Anda di halaman 1dari 46

1

Pengenalan Teknik Pemboran


Dalam industri perminyakan, pemboran adalah suatu kegiatan penting yang harus
dilakukan untuk mendapatkan hidrokarbon dibawah permukaan. Pemboran adalah suatu
kegiatan membuat lubang dari permukaan menuju target (reservoar) yang telah ditentukan.
Kesuksesan operasi pemboran menentukan kelanjutan industri minyak dan gas bumi kita.
Dalam operasi pemboran, banyak hal-hal yang harus dilakukan dan mempunyai resiko yang
tinggi apabila hal-hal tersebut gagal. Ada beberapa macam tahapan pemboran, yakni :

Pemboran Eksplorasi
Adalah pemboran sumur-sumur yang dilakukan untuk membuktikan ada tidaknya
hidrokarbon serta untuk mendapatkan data-data bawah permukaan sebanyak mungkin.
Langkah-langkah :
a. Pembuatan rencana pemboran : titik koordinat, elevasi, perkiraan lithologi dan tekanan
formasi, program lumpur, konstruksi sumur, program coring, analisa cutting, logging dan
testing.
b. Persiapan pemboran : pembuatan jalan, jembatan, pemilihan menara bor dan peralatan
yang sesuai, pemasangan alat pembantu (jaringan telekomunikasi, air, listrik, dsb),
perhitungan biaya pemboran.
c. Pemboran eksplorasi, sekaligus mengumpulkan data-data formasi melaluui coring
dan pemeriksaan cutting
d. Test produksi dengan Drill Stem Test (DST) dan survei lubang bor dengan logging

Pemboran Delinasi
Adalah pemboran sumur-sumur yang bertujuan untuk mencari batas-batas penyebaran
migas pada lapisan penghasilnya.
Langkah-langkah :
a. Pemboran Delinasi (biasanya 3 atau 4 buah sumur, masing-masing di sebelah utara,
selatan, timur, dan barat dari antiklinnya)
b. Analisa data
2

c. Perhitungan perkiraan besarnya cadangan dengan metoda volumetrik.
d. Perencanaan jumlah dan letak sumur pengembangan yang harus dibor untuk
mengeksploitasi lapisan tersebut.

Pemboran Pengembangan
Adalah pemboran sumur yang akan difungsikan sebagai sumur-sumur produksi.
Langkah-langkah :
a. Perencanaan dan persiapan pemboran.
b. Pemboran sumur-sumur pengembangan.
c. Penyelesaian sumur-sumur pengembangan.
d. Perencanaan dan persiapan pemasangan fasilitas produksi.
e. Kegiatan memproduksikan dan transportasi.

Pemboran Sumur-sumur Sisipan (infill well)
Adalah pemboran sumur-sumur yang letaknya diantara sumur-sumur yang telah ada,
tujuannya adalah untuk mengambil hidrokarbon dari area yang tidak terambil oleh sumur-
sumur sebelumnya yang telah ada. Fungsi sumur-sumur sisipan ini adalah sebagai proyek
percepatan pengurasan reservoar.

Nah, dalam kesempatan ini, saya akan membahas tentang peralatan-peralatan apa saja yang
digunakan pada saat operasi pemboran berlangsung. Hal ini saya dapat ketika saya
melaksanakan Tugas Akhir di suatu perusahaan minyak, dan mereka menyuruh saya untuk
ke lapangan, karena disana sedang ada pengerjaan WorkOver (kerja ulang) pada salah satu
sumur disana. Orang di lapangan bilang ini namanya WIP (well intervension program) pada
sumur PanasBumi. Saya mengambil kesempatan tersebut untuk mendokumentasikan
peralatan-peralatan yang digunakan, letak dan fungsi masing-masing alat tersebut, karena
selama ini yang kita lihat hanya di literatur-literatur atau pada praktikum peralatan
pemboran, dan saat ini saya akan menjelaskan sejauh yang saya bisa.
3

Pemboran terbagi dalam 5 sistem utama, yaitu Sistem Tenaga (Power System), Sistem
Angkat (Hoisting System), Sistem Putar (Rotating System), Sistem Sirkulasi (Circulating
System), dan Sistem Pencegah Semburan Liar (BOP System). Saya akan menjelaskan
persistem yang akan saya posting secara berkala (maklum, sibuk coy), dan sebelumnya
saya mohon maaf apabila sebagian alat tidak disertakan gambar. Semoga bermanfaat. O:)


Drilling Rig : Sistem Tenaga (Power System)
Kita masih lanjut dengan tulisan kemarin, kali ini kita akan membahas sistem pada rig
pemboran yang pertama, yaitu sistem tenaga, dimana sistem ini memegang peranan penting
dalam pemboran (semuanya juga penting sih). Hanya saja sistem tenaga ini adalah sumber
dari segala sistem yang akan digunakan, yop ikut penjelasannya. >>>

1. Sistem Tenaga (Power System)
Sistem tenaga pada operasi pemboran terdiri dari dua sub-komponen utama, yaitu :
1. Power Supply Equipment, yang dihasilkan oleh mesin-mesin besar yang dikenal sebagai
Prime Mover (penggerak utama).
2. Distribution Equipment (transmition), meneruskan tenaga yang diperlukan untuk
operasi pemboran.
Sistem transmisi dapat dikerjakan dengan salah satu dari sistem, yaitu sistem transmisi
mekanis atau sistem transmisi listrik.

1.1. PRIME MOVER UNIT
Hampir semua rig menggunakan Internal Combution Engines. Penggunaan jenis dan
jumlah mesin ini ditentukan oleh besarnya tenaga yang diperlukan untuk mengebor sumur
yang didasarkan pada casing program dan keadaan sumur. Tenaga yang dihasilkan sebuah
prime mover berkisar antara 500 sampai 5000 hp.
Jumlah unit mesin yang diperlukan :
1. Dua atau tiga, pada umumnya operasi pemboran memerlukan dua atau tiga mesin.
4

2. Empat, untuk pemboran yang lebih dalam memerlukan tenaga yang lebih besar
sehingga mesin yang diperlukan dapat mencapai empat mesin.

Jenis mesin yang digunakan :
1. Diesel ( copression ) engines.
2. Gas ( spark-ignition ) engines.


Prime Mover ( sumber : http://dickalive.blogspot.com )
Fungsi : Fungsi utama dari prime mover unit adalah untuk mendukung seluruh sistem
lainnya dengan menyediakan suatu sumber tenaga yang diperlukan dalam operasi
pemboran modern.
Letak : Letak prime mover tergantung pada sistem transmisi yang digunakan dan
ketersediaan ruang, umunya prime mover terletak di bawah rig, di atas lantai bor, di
samping atau di sisi rig, baik di atas tanah maupun di atas lantai bor pada struktur yang
terpisah, dan terletak jauh dari rig .
Mekanisme : Tenaga yang dihasilkan oleh suatu Prime Mover harus disalurkan kebagian-
bagian pekerjaan utama dari sistem pemboran. Transmisi tenaga ini dilakukan melalui salah
satu dari dua cara yang ada, yaitu:
Transmisi tenaga mekanis (Mechanical Power Transmission).
Transmisi tenaga listrik (Electric Power Transmission).

Biasanya di rig prime mover berada di dalam wadah (kontainer) untuk alasan keamana dan
keselamatan peralatan. seperti yang ditunjukkan pada gambar dibawah ini.



5



Prime Mover yang terletak di sisi menara bor.

1.2. DISTRIBUSI TENAGA PADA RIG
Rig tidak berfungsi dengan baik bila distribusi tenaga yang diperoleh tidak mencukupi.
Sebagian besar tenaga yang dihasilkan mesin, didistribusikan untuk drawwork, rotary table
dan mud pump. Disamping itu juga diperlukan untuk penerangan, instrumen rig, engines
fans, air conditioner, dan tenaga transmisi.
Tenaga transmisi diperoleh dari salah satu metode sebagai berikut :
- Mechanical power transmission.
- Electrical power transmission.

1.2.1. Mechanical Power Transmision
Mechanical Power Transmision (transmisi tenaga mekanik) berarti tenaga yang dihasilkan
oleh mesin-mesin harus diteruskan secara mekanis.


Sistem Transmisi Mekanik (sumber : http://dickalive.blogspot.com)
Fungsi : Sebagai penghubung untuk menghubungkan tenaga power yang berasal dari prime
mover ke peralatan peralatan atau mesin mesin yang ada di rig.

