Anda di halaman 1dari 51

1

BAB II
TINJAUAN KEPUSTAKAAN
2.1 Teori Terkait
2.1.1 Stroke
1. Pengertian
Stroke adalah cedera vaskuler akut pada otak. Ini berarti stroke adalah suatu
cedera mendadak dan berat pada pembuluh-pembuluh darah otak. Cedera dapat
disebabkan oleh sumbatan bekuan darah, penyempitan pembuluh darah, atau
pecahnya pembuluh darah ( Feigin, 2!".
Gambar 2.1 proses terjadinya stroke
Secara sederhana stroke dide#inisikan sebagai penyakit otak akibat
terhentinya suplai darah ke otak karena sumbatan atau perdarahan, dengan ge$ala
lemas atau lumpuh sesaat, atau ge$ala berat sampai hilang kesadaran, dan
kematian (%unaidi, 2&".
2. Jenis-jenis stroke
2
Gambar 2.2 hemoragik Stroke dan iskemik Stroke
a. Stroke hemoragik
Stroke hemoragik disebabkan oleh perdarahan ke dalam $aringan otak
(disebut hemoragia intraserebrum atau hematom intraserebrum" atau ke dalam
ruang subaraknoid, yaitu ruang sempit antara permukaan otak dan lapisan
$aringan yang menutupi otak (disebut hemoragia subaraknoid" Feigin (2!".
'emoragia subaraknoid ini adalah $enis stroke yang paling mematikan.
(erdarahan dari sebuah arteri intrakranium biasanya disebabkan oleh
aneurisma (arteri yang melebar" yang pecah atau karena suatu penyakit,
misalnya hipertensi (peningkatan tekanan darah" atau angiopati amiloid (di
mana ter$adi pengendapan protein di dinding arteri-arteri kecil di otak". Salah
satu ge$ala yang khas pada perdarahan subaraknoid adalah nyeri pada kepala
yang timbul mendadak, parah, dan tanpa sebab yang $elas. )yeri kepala ini
sering disertai dengan muntah, kaku leher, atau kehilangan kesadaran
sementara. *eberapa $enis dari stroke hemoragik, yaitu+
1" 'emoragi ekstradural (hemoragi epidural" adalah kedaruratan bedah neuro
yang memerlukan pera,atan segera. Stroke ini biasanya diikuti dengan
#raktur tengkorak dengan robekan arteri tengah atau arteri meningens
lainnya. (asien harus diatasi dalam beberapa $am setelah mengalami
cedera untuk dapat mempertahankan hidup pasien tersebut.
-
2" 'emoragi subdural (termasuk hemoragi subdural akut" pada dasarnya
sama dengan hemoragi epidural, akan tetapi ada perbedaannya, yaitu pada
hematoma subdural yang robek adalah bagian vena sehingga pembentukan
hematomanya lebih lama dan menyebabkan tekanan pada otak.
-" 'emoragi subaraknoid (hemoragi yang ter$adi di ruang subaraknoid" dapat
ter$adi sebagai akibat dari trauma atau hipertensi, tetapi penyebab paling
sering adalah kebocoran aneurisme pada area sirkulus .illisi dan
mal#ormasi arteri-vena konginetal pada otak.
/" 'emoragi intraserebral, yaitu hemoragi atau perdarahan di substansi dalam
otak yang paling umum ter$adi pada pasien dengan hipertensi dan
aterosklerosis serebral karena perubahan degenerati# karena penyakit ini
biasanya menyebabkan ruptur pembuluh darah. Stroke ini sering ter$adi
pada kelompok umur /-! tahun. (ada orang yang usianya di ba,ah /
tahun, hemoragi intraserebral ini biasanya disebabkan oleh mal#ormasi
arteri-vena, hemangioblastoma, dan trauma. Selain itu, hemoragi
intraserebral ini dapat pula disebabkan oleh adanya tumor otak, dan
penggunaan medikasi tertentu.
b. Stroke iskemik
(ada stroke iskemik, penyumbatan bisa ter$adi di sepan$ang $alur
pembuluh darah arteri yang menu$u ke otak. 0arah ke otak disuplai oleh dua
arteria karotis interna dan dua arteri vertebralis. 1rteri-arteri ini merupakan
cabang dari lengkung aorta $antung. Sebagian besar stroke iskemik ter$adi di
hemis#er otak, meskipun sebagian ter$adi di serebelum (otak kecil" atau batang
otak. Stroke ini asimtomatik (tak berge$ala" atau hanya menimbulkan
kecanggungan, kelemahan ringan (biasanya hanya satu lengan", atau masalah
/
pada daya ingat. )amun, stroke ringan yang berganda dan ter$adi berulang-
ulang dapat menimbulkan cacat berat, penurunan kogniti#, dan demensia.
Stroke iskemik ini dibagi men$adi - $enis, yaitu +
1" Stroke 2rombotik+ proses terbentuknya thrombus yang membuat
penggumpalan.
2" Stroke 3mbolik+ 2ertutupnya pembuluh arteri oleh bekuan darah.
-" Hipoperfusion Sistemik+ *erkurangnya aliran darah ke seluruh bagian
tubuh karena adanya gangguan denyut $antung.
4enurut Feigin (2!", stroke iskemik biasanya disebabkan oleh +
1" Sumbatan oleh bekuan darah (ateroma"
2" (enyempitan sebuah arteri atau beberapa arteri yang mengarah ke otak.
-" 3mbolus (kotoran" yang terlepas dari $antung atau arteri ekstrakrani (arteri
yang berada di luar tengkorak" yang menyebabkan sumbatan di satu atau
beberapa arteri intrakrani (arteri yang ada di dalam tengkorak" ini disebut
in#ark otak atau stroke iskemik. 5alu %unaidi (2&", menambahan
penyebab stroke iskemik yaitu+
a" In#eksi Stroke bisa ter$adi bila suatu peradangan atau in#eksi
menyebabkan menyempitnya pembuluh darah yang menu$u otak.
b" 6bat-obatan $uga dapat menyebabkan stroke, seperti kokain dan
am#etamin, dengan $alan mempersempit lumen pembuluh darah di
otak dan menyebabkan stroke.
c" 'ipotensi (enurunan tekanan darah yang tiba-tiba bisa menyebabkan
berkurangnya aliran darah keotak, yang biasanya menyebabkan
seseorang pingsan. Stroke bisa ter$adi $ika tekanan darah rendahnya
parah dan menahun. 'al ini te$adi $ika seseorang mengalami
7
kehilangan darah yang banyak karena cidera atau pembedahan,
serangan $antung atau irama $antung yang abnormal.
-. 3tiologi
a. Trombus
1" 1terosklerosis dalam arteri intrakranial dan intrakranial.
2" 8eadaan yang berkaitan dengan perdarahan intraserebral.
-" 1rtritis yang disebabkan oleh penyakit kolagen (autoimun" atau artritis
bakteri.
/" 'iperkoagulasi
7" Seperti policythemia.
9" 2rombosis vena serebral.
b. Emboli
1" 8erusakan katub karena penyakit $antung rematik.
2" In#ark miokardial.
-" Fibrilasi arteri.
/" 3ndokarditis bakteri dan endokarditis nonbakteri yang dapat menyebabkan
bekuan pada endokardium.
c. Perdarahan
1" (erdarahan intraserebral karena hipertensi.
2" (erdarahan subaraknoid.
-" :uptur anurisma.
/" 1rteri venous mal#ormation
7" 'ipokoagulasi (pada klien dengan blood dyscrasias".
9
Gambar 2. !kibat"akibat stroke pada daerah otak
/. Faktor resiko stroke
a. Faktor resiko yang tidak dapat dimodi#ikasi+
1" ;sia
0ari berbagai penelitian, diketahui bah,a semakin tua usia, semakin besar
pula resiko terkena stroke. 'al ini berkaitan dengan adanya proses
degenerasi (penuan" yang ter$adi secara alamiah dan pada umumnya pada
orang lan$ut usia, pembuluh darahnya lebih kaku oleh karena adanya plak
(atherosklerosis".
2" %enis kelamin
5aki-laki memiliki resiko lebih besar untuk terkena stroke dibandingkan
dengan perempuan. 'al ini mungkin disebabkan karena laki-laki
cenderung merokok dan rokok itu sendiri ternyata dapat merusak lapisan
dari pembuluh darah tubuh.
!
-" Herediter
'al ini terkait dengan ri,ayat stroke pada keluarga. 6rang dengan ri,ayat
stroke pada kelurga, memiliki resiko yang lebih besar untuk terkena stroke
dibandingkan dengan orang tanpa ri,ayat stroke pada keluarganya.
b. Faktor yang dapat dimodi#ikasi+
1# Hipertensi $darah tinggi#
6rang-orang yang tekanan darahnya tinggi memiliki peluang besar untuk
mengalami stroke. *ahkan hipertensi merupakan penyebab terbesar
(etiologi" dari ke$adian stroke itu sendiri. 'al ini disebabkan karena pada
kasus hipertensi, dapat ter$adi gangguan aliran darah tubuh dimana
diameter pembuluh darah pada nantinya akan mengecil (vasokontriksi"
sehingga darah yang mengalir ke otak pun akan berkurang. 0engan
pengurangan aliran darah otak (106" maka otak akan kekurangan suplai
oksigen dan $uga glukosa (hipoksia", karena suplai berkurang secara terus
menerus, maka $aringan otak lama-lama akan mengalami kematian.
2# Penyakit jantung
1danya penyakit $antung seperti penyakit $antung koroner, in#ak miokard
(kematian otot $antung" $uga merupakan #aktor terbesar ter$adinya stroke.
Seperti kita ketahui, bah,a sentral dari aliran darah di tubuh terletak
di$antung. *ilamana pusat mengaturan aliran darahnya mengalami
kerusakan, maka aliran darah tubuh pun akan mengalami gangguan.
2ermasuk aliran darah yang menu$u ke otak. 8arena adanya gangguan
aliran, $aringan otak pun dapat mengalami kematian secara mendadak
ataupun bertahap.
# %iabetes mellitus
&
0iabetes melitus (04" atau disebut $uga sebagai kencing manis, memiliki
resiko untuk mengalami stroke. 'al ini terkait dengan pembuluh darah
penderita 04 yang umumnya men$adi lebih kaku (tidak lentur". 1danya
peningkatan ataupun penurunan kadar glukosa darah secara tiba-tiba $uga
dapat menyebabkan kematian $aringan otak. 2erdapat dua $enis diabetes,
yaitu + 0iabetes tipe I dan II. 2ipe I biasanya dimulai pada usia muda dan
memerlukan penyuntikan insulin secara teratur. 2ipe II biasanya
menyerang orang yang berusia / tahun ke atas dan pada tahap a,al
biasanya dapat diatasi dengan tablet dan modi#ikasi makanan.
/" Hiperkolesterolemi
'iperkolesterolemia merupakan keadaan dimana kadar kolesterol di dalam
darah berlebih. 8olesterol yang berlebih terutama $enis 505 akan
mengakibatkan terbentuknya plak<kerak pada pembuluh darah, yang lama-
kelama akan semakin banyak dan menumpuk sehingga lama-kelama akan
mengganggu aliran darah.
