagai mitra pemerintah dalam menangani masalah Kota Pontianak
dengan program prioritas pembangunan sebagai berikut :

c.1. Program pembinaan dan pemasyarakatan olah raga dengan kegiatan prioritas sebagai berikut :
- Pembinaan cabang olahraga prestasi di tingkat daerah

c.2. Program pengembangan sarana dan prasarana olah raga dengan kegiatan prioritas sebagai
berikut :
- Pengadaan matras olah raga pada tingkat SMP dan SMA


Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM)
Kota Pontianak Tahun 2010-2014

70
6.2.3. Misi Ketiga Meningkatkan pertumbuhan ekonomi yang lebih merata dan mengurangi
pengangguran dengan strategi pembangunan percepatan pembangunan perekonomian dengan
memberikan kemudahan memperoleh dan menciptakan lapangan kerja melalui penggalian potensi wisata
dan pemberdayaan usaha kecil menengah dengan pola kemitraan pemerintah, swasta dan masyarakat
dengan tujuan pembangunan sebagai berikut :
6.2.3.1. Meningkatkan pertumbuhan yang lebih merata dengan sasaran yang ingin dicapai ketimpangan wilayah
antar kawasan/kecamatan makin mengecil, pengembangan dan pengelolaan nilai, kekayaan dan
keragaman budaya dengan kebijakan pembangunan ditetapkan adalah sebagai berikut :

a. Percepatan pemerataan pertumbuhan ekonomi antar kawasan/kecamatan dengan program prioritas
pembangunan sebagai berikut :

a.1 Program penciptaan iklim usaha usaha kecil menengah yang kondusif dengan kegiatan prioritas
sebagai berikut :
- Penyusunan kebijakan tentang usaha kecil menengah
- Fasilitasi kemudahan formalisasi badan usaha kecil menengah

b. Meningkatkan kerjasama tingkat sektoral, destinasi, sumber daya manusia pariwisata, kualitas produk
dan pelayanan pariwisata dengan program prioritas pembangunan sebagai berikut :

b.1. Program Pengembangan destinasi pariwisata dengan kegiatan prioritas sebagai berikut :
- Pengembangan dan penataan obyek pariwisata unggulan
- Penyusunan kebijakan dan pengaturan pengembangan distinasi pariwisata

b.2. Program pengembangan pemasaran pariwisata dengan kegiatan prioritas sebagai berikut :
- Peningkatan pemanfaatan teknologi informasi dalam pemasaran pariwisata
- Analisa Pasar wisata

b.3. Program pengembangan jaringan kerja sama promosi pariwisata dengan kegiatan prioritas
sebagai berikut :
- Pengadaan dan pendistribusian bahan promosi gerakan sadar Wisata
- Gerakan sadar wisata bagi masyarakat sekitar objek wisata
- Penyuluhan Sapta Pesona bagi masyarakat dan dunia usaha
- Mengikuti dan menyelenggarakan promosi pariwisata dalam/ luar negari

6.2.3.2. Mengurangi pengangguran dengan sasaran yang ingin dicapai Meningkatnya kelompok-kelompok usaha
yang terbentuk bagi siswa SMK sejak kelas II dengan kebijakan pembangunan ditetapkan adalah sebagai
berikut :

a. Membentuk kelompok-kelompok usaha bagi siswa SMK sejak kelas II dengan program prioritas
pembangunan sebagai berikut :

a.1. Program pengembangan industri kecil dan menengah dengan kegiatan prioritas sebagai berikut :
- Fasilitasi peningkatan mutu produk industri kecil dan menengah
- Pemberian fasilitas kemudahan akses perbankan baigi industri kecil dan menengah

a.2. Program penciptaan iklim usaha kecil menengah yang kondusif dengan kegiatan prioritas
sebagai berikut :
- Fasilitasi pengembangan usaha kecil menengah untuk siswa SMK dan SMA
Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM)
Kota Pontianak Tahun 2010-2014

71

6.2.4. Misi Keempat Meningkatkan keamanan dan ketertiban untuk mendukung terciptanya iklim
investasi yang kondusif dengan strategi pembangunan peningkatan kesadaran hukum dan pemberian
perlindungan serta kepastian hukum kepada pelaku ekonomi dan masyarakat dengan tujuan
pembangunan sebagai berikut :
6.2.4.1. Meningkatkan keamanan dan ketertiban dengan sasaran yang ingin dicapai Terjalinnya kerjasama antara
pemerintah dan aparatur keamanan dalam menciptakan rasa aman di masyarakat dengan kebijakan
pembangunan ditetapkan adalah sebagai berikut :
a. Meningkatkan koordinasi antara pemerintah daerah dan aparatur keamanan dengan program prioritas
pembangunan sebagai berikut :

a.1. Program pemeliharaan kantrantibmas dan pencegahan tindak kriminal dengan kegiatan prioritas
sebagai berikut :
- Peningkatan kerjasama dengan aparat keamanan dalam teknik pencegahan kejahatan
- Peningkatan kapasitas aparat dalam rangka pelaksanaan siskamswakarsa di daerah

6.2.5. Misi Kelima Meningkatkan sarana dan prasarana dasar perkotaan untuk menunjang
perkembangan perdagangan dan jasa dengan strategi Pembangunan sarana dan prasarana
kebutuhan dasar perkotaan dan infrastruktur guna menunjang perekonomian dengan tujuan
pembangunan sebagai berikut :
6.2.5.1 Meningkatkan Sarana dan prasarana dasar perkotaan dengan sasaran yang ingin dicapai Menurunnya
Ruas jalan yang mengalami kemacetan, meningkatnya kualitas dan lebar jembatan, meningkatnya ruas
jalan yang bebas genangan, menurunnya luas wilayah genangan air, meningkatnya saluran drainase
dengan konstruksi yang memadai, menurunnya rumah tidak layak huni masyarakat perkotaan,
berkurangnya tumpukan sampah di jalan kota serta meningkatnya ruang terbuka hijau dan taman kota
dengan kebijakan pembangunan ditetapkan adalah sebagai berikut :
a. Meningkatkan kuantitas & kualitas jalan sesuai dengan kebutuhan dan dinamika pertumbuhan kota
dengan program prioritas pembangunan sebagai berikut :

a.1. Program perencanaan prasarana wilayah dan SDA dengan kegiatan prioritas sebagai berikut:
- Team penanganan jalan kota
- Monitoring pelaksanaan kegiatan kebinamargaan

a.2. Program peningkatan sarana dan prasarana Kebinamargaan dengan kegiatan prioritas sebagai
berikut :
- Pembangunan dan pemeliharaan sarana dan prasarana kebinamargaan dan PJU

a.3. Program Pembangunan Jalan dan Jembatan dengan kegiatan prioritas sebagai berikut :
- Pembangunan jalan
- Pembangunan jembatan

a.4. Program rehabilitasi / pemeliharaan jalan dan jembatan dengan kegiatan prioritas sebagai berikut
:
- Pemeliharaan rutin jalan kota
- Peningkatan jalan kota
- Pemeliharaan periodik jalan kota (DAK)
- Pemeliharaan periodik jalan kota
- Peningkatan jalan dan penggantian jembatan
Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM)
Kota Pontianak Tahun 2010-2014

72

b. Meningkatkan kualitas dan kuantitas drainase untuk mengatasi genangan air dengan program
prioritas pembangunan sebagai berikut :

b.1. Program pembangunan saluran drainase dan gorong-gorong dengan kegiatan prioritas sebagai
berikut :
- Pembangunan saluran/drainase kota

b.2 Program pembangunan turap/talud dan bronjong dengan kegiatan prioritas sebagai berikut :
- Pembangunan turap/talud saluran primer/sekunder
- pembangunan turap sungai kapuas dan sungai landak


b.3. Program pengembangan dan pengelolaan jaringan irigasi, rawa dan jaringan pengairan lainnya
dengan kegiatan prioritas sebagai berikut :
- Peningkatan saluran
- Perbaikan tebing sungai
- Pemeliharaan saluran
- Pemeliharaan peralatan

b.4. Program pengendalian banjir dengan kegiatan prioritas sebagai berikut :
- Normalisasi saluran
- Operasional pintu air Parit Tokaya
- Data base kawasan rawan banjir

b.5. Program pengembangan , pengelolaan dan konversi sungai, danau dan sumber air lainnya
dengan kegiatan prioritas sebagai berikut :
- Pembuatan masterplan drainase kota
- Perencanaan teknis bidang SDA

b.6. Program perencanaan pengembangan wilayah strategis dan cepat tumbuh
- Revisi rencana tata ruang wilayah (RTRW) Kota Pontianak
-
c. Mengurangi permukiman kumuh melalui kemitraan antara pemerintah dan masyarakat dengan
program prioritas pembangunan sebagai berikut :

c.1. Program penyehatan lingkungan perumahan dan permukiman dengan kegiatan prioritas sebagai
berikut :
- Penataan kawasan permukiman kumuh

c.2. Program pemberdayaan komunitas perumahan dengan kegiatan prioritas sebagai berikut :
- Pemberdayaan masyarakat dalam pembangunan

d. Perbaikan 500 s/d 1000 unit rumah kumuh setiap tahun melalui bantuan bangunan untuk keluarga
miskin dengan program prioritas pembangunan sebagai berikut :

d.1. Program pengembangan perumahan dengan kegiatan prioritas sebagai berikut :
- Fasilitasi pembangunan rusunami dan rusunawa
- Pengembangan kasiba dan lisiba
Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM)
Kota Pontianak Tahun 2010-2014

73
- Pemanfatan hasil teknologi perumahan
- Penyusunan NSPM bidang perumahan Kota Pontianak
- Pengawasan dan pengendalian pengelolaan perumahan
- Pengembangan SDM bidang perumahan

d.2. Program perbaikan rumah akibat bencana alam/social dengan kegiatan prioritas sebagai berikut :
- Perbaikan rumah akibat bencana alam/sosial

e. Pembangunan jalan lingkungan melalui keswadayaan masyarakat dengan program prioritas
pembangunan sebagai berikut :
e.1. Program pembangunan infrastruktur perdesaan dengan kegiatan prioritas sebagai berikut :
- Bantuan material jalan lingkungan (swadaya)

e.2. Program lingkungan sehat perumahan dengan kegiatan prioritas sebagai berikut :
- Revitalisasi kawasan kumuh perkotaan

f. Meningkatkan kesadaran masyarakat dari bahaya kebakaran dengan program prioritas pembangunan
sebagai berikut :

f.1. Program peningkatan kesiagaan dan pencegahan bahaya kebakaran dengan kegiatan prioritas
sebagai berikut :
- Penyuluhan bahaya kebakaran
- Pembuatan perda proteksi kebakaran gedung

g. Meningkatkan kemampuan penanganan sampah di TPA dan manajemen persampahan yang baik
dengan melanjutkan Program CDM program prioritas pembangunan sebagai berikut :

g.1. Program pengembangan kinerja pengelolaan persampahan dengan kegiatan prioritas sebagai
berikut :
- Sosialisasi penanganan sampah 3R
- Operasional penyapuan kebersihan pasar dan jalan kota
- Pengangkutan dengan sistem swakelola dari TPS ke TPA

h. Meningkatkan penghijauan dan pemerliharaan taman kota dengan program prioritas pembangunan
sebagai berikut :

h.1. Program penataan dan pemeliharaan taman/ ruang terbuka hijau (RTH) dengan kegiatan
prioritas sebagai berikut :
- Pengadaan kendaraan dan alat angkut sampahdan truk clif
- Pengelolaan TPA dan IPLT
- Penataan / pemelihraan dan RTH
- Pendataan dan sertifikasi pohon peneduh
- Penyusunan master plan TPA

h.2. Program rehabilitasi hutan dan lahan dengan kegiatan prioritas sebagai berikut :
- Penghijauan Kota Pontianak