Mekanisme : Tenaga yang dihasilkan oleh prime mover harus dihubungkan bersama-sama
dengan mesin-mesin yang lain untuk mendapatkan tenaga yang mencukupi. Hal ini
dilakukan dengan Hydraulic Coupling (Torque Converters), yang dihubungkan bersama-
sama (compounded). Tenaga ini kemudian diteruskan melalui elaborate sprocket dan chain
linking system (sistem rantai), yang secara fisik mendistribusikan tenaga ke unit-unit yang
memerlukan tenaga. Sistem ini sekarang banyak digantikan dengan tenaga listrik (susunan
electrical power transmision).
6



1.2.2. Electrical Power Transmission
Sebagian besar drilling rig sekarang telah menggunakan sistem transmisi tenaga listrik yang
harus dialirkan melalui kabel. Pada sistem ini mesin diesel memberikan tenaga mekanik
dan diubah menjadi listrik oleh generator listrik, yang dipasang didepan block. Generator
menghasilkan arus listrik, yang dialirkan melalui kabel ke suatu Control Unit (kontrol
kabinet).
Dari control kabinet, tenaga listrik diteruskan melalui kabel tambahan ke motor listrik yang
langsung dihubungkan ke sistem peralatan yang lain, seperti sistem angkat, rotary,
sirkulasi, penerangan, dan lain-lain.
Beberapa keuntungan penggunaan electric power transmission :
1. Lebih fleksibel letaknya.
2. Tidak memerlukan rantai penghubung.
Umumnya lebih kompak dan portable, dan lebih mudah dikontrol.


Sistem Transmisi Elektrik (sumber : http://dickalive.blogspot.com)
Fungsi : untuk mentransmisikan tenaga yang dihasilkan oleh prime mover ke seluruh
peralatan pemboran melalui kabel (elektrik)

Mekanisme : Alternator memproduksi AC power yang dikirmkan melalui kabel ke electric
switch-and-control gear. Dari sini, sebagian besar degenerated menjadi DC dan dikirimkan
melalui kabel ke electric motor yang terpasang langsung pada peralatan bersangkutan.

Drilling Rig : Sistem Angkat (Hoisting System)

7

Sistem pengangkatan (hoisting system) merupakan salah satu komponen peralatan
pemboran, yang berfungsi untuk memberikan ruang kerja yang cukup untuk pengangkatan
dan penurunan drill string dan casing kedalam lubang bor selama operasi pemboran
berlangsung.

Sistem pengangkatan memegang peranan penting mengingat bahwa sistem ini adalah
sistem yang mendapat atau mengalami beban yang paling besar, baik beban secara vertikal
maupun beban horizontal. Beban vertikal berasal dari beban menara, drillstring (drill pipe
dan drill collar), casing string, tegangan dead line, tegangan dari fast line serta tegangan
dari block-block. Sedangkan beban horizontal berasal dari tiupan angin serta drill pipe yang
disandarkan pada menara. Beban yang disebabkan oleh tiupan angin ini sangat
mempengaruhi beban sistem pengangkatan pada saat pemboran berlangsung dilepas pantai
(off shore), seperti dilapangan laut utara dimana kecepatan angin sangat besar sekali.
Sistem pengangkatan ini terdiri dari dua sub komponen utama, yaitu :
1. Struktur penyangga (supporting structure) yang dikenal dengan nama rig yang
meliputi antara lain :
a. Drilling tower (derick atau mast).
b. Substructure.
c. Rig floor.
2. Peralatan pengangkatan (hoisting equipment)
a. Drawwork.
b. Overhead tool (crown block, travelling block, hook, elevatore).
c. Drilling line.

1.1. Struktur Penyangga (Supporting Structure)
Struktur pengangga (rig) adalah konstruksi menara kerangka baja yang ditempatkan diatas
titik bor, berfungsi untuk menyangga perlatan pemboran. Struktur penyangga terdiri dari :
Substructure.
Lantai bor (floor).
8

Menara pemboran (drilling tower) yang ditempatkan diatas struktur dan lantai bor.

1.1.1. Substructure
Substructure adalah konstruksi kerangka baja sebagai platform yang dipasang langsung
diatas titik bor. Substructure memberikan ruang kerja bagi peralatan dan pekerja diatas dan
dibawah lantai bor. Tinggi substructure ditentukan oleh jenis rig dan ketinggian blow out
preventer stock. Substructure mampu menahan beban yang sangat besar yang ditimbulkan
oleh derrick atau mast, peralatan pengangkatan meja putar, rangkaian pipa bor (drill pipe,
drill collar dan sebagainya) dan beban casing.



Substructure
Fungsi : tempat sebagian peralatan-peralatan pemboran diletakkan, serta memberikan ruang
kerja bagi peralatan pekerja di atas dan bawah lantai bor.
Letak : tepat diatas titik bor
Mekanisme : hanya berupa tempat diletakkannya peralatan atau instrumen yang diperlukan
selama operasi pemboran berlangsung dan sebagai tempat dilaksanakan kegiatan yang
berkenaan dengan operasi pemboran

1.1.2. Lantai Bor ( Rig )
Lantai bor diatas substructure yang berfungsi untuk :
Menampung peralatan-perlatan pemboran yang kecil-kecil.
Tempat berdirinya menara.
Mendudukan drawwork.
Tempat driller dan rotary helper (roughneck).
Bagian ini penting dalam perhitungan kedalaman sumur karena titik nol pemboran dimulai
dari lantai bor.
9



Susunan lantai bor terdiri dari :
Rotary table : Memutar rangkaian pipa bor (drill pipe, drill collar, bit).
Rotary drive : Meneruskan (memindahkan) daya dari drawwork ke meja putar
(rotary table).
Drawwork : Merupakan hoisting mechanism pada rotary drilling rig.
Drillers console : Merupakan pusat instrumentasi dari rotary drilling rig.
Make-up and break-out tongs : Kunci-kunci besar yang digunakan untuk
menyambung atau melepas bagian-bagian drill pipe dan drill collar.
Mouse hole : Lubang dekat rotary table pada lantai bor, dimana drill pipe
ditempatkan pada saat dilakukan penyambungan dengan kelly dan rangkaian pipa bor.
Rat hole : Lubang dekat kaki menara pada lantai bor dimana kelly ditempatkan pada
saat berlangsung cabut pasang pipa (round trip).
Dog house : Merupakan rumah kecil yang digunakan sebagai ruang kerja driller dan
penyimpanan alat-alat kecil lainnya.
Pipe ramp : Merupakan jembatan penghubung antara catwalk dengan rig floor,
berfungsi sebagai lintasan pipa bor yang ditarik ke lantai bor.
Cat walk : Merupakan jembatan penghubung antara pipe rack dengan pipe ram,
berfungsi untuk menyiapkan pipa yang akan ditarik ke lantai bor lewat pipe ramp.
Hydraulic catheat : Digunakan untuk menyambung dan melepas sambungan jika
dipasang drill pipe yang besar atau drill collar akan ditambahkan atau dikurangkan dari drill
string pada saat perjalanan masuk atau keluar dari sumur bor.

1.1.3. Menara Pemboran (Drilling Tower)
Fungsi utama menara adalah untuk mendapatkan ruang vertikal yang cukup untuk
menaikkan dan menurunkan rangkaian pipa bor dan casing ke dalam lubang bor selama
operasi pemboran berlangsung. Oleh karena itu tinggi dan kekuatannya harus disesuaikan
dengan keperluan pemboran.
10

Menara ini jika dilihat dari keempat sisinya, konstruksinya berbeda. Sisi dimana drawwork
berada selalu berlawanan dengan pipe ramp maupun pipe rack. L.C.Moore, Ideco Worl
Field, National Card Well, mengemukakan bahwa ada dua tipe menara :
1. Tipe standart ( derrick ).
2. Tipe portable ( mast ).

Bagian-bagian menara yang penting :
Gine pole : Merupakan tiang berkaki dua atau tiga yang berada di puncak menara,
berfungsi untuk memberikan pertolongan pada saat menaikkan dan memasang crown block
(gine pole hanya dipasang menara tipe standard).
Water table : Merupakan lantai di puncak menara yang berfungsi untuk mengetahui
bahwa menara sudah berdiri tegak.
Cross bracing : Berfungsi untuk menguatkan menara, ada yang berbentuk k dan x.
Tiang menara : Merupakan empat tiang yang berbentuk menara, berbentuk segi tiga
sama kaki, berfungsi sebagai penahan terhadap semua beban vertikal dibawah menara dan
beban horizontal (pengaruh angin dsb).
Girt : Merupakan sabuk menara, berfungsi sebagai penguat menara.
Monkey board : Tempat kerja bagi para derrickman pada waktu cabut atau
menurunkan rangkaian pipa bor. Serta tempat menyandarkan bagian rangkaian pipa bor
yang kebetulan sedang tidak digunakan (pada saat dilakukan cabut pipa ).