7" &besitas
8egemukan $uga merupakan salah satu #aktor resiko ter$adinya stroke. 'al
tersebut terkait dengan tingginya kadar lemak dan kolesterol dalam darah
pada orang dengan obesitas, dimana biasanya kadar 505 (lemak $ahat"
lebih tinggi dibandingkan dengan kadar '05nya (lemak
baik<menguntungkan".
9" 'erokok
0ari hasil penelitian didapatkan bah,a orang-orang yang merokok
ternyata memiliki kadar #ibrinogen darah yang lebih tinggi dibandingkan
dengan orang yang tidak merokok. (eningkatan kadar #ibrinogen ini dapat
=
mempermudah ter$adinya penebalan pembuluh darah sehingga pembuluh
darah men$adi sempit dan kaku dengan demikian dapat menyebabkan
gangguan aliran darah, dan ter$adilah stroke.
7. >e$ala dan tanda stroke
4enurut %unaidi (2&", berikut ini adalah ge$ala dan tanda-tanda stroke
yang lebih menditail +
a. 1danya serang de#isit neurologist #okal, berupa kelemahan atau kelumpuhan
lengan atau tungkai, atau salah satu sisi tubuh.
b. 'ilangnya rasa atau adanya sensasi abnormal pada lengan, tungkai, atau salah
satu sisi tubuh. *aal atau mati rasa sebelah, terasa kesemutan, terasa seperti
terkena cabai, rasa terbakar.
c. 4ulut, lidah mencong bila diluruskan.
d. >angguan menelan seperti sulit menelan, minum suka tersedak.
e. *icara tidak $elas (rero", sulit berbahasa, kata yang diucapkan tidak sesuai
dengan keinginan, pelo, sengal, bicara ngaco, kata-katanya tidak dapat
di#ahami (a#asia". *icara tidak lancar, hanya sepatah-sepatah kata yang
terucap.
#. Sulit memikirkan atau mengucapkan kata-kata yang tepat
g. 2idak memahami pembicaraan orang lain
h. 2idak mampu membaca dan menulis, dan tidak memahami tulisan
i. 2idak dapat berhitung, kepadaian menurun
$. 2idak mampu mengenali bagian dari tubuh
k. 'ilangnya kendali terhadap kandung kemih seperti kencing yang tidak
disadari
l. *er$alan men$adi sulit, langkahnya kecil-kecil
1
m. 4en$adi pelupa (dimensia"
n. ?ertigo (pusing, puyeng", atau perasan berputar yang menetap saat tidak
beraktivitas
o. 1,al ter$adinya penyakit (onset", mendadak, dan biasanya ter$adi pada saat
beristirahat atau bagun tidur
p. 'ilangnya penglihatan berupa penglihatan yang terganggu sebagian lapang
pandangan tidak terlihat, gangguan pandangan tanpa rasa nyeri, penglihatan
gelap atau ganda sesaat.
@. 8elopak mata sulit dibuka atau dalam keadaan ter$atuh
r. (endengaran hilang atau gangguan pendengaran berupa tuli satu telinga atau
pendengaran kurang.
s. 4en$adi lebih sensiti# seperti mudah menagis atau terta,a
t. 8ebanyakan tidur atau selalu ingin tidur
u. 8ehilangan keseimbangan, gerakan tubuh tidak terorganisasi dengan baik,
sempoyongan, atau ter$atuh
v. >angguan kesadaran, pingsan sampai tidak sadarkan diri (koma"
9. (ato#isiologi 0ari Stroke
Stroke merupakan penyakit peredaran darah otak yang diakibatkan oleh
tersumbatnya aliran darah ke otak atau pecahnya pembuluh darah di otak,
sehingga supplay darah ke otak berkurang. Secara umum gangguan pembuluh
darah otak atau stroke merupakan gangguan sirkulasi serebral dan merupakan
gangguan neurologik vokal yang dapat timbul sekunder dari suatu proses patologi
pada pembuluh darah serebral. Stroke bukan merupakan penyakit tunggal tetapi
merupakan kumpulan tanda dan ge$ala dari beberapa penyakit diantaranya
11
hipertensi, penyakit $antung, peningkatan lemak dalam darah, diabetes mellitus,
dan penyakit vaskuler peri#er.
(enyebab utama stroke adalah 2rombosis serebral (bekuan darah di dalam
pembuluh darah otak atau leher", aterosklerosis serebral dan perlambatan sirkulasi
serebral merupakan penyebab utama ter$adinya thrombosis. 3mbolisme serebral
(bekuan darah atau material lain yang di ba,a ke otak dari bagian tubuh yang
lain", abnormalitas patologik pada $antung kiri seperti endokarditis, $antung
reumatik, serta in#eksi pulmonal adalah tempat berasalnya emboli. 'emoragik
serebral (pecahnya pembuluh darah serebral sehingga ter$adi perdarahan ke dalam
$aringan otak atau area sekitar", hemoragik dapat ter$adi di epidural, subdural, dan
intraserebral.
(eningkatan tekanan darah yang terus menerus akan mengakibatkan
pecahnya aneurisme, sehingga dapat ter$adi perdarahan dalam parenkim otak yang
bisa mendorong struktur otak dan merembas kesekitarnya bahkan dapat masuk
kedalam ventrikel atau ke ruang intrakranial. 3kstravasasi darah ter$adi di daerah
otak dan subaraknoid, sehingga $aringan yang ada disekitarnya akan tergeser dan
tertekan. 0arah ini sangat mengiritasi $aringan otak, sehingga dapat
mengakibatkan vasospasme pada arteri di sekitar perdarahan. Spasme ini dapat
menyebar ke seluruh hemis#er otak dan sirkulus ,illis. *ekuan darah yang semula
lunak akhirnya akan larut dan mengecil. 0aerah otak disekitar bekuan darah dapat
membengkak dan mengalami nekrosis, karena ker$a enAim-enAim maka bekuan
darah akan mencair, sehingga terbentuk suatu rongga. Sesudah beberapa bulan
semua $aringan nekrotik akan diganti oleh astrosit dan kapiler-kapiler baru
sehingga terbentuk $alinan desekitar rongga tadi. 1khirnya rongga-rongga tersebut
terisi oleh astroglia yang mengalami proli#erasi.
12
>angguan neurologis tergantung letak dan beratnya perdarahan. (embuluh
yang mengalami gangguan biasanya arteri yang menembus otak seperti cabang-
cabang lentikulostriata dari arteri serebri media yang memperdarahi sebagian dari
ganglia basalis dan sebagian besar kapsula interna. 2imbulnya penyakit ini
mendadak dan evolusinya dapat secara cepat dan konstan, berlangsung beberapa
menit, beberapa $am, bahkan beberapa hari. >ambaran klinis yang sering ter$adi
antara lainB sakit kepala berat, leher bagian belakang kaku, muntah, penurunan
kesadaran, dan ke$ang. Sembilan puluh persen menun$ukkan adanya darah dalam
cairan serebrospinal (bila perdarahan besar dan atau letak dekat ventrikel", dari
semua pasien ini !-!7C akan meninggal dalam ,aktu 1-- hari, biasanya
diakibatkan karena meluasnya perdarahan sampai ke sistem ventrikel, herniasi
lobus temporalis, dan penekanan mesense#alon, atau mungkin disebabkan karena
perembasan darah ke pusat-pusat yang vital. (enimbunan darah yang cukup
banyak (1 ml" di bagian hemis#er serebri masih dapat ditoleransi tanpa
memperlihatkan ge$ala-ge$ala klinis yang nyata. Sedangkan adanya bekuan darah
dalam batang otak sebanyak 7 ml sa$a sudah dapat mengakibatkan kematian. *ila
perdarahan serebri akibat aneurisma yang pecah biasanya pasien masih muda, dan
2 C mempunyai lebih dari satu aneurisma.
!. 8omplikasi 0ari Stroke
a. 'ipoksia serebral
Fungsi otak bergantung pada ketersediaan oksigen yang dikirimkan ke
$aringan. (emberiaan oksigen suplemen dan mempertahankan hemoglobin
serta hematokrit pada tingkat dapat diterima akan membantu dalam
mempertahankan oksigenasi $aringan. 0iminimalkan dengan memberi
oksigenasi darah adekuat ke otak.
1-
b. 1liran darah serebral
*ergantung pada tekanan darah, curah $antung, dan integritas pembuluh darah
serebral. 'idrasi adekuat (cairan intravena" harus men$amin penurunan
viskositas darah dan memperbaiki aliran darah serebral. 'ipertensi dan
hipotensi ekstrem perlu dihindari untuk mencegah perubahan pada aliran
darah serebral dan potensi meluasnya area cedera.
c. 3mbolisme serebral
0apat ter$adi setelah in#ark miokard atau #ibrilasi atrium atau dapat berasal
dari katub $antung prostetik. 3mbolisme akan menurunkan aliran darah ke
otak dan selan$utnya menurunkan aliran darah serebral. 0isritmia dapat
mengakibatkan curah $antung tidak konsisten dan penghentian trombus lokal.
Selain itu, disritmia dapat menyebabkan embolus serebral dan harus
diperbaiki.
&. 1kibat yang dapat ditimbulkan stroke
Sebagian stroke bersi#at #atal, sementara yang lain menyebabkan cacaat
tetap atau sementara. Sekitar 2 dari 1 orang yang mengalami stroke akut akan
meningggal dalam 1 bulan pertama - dari 1 orang meninggal dalam 1 tahun, 7
dari 1 orang yang meninggal dalam 7 tahun, dan ! dari 1 orang meninggal dalam
1 tahun. 2anpa pencegahan yang memadai 1-2C pasien mengalami dekubitus
(luka akibat terlalul lama tidur<berbaring" dengan atau tanpa disertai in#eksi dalam
bulan pertama. 0ekubitus adalah salah satu penyebab utama kematian setelah
stroke (Feigin, 2!".
%unaidi (2&", mengemukakan beberap kecacatan yang mungkin diderita
pasien pasca stroke +
1/
a. 2idak mampu berbicara atau kemampuan kemampuan berkomunikasi men$adi
berkurang
b. 2idak mampu ber$alan secara mandiri, perlu bantuan orang lain atau alat.
c. >angguan buang air besar, ngompol
d. >angguan menelan atau makan
e. 8etidak mampuan berpindah posisi, misal dari tempat tidur ke kursi
#. (erlu bantuan dalam melakukan aktivitas sehari-hari misalnya berpakaian
mandi mencuci dan lain-lain.
