Anda di halaman 1dari 6

Sejarah Gerakan Perempuan

Posted on 24. Jul, 2008 by ave in Pemikiran


Awal Gerakan Perempuan di Dunia
Kami tidak meminta untuk diistimewakan atau berusaa merebut kekuasaan tertentu. !an"
sebenarnya kami in"inkan adala sederana, bawa, mereka men"an"kat kaki mereka dari tubu
kami dan membiarkan kami berdiri te"ap sama seperti manusia lainnya yan" di#iptakan $uan
%&ara Grimke, '8()*
Awal "erakan perempuan di dunia ter#atat di taun '800+an . Ketika itu para perempuan
men"an""ap ketertin""alan mereka disebabkan ole kebanyakan perempuan masi buta uru,,
miskin dan tidak memiliki kealian. Karenanya "erakan perempuan awal ini lebi
men"edepankan perubaan sistem sosial dimana perempuan diperbolekan ikut memili dalam
pemilu. $oko+toko perempuan ketika itu antara lain &usan -. Antony, .li/abet 0ady &tanton
dan 1arry 2ollstone#ra,t. -ertaun+taun mereka ber3uan", turun 3alan dan 200 aktivis
perempuan sempat ditaan, ketika itu.
&eratus taun kemudian, perempuan+perempuan kelas menen"a abad industrialisasi mulai
menyadari kuran"nya peran mereka di masyarakat. 1ereka mulai keluar ruma dan men"amati
banyaknya ketimpan"an sosial den"an korban para perempuan. Pada saat itu benbi+beni
,eminsime mulai mun#ul, meski dibutukan seratus taun la"i untuk men"adirkan seoran"
,eminis yan" dapat menulis se#ara teorityis tentan" persoalan perempuan. Adala &imone de
-eauvoir, seoran" ,ilsu, Peran#is yan" men"asilkan karya pertama ber3udul $e &e#ond &e4.
Dua pulu taun setela kemun#ulan buku itu, per"erakan perempuan barat men"alami
kema3uan yan" pesat. Persoalan ketidakadilan seperti upa yan" tidak adil, #uti aid, aborsi
in""a kekerasan mulai didiskusikan se#ara terbuka. Per"erakan perempuan baik di taun '800+
an maupun '5)0+an tela membawa dampak luar biasa dalam keidupan seari+ari perempuan.
$etapi bukan berarti per3uan"an perempuan berenti sampai di situ. 2a#ana+wa#ana baru terus
bermun#ulan in""a kini. Per3uan"an perempuan adala per3uan"an tersulit dan terlama, berbeda
den"an per3uan"an kemerdekaan atau rasial. 1usu perempuan serin"kali tidak berbentuk dan
bersembunyi dalam kamar+kamar pribadi. Karenya per3uan"an kesetraan perempuan tetap akan
ber"ulir sampai kami berdiri te"ap seperti manusia lainnya yan" di#iptakan $uan.
Aliran+Aliran Gerakan Perempuan
Gerakan perempuan tidak perna men"alami kesera"aman di muka bumi ini. Antara satu ne"ara
dan satu budaya den"an ne"ara dan budaya lain, memiliki pola yan" kadan" berbeda, bakan
ambivalen. 6eminisme seba"ai sebua isme dalam per3uan"an "erakan perempuan 3u"a
men"alami interpretasi dan penekanan yan" berbeda di beberapa tempat.
7de atau "a"asan para ,eminis yan" berbeda di tiap ne"ara ini misalnya tampak pada
para ,eminis 7tali yan" 3ustru memutuskan diri untuk men3adi oposan dari pende,inisian kata
,eminsime yan" berkemban" di barat pada umumnya. 1ereka tidak terlalu setu3u den"an konsep
yan" men"atakan bawa den"an membuka akses seluas+luasnya ba"i perempuan di rana publik,
akan berdampak timbulnya kesetaraan. Para ,eminis 7tali lebi banyak menyupayakan
pelayanan+pelayanan sosialdan ak+ak perempuan seba"ai ibu, istri dan peker3a. 1ereka
memiliki 8D7 %8nione Donne7taliane* yan" setara dan sebesar 9:2 %9ational :r"ani/ation ,or
2omen* di Amerika &erikat. Pola penekanan per3uan"an ,eminis 7tali ini men"in"atkan kita pada
"aya per3uan"an perempuan di banom+banom 98 di 7ndonesia.