Monkey Board
Fungsi : Sebagai tempat menyandarkan bagian rangkaian pipa bor yang kebetulan sedang
tidak digunakan.
Letak : di tengah-tengah derrick
Mekanisme : Menjadi tempat kerja bagi para derrickman pada waktu cabut atau
menurunkan rangkaian pipa bor.
1.1.3.1. Menara Tipe Standart (Derrick)
11

Jenis menara ini tidak dapat didirikan dalam satu unit, tetapi sistem pendiriannya
disambung satu-persatu (bagian-bagian). Demikian jika dipindah harus melepas dan
memasang bagian-bagian tersebut, kecuali untuk jarak yang tidak terlalu jauh dapat
digeserkan. Menara jenis ini banyak digunakan untuk pemboran dalam, dimana
membutuhkan lantai yang luas untuk tempat pipa, pemboran ditengah-tengah kota, daerah
pegunungan dan pemboran di lepas pantai dimana tidak tersedia cukup ruang untuk
mendirikan satu unit penuh.

1.1.3.2. Menara Tipe Portable (Mast)
Jenis menara ini posisi berdirinya dapat vertikal atau hampir vertikal, terdiri dari bagian
yang dikaitkan satu sama lain dengan las atau sekrup (biasanya terdiri dari dua tingkat), tipe
menara ini dapat didirikan sebagai unit menara penuh, menara ditahan oleh teleskoping dan
diperkuat oleh tali yang ditambatkan secara tersebar. Tipe menara ini jika dibandingkan
dengan menara standart mempunyai kelebihan, karena lebih murah, mudah dan cepat untuk
mendirikannya, serta biaya transportnya murah, tetapi penggunaannya terbatas pada
pemboran yang dangkal.



Mast (Portable Rig)
Fungsi : Mendapatkan ruang vertikal yang cukup untuk menaikkan dan menurunkan
rangkaian drill string dan casing ke dalam lubang bor selama operasi pemboran
berlangsung.
Letak : di atas lubang bor
Mekanisme : Menahan beban vertikal yang timbul pada saat proses pemboran berlangsung.
Baik sewaktu menaikkan ataupun menurunkan peralatan pemboran. Tipe menara ini dapat
didirikan sebagai unit menara penuh. Menara ditahan oleh teleskoping dan diperkuat
dengan tali yang ditambatkan secara tersebar.

1.2. Peralatan Pengangkatan (Hoisting Equipment)

12

1.2.1. Drawwork
Drawwork merupkan otak dari suatu unit pemboran, karena melalui drawwork ini seorang
driller melakukan dan mengatur operasi pemboran, sebenarnya drawwork merupakan suatu
sistem transmisi yang kompleks, sebagai gambaran adalah seperti sistem transmisi pada
mobil (gear bock). Drawwork akan berputar bila dihubungkan dengan prime mover (mesin
penggerak).
Konstruksi drawwork tergantung dari beban yang harus dilayani, biasanya didesain dengan
horse power (hp) dan kedalaman pemboran, dimana kedalaman disini harus disesuaikan
dengan ukuran drill pipenya.


Drawwork

Letak : dibelakang menara bor (derrick) atau biasanya ditempatkan dekat meja putar,
Mekanisme : Drawwork merupakan otak dari suatu unit pemboran, karena melalui
drawwork ini seorang driller melakukan dan mengatur operasi pemboran. Sebenarnya
drawwork merupakan suatu sistem transmisi yang kompleks, sebagai gambaran adalah
seperti sistem transmisi pada mobil (gear bock). Drawwork akan berputar bila dihubungkan
dengan prime mover ( mesin penggerak ).


Fungsi utama drawwork adalah untuk :
1. Meneruskan tenaga dari prime mover (power system) ke rangkaian pipa bor selama
operasi pemboran berlangsung.
2. Meneruskan tenaga dari prime mover ke rotary drive.
3. Meneruskan tenaga dari prime mover ke catheads untuk menyambung atau melepas
bagian-bagian rangkaian pipa bor.

Komponen-komponen utama drawwork terdiri dari :
13

1. Revolling drum : Merupakan suatu drum untuk menggulung kabel bor (drilling line).
2. Breaking system : Terdiri dari rem mekanis utama dan rem pembantu hidrolis atau
listrik, berfungsi untuk memperlambat atau menghentukan gerakan kabel bor.
3. Rotary drive : Berfungsi untuk meneruskan tenaga dari drawwork ke meja putar.
4. Catheads : Berfungsi untuk mengangkat atau menarik beban-beban ringan pada rig floor
dan juga berfungsi untuk menyambung atau melepas sambungan pipa bor.

1.2.2. Overhead Tools
1. Crown block : Merupakan kumpulan roda yang ditempatkan pada puncak menara
(sebagai block yang diam).


Crown Block (sumber gambar atas : goldenman.win.mofcom.gov.cn)
2. Fungsi : Crown block merupakan kumpulan roda yang ditempatkan pada puncak
menara. Crown block berfungsi untuk melilitkan tali-tali pemboran, dan sebagai katrol
untuk membuat sistem pengangkat dapat bekerja.
Letak : diatas (puncak) menara bor.
Mekanisme : Crown block berupa katrol-katrol pada puncak menara, yang dihubungkan
pada travelling block dengan menggunakan drilling line, untuk meringankan beban
pengangkatan berbagai peralatan pemboran. Travelling block merupakan susunan pul-pul
dimana tali baja dililitkan, hal ini memungkinkan travelling block berjalan naik turun di
bawah crownblock dan diatas rig floor.

3. Traveling block : Merupakan kumpulan roda yang digantung di bawah crown block,
di atas lantai bor (sebagai block yang bergerak naik-turun).


Travelling Block (sumber insert : www.made-in-china.com)
14

4. Fungsi : Travelling block, sebagai blok bergerak yang terkait dengan crown blok,
bergerak vertikal naik turun mengangkat hook blok.
Letak : di bawah crown block, diatas lantai bor (menggantung)
Mekanisme : Travelling block merupakan susunan pul-pul dimana tali baja dililitkan, hal
ini memungkinkan travelling block berjalan naik turun di bawah crown block dan di atas
rig floor.
5. Hook : Berfungsi untuk menggantungkan swivel dan rangkaian pipa bor selama
operasi pemboran berlangsung.


Hook (sumber insert : img.directindustry.com)
6. Fungsi : tempat bergantungnya swivel.
Letak : di bawah travelling block
Mekanisme : Hook adalah suatu kait yang digunakan untuk menggantung swivel dan
rangkaian pipa bor selama pemboran berlangsung.
7. Elevator : Merupakan klem (penjepit) yang ditempatkan (digantungkan) pada salah
satu sisi travelling block atau hook dengan elevator links, berfungsi untuk menurunkan atau
menaikkan pipa bor dari lubang bor.


Elevator
8. Fungsi : untuk menjepit atau memegang drill pipe dan drill collar bagian demi
bagian sehingga dapat dimasukkan atau dikeluarkan ke dan dari lubang bor.
Letak : -
Mekanisme : digunakan sebagai penjepit dalam penurunan maupun penaikan pipa bor.

1.2.3. Drilling Line
15

Drilling line sangat penting dalam operasi pemboran karena berfungsi untuk menahan atau
menarik beban yang diderita oleh hook. Untuk menghindari kecelakaan yang mungkin
terjadi karena keausan maka dibuat cut off program. Cut of program ini dibuat
berdasarkan kekuatan kabel terhadap tarikan dan dinyatakan dengan ton line yang diderita
kabel.
Beban-beban berat yang diderita oleh drilling cable terjadi pada saat :
- Cabut dan masuk drill string (round trip).
- Pemasangan casing (running casing).
- Operasi pemancingan (fishing job).


Drilling Line
Fungsi : Drilling line berfungsi untuk menahan atau menarik beban yang diderita oleh
hook.
Letak : di dekat drawwork
Mekanisme : Drilling line menghubungkan semua komponen dalam sistem pengangkatan,
karena tali ini dililitkan secara bergantian melalui crown block dan puli travelling block,
kemudian digulung pada revolving drum yang berputar. Selain itu ada juga tali yang tidak
bergerak yang ditambatkan pada substructure (dead line).

