Anda di halaman 1dari 29

Abses Hati

Proses infeksi nekrosis di sentral dgn debris seluler


dikelilingi infiltrasi lekosit & limfosit yang masif, di
luarnya ada proliferasi fibroblastik membentuk
jaringan ikat.
Dibagi dua :
Abses Hati Amebik
Abses Hati Piogenik
Abses Hati Amebik
Epidemiologi : Insidensi di RS di Indonesia 5-15 pasien/th
Pria : Wanita = 3 : 1 s/d 22 : 1
Etiologi : Entamoeba Histolitika
AHA : Komplikasi ekstra intestinal Amebiasis Intestinalis (1-
25%)
Entamoeba Histolitika :
Kista (tahan kering & asam)
Vegetatif (tropozoit), aktif bergerak memakan eritrosit,
mengandung protase : hialuronidase & mukopolisakaridase
yg mendistruksi jaringan.
Patogenesis
Cara penularan fekal oral
Di usus tropozoit (E.proteolitik) ulkus mukosa
aliran darah porta ke hati. Amoeba tersangkut
menyumbat venula porta intra hepatik infark
hepatosit.
E. Proteolitik melisis parenkim hati abses.
Disentralnya terjadi pencairan jaringan hati yg nekrotik
berwarna coklat kemerahan (anchovy sauce)
Amoebanya didinding abses.
Infeksi sekunder 25% AHA purulen.
Patologi
Letak abses Lobus kanan 87 87.5%
Lobus kiri 6.2 6.7%
Lobus kanan kiri 4.3 6.2%
Soliter, ukuran bervariasi
Gambaran Klinis :
Gejala Persentase
Demam
Nyeri perut kanan atas
Anoreksia
Nausea
Vomitus
BB
Batuk
Bengkak perut kanan
Ikterus
Berak darah
86.9 96.7%
86.9 100%
82.9 93.5%
60.5 91.6%
8.3 22.5%
35.2 67.5%
8.3 45.1%
41.9 100%
9.6 21.7%
4.3 8.3%
Kelainan Fisik pd AHA :
Kelainan Fisik Persentase
Ikterus
Febris
Malnutrisi
Hepatomegali
Nyeri tekan Hypokodrium KA
Fluktuasi
21.7 33.3%
73.9 83.3%
43.4 80.6%
91.3 100%
91.3 100%
17.3 96.7%
Kelainan Lab. & Pem. Penunjang
Laboratorium :
Hb 10.4 11.3 gr%
Lekosit 13.000 16.000/mm
3

Test Faal hati me sedikit
Serologi amuba (+) 1/128 (SP 91-93%, Sn 94-99%)
Ro foto dada
Peninggian kubah diafragma KA
Gerak diafragma menurun
Efusi pleura kanan
Diagnosis USG :
Bentuk bulat atau oval
Gema dinding hampir (-)
Densitas echo lebih rendah
Bersentuhan dengan kapsul hati
Peninggian sonik distal
Kelainan Lab. & Pem. Penunjang
Kriteria Sherlock (1969) :
Hepatomegali nyeri tekan
Respon baik thd Amebicid
Lekositosis
Pe diafragma KA & pergerakan kurang
Aspirasi PUS
USG rongga dalam hati
Seroamuba (+) 1/128
Diagnosis :
Ramachandran (1973) :
Hepatomegali nyeri tekan
Riwayat desentri
Lekositosis
Kelainan radiologis
Respon pada R/Amebesid
USG rongga dalam hati
Seroamuba (+) 1/128
Lamont & Pooler :
Hepatomegali yg nyeri tekan
Kelainan Hematologis
Kelainan Radiologis
PUS Amebik
Tes Serologi (+)
Kelainan sidikan hati
Respon baik R/Amebesid
Ruptur ke pleura, paru. usus
Intra peritoneal, perikardium. kulit
Superinfeksi
Parasitemia aliran darah otak
abses otak Amebik
Komplikasi :
Metronidasol 3x 500 mg : 10 hr
kloroquinfosfat 3x 750 mg : 2 hr dilanjutkan 500 mg/hr
selama 20 hr
Dehidroemetin 1-1.5 mg/KgBB/hr im selama 10 hr (max 99
mg/hr)
Aspirasi jarum dgn tuntunan USG indikasi aspirasi jarum :
Abses besar > 7 10 cm
Respon terapi medik kurang
Infeksi campuran
Letak abses dekat kulit
Ada tanda perforasi
Abses pada lobus hati
Pengobatan :
Drainase secara operasi :
Abses dengan ancaman ruptue
Abses sulit dicapai
Gagal dengan aspirasi biasa
Piothorax/ efusi pleura dgn fistula
Bronchopleura perlu WSD
Pengobatan :
Mortalitas di RS 2%
Fasilitas di RS kurang mortalitas 10%
Kasus operasi mortalitas 12%
Peritonitis mortalitas 40 50 %
Sebab kematian sepsis, sindroma hepatorenal