;al yan" sedikit berbeda ter3adi di Peran#is. 8mumnya ,eminis di sana menolak di3uluki seba"ai
,eminis. Para perempuan yan" ter"abun" dalam 1ouvment de liberation des ,emmes ini lebi
berbasis pada psikoanalisa dan kritik sosial. Di 7n""ris pun toko+toko seperti Juliat 1it#ell dan
Ann :akley termasuk menentan" klaim+klaim biolo"is yan" dilontarkan para ,eminis radikal dan
liberal yan" men3adi tren di taun <0+an. -a"i mereka, yan" bisa men3adi pemersatu kaum
perempuan adala konstruksi sosial bukan semata kodrat biolo"inya.
Di dunia Arab, istila ,eminisme dan ,eminis tertolak lebi karena ,aktor ima"e barat yan"
melekat pada istila tersebut. Pe3uan" ,eminis di sana menyiasati masala ini den"an
men""unakan istila yan" lebi Arab atau 7slam seperti 9isa=i atau 9isaism.
1eski kemudian de,inisi ,eminisme banyak men"alami per"eseran, namun rata+rata ,eminis
tetap meliat bawa setiap konsep, enta itu dari kubu liberal, radikal maupun sosialis tetap
beraliansi se#ara subordinat teradap ideolo"i politik tertentu. Dan kon,lik yan" ter3adi di antara
,eminis itu sendiri serin" disebabkan diksi politik konvensional melawan yan" moderat.
1isalnya konsep otonomi dari kubu ,eminis radikal berkaitan den"an "erakan antikolonial,
sementara kubu ,eminis liberal menekankan pada pentin"nya memper3uan"kan kesetaraan ak+
ak perempuan dalam keran"ka bermasyarakat dan berpolitik yan" plural. 7nila men"apa
,eminis selalu ber#ampur den"an tradisi politik yan" dominan di suatu masa.
;in""a bila dipila+pila berdasarkan tradisi politik yan" berkemban", maka aliran+aliran dalam
,emninisme dapat dibedakan ke dalam kubu+kubu seba"ai berikut.
'. 6eminisme radikal
2. 6eminisme liberal.
%Keduanya lebi men"edepankan klaim+klaim biolo"is, dan dikenal seba"ai kelompok ,eminis+
ideolo"is*.
(. 6eminisme sosialis atau ,eminisme 1ar4is> perempuan lebi dipandan" dari sudut teori kelas,
seba"ai kelas masyarakat yan" tertindas.
4. 6eminisme ras atau ,eminisme etnis> yan" lebi men"edepankan persoalan pembedaan
perlakuan teradap perempuan kulit berwarna.
Di luar ke#enderun"an tradisi politik di atas, berkemban" pula ra"am ,eminisme karena
pendekatan teori dan ke#enderun"an kelompok sosial tertentu, seperti>
?. 6eminisme psikoanalisis, dan
<. 6eminisme lesbian.
Dari semua aliran yan" ada di atas, masi berpotensi untuk berkemban" men3adi beberapa
beberapa sempalan aliran lain, dan seperti yan" tela diun"kapkan di atas, wa#ana ,eminisme
dan "erakan perempuan akan terus berkemban" seirin" den"an ra"am perkemban"an kelas
masyarakat yan" memper3uan"kannya, ke#enderun"an kondisi sosial politik, serta kepentin"an
yan" membin"kai per3uan"an tersebut.
9amun ada dua kate"ori ke#enderun"an besar yan" dapat disebutkan dan #ukup dikenal dan
berpen"aru in""a sekaran", yakni> ,enimisme ortodoks dan post,eminisme.