Susunan drilling line terdiri dari :
Reveed drilling line: Tali yang melewati roda-roda crown block dan roda-roda
travelling block.
Dead line : Tali tidak bergerak yang ditambatkan pada substructure (tali mati).
Dead line anchor : Biasanya ditempatkan berlawanan (berseberangandengan
drawwork, diklem pada substructure).
Storage or supply : Biasanya ditempatkan pada jarak yang dekat dengan rig.

16



Peralatan-peralatan Lain


Sand Line

Fungsi : hampir sama seperti drilling line
Letak : dekat drawwork
Mekanisme : menghubungkan semua komponen dalam sistem pengangkatan, karena tali ini
dililitkan secara bergantian melalui crown block dan puli travelling block, kemudian
digulung pada revolving drum yang berputar. Selain itu ada juga tali yang tidak bergerak
yang ditambatkan pada substructure (dead line).



Tong
Fungsi : Semacam kunci pas, untuk mengencangkan dan melonggarkan koneksi pada drill
string.
Letak : -
Mekanisme : sebagai kunci untuk membuka dan menutup pada rangkaian pipa bor.



Dog House
Fungsi : Memberikan tempat untuk para driller beristirahat pada waktu istirahat atau jam
makan siang.
17

Letak : di atas rig floor
Mekanisme : Merupakan rumah kecil yang digunakan sebagai ruang kerja driller dan
penyimpanan alat-alat kecil lainnya.



Cat Walk
Fungsi : Untuk meletakkan pipa-pipa pemboran sebelum diletakkan dilereng pipa.
Letak : terletak di depan rig
Mekanisme : Cat walk ini menghubungkan antara piperack dan v-door/drill floor. Pipa
diletakkan diatas cat walk kemudian disalurkan dengan menggunakan trolleys.



V-ramp
Fungsi : Sebagai lintasan drill pipe yang akan ditarik ke rig floor.
Letak : berdekatan dengan cat walk
Mekanisme : Merupakan jembatan penghubung antara catwalk dan rig floor.



Top Drive
Fungsi : Memberikan tenaga angkat, putar dan sebagai alat sirkulasi.
Letak : di bawah hook
Mekanisme : Top Drive merupakan teknologi yang digunakan dalam pemboran khususnya
dalam hoist dan rotary system dengan menggunakan putaran dari motor dalam top drive,
18

sehingga tidak perlu menggunakan rotary table. Adanya lintasan khusus dari top drive
untuk sistem pengangkatan.



Link
Fungsi : sebagai pengait antara hook dengan elevator.
Letak : didekat hook
Mekanisme : Ruang kerja link adalah hanya sebagai penggantung saja. Link dirangkai
dengan elevator seperti pada saat round trip.


Drilling Rig : Sistem Putar (Rotating System)

Fungsi utama system pemutar adalah untuk memutar rangkaian pipa bor dan memberikan
beratan diatas pahat member lubang. Sistem pemutar terdiri dari tiga sub-komponen :
1. Peralatan putar (rotary assembly)
2. Rangkaian pipa bor
3. Mata bor
Peralatan putar berfungsi untuk :
Memutar rangkaian pipa bor selama operasi pemboran berlangsung
Menggantungkan rangkaian pipa bor yaitu dengan slip yang dipasang (dimasukkan)
pada rotary table ketika disambung atau melepas bagian-bagian drill pipe.
Rangkaian pipa bor menghubungkan antara swivel dan mata bor berfungsi untuk :
-turunkan mata bor

19

mata bor dan

Mata bor merupakan peralatan yang langsung menyentuh formasi, berfungsi untuk
menghancurkan dan menembus formasi.

1.1. Peralatan Putar (Rotary Assembly)
Peralatan putar ditempatkan pada lantai bor di bawah crown block diatas lubang, peralatan
putar terdiri dari:
1. Meja putar (rotary table)
2. Master bushing
3. Dua alat penting yaitu, kelly bushing (digunakan untuk memutar rangkaian pipa
bor) dan rotary slip (digunakan untuk menggantungkan rangkaian pipa bor). Kunci
utamanya adalah meja putar.
Meja putar, master bushing dan kelly bushing digunakan bersama-sama untuk memutar
rangkaian pipa bor. Meja putar, master bushing dan rotary table digunakan untuk
menggantung rangkaian pipa bor di dalam lubang pada saat menyambung/melepas section
drillpipe dengan bantuan make-up and break-out tongs.

1.1.1. Meja Putar
Meja putar berfungsi untuk :
Meneruskan gaya putar dari drawwork ke rangkaian pipa bor melalui Kelly bushing
dan Kelly.
Menahan pipa bor dalam lubang pada saat penyambungan atau pelepasan pipa bor
dilakukan. Kecepatan meja putar dapat diatur oleh seorang driller man dengan beberapa
handle yang ada di drawwork.
Hubungan rotary table dengan prime mover ada dua macam :
1. Hubungan dengan rantai ke drawwork
2. Hubungan langsung ke prime mover
20

1.1.2. Master Bushing
Master bushing merupakan alat yang dapat dilepas dari rotary table. Master bushing
berfungsi sebagai dudukan (penempatan) Kelly bushing atau rotary slip.

1.1.3. Kelly Bushing
Kelly bushing selama operasi pemboran berlangsung berfungsi untuk meneruskan
putaran dari rotary table ke rangkaian pipa bor.


Kelly Bushing
Fungsi : Meneruskan putaran dari rotary table ke kelly
Letak : -
Mekanisme : mentransmisikan gaya putar dari rotary table ke kelly dan seterusnya ke
rangkaian pipa bor.

1.1.4. Rotary Slips
Jika rotary slip dimasukkan ke dalam master bushing, maka rotary slip akan
berfungsi sebagai penggantung rangkaian pipa bor pada saat dilakukan penyambungan atau
pelepasan section rangkaian pipa bor.



Rotary Slip
Fungsi : Alat untuk menahan drill string yang menggantung ketika melakukan koneksi,
menaikkan dan menurunkan drill string ke drill hole.
Letak : -
21

Mekanisme : Dijepitkan pada rangkaian drill string saat pemasangan atau pelepasan, agar
tidak terlepas ataupun jatuh kedalam lubang bor.


1.2. Rangkaian Pipa Bor
1.2.1. Swivel
Swivel adalah ujun teratas rangkaian pipa bor, yang berfungsi untuk :
Memberikan kebebasan kepada rangkaian pipa bor untuk berputar dimana
swivelnya sendiri tidak ikut berputar.
Memberikan perpaduan gerak vertical dengan gerak berputar dapat bekerja
bersama-sama.
Sebagai penghubung antara rotary hose (pipa karet) dengan Kelly sehingga
memungkinkan lumpur bor untuk sirkulasi tanpa mengalami kebocoran.
Bagian-bagian dari swivel terdiri dari :
1. Bail : bagian atas dari swivel yang berfungsi sebagai penggantung swivel pada hook
di bawah travelling block
2. Goosneck : merupakan pipa yang berbentuk seperti huruf U yang terletak di bagian
atas dari swivel, berfungsi untuk menghubungkan rotary hose dengan swivel
3. Washpipe assembly (internal) terletak pada bagian atas swivel bannet yang berfungsi
untuk menghubungkan rotary hose (dari goosneck) dengan rotating swivel stem. Washpipe
assembly dapat diambil dari swivel untuk dibersihkan.
4. Bonnet : merupakan metal yang berfungsi sebagai pelindung washpipe assembly
5. Houshing : merupakan suatu baja yang berfungsi sebagai pelindung washpipe dan
sebagai rumah rotating stem assemblies
6. Rotating swivel stem : merupakan poros perputaran pada swivel
7. pin : merupakan ulir pada bagian atas dari kelly cock.

22

1.2.2. Kelly
Kelly merupakan rangkaian pipa bor yang paling atas dimana bentuk irisan luarnya
dapat berbentuk segi tiga, segi empat, segi enam. Kelly ini dimasukkan ke dalam kelly
bushing.
Kelly bushing berfungsi untuk meneruskan gaya putar (torsi) dari meja putar ke
kelly dan selanjutnya keseluruh rangkaian pipa bor. Selama kelly ini tidak dipergunakan
(dilepas) misal pada waktu mencabut string, maka kelly ini dimasukkan ke dalam rathole
yang terdapat di lantai bor. Dalam keadaan ini kelly bushing selalu ikut terbawa demikian
pula swivelnya.