=. (emeriksaan yang dilakukan di :umah Sakit
4enurut Feigin (2!", pemeriksaan yang dilakukan di :umah sakit
meliputi +
a. C2 ((omputeri)ed Tomography" dan 4:I ('agnetic *esonance +maging"
b. ;ltrasonogra#i dan 4:1 ('agnetic *esonance !ngiography"
c. 1ngiogra#i otak
d. (ungsi lumbal
e. 38> (3lektrokardiogra#i"
#. 3kokardiogra#i
g. Foto torak
h. (emeriksaan darah dan urin
1. (enatalaksanaan stroke
4enurut %unaidi (2&", keadaan khusus yang perlu mendapat penanganan +
a. 'ipertensi
b. 8elainan #ungsi $antung
17
c. 'iperglikemia
d. 'emoglobin yang rendah
e. (enurunan kadar albumin
(enatalaksanaan pada stroke iskemik yang ideal adalah sesuai dengan
pato#isiologinya, dan kema$uan dalam bidang biologi molekuler, seluler, dan
subseluler membuktikan bah,a sel neuron yang terancam mati dan terganggu
#ungsinya pada serangan stroke bukan hanya di daerah lesi melainkan $uga di
daerah sekitarnya yaitu di daerah penumbra. %adi penanganan pertama yang ideal
untuk stroke adalah tindakan umum suporti# yang dilakukan mulai pre-hospital
(dirumah penderita, selama transportasi, atau di klinik" sampai di ruang ga,at
darurat rumah sakit sebelum dikonsultasikan kepada spesialis sara# untuk
penanganan yang lebih khusus. *iasanya diberikan oksigen dan dipasang in#use
untuk memasukkan cairan dan Aat makanan, dan diberi terapi sesuai keadaan atau
proses tahapan strokenya. 6bat terapi khusus stroke iskemik adalah obat
trombolitik (penghancur thrombus atau sumbatan pembuluh darah", obat anti
agregasi trombosit<antikoagulan (anti pembekuan darah", neuroprotektan
(pelindung sara#", dan antagonis kalsium seperti nimodipin (%unaidi, 2&".
2.1.2 Kulit
1. Pengertian
8ulit merupakan organ tubuh paling luar dan membatasi bagian dalam
tubuh dari lingkungan luar. 5uas kulit pada orang de,asa sekitar 1.7 m dan
2
beratnya sekitar 17C dari berat badan secara keseluruhan.
8ulit terdiri atas tiga bagian utama, yaitu epidermis, dermis, dan
hipodermis. 3pidermis terdiri dari stratum korneum yang kaya akan keratin,
19
stratum lucidum, stratum granulosum yang kaya akan keratohialin, stratum
spinosum dan stratum basal yang mitotik. 0ermis terdiri dari serabut-serabut
penun$ang antara lain kolagen dan elastin. Sedangkan hipodermis terdiri dari sel-
sel lemak, u$ung sara# tepi, pembuluh darah dan pembuluh getah bening.
2. Fisiologi Kulit
8ulit merupakan organ yang ber#ungsi sangat penting bagi tubuh
diantaranya adalah memungkinkan bertahan dalam berbagai kondisi lingkungan,
sebagai barier in#eksi, mengontrol suhu tubuh (termoregulasi", sensasi, eskresi dan
metabolisme.
Fungsi proteksi kulit adalah melindungi dari kehilangan cairan dari
elektrolit, trauma mekanik, ultraviolet dan sebagai barier dari invasi
mikroorganisme patogen. Sensasi telah diketahui merupakan salah satu #ungsi kulit
dalam merespon rangsang raba karena banyaknya akhiran sara# seperti pada daerah
bibir, puting dan u$ung $ari. 8ulit berperan pada pengaturan suhu dan
keseimbangan cairan elektrolit.
2ermoregulasi dikontrol oleh hipothalamus. 2emperatur peri#er mengalami
proses keseimbangan melalui keringat, insessible loss dari kulit, paru-paru dan
mukosa bukal. 2emperatur kulit dikontrol dengan dilatasi atau kontriksi pembuluh
darah kulit. *ila temperatur meningkat ter$adi vasodilatasi pembuluh darah,
kemudian tubuh akan mengurangi temperatur dengan melepas panas dari kulit
dengan cara mengirim sinyal kimia yang dapat meningkatkan aliran darah di kulit.
(ada temperatur yang menurun, pembuluh darah kulit akan vasokontriksi yang
kemudian akan mempertahankan panas.
3. Fungsi kulit
1!
8ulit memiliki banyak #ungsi, yang berguna dalam men$aga homeostasis
tubuh. Fungsi-#ungsi tersebut dapat dibedakan men$adi #ungsi proteksi, absorpsi,
ekskresi, persepsi, pengaturan suhu tubuh (termoregulasi", dan pembentukan
vitamin 0.
a. Fungsi proteksi
8ulit menyediakan proteksi terhadap tubuh dalam berbagai cara sebagai
yaitu berikut+
1" 8eratin melindungi kulit dari mikroba, abrasi (gesekan", panas, dan Aat
kimia. 8eratin merupakan struktur yang keras, kaku, dan tersusun rapi dan
erat seperti batu bata di permukaan kulit.
2" 5ipid yang dilepaskan mencegah evaporasi air dari permukaan kulit dan
dehidrasiB selain itu $uga mencegah masuknya air dari lingkungan luar
tubuh melalui kulit.
-" Sebum yang berminyak dari kelen$ar sebasea mencegah kulit dan rambut
dari kekeringan serta mengandung Aat bakterisid yang ber#ungsi
membunuh bakteri di permukaan kulit. 1danya sebum ini, bersamaan
dengan ekskresi keringat, akan menghasilkan mantel asam dengan kadar
p' 7-9.7 yang mampu menghambat pertumbuhan mikroba.
/" (igmen melanin melindungi dari e#ek dari sinar ;? yang berbahaya. (ada
stratum basal, sel-sel melanosit melepaskan pigmen melanin ke sel-sel di
sekitarnya. (igmen ini bertugas melindungi materi genetik dari sinar
matahari, sehingga materi genetik dapat tersimpan dengan baik. 1pabila
ter$adi gangguan pada proteksi oleh melanin, maka dapat timbul
keganasan.
1&
7" Selain itu ada sel-sel yang berperan sebagai sel imun yang protekti#. Dang
pertama adalah sel 5angerhans, yang merepresentasikan antigen terhadap
mikroba. 8emudian ada sel #agosit yang bertugas mem#agositosis mikroba
yang masuk mele,ati keratin dan sel 5angerhans.
b. Fungsi absorpsi
8ulit tidak bisa menyerap air, tapi bisa menyerap material larut-lipid
seperti vitamin 1, 0, 3, dan 8, obat-obatan tertentu, oksigen dan karbon
dioksida. (ermeabilitas kulit terhadap oksigen, karbondioksida dan uap air
memungkinkan kulit ikut mengambil bagian pada #ungsi respirasi. Selain itu
beberapa material toksik dapat diserap seperti aseton, CCl , dan merkuri.
/
*eberapa obat $uga dirancang untuk larut lemak, seperti kortison, sehingga
mampu berpenetrasi ke kulit dan melepaskan antihistamin di tempat
peradangan.8emampuan absorpsi kulit dipengaruhi oleh tebal tipisnya kulit,
hidrasi, kelembaban, metabolisme dan $enis vehikulum. (enyerapan dapat
berlangsung melalui celah antarsel atau melalui muara saluran kelen$arB tetapi
lebih banyak yang melalui sel-sel epidermis daripada yang melalui muara
kelen$ar.
c. Fungsi ekskresi
8ulit $uga ber#ungsi dalam ekskresi dengan perantaraan dua kelen$ar
eksokrinnya, yaitu kelen$ar sebasea dan kelen$ar keringat+
1" 8elen$ar sebasea
8elen$ar sebasea merupakan kelen$ar yang melekat pada #olikel rambut dan
melepaskan lipid yang dikenal sebagai sebum menu$u lumen. Sebum
dikeluarkan ketika muskulus arektor pili berkontraksi menekan kelen$ar
1=
sebasea sehingga sebum dikeluarkan ke #olikel rambut lalu ke permukaan
kulit. Sebum tersebut merupakan campuran dari trigliserida, kolesterol,
protein, dan elektrolig. Sebum ber#ungsi menghambat pertumbuhan bakteri,
melumasi dan memproteksi keratin.
2" 8elen$ar keringat
.alaupun stratum korneum kedap air, namun sekitar / m5 air dapat
keluar dengan cara menguap melalui kelen$ar keringat tiap hari. Seorang
yang beker$a dalam ruangan mengekskresikan 2 m5 keringat tambahan,
dan bagi orang yang akti# $umlahnya lebih banyak lagi. Selain
mengeluarkan air dan panas, keringat $uga merupakan sarana untuk
mengekskresikan garam, karbondioksida, dan dua molekul organik hasil
pemecahan protein yaitu amoniak dan urea. 2erdapat dua $enis kelen$ar
keringat, yaitu kelen$ar keringat apokrin dan kelen$ar keringat merokrin.
-" 8elen$ar keringat apokrin terdapat di daerah aksila, payudara dan pubis,
serta akti# pada usia pubertas dan menghasilkan sekret yang kental dan bau
yang khas. 8elen$ar keringat apokrin beker$a ketika ada sinyal dari sistem
sara# dan hormon sehingga sel-sel mioepitel yang ada di sekeliling kelen$ar
berkontraksi dan menekan kelen$ar keringat apokrin. 1kibatnya kelen$ar
keringat apokrin melepaskan sekretnya ke #olikel rambut lalu ke permukaan
luar.
/" 8elen$ar keringat merokrin (ekrin" terdapat di daerah telapak tangan dan
kaki. Sekretnya mengandung air, elektrolit, nutrien organik, dan sampah
metabolisme. 8adar p'-nya berkisar /. E 9.&. Fungsi dari kelen$ar
keringat merokrin adalah mengatur temperatur permukaan,
mengekskresikan air dan elektrolit serta melindungi dari agen asing dengan
2
cara mempersulit perlekatan agen asing dan menghasilkan dermicidin,
sebuah peptida kecil dengan si#at antibiotik.
d. Fungsi persepsi
8ulit mengandung u$ung-u$ung sara# sensorik di dermis dan subkutis.
2erhadap rangsangan panas diperankan oleh badan-badan :u##ini di dermis dan
subkutis. 2erhadap dingin diperankan oleh badan-badan 8rause yang terletak di
dermis, badan taktil 4eissner terletak di papila dermis berperan terhadap
rabaan, demikian pula badan 4erkel :anvier yang terletak di epidermis.
Sedangkan terhadap tekanan diperankan oleh badan (accini di epidermis. Sara#-
sara# sensorik tersebut lebih banyak $umlahnya di daerah yang erotik.
e. Fungsi pengaturan suhu tubuh (termoregulasi"
8ulit berkontribusi terhadap pengaturan suhu tubuh (termoregulasi"
melalui dua cara+ pengeluaran keringat dan menyesuaikan aliran darah di
pembuluh kapiler. (ada saat suhu tinggi, tubuh akan mengeluarkan keringat
dalam $umlah banyak serta memperlebar pembuluh darah (vasodilatasi"
sehingga panas akan terba,a keluar dari tubuh. Sebaliknya, pada saat suhu
rendah, tubuh akan mengeluarkan lebih sedikit keringat dan mempersempit
pembuluh darah (vasokonstriksi" sehingga mengurangi pengeluaran panas oleh
tubuh.
