Anda di halaman 1dari 6

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang
Pengertian korosi adalah rusak atau lapuknya suatu material (umumnya logam) karena
berinteraksi dengan lingkungan sekitar [sumber : modul pelatihan coating operator]. Korosi
merupakan peristiwa alami (natural process) dan reaksi yang terjadi adalah reaksi
elektrokimia sehingga setiap material (umumnya logam) memiliki laju korosinya masing
masing.
Ada empat elemen yang diperlukan sehingga reaksi korosi dapat berlangsung yaitu :
Anoda
Tempat arus mengalir dari anoda ke katoda
Katoda
Larutan elektrolit
Apabila salah satu komponen diatas tidak ada maka korosi tidak akan terjadi. Bentuk
konstruksi yang dipergunakan di laut pasti akan terkorosi begitu pula pada pelat lambung
kapal yang berada dibawah garis air. Sehingga diperlukan upaya pengontrolan laju korosi
yang dimiliki oleh pelat lambung kapal tersebut.
Salah satu metode yang sering digunakan untuk mengontrol laju korosi adalah pengecatan
(painting). Metode ini umum digunakan pada galangan kapal karena biayanya yang ekonomis
dan pengerjaannya yang efisien. Keberhasilan pengecatan pada pelat lambung kapal adalah
faktor utama yang harus diperhatikan, maka sebelum proses pengecatan, persiapan
permukaan pelat lambung kapal harus dilakukan secara baik. Persiapan permukaan yang
dimaksud adalah membersihkan permukaan pelat dari kerak karat atau mill scale dan
mengkasarkan permukaan pelat. Istilah persiapan permukaan di galangan kapal adalah
blasting.
Blasting adalah kegiatan penyemburan partikel ke permukaan pelat kapal dengan tekanan
tinggi yang bertujuan untuk membersihkan dan membuat kekasaran pada permukaan pelat
agar tercapai tingkat perekatan cat yang baik. Partikel blasting dikenal dengan nama abrasif,
menurut arti bahasa Indonesia, abrasif adalah bahan penggosok atau ampelas. Tujuan blasting
tidak akan tercapai seandainya abrasif yang dipergunakan tidak memiliki kemampuan dalam
membersihkan dan membuat kekasaran permukaan pelat sesuai prosedur pengecatan


Jenis abrasif yang umum dipergunakan pada galangan kapal di Indonesia adalah :
Abrasif mineral : Pasir silika (pasir kali) dan Garnet,
Abrasif slag (ampas hasil industri) : Copper slag, Steel slag dan Coal slag
Abrasif grit (manufactured media) : Steel grit dan Steel shoot.

Pada sebagian besar perusahaan konstruksi yg sangat concern terhadap HSE (Health,
Safety and Environment), telah melarang penggunaan beberapa jenis abrasif yang memiliki
kandungan unsur atau senyawa kimia yang berbahaya. Contohnya adalah pasir silika, karena
abrasif ini memiliki unsur penyusun kimia SiO
2
berupa kristal silika yang dapat
menyebabkan silikosis bagi operator blasting dikemudian hari. Padahal abrasif jenis ini
sangat bagus untuk membersihkan dan memberikan kekasaran pada permukaan pelat
material.
Namun desakan dari organisasi kesehatan pekerja sedunia yaitu National Institute for
Occupational Safety and Health (NIOSH) telah melarang penggunaan abrasif berbahan dasar
mineral atau pasir untuk kegiatan blasting yang memiliki kandungan free silica lebih dari 1%.
Banyak alternatif abrasif pengganti yang telah digunakan pada perusahaan konstruksi
atau fabrikasi anjungan lepas pantai diantaranya adalah garnet, steel grit atau crushed glass.
Namun dari beberapa contoh alternatif abrasif tadi umumnya adalah produk impor dan mahal
dan sangat jarang ditemui penggunaanya pada galangan kapal.
Penelitian terhadap pasir gunung berapi (volcano sand) di daerah Lumajang, Jawa
Timur adalah untuk mencari alternatif abrasif yang dapat memenuhi kriteria teknis persiapan
permukaan pelat, aman dari unsur atau senyawa kimia yang berbahaya dan harganya yang
terjangkau untuk dapat digunakan blasting pada galangan kapal di Indonesia.

1.2 Perumusan Masalah
Perumusan masalah pada penelitian ini adalah :
1. Apakah terdapat minyak atau lemak, berapa nilai konduktivitas dan nilai
kandungan ion pembentuk garam yang terlarut pada abrasif pasir volcano ?
2. Berapa nilai untuk tingkat kebersihan permukaan, pembentukan profile
permukaan dan tingkat debu yang dihasilkan dengan menggunakan abrasif
pasir volcano untuk blasting di bangunan baru ?
3. Berapa persen kandungan kristal silika pada abrasif pasir volcano ?
4. Berapa harga untuk memproduksi pasir volcano ?
5. Biaya blasting yang dikeluarkan oleh galangan ketika menggunakan abrasif
pasir volcano ?