1.2.3. Upper Kelly Cock
Merupakan suatu valve yang dipasang diantara swivel dan kelly. Fungsi utamanya (pada
saat tertutup) adalah untuk menjaga agar tidak terjadi tekanan dari lubang bor yang
bertekanan tinggi.

1.2.4. Lower Kelly Cock (Mud Silver Valve)
Mempunyai valve otomatis atau manual berfungsi untuk menahan cairan pemboran dalam
kelly pada saat dilakukan penyambungan.


1.2.5. Drillpipe (DP)
Drillpipe merupakan bagian rangkaian pipa bor yan terpanjang, artinya jumlahnya
paling banyak dalam satu rangkaian pipa bor untuk mencapai kedalaman lubang bor yang
diinginkan. Fungsi utama drillpipe adalah untuk :
- menghubungkan kelly dengan drillcollar dan mata bor di atas lubang bor
- memberikan rangkaian panjang pipa bor, sehingga dapat menembus formasi yang
lebih dalam
- memungkinkan naik turunnya mata bor
- meneruskan putaran dari meja putar ke meja bor
23

- meneruskan aliran lumpur bor dari swivel ke mata bor


Drillpipe
Letak : (rangkaian drill string) diatas drill collar / HWDP
Mekanisme : Rangkaian pipa bor satu sama lainnya dengan di hubungkan dengan tool joint
dan disambung dengan drill collar sehingga memungkinkan untuk diperpanjang dan diputar
serta menjadi jalan bagi cairan pengeboran agar mengalir dengan lancar dari swivel ke
dasar sumur



Heavy Weight Drill Pipe
Fungsi : Pada prinsipnya sama dengan drill pipe namun HWDP lebih berat. Digunakan
pada kondisi khusus, yaitu pada waktu terjadi down hole problem seperti pipa terjepiy dan
sebagainya.
Letak : (rangkaian drill string) antara drill pipe dan drill collar
Mekanisme : menghubungkan dan menambah panjang rangkaian pipa pemboran dan
menambah beban tekan pada drillstring.

1.2.6. Penyambung Drill Pipe
Setiap section atau joint drillpipe standart mempunyai tiga bagian pokok, yaitu :
tube (pipe), dan tool joint pada kedua ujungnya.Tool joint terdiri dari dua jenis :
1. Pin connection : tool joint pada bagian bawah drillpipe (DP) dimana ulir dibuat
pada bagian luar, disebut PIN
2. Box connection : tool joint pada bagian atas drill pipe (DP) dimana ulir dibuat pada
bagian dalam, disebut BOX
1.2.7. Karakteristik Drill Pipe
24

a) Tipe utama drill pipe, ada 2 macam :
1. Standart drill pipe : digunakan dari permukaan sampai pada top drill collar. Pada
umumnya drill pipe diikuti drill collar di atas mata bor (bit).
2. Heavy weight drill pipe : digunakan pada kondisi khusus, yaitu pada waktu terjadi
down hole problem seperti pipa terjepit, dan sebagainya.
b) Ukuran dan panjang :
1. Range 18
2. Range 27 30
3. Range 39 45
c) Drillpipe joint biasanya disambung atau dilepasdari section pipa bor. Section ini
disebut stand. Jumlah joint dalam satu stand ditentukan oleh tinggi menara dan ring drill
pipe yang digunakan.
d) Penyimpanan drill pipe : drill pipe disimpan bila tidak digunakan pada dua rak pipe
didekat rig. Rig storage bisa dilepas dari rangkaian pipa bor, drill pipe joint ditempatkan
(disandarkan) pada rak pipa di sisi menara. Near Rig storage drill pipe joint ditempatkan
pada rak yang terletak di seberang rig.

1.2.8. Drill Collar (DC)

Drillcollar berbentuk seperti DP, tetapi diameter dalamnya lebih kecil dan diameter
luarnya sama dengan diameter luar tooljoint DP. Jadi dindingnya lebih tebal daripada DP.

Drill Collar ditempatkan pada rangkaian pipa bor bagian bawah diatas mata bor.
Fungsi utama dari Drill Colar :
Sebagai pemberat (wight on bit = WOB), sehingga rangkaian pipa bor dalam
keadaan tetap tegang pada saat pemboran berlangsung, sehingga tidak terjadi pembelokkan
lubang.
Membuat agar putaran rangkaian pipa bor stabil
25

Memperkuat bagian bawah dari rangkaian pipa bor agar mampu menahan puntiran
Dengan demikian diharapkan akan berjalan dengan laju yang besar, lubang bor lurus dan
kerusakan DP kecil.


Drill Collar
Letak : (rangkaian drill string dan bottom hole assembly (BHA)) di bawah drill pipe
Mekanisme : DC yang mempunyai dinding yang tebal memungkinkan dibuatnya grade
pada dinding tersebut sehingga tdak memerlukan tool joint. Pada drill collar juga dapat
dipasangkan alat-alat spesial sehingga hasil pengeboran formasi dapat maksimal.

1.2.8.1. Karakteristik Drill Collar
1. Perbedaan antara drillpipe dengan drillcollar : Perbedaan pokok antara drillpipe
dengan drillcollar adalah ukuran, berat dan strength. Pada gambar terlihat drillcollar tidak
mempunyai tool joint,karena drillcollar dindingnya tebal sehingga ulir cukup dibuat pada
dindingnya sendiri.
2. standart drillcollar parts
3. ukuran drillcollar :
a. biasanya mempunyai panjang 30 ft atau kurang
b. tebal dindingnya 3 inch atau lebih
c. berat lebih dari 3 tons
d. di bawah batang bor dapat dipakai 2 60 drillcollar
1.2.8.2. Jenis-Jenis Drill Collar
1. Standart drillcollar mempunyai permukaan yang halus dengan box connection
terletak pada tiap top dan pin connection terletak pada bottom
2. Spiraled drillcolar mempunyai permukaan beralur seperti spiral, digunakan pada
kondisi khusus untuk mencegah terjadinya differential wall sticking.
26

3. Zipped drillcollar permukaannya terdapat ceruk (lekukan) yaitu pada bagian ujung
atas drillcollar. Digunakan untuk menjaga keseimbangan.
1.2.9. Mata Bor (Bit)
Mata bor merupakan peralatan yang langsung menyentuh formasi, berfungsi untuk
menghancurkan dan menembus formasi, dengan cara memberi beban pada mata bor.
Bagian bagian penting dari mata bor :
- shank: merupakan suatu alur (threaded pin), dimasukkan ke dalam box connection pada
bottom collar atau bit sub di bawah collar.
- Bit lugs : merupakan peralatan yang berfungsi untuk dudukan poros dan cones.
- Cones : merupakan roda-roda bergigi (gerinda) yang berputar pada mata bor.
- Fluid passageway (jets) : merupakan nozzle yang terdapat pada bottom untuk
menyemprotkan lumpur bor langsung ke formasi.
Jenis-jenis mata bor :

1.2.9.1. Drag Bit
Drag bit ini tidak mempunyai roda-roda yang dapat bergerak dan membor dengan gaya
keruk dari blandenya. Pada masa yang lampau, biasanya untuk pemboran permukaan (spud
in) dilakukan dengan bit ini, tetapi dewasa ini telah digeser oleh roller- cone bit. Letak jet
nozzle pada drag bit ini dirancang agar supaya lumpur yang keluar dari rangkaian pipa bor
langsung menyemprot blandernya, hal ini dimaksudkan agar blandenya tetap bersih pada
waktu mengebor. Drag bit biasanya digunakan untuk membor formasi-formasi lunak dan
plastik (lengket). Blande drag bit dibuat dari macam-macam baja paduan dan pada bagian
muka (faced) yang keras umumnya diperkuat dengan tungsten carbide. Persoalan-persoalan
yang timbul dalam penggunaan drag bit adalah :
- lubang bengkok
- lubang berdiameter kurang dari yang diminta (undergauge)
- balling (dilapisi padatan) pada pemboran formasi shale
Lubang bengkok dapat dikurangi dengan pemakaian drill collar, sedang undergauge dapat
dikurangi dengan membuat otomatis pada nozzle, dimana bila bitnya rusak, nozzle
27

bertumpu pada lubang dan tertutup secara otomatis, sehingga menaikkan tekanan pompa
dipermukaan. Balling dapat dikurangi dengan menggunakan jet nozzle pada balandenya.