#. Fungsi pembentukan pigmen (melanogenesis"
Sel pembentuk pigmen kulit (melanosit" terletak di lapisan asal
epidermis. Sel ini berasal dari rigi sara#, $umlahnya 1+1 dari sel basal. %umlah
melanosit serta $umlah dan besarnya melanin yang terbentuk menentukan ,arna
kulit. 4elanin dibuat dari se$enis protein, tirosin, dengan bantuan enAim
tirosinase, ion Cu dan oksigen oleh sel melanosit di dalam melanosom dalam
21
badan sel melanosit. (a$anan sinar matahari mempengaruhi produksi melanin.
*ila pa$anan bertambah, produksi melanin akan meningkat. (igmen disebarkan
ke dalam lapisan atas sel epidermis melalui tangan-tangan yang mirip kaki
cumi-cumi pada melanosit. 8e arah dermis pigmen, disebar melalui melano#ag.
Selain oleh pigmen, ,arna kulit dibentuk pula oleh tebal tipisnya kulit, 'b-
reduksi, 'b-oksidasi, dan karoten.
g. Fungsi keratinisasi
5apisan epidermis kulit orang de,asa mempunyai tiga $enis sel utama+
keratinosit, melanosit dan sel ,angerhans. 8eratinisasi dimulai dari sel basal
yang kuboid, bermitosis ke atas berubah bentuk lebih poligonal yaitu sel
spinosum, terangkat lebih ke atas men$adi lebih gepeng, dan bergranula men$adi
sel granulosum. 8emudian sel tersebut terangkat ke atas lebih gepeng, dan
granula serta intinya hilang men$adi sel spinosum dan akhirnya sampai di
permukaan kulit men$adi sel yang mati, protoplasmanya mengering men$adi
keras, gepeng, tanpa inti yang disebut sel tanduksel tanduk secara kontinu lepas
dari permukaan kulit dan diganti oleh sel yang terletak di ba,ahnya. (roses
keratinisasi sel dari sel basal sampai sel tanduk berlangsung selama 1/-21 hari.
(roses ini berlangsung terus-menerus dan berguna untuk #ungsi rehabilitasi
kulit agar selalu dapat melaksanakan #ungsinya secara baik. (ada beberapa
macam penyakit kulit proses ini terganggu, sehingga kulit akan terlihat bersisik,
tebal, dan kering.
h. Fungsi pembentukan vitamin 0
22
Sintesis vitamin 0 dilakukan dengan mengaktivasi prekursor !
dihidroksi kolesterol dengan bantuan sinar ultraviolet. 3nAim di hati dan gin$al
lalu memodi#ikasi prekursor dan menghasilkan calcitriol, bentuk vitamin 0
yang akti#. Calcitriol adalah hormon yang berperan dalam mengabsorpsi
kalsium makanan dari traktus gastrointestinal ke dalam pembuluh darah.
.alaupun tubuh mampu memproduksi vitamin 0 sendiri, namun belum
memenuhi kebutuhan tubuh secara keseluruhan sehingga pemberian vitamin 0
sistemik masih tetap diperlukan. (ada manusia kulit dapat pula
mengekspresikan emosi karena adanya pembuluh darah, kelen$ar keringat, dan
otot-otot di ba,ah kulit.
i. Fungsi ekspresi emosi
'asil gabungan #ungsi yang telah disebut di atas menyebabkan kulit
mampu ber#ungsi sebagai alat untuk mentakan emosi yang terdapat dalam $i,a
manusia. 8egembiraan dpat dinyatakan oleh otot kulit muka yang relaksasi dan
tersenyum, kesedihan diutarakan pleh kelen$ar air mata yang meneteskan air
matanya, ketegangan dengan otot kulit dan kelen$ar keringat, ketakutan oleh
kontraksi pembuluh darah kapiler kulit sehingga kulit men$adi pucat dan rasa
erotik oleh kelen$ar minyak dan pembuluh darah kulit yang melebar sehingga
kulit tampak semakin merah, berminyak, dan menyebarkan bau khas. Semua
#ungsi kulit pada manusia berguna untuk mempertahankan kehidupannya sama
seperti organ tubuh lain.
. E!ek "enuaan "a#a kulit
;sia yang mengin$ak / tahun akan memberi gambaran penuaan berupa
perubahan-perubahan tertentu pada kulit. 8ebanyakan perubahan tersebut ter$adi di
lapisan dermis.
2-
1" Fibroblas, yang memproduksi serat kolagen dan elastin, akan mengalami
penurunan $umlah dalam proses penuaan. Serat kolagen men$adi berkurang,
mengeras, dan terurai ke dalam bentuk yang tidak beraturan. Sedangkan serat
elastin men$adi kehilangan elastisitasnya, menebal dan robek. Sehingga kulit
pada penuaan akan menghasilkan gambaran celah yang disebut sebagai kerut.
2" Sel-sel 5angerhans akan berkurang $umlahnya dan makro#ag men$adi kurang
akti# sehingga menurunkan akti#itas imun pada kulit.
-" (roduksi keringat berkurang dan kelen$ar sebasea akan mengecil sehingga
produksi sebum akan berkurang menyebabkan kulit men$adi kering dan lebih
rentan terhadap in#eksi (karena mantel asam tidak e#ekti#".
/" 4elanosit #ungsional akan berkurang sehingga menyebabkan rambut ber,arna
putih (uban" dan pigmentasi yang atipikal. Sedangkan beberapa melanosit lain
akan mengalami pembesaran dan menghasilkan ruam-ruam pigmen.
7" 0inding pembuluh darah dermis men$adi lebih tebal dan kurang permeabel.
9" %aringan lemak adiposa men$adi longgar.
!" (roses migrasi sel basal men$adi sel permukaan ber$alan lebih lambat, sehingga
penyembuhan apabila ada cedera $uga men$adi lama.
$. Kele%&a&an Kulit
8elembaban kulit langsung berkaitan dengan hidrasi klien dan kondisi
lapisan lemak luar permukaan kulit (0e.itt, 1==".'idrasi kulit dan membran
mukosa membantu mengungkapkan keseimbangan cairan tubuh, perubahan
lingkungan integument, dan pengaturan suhu tubuh. 8elembaban adalah kebasahan
dan keminyakan. 8ulit normalnya halus dan kering. Sedikit keringat dan minyak
harus ada (Seidel et al, 1==7". (eningkatan keringat dapat berhubungan dengan
aktivitas, lingkungan yang hangat, obesitas, kecemasan, atau kegembiraan. 8ulit
2/
yang terlalu kering banyak ter$adi pada lansia dan orang-orang yang terlalu banyak
menggunakan sabun di saat mandi.
(era,at menggunakan u$ung $ari tanpa sarung tangan untuk mempalpasi
permukaan kulit dan mengobservasi membrane mukosa untuk kepekaan,
kekeringan, krusta, dan pengelupasan.(engelupasan adalah tampilan sepert
ketombe yang mengelupas pada saat permukaan kulit diusap sedikit. Sisik
berbentuk seperti sisik ikan yang mudah digosok dari permukaan kulit. *aik
pengelupasan maupun sisik merupakan indikator untuk kulit yang kering abnormal
('ardy, 1==". 8lien ditanyakan tanyakan tentang gatal.F .inter itchF merupakan
kondisi umum yang ditemukan pada saat iklim berkelembaban rendah selama
musim dingin (0e.itt, 1==". 8ekeringan yang berlebihan dapat memperburuk
penyakit kulit yang sudah ada seperti ecAema dan dermatitis.
'. Su(u Kulit
Suhu kulit bergantung pada $umlah darah yang bersirkulasi mele,ati
dermis. (eningkatan atau penurunan suhu kulit mengindikasikan peningkatan atau
penurunan aliran darah. )ormalnya suhu kulit berada pada rentang dari dinginke
hangat bila disentuh. Suhu lebih akurat $ika dika$i dengan mempalpasi kulit
menggunakan permukaan dorsal tangan atau $ari. Suhu kulit dapat sama di seluruh
tubuh atau bervariasi dari satu area ke area lain, seperti hangat setempat pada
daerah luka yang terin#eksi atau dingin pada $ari karena penurunan aliran darah.
(engka$ian suhu kulit merupakan pengka$ian dasar $ika klien beresiko mengalami
gangguan sirkulasi. Selain itu, pera,at dapat mengidenti#ikasi dekubitus stadium I
secara dini ketika mencatat adanya rasa hangat dan eritema pada area kulit.
). Tekstur Kulit
27
8arakter permukaan kulit dan bagian yang lebih dalam pada perabaan
adalah teksturnya. (era,at menentukan apakah kulit klien halus atau kasar, tipis
atau tebal, kencang atau lentur, dan indurasi (kekerasan" atau lunak dengan
mengusapnya dan sedikit mempalpasinya dengan u$ung $ari. 2ekstur kulit
normalnya halus, lunak, rata dan #leksibel pada anak-anak dan de,asa. 2etapi,
tekstur biasanya tidak sama di seluruh tubuh. 2elapak tangan dan kaki cenderung
lebih tebal. (ada lansia, kulit men$adi keriput karena penurunan kolagen, lemak
subkutan, dan kelen$ar keringat.
*. Turgor Kulit
2urgor adalah elastisitas kulit, yang dapat hilang karena edema atau
dehidrasi. )ormalnya kulit kehilangan elastisitas se$alan dengan penambahan usia.
;ntuk mengka$i turgor kulit, lipatan kulit di bagian belakang lengan ba,ah atau
area sternum di$umput atau dicubit dengan u$ung $ari dan dilepaskan. 8ulit normal
akan terangkat dengan mudah dan segera kembali ke posisi semula. *agian
belakang tangan bukan tempat yang baik untuk mengu$i turgor kulit karena kulit di
daerah tersebut longgar dan tipis (Seidel et al, 1==7". 8ulit tetap tetap tercubit $ika
turgor buruk. (era,at mencatat kemudahan kulit terangkat dan kecepatanya
kembali ke tempat semula. 8egagalan kulit kembali ke kontur atau ke bentuk
normal mengindikasikan adanya dehidrasi. 8lien dengan turgor kulit buruk tidak
memiliki kekenyalan terhadap pemakaian dan robekan pada kulit. 8ulit cenderung
tetap tercubit $ika turgor buruk. (enurunan turgor menyebabkan klien mengalami
kerusakan kulit.
+. Sirkulasi Kulit
29
Sirkulasi kulit mempengaruhi ,arna area setempat dan tampilan pembuluh
darah super#icial. Se$alan dengan penambahan usia, kapiler men$adi semakin
rapuh. 1rea tekan setempat, yang ditemukan setelah klien berbaring atau duduk
pada satu posisi, tampak kemerahan, merah muda, atau pucat. (etekie adalah
bercak kecil, seukuran u$ung $arum, ber,arna merah atau ungu yang disebabkan
oleh hemoragi kecil pada lapisan kulit.