A. 6eminisme ortodoks
Atau dikenal seba"ai ,eminisme "elomban" kedua, berkarakter san"at ,anatik dan ortodoks
den"an pen3elasan+pen3elasan wa#ana patriarkal. Kaum ,eminis "aris keras ini be"itu yakin
bawa se"ala sesuatu yan" menyusakan dan menindas perempuan berubun"an den"an
patrarkal, in""a se"ala ar"umen anya bertumpu pada pen3elasan patrarkal. 0amille Pa"lia
seoran" pro,esor studi kemanusiaan dari 8niversitas Piladelpia men"kritik sikap ,eminis
ortodoks seba"ai kelompok yan" selalu men"an""ap perempuan seba"ai korban.
-a"i kalan"an ,eminis ortodoks ,eminisme diartikan seba"ai identi,ikasi den"an kein"inan
kesetaraan "ender lewat per3uan"an istoris yan" di#apai den"an advokasi melalui ke"iatan
politik. 6eminisme memperliatkan adanya perbedaan antara ,emnin dan maskulin yan"
dikonstruksikan se#ara sosial dan budaya. &edan"kan 3antan %male* dan betina %,emale*
merupakan aspek biolo"is yan" menentukan 3enis kelamin laki+laki dan perempuan. Perbedaan
lin"uistik ini ba"i ,eminis ortodoks dian""ap seba"ai sesuatu yan" ideolo"is. &edan"kan ba"i
kalan"an post,eminisme dian""ap seba"ai masala.
0onto dalam penan"anan kasus pemerkosaan atau kekerasan teradap perempuan misalnya,
mereka akan men"andalkan ar"umen+ar"umen kelemaan perempuan, korban yan" arus selalu
duilindun"i dan selalu men"alami ketidakadilan dari masyarakat yan" patriarkal. Ar"umen
sema#am ini terkesan manipulati, dan tidak bertan""un" 3awab.
Kalan"an ini banyak diwakili ole ,emnistes revolusionares %6@* yan" berdiri se3ak taun '5)0
yan" merupakan ba"ian dari 1ovement de Aibaration des 6emmes %1A6* atau "erakan
pembebasan perempuan. Kelompok 6@ ini tidak men""unakan pendekatan psikoanalisa dan
san"at men"a"un"kan kesetaraan serta rata+rata didukun" kalan"an lesbian.
$eori dasar kelompok 6@ adala menentan" determinisme biolo"is, yaitu perempuan
tersubordinasi den"an norma+norma maskulin, karena aluan ini %determinsime biolo"is*
menurut mereka meru3uk pada pandan"an tradisional esensialisme. $eori ini %tradisonal esensial*
menekankan bawa perbedaan biolo"is antara laki+laki dan perempuan adala ,i4ed atau kodrat
yan" tidak dapat beruba. &ementara menurut 6@ perbedaan ter3adi karena masyarakat patriarki
men"an""ap perempuan seba"ai Bte oterC dalam tataran biolo"is dan psikis.
-. Post,emnisme
Ke#enderun"an ,eminisme ortodoks yan" selalu meliat perempuan seba"ai makluk lema tak
berdaya dan korban laki+laki ini, tidak dapat diterima ole perempuan+perempuan muda taun
'500+an dan 2000 di beberapa ne"ara ma3u. @etorika ,eminisme yan" melekat pada Bibu+ibuC
mereka terutama di taun )0+an di daratan Amerika dan 7n""ris tela membuat "enerasi kuda
BbosanC den"an ,emnisme. 6eminisme sekan men3adi ukuran moralistik dan politik seseoran"
dan men3adi per"erakan kaum isteris, serta san"at muda untuk menudu dan melabelin"
seseoran" den"an atribut Btidak ,emnisC. Kelompok inila yan" kemudian memper3uan"kan
post,eminisme.
-akan embrio kelompok ini suda mulai mun#ul di taun '5<8 di Paris, tepatnya ketika mereka
%kelompok an""ota po et psy#D politiEue et psy#oanalyse* turun ke 3alan pada ;ari Perempuan
tan""al 8 1aret '5<8 dan meneriakkan > Down wit ,eminism. &e3ak taun '5<0 kelompok
post,eminis ini tela berusaa mendekonstruksi wa#ana pastriarkal terutama wa#ana yan"
dikemban"kan ole ,eministes revolutionnaires %6@*.