1.2.9.2. Roller-Cone (Rock Bit)
Roller-Cone adalah bit yang mempunyai kerucut (cone) yang dapat berputar untuk
menghancurkan batuan. Bit ini pertama kali didesain oleh howard R. Houghes (1909) dan
hingga sekarang banyak dilakukan untuk pemboran di lapangan minyak. Pada masing-
masing terdapat gigi-gigi. Jika diperhatikan secara seksama maka bentuk gigi tersebut
untuk setiap bit berbeda. Gigi yang panjang dan jarang letaknya atau sedikit jumlahnya
digunakan untuk formasi batuan lunak. Sedang gigi-gigi yang pendek dan rapat letaknya
adalah digunakan untuk formasi medium hard atau hard (keras).
Umumnya jumlah conner pada setiap bit adalah tiga, setiap cones mempunyai sumbu yang
berbeda, setiap asnya berpotongan pada satu titik. Panjang jarak gigi-gigi serta pola dari bit
dibuat untuk memperoleh laju pemboran yang tertinggi dengan minimum pengaruh balling
pada gigi-gigi tersebut.
Roller cone bit ada dua macam :
a. Steel tooth bit (Milled tooth bit)
Merupakan satu diantara jenis mata bor (bit) yang paling banyak dipakai, dikenal dari gigi-
gigi pemotongnya yang dibentuk dengan jalan menggiling/memotong conenya, sehingga
menjadi gigi.
b. Insert bit (Tungsten carbite bit)
Gigi-gigi dibuat dari karbit tungsten yang tahan keausan. Biasanya mata bor jenis ini
digunakan untuk menembus lapisan yang paling keras atau paling abrasif.


Roller Cone Bit (Steel tooth bit)
Fungsi : Bit yang mempunyai kerucut (cone) yang dapat berputar untuk menghancurkan
batuan.
Letak : rangkaian bottom hole assembly paling bawah
28

Mekanisme : Pada roller cone bit umumnya memiliki jumlah cone pada setiap bit adalah
tiga, setiap cone mempunyai sumbu yang berbeda, setiap as-nya berpotongan pada satu
titik. Panjang jarak gigi-gigi serta pola dari bit dibuat untuk memperoleh laju pemboran
yang tertinggi dengan minimum pengaruh baling pada gigi tersebut. Jika diperhatikan
secara seksama maka bentuk gigi tersebut berbeda-beda. Gigi yang relatif panjang dan
jarang letaknya atau sedikit jumlahnya untuk formasi batuan lunak. Sedang gigi yang relatif
pendek dan rapat letaknya digunakan untuk formasi medium hard atau hard.

1.2.9.3. Diamond Bit
Pengeboran dengan diamond bit ini sifatnya bukan penggalian (pengerukan) dengan gigi
berputar), tetapi diamond bit ini membor batuan berdasarkan penggoresan dari butir-butir
intan yang dipasang pada matrix besi (carbite) sehingga menghasilkan laju pemboran yang
relatif lambat. Kontak langsung antara intan-intan dengan formasi menyebabkan kerusakan
yang cepat karena panas yang ditimbulkan. Pemakaian intan dipertimbangkan karena intan
merupakan zat padat yang sampai sekarang dianggap paling keras dan abrasif. Pada
prakteknya diamond bit jarang/tidak selalu digunakan di lapangan. Keistimewaan dari
diamond bit ini adalah mempunyai umur pemakaian yang relatif panjang (awet) sehingga
mengurangi frekuensi roundtrip, dengan demikian biaya pemboran dapat biperkecil.


Peralatan tambahan


Bit Breaker



Bit Sub



29

1.3. Specialized Down Hole Tools
Specialized Down-Hole Tools merupakan peralatan khusus yang digunakan sebagai
bottom hole asembly pada rangkaian pipa bor. Peralatan ini digunakan untuk mengontrol
kerja bit selama operasi pemboran berlangsung. Ada tiga jenis Specialized Down-Hole
Tools, yaitu :
1. Stabilizer
2. Rotary reamers
3. Shock absorbes (shock subs)

1.3.1. Stabilizer
Stabilizer digunakan sebagai bottom hole assembly untuk menjaga kestabilan bit
dan drillcollar dalam lubang bor selama berlangsung operasi pemboran. Pada umumnya
stabilizer di gunakan untuk tujuan sebagai berikut (fungsi) :
- Untuk menungkatkan penembusan (increased penetration). Stabilizer akan
memberikan WOB yang lebih besar pada drillcollar sehingga meningkatkan laju pemboran
(penetration rate)
- Untuk memperkecil kemungkinan terjadinya patah lelah (fatique) pada sambungan
drillcollar.
- Untuk mencegah terjadinya well sticking. Stabilizer dapat menahan permukaan
rangkaian pipa bor tetap tidak menyentuh didding lubang bor.
Ada empat jenis stabilizer, yaitu :
- Non-rotary sleave type stabilizer
- Sleave type rig repairable stabilizer
- Replaceable wear pid rig repairable stabilizer
- Blande stabilizer


Stabilizer
30

Letak : deretan bottomhole assembly (di dekat rangkaian drill string)
Mekanisme : meningkatkan laju penembusan dengan berat yang dimilikinya. Stabilizer
dipasang pada drill pipe dan drill collar sesuai kebutuhan.

1.3.2. Rotary Reamers
Rotary Reamers merupakan peralatan yang digunakan pada operasi pemboran
terutama menjaga ukuran lubang bor atau untuk memperbesar ukuran lubang bor.
Ada tiga jenis rotary reamers :
1. 3-point string type
2. 6-point bottom hole type
3. 3-point bottom hole type
1.3.3. Shock absorbers
Sering juga disebut shock sub merupakan peralatan yang diletakkan pada bagian
bawah section drillcollar untuk mengurangi getaran dan kejutan yang ditimbulkan oleh
cutting section of the bit ketika membor batuan keras, patahan dan selang-seling batuan
keras lunak, hal ini mengurangi terjadinya kerusakan rangkaian pipa bor dan bahkan rignya
sendiri.
Fungsi utama shock absorbed adalah untuk mengurangi :
- patah lelah pada sambungan drillcollar dan drillpipe
- beban kejutan pada bit, melindungi gigi-gigi dan bearing (as), dan
- kemungkinan kerusakan pada peralatan di permukaan.
Hal ini dapat dicapai laju pemboran yang lebih cepat karena WOB dan RPM yang optimum
dapat dicapai dan juga dapat memperpanjang umur pahat (bit).


Drilling Rig : Sistem Sirkulasi (Circulating System)

31

Sistem sirkulasi terdiri dari empat sub-komponen utama, yaitu :
1) Fluida Pemboran (drilling fluid)
Ada tiga jenis fluida pemboran, yaitu :
a. Water based mud
b. Oil based mud
c. Air or gas based mud

Fungsi utama lumpur pemboran adalah :
Memberikan hydraulic horse power pada bit untuk membersihkan serbuk bor
(cutting) dari dasar lubang bor.
Mengangkat cutting ke permukaan.
Mengontrol tekanan formasi.
Memberi dinding pada lubang bor dengan mud cake.
Mendinginkan dan melumasi bit dan rangkaian pipa bor.
Membawa cutting dan material-material pemberat pada suspensi bila sirkulasi
dihentikan sementara.
Menahan sebagian berat drill pipe dan casing (Boyancy effect)

2) Tempat Persiapan (Preparation area)
Ditempatkan pada sistem sirkulasi yaitu dekat dengan pompa lumpur. Tempat
persiapan ini meliputi :
Mud house
Steel mud pits/tanks
Mixing hopper
Chemical mixing barrel
32

Bulk mud storage bins
Water tank
Reserve pit

3) Peralatan sirkulasi (Circulation equipment)
Ditempatkan pada tempat yang strategis disekitar rig. Peralatan sirkulasi ini meliputi :
Discharge and return line
Stand pipe
Rotary house
Mud pumps
Special pumps and agitators
Steel mud pits/tanks
Reserve pit

4) Conditioning Area
Ditempatkan di dekat rig, meliputi :
Setting tanks
Mud-gas Separator
Shale Shaker
Degasser
Desander
Desilter


33


1.1. Fluida Pemboran
Fluida pemboran merupakan suatu campuran (liquid) dari beberapa komponen yang
terdiri dari air (tawar atau asin), minyak, tanah liat (clay), bahan-bahan kimia (chemical
additives), gas, udara, busa maupun detergen. Di lapangan fluida pemboran dikenal sebagai
lumpur (mud).
1.1.1. Komposisi Lumpur Pemboran
Komposisi lumpur pemboran ditentukan oleh kondisi lubang bor dan jenis formasi
yang ditembus mata bor. Ada 2 (dua) hal penting dalam penentuan komposisi lumpur
pemboran, yaitu :
1. Semakin ringan dan encer suatu lumpur pemboran, semakin besar laju perembesan
2. Semakin berat dan kental suatu Lumpur pemboran, semakin mudah untuk mengontrol
kondisi dibawah permukaan, seperti masuknya fluida formasi bertekanan tinggi (dikenal
sebagai kick). Bila keadaan ini tidak dapat diatasi akan menyebabkan terjadinya
semburan liar (blowout).