1,. -esi Pa#a Kulit
Selama palpasi pera,at dapat melokasi lesi kulit, yang merupakan
perubahan kulit patologis (Seidel et al, 1==7". 8ulit normalnya bebas dari lesi,
kecuali bintik-bintik (frackles" atau perubahan yang berkaitan dengan pertambahan
usia seperti skin tag- keratosis senile (penebalan kulit", angioma cherry (papula
merah delima", dan kulitl atro#ik. 5esi dapat bersi#at primer (ter$adi sebagai
mani#estasi spontan a,al dari suatu proses penyakit", seperti lepuh karena gigitan
serangga, atau sekunder (ter$adi karena pembentukan akhir atau trauma terhadap
lesi primer, seperti ulkus tekan.
2.1.3 .eku&itus
1. Pengertian
5uka tekan atau 0ekubitus adalah kerusakan $aringan yang terlokalisir yang
disebabkan oleh adanya kompressi $aringan yang lunak diatas tulang yang
menon$ol $.ony Prominence# dan adanya tekanan dari luar dalam $angka ,aktu
yang lama. 5uka tekan ((ressure /lcer" atau 0ekubitus merupakan masalah serius
yang sering ter$adi pada pasien yang mengalami ganggua mobilitas, seperti pasien
stroke, in$uri tulang belakang atau penyakit degenerati#. Istilah 0ekubitus
sebenarnya kurang tepat dipakai untuk menggambarkan luka tekan karena asal kata
2!
0ekubitus adalah decubere yang artinya berbaring. Ini diartikan bah,a luka tekan
hanya berkembang pada pasien yang dalam keadaan berbaring. (adahal sebenarnya
luka tekan tidak hanya berkembang pada pasien yang berbaring, tapi $uga dapat
ter$adi pada pasien yang menggunakan kursi roda atau prostesi. 6leh karena itu
istilah 0ekubitus sekarang ini $arang digunakan di literatur-literatur untuk
menggambarkan istilah luka tekan. (.ikipedia, 2/,
http+<<,,,.yahoo.com.0iperoleh tanggal 1 1pril 21"
2. /ejala
Setiap bagian tubuh dapat terkena ulkus dekubitus, tetapi bagian tubuh yang
paling sering ter$adi ulkus dekubitus adalah daerah tekanan dan penon$olan tulang.
*agian tubuh yang sering terkena ulkus dekubitus adalah tuberositas ischi (-C",
trochanter mayor (2C", sacrum (17C", tumit (1C", lutut, maleolus, siku, $ari
kaki, scapulae dan processus spinosus vertebrae. 2ingginya #rekuensi tersebut
tergantung pada posisi penderita.
>e$ala klinik yang tampak oleh penderita, biasanya berupa kulit yang
kemerahan sampai terbentuknya suatu ulkus. 8erusakan yang ter$adi dapat
meliputi dermis, epidermis, $aringan otot sampai tulang. *erdasarkan ge$ala klinis,
terdapat empat stadium luka, yaitu+
a. Stadium 1
;lserasi terbatas pada epidermis dan dermis dengan eritema pada kulit.
(enderita dengan sensibilitas baik akan mengeluh nyeri. Stadium ini umumnya
reversibel dan dapat sembuh dalam 7-1 hari.
b. Stadium 2
;lserasi mengenai epidermis, dermis dan meluas sampai ke $aringan adiposa.
2erlihat eritema dan indurasi. Stadium ini dapat sembuh dalam 1-17 hari.
2&
c. Stadium -
;lserasi meluas sampai ke lapisan lemak subkutis, dan otot sudah mulai
terganggu dengan adanya edema, in#lamasi, in#eksi dan hilangnya struktur
#ibril. 2epi ulkus tidak teratur dan terlihat hiper atau hipopigmentasi dengan
#ibrosis. 8adang-kadang terdapat anemia dan in#eksi sistemik. *iasanya
sembuh dalam --& minggu.
d. Stadium /
;lserasi dan nekrosis meluas mengenai #asia, otot, tulang serta sendi. 0apat
ter$adi artritis septik atau osteomielitis dan sering disertai anemia. 0apat
sembuh dalam --9 bulan.
Gambar 2.0 Stadium ,uka Tekan
4enurut stadium luka tekan diatas, luka tekan berkembang dari permukaan
luar kulit ke lapisan dalam (top"do1n". )amun menurut hasil penelitian saat ini,
luka tekan $uga dapat berkembang dari $aringan bagian dalam seperti #ascia dan
otot ,alapun tanpa adanya adanya kerusakan pada permukaan kulit. Ini dikenal
dengan istilah in$uri $aringan bagian dalam (%eep Tissue +njury". 'al ini
disebabkan karena $aringan otot dan $aringan subkutan lebih sensiti# terhadap
2=
iskemia daripada permukaan kulit. 8e$adian 02I sering disebabkan karena
immobilisasi dalam $angka ,aktu yang lama, misalnya karena periode operasi yang
pan$ang. (enyebab lainnya adalah seringnya pasien mengalami tenaga yang
merobek (shear".
%enis luka tekan ini lebih berbahaya karena berkembang dengan cepat dari
pada luka tekan yang dimulai dari permukaan kulit. 8ebanyakan 02I $uga lebih
sulit disembuhkan ,alaupun sudah diberikan pera,atan yang adekuat. Stadium
dari 02I masih diperdebatkan karena stadium yang selama ini ada
merepresentasikan luka tekan yang dimulai dari permukaan menu$u kedalam
$aringan (top"do1n", sedangkan 02I dimulai dari dalam $aringan menu$u ke kulit
super#icial (bottom"up".
Selama ini pera,at sulit untuk mengidenti#ikasi adanya 02I karena
kerusakan pada bagian dalam $aringan sulit untuk dilihat dari luar. Dang selama ini
sering digunakan sebagai tanda ter$adinya 02I pada pasien yaitu adanya tanda
trauma yang dalam atau tanda memar pada $aringan. (ada orang yang berkulit
putih, 02I sering nampak sebagai ,arna keunguan atau kebiruan pada kulit. Saat
ini terdapat metode yang reliabel untuk mengenali adanya 02I, yaitu dengan
menggunakan ultrasonogra#i. *ila hasil ultrasonogra#i menun$ukan adanya daerah
hypoechoic, maka ini berarti terdapat kerusakan yang parah pada $aringan bagian
dalam, meskipun tidak ada kerusakan dipermukaan kulit atau hanya minimal.
>ambar 2.7 menun$ukan adanya daerah hypoechoic (lingkaran merah" pada
pemeriksaan dengan menggunakan ultrasonogra#i.

-
Gambar 2.2 %T+ dilihat dari permukaan kulit $kiri# dan %T+ yang dikaji dengan
ultrasound $kanan#
$courtesy of prof. Hiromi Sanada- 3apan#
3. Tujuan Pen0ega(an .eku&itus
2u$uan utama dalam pencegahan 0ekubitus yaitu mengurangi masa
pera,atan pasien dan mengurangi biaya pera,atan :umah Sakit.
. Faktor 1esiko
*raden G *ergstrom (2" mengembangkan sebuah skema untuk
menggambarkan #aktor-#aktor resiko untuk ter$adinya 0ekubitus. 1da dua hal
utama yang berhubungan dengan resiko ter$adinya luka tekan, yaitu #aktor tekan
dan toleransi $aringan.
Faktor yang mempengaruhi durasi dan intensitas tekanan diatas tulang yang
menon$ol adalah imobilitas, inakti#itas, dan penurunan sensori persepsi. Sedangkan
#aktor yang mempengaruhi toleransi $aringan dibedakan men$adi dua yaitu #aktor
yang berasal dari pasien. Sedangkan yang dimaksud dengan #aktor ekstrinsik yaitu
#aktor-#aktor dari luar yang mempunyai e#ek deteriorasi pada lapisan eksternal dari
kulit.
0iba,ah ini adalah pen$elasan dari masing-masing #aktor diatas+
a. 4obilitas dan aktivitas
4obilitas adalah kemampuan untuk mengubah dan mengontrol posisi
tubuh, sedangkan aktivitas adalah kemampuan untuk berpindah. (asien yang
berbaring terus-menerus ditempat tidur tanpa mampu untuk merubah posisi
beresiko tinggi untuk terkena 0ekubitus. Imobilisasi adalah #aktor yang paling
signi#ikan dalam ke$adian luka tekan. (enelitian yang dilakukan Suradi (2-"
di salah satu rumah sakit di (ontianak $uga menun$ukkan bah,a mobilitas
merupakan #aktor yang signi#ikan untuk perkembangan luka tekan.
b. (enurunan sensori persepsi
-1
(asien dengan penurunan sensori persepsi akan mengalami penurunan
untuk merasakan sensasi nyeri akibat tekanan diatas tulang yang menon$ol, *ila
ini ter$adi dalam durasi yang lama, pasien akan mudah terkena 0ekubitus.
c. 8elembapan
8elembapan yang disebabkan karena inkontinensia dapat
mengakibatkan ter$adinya maserasi pada $aringan kulit. %aringan yang
mengalami maserasi akan mudah mengalami erosi. Selain itu kelembapan $uga
mengakibatkan kulit mudah terkena pergesekan $4riction# dan perobekan
$aringan $Shear#. Inkntinensia lebih signi#ikan dalam perkembangan luka tekan
dari pada inkontinensia urin karena adanya bakteri dan enAim pada #eses dan
dapat merusak permukaan kulit.
d. 2enaga yang merobek (Shear"
4erupakan kekuatan mekanis yang meregangkan dan merobek $aringan,
pembuluh darah serta struktur $aringan yang lebih dalam, yang berdekatan
dengan tulang yang menon$ol. Contoh yang paling sering dari tenaga yang
merobek ini adalah ketika pasien diposisikan dalam posisi semi fo1ler yang
melebihi - dera$at. (ada posisi ini pasien bisa merosot keba,ah, sehingga
mengakibatkan tulangnya bergerak keba,ah namun kulitnya masih tertinggal.
Ini dapat mengakibatkan oklusi dari pembuluh darah, serta kerusakan pada
$aringan bagian dalam seperti otot, namun hanya menimbulkan sedikit
kerusakan pada permukaan kulit.
e. (ergesekan $4riction#
(ergesekan ter$adi ketika dua permukaan bergerak dengan arah yang
berla,anan. (ergesekan dapat mengakibatkan abrasi dan merusak permukaan
-2
epidermis kulit. (ergesekan bisa ter$adi pada saat penggantian sprei pasien yang
tidak berhati-hati.