1.3 Tujuan
Tujuan pada penelitian ini adalah :
1. Mengetahui kebersihan abrasif dari minyak atau lemak, nilai konduktivitas dan
nilai kandungan ion Na
+
atau Cl
-
terlarut pada abrasif pasir volcano
2. Mengetahui nilai tingkat kebersihan permukaan, pembentukan profile
permukaan dan tingkat debu yang dihasilkan dengan menggunakan abrasif
pasir volcano untuk blasting di bangunan baru
3. Mengetahui prosentase kandungan kristal silika pada abrasif pasir volcano
4. Mengetahui harga produksi pasir volcano
5. Mengetahui biaya blasting yang dikeluarkan oleh galangan ketika
menggunakan abrasif pasir volcano

1.4 Manfaat
Dari Tugas Akhir ini diharapkan dapat memberikan manfaat :
1. Secara umum dapat mengetahui dan membuktikan kualitas dan kemampuan
abrasif dalam mempersiapkan permukaan pelat kapal (blasting) untuk
mendapatkan hasil pengecatan yang sempurna
2. Secara khusus memberikan referensi alternatif abrasif pada galangan kapal
terhadap penggunaan volcano sand yang memenuhi kriteria teknis, ekonomis
dan ramah lingkungan
3. Pengembangan industri penunjang maritim di Indonesia

1.5 Batasan Masalah
Batasan masalah dalam Tugas Akhir ini meliputi :
1. Nilai kualitas abrasif volcano sand didapat berdasarkan pengujian spesimen yang
mengacu pada standard user yaitu TOTAL INDONESIE E&P
2. Nilai kemampuan teknis abrasif volcano sand didapat berdasarkan pengujian
spesimen yang mengacu pada standard user yaitu TOTAL INDONESIE E&P
3. Paramater dan kriteria abrasif yang digunakan serta prosedur blasting untuk
pengujian adalah sama
4. Definisi free silica berdasarkan aturan NIOSH 1974 dan SSPC AB 1
5. Nilai komposisi kristal silika abrasif pasir volcano didapat dari sample pasir
lumajang
6. Pembanding untuk mengidentifikasi free silica adalah abrasif pasir silika dan
garnet
7. Pengukuran debu respirabel di udara menggunakan abrasif pasir volcano dari
lumajang yang dilakukan di PT. Dok dan Perkapalan Kodja Bahari Galangan I
Jakarta
8. Perhitungan harga pokok produksi abrasif pasir volcano yang digunakan pada
lapangan produksi TOTAL INDONESIA E&P Kalimantan Timur
9. Perhitungan biaya blasting abrasif pasir volcano didapat dari luasan pelat lambung
kapal PT X
10. Pembanding untuk biaya blasting dari luasan pelat lambung kapal PT X
menggunakan pasir silika, garnet, steel grit, copper slag dan crushed glass

1.6 Hipotesa Awal
Hipotesa awal Tugas Akhir ini adalah
1. Penggunaan abrasif pasir volcano yang memenuhi teknis dan kualitas blasting
serta harga yang ekonomis diharapkan menjadi alternatif abrasif digalangan kapal
2. Terciptanya lingkungan yang sehat ketika blasting bagi blaster di galangan kapal

1.7 Sistematika Penulisan
Sistematika Penulisan Tugas Akhir ini terbagi menjadi

BAB I PENDAHULUAN
Bab ini memberikan uraian tentang latar belakang, perumusan masalah, tujuan yang
akan didapat, manfaat dan batasan masalah

BAB II STUDI PUSTAKA
Bab ini berisikan tentang teori teori pengolahan pasir yang berasal dari gunung berapi
menjadi abrasif blasting yang memenuhi teknis, ekonomis serta aman untuk digunakan
pada galangan kapal


BAB III METODOLOGI PENELITIAN
Menjelaskan langkah-langkah yang akan dilakukan dalam mengerjakan Tugas Akhir.
Di dalamnya juga terdapat rencana tahapan penelitian atau kerangka pengerjaan tugas
akhir yang digambarkan dalam diagram alir (flowchart) penelitian. Tahapan yang
dimaksud adalah urutan penelitian dari latar belakang, perumusan masalah, studi
literatur, pengumpulan data dan analisa

BAB IV PENGUMPULAN DATA
Bab ini berisikan data hasil pengujian teknis dan kualitas abrasif, data hasil pengujian
identifikasi kristal silika pada abrasif, data hasil pengukuran debu respirabel diudara
untuk abrasif volcano sand, data untuk menghitung harga produksi abrasif pasir volcano
dan data untuk pemilihan abrasif yang ekonomis

BAB V ANALISA DAN PEMBAHASAN
Bab ini berisikan analisa dan pembahasan dari hasil pengujian pengujian terhadap
abrasif dari segi teknis dan ekonomis

BAB VI PENUTUP
Berisikan kesimpulan dari hasil penelitian dan saran untuk penelitian selanjutnya





























(Halaman ini sengaja dikosongkan)