1.1.2. Water Based Mud
Lumpur pemboran yang paling banyak digunakan adalah water-base mud (80%).
Komposisi lumpur ini terdiri dari air tawar atau air asin, clay dan chemical additives.
Komposisi ini ditentukan oleh kondisi lubang bor :
Pedoman operasional secara umum :
1. Surface drilling operations : digunakan lumpur biasa dengan sedikit additive.
2. Hard subsurface drilling operations : bila menembus formasi keras (porositas tinggi)
digunakan lumpur berat.
3. Soft subsurface drilling operations : bila menembus formasi bertekanan tinggi (porositas
tinggi), digunakan lumpur berat.
Water base mud merupakan jenis lumpur yang paling banyak umum digunakan karena
murah, mudah pengunaannya dan membentuk filter cake (kerak lumpur) untuk mencegah
runtuhnya dinding lubang bor.
34


1.1.3. Oil Based Mud
Digunakan pada pemboran dalam, hotholes, formasi shale dan sebagainya. Lumpur bor ini
lebih mahal, tetapi akan mengurangi terjadinya korosi pada rangkaian pipa bor.

1.1.4. Air or Gas Based Mud
Keuntungan dari lumpur jenis ini terutama adalah dapat menghasilkan laju pemboran yang
lebih besar. Karena menggunakan kompresor, maka kebutuhan peralatan dan ruang lebih
sedikit.

1.2. Tempat Persiapan
Ditempatkan pada tempat dimulainya sistem sirkulasi. Tempat persiapan lumpur pemboran
terdiri dari peralatan-peralatan yang diatur untuk memberikan fasilitas persiapan atau
treatment lumpur bor.

Preparation area ini meliputi :
Mud house, merupakan gudang untuk menyimpan additives.
Steel mud pits/tank, merupakan bak penampung lumpur di permukaan yang terbuat
dari baja.
Mixing hopper, merupakan peralatan yang digunakan untuk menambah additives ke
dalam lumpur.
Chemical mixing barrel, merupakan peralatan untuk menambahkan bahan-bahan
kimia (Chemicals) ke dalam lumpur.
Bulk storage bin, merupakan bin yang berukuran besar digunakan untuk menambah
additives dalam jumlah banyak.
Water tank, merupakan tangki penyimpan air yang digunakan pada tempat
persiapan lumpur.
35

Reserve pit, merupakan kolam yang besar digunakan untuk menyimpan kelebihan
lumpur.



Mixing Hopper
Fungsi : sebagai tempat untuk menambah additives ke dalam lumpur.
Letak : di dekat rig.
Mekanisme : Mixing Hopper adalah peralatan yang bentuknya menyerupai corong. Melalui
corong ini, additives padat ke dalam zat cair pengeboran pada waktu perawatan di dalam
kolam lumpur. kemudian lumpur yang sudah dicampur additive ini digunakan untuk
disirkulasikan.



Water Tank
Fungsi : Tempat penyimpanan air untuk persiapan dalam kegiatan pemboran.
Letak : di dekat rig (di samping), tergantung kondisi lapangan
Mekanisme : Air dialirkan ke dalam water tank dan disimpan untuk digunakan saat
diperlukan dalam kegiatan pemboran berlangsung ataupun saat persiapan pemboran.

1.3. Peralatan Sirkulasi
Peralatan sirkulasi merupakan komponen utama dalam sistem sirkulasi. Peralatan ini
mengalirkan lumpur pemboran dari peralatan sirkulasi, turun ke rangkaian pipa bor dan
naik ke annulus mengangkat serbuk bor ke permukaan menuju conditioning area sebelum
kembali ke mud pits untuk sirkulasi kembali.
Peralatan sirkulasi terdiri dari beberapa komponen khusus, yaitu :
1. Mud Pit
36

2. Mud Pump
3. Pump Discharge and Return Lines
4. Stand Pipe
5. Rotary Hose

Mud Pit
Fungsi : Tempat menyimapan lumpur atau air (pada pemboran PanasBumi). Juga sebagai
tempat daripada lumpur atau air baik sebelum ataupun sesudah disirkulasikan.
Letak : di dekat rig (tergantung pada kondisi lapangan dan luas area)
Mekanisme : Pompa memompakan zat cair pengeboran dengan bertekanan tinggi ke pipa
penyalur lumpur sampai ke system sirkulasi.



Mud Pump
Fungsi : memompakan fluida pemboran (lumpur) dalam jumlah besar dan bertekanan
tinggi.
Letak : di dekat rig
Mekanisme : memompakan lumpur pemboran yang bertekanan tinggi ke pipa penyalur
lumpur sampai ke sistem sirkulasi.



Stand Pipe
Fungsi : Menyalurkan lumpur pemboran
Letak : di sisi rig (dekat menara bor)
37

Mekanisme : Stand pipe adalah suatu pipa baja yang dijepit secara vertikal pada samping
derrick, dan menghubungkan pipa-pipa sirkulasi dengan selang pemutar (kelly house).
Selang pemutar ini disambung pada gooseneck penyambung pada stand pipe. Selang
pemutar ini memindahkan lumpur pemboran ke swivel dean kemudian disalurkan ke bawah
ke dalam drillstring. Stand pipe ini memungkinkan swivel dan selang pemutar untuk
bergerak vertikal ke atas atau ke bawah.

1.4. Conditioning Area
Ditempatkan di dekat rig.Area ini terdiri dari peralatan-peralatan khusus yang digunakan
untuk Clean up (pembersihan) lumpur bor setelah keluar dari lubang bor. Fungsi utama
peralatan-peralatan ini adalah untuk membersihkan lumpur bor dari serbuk bor (cutting)
dan gas-gas yang terikut.
Dua metode pokok untuk memisahkan cutting dan gas dari dalam lumpur bor, yaitu :
1. Menggunakan prinsip gravitasi, dimana lumpur dialirkan melalui shale shaker dan
settling tanks
2. Secara mekanik, dimana peralatan-peralatan khusus yang dipasang pada mud pits dapat
memisahkan lumpur dan gas.
Peralatan Conditioning area terdiri dari :
Settling tanks, merupakan bak terbuat dari baja digunakan untuk menampung
lumpur bor selama conditioning.
Reserve pits, merupakan kolom besar yang digunakan untuk menampung cutting
dari dalam lubang bor dan kadang-kadang untuk menampung kelebihan lumpur bor.
Mud-Gas separator, merupakan suatu peralatan yang memisahkan gas yang terlarut
dalam lumpur bor dalam jumlah yang besar.
Shale shaker, merupakan peralatan yang memisahkan cutting yang besar-besar dari
lumpur bor.
Desander, merupakan peralatan yang memisahkan butir-butir pasir dari lumpur bor.
Desilter, merupakan peralatan yang memisahkan partikel-partikel cutting yang
berukuran paling halus dari lumpur bor.
38

Degasser, merupakan peralatan yang secara kontinue memisahkan gas terlarut dari
lumpur bor.




Mud Gas Separator
Fungsi : Merupakan suatu peralatan yang memisahkan gas yang terlarut dalam lumpur
pemboran dalam jumlah yang besar, biasanya dipakai saat terjadi kick.
Letak : di samping rig / di dekat conditioning area
Mekanisme : Prinsip kerja mud gas separator hampir sama dengan degasser, yaitu gas yang
terikut dalam lumpur dipisahkan dalam mud gas separator. Merupakan alat Conditioning
Area pertama dalam sistem sirkulasi.





Shale Shaker
Fungsi : Untuk mengeluarkan potongan-potongan besar dan bagian dari lapisan tanah yang
patah dari dalam lumpur.
Letak : di samping rig / di dekat conditioning area
Mekanisme : Fluida pemboran disalurkan melalui saringan-saringan yang bergetar yang
memisahkan potongan-potongan(cutting) yang berukuran besar yang tidak diperlukan.