#. )utrisi
'ipoalbuminemia, kehilangan berat badan, dan malnutrisi umumnya
diidenti#ikasi sebagai #aktor predisposisi untuk ter$adinya luka tekan. 4enurut
penelitian >uenter (2" stadium tiga dan empat dari luka tekan pada orangtua
berhubungan dengan penurunan berat badan, rendahnya kadar albumin, dan
intake makanan yang tidak mencukupi.
g. ;sia
(asien yang sudah tua memiliki resiko yang tinggi untuk terkena luka
tekan karena kulit dan $aringan akan berubah seiring dengan penuaan. (enuaan
mengakibatkan kehilangan otot, penurunan kadar serum albumin, penurunan
respon in#lamatori, penurunan elastisitas kulit, serta penurunan kohesi antara
epidermis dan dermis. (erubahan ini berkombinasi dengan #aktor penuaan lain
akan membuat kulit men$adi berkurang toleransinya terhadap tekanan,
pergesekan, dan tenaga yang merobek.
h. 2ekanan arteriolar yang rendah
2ekanan arteriolar yang rendah akan mengurangi toleransi kulit
terhadap tekanan sehingga dengan aplikasi tekanan yang rendah sudah mampu
mengakibatkan $aringan men$adi iskemia. Studi yang dilakukan oleh )ency
*ergstrom (1==2" menemukan bah,a tekanan Sistolik dan tekanan 0iastolik
yang rendah berkontribusi pada perkembangan luka tekan.
i. Stress emosional
0epresi dan stress emosional kronik misalnya pada pasien psikiatrik
$uga merupakan #aktor resiko untuk perkembangan dari luka tekan.
--
$. 4erokok
)ikotin yang terdapat pada rokok dapat menurunkan aliran darah dan
memiliki e#ek toksik terhadap endotelium pembuluh darah. 4enurut hasil
penelitian Suriadi (22" ada hubungan yang signi#ikan antara merokok dengan
perkembangan terhadap luka tekan.
k. 2emperatur kulit
4enurut hasil penelitian Sugama (1==2" peningkatan temperatur
merupakan #aktor yang signi#ikan dengan resiko ter$adinya luka tekan. 4enurut
hasil penelitian, #aktor penting lainya yang $uga berpengaruh terhadap resiko
ter$adinya luka tekan adalah tekanan antara muka $+nterface Pressure#. 2ekanan
antara muka adalah kekuatan per unit area antara tubuh dengan permukaan
matras. 1pabila tekanan antar muka lebih besar dari pada tekanan kapiler rata-
rata, maka pembuluh darah kapiler akan mudah kolap, daerah tersebut men$adi
lebih mudah untuk ter$adinya iskemia dan nekrotik.
$. Patogenesis #eku&itus
2iga elemen dasar yang men$adi dasar ter$adi dekubitus, yaitu + intensitas
tekanan dan tekanan yang menutup kapiler, durasi dan besarnya tekanan, dan
toleransi $aringan. 4enurut 4eehan (1==/", tempat yang paling sering ter$adi
dekubitus adalah sacrum, tumit, siku, maleolus lateral, trokanter besar, dan
tuberositis iskial ((otter G (erry, 27".
0ekubitus ter$adi sebagai hasil hubungan antara ,aktu dengan tekanan.
Semakin besar tekanan dan durasinya, maka semakin besar pula insiden
terbentuknya luka. 8ulit dan $aringan subkutan dapat mentoleransi beberapa
-/
tekanan. 2api, pada tekanan eksternal terbesar dari pada tekanan dasar kapiler akan
menurunkan atau menghilangkan aliran darah ke dalam $aringan sekitarnya. %ika
tekanan dihilangkan sebelum titik kritis maka sirkulasi pada $aringan tersebut akan
pulih kembali melalui mekanisme #isiologis hiperemia reakti# ((otter G (erry,
27".
'. Pen0ega(an #eku&itus
2ahap pertama pencegahan adalah mengka$i #aktor-#aktor resiko klien.
8emudian pera,at mengurangi #aktor-#aktor lingkungan yang mempercepat
ter$adinya dekubitus, seperti suhu ruangan panas (penyebab diaporesis",
kelembaban, atau linen tempat tidur yang berkerut ((otter G (erry, 27".
Identi#ikasi a,al pada klien beresiko dan #aktor-#aktor resikonya membantu
pera,at mencegah ter$adinya dekubitus. (encegahan meminimalkan akibat dari
#aktor-#aktor resiko atau #aktor yang member kontribusi ter$adinya dekubitus. 2iga
area intervensi kepera,atan utama mencegah ter$adinya dekubitus adalah
pera,atan kulit, yang meliputi higienis, pemberian massage dan pera,atan kulit
topical B pencegahan mekanik dan pendukung untuk permukaan, yang meliputi
pemberian posisi, penggunaan tempat tidur dan kasur terapeutik B dan pendidikan
((otter G (erry, 27".
(otter G (erry, 27", men$elaskan tiga area intervensi kepera,atan dalam
pencegahan dekubitus, yaitu +
a. 'igiene dan pera,atan kulit
-7
(era,at harus men$aga kulit klien tetap bersih dan kering. (ada
perlindungan dasar untuk mencegah kerusakan kulit, maka kulit klien dika$i
terus-menerus oleh pera,at, daripada delegasi ke tenaga kesehatan lainnya.
%enis produk untuk pera,atan kulit sangat banyak dan penggunaannya harus
disesuaikan dengan kebutuhan klien. 8etika kulit dibersihkan maka sabun dan
air panas harus dihindari pemakaiannya. Sabun dan lotion yang mengandung
alkohol menyebabkan kulit kering dan meninggalkan residu alkalin pada kulit.
:esidu alkalin menghambat pertumbuhan bakteri normal pada kulit, dan
meningkatkan pertumbuhan bakteri oportunistik yang berlebihan, yang
kemudian dapat masuk pada luka terbuka
b. (engaturan posisi
Intervensi pengaturan posisi diberikan untuk mengurangi takanan dan
gaya gesek pada kilit. 0engan men$aga bagian kepala tempat tidur setiggi -
dera$at atau kurang akan menurunkan perluang ter$adinya dekubitus akibat gaya
gesek. (osisi klien immobilisasi harus diubah sesuai dengan tingkat aktivitas,
kemampuan persepsi, dan rutinitas sehari-hari. 6leh karena itu standar
perubahan posisi dengan interval 1 H sampai 2 $am mungkin tidak dapat
mencegah ter$adinya dekubitus pada beberapa klien. 2elah direkomendasikan
penggunaan $ad,al tertulis untuk mengubah dan menentukan posisi tubuh klien
minimal setiap 2 $am. Saat melakukan perubahan posisi, alat *antu unuk posisi
harus digunakan untuk melindungi ton$olan tulang. ;ntuk mencegah cidera
akibat #riksi, ketika mengubah posisi, lebih baik diangkat daripada diseret. (ada
klien yang mampu duduk di atas kursi tidak dian$urkan duduk lebih dari 2 $am.
c. 1las pendukung (kasur dan tempat tidur terapeutik"
-9
*erbagai $enis alas pendukung, termasuk kasur dan tempat tidur khusus,
telah dibuat untuk mengurangi bahaya immobilisasi pada sistem kulit dan
muskuloskeletal. 2idak ada satu alatpun yang dapat menghilangkan e#ek
tekanan pada kulit. (entingnya untuk memahami perbedaan antra alas atau alat
pendukung yang dapat mengurangi tekanan dan alat pendukung yang dapat
menghilangkan tekanan. 1lat yang menghilangkan tekanan dapat mengurangi
tekanan antar permukaan (tekanan antara tubuh dengan alas pendukung"
diba,ah -2 mm'g (tekanan yang menutupi kapiler. 1lat untuk mengurangi
tekanan $uga mengurangi tekanan antara permukaan tapi tidak di ba,ah besar
tekanan yang menutupi kapiler.
(otter G (erry (27", mengidenti#ikasi = parameter yang digunakan
ketika mengevaluasi alat pendukung dan hubungannya dengan setiap tiga
tu$uan yang telah di$elaskan tersebut +
1" 'arapan hidup
2" 8ontrol kelembaban kulit
-" 8ontrol suhu kulit
/" :edistribusi tekanan
7" (erlunya servis produk
9" (erlindungan dari $atuh
!" 8ontrol in#eksi
&" 8emudahan terbakar api dan
=" Friksi klien atau produk
). Penatalaksanaan #eku&itus
-!
(enatalaksanaan klien dekubitus memerlukan pendekatan holistik yang
menggunakan keahlian pelaksana yang berasal dari beberapa disiplin ilmu
kesehatan. Selain pera,at, keahlian pelaksana termasuk dokter, ahli #isiotrapi, ahli
terapi okupasi, ahli giAi, dan ahli #armasi. *eberapa aspek dalam penatalaksanaan
dekubitus antara lain pera,atan luka secara lokal dan tindakan pendukung seperti
giAi yang ade kuat dan cara penghilang tekanan ((otter G (erry, 27".
Selama penyembuhan dekubitus, maka luka harus dika$i untuk lokasi,
tahap, ukuran, traktusinus, kerusakan luka, luka menembus, eksudat, $aringang
nekrotik, dan keberadaan atau tidak adanya $aringan granulasi maupun
epitelialisasi. 0ekubitus harus dika$i ulang minimal 1 kali per hari. (ada pera,atan
rumah banyak pengka$ian dimodi#ikasi karena pengka$ian mingguan tidak
mungkin dilakukan oleh pemberi pera,atan. 0ekubitus yang bersih harus
menun$ukkan proses penyembuhan dalam ,aktu 2 sampai / minggu ((otter G
(erry, 27".
2.1. Posturing
Salah satu tindakan kepera,atan yang utama dalam mencegah ter$adinya
0ekubitus yaitu dengan melakukan perubahan posisi secara teratur sehingga
mengurangi tekanan pada kulit. (osturing merupakan salah satu intervensi mandiri
pera,at dalam mencegah ke$adian 0ekubitus.
1. (engertian
(osturing atau mengatur dan merubah posisi adalah mengatur pasien
dalam posisi yang baik dan mengubah secara teratur dan sistematik, hal ini
merupakan salah satu aspek kepera,atan yang penting. (osisi tubuh apapun, baik
-&
atau tidak akan mengganggu apabila dilakukan dalam ,aktu yang lama ((otter G
(erry, 27".
2. 2u$uan merubah atau mengatur posisi
a. 4encegah nyeri otot
b. 4engurangi tekanan
c. 4encegah kerusakan sara# dan pembuluh darah super#icial
d. 4encegah kontraktur otot
e. 4empertahankan tonus otot dan re#leks
#. 4emudahkan suatu tindakan baik medik maupun kepera,atan
-. 4acam-macam posisi pasien
a. (osisi Semi 4o1ler
1dalah posisi berbaring dengan menaikkan kepala dan badan -
sampai /7 dera$at.
b. (osisi 4o1ler
1dalah posisi berbaring dengan menaikkan kepala dan badan &
sampai = dera$at.
c. (osisi High 4o1ler
1dalah menaikkan kepala dan badan I= dera$at. (ada posisi ini lutut
bias ditekuk atau diluruskan. (osisi ini biasanya digunakan pada pasien
kesulitan berna#as dan gangguan $antung. (ada posisi ini gravitasi menarik
dia#ragma keba,ah sehingga rongga dada bias lebih luas dan ventilasi paru
lebih baik.
d. (osisi &rthopneic
4erupakan adaptasi dari posisi high #o,ler. (asien duduk pada tempat
tidur atau pinggir tempat tidur dengan me$a samping tempat tidur atau diatas
-=
tempat tidur. (osisi ini biasanya digunakan untuk memperbaiki respirasi
karena pelebaran rongga dada maksimal, terutama pada pasien yang
mengalami kesulitan mengeluarkan udara perna#asan.
e. (osisi %orsal *ekumbent
Sikap pasien dengan posisi terlentang dengan kedua tungkai ditekuk,
sedikit direnggangkan dan kedua telapak kaki menapak pada kasur. 8egunaan
posisi ini adalah memudahkan untuk pemeriksaan, seperti palpasi daerah perut,
rectal touch dan vagina touch dan untuk memudahkan pelaksanaan prosedur
kepera,atan, seperti pemasangan kateter, vulva hygiene dan lain-lain.