6.2.5.2. Peningkatan sarana penunjang pengembangan perdagangan dan jasa dengan sasaran pembangunan
yang ingin dicapai menciptakan angkutan kota yang massa, tertib, aman, murah dan lancar, meningkatnya
Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM)
Kota Pontianak Tahun 2010-2014

74
Aksesibilitas dan kelancaran lalu lintas dan Meningkatnya pelayanan air bersih dengan kebijakan
pembangunan sebagai berikut :

a. Penataan angkutan umum perkotaan yang layak dalam pelayanan dengan program prioritas
pembangunan sebagai berikut :

a.1. Program peningkatan pelayanan angkutan dengan kegiatan prioritas sebagai berikut :
- Angkutan massal berbasis jalan kota Pontianak

a.2. Program pembangunan prasarana dan fasilitas perhubungan dengan kegiatan prioritas sebagai
berikut :
- Perencanaan pembangunan prasarana dan fasilitas perhubungan

a.3. Program rehabilitasi dan pemeliharaan prasarana dan fasilitas LLAJ dengan kegiatan prioritas
sebagai berikut :
- Rehabilitasi/pemeliharaan terminal/pelabuhan
- Rehabilitasi dan pemeliharaan rutin traffic light
- Pengecatan marka jalan

a.4. Program pembangunan sarana dan prasarana perhubungan dengan kegiatan prioritas sebagai
berikut :
- Pembangunan /pemeliharaan terminal/pelabuhan

a.5. Program pengendalian dan pengamanan lalu lintas dengan kegiatan prioritas sebagai berikut :
- Penataan perparkiran
- Pengaturan dan penjagaan lalu lintas rutin dan khusus
- Pengawasan lalu lintas
- Pengadaan rambu - rambu lalu lintas

a.6. Program peningkatan kelayakan pengoperasian kendaraan bermotor dengan kegiatan prioritas
sebagai berikut :
- Pelaksanaan uji petik kendaraan bermotor
- Pembangunan balai pengujian kendaraan bermotor
- Pengadaan alat penguji kendaraan
- Oprasional balai pengujian kendaraan bermotor

b. Mempercepat terwujudnya jalan lingkar luar dengan program prioritas pembangunan sebagai berikut:

b.1. Program penataan dan pengelolaan aset daerah dengan kegiatan prioritas sebagai berikut :
- Pengadaan tanah pembangunan jalan kota pontianak
- Perluasan pelayanan air bersih dengan program prioritas pembangunan sebagai berikut :

b.2. Program penyediaan dan pengolahan air baku dengan kegiatan prioritas sebagai berikut :
- Peningkatan air bersih (DAK)

b.3. Program pengembangan dan pengelolaan jaringan irigasi, rawa dan jaringan pengairan lainnya
dengan kegiatan prioritas sebagai berikut :
- Pembangunan jaringan pipa distribusi
- pembangunan intake air bersih

Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM)
Kota Pontianak Tahun 2010-2014

75
b.4. Program pengembangan kinerja pengelolaan air minum dan air limbah dengan kegiatan prioritas
sebagai berikut :
- Pembangunan jaringan pipa distribusi
- Penggantian pipa jaringan distribusi
- Pembuatan boster jaringan air bersih

c. Meningkatkan pelayanan dan kinerja aparatur pemerintah dengan program prioritas pembangunan
sebagai berikut :

c.1. Program Peningkatan sarana dan prasarana aparatur dengan kegiatan prioritas sebagai berikut :
- Pembangunan gedung kantor, rumah jabatan/dinas
- Revitalisasi gedung bersejarah
- Pembangunan pasar tradisional/mdern
- Pembangunan fasilitas umum & sosial lainnya
- Revitalisasi & rehabilitasi bangunan gedung

6.2.6. Misi Keenam Mewujudkan tata ruang, tata kota dan wilayah yang seimbang dan berwawasan
lingkungan dengan strategi pembangunan peningkatan pengendalian dan pengawasan terhadap
pemanfaatan ruang dengan tujuan pembangunan sebagai berikut :

6.2.6.1. Mewujudkan penataan ruang & kota yang berwawasan lingkungan dengan sasaran yang ingin dicapai
tersedianya sarana dan prasarana pengawasan pencemaran air dan udara, tersedianya sarana dan
prasarana pengawasan pencemaran air dan udara, tersedianya perencanaan kawasan-kawasan strategis
dan cepat tumbuh, meningkatnya pengendalian penataan ruang dengan kebijakan pembangunan
ditetapkan adalah sebagai berikut :

a. Meningkatkan kualitas fisik lingkungan hidup yang lebih seimbang, tidak melebihi ambang batas baku
mutu lingkungan dengan program prioritas pembangunan sebagai berikut :

a.1. Program pengendalian pencemaran dan perusakan lingkungan hidup dengan kegiatan prioritas
sebagai berikut :
- Koordinasi penilaian kota sehat/ adipura
- Pemantauan kualitas lingkungan
- Peningkatan kinerja perusahaan (Proper)
- Koordinasi pembahasan amdal
- Peningkatan peran serta masyarakat dalam pengendalian lingkungan hidup

a.2. Program peningkatan kualitas dan akses informasi sumber daya alam dan lingkungan hidup
dengan kegiatan prioritas sebagai berikut :
- Pengembangan data dan informasi lingkungan
- Peningkatan kapasitas adiwiyata

a.3. Program peningkatan pengendalian polusi dengan kegiatan prioritas sebagai berikut :
- Pengujian emisi kendaraan bermotor
- Pengujian emisi/polusi udara akibat aktivitas industri
- Pengendalian limbah kegiatan usaha
- Pengawasan limbah kegiatan usaha
- Pengadaan sarana dan prasarana penunjang kegiatan pengawasan dan pengendalian
Pencemaran lingkungan hidup
- Pengujian kualitas udara ambient dan kebisingan sarang burung walet
Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM)
Kota Pontianak Tahun 2010-2014

76

a.4. Program pengendalian kebakaran hutan dengan kegiatan prioritas sebagai berikut :
- Koordinasi pengendalian kebakaran hutan

b. Meningkatkan kualitas tata ruang kota yang berwawasan lingkungan dengan program prioritas
pembangunan sebagai berikut :

b.1. Program perencanaan tata ruang dengan kegiatan prioritas sebagai berikut :
- Penyusunan rencana detail tata ruang (RDRT)
- Penyusunan GSB, DMJ dan GSS
- Penataan dan pengendalian bangunan billboard/ megatron di kota pontianak
- Perencanaan dan penyusunan peraturan teknis reklame

b.2. Program pemanfaatan ruang dengan kegiatan prioritas sebagai berikut :
- Pembuatan peraturan Walikota tentang bangunan
- Penyusunan norma, standar dan kriteria pemanfaatan ruang
- Updating data sistem informasi bangunan kota pontianak
- Sistem informasi advis planning

b.1. Program penilaian kelayakan fungsi bangunan gedung dengan kegiatan prioritas sebagai berikut:
- Penilaian kelayakan fungsi bangunan gedung

c. Meningkatkan pengawasan pendirian bangunan dengan program prioritas pembangunan sebagai
berikut :

c.1. Program pengendalian pemanfaatan ruang dengan kegiatan prioritas sebagai berikut :
- Pengawasan dan penertiban bangunan
- Penyuluhan tata ruang dan IMB
- Penyusunan prosedur dan manual pengendalian pemanfaatan ruang
- Fasilitasi peningkatan peran serta masyarakat dalam pengendalian pemanfaatan ruang
- Penyusunan Norma, Standar dan Kriteria pemanfaatan kawasan perdagangan (aturan Isentif
dan disinsentif)

6.2.7. Misi Ketujuh Meningkatkan prisip prinsip good governance, ketaatan hukummasyarakat dan
Perundang undangan yang Berlaku dengan Strategi pembangunan peningkatan Sistem Pelayanan
Publik Dengan Menerapkan Prinsip-Prinsip Good Governance dengan tujuan pembangunan sebagai
berikut :
6.2.7.1. Meningkatkan keterbukaan, dan transparansi informasi dengan dengan sasaran yang ingin dicapai
Meningkatkan komunikasi antara pemerintah daerah dengan masyarakat dengan kebijakan
pembangunan ditetapkan adalah sebagai berikut :
a. Meningkatkan komunikasi dan akses informasi kepada masyarakat dengan program prioritas
pembangunan sebagai berikut :

a.1. Program kerja sama informasi dengan mass media dengan kegiatan prioritas sebagai berikut :
- Penyebarluasan informasi penyelenggaraan Pemerintah Daerah (mobil unit per kelurahan)
- Press release, pemasangan iklan/advertising pada media massa klarifikasi pemberitaan
melalui media cetak dan elektronik
- Penyebarluasan informasi pengembangan daerah
Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM)
Kota Pontianak Tahun 2010-2014

77
- Penyebarluasan informasi penyelenggaraan pemerintah daerah melalui situs public
- Penyebarluasan informasi yang bersifat penyuluhan bagi masyarakat
- Dialog interaktif melalui media elektronik
- Publikasi pemberitaan dan informasi melalui media cetak dan elektronik

a.2 Program peningkatan kualitas pelayanan informasi pembangunan dengan kegiatan prioritas
sebagai berikut :
- Pemberdayaan Kelompok Informasi
- Analisis Isi berita, dokumentasi foto, pembuatan kliping koran, pembuatan film dokumenter
- Peningkatan kualitas pelayanan informasi pembangunan
- Penyebarluasan informasi penyelenggaraan pemerintahan daerah (mobil unit keliling)

6.2.7.2. Meningkatkan akuntabilitas dalam pelayanan pemerintahan pembangunan dengan sasaran yang ingin
dicapai akuntabilitas seluruh SKPD dapat dipertanggungjawabkan dengan kebijakan pembangunan
ditetapkan adalah sebagai berikut :

a. Meningkatkan pembinaan pengelolaan keuangan dan laporan kepada SKPD dengan program
prioritas pembangunan sebagai berikut :

a.1. Program peningkatan profesionalisme tenaga pemeriksa dan aparatur pengawasan dengan
kegiatan prioritas sebagai berikut :
- Pendidikan dan pelatihan pengembangan tenaga pemeriksa dan aparatur pengawasan

6.2.7.3. Meningkatkan Supremasi Hukum dengan sasaran yang ingin dicapai Kesadaran hukum masyarakat
meningkat dengan kebijakan pembangunan ditetapkan adalah sebagai berikut :

a. Meningkatkan kesadaran hukum masyarakat melalui penyuluhan hukum terutama peraturan daerah
dengan program prioritas pembangunan sebagai berikut :

a.1. Program pembinaan hukum dan penegakan peraturan per-undang-undangan dengan kegiatan
prioritas sebagai berikut :
- Penyuluhan hokum
- Fasilitasi pembuatan Perda dan Perwal
- Pengkajian produk hukum
- Pembinaan dan pembinaan SJDI (sistem jaringan dan infromasi)
- Advokasi perkara dan TUN

a.2. Program perencanaan pembangunan daerah dengan kegiatan prioritas sebagai berikut :
- Forum , Musrenbang, Pelibatan Stakeholder