-a"i kelompok po et psy#, posisi 6@ yan" memakai seman"at umanisme, 3atu la"i pada
esensialisme yan" mempunyai kate"ori ,i4ed. :le karenanya po et psy# men"adopsi teori
psikoanalisa 6reud yan" men#oba men""unakan metode dekonstruksi dalam meliat teks+teks
ketertindasan perempuan. &elain itu kelompok ini tidak menekankan pada kesetaraan %eEuality*
seperti kelompok 6@, yaitu identitas dan "ender, tetapi lebi menekankan pada perbedaan
%di,,ren#e*. Di sini dapat dipaami bila post,eminisme membawa paradi"ma baru dalam
,eminisme, dari perdebetan seputar kesetaraan ke perdebatan seputar perbedaan.
-a"aimana perkemban"an aliran ,eminisme di 7ndonesiaF Dapat dikatakan 7ndoensia masi
men"alami eu,oria ,eminisme. Dan seperti eu,oria lainnya, terkesan masi norak den"an situasi
yan" baru, 6eminis di 7ndonesia masi #enderun" reakti, seperti ,eminis di barat di era <0+an dan
)0+an.
Gerakan Perempuan Di 7ndonesia
Ketika masa prakemerdekaan, "erakan perempuan di 7ndonesia ditandai den"an mun#ulnya
beberapa toko perempuan yan" rata+rata berasal dari kalan"an atas, seperti> Kartini, Dewi
&artika, 0ut 9ya= Dien dan lain+lain. 1ereka ber3uan" mereaksi kondisi perempuan di
lin"kun"annya. Perlu dipaami bila model "erakan Dewi &artika dan Kartini lebi ke pendidikan
dan itu pun baru upaya melek uru, dan mempersiapkan perempuan seba"ai #alon ibu yan"
terampil, karena baru sebatas itula yan" memun"kinkan untuk dilakukan di masa itu. &ementara
0ut 9ya= Dien yan" idup di lin"kun"an yan" tidak sepatriarki Jawa, tela menun3ukkan
kesetaraan dalam per3uan"an ,isik tanpa batasan "ender. Apapun, mereka adala peletak dasar
per3uan"an perempuan kini.
Di masa kemerdekaan dan masa :rde Aama, "erakan perempuan terbilan" #ukup dinamis dan
memiliki ber"ainin" #ukup tin""i. Dan kondisi sema#am ini mulai tumban" se3ak :rde -aru
berkuasa. -akan mun"kin perlu dipertanyakan> adaka "erakan perempuan di masa re3im orde
baruF -ila men"unakan de,inisi tradisonal di mana "erakan perempuan diaruskan berbasis
massa, maka sulit dikatakan ada "erakan perempuan ketika itu. Apala"i bila de,inisi tradisonal
ini dikaitkan den"an batasan a la Alvare/ yan" memandan" "erakan perempuan seba"ai seba"ai
sebua "erakan sosial dan politik den"an an""ota seba"ian besar perempuan yan"
memper3uan"kan keadilan "ender. Dan Alvare/ tidak men"ikutkan or"anisasi perempuan milik
pemerinta atau or"anisasi perempuan milik parpol serta or"anisasi perempuan di bawa payun"
or"anisasi lain dalam de,inisinya ini.
9amun de,inisi baru "erakan perempuan tidak seketat ini, in""a dapat disimpulkan di masa
:rba pun tela mun#ul "erakan perempuan. &ala satu buktinya adala mun#ulnya diskursus
seputar pen""unaan istila perempuan untuk men""antikan istila wanita.
Gerakan perempuan di masa re3im otoriter :rba mun#ul seba"ai asil dari interaksi antara ,aktor+
,aktor politik makro dan mikro. 6aktor+,aktor politik makro berubun"an den"an politik "ender
orba dan proses demokratisasi yan" semakin men"uat di akir taun 80+an. &edan"kan ,aktor
politik mikro berkaitan den"an wa#ana tentan" perempuan yan" men"keran"kakan perspekti,
"erakan perempuan masa pemerintaan :rba. 2a#ana+wa#ana ini termasuk pendekatan 2omen
in Devolopment %27D* yan" tela mendominasi politik "ender :rba se3ak taun )0+am, 3u"a
wa#ana ,emnisme yan" dikenal ole kalan"an terbatas %kampusDakademinis* dan ornop.