Prognosis :
Abses Hati Piogenik
Epidemiologi : Prevalensi autopsi antara 0.29-1.47%
Di RS antara 0.008 0.016%
Etiopatogenesis :
Infeksi pelvis/gastrointestinal
pileflebitis/emboli septik vena porta.
Sumbatan sal. Empedu cholangitis septik
Infeksi langsung : luka penetrasi, fokus septik
berdekatan misal : abses perinefrik.
Etiopatogenesis :
Septikemi/Bakteriemi dari infeksi di tempat lain
Kriptogenik : tanpa faktor predisposisi yg jelas
pada usia lanjut.
Bakteriologi : penyebab terbanyak gram (-) E.coli,
S.fekalis, P.vulgaris, S.typhi
Bakteri anaerob : Bakteroides, aerobakter,
actinomices, strep. Anaerob.
Umumnya multipel pada dua lobus, 52.3%,
lob.kanan 41.8%, lob.kiri 4.8%.
Peradangan perihepatitis perlengketan
Flebitis v.porta & cab.nya atau cholangitis &
cabnya.
Histologis nekrosis central dikelilingi lekosit &
limfosit yg masif, diluarnya tdp proliferasi
fibroblastik membentuk jaringan ikat.
Patologi :
Manifestasi sistemik lebih berat
daripada abses hati amebik
Gambaran Klinik :
Keluhan Persentase
Demam
Menggigil
Nyeri perut
Nausea vomitus
BB turun
Anoreksi
Malaise
79 98%
30 77%
51 90%
15 70%
25 69%
26 65%
20 34%
Pemeriksaan Fisik Persentase
Hepatomegali
Nyeri tekan perut kanan
Ikterus
Kelainan paru
39 89%
42 91%
22 52%
21 37%
Laboratorium Persentase
Lekositosis
Anemi
Alkali phosphat
Albumin < 3gr
Protrombin time memanjang
60 87%
50%
90%
33 74%
34 54%
Ro Foto Thorax/ BNO :
Diafragma kanan meninggi
Efusi pleura kanan
Atelektasis basiler
Emfiema atau abses paru
Abses lobus kiri mendesak kurvatura minor
USG : Gambaran Abses multipel
Komplikasi :
Septikemi/ Bakteriemi 45 86%
Ruptur Abses peritonitis generalisata
Kelainan pleura pulmonal 15%
Lain-lain : gagal hati, perdarahan rongga
abses, hemobilia, empiem, fistula
hepatobronkial ruptur ke perikard, ruptur retro
peritonium
Pengelolaan :
Pencegahan :
Dekompresi obstruksi bilier
Ligasi arteri hati, beri A.B
Sepsis intra abdominal segera diatasi
Terapi definitif :
A.B masif sesuai dgn perkiraan bakterinya
Drainase abses aspirasi perkutan dgn
tutunan USG
Prognosis : Faktor yg berpengaruh
Usia
Lokasi & jml abses
Peny. Dasarnya & komplikasinya
Drainase
Bakteriemi polimikroba
Gangguan faal hati