6.2.7.4. Meningkatkan demokratisasi dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah dengan sasaran yang ingin
dicapai meningkatkan penyerapan aspirasi masyarakat dalam penyelenggaraan pemerintahan,
pembangunan dan sosial kemasyarakatan dengan kebijakan pembangunan ditetapkan adalah sebagai
berikut :

a. Memproritaskan penyelenggaraan pemerintahan, pembangunan, sosial kemasyarakatan berdasarkan
aspirasi masyarakat dengan program prioritas pembangunan sebagai berikut :

a.1. Program pendidikan kedinasan dengan kegiatan prioritas sebagai berikut :
- Pendidikan dan pelatihan teknis
Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM)
Kota Pontianak Tahun 2010-2014

78
- Pendidikan penjenjangan struktural
- Peningkatan keterampilan dan profesionalisme

6.2.7.5. Meningkatkan daya tanggap aparatur pemerintah dengan sasaran yang ingin dicapai peningkatan kualitas
sdm dengan kebijakan pembangunan ditetapkan adalah sebagai berikut :

a. Memberikan pela-yanan prima kepada masyarakat dengan program prioritas pembangunan sebagai
berikut :
a.1. Program mengintensifikan penangan pengaduan dengan kegiatan prioritas sebagai berikut :
- Pembentukan unit teknis penanganan pengaduan masyarakat

b. Memberikan akses kemudahan informasi penanaman modal daerah dengan program prioritas
pembangunan sebagai berikut :
b.1. Program Pelayanan prima dengan kegiatan prioritas sebagai berikut :
- Percepatan pelayanan perijinan dalam lokasi satu atap
- Regulasi pelayanan perijinan
- Sosialisasi sistem informasi perijinan
- Pembinaan pegawai penyelenggaraan

c. Peningkatan kualitas data kependudukan dengan program prioritas pembangunan sebagai berikut :
c.1. Program penataan administrasi kependudukan dengan kegiatan prioritas sebagai berikut :
- Pengolahan dalam penyusunan laporan informasi kependudukan
- Implementasi sistem administrasi kependudukan (membangun, updating dan pemeliharaan)
- Pelatihan tenaga pengelola/pelaksana SIAK
- Penyediaan informasi yang dapat diakses masyarakat

6.2.7.6. Meningkatkan desentralisasi kewenangan yang lebih baik dengan sasaran yang ingin dicapai
Mendekatkan pelayanan kepada masyarakat, Meningkatnya kualitas dan kuantitas SDM yang menangani
perijinan serta meningkatkan koordinasi pembangunan kecamatan dengan masyarakat dengan kebijakan
pembangunan ditetapkan adalah sebagai berikut :

a. Peningkatan peran kecamatan dalam permasalahan pembangunan dengan program prioritas
pembangunan sebagai berikut :

a.1. Program pembangunan kecamatan dan kelurahan dengan kegiatan prioritas sebagai berikut :
- Koordinasi kerjasama permasalahan pembangunan

a.2. Program pemberdayaan masyarakat kelurahan dengan kegiatan prioritas sebagai berikut :
- Pemberdayaan organisasi masyarakat dalam pembangunan
Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM)
Kota Pontianak Tahun 2010-2014

79

PROGRAM PEMBANGUNAN DAERAH
TAHUN 2010 - 2014





7.1. Program Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD)
rogram merupakan kumpulan kegiatan-kegiatan nyata, sistematis dan terpadu dalam rangka
mencapai tujuan dan sasaran yang telah ditetapkan. Program dan kegiatan pembangunan yang
akan dilaksanakan di Kota Pontianak lima tahun kedapan (20102014), merupakan satu instrumen
kebijakan pembangunan sebagai landasan dasar bagi Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) dalam menyusun
Renstra-SKPD untuk merumuskan visi, misi tujuan, strategi, kebijakan, program dan kegiatan pembangunan yang
sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya, dalam rangka melindungi, melayani, memberdayakan dan
mesejahterakan masyarakat.
Program pembangunan lima tahun kedepan (2010 2014) dalam upaya mewujudkan visi Kota Pontianak
Pontianak Kota Khatulistiwa Berwawasan Lingkung Terdepan Dalam Peningkatan Sumber Daya Manusia
(SDM) dan Pelayanan Publik dengan misi pembangunan sebagai berikut :
7.1.1. Mewujudkan misi pertama Meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang cerdas, sehat,
berbudaya dan harmonis yang bertujuan meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, meningkatkan
kualitas pendidikan masyarakat serta meningkatkan keharmonisan masyarakat dan toleransi beragama
dengan tujuan pembangunan sebagai berikut :
7.1.1.1. Meningkatkan sumber daya manusia yang sehat merupakan urusan Bidang Kesehatan (Dinas
Kesehatan), Keluaraga Berencana (Badan Pemberdayaan Perempuan dan KB) dan Pelaksana Harian
Narkotika dan Penanggulangan HIV-AIDS ditetapkan dengan kebijakan dan dilaksanakan program
pembangunan sebagai berikut :

a. Kebijakan Pemberian pembiayaan kesehatan pada masyarakat miskin dalam bentuk asuransi
kesehatan dilaksanakan dengan program dan kegiatan sebagai berikut :
1) Program Upaya kesehatan masyarakat

b. Kebijakan Penyediaan 6 Puskesmas rawat inap, pelayanan spesialis dilaksanakan dengan
program sebagai berikut :
1) Program Upaya kesehatan masyarakat

c. Kebijakan Peningkatan kualitas pelayanan kesehatan dasar di Puskesmas dilaksanakan dengan
program sebagai berikut :
1) Program Upaya kesehatan masyarakat

d. Kebijakan Mengoptimalkan posyandu untuk menekan angka kematian ibu dan anak
dilaksanakan dengan program sebagai berikut :
1) Program Perbaikan Gizi Masyarakat
2) Program Pengadaan, Peningkatan dan Perbaikan Sarana dan Prasarana Puskesmas /
Puskesmas Pembantu dan Jaringannya
3) Program Peningkatan Pelayanan Kesehatan Anak dan Balita
4) Program Peningkatan Pelayanan Kesehatan Lansia

P

Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM)
Kota Pontianak Tahun 2010-2014

80
e. Kebijakan Mengoptimalkan posyandu untuk menekan angka kematian ibu dan anak
dilaksanakan dengan program sebagai berikut :
1) Pemberantasan dan Pencegahan Penyakit

f. Kebijakan Penyediaan rumah sakit tipe C di Kota Pontianak dilaksanakan dengan program
sebagai berikut :
1) Program Peningkatan Keselamatan Ibu melahirkan dan anak
2) Program Upaya kesehatan masyarakat
3) Program peningkatan kemitraan pelayanan kesehatan

g. Kebijakan Mengoptimalkan posyandu untuk menekan angka kematian ibu dan anak
dilaksanakan dengan program sebagai berikut :
1) Program Upaya Kesehatan Masyarakat
2) Program pengawasan obat dan makanan

h. Kebijakan Memperbanyak dokter spesialis di puskesmas dilaksanakan dengan program sebagai
berikut :
1) Program Sumber Daya Kesehatan
2) Program Pendidikan Kedinasan

i. Kebijakan Meningkatkan penyuluhan kesehatan lingkungan dan reproduksi remaja
dilaksanakan dengan program sebagai berikut :
1) Program Lingkungan Sehat Perilaku Sehat dan Pemberdayaan Masyarakat
2) Program kesehatan reproduksi remaja

j. Kebijakan Peningkatan pelayanan keluarga berencana dilaksanakan dengan program sebagai
berikut :
1) Program pelayanan kontrasepsi
2) Program keluarga berencana

k. Kebijakan Peningkatan/Perluasan Layanan Kesehatan terkait Narkoba, HIV dan AIDS
dilaksanakan dengan program sebagai berikut :
1) Program pencegahan dan penularan HIV dan AIDS
2) Program Peningkatan Penanggulangan Narkoba, PMS termasuk HIV/AIDS


7.1.1.2. Meningkatkan sumber daya manusia yang cerdas merupakan urusan Bidang Pendidikan (Dinas
Pendidikan), Sosial, Tenaga Kerja (Dinas Sosial dan Tenaga Kerja) dan Kearsipan (Kantor Arsip dan
perpustakaan Daerah) ditetapkan dengan kebijakan dan dilaksanakan program pembangunan sebagai
berikut :

a. Kebijakan Pendidikan Gratis bagi keluarga miskin dilaksanakan dengan program sebagai berikut :
1) Program Pendidikan menengah,
2) Program Pendidikan non formal
3) Program pendidikan anak usia dini (PAUD),
4) Program pembinaan anak terlantar,
5) Program pemberdayaan kelembagaan kesejateraan sosial,
6) Program peningkatan kualitas dan produktivitas tenaga kerja,
7) Program Peningkatan kesempatan kerja dan
8) Program perluasan dan penempatan kesempatan kerja.
Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM)
Kota Pontianak Tahun 2010-2014

81

b. Kebijakan Memberikan kesempatan pada anak terlantar dan jalanan untuk mengembangkan
pengetahuan dan keterampilan dilaksanakan dengan program sebagai berikut :
1) Program pembinaan anak terlantar

c. Mendorong dan menciptakan suasana yang kondusif dalam pelayanan bagi peyandang
masalah kesejahteraan sosial dilaksanakan dengan program sebagai berikut :
1) Program Pembinaan Gepeng
2) Program pemberdayaan fakir miskin, komunitas adat terpencil (KAT) dan penyandang masalah
kesejahteraan sosial (PMKS)
3) Program Pelayanan dan rehabilitasi Kesejahetraan Sosial

c. Mengoptimalkan Peran LPM dalam pelatihan teknologi padat karya dilaksanakan dengan
program sebagai berikut :
1) Program peningkatan kualitas dan produktivitas tenaga kerja
2) Program peningkatan kesempatan kerja
3) Program perluasan dan penempatan kesempatan kerja

d. Kebijakan Menyediakan pusat kursus yang moderen dan murah untuk meningkatkan kualitas
anak didik dan anak putus sekolah dilaksanakan dengan program sebagai berikut :
1) Program pemberdayaan kelembagaan kesejahteraan sosial,
2) Program peningkatan kualitas dan produktivitas tenaga kerja,
3) Program Peningkatan kesempatan kerja,
4) Program pemberdayaan partisipasi masyarakat dalam proses pembangunan,
5) Program peningkatan keberdayaan masyarakat kelurahan dan
6) Program peningkatan partisipasi masyarakat dalam pembangunan kelurahan.

e. Kebijakan membangun sarana dan prasarana untuk SD, SMP, SMA dan SMK dilaksanakan
dengan program sebagai berikut :
1) Program Pemeliharaan fasilitas pendidikan dan
2) Program Peningkatan sarana dan parasarana aparatur.

f. Kebijakan mewujudkan sekolah berstandar nasional dan internasional untuk SMP, SMA dan
SMK dilaksanakan dengan program sebagai berikut :
1) Program wajib belajar pendidikan dasar sembilan tahun,
2) Program pendidikan menengah,
3) Program Peningkatan mutupendidikan dan tenaga kependidikan dan
4) Program manajemen pelayanan pendidikan.
5) Program pengembangan budaya baca dan pembinaan perpustakaan
6) Program penyelamatan dan pelestarian dokumen/Arsip daerah

g. Kebijakan mengembangkan pendidikan berbasis lapangan kerja dilaksanakan dengan program
sebagai berikut :
1) Program Pendidikan menengah
2) Program Pendidikan non formal
3) Program pemberdayaan kelembagaan kesejahteraan sosial
4) Program peningkatan kualitas dan produktivitas tenaga kerja
5) Program peningkatan kesempatan kerja.

Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM)
Kota Pontianak Tahun 2010-2014

82
7.1.1.3. Meningkatkan sumber daya manusia yang berbudaya dan harmonis merupakan urusan bidang Kesatuan
Bangsa Politik dan Perlindungan Masyarakat (Kantor Kesbangpollinmas) dan Pemerintahan Umum
(Sekretariat Daerah) ditetapkan dengan kebijakan dan dilaksanakan program pembangunan sebagai
berikut :

a. Kebijakan Meningkatkan budaya toleransi di masyarakat untuk menciptakan keharmonisan
dan kerukunan dilaksanakan dengan program sebagai berikut :
1) Program Penerangan, Bimbingan dan Pembinaan Kerukunan Umat Beragama
2) Program Peningkatan Sarana Kehidupan Beragama Kota Pontianak
3) Program Pelayanan Ibadah Haji
4) Program pendidikan politik masyarakat


7.1.2. Dalam mewujudkan misi kedua Meningkatkan pemberdayaan perempuan dan pemuda yang
bertujuan untuk Meningkatkan Pemberdayaan Perempuan dan pemuda dilaksanakan dengan tujuan
pembangunan sebagai berikut :
7.1.2.1. Meningkatkan pemberdayaan perempuan yang merupakan urusan Bidang Pemberdayaan Perempuan
dan Perlindungan Anak ( Badan Pemberdayaan Perempuan dan KB), Pemberdayaan Masyarakat (Kantor
Pemberdayaan Masyarakat ), Perindustrian (Dinas Perindagkop dan UKM), Kesatuan Bangsa dan politik
Dalam Negeri (Kantor Kesbangpolinmas) dan Kepegawaian (Badan Kepegawaian Daerah) ditetapkan
dengan kebijakan dan dilaksanakan program pembangunan sebagai berikut :

a. Kebijakan pemberian pelatiahan dan modal bergulir untuk indudtri rumah tangga dilaksanakan
dengan program sebagai berikut :
1) Program peningkatan kemampuan teknologi industri,
2) Program Pengembangan industri kecil dan menengah,
3) Program Peningkatan keberdayaan masyarakat kelurahan,
4) Program pengembangan lembaga ekonomi kelurahan.

b. Kebijakan untuk memberikan kesempatan kaum perempuan untuk ikut andil dalam kancah
politik dilaksanakan dengan program sebagai berikut :
1) Program pendidikan dan politik masyarakat dan
2) Program meningkatkan pembinaan terhadap perempuan dan anak.

c. Kebijakan memberikan perhatian kepada organisasi yang membela permasalahan yang
dihadapi kaum perempuan dilaksanakan dengan sebagai berikut :
1) Program peningkatan peduli perempuan dan anak.

d. Menekan angka KDRT dan menyediakan pusat konsultasi keluarga dilaksanakan dengan
program sebagai berikut :
1) Program peningkatan peningkatan peduli perempuan dan anak

e. Kebijakan Meningkatkan kemampuan dan keterampilan dalam membangun ketahanan sosial
keluarga dilaksanakan dengan program sebagai berikut :
1) Program pelayanan dan rehabilitasi kesejahteraan sosial

f. Kebijakan Meningkatkan persentase pegawai perempuan dalam jabatan struktural dilaksanakan
dengan program sebagai berikut :
1) Program peningkatan kapasitas dan sumberdaya aparatur.
Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM)
Kota Pontianak Tahun 2010-2014

83

7.1.2.2. Meningkatkan pemberdayaan pemuda yang merupakan urusan Bidang Pemberdayaan
Masyarakat (Kantor Pemberdayaan Masyarakat), Pemuda dan Olahraga (Dinas Pemuda dan
Olahraga) serta Tenaga Kerja (Dinas Sosial dan Tenaga Kerja) ditetapkan dengan kebijakan dan
dilaksanakan program pembangunan sebagai berikut :

a. Kebijakan memberikan pelatihan dan kemudahan akses permodalan kepada organisasi
kepemudaan dilaksanakan dengan program sebagai berikut :
1) Program peningkatan peran serta kepemudaan,
2) Program peningkatan upaya penumbuhan kewirausahaan dan kecakapan hidup pemuda,
3) Program pemberdayaan kelembagaan kesejahteraan sosial,
4) Program peningkatan keberdayaan masyarakat kelurahan dan
5) Program pengembangan lembaga ekonomi kelurahan.

b. Kebijakan Memberikan penghargaan kepada pemuda yang berprestasi dilaksanakan dengan
program sebagai berikut :
1) Program peningkatan peran serta kepemudaan,
2) Program peningkatan upaya penumbuhan kewira usahaan dan kecakapan hidup dan
3) Program pengembangan kebijakan dan manajemen dan olah raga.

c. Kebijakan Menjadikan kelompok pemuda sebagai mitra pemerintah dalam menangani masalah
di Kota Pontianak dilaksanakan dengan program sebagai berikut :
1) Program peningkatan peranserta kepemudaan,
2) Program pembinaan dan pemasyarakatn olah raga dan
3) Program pengembangan sarana dan prasarana olah raga
4) Program pengembangan keserasian dan kebijakan pemuda
5) Program upaya pencegahan penyalahgunaan NARKOBA


7.1.3. Mewujudkan misi ketiga Meningkatkan pertumbuhan ekonomi yang lebih merata dan mengurangi
pengangguran yang bertujuan untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi yang lebih merata dan
Mengurangi pengangguran dilaksanakan dengan tujuan pembangunan pembangunan sebagai berikut:

7.1.3.1. Meningkatkan pertumbuhan ekonomi yang lebih merata yang merupakan urusan Bidang Industri,
Perdangangan, Koperasi dan UKM (Dinas Perindagkop dan UKM), Pertanian, Perikanan dan Kelautan
(Dinas Pertanian, Perikanan dan Kehutanan) , Sosial dan Tenaga Kerja (Dinas Sosial dan Tenaga Kerja),
Kebudayaan dan Pariwisata (Dinas Pariwisata dan Kebudayaan), Penanaman Modal Daerah ( BadanP2T)
dan Perencnaan Pembangunan Daerah (Badan Perencanaan Pembangunan Daerah) di tetapkan dengan
kebijakan dan dilaksanakan program pembangunan sebagai berikut :

a. Kebijakan percepatan pemerataan pertubuhan ekonomi antar kawasan/kecamatan
dilaksanakan dengan program sebagai berikut :
1) Program pengembangan sistem pendudkung usaha bagi usaha mikro kecil dan menengah,
2) Program pengembangan kewira usahaan dan keungulan kompetitif usaha kecil dan menengah,
3) Program penciptaan iklim usaha kecil menengah yang kondusif,
4) Program Pembinaan pedagang kaki lima dan asongan,
5) Program pengembangan industri kecil dan menengah,
6) Program perencanaan pemabngunan ekonomi,
7) Program perencanaan pengembangan wilayah strategis dan cepat tumbuh,
Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM)
Kota Pontianak Tahun 2010-2014

84
8) Program peningkatan kesempatan kerja,
9) Program penguatan modal masyarakat,

b. Kebijakan Mengoptimalkan sarana dan prasarana pertanian, perikanan serta peternakan
dilaksanakan dengan program sebagai berikut :
1) Pengembangan sumber daya sarana dan prasarana pertanian, perikanan dan peternakan

c. Kebijakan Meningkatkan pengawasan dan pengendalian dibidang pangan dilaksanakan dengan
program sebagai berikut :
1) Program Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit Ternak
2) Program Peningkatan produksi pertanian
3) Program Peningkatan Produksi Hasil Peternakan
4) Program Peningkatan Penerapan Teknologi Peternakan
5) Peningkatan kesejahteraan petani
6) Peningkatan Pemasaran Hasil Produksi Pertanian / Perkebunan

d. Kebijakan Peningkatan pengelolaan dan pemanfaatan sumberdaya perikanan dilaksanakan
dengan program sebagai berikut :
1) Program pengembangan budidaya perikanan
2) Program Pengembangan Kawasan Budidaya Laut, Air Payau dan Air Tawar
3) Pencegahan dan penanggulangan penyakit ikan
4) Program Pengembangan Perikanan Tangkap
5) Program optimalisasi pengelolaan dan pemasaran produksi perikanan

e. Kebijakan Percepatan penerataan pertumbuhan ekomomi antar kawasan/kecamatan
dilaksanakan dengan program sebagai berikut :
1) Program Peningkatan ketahaman pangangan
2) Program Pemberdayaan Penyuluhan Pertanian/ Perkebunan Lapangan

f. Kebijakan Meningkatkan kerjasama tingkat sektoral,destinasi,SDM pariwisata,kualitas produk
dan pelayanan pariwisata dilaksanakan dengan program sebagai berikut :
1) Program Pengembangan destinasi pariwisata
2) Penataan ODTW yang berbasis tepian sungai
3) Program Pengembangan Kemitraan

g. Kebijakan Meningkatkan promosi pariwisata melalui media cetak dan elektronik dilaksanakan
dengan program sebagai berikut :
1) Pengembangan Pemasaran Pariwisata
2) Program Pengembangan Nilai Budaya
3) Program Pengelolaan Kekayaan Budaya
4) Program Pengelolaan keragaman budaya
5) Program pengembangan kerjasama pengelolaan kekayaan budaya

h. Kebijakan Meningkatkan iklim investasi agar lebih kondusif yang bersifat pada karya disektor
skunder dan tersier dilakasanakan dengan program sebagai berikut :
1) Program penciptaan iklim usa kecil menengah yang kondusif
2) Program pengembangan industri kecil menengah
3) Program peningkatan kerjasama pedagang internasional,
4) Program pengembangan sistem pendukung usaha bagi usaha mikro dan kecil menangah,
5) Program pengembangan kewira usahaan dan keunggulan kompetitif usaha kecil dan menengah,
Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM)
Kota Pontianak Tahun 2010-2014

85
6) Program penyiapan potensi sumberdaya sarana dan prasarana daerah,
7) Program peningkatan promosi dan kerjasama investasi,
8) Program perencanaan pembangunan ekonomi,

i. Kebijakan Menyediakan tempat berusaha bagi pedegang informal dilaksanakan dengan program
program pembangunan sebagai berikut :
1) Program Pembinaan pedagang kaki lima dan apongan,
2) Program Pengembangan sarana dan parasaran pasar
3) Program Peningkatan promosi dan peningkatan kerjasama investasi.

j. Kebijakan memberikan pendampingan guna meningkatkan kualitas dan kuantitas produk
home industri dilaksanakan dengan program pembangunan sebagai berikut :
1) Program pengembangan sitem pendukung usa bagi usa mikro kecil dan menengah,
2) Program pengembangan kewirausahaan dan keunggulan kompetitif usaha kecil dan menengah,
3) Program peningkatan dan pengembangan ekspor,
4) Program perlindungan konsumen dan pengamanan pedagang,
5) Program peningkatan kemampuan teknologi industri,
6) Program peningkatan kapasitas iptek sistem produksi,
7) Program pengembangan industri kecil dan menengah,
8) Program peningkatan kualitas dan produktipitas tenaga kerja,

k. Kebijakan Merevitalisasi koperasi sebagai soko guru perekonomian masyarakat dilaksanakan
dengan program sebagai berikut :
1) Program peningkatan kualitas kelembagaan koperasi,
2) Program pengembangan kewirausahaan dan keunggulan kompetitif usaha kecil dan menengah,
3) Program pengembangan sistem pendukung usaha bagi usaha mikro kecil dan menengah dan
4) Program perencanaan pembangunan ekonomi.