Politik Gender dari @e/im :rba
&eba"aimana ne"ara+ne"ara berkemban" lainnya, pemerintaan :rba diidentikkan den"an
peratutaran yan" otoriter yan" tersentralisasi dari militer dan tidak dikutsertakannya partisipasi
e,ekti, partai+partai politik dalam proses pembuatan keputusan. Anders 8lin berpendapat bawa
selain dominasi ne"ara atas masyarakat sipil, struktur ekonomi dan politik "lobal, struktur kelas,
pembelaan atas dasar etnis dan a"ama, maka ubun"an "ender 3u"a mendukun" kelan""en"an
kekuasaan re3im :rba.
8ntuk memaami politik "ender ini san"at pentin", men"analisis ba"aimana re3im :rba ini
berubun"an den"an ubun"an+ubun"an "ender se3ak ia berkuasa setela persitiwa '5<?.
@e3im :rba di ban"un di atas kemampuannya untuk memulikan ketaraturan . Pembunuan
besar+besaran berskala luas yan" mun#ul di"unakan untuk memperkuat kesan di masyarakat
7ndonesia bawa :rla adala ka#au balau dan tak beraturan. @e3im :rba se#ara terus+menerus
dan sistemis mempropa"andakan komunis adala amoral dan anti a"ama serta penyebab
keka#auan.
&eterusnya Gerwani seba"ai ba"ian dari PK7 3u"a men3adi alat untuk men#iptakan pondasi
politik "ender yan" se#ara mendasar mendele"itimasi partisipasi perempuan dalam ke"iatan+
ke"iatan politik. Kampanye ini ternyata tidak anya men"an#urkan komunis, tetapi 3u"a
men"an#urkan "erakan perempuan. Kodrat men3adi kata kun#i, kususnya dalam
mensubordinasi perempuan. :rba men"konstruksikan sebua ideolo"i "ender yan" mendasarkan
diri pada ibusime, sebua paam yan" meliat ke"iatan ekonomi perempuan seba"ai ba"ian dari
peranannya seba"ai ibu dan partisipasi perempuan dalam politik seba"ai tak layak. Politik "ender
ini termasni,estasikan dalam dokumen+dokumen ne"ara, seperti G-;9, 88 Perkawinana 9o.
'D'5)4 dan Pan#a Darma 2anita.
Dalam usaa untuk memperkuat politik "ender tersebut, pemerinta :rba merevitalisasi dan
men"elompokkan or"anisasi+or"anisasi perempuan yan" bera,iliasi den"an departemen
pemerinta pada taun '5)4. :r"anisasi+or"anisasi ini %Darma 2anita, Darma Pertiwi dan
PKK* membantu pemerinta menyebarluaskan ideolo"i "ender ala :rba. Gender politik ini tela
diwarnai pendekatan 27D se3ak taun )0+an. 7ni dapat diliat pada @epelita kedua yan"
menekankan pada Bpartisipasi populerC dalam pemban"uan, dan men"konsentrasikan pada
membawa perempuan supaya lebi terlibat pada proses pemban"unan.
Di bawa re3im otorioter, implikasi politik "ender ini ternyata san"at 3au, tidak sekedar
mendomestikasi perempuan, pemisaan dan depolitisasi perempuan, tetapi 3u"a tela
men""unakan tubu perempuan seba"ai instrumen+instrumen untuk tu3uan ekonomi politik. 7ni
nampak pada pro"ram K- yan" dipaksanakan untuk BanyaC perempuan den"an on"kos yan"
tin""i, yan" kususnya dirasakan ole perempuan kalan"an bawa di pedesaan. @in"kasnya
politik "ender :rba tela berasil membawa perempuan 7ndonesia seba"ai kelompok yan"
omo"en apolitis dan mendukun" peraturan otiritarian.
Gerakan Perempuan 1asa @e,ormasi
-ila sistem pemerintaan yan" semakin demokratis dian""ap palin" kondusi, ba"i
pemberdayaan perempuan, maka di era re,ormasi ini semestinya pemberdayaan perempuan di
7ndonesia semakin menemukan bentuknya. -ila ukuran tela berdayanya perempuan di
7ndonesia diliat dