Anda di halaman 1dari 66

Hom Hom, SP.

MP
FUMIGASI STANDAR BADAN KARANTINA
PERTANIAN
MB & FOSFIN
STASIUN KARANTINA PERTANIAN KELAS I BANDUNG
STASIUN KARANTINA PERTANIAN
KELAS I BANDUNG
JL. Cijawura Girang I
No. 1-3 Bandung
Telepon/Fax : 022 7508788/022-7508764
http://www.karantina-bandung.deptan.go.id
email: skpbandung@karantinaonline.com
WILKER
TERM. PETI KEMAS
GEDEBAGE
WILKER
BANDARA HUSEIN
SASTRANEGARA
WILKER
CIREBON
WILKER
KANTOR POS MPC
BANDUNG

Staf Tata Usaha
KEPALA SKP
Hom Hom, SP.MP
KEPALA URUSAN
TATA USAHA
R. Murtini, SE
JABATAN FUNGSIONAL
POPT
KA. SUB. SIE. YANOP
Drh. Lussy Sylvianingrum
JABATAN FUNGSIONAL
MEDIK, PARAMEDIK
VETERINER

Staf Pelayanan
Stasiun Karantina Pertanian Kelas I Bandung
Melaksanakan kegiatan operasional perkarantinaan
hewan dan tumbuhan serta pengawasan keamanan
hayati hewani dan nabati
STASIUN KARANTINA PERTANIAN KELAS I BANDUNG
WILKER SKP KELAS I BANDUNG
WILKER
CIREBON
WILKER
KANTOR POS MPC
BANDUNG
WILKER
TERMINAL PETI KEMAS
GEDEBAGE
WILKER
BANDARA
HUSEIN SASTRANEGARA
STASIUN KARANTINA PERTANIAN KELAS I BANDUNG
Visi
Misi
Karantina yang tangguh, profesional dan terpercaya
Melindungi kelestarian sumber daya alam hayati hewani dan nabati di
Provinsi Jawa Barat dan wilayah sekitarnya dari bahaya yang
ditimbulkan oleh masuk dan tersebarnya Hama Penyakit Hewan
Karantina (HPHK) dan Organisme Pengganggu Tumbuhan Karantina
OPTK).
Melaksanakan ketentuan peraturan perundangan di bidang
perkarantinaan secara konsekwen, jujur dan transparan.
Mendorong peran serta masyarakat dalam kegiatan perkarantinaan
pertanian.
Melakukan sertifikasi komoditas hewan dan tumbuhan untuk ekspor,
impor dan antar area.
Melaksanakan pelayanan prima kepada masyarakat dengan cepat,
tepat, akurat efektif dan efisien.
Meningkatkan nilai tambah, daya saing dan ekspor produk pertanian.
STASIUN KARANTINA PERTANIAN KELAS I BANDUNG
Dalam melaksanakan tugas pokok
SKP Kelas I Bandung menyelenggarakan fungsi:
a. Penyusunan rencana, evaluasi dan pelaporan;
b. Pelaksanaan pemeriksaan, pengasingan,
pengamatan, perlakuan, penahanan, penolakan,
pemusnahan, dan pembebasan media pembawa
hama penyakit hewan karantina (HPHK) dan
organisme pengganggu tumbuhan karantina (OPTK)
tanaman pangan, hortikultura dan perkebunan;
c. Pelaksanaan pemantauan daerah sebar HPHK dan
OPTK tanaman pangan, hortikultura dan
perkebunan;
d. Pelaksanaan pembuatan koleksi HPHK dan OPTK;
e. Pelaksanaan pengawasan keamanan hayati hewani
dan nabati;
STASIUN KARANTINA PERTANIAN KELAS I BANDUNG

Lanjutan
f. Pelaksanaan pemberian pelayanan operasional
karantina hewan dan tumbuhan;
g. Pelaksanaan pemberian pelayanan operasional
pengawasan keamanan hayati hewani dan nabati;
h. Pengelolaan sistem informasi, dokumentasi, dan
sarana teknik karantina hewan dan tumbuhan;
i. Pelaksanaan pengawasan dan penindakan
pelanggaran peraturan perundang-undangan di
bidang karantina hewan, karantina tumbuhan dan
keamanan hayati hewani dan nabati;
j. Pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga.
STASIUN KARANTINA PERTANIAN KELAS I BANDUNG
FUMIGASI METHYL BROMIDE
(CH3Br)
STASIUN KARANTINA PERTANIAN KELAS I BANDUNG
DASAR HUKUM :

- UU Nomor 16 tahun 1992
- PP nomor 14 tahun 2002
- Permentan No 271 tahun 2006
STASIUN KARANTINA PERTANIAN KELAS I BANDUNG
LATAR BELAKANG
TANTANGAN DALAM GLOBALISASI PERDAGANGAN