7.1.3.2. Mengurangi pengangguran yang merupakan urusan Bidang Pendidikan (Dinas Pendidikan), Industri,
Perdangangan, Koperasi dan UKM ( Dinas Perindagkop dan UKM ), Sosial dan Tenaga Kerja ( Dinas
Sosial dan Tenaga Kerja), Penanaman Modal Daerah (Badan P2T), Administrasi Keuangan Daerah
(Dinas Pendapatan ) dan Perencnaan Pembangunan Daerah (Badan Perencanaan Pembangunan
Daerah) di tetapkan dengan kebijakan dan dilaksanakan program pembangunan sebagai berikut :

a. Kebijakan Membentuk kelompok kelompok usaha bagi siswa SMK Sejas kelas II dilaksanakan
dengan program sebagai berikut :
1) Program pendidikan menengah,
2) Program pendidikan non formal,
3) Program pengembangan kewirausahan dan keunggulan kompetitif usaha kecil dan menengah,
4) Program penciptaan iklim usaha kecil menengah yang kondusif,
5) Program Peningkatan kualitas dan produktivitas tenaga kerja,
6) Program peningkatan kesempatan kerja dan
7) Program perluasan dan penempatan kesempatan kerja.

b. Kebijakan Memberikan insentif untuk investasi yang menyerap tenaga kerja dilaksanakan
dengan program sebagai berikut :
1) Program peningkatan iklim investasi dan realisasi investasi,
2) Program penyiapan potensi sumberdaya sarana dan prasarana daerah,
3) Program peningkatan promosi dan kerjasama investasi,
4) Program peningkatan penerimaan daerah,
Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM)
Kota Pontianak Tahun 2010-2014

86
5) Program Pengembangan industri kecil dan menengah,
6) Program penciptaan iklim usaha kecil menengah yang kondusif,
7) Program pengembangan sentra sentra industri potencial,
8) Program pengembangan kewirausahaan dan keunggulan kompetitif usaha kecil dan menengah,
9) Program perluasan dan penempatan kesempatan kerja,
10) Program peningkatan desempatan verja,
11) Program peningkatan kualitas dan produktivitas tenaga kerja
12) Program perencanaan pembangunan ekonomi


7.1.4. Mewujudkan misi keempat Meningkatkan Keamanan dan ketertiban Untuk Mendukung Terciptanya
IklimInvestasi Yang Kondusif bertujuan untuk meningkatkan keamanan dan ketertiban dilaksanakan
dengan tujuan pembangunan sebagai berikut :

7.1.4.1. Meningkatkan keamanan dan ketertiban guna mendukung terciptanya iklim investasi yang kondusif yang
merupakan urusan Bidang Kesatuan Bangsa dan Politik Dalam Negeri (Kantor Kasbanglpolinmas dan
Satpol PP) dan Pemerintahan Umum (Kecamatan dan kelurahan) ditetapkan dengan kebijakan dan
dilaksanakan program pembangunan sebagai berikut :

a. Kebijakan Meningkatkan keamanan dan ketertiban berbasis kemasyarakatan dengan program
pembangunan sebagai berikut :
1) Program pemeliharaan kamtrantibmas dan pencegahan tindak criminal
2) Program pembauran kebangsaan dalam konteks daerah
3) Program pembinaan masyarakat untuk menjaga keamanan lingkungan
4) Program penanggulangan bencana didaerah
5) Program pembinaan Linmas di kecamatan dan kelurahan
6) Program pemberdayaan masyarakat untuk menjaga ketertiban dan keamanan
7) Program pembinaan ketentraman dan ketertiban masyarakat

b. Kebijakan Meningkatkan koordinasi antara pemerintah daerah dan aparat keamanan Program
pemberdayaan masyarakat untuk menjaga ketertiban dan keamanan dilaksanakan dengan program
sebagai berikut :
1) Program pemberdayaan masyarakat untuk menjaga ketertiban dan keamanan,
2) Program pembinaan ketentraman dan ketertiban masyarakat,
3) Program pembinaan kekuatan rakyat,
4) Program mengintensifkan penangan pengaduan masyarakat.

c. Kebijakan Menjalin kemitraan antara mayarakat dan aparat keamanan (POLMAS) dilaksanakan
dengan program sebagai berikut :
1) Program pemeliharaan kamtrantibmas dan pencegahan tindak kriminal
2) Program pendidikan politik masyarakat.
3) Program Pembinaan politik dalam negeri
4) Program pembinaan politik masyarakat

d. Kebijakan Mengaktifkan koordinasi antar pemerintah daerah dan aparatur keamanan dengan
program sebagai berikut :
1) Program pemeliharaan kantrantibmas dan pencegahan tindak kriminal.

e. Kebijakan Meningkatkan budaya toleransi antar suku dan agama dilaksanakan dengan program
pembangunan sebagai berikut :
Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM)
Kota Pontianak Tahun 2010-2014

87
1) Program pengembangan wawasan kebangsaan dan
2) Program kemitraan pengembangan wawasan kebangsaan.


7.1.5. Mewujudkan misi kelima Meningkatkan Sarana dan Prasarana Dasar Perkotaan Untuk Menunjang
Perkembangan Perdagangan dan J asa yang bertujuan untuk meningkatkan sarana dan prasarana
dasar perkotaan dan peningkatan sarana penunjang pengembangan perdagangan dan jasa
dilaksanakan dengan tujuan pembangunan sebagai berikut :

7.1.5.1. Meningkatkan sarana dan prasarana dasar perkotaan yang merupakan urusan Bidang Pekerjaan Umum
(Dinas Pekerjaan Umum), Perumahan, Penataan Ruang (Dinas Tata Ruang dan Perumahan),
Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda), Pemberdayaan Masyarakat (Kantor Pemberdayaan
Masyarakat), Lingkungan Hidup (Dinas Kebersihan dan Pertamanan) dan Pemerintahan Umum
(Kecamatan dan Kelurahan) ditetapkan dengan kebijakan dan dilaksanakan program pembangunan
sebagai berikut :

a. Kebijakan Meningkatkan kuantitas dan kualitas jalan sesuai dengan kebutuhan dan dinamika
pertumbuhan kota adapun program yang akan dilaksanakan sebagai berikut :
1) Program perencanaan prasarana wilayah dan SDA
2) Program pembangunan system informasi/data base jalan dan jembatan
3) Program peningkatan sarana dan prasarana kebinamargaan
4) Program pembangunan jalan dan jembatan
5) Program rehabilitasi/pemeliharaan jalan dan jembatan
6) Program inspeksi kondisi jalan dan jembatan
7) Program pembangunan infrastruktur

b. Kebijakan Meningkatkan kualitas dan kuantitas drainase untuk mengatasi genangan air
dilaksanakan dengan program sebagai berikut :
1) Program pembangunan saluran drainase dan gorong- gorong,
2) Program pembangunan turap/talud dan bronjong,
3) Program rehabilitasi/pemeliharaan talud dan bronjong,
4) Program pengembangan dan pengelolaan jaringan irigasi, rawa dan jaringan pengairan lainnya,
5) Program pengendalian banjir dan
6) Program pengembangan, pengelolaan dan konservasi sungai, danau dan sumber air lainnya.
7) Program Perencanaan Pengembangan Wilayah Strategis dan Cepat Tumbuh

c. Kebijakan Mengurangi permukiman kumuh melalui kemitraan antara pemerintah dan
masyarakat dilaksanakan dengan program sebagai berikut :
1) Program penyehatan lingkungan perumahan dan permukiman,
2) Program lingkungan sehat perumahan,
3) Program pemberdayaan komunitas perumahan dan
4) Program peningkatan partisipasi sosial masyarakat.

d. Kebijakan Perbaikan 500 s/d 1.000 unit rumah kumuh setiap tahun melalui bantuan bangunan
untuk keluarga miskin dilaksanakan dengan program sebagai berikut :
1) Program perencanaan pengembangan kota- kota menengah dan besar,
2) Program pengembangan perumahan,
3) Program perbaikan rumah akibat bencana alam/sosial,
4) Program pemberdayaan komunitas perumahan dan
5) Program peningkatan partisipasi sosial masyarakat.
Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM)
Kota Pontianak Tahun 2010-2014

88

e. Kebijakan Pembangunan jalan lingkungan melalui keswadayaan masyarakat dilaksanakan
dengan program sebagai berikut :
1) Program pembangunan infrastruktur pedesaan,
2) Program penyehatan lingkungan perumahan dan permukiman,
3) Program lingkungan sehat perumahan,
4) Program peningkatan partisipasi sosial masyarakat dan
5) Program pembangunan kecamatan dan kelurahan.

f. Meningkatkan kesadaran masyarakat dari bahaya kebakaran dilaksanakan dengan program
sebagai berikut :
1) Program Peningkatan kesiagaan dan pencegahan bahaya kebakaran
2) Program Rehabilitasi Hutan dan Lahan
3) Program Penataan, Perlindungan serta Konservasi Pemanfaatan Sumber Daya Pangan & Hutan

g. Kebijakan Meningkatkan kemampuan penanganan sampah melalui modernisasi manajemen
persampahan dilaksanakan dengan program sebagai berikut :
1). Program pengembangan kinerja pengelolaan persampahan.

h. Meningkatkan penghijauan dan pemerliharaan taman Kota dilaksanakan dengan program
sebagai berikut :
1) Program penataan dan pemeliharaan taman/ Ruang terbuka hijau (RTH)

7.1.5.2. Meningkatkan sarana dan prasarana dasar perkotaan yang merupakan urusan Bidang Pekerjaan Umum
(Dinas Pekerjaan Umum dan PDAM), Perhubungan (Dinas Perhubungan dan Telekomunikasi),
Administrasi Keuangan (Sekretariat Daerah), Pemuda dan Olah Raga (Dinas Pemuda dan oalh Raga)
ditetapkan dengan kebijakan dan dilaksanakan program pembangunan sebagai berikut :

a. Kebijakan Penataan angkutan umum perkotaan yang layak dalam pelayanan dilaksanakan
dengan program sebagai berikut :
1) Program peningkatan pelayanan angkutan,
2) Program pembangunan prasarana dan fasilitas perhubungan,
3) Program rehabilitasi dan pemeliharaan prasarana dan fasilitas LLAJ,
4) Program pembangunan sarana dan prasarana perhubungan,
5) Program pengendalian dan pengamanan lalu lintas dan
6) Program peningkatan kelayakan pengoperasian kendaraan bermotor.

b. Kebijakan Mempercepatnya terwujudnya jalan lingkar luar dilaksanakan dengan program sebagai
berikut :
1) Program penataan dan pengelolaan aset daerah dan
2) Program pembangunan jalan dan jembatan.

c. Kebijakan Penyediaan sarana dan prasarana olahraga guna peningkatan prestasi atlet
dilaksanakan dengan program sebagai berikut :
1) Program pengembangan kebijakan dan manajemen olah raga,
2) Program pembinaan dan pemasyarakatan olah raga dan
3) Program peningkatan sarana dan prasarana olah raga.

d. Kebijakan Perluasan pelayanan air bersih dilaksanakan dengan program sebagai berikut :
1) Program penyediaan dan pengolahan air baku,
Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM)
Kota Pontianak Tahun 2010-2014