#. (osisi Prone
Sikap pasien dengan posisi berbaring tengkurap dengan kepala miring
pada salah satu sisi. 8euntungan posisi ini membuat lutut dan panggul ekstensi
penuh. 8egunaan posisi ini yaitu menghindari ter$adinya kontraktur dan
memudahkan drainage mulut khususnya pada pasien tidak sadar yang telah
men$alani operasi mulut dan tenggorokan. (osisi ini tidak boleh dilakukan
pada pasien gangguan leher dan lumbal.
g. (osisi ,ateral
Sikap pasien miring pada salah satu sisi tubuh. Semakin #leksi panggul
atas dan lutut maka semakin stabil dan seimbang. 8egunaan posisi ini adalah
untuk mengurangi lordosis, memperbaiki susunan tulang belakang, membantu
mengurangi tekanan pada sacrum dan bokong, nyaman bagi pasien yang
mengalami de#isit sensori dan motorik.
2.1.$ Massage
/
1. (engertian 'assage
(erkataan massage berasal dari bahasa 1rab F 4aas F yang berarti
menyentuh atau meraba. 'assage diambil dari bahasa Francis. 0alam bahasa
Indonesia disebut pi$at atau mengurut (lutut". 'assage dapat diartikan pi$at yang
telah disempurnakan dengan ilmu-ilmu tentang tubuh manusia. 0apat pula
dide#inisikan dengan gerakan-gerakan tangan yang mekanis terhadap tubuh
manusia dengan mempergunakan bermacam-macam bentuk pegangan atau
manipulasi.
2. 2eknik massage
a. 4engusap (Effleurage"
Effleurage merupakan kata dari bahasa prancis yang dapat berarti
stroking (mengusap". >erakan ini merupakan teknik paling sederhan dalam
proses pemi$atan, dan dapat dilakukan di seluruh bagian tubuh. Selain itu,
mengusap (effleurage" $uga merupakan gerakan berirama yang khususnya
dipakai untuk+
1" 4enga,ali dan mengakhiri kontak.
2" 4emungkinkan partner untuk bersantai diba,ah sentuhan kita.
-" 4emungkinkan kita untuk merasakan daerah yang mengalami ketegangan.
/" 4eratakan minyak pi$at, lotion, krim, bedak bayi dengan lebih mudah.
7" 4enghubungkan bagian tubuh yang berbeda.
9" 4enghangatkan otot untuk persiapan pi$at yang lebih dalam.
4engusap (effleurage" $uga membantu meningkatkan aliran darah dan
getah bening serta serta dapat mengendurkan otot (relaksasi". (ada
kenyataannya, gerakan ini merupakan pi$at utama yang dapat memberikan
man#aat aromaterapi dari minyak murni.
/1
b. 4enekan (Petrissage"
4enekan (Petrissage" merupakan istilah umum yang diberika untuk
segala $enis pi$atan dengan teknik menekan, meremas, dan menggulung otot
diba,ah kulit. Ini $uga mencakup teknik meremas. >erakan ini merupakan
gerakan mengusap tingkat sedang yang dilakukan setelah mengusap
(effleurage" dan berperan untuk+
1" 4eremas otot dari kotoran, mengurangi ketegangan, dan mengeluarkan
racun serta kelelahan dari dalam tubuh.
2" 4empersiapkan tubuh untuk pemi$atan yang lebih mendalam, seperti pi$at
dengan teknik menggesek (#rection"
-" 4elepaskan simpul ketegangan.
/" 4eregangkan dan melonggarkan urat dan $aringan penghubung (#ascia".
7" 4erangsang sirkulasi pada suatu daerah tertentu.
Petrissage $uga membantu mengembalikan darah dan oksigen serta
melonggarkan otot.
c. 4enepuk (Percussion"
Istilah ini dipakai sesuai dengan suara yang ditimbulkannya. 2eknik ini
dikenal dengan tapotement, kata dari bahasa prancis yang berarti Jketukan
ringanJ, terdiri dari pukulan cepat dengan kedua tangan yang dilakukan secara
bergantian dalam gerakan berirama. Seperti pada bagian perkusi pada sebuah
orkestra, tepukan ini mula-mula dilakukan secara perlahan, kemudian semakin
cepat dan berakhir dengan tiba-tiba.2eknik ini digunakan untuk+
1" 4eningkatkan sirkulasi lokal.
/2
2" 4enyelaraskan dan merangsang daerah $aringan lunak seperti pada bagian
luar paha dan pantat.
-" 4erangsang u$ung sara#.
d. 4enggesek (4riction"
Ini merupakan pi$atan terpusat yang dalam dan dilakukan setelah
mengusap (effleurage" dan menekan (Petrissage". (i$atan ini dilakukan
dengan menggunakan u$ung $ari, ibu $ari, tumit tangan, serta sering dilakukan
hanya dengan menggunakan satu tangan. Selain itu, teknik ini dilakukan tanpa
atau hanya menggunakan sedikit gerakan peluncuran,sehingga minyak dan
krim sangat $arang diperlukan dalam teknik ini. >erakan ini terarah pada
$aringan secara dalam yang men$adi pusat ketegangan. 4enggesek (Friction"
digunakan untuk+
1" 4engurangi oedema (penimbunan air"
2" 4eregangkan dan melepaskan simpul ketegangan.
-" 4embebaskan pengapuran di sekitar daerah persendian, misalnya pada
encok.
/" 4erangsang saluran pencernaan dan usus besar.
7" 4engobati rasa sakit yang sering ter$adi dari cabang-cabang sistem sara#
utama.
e. 4enyelesaikan pi$atan
(ada akhir pemi$atan, partner kita akan merasa melayang dan rileks, oleh
karena itu, sangat penting untuk mengakhiri pi$at secara perlahan dengan tu$uan
mengembalikan kesadarannya. 8ita harus selalu mengakhiri pi$at dengan pi$atan
pengkandasan (grounding stroke" dan biarkan partner kita untuk tetap diam dan
beristirahat beberapa saat sebelum bangun.
/-
-. 4acam - 4acam 'assage.
a. Sport 'assage.
1dalah pi$at yang dipakai dalam lapangan sport. 0itu$ukan untuk
membentuk dan memelihara kondisi badan para olah raga,an agar konstan
baik.
b. Segment 'assage.
Ialah pi$at yang dilakukan untuk mengobati beberapa macam penyakit
tanpa memasukkan obat ke dalam tubuh. 0itu$ukan untuk meringankan atau
menyembuhkan beberapa macam penyakit yang boleh dipi$at.
c. (osmetic 'assage.
lalah pi$at yang dipakai dalam bidang pemeliharaan kecantikan.
0itu$ukan untuk membersihkan dan menghaluskan kulit, $uga untuk men$aga
agar kulit tidak lekas mengkerut (a,et muda".
/. 2u$uan 'assage (ada ;mumnya.
a. 4elancarkan peredaran darah terutama peredaran darah vena (pembuluh balik"
dan peredaran getah bening (air limphe".
b. 4enghancurkan pengumpulan sisa-sisa pembakaran di dalam sel-sel otot yang
telah mengeras yang disebut miyogelosis (asam susu".
c. 4enyempurnakan pertukaran gas-gas dan Aat-Aat di dalam $aringan atau
memperbaiki proses metabolisme.
d. 4enyempurnakan pembagian Aat-Aat makanan keseluruh tubuh.
e. 4enyempurnakan proses pencemaan makanan.
#. 4enyempurnakan proses pembuangan sisa-sisa pembakaran (sampah-sampah"
ke alat pengeluaran atau mengurangi kelelahan.
//
g. 4erangsang otot-otot yang dipersiapkan untuk beker$a yang lebih berat,
menambah tonus otot (daya ker$a otot", e##isiensi otot (kemampuan guna otot"
dan elastisitet otot (kekenyalan otot".
h. 4erangsangi $aringan-$aringan syara#, mengakti#kan syara# sadar dan ker$a
syara# otonomi (tak sadar".
i. 4embantu penyerapan (absorsi" pada peradangan bekas luka.
$. 4embantu pembentukan sel-sel baru atau menyuburkan pertumbuhan tubuh.
k. 4embersihkan dan menghaluskan kulit.
l. 4emberikan perasaan nyaman, segar dan kehangatan pada tubuh.
m. 4enyembuhkan atau meringankan berbagai gangguan penyakit yang boleh
dipi$at.
7. (rosedur massage
a. (ersiapan alat-alat untuk memberika massage
b. 'assage dilakukan K 17 menit
c. 4en$elaskan tu$uan dari massage dengan minyak kelapa kepada pasien
d. 4emandikan pasien di tempat tidur
e. *antu klien untuk miring atau dalm keadaan prone.
#. 3kspose bagian punggung, bahu, lengan atas atau sakral. 2utup bagian yang
tidak dipi$at dengan handuk untuk mencegah bagian tubuh keadaan atau udara
dingin
g. Cuci tangan dengan air hangat. 'angatkan minyak kelapa dengan
merendamnya dalam air yang hangat /Lc K 1 menit. 4inyak yang hangat
akan membuat kulit klien lebih nyaman.
h. 2uangkan minyak ke telapak tangan, secukupnya K 17cc untuk mencegah
ter$adinya gosokan yang kasar terhadap kulit.
/7
i. 4ulai pi$atan pada daerah sakral dengan gerakan yang memutar. >erakan
tangan naik ke arah bahu, pi$at memutar di skapula, lakukan perlahan dan
merata.
$. 8etika dilakukan pemi$atan, ka$i adanya daerah yang terlihat kepucatan atau
kemerahan.;ntuk area yang terlihat kepucatan atau kemerahan tersebut,
lakukan pemi$atan lebih intensi# untuk merangsang agar aliran darah men$adi
lancar.
k. %ika tambahan stimulasi diperlukan, lakukan peremasan pada daerah bahu serta
turun naik pada area tulang belakang.
l. (ada tahap akhir, lakukan pukulan-pukulan yang ringan K 1M pukulan selama
K 1 menit.
m. Setelah selesai pemi$atan, keringkan lumbrik yang berlebihan dengan handuk.