39



Desander
Fungsi : Memisahkan padatan berukuran pasir (Sand) dari lumpur pemboran
Letak : di dekat rig / di conditioning area
Mekanisme : Desander memisahkan padatan berukuran pasir yang dilewatkan oleh saringan
Shale Shaker yaitu dengan memaksa masuk fluida pemboran dengan tekanan tinggi melalui
silinder, kemudian bagian-bagian yang berat dikeluarkan oleh tenaga sentrifugal dan
dibuang melalui dasar silinder



Desilter

Fungsi : Memisahkan partikel-partikel cutting yang berukuran paling halus dari lumpur bor.
Letak : di dekat rig / di conditioning area
Mekanisme : Lumpur masuk ke dalam desilter kemudian dipisahkan dari partikel cutting
yang paling halus.





Degasser
Fungsi : Mengeluarkan gas-gas terlarut dari dalam lumpur secara terus-menerus (continue).
Letak : di dekat rig / di conditioning area
Mekanisme : Lumpur yang masuk dipisahkan dari gas secara terus menerus.
40







Peralatan Lain :


Trip Tank
Fungsi : Tempat penyimpanan lumpur sementara.
Letak : di dekat rig
Mekanisme : Lumpur yg berasal dari sumur bor dialirkan dan disimpan sementara di
tempat ini dahulu, kemudian dialirkan lagi ke tempat lain untuk dibersihkan dari cutting
dan gas.






Mud Agitator

Fungsi : Mengaduk lumpur di trip tank.
Letak : di dekat rig / di dekat trip tank
41

Mekanisme : Lumpur yg berasal dari sumur bor dialirkan dan disimpan sementara di
tempat ini dahulu, kemudian lumpur diaduksebelum dialirkan.


Drilling Rig : Sistem Pencegah Semburan Liar (BOP System)

Fungsi utama dari blowout prevention system adalah menutup lubang bor ketika terjadi
kick. Blowout merupakan suatu aliran fluida formasi yang tak terkendalikan sampai ke
permukaan. Blowout biasanya diawali dengan adanya kick yang merupakan intrusi fluida
bertekanan tinggi kedalam lubang bor. Intrusi ini dapat berkembang menjadi blow out bila
tidak segera diatasi. Blowout prevention system terdiri dari dua sub komponen utama, yaitu
:
1. BOP Stack dan Accumulator
Ditempatkan pada kepala casing atau kepala sumur langsung dibawah rotary table pada
lantai bor. BOP Stack meliputi peralatan berikut :
Annular preventer
Pipe ram preventer
Drilling Spool
Blind Ram Preventer
Casing Head
Accumulator biasanya ditempatkan agak jauh dari rig dengan pertimbangan keselamatan.
2. Supporting System terdiri dari :
Choke Manifold
Kill line

1.1. Komponen-komponen Dasar Blowout Prevention System
Blowout Prevention System terdiri dari empat komponen dasar, yaitu:
42


1.1.1 Accumulator
Biasanya ditempatkan pada jarak sekitar 100 meter dari rig. Accumulator bekerja pada
BOP stack dengan High Pressure Hydraulis (saluran hidrolik bertekanan tinggi). Pada
saat terjadi kick, crew dapat dengan cepat menutup Blowout preventer dengan
menghidupkan kontrol pada acumulator atau pada remote panel yang terletak pada lantai
bor.



Accumulator
Fungsi : menutup BOP Stack pada keadaan darurat.
Letak : agak jauh dari rig
Mekanisme : Dihidupkan dari remote panel pada lantai bor atau dari accumulator panel,
bekerja pada BOP dengan high pressure hydraulics.

1.1.2 Blowout Preventer (BOP) Stack
Ditempatkan pada kepala sumur dibawah bor. Terdiri dari sejumlah valve (preventers) yang
dapat menutup lubang bor bila terjadi kick.

1.1.3 Choke Manifold
Ditempatkan di luar substructure. Bekerja pada BOP Stack dengan High Pressure Line
yang dapat memindahkan aliran lumpur bor pada saat terjadi kick.

1.1.4 Kill Line
Saluran yang merupakan perpanjangan dari mud pump ke BOP stack. Kill Line biasanya
disambung berlawanan letaknya dengan choke line sehingga memungkinkan pemompaan
lumpur berat ke dalam lubang bor.
43


1.2 Komponen-komponen Utama
Komponen-komponen utama Blowout prevention system terdiri dari:

1.2.1 BOP Stack
Merupakan peralatan dengan valve tekanan tinggi yang didesain untuk menahan tekanan
lubang bor bila terjadi kick,terdiri dari :
a. Annular Preventer
Ditempatkan paling atas dari susunan BOP Stack. Annular preventer berisi rubber packing
elemen yang dapat menutup lubang annulus baik lubang dalam keadaan kosong ataupun
ada rangkaian pipa bor.



Annular Preventer
Fungsi : Menutup lubang annulus baik lubang dalam keadaan kosong ataupun ada pipa.
Letak : paling atas rangkaian BOP stack
Mekanisme : Terdapat pada kepala sumur dibawah rotary table dan terdiri dari sejumlah
valve (preventers) yang dapat menutup lubang bor.

b. Ram Preventer
pada keadaan tidak ada pipa bor dalam lubang. Pipe rams : digunakan untuk menutup
lubang bor pada waktu rangkaian pipa bor barada dalam lubang.
bor tidak berada dalam lubang bor.
44

(open hole), terutama pad offshore floating rigs.



Blind Ram Preventer
Fungsi : Menutup lubang bor saat rangkaian pipa bor tidak berada dalam lubang bor
Letak : rangkaian BOP stack
Mekanisme : Blind ram merupakan bagian dari BOP stack. Blind ram akan bekerja
(menutup) saat rangkaian pipa bor tidak berada dalam lubang bor.

c. Drilling Spools
Drilling spool terletak di antara preventers. Drilling Spools berfungsi sebagai tempat
pemasangan choke line (yang mensirkulasikan kick keluar dari lubang bor) dan kill line
(yang memompakan lumpur berat). Ram preventer pada sisa-sisanya mempunyai cutlets
yang digunakan untuk maksud yang sama.



Drilling Spool
Fungsi : sebagai tempat pemasangan choke line dan kill line
Letak : pada rangkaian BOP stack (diantara preventer)
Mekanisme : Terletak diantara preventers untuk tempat pemasangan choke line dan kill
line.

d. Casing Head (Well Head)
45

Merupakan alat tambahan pada bagian atas casing yang berfungsi sebagai fondasi BOP
Stack.



Well Head
Fungsi : fondasi BOP Stack
Letak : diatas sumur
Mekanisme : rangkaian BOP stack dipasang tepat diatas well head.

1.3 Supporting System
1.3.1 Choke Manifold
Choke manifold merupakan suatu kumpulan fitting dengan beberapa outlet yang
dikendalikan secara manual dan atau otomatis. Bekerja pada BOP Stack dengan High
Pressure Line, disebut Choke line.
Bila dihidupkan, choke manifold membantu menjaga back pressure dalam lubang bor
untuk mencegah terjadinya intrusi fluida formasi. Lumpur bor dapat dialirkan dari BOP
Stack ke sejumlah valve (yang membatasi aliran dan langsung ke reserve pits), mud-gas
separator atau mud conditioning area back pressure dijaga sampai lubang bor dapat
dikontrol kembali.

1.3.2 Kill Line
Kill Line bekerja pada BOP Stack biasanya berlawanan dengan choke manifold
(dan choke line). Lumpur berat dapat dipompakan melalui Kill Line ke dalam lumpur bor
sampai tekanan hidrostatik lumpur dapat mengimbangi tekanan formasi.



46

Kill Line
Fungsi : Sebagai saluran untuk memompakan lumpur berat kedalam lubang bor untuk
mengatasi Kick.
Letak : di dekat rangkaian BOP Stack (di samping)
Mekanisme : Kill Line bekerja pada BOP Stack biasanya berlawanan dengan Choke
Manifold. Lumpur berat dipompakan melalui Kill Line kedalam lubang bor sampai tekanan
hiodrostatik lumpur dapat mengimbangi tekanan formasi yang telah berubah menjadi Kick.

Peralatan Lain :


Gate Valve
Fungsi : Merupakan salah satu bagian dari special tolls (IBOP) untuk mencegah blowout.
Letak : diletakkan pada rangkaian pipa.
Mekanisme : Ketika terjadi kick, maka system BOP akan mulai bekerja sehingga annular
preventer akan menutup. Pada saat itu valve-valve akan menutup juga secara otomatis.