89
2) Program pengembangan dan pengelolaan jaringan irigasi, rawa dan jaringan pengairan lainnya
3) Program pengembangan kinerja pengelolaan air minum dan air limbah

e. Meningkatkan pelayanan dan kinerja aparatur pemerintah dilaksanakan dengan program sebagai
berikut :
1) Program Peningkatan sarana dan prasarana aparatur


7.1.6. Dalam misi keenam Mewujudkan Tata Ruang, Tata Kota dan Wilayah yang Seimbang dan
Berwawasan Lingkungan bertujuan untuk mewujudkan penataan ruang dan kota yang berwawasan
lingkungan ditetapkan dengan tujuan pembangunan sebagai berikut :
7.1.6.1. Mewujudkan Tata Ruang, Tata Kota dan Wilayah yang Seimbang dan Berwawasan Lingkungan yang
merupakan urusan Bidang Lingkungan Hidup, ( Badan Pengendalian Dampak Lingkungan ), Perencanaan
Pembangunan Daerah (Bappeda), Perumahan, Penataan Pentaan Ruang (Dinas Tata Kota dan
Perumahan) serta Pekerjaan Umum (Dinas PU) ditetapkan dan dilaksanakan dengan kebijakan dan
dilaksanakan program pembagunan sebagai berikut :

a. Kebijakan Meningkatkan kualitas fisik lingkungan hidup yang lebih seimbang, tidak melebihi
ambang batas baku mutu lingkungan dengan program pembangunan yang akan dilaksanakan
sebagai berikut :
1) Program pengendalian pencemaran dan perusakan lingkungan hidup,
2) Program peningkatan kualitas dan akses informasi sumber daya alam dan LH,
3) Program peningkatan pengendalian polusi,
4) Program pengendalian kebakaran hutan.

b. Kebijakan Meningkatkan kualitas tata ruang kota yang berwawasan lingkungan dengan program
pembangunan sebagai berikut :
1) Program perencanaan pengembangan wilayah strategis dan cepat tumbuh,
2) Program perencanaan kota- kota menegah dan besar,
3) Program perencanaan tata ruang,
4) Program pemanfaatan ruang,
5) Program penilaian kelayakan fungsi bangunan gedung,

c. Kebijakan Meningkatkan pengawasan dalam penerapan aturan pendirian bangunan dengan
program pembangunan sebagai berikut :
1) Program pengendalian pemanfaatan ruang
2) Program penerapan dan penegakan hukum daerah

d. Kebijakan Mempercepat pemanfaatan Kawasan perdagangan dengan program pembangunan
yang akan dilaksanakan sebagai berikut :
1) Program Perencanaan Pengembangan Wilayah Strategis dan Cepat Tumbuh
2) Program Perencanaan tata ruang.

e. Kebijakan Mengurangi Penggunaan material kayu dalam pembangunan bangunan/ gedung
dengan program yang akan dilaksanakan adalah sebagai berikut :
1) Program Pengendalian Pemanfaatan Ruang


Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM)
Kota Pontianak Tahun 2010-2014

90
7.1.7. Mwujudkan misi ketujuh Meningkatkan prisip-prinsip good governance, ketaatan hukum masyarakat dan
Perundang- undangan yang Berlaku yang ditetapkan dengan tujuan sebagai berikut :
7.1.7.1. Memacu organisasi perangkat daerah memiliki visi ke depan (visioner) yang merupakan urusan bidang
Pemerintahan Umum (Seluruh SKPD Kota Pontianak) ditetapkan dengan kebijakan dan dilaksanakan
dengan program pembangunan sebesagai berikut :
a. Kebijakan menyusun rencana pembangunan sesuai dengan kebutuhan masyarakat yang lebih
baik yang dilaksanakan dengan program pembangunan sebagai berikut :
1) Program Peningkatan Kinerja Kelembagaan,

7.1.7.2. Meningkatkan Keterbukaan, dan Transparansi Informasi yang merupakan urusan bidang Komunikasi dan
Informasi (Sekretariat Daerah dan Dinas Perhubungan dan Telekomunikasi), Kerarsipan dan
Perpustakaan (Kantor Arpusda) ditetapkan dengan kebijakan dan dilaksanakan program pembangunan
sebesagai berikut :
a. Kebijakan meningkatkan komunikasi dengan masyarakat dilaksanakan dengan program
pembangunan sebagai berikut :
1) Program kerja sama informasi dan mass media
2) Program Fasilitas peningkatan SDM bidang komunikasi dan informasi
3) Program peningkatan kualitas pelayanan informasi pembangunan
4) Program mengintensifikan penangan pengaduan
5) Program peningkatan efektivitas dan efisiensi kelembagaan organisasi

b. Kebijakan Meningkatkan kualitas SDM dan fasilitas komunikasi dilaksanakan dengan program
pembangunan sebagai berikut :
1) Program pembinaan pos dan telekomunikasi
2) Program pembinaan dan pengembangan informasi
3) Program peningkatan kualitas pelayanan informasi

7.1.7.3. Meningkatkan partisipasi masyarakat yang merupakan urusan bidang Pemerintahan Umum (Sekretariat
Daerah, Kecamatan dan Kelurahan), Administrasi Keuangan Daerah (Dispenda) dan Pemberdayaan
Masyarakat (Kantor Pemberdayaan Masyarakat ) ditetapkan dengan kebijakan dan dilaksanakan program
pembangunan sebesagai berikut :
a. Kebijakan Meningkatkan peran serta RT, RW dalam pembangunan dilaksanakan dengan program
pembangunan sebagai berikut :
2) Program pembinaan kecamatan dan kelurahan
3) Program pembangunan kecamatan dan kelurahan
4) Program pemberdayaan masyarakat kelurahan
5) Program pembinaan partisipasi sosial masyarakat
6) Program pembinaan kecamatan dan kelurahan

b. Kebijakan Meningkatkan kelembagaan ekonomi masyarakat dilaksanakan dengan program
pembangunan sebagai berikut :
1) Program peningkatan keberdayaan masyarakat kelurahan
2) Program pengembangan lembaga ekonomi kelurahan
3) Program peningkatan partisipasi masyarakat dalam membangun kelurahan

7.1.7.4. Meningkatkan Akuntabilitas Dalam Pelayanan Pemerintahan Pembangunan yang merupakan urusan
bidang Pemerintahan Umum (Inspektorat dan Seluruh SKPD) ditetapkan dengan kebijakan dan
dilaksanakan program pembangunan sebesagai berikut :
Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM)
Kota Pontianak Tahun 2010-2014

91
a. Kebijakan Meningkatkan pembinaan pengelolaan keuangan dan laporan kepada SKPD
dilaksanakan dengan program pembangunan sebagai berikut :
1) Program pendayagunaan sistem dan pelaksanaan pengawasan
2) Program Peningkatan Profesionalisme Tenaga Pemeriksa dan Aparatur Pengawasan
3) Program Penataan dan Penyempurnaan Kebijakan Sistem dan Prosedur Pengawasan
4) Program Pengendalian dan Evaluasi Pembangunan
5) Program peningkatan efektivitas dan efisiensi kelembagaan organisasi

7.1.7.5. Meningkatkan supremasi hukum yang merupakan urusan bidang Pemerintahan Umum (Sekretariat
Daerah, Kecamatan dan Kelurahan), dan Kesatuan Bangsa dan politik Dalam Negeri (Kantor
Kesbangplimas dan Sat Pol PP) ditetapkan dengan kebijakan dan dilaksanakan program pembangunan
sebesagai berikut :
a. Kebijakan Meningkatkan kesadaran hukum masyarakat melalui penyuluhan hukum terutama
peraturan daerah dilaksanakan dengan program pembangunan sebagai berikut :
1) Program pengembangan wawasan kebangsaan
2) Program pembinaan kekuatan rakyat
3) Program pendidikan bela Negara
4) Program pemberdayaan partisipasi masyarakat dalam proses pembangunan
5) Program peningkatan keberdayaan masyarakat kelurahan
6) Program pengembangan lembaga ekonomi kelurahan
7) Program peningkatan pemberantasan penyakit
8) Program peningkatan kapasitas lembaga perwakilan rakyat daerah
9) Program pengkajian produk hokum

7.1.7.6. Meningkatkan Demokratisasi Dalam Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah yang merupakan urusan
bidang Pemerintahan Umum (Sekretariat Daerah), dan Perencanaan Pembangunan Daearah (Bappeda)
ditetapkan dengan kebijakan dan dilaksanakan dengan program pembangunan sebesagai berikut :

a. Kebijakan Memproiritaskan penyelenggaraan pemerintahan, pembangunan, sosial
kemasyarakatan berdasarkan aspirasi masyarakat dilaksanakan dengan program pembangunan
sebagai berikut :
1) Program Perencanaan Pembangunan Daerah
2) Program peningkatan efektifitas dan efesiensi kelembagaan organisasi perengkatan daerah
3) Program Intensifikasi Penanganan pengaduan masyarakat

7.1.7.7. Meningkatkan Profesionalisme dan kompetensi Penyelenggaraan Pemerintah Daerah yang merupakan
urusan bidang Pemerintahan Umum (Seluruh SKPD), dan Kepegawaian (BKD) ditetapkan dengan
kebijakan dan dilaksanakan dengan program pembangunan sebagai berikut :

a. Kebijakan Meningkatkan sumber daya aparatur (SDM) dilaksanakan dengan program
pembangunan sebagai berikut :
1) Program Pendidikan Kedinasan
2) Program Pengembangan Aparatur
3) Program Peningkatan Sistem Pengawasan
4) Program Peningkatan Profesionalisme Tenaga Pemeriksa

b. Kebijakan Meningkatkan Disiplin Aparatur dilaksanakan dengan program pembangunan sebagai
berikut :
Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM)
Kota Pontianak Tahun 2010-2014

92
1) Program Peningkatan Disiplin Aparatur

c. Kebijakan Meningkatkan Kinerja PNS dilaksanakan dengan program pembangunan sebagai
berikut:
1). Program Peningkatan Kesejahteraan Aparatur

7.1.7.8. Meningkatkan Daya Tanggap Aparatur Pemerintah yang merupakan urusan bidang Pemerintahan Umum
(Sekretariat Daerah), Penanaman Modal (BP2T) serta Kependudukan dan Catatan Sipil (Dinas
Kependudukan dan Catatan Sipil) ditetapkan dengan kebijakan dan dilaksanakan dengan program
pembangunan sebesagai berikut :

a. Kebijakan Menerapkan pembinaan PNS melalui sistem karir dan prestasi kerja dilaksanakan
dengan program pembangunan sebagai berikut :
1) Program Pembinaan dan Pengembangan Aparatur

b. Kebijakan Memberikan pelayanan prima kepada masyarakat dilaksanakan dengan program
pembangunan sebagai berikut :
1) Program penataan daerah otonomi baru
2) Program mengintensifikan penangan pengaduan

c. Kebijakan Memberikan kemudahan perizinan pada semua pelaku ekonomi dilaksanakan dengan
program pembangunan sebagai berikut :
1) Program Peningkatan iklim investasi dan realisasi investasi
2) Program Penyiapan potensi sumber daya, sarana dan prasarana daerah
3) Program Peningkatan promosi dan kerjasama
4) Program Pelayanan prima

d. Kebijakan Menerapkan sistem dan pertanggungjawaban pengelolaan keuangan dan asset
dilaksanakan dengan program pembangunan sebagai berikut :
1) Program Peningkatan dan Pengembangan Pengelolaan Keuangan Daerah

7.1.7.9. Meningkatkan Efesiensi pengelolaan keuangan dan Efektivitas pengelolaan asset yang merupakan urusan
bidang Administrasi Keuangan Daerah (Sekretariat Daerah dan Dispenda) ditetapkan dengan kebijakan
dan dilaksanakan dengan program pembangunan sebesagai berikut :

a. Kebijakan Menerapkan sistem dan pertanggungjawaban pengelolaan keuangan dan aset
dilaksanakan dengan program pembangunan sebagai berikut :
1) Program Peningkatan dan Pengembangan Pengelolaan Keuangan Daerah

b. Kebijakan Sertifikasi aset pemerintah daerah dilaksanakan dengan program pembangunan
sebagai berikut :
1) Peningkatan kinerja kelembagaan

7.1.7.10. Meningkatkan Desentralisasi Kewenangan Yang Lebih Baik yang merupakan urusan bidang
Pemerintahan Umum (Kecamatan dan Kelurahan) ditetapkan dengan kebijakan dan dilaksanakan dengan
program pembangunan sebesagai berikut :

Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM)
Kota Pontianak Tahun 2010-2014

93
a. Kebijakan Peningkatan peran kecamatan dalam permasalahan pembangunan dilaksanakan
dengan program pembangunan sebagai berikut :
1) Program pembangunan kecamatan dan kelurahan
2) Program pemberdayaan masyarakat kelurahan

b. Kebijakan Pemberdayaan lembaga sosial dan ekonomi masyarakat dilaksanakan dengan
program pembangunan sebagai berikut :
1) Program pembinaan partisipasi sosial masyarakat
2) Program pembinaan lembaga kemasyarakatan

7.2. Program Kewilayahan
7.2.1. Program Kewilayahan Internal
Program kewilayahan internal merupakan upaya untuk menyeibangkan tingkat pertumbuhan dan
pendapatan per kapita antar wilayah, sehingga dapat menutup atau paling tidak mempersempit gap perkembangan
ekonomi antar wilayah Kecamatan dilingkungan Pemerintah Kota Pontianak.
Sepanjang periode 2004-2006 pertumbuhan ekonomi Kota Pontianak mencapai rata-rata 5,1% per tahun.
Akan tetapi tingkat pertumbuhan tersebut tidak merata di antara kelima kecamatan yang ada. Ketimpangan ini
dapat dilihat dari pertumbuhan ekonomi di Kecamatan Pontianak Utara sebesar 3,98%, Pontianak Timur sebesar
3,94% dibandingkan dengan pertumbuhan ekonomi di Kecamatan Pontianak Barat 5,13%, Pontianak Kota sebesar
5,04% dan Pontianak Selatan sebesar 5,19%. Indikator lain yang menunjukkan ketimpangan wilayah tersebut
adalah tingginya perbedaan PDRB perkapita antar kecamatn, dimana di Kecamatan Pontianak Utara sebesar Rp.
13.046.784, Pontianak Timur sebesar Rp. 8.024.531, Pontianak Barat sebesar Rp. 6.784.014, Pontianak Kota
sebesar Rp. 22.880.267 dan Pontianak Selatan sebesar Rp. 19.555.127.
Apabila ketimpangan pertumbuhan ekonomi antar kecamatan seperti di atas terus berlanjut, maka
dikhawatirkan pada masa-masa mendatang akan menimbulkan berbagai persoalan yang cukup serius, di
antaranya :

1. Makin tajamnya kesenjangan tingkat kesejahteraan antarkecamatan, dimana kecamatan yang kuat akan
semakin sejahtera dan kecamatan yang lemah kian tertinggal. Hal ini pada gilirannya dapat menimbulkan
berbagai permasalahan ekonomi dan sosial.
2. Menumpuknya kegiatan ekonomi (over capacity) di wilayah tertentu, yang selanjutnya bisa mengganggu
keseimbangan lingkungan maupun daya dukung lahan.
3. Tidak meratanya penyebaran penduduk antarkecamatan : meningkatnya migrasi penduduk ke wilayah yang
sangat maju pertumbuhan ekonominya, namun jumlah pengangguran kian bertambah di wilayah yang lamban
pertumbuhan ekonominya.
4. Terjadinya idle capacity maupun idle spatial (lahan kosong) di wilayah yang potensial akibat tidak tergarap
secara optimal.
5. Tidak meratanya pembangunan prasarana dan sarana wilayah, baik dalam bentuk transportasi, energi,
komunikasi, air bersih, fasilitas ekonomi, fasilitas umum, fasilitas sosial, dan infrastruktur wilayah lainnya.
Kondisi seperti ini juga tidak kondusif bagi kelancaran pelaksanaan pembangunan di berbagai bidang.
6. Kemungkinan timbulnya berbagai persoalan lainnya.

Disamping itu terdapat perbedaan potensi yang dimiliki oleh masing-masing kecamatan baik berdasarkan
kondisi fisik wilayah maupun potensi yang timbul sebagai multiplier effect berkembangnya wilayah. Untuk
mengantisipasi agar berbagai persoalan di atas tidak menjadi kenyataan, maka harus merancang strategi
pembangunan wilayah yang berorientasi pada ekspolotasi potensi yang dimiliki masing-masing kecamatan
diselaraskan dengan kebijakan pertumbuhan ekonomi yang berimbang dan berkelanjutan, sehingga mampu
mencapai visi kota Pontianak sebagai Kota Khatulistiwa berwawasan lingkungan dan terdepan dalam
Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM)
Kota Pontianak Tahun 2010-2014

94
pembangunan. Untuk mewujudkan hal tersebut maka tidak hanya diperlukan kebijakan-kebijakan fundamental,
melainkan juga berbagai kebijakan intervensi yang selektif dan signifikan.
Kebijakan intervensi antara lain dapat berupa penetapan target pertumbuhan ekonomi yang optimistis dan
tindakan politis (political action) yang kuat bagi Kecamatan Pontianak Utara dan Kecamatan Pontianak Timur.
Kebijakan intervensi Pemerintah Kota Pontianak dalam menetapkan target pertumbuhan ekonomi Kecamatan
Pontianak Utara dan Kecamatan Pontianak Timur sangat diperlukan untuk mencapai keseimbangan pertumbuhan
antarwilayah.
Pencapaian keseimbangan tersebut bukan berarti dengan cara menekan secara drastis tingkat
pertumbuhan ekonomi Kecamatan Pontianak Selatan dan Kecamatan Pontianak Barat, melainkan dengan
mendorong tingkat pertumbuhan ekonomi Kecamatan Pontianak Utara dan Kecamatan Pontianak Timur menjadi
jauh lebih besar dibandingkan rata-rata angka pertumbuhannya selama ini.
Sehubungan dengan kondisi-kondisi tersebut di atas, maka program pembangunan wilayah untuk lima
tahun ke depan diarahkan sebagai berikut :

1. Memperbaiki distribusi atau sebaran penduduk, dengan mengarahkan pertumbuhan penduduk dari wilayah
yang kepadatan penduduknya tinggi (seperti Kecamatan Pontianak Barat, Kecamatan Pontianak Kota,
Kecamatan Pontianak Tenggara dan Kecamatan Pontianak Selatan) ke wilayah yang kepadatan penduduknya
rendah (Kecamatan Pontianak Utara dan Kecamatan Pontianak Timur) dengan cara pengembangan wilayah
Kecamatan Pontianak Utara dan Kecamatan Pontianak Timur, baik dalam bentuk pusat-pusat pertumbuhan
kegiatan ekonomi yang baru, penciptaan lapangan kerja, penyediaan dan perbaikan prasarana dan sarana
wilayah, peningkatan keamanan, maupun kebijakan yang bersifat insentif-disinsentif.

2. Pengembangan wilayah berdasarkan sektor-sektor yang dinilai berpotensi di masing-masing kecamatan antara
lain:
a. Kecamatan Pontianak Utara diarahkan untuk dikembangkan sektor industri dan sektor pertanian kota,
agroindustri dan kegiatan pergudangan untuk mendukung kegiatan industry dan perdagangan. Selain itu
juga diarahkan untuk pengembangan kegiatan wisata berbasis keunikan wilayah yang dilalui garis
khatulistiwa (tugu Khatulistiwa) dan simpul-simpul waterfront city.
b. Kecamatan Pontianak Timur diarahkan untuk pengembangan kegiatan utama pada kegiatan wisata
alam, budaya dan sejarah (Makam Kesultanan Pontianak, Keraton Kadariah, dan Mesjid Jami Kadriah)
dengan didukung pengembangan simpul-simpul waterfront city pada koridor sungai. Untuk mendukung
perkembangan jumlah penduduk wilayah ini diarahkan untuk pengembangan kawasan permukiman
terpadu dengan dukungan pengembangan infrastruktur dan fasilitas perkotaan
c. Kecamatan Pontianak Tenggara dan Selatan diarahkan untuk pengembangan kegiatan jasa,
perkantoran pemerintah dan swasta, pendidikan tinggi dan perdagangan serta kawasan-kawasan
permukiman
d. Kecamatan Pontianak Barat diarahkan untuk pengembangan kawasan perdagangan dan pergudangan
untuk mendukung sektor jasa dan perdagangan.
e. Kecamatan Pontianak Kota diarahkan untuk pengembangan kegiatan perdagangan dan jasa untuk
menciptakan pusat-pusat pelayanan kota dengan didukung pengembangan kawasan permukiman terpadu
sebagai hinterlandnya.

3. Lebih menggalakkan penciptaan lapangan kerja yang bersifat informal, yang memungkinkan dimasuki oleh
berbagai lapisan masyarakat untuk meningkatkan pemerataan pertumbuhan ekonomi wilayah.
4. Meningkatkan kualitas sumberdaya manusia dan tenaga kerja Kota Pontianak dengan cara :
a. Peningkatan pengetahuan, keterampilan, dan keahlian secara langsung melalui program pendidikan,
pelatihan, dan pemagangan bagi aparat pemerintah daerah, pengusaha swasta, dan masyarakat luas.
b. Peningkatan wawasan dan informasi secara tak langsung melalui media cetak (surat kabar, majalah,
televisi, radio, internet, dan lain-lain), terutama mengenai hal-hal di bawah ini :
- Informasi peluang usaha.
Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM)
Kota Pontianak Tahun 2010-2014

95
- Kemampuan berkomunikasi (bahasa asing).
- Pendidikan agama untuk memperkuat tata nilai dalam mengantisipasi budaya luar yang dibawa oleh
wisatawan, investor, tenaga kerja, dan pedagang asing.
- Pentingnya fungsi dan kelestarian lingkungan hidup.
- Berbagai ketrampilan khusus, seperti pembuatan cinderamata dan makanan khas Kota Pontianak.