4embantu pasien berpakaian dan berikan posisi yang nyaman
n. (era,at cuci tangan
o. 4erapikan alat-alat
2.1.' 2in3ak kela"a
4inyak kelapa adalah minyak yang mempunyai tekstur krim alami, susunan
molekulnya memudahkan untuk penyerapan, sehingga memberikan tekstur lembut,
halus pada kulit. (erbedaan minyak kelapa dengan krim, vaseline, dan lotion lainya
adalah krim, vaselin, dan lotion lain diproduksi untuk memberikan pemulihan
langsung. 8rim komersial sangat banyak kandungan airnya, kelembabanya dengan
cepat diserap kedalam kulit yang kering, memperluas $aringannya, seperti pengisi
balon dengan air. Sehingga keriput menghilang, dan kulit terasa lembut, namun ini
hanyalah sementara segera setelah airnya menguap atau diba,a oleh aliran darah.
/9
8ulit kering, keriput lagi. Sementara minyak kelapa tidak hanya memberikan
pemulihan langsung tetapi $uga membantu dalam proses penyembuhan dan perbaikan.
4inyak kelapa murni merupakan lotion kulit alami yang tersedia. 4encegah
pembentukan radikal bebas perusak dan memberikan perlindungan terhadapnya. *isa
membantu mencegah kulit dari perkembangan bercak-bercak kehitaman dan
kerusakan lain yang disebabkan oleh penuaan dan keterbukaan berlebihan terhadap
cahaya matahari. 4embantu men$aga $aringan agar tetap kuat dan longgar sehingga
kulit tidak mengendur dan keriput. Sementara minyak kelapa tidak hanya memberikan
pemulihan langsung tetapi $uga membantu dalam proses penyembuhan dan perbaikan.
1sam lemak antiseptik pada minyak kelapa membantu mencegah in#eksi $amur dan
in#eksi bakteri pada kulit ketika digunakan secara langsung pada kulit. 4inyak kelapa
mengandung medium fatry chatin acid yang sama pada medium fatry acid yang
ditemukan pada sabun kulit. 1sam lemak pada minyak kelapa seperti semua dieter
lainya digabungkan sebagai trigliserida dengan demikian trigliserida mempunyai aksi
mikrobial langsung. )amun bakteri yang ada di atas kulit merubah trigliserida ini
men$adi asam lemak bebas seperti yang ter$adi pada sabun. 'asilnya adalah
penambahan asam lemak anti mikrobial pada kulit dan perlindungan dari in#eksi
((rice, 2/".
2.2 Penelitian terkait
2elah banyak penelitian yang terkait dengan penelitian yang peneliti sedang
lakukan diantaranya penelitian yang dilakukan oleh Silyvia (1===", kem,et al (1===",
2hompson, *ishop, dan 4ottola (2" yang melakukan penelitian mengenai kaitan
e#ek dari berbagai $enis matras dalam mengurangi tekanan.
/!
1. (enelitian yang dilakukan oleh dilakukan oleh )ur,aningsih dengan $udul
pengaruh penggunaan minyak kelapa terhadap pencegahan integritas kulit+
dekubitus pada pasien tirah baring total karena stroke. 0engan membandingkan
minyak kelapa dengan vaselin. 6bservasi treatment massage minyak kelapa
se$umlah = responden pada pasien stroke di rumah sakit islam %akarta pusat dan
observasi treatment massage dengan vasseline se$umlah 11 responden pasien
stroke di rumah sakit pantai indah kapuk pluit .observasi dilakukan selama - hari.
(engolahan data menggunakan prosedur analisis statistik u$i N beda 2 proporsi
dengan tingkat kepercayaan =7C pada alpha 7C .'asil yang ditampilkan adalah
berupa integritas kulit dapat dipertahankan dan tidak ter$adi penurunan integritas
kulit dengan hasil NO ,//& sehingga pada alpha ,7 didapatkan nilai p value
,1! maka p value lebih besar dari alpha. 8eputusanya+ yaitu tidak ada
perbedaan penggunaan massage minyak kelapa dengan massage vasseline.
2. (enelitian yang dilakukan oleh )ovieastari (21" tentang penelusuran hasil
penelitian yang ber$udulF intervensi kepera,atan dalam pencegahan ter$adinya
luka dekubitus pada orang de,asaF. (ada kedua penelitian tersebut bah,a
penggunaan matras pereduksi tekanan dan perubahan posisi baring pada intervensi
kurang dari 2 $am dapat merupakan tindakan yang e#ekti# untuk mencegah
ter$adinya luka dekubitus pada populasi orang de,asa. (era,at yang berperan
dalam edukasi kesehatan pasien dapat berperan lebih besar untuk mencegah
ter$adinya luka dekubitus.
-. (ur,aningsih (21" meneliti tentang P1nalisis 0ekubitus pada (asien 2irah
*aring di :uang 11, *1, C1, 01, dan :uang *- I:)1 I :umah Sakit 0r. Sard$ito
Dogyakarta.F (enelitian yang dilakukan merupakan penelitian %eskriptif
e5plorati6e dengan model rancangan (ross sectional untuk mencari gambaran
/&
tentang angka ke$adian dekubitus pada pasien tirah baring di ruang 11 sebanyak /
pasien (27C", di ruang *1 sebanyak 2 pasien (12,7C", di ruang C1 sebanyak 2
pasien (12,7C", di ruang 01 sebanyak - pasien (1&,!7C", dan di ruang *-
sebanyak 7 pasien (-1,27C" I:)1 I rumah sakit 0r. Sard$ito, Dogyakarta.
(enelitian ini hanya menganalisa angka ke$adian dekubitus, dengan hasil+
prevalensi dekubitus / C. 0ominan pada kelompok usia 91-& tahun, tingkat
pendidikan S0 dan S52( (2!,7C", 0iagnosa medis stroke in#ark, paraparese, dan
((68 masing-masing (1&,!C". 5okasi dekubitus di daerah sakrum (92,7C", tidak
dilakukan tindakan pencegahan dengan ,indring (-7C" dan masase punggung
(2C". 2anda klinis eritema ditemukan pada hari ke-- dan hari ke-! pera,atan
(2&,7!C".
/. Setya$ati (22" melakukan penelitian tentang PFaktor-Faktor yang
4empengaruhi 8e$adian 0ekubitus pada (asien 2irah *aring di :umah Sakit 0r.
4oe,ardi Surakarta.F (enelitian yang dilakukan merupakan penelitian %eskriptif
e5plorati6e dengan model rancangan Prospektif atau cohort untuk mencari
gambaran ke$adian dekubitus dan mengidenti#ikasi #aktor-#aktor yang
menyebabkan ter$adinya dekubitus, dengan hasil+ pada pasien tirah baring di
rumah sakit 0r. 4oe,ardi Surakarta pada bulan 6ktober 22, menemukan
ke$adian dekubitus sebesar -&,1&C yang meliputi ruang Cendana 2 pasien
(=,72C", ruang 4a,ar 2 pasien (=,72C", ruang 4elati - pasien (1/,2&C", ruang
I4C - pasien (1/,2&C", ruang ICC; 2 pasien (=,72C", disebabkan karena
imobilitas, penurunan kesadaran, penurunan sensorik, mobilisasi, dimandikan 2M
sehari, dan kadar 'emoglobin berpengaruh terhadap ke$adian dekubitus.
7. (enelitian yang dilakukan oleh *uss (2/" yang ber$udul PPressure
/lcerPre6ention in 7ursing Home+ 8ie1s and .eliefs &f Enrolled 7urse and
/=
&ther Health 9orkersF di *elanda menemukan bah,a pencegahan dekubitus
ber$alan hanya sesuai tradisi bukan disesuaikan dengan perkembangan $aman.
(enelitian ini merupakan penelitian kualitati# eksplorasi dengan menggunakan
metode pengumpulan data secara intervie, yang selan$utnya di kode dan di
analisis. (erbedaan dengan penelitian yang akan dilakukan adalah terletak pada
variabel bebasnya dan metode yang digunakan. Sedangkan persamaannya sama.
9. 4oore dan (atricia (2/" meneliti tentang P7urse !ttitude .eha6iours and
Percei6ed .arriers To1ards Pressure /lcers Pre6ention:. (enelitian ini
menggunakan design cross sectional dengan metode survey. 'asil penelitian
menun$ukkan bah,a pera,at sebenarnya memiliki sikap positi# terhadap
pencegahan dekubitus tapi karena adanya halangan yang berupa kekurangan
,aktu dan sta# maka sikap tersebut tidak bisa dire#leksikan dalam praktek
pencegahan dekubitus di klinik. (erbedaan penelitian ini dengan yang akan
dilakukan oleh penulis terletak pada variabel bebasnya bukan hanya sikap, tetapi
$uga tingkat pengetahuan dan metode yang digunakan. (ersamaannya terletak
pada variabel sikap dan perilaku pera,at dalam mencegah dekubitus. meneliti
tentang pencegahan dekubitus yang dilakukan oleh pera,at.
!. (enelitian yang dilakukan 0,ianti (2!", pada Fpengaruh pemberian perubahan
posisi tirah baring dengan angka ke$adian dekubitusF didapatkan angka ke$adian
dekubitus sebanyak 1-,- C dari 17 pasien, dengan stadium 1 pada hari ke-!
pera,atan. Sedangkan, pada penelitian yang dilakukan oleh Smith (1==7", pada
pemberian perubahan posisi lateral inklin -L didapatkan angka ke$adian
dekubitus sebanyak 1,/ C dari 1 pasien, dengan stadium 1 pada hari ke-1/
pera,atan.
7
&. (enelitian yang dilakukan oleh 4elva 4onika (29" tentang se$auh mana
Fe#ekti#itas penggunaan kasur dekubitus terhadap pencegahan luka dekubitus di
rumah sakit siloam kara,aciF 4enun$ukkan hasil penelitian tidak ter$adinya
penurunan integritas kulit pada responden yang telah mendapatkan treatment
kasur dekubitus selama 9 hari, hal ini menun$ukkan presentase angka ke$adian
luka dekubitus yang ter$adi selama observasi adalah = orang, dengan stadium 1
sebanyak & orang dan stadium 2 sebanyak 1 orang sehingga kasur dekubitus
dengan intervensi kepera,atan yang standar dapat mempertahankan integritas
kulit pada pasien di rumah sakit.
2.3 Kerangka teori

1. 2ekanan dalam $angka ,aktu
yang lama
2. (ergesekan dan pergeseran
-. 8elembaban4 ;sia
/. 2emperatur, )utrisi
7. (enurunan sensori persepsi
9. Imobilisasi
!. 8eterbatasan #isik
&. Stress emosional

(asien stroke
dengan tirah baring
total

71
.agan 2.1 ;erangka Teori


0iberikan massage dengan kamfer
spirtus- baby oil- 6asseline- ataupun
minyak kelapa pada punggung,
bokong, lutut, siku, $ari kaki, dan
tumit pasien



2er$adi dekubitus