Konsekuensi dari globalisasi perdagangan telah mendorong
derasnya arus manusia dan barang antar tempat, antar negara
antar benua, memerlukan kesiapan karantina dalam mencegah dan
menolak masuknya OPTK disebabkan peluang penyebaran OPTK
menjadi lebih besar.
Digunakanya SPS 0leh beberapa negara yang dapat menghambat
ekspor indonesia Al :
Masih ditemukanya life insect pada komoditas eksport yang telah
difumigasi menyebabkan black list oleh AQIS
Pelarangan ekspor paprika oleh Taiwan dengan alasan lalat buah
Persyaratan Pest free Area Oleh Negara Tujuan
Permintaan Pest list oleh negara tujuan dan organisasi plant
protection regional maupun internasional
STASIUN KARANTINA PERTANIAN KELAS I BANDUNG
Tujuan Pemberian materi ini :

Memperkenalkan standar Barantan untuk fumigasi
dengan Metilbromida kepada Fumigator Indonesia
dan
bagaimana cara memenuhi syarat-syaratnya.

Mengetahui syarat-syarat yang diperlukan untuk
mengerjakan dan prosedur yang sesuai dengan
standar
yang ditetapkan
PELATIHAN TEKNIS FUMIGASI STANDAR AQIS-BARANTAN
Ruang Lingkup
Fumigasi MB dengan menggunakan lembaran plastik,
terhadap kontainer dan tumpukan (stacking).

Terdiri atas :
Pengenalan Fumigan MB & Peralatan
Aspek keselamatan operator fumigasi
Kelayakan tempat fumigasi & komoditas
Persiapan (setting peralatan)
Pelaksanaan (gassing)
Monitoring konsentrasi
Aerasi
Fumigasi
Tindakan perlakuan terhadap media
pembawa, menggunakan fumigan dengan
konsentrasi dan lama waktu tertentu di
dalam ruang kedap gas untuk
membebaskannya dari gangguan OPT
Keuntungan Fumigasi dengan MB
1. Umum digunakan dalam Fumigasi hama digudang;
kegiatan Karantina, Pra pengapalan dan Soil
treatment
2. Efektif membasmi hama gudang (OPT/OPTk)
secara total (zero tolerance) pada 4 stadium
sekaligus (telur, larva, pupa dan imago)
3. Kondisi awal MB berbentuk cair, kemudian
berubah menjadi gas disebut juga gassing
4. Waktu yang digunakan relatif singkat
5. Sisa residu rendah setelah aerasi
Kelemahan Fumigasi dengan MB
1. Harus dilakukan oleh tenaga terlatih dan
profesional menurut protap yang baku
2. Sarana dan fasilitas yang dipakai harus lengkap
dan standar
3. Kelalaian dan kecerobohan dapat berakibat fatal
(mematikan) apalagi tanpa aerasi
4. Salah satu perusak ozon
5. Sukar diperoleh dipasar DN dan harga mahal
karena minimnya importir terdaftar dan quota
Fumigan
Campuran bahan kimia yg pada temperatur dan tekanan tertentu
dapat berbentuk gas, dan dgn konsentrasi dan lama waktu tertentu
dapat membunuh serangga atau hama lainnya (tikus, benih
tanaman)
Methil Bromida (MB) CH3Br
tidak berbau pada konsentrasi rendah
titik didih : 3.6 Celcius, titik beku : - 93 derajat Celcius
gravity : gas : 3.4 (udara 1), cairan : 1.73
berat molekul : 94.94
tidak dapat terbakar (nonflammable)
dikemas dalam tabung silinder
pelarut bahan organik, terutama terhadap karet alam
MB cair bereaksi dg aluminium dan magnesium
Sifat-sifat fumigan
mempunyai kemampuan merembes atau penetrasi dg baik
merupakan racun yang sangat kuat terhadap berbagai jenis hama
. Bereaksi dengan cepat
MB berbahaya bagi kesehatan
operator fumigasi harus menyadari bahaya dan akibat dari MB,
sehingga harus dapat melindungi diri
MB berbahaya bagi kesehatan apabila :
* terhisap ke paru-paru (pernafasan)
* kontak dengan kulit dan mata
* tertelan
tanda keracunan mungkin baru tampak setelah 8 24 jam
Chloropicrin digunakan sebagai indikator atau warning agent,
dimana dapat menimbulkan rasa pedih pada mata.
Gejala keracunan MB
pusing
sakit kepala
penglihatan kabur
badan lesu/lemas
jalan sempoyongan
bicara tidak jelas dan terputus-putus
mual dan muntah-muntah
kehilangan nafsu makan
sakit perut
.

Penanganan Pertama Keracunan MB
Tempatkan pada tempat yang udaranya bebas
(segar) ditempat yang teduh dan sejuk dan pakaian
dibuka secukupnya.
Apabila terjadi kontak dengan bagian tubuh supaya
dibilas dengan air bersih sebanyak mungkin.
Hubungi segera rumah sakit terdekat untuk
pertolongan lebih lanjut.
Faktor yg harus diperhatikan dalam fumigasi
Komoditas yg akan difumigasi : Jenis, kondisi, tumpukan, kemasan
Jenis hama / dosis , suhu / temperatur
Konsentrasi dan lamanya waktu fumigasi (CT)
Tempat fumigasi spt. Lingkungan, ventilasi, lantai dan keamanan
.Ketersediaan / kecukupan waktu
Komoditas yg bermasalah apabila difumigasi MB
Makanan berlemak, kacang-kacangan yg berlemak
Garam yg mengandung yodium
Buah-buahan dan sayuran, tanaman hidup
Benda dari karet, kulit yg sudah diproses
Bahan kimia pembuatan potret/photografi, beberapa jenis kertas
Cat dg campuran dasar sulfur, lukisan cat berminyak
Kemasan, dan permukaan dg lapisan yang kedap
Barang yang dikemas dalam bahan yang kedap gas, spt. :
pembungkus plastik, lapisan laminasi plastik, aluminium foil, kertas
berlapis lilin atau tir ; maka kemasan harus dibuka, dipotong, atau
dibuang penutupnya sebelum difumigasi,kecuali pembungkusnya
sdh dilobangi sesuai standar perforasi yang telah ditetapkan.
Barang yang dicat atau dipelitur tidak dapat difumigasi dg efektif.
Pernyataan yang harus dibuat dlm sertifikat fumigasi :
This consignment has been verified free of impervious
surfaces / layers that may adversely affect the penetration of
the fumigant, prior to fumigation.
Komoditas ini sebelum difumigasi telah diperiksa bebas dari
pelapisan permukaan yang kedap yang dapat menghambat
penetrasi metil bromida.
Fumigasi sayuran dan buah segar
Perhatikan suhu minimal daging buah >10 C, bukan suhu sekitar.
Suhu buah harus diukur minimal pada bagiah bawah, tengah dan
atas tumpukan komoditas dan dicantumkan dalam Certificate
Fumigation.
Fumigasi kayu dan produk kayu
Setiap papan, gelondongan atau bentuk kayu lainnya mempunyai
dimensi fisik yg tebalnya kurang dari 200 mm (8 inchi)
Pada setiap tumpukan terdapat pemisah secara vertikal setiap
200 mm (8 inchi)
Terdapat jarak ruang minimal 50 mm antara tumpukan kayu
dengan alas dan atap kontainer.
*)Konsentrasi MB hanya efektif melakukan penetrasi hingga 100
mm (4 inchi) dari permukaan.
**)Membantu sirkulasi fumigan agar merata ke seluruh komoditas.
Konsentrasi dan lamanya waktu fumigasi MB, khusus untuk :
Giant african snail : 128 gr/ meter kubik selama 24 jam
Khapra beetle : 80 gr / meter kubik selama 2 x 24 jam
Hama gudang umumnya : 32 gr / meter kubik selama 24 jam
Hama pada tanaman hidup : 32 gr / meter kubik selama 2 jam
Kayu : 48 gr / meter kubik selama 24 jam
Suhu/Temperatur fumigasi
Standar suhu/temperatur normal : 21 25 Celcius
Setiap penurunan suhu/temperatur sebesar 1 s/d 5 Celcius
dibawah suhu normal ( 21 Celcius ) harus dilakukan penambahan
dosis sebanyak 8 gr/meter kubik. Temperatur minimum untuk
fumigasi MB 10C
Peningkatan temperatur diatas 25 Celcius tidak perlu dilakukan
penambahan dosis.
Mempersiapkan komiditas yg akan difumigasi :
Pastikan lantai tempat penumpukan sesuai untuk fumigasi
Pastikan gas bisa tersalur dan tersebar melalui tumpukan
komoditas
Mengukur temperatur komoditas
Pastikan komoditas bisa menyerap gas (tidak dilapisi cat, plitur,
dan tidak dibungkus plastik)
Menutup sudut-sudut yg tajam atau bagian yang menonjol agar
tidak merobek plastik fumigasi

Pemasangan selang distribusi dan selang monitor gas MB.
Selang distribusi gas pemasangannya harus merata.
Selang monitor dipasang minimal pada 3 tempat secara diagonal
ruang, yaitu di bagian atas, di tengah dan di bagian bawah, serta
menjauhi selang distribusi gas.
Gunakan kipas angin untuk membantu mempercepat penyebaran
gas, letakkan di dekat tempat masuknya gas.
Selang penyaluran gas MB
Dapat diletakkan pada bagian atas atau bawah dari komoditas
Alat pembagi selang penyaluran gas dapat digunakan untuk :
-Mempercepat penyebaran dan pemerataan gas pada komoditas
dalam jumlah besar.
-Memfumigasi beberapa kontainer secara bersamaan, pada masing-
masing kontainer ditempatkan satu selang penyaluran gas.

Perhatian !!!
Prinsip penggunaan alat pembagi selang penyaluran (multiple
supply lines) ;
Selang yang digunakan harus sama diameter dan panjang nya.

Kegunaan monitoring
I. Monitoring Pertama
Dilakukan pada awal fumigasi, yaitu pada waktu 30 60 menit
setelah selesai penyaluran gas.

Monitoring ini dimaksudkan untuk mengetahui ;
1. Apakah konsentrasi gas telah memenuhi standar yang ditentukan
dalam Tabel Ready Reckoner. Apabila tidak memenuhi standar
berarti terjadi ketidakberesan, sebaliknya apabila telah memenuhi
standar berarti fumigasi dapat dilanjutkan tanpa ada masalah.
2. Pemerataan penyebaran gas (equilibrium). Hal ini dapat diketahui
dari nilai konsentrasi pada 3 titik monitor sama, atau jika berbeda
tidak lebih dari 15 % dari nilai terendah hasil monitoring, dan tidak
ada yang dibawah standar.

Apabila kedua hal diatas telah tercapai, maka lamanya waktu
fumigasi baru mulai dihitung / (T(ime) 0

Manfaat monitoring
Monitoring ke II dan selanjutnya, atau terakhir.
Monitoring berikutnya dapat dilakukan sesuai dengan tabel
Ready Reckoner, tetapi minimal dilakukan pada akhir masa
fumigasi. Maksud monitoring ini adalah untuk mengetahui
apakah konsentrasi gas pada saat itu masih memenuhi standar.
Apabila konsentrasi standar tabel, maka fumigasi dapat terus
berlangsung atau apabila pada monitoring akhir maka fumigasi
telah dianggap berhasil, sebaliknya apabila :
Apabila konsentrasi < dari standar, tetapi nilai tabel paling
bawah, maka harus dilakukan penambahan gas / topping
Apabila konsentrasi < nilai tabel paling bawah, maka fumigasi
dianggap gagal.
Tindakan yang perlu dilakukan apabila :

Equilibrium tidak tercapai
Jika konsentrasi gas pada 3 titik yg dimonitor tidak seimbang, maka
hidupkan lagi kipas angin selama 15 menit, periksa kebocoran atau
kemungkinan tertutupnya selang monitor.
Konsentrasi gas dibawah standar
Jika konsentrasi gas berada pada titik standar atau diatasnya,
maka hal itu mengindikasikan fumigasi berjalan baik
Jika konsentrasi gas berada diantara titik standar dan batas
terendah, perlu dilakukan pengecekan thd.kemungkinan adanya
kebocoran, kekurangan dosis,dll sebelum menambah gas/topping
hingga mencapai konsentrasi tertinggi pada tabel ReadyReckoner.
Topping pada akhir masa fumigasi harus diikuti dng penambahan
waktu fumigasi 4 jam lagi, sedangkan untuk fumigasi kurang dari
12 jam tidak perlu ada penambahan gas.
Persiapan penggunaan Riken Inferometer
Periksa baterai
Periksa kondisi Calcium Chloride penyerap kelembaban
Hubungkan selang ke lubang intake dan alat penghisap.
Hidupkan alat dan hisap udara bebas, dan kembalikan skala ke
angka nol
Pembacaan skala
Riken Inferometer menberikan informasi mengenai konsentrasi gas
dalam ukuran gram per meter kubik.
1 ppm = 0.0001% = 0.004 gram per meter
5 ppm = 0.0005% = 0.02 gram per meter
257 ppm = 0.026 % = 1.00 gram per meter
1000 ppm = 0.100 % = 3.88 gram per meter
4121 ppm = 0.412 % = 16.00 gram per meter
Perawatan alat Riken Inferometer

Sebelum dan setelah digunakan alat harus selalu bersih dan kering

Keluarkan baterai jika tidak digunakan dalam jangka waktu lama.

Calcium chlorida harus kering

Disimpan dalam kotak, jangan kena sinar matahari langsung.
Mengakhiri pelaksanaan fumigasi MB
Hidupkan kipas angin
Pakai dan periksa masker pelindung muka dan pernafasan
Angkat plastik pada 2 sudut yg berlawanan atau pada bagian depan
pintu kontainer
Tunggu selama 15 menit, dan catat waktu pembukaan plastik
penutup.
Angkat lagi plastik penutup lebih lebar dan biarkan selama 15 menit
Matikan kipas angin, dan lakukan tes dengan gas leak detector /
lampu detektor halida.
Singkirkan dan lipat plastik fumigasi
STASIUN KARANTINA PERTANIAN KELAS I BANDUNG
FUMIGASI FOSFIN
(PH3)
STASIUN KARANTINA PERTANIAN KELAS I BANDUNG
Perbandingan karakteristik fumigan
Formula PH3 CH3Br CO2 HCN
Berat molekul 34,04 95 44 27
Titik didih (C) - 87,4 3,6 - 78,5 25,7
Berat jenis (gr/l)
(udara = 1,0)
1,214 3,3 2,0 0,9
Gravitas spesifik pada 30
C (cairan, kg/l)
0.746
-90
1,7 0,93 0,69
Tekanan uap pada 30 C
(atm)
42 2,5 71 1,2
Faktor konversi gr/m3 ke
ppm (30 C, 1 atm)
730 260 560 890
Batas flamabilitas udara
(u/v)
1,79% 13,5 14,5% Tidak menyala 6 -46%
Solubilitas dalam air (u/v) 0,2 3,4 0,76 Sangat
mudah larut
STASIUN KARANTINA PERTANIAN KELAS I BANDUNG
Pemilihan Fumigasi
Jumlah waktu yang tersedia
Waktu yang diperlukan fumigan untuk menyebar secara alami
maupun buatan (forced distribution)
Waktu eksposa setelah fumigan tersebar keseluruh komoditi
Waktu yang diperlukan untuk aerasi
Jenis komoditi
Jumlah biaya dan kemudahan aplikasi
Kemungkinan reaksi dengan non target dan organisme
PH
3
korosif tembaga merusak elektronik/listrik
CH
3
Br merusak bahan dari karet alam, mengandung sulfur,
aluminium
CO
2
bereaksi dengan substrat alkalin
HCN sangat mudah larut dalam air
Pertimbangan operasional
Persyaratan/permintaan pasar dan batas residu
STASIUN KARANTINA PERTANIAN KELAS I BANDUNG
Pemilihan PH3 dlm Fumigasi
1. Alternatif terhadap komoditas yang sensitif
terhadap MB : benih, produk makanan,
olahan, biji-bijian yang mengandung lemak
dan protein tinggi dan sereal
2. Komoditas yang sebelumnya telah
difumigasi dg MB
3. Merupakan senyawa toksik dan memiliki
penetrasi yang baik dan seragam
4. Tidak memliki efek aroma, warna dan cita
rasa terhadap komoditi yang difumigasi
5. Penyerapan pada produk rendah
6. Berpenetrasi dengan sangat baik pada biji-
bijian
7. Sangat efektif untuk internal pests maupun
external pests
8. Banyak dipersyaratakan negara tujuan
karena ion PH3 tidak merusak ozon
9. Tersedia waktu yang panjang (tidak kurang
dari 7 hari)
MRL (mg/kg) :
0,03 sbg -PH3
(dari AlP / Mg3P2)
CH3Br 50 sbg ion -Br
CO2 tidak ada batas
HCN 75 sbg -CN
Telur, larva, pupa tidak
terkena efeknya
Mengendalikan telur,
larva, pupa
Hydrogen phosphide penetrates
liquid powder
Spraying/fogging/dusting
vs
Fumigasi
STASIUN KARANTINA PERTANIAN KELAS I BANDUNG
Sifat fisik dan kimia PH3
Gas terbentuk pada siklus hydrospheric phosporus
Tidak berwarna pada suhu dan tekanan normal
Berat molekul 34,04
Titik didih -87,4C (125F), titik lebur -133,5C
Gravity gas 1,214 (udara =1), liquid 0.746
-90
(air 4C=1)
Panas penguapan 102.6 cal/g
Memiliki bau seperti bawang atau calcium carbite
Flamabilitas di udara (v/v) > 1,79%, sangat mudah terbakar pada
konsentrasi diatas 1,8% volume udara atau 25 mg/m3 atau 18.000
ppm
Tekanan uap pada 30C (atm) 42
Dapat meledak pada suhu sekitar 100C (212F)
Solubilitas dalam air (v/v) 0,2 (sangat larut)
Faktor konversi g/m3 ke ppm (30C, 1 atm) 730
Mudah meledak bila terkena air
Phosphine ignites pada 38C !
= 17.900 18.900 ppm atau 1,79 1,89 Vol.-%
Biasanya pada fumigasi tercapai max. 1500 ppm sehingga batas ignition
tidak tercapai
Konsentrasi phosphine/campuran udara yang
menyebabkan ignition : 1,9 l PH
3
dalam 100 l udara !
Selama fumigasi, phosphine/campuran udara yang
digunakan, ignition hampir tidak terjadi
Tambahan sifat fisika-kimia phosphine
Phosphine bersifat korosif terhadap logam mulia
(tembaga, perak, emas) dan turunannya !
dan menyebabkan korosi pada suhu dan
kelembaban yang relatif tinggi
Karena itu, peralatan elektronik harus dikeluarkan/dilapisi
plastik sebelum fumigasi
Tambahan sifat fisika-kimia phosphine
kayu
batu
Konstruksi baja
plastik
polyethylene
Tambahan sifat fisika-kimia phosphine
Fumigasi tidak direkomendasikan untuk dilakukan jika kondisi
kandungan air komoditi lebih tinggi dari 22%.
STASIUN KARANTINA PERTANIAN KELAS I BANDUNG
Sumber Fosfin
AlP + 3 H
2
O Al (OH)
3
+ PH
3
Aluminium fosfida + uap air aluminium hidroksida + fosfin
Mg
3
P2 + 3H
2
O 3Mg(OH)
2
+ 2PH
3

Magnesium fosfida + uap air magnesium hidroksida + fosfin
Pada senyawa AlP/Mg
3
P
2
ditambah bahan pelapis (lilin
parafin dan matric plastik) untuk memperlambat terjadinya
pelepasan gas dan mencegah terjadinya akumulasi
konsentrasi tinggi di udara yang dapat mengakibatkan
kebakaran
reaksi terbentuknya fosfin setelah 2 4 jam, pada suhu dan
kelembaban sesuai dekomposisi sempurna setelah 72 jam,
pada suhu dan kelembaban rendah akan lebih lama sekitar
120 jam
Formulasi Fosfin
Pellet : 0.6 gram, setiap pellet melepas 0,2
gram PH
3
Tablet : 1 tabung @ 100/300/334 tablet @ 3
gram, setiap tablet melepas 1 gram PH
3

Plate : 1 drum @ 120 plate @ 117 gram,
setiap plate melepas 33 gram PH
3

Bag : 1 drum @ 30 bag, @ 20 tyvek bag, @
34 gram, setiap tyvek bag melepas 11,3
gram PH
3

Strip : 2.340 gram, setiap strip melepas 660
gram PH
3
1 gr fosfin = 1 tablet = 5 pellet = 1/11 plate
Formulasi Plate
Phosphide products composition
Dengan ceolithe
Menghambat dekomposisi
Kemasan selalu kering
Menyerap uap air
Toksisitas
Efek pada serangga : Syaraf & pernapasan
Tergantung pada stadia perkembangan OPT
Telur : lambat (beberapa spesies ngengat, tungau toleran)
Larva : cepat (Ephestia elutella dan Trogodera granarium
toleran)
Pupa : lambat (Ephestia elutella dan Sitophilus granarius
toleran)
Imago : cepat
Tergantung lamanya waktu pemaparan, suhu, dan dosis yang
diaplikasikan
Lamanya fumigasi (waktu pemaparan/exposure time) tergantung
dengan kondisi komoditas. Komoditas yang menyerap gas, waktu
papar akan lebih panjang
Pengaruh terhadap Komoditi
PH
3
hanya sedikit terserap bahan makanan
sehingga residu relatif sangat kecil (0,03 ppm)
dan sisa gas akan terbuang pada waktu aerasi
Rekomendasi WHO/FAO : biji yang belum diolah 1
ppm, yang telah diolah 0,01 ppm
Faktor konversi gram/m3 ke ppm = 730
Kadar air komoditi yang direkomendasikan sama
dengan kadar air komoditi yang akan disimpan
Tidak boleh fumigasi dengan fosfin apabila suhu
komoditi kurang dari 15C atau kandungan air kurang
dari 9% atau rH bangunan /komoditi kurang dari 25%
Komoditi yang dapat difumigasi dengan Phosphine
Komoditi pertanian : semua jenis cereal, kacang-
kacangan, biji-bijian, benih, biji coklat, biji kopi, kapas,
serat alam, karet, tembakau, kayu dan produknya, stek,
produk bambu, tanaman kering, bunga
Produk olahan: produk cereal, sayur/buah kering, produk
susu, keju, produk ikan/daging kering, olahan kopi dan
teh, rempah, coklat, tepung industri, wool, pakaian, bulu,
rambut manusia, produk kulit, kertas dan produknya,
Karena korosif, hindarkan produk baterei dan charger,
brass sprinkler, alat komunikasi computer, motor
elektronik, sistem monitoring suhu, detektor asap, forklifts
FOSFIN sbg FUMIGAN
DIGUNAKAN
Komoditi diperlukan tidak
kurang dari 7 hari
Terdapat khapra tetapi
penggunaan MB tidak
diijinkan
Bijian mengandung
minyak, tepung expeller
cake
Perkecambahan sangat
penting
Komoditi telah difumigasi
sebelumnya dengan MB
Adanya taint (misal pada
tepung terigu)
TIDAK DIGUNAKAN
Timbul masalah
resistensi pada populasi
serangga
Ruangan tidak kedap
Suhu dibawah 10C
Waktu kurang dari 7
hari
Area sangat dekat
dengan area kerja/
pemukiman
Tidak tersedia personil
kompeten dan
peralatan yang cukup
Persiapan
1. Verifikasi : untuk mendapatkan kepastian
bahwa fumigasi layak untuk dilakukan
waktu
tempat (sumber daya, keamanan lingkungan, lantai),
komoditas (jenis, jumlah, kondisi, kadar air),
kemasan/packing),
penumpukan/stacking komoditas,
jenis hama dosis.
2. Pemberitahuan Kepada Pihak Terkait : paling
lambat 24 jam sebelum fumigasi dilaksanakan.
PELAKSANAAN FUMIGASI
3. Alat dan Bahan Fumigasi.
Gas PH
3

Peralatan pelindung
Peralatan aplikasi
Peralatan monitoring
Peralatan petunjuk bahaya
Peralatan dokumentasi
4. Pengukuran volume komoditas yang akan
difumigasi Kalkulasi gas
1m3 setara 1,24 ton komoditas = 1,5 g/m3 fosfin
setara 2 g/ton
Dosis (g/m3) x volume yang disungkup
Dosis (g/ton) x berat komoditas yang difumigasi
digunakan untuk mengambil sampel fumigan dalam
ruangan fumigasi.
ditempatkan dalam ruangan fumigasi paling sedikit 3
buah, dengan posisi diagonal, yaitu:
Di bagian depan dasar ruang fumigasi.
Di bagian tengah tumpukan komoditas ruang fumigasi.
Di bagian atas belakang ruang fumigasi.
Fumigasi 2 peti kemas dalam satu sungkup,
ditempatkan minimal 2 selang monitor pada setiap
peti kemas di bagian tengah atas dan depan bawah.
Fumigasi 3 peti kemas atau lebih dalam satu
sungkup, ditempatkan minimal 1 selang monitor
didalam setiap peti kemas pada bagian atas tengah.
SETTING PERALATAN :
Pemasangan Selang Monitor
Sebelum peletakan harus
dipastikan :
Tanda-tanda peringatan sudah terpasang di sekitar
fumigasi.
Tidak ada orang disekitar lokasi fumigasi.
Pelaksana fumigasi harus berjaga-jaga disekitar tempat
fumigasi.
Pelaksana fumigasi harus memakai alat pelindung diri
seperti sarung tangan, pakaian kerja dan full face mask
beserta canister (sebaiknya SCBA).
Tersedia wadah fosfin apabila menggunakan fosfin dalam
bentuk tablet/pellet pada titik titik distribusi yang telah
ditentukan sebelumnya
Tersedia lem atau alat perekat lainnya apabila
menggunakan fosfin dalam bentuk plate.
Lembar penutup (plastic sheet) tidak ada yang robek
ataupun bocor.
Jalur sampling gas terpasang dengan baik sesuai dengan
standar penempatannya.
Sarung tangan karet
Wearpack
PERSONAL PROTECTIVE EQUIPMENT
Helmet
Full face mask
Filter untuk PH
3
[A2B2P3]
RESPIRATORY PROTECTION
SCBA (Self Container Breathing Apparatus)

RESPIRATORY PROTECTION
Peletakan fosfin dalam sungkup
dilakukan dengan cepat (tidak lebih dari 30
menit), gunakan sarung tangan, penggunaan
alat perlindungan pernafasan tidak diharuskan
apabila distribusi fosfin ke seluruh ruangan
fumigasi tidak lebih dari 30 menit
diletakkan secara menyebar pada bagian
bawah, hindari penumpukan tablet
Fosfin dalam bentuk plate harus dikeluarkan
dari kemasan alumunium foil, diletakan miring
45.
Pastikan plate tetap dalam posisi miring
dengan cara bagian atas dan bawah plate
direkatkan pada suatu permukaan benda
Fosfin dalam bentuk bag harus dikeluarkan dari
kemasan alumunium foil, kemudian diletakkan
secara merata di dalam ruangan fumigasi
Distribusi Fumigan
Apabila menggunakan terpaulin
sheet/ sungkup diperlukan
Pemasangan Sand-snake : untuk
membantu terciptanya ruang
fumigasi yg kedap gas.
Deteksi Kebocoran Gas : untuk
memastikan ruang fumigasi kedap
gas.
Pelaksanaan deteksi kebocoran
gas menggunakan alat pendeteksi
kebocoran gas fosfin yang
dilakukan 2 jam setelah peletakan
fosfin.
Kedap Gas
Gas leak detector
untuk memantau konsentrasi gas pd waktu tertentu.
Alat : mampu mengukur konsentrasi gas 1 500 ppm;
Konsentrasi pada jam ke 2 setelah peletakan, harus
mencapai minimal 50 ppm.
Apabila dibawah 50 ppm, maka fumigasi dianggap gagal.
Apabila konsentrasi 50 ppm atau lebih, maka fumigasi dapat
dilanjutkan dan dilakukan monitoring berikutnya
Apabila sudah tercapai minimal 200 ppm maka
perhitungan exposure time dimulai (t0).
Monitoring dilakukan pada jam ke 6, 12, 24, 48, 72,
dan 96 dan seterusnya setiap interval 24 jam, pastikan
konsentrasi selalu diatas 200 ppm.
Apabila selama pemaparan di bawah 200 ppm maka
harus dilakukan penambahan gas sesuai dengan
jumlah fumigan yang dibutuhkan pada awal fumigasi.
Monitoring Konsentrasi Gas
Detector pump
Detector tube
5A untuk 50 - 1000 ppm
0,1A untuk 0,1 - 5 ppm
GAS MONITORING EQUIPMENT
Pengukuran konsentrasi gas
Detector with sensor
(X-am 7000)
Proses membuang sisa fumigan dari dalam ruang fumigasi
sampai ke tingkat ambang batas aman (Treshold Limit
Value/TLV).
TLV konsentrasi fosfin di dalam sungkup/ruangan fumigasi
adalah 0,3 ppm atau 0,0004 g/m3.
Pastikan lingkungan sekitar area fumigasi aman.
Pastikan telah memakai peralatan keselamatan kerja,
disarankan SCBA.
Buka lembaran plastik penutup sedikit, memperhatikan arah
angin, jepit dengan clamp. Biarkan + 15 menit, kemudian
angkat lebih tinggi lalu jepit dengan clamp.
Kumpulkan sisa-sisa fumigan (residu) yang tidak terurai,
masukkan ke dalam wadah yang terbuka dan segera lakukan
deaktifasi.
Pasang/tempatkan exhaust-fan atau blower, belalai mengikuti
arah angin. Hidupkan selama + 15 30 menit.
Periksa konsentrasi gas dengan electronic leak detector
sebelum menggunakan alat pengukur konsentrasi gas yang
mampu mendeteksi konsentrasi gas di bawah 0,3 ppm (TLV).
Semua tanda peringatan bahaya yang terpasang harus
disingkirkan
Aerasi
Penanganan residu
Gunakan peralatan keselamatan
Jangan masukan residu pada tepat tertutup
Jangan menumpuk pada satu tempat sehingga menimbulkan
akumulasi konsentrasi
Lakukan deaktivasi :
Bentuk bubuk dari fosfin berbentuk tablet/pellet.
metoda kering : bubuk residu dikumpulkan dalam suatu
wadah, dibungkus kecil-kecil dengan kertas, dan dikubur
pada tempat yang aman
Metode basah : wadah residu diisi air 2/3 volume yang
dicampur deterjen, masukan bubuk, diaduk perlahan,
setelah tidak menimbulkan gelembung cairan dibuang ke
tanah
Bentuk bubuk berasal dari fosfin berbentuk plate dan bags.
Metoda kering : plate/bags dimusnahkan dengan cara
dikubur. Plate/bags yang belum terpapar sempurna harus
disebarkan pada permukaan tanah sebelum dikubur.
Metoda basah : dengan menyediakan drum berisi air
sebanyak 2/3 bagian, kemudian plate/bags tersebut
ditenggelamkan sampai tidak menimbulkan gelembung
udara.
1.Penerbitan Sertifikat Bebas Gas
2.Penerbitan Sertifikat Fumigasi
3.Pencegahan Reinfestasi Serangga
4.Pendokumentasian Kegiatan
5.Pemeliharaan Bahan
6.Pemeliharaan Peralatan

PASCA PELAKSANAAN FUMIGASI
Gejala jika terhisap pada konsentrasi rendah
Pusing, mual, lemas
Telinga mendengung, sakit dada
Possible hazards for humans
Gejala jika terhisap pada konsentrasi tinggi
Mual, muntah-muntah, lemas, menggigil
Sakit perut, diare
Sakit dada dan sulit bernafas
Gejala jika terhisap pada konsentrasi sangat tinggi
Gelisah, sulit berjalan dan bernafas
Warna kulit kebiru-biruan (cyanosis)
Kekurangan oksigen pada darah, pingsan
Kegagalan fungsi otak dan paru-paru
Sistem saraf rusak berat dan kematian
FIRST AID & MEDICAL TREATMENT
Penolong harus menggunakan alat pelindung (full face
mask & filter).
Amati pasien walaupun dia merasa baik.
Ajak bicara pasien dengan pelan, jaga agar tetap
tenang.
Bawalah ke dokter untuk diperiksa lebih lanjut.
Lengkapi dengan label, MSDS dan instruksi P3K untuk
dokter.
KEMENTERIAN PERTANIAN
BADAN KARANTINA PERTANIAN
STASIUN KARANTINA PERTANIAN
KELAS I BANDUNG
T e r i m a K a s i h