7.2.2. Program Kewilayahan Eksternal
Program kewilayahan eksternal merupakan upaya Pemerintah Kota Pontianak dalam menjalin kerja sama
dengan Kabupaten Pontianak dan Kabupaten Kubu Raya, yang secara geografi berbatasan lansung dengan
Kecamatan-kecamatan yang merupakan bagian dari wilayah Kota Pontianak, yaitu:

1. Kecamatan Pontianak Tenggara berbatasan dengan Kecamatan Sungai Raya dan (Desa Sungai Raya),
Kecamatan Sungai Kakap (Desa Punggur Kecil)
2. Kecamatan Pontianak Selatan berbatasan dengan Kecamatan Sungai Kakap (Desa Punggur Kecil)
3. Kecamatan Pontianak Timur berbatasan dengan Kecamatan Sungai Raya (Desa Kapur) Kecamatan Sungai
Ambawang (Desa Kuala Ambawang)
4. Kecamatan Pontianak Barat berbatasan dengan Kecamatan Sungai Kakap (Desa Pal IX) & (Desa Sungai
Rengas)
5. Kecamatan Pontianak Utara berbatasan dengan Kecamatan Siantan (Desa Wajok Hulu) Kecamatan Sungai
Ambawang (Desa Kuala Ambawang) dan (Desa Mega Timur) & (Desa Jawa Tengah)
6. Kecamatan Pontianak Kota berbatasan dengan Kecamatan Sungai Kakap (Desa Pall IX) & (Desa Punggur)

Sehubungan dengan kondisi-kondisi batas wilayah tersebut di atas, maka program pembangunan wilayah
untuk lima tahun ke depan lebih di fokuskan dalam meningkatkan hubungan kerjasama dengan Kabupaten Kubu
Raya dan Pontianak dalam mengatasi berbagai permasalahan penetapan batas wilayah, infrastruktur, transportasi,
ekonomi dan pelayanan publik. Lebih lanjut perlu dirintis nota kesepahaman kerjasama antar tiga willayah
administrasi tersebut dan selanjutnya ditindaklanjuti melalui koordinasi antar wilayah dalam rangka merumuskan
berbagai program kegiatan dalam kerangka tanggung jawab bersama.


7.3. Rencana Kerja
7.3.1 Rencana Kerja Kerangka Regulasi
Pelaksanaan otonomi daerah bertujuan memberikan keleluasaan daerah untuk mengatur rumah
tangganya sendiri sesuai dengan aspirasi dan kemampuannya. Otonomi daerah diberikan dalam rangka
mempercepat peningkatan kesejahteraan masyarakat secara luas, sehingga daerah diberikan kebebasan yang
bertanggungjawab. Kebebasan yang diberikan tersebut mendorong pemerintah daerah untuk melakukan inovasi
dan kreatifitas dalam mengelola pemerintahan dan sumberdaya daerah untuk sebesar-besar kemakmuran
rakyatnya.
Berdasarkan tujuan penyelanggaraan otonomi adalah untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat,
maka diperlukan upaya terobosan dalam mendorong percepatan terwujudnya kesejahteraan masyarakat yang
lebih baik. Penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan yang baik sebagaimana yang diharapkan diperlukan
pemahaman yang sama dari seluruh penyelenggaran pemerintahan. Oleh karena itu, diperlukan semangat dan
tanggungjawab yang sama dalam menyelenggarakan tata pemerintahan yang baik. Untuk mewujudkan tata
pemerintahan yang baik pemerintah Kota Pontianak dipandang perlu melakukan berbagai regulasi untuk
mempercepat pengembangan dunia usaha, meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat, meningkatkan daya
Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM)
Kota Pontianak Tahun 2010-2014

96
saing kualitas tenaga kerja baru, meningkatkan peran serta masyarakat dalam pembangunan dan meningkatkan
pelayanan masyarakat. Untuk mendorong percepatan tersebut perlu melakukan berbagai regulasi yaitu :
1. Mempercepat semua jenis pelayanan perijinan melalui penyederhanaan persyaratan, waktu pelayanan yang
cepat, dan biaya perijinan yang murah dalam rangka mendorong pengembangan dunia usaha dengan tidak
memberlakukan diskriminasi pelaku ekonomi.
2. Peningkatan kualitas pelayanan dibidang kesehatan untuk lapisan masyarakat yang kurang beruntung dengan
menyediakan asuransi kesehatan masyarakat.
3. Memberikan peluang yang sama bagi masyarakat dalam memperoleh pendidikan yang berkualitas dengan
menyediakan berbagai kursus maupun pendidikan non formal lainnya.
4. Pengalokasian dana bantuan langsung masyarakat untuk mempercepat kemandirian masyarakat dalam
pembangunan wilayahnya.
5. Mempercepat terwujudnya Pemerintah Kelurahan sebagai Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) yang
mengelola sumberdana sendiri sebagai ujung tombak pelayanan masyarakat dalam bidang pemerintahan dan
pembangunan.

7.3.2. Rencana Kerja Kerangka Pendanaan
Pembangunan akan terus berjalan sesuai dengan arah dan kebijakan yang ditetapkan apabila didukung
pembiayaan yang memadai sesuai dengan kebutuhan anggaran yang diperlukan setiap tahunnya. Oleh karena itu,
penyediaan sumber pendanaan sangat diperlukan untuk mendukung pelaksanaan pembangunan yang
berkelanjutan melalui berbagai sumber pembiayaan antara lain melalui APBD Kota Pontianak, APBD Propinsi
Kalimantan Barat, APBN, Bantuan Luar Negeri, swadaya masyarakat maupun sumber dana lainnya.
Peningkatan pembiayaan pembangunan akan terus terjadi sejalan dengan rencana pembangunan yang
akan dilaksanakan setiap tahunnya. Oleh karena itu, upaya peningkatan pembaiayaan pembangunan perlu
diusahakan melalui peningkatan sumber-sumber pendapatan daerah. Sumber pendapatan daerah terdiri dari
pendapatan asli daerah sendiri yang terdiri dari pajak, retribusi, bagi hasil badan usaha milik daerah dan
pendapatan lain-lain yang syah. Selain itu, sumber pendapatan daerah juga bersumber dari dana perimbangan
yang terdiri dari Dana Alokasi Umum (DAU), Dana Alokasi Khusus (DAK), Dana Bagi Hasil Pajak dan Bukan Pajak
serta Dana Bantuan Pemerintah Propinsi serta Dana Bantuan Luar Negeri atau Pinjaman Daerah. Upaya untuk
meningkatkan sumber pendapatan daerah salah satunya dapat dilakukan dengan cara intensifikasi dan
ekstensifikasi sumber-sumber pendapatan asli daerah seperti pajak daerah, retribusi daerah dan pemanfaatan
kekayaan daerah.

Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM)
Kota Pontianak Tahun 2010-2014

97


PENUTUP




8.1. Program Transisi
rogram taransisi merupakan wujud dalam rangka menjaga kesinabungan pembangunan dan
mengisi kekosongan dokumen perencanaan jangka menengah pada masa akhir jabatan Kepala
Daerah Kota Pontianak tahun 2013, serta mengigat batas waktu bagi Kepala Daerah terpilih hasil
pemilihan Kepala daerah secara langsung tahun 2013 nantinya, untuk menyusun RPJM (Rencana Pembangunan
Jangka Menengah) tahun 20142018 dan Rencana Kerja Pemerintah Daerah Tahun 2014, maka pemerintah
daerah tetap menyusun rancangan RKPD tahun 2014 sesuai jadwal , dengan agenda menyelesaikan masalah
masalah pembangunan yang telah di tetapkan dalam RPJM tahun 20102014.
Selanjutnya Kepala Daerah Kota Pontianak yang terpilih pada tahun 2013 tetap mempunyai ruang gerak
yang luas dalam menyusun RPJM (Rencana Pembangunan Jangka Menengah) tahun 20142018. selain itu,
sebelum RPJM tahun 2014 2018 disusun, Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kota Pontianak tahun
2013 dapat berpedoman pada RPJM (Rencana Pembangunan Jangka Menengah) tahun 20102014 ini.

8.2. Kaidah Pelaksanaan
Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Pontianak tahun 20102014
merupakan penjabaran dari visi, misi dan program Walikota Pontianak yang akan dilaksanakan dan ingin
diwujudkan dalam suatu periode masa jabatan. RPJM Daerah Kota Pontianak Tahun 20102014 dalam
penyusunannya berpedoman pada RPJP Daerah Kota Pontianak Tahun 20052025 serta memperhatikan RPJM
Nasional dan RPJM Propinsi. Di samping itu, dalam penyusunan RPJM Daerah Kota Pontianak Tahun 2010 2014
disusun dengan memperhatikan sumber daya dan potensi yang dimiliki, faktor-faktor keberhasilan, evaluasi
pembangunan 5 (lima) tahun yang lalu serta isu-isu strategis yang berkembang.
RPJM Daerah Kota Pontianak Tahun 20102014 berisi arah kebijakan keuangan daerah, kebijakan
umum, dan program Satuan Kerja Perangkat Daerah, program lintas Satuan Kerja Perangkat Daerah dan program
kewilayahan disertai dengan rencana-rencana kerja dalam kerangka regulasi dan kerangka pendanaan yang
bersifat indikatif. RPJM Daerah Kota Pontianak Tahun 20102014 merupakan pedoman bagi Satuan Kerja
Perangkat Daerah (SKPD) dalam menyusun Rencana Strategis (Renstra) SKPD dan merupakan pedoman dalam
menyusun RKPD yang merupakan penjabaran dari RPJM Kota Pontianak. Satuan Kerja Perangkat Daerah (RKPD)
dan masyarakat berkewajiban untuk melaksanakan program program pembangunan yang termuat dalam RPJM
(Rencana Pembangunan Jangka Menengah) Kota Pontianak tahun 20102014 dengan sebaikbaiknya.

8.3. RPJM Kota Pontianak Merupakan Pedoman Bagi SKPD dalam Menyusun Renstra-SKPD.
Dalam pelaksanaan urusan pembanguna Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) berkewajiban untuk
menyusun Rencana Strategis (Renstra) yang memuat Visi, Misi, Tujuan, Strategi, Kebijakan, Program dan
Kegiatan prioritas pembangunan yang disesuaikan dengan tugas dan fungsi Satuan Kerja Perangkat Daerah
(SKPD) yang disusun dengan berpedoman pada RPJM (Rencana Pembangunan Jangka Menengah) Kota
P

Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM)
Kota Pontianak Tahun 2010-2014

98
Pontianak tahun 20102014, yang nantinya akan menjadi pedoman dalam menyusun Rencana Kerja (Renja)
SKPD.

8.4. RPJMD Kota Pontianak Digunakan dalam Penyusunan RKPD.
RPJM Daerah Kota Pontianak Tahun 20102014 merupakan pedoman dalam menyusun Rencana Kerja
Pemerintah Daerah (RKPD) Kota Pontianak lima tahun kedepan (20102014), Rencana Kerja Pemerintah Daerah
(RKPD) merupakan impelentasi dari RPJM yang dilaksanakan dalam masa satu tahun yang berisikan sasaran,
kebijakan, program dan kegiatan SKPD yang direncanakan sesuai dengan urusan pemerintahan yang menjadi
batas kewenangan daerah dengan mempertibangkan kemampuan/kapasitas keuangan daerah.

8.5. Penguatan Peran Para Stakeholders/Pelaku dalam Pelaksanaan RPJMD.
Rancangan awal draf RPJM Daerah Kota Pontianak Tahun 20102014 telah melibatkan peran serta
stakholder atau pemangku kepentingan dalam upaya menghasilkan RPJMD Kota Pontianak yang dapat
menampung aspirasi dari masyarakat serta mengantisipasi kebutuhan pembangunan dalam jangka waktu lima
tahunan dan tahunan.

8.6. Merupakan Dasar Evalusi dan Laporan Pelaksanaan atas Kinerja Lima Tahunan dan
Tahunan.
RPJM Daerah Kota Pontianak Tahun 20102014, merupakan sebagai dasar untuk mengevaluasi dan
laporan atas hasil kenerja Kepala Daerah terpilih untuk masa lima tahunan dan tahunan, yang mana visi dan misi
pembangunan ingin dicapai selaras dengan strategi, tujuan, sasaran, kebijakan dan program prioritas kepala
daerah terpilih yang tertuang dalam RPJMD Kota Pontianak Tahun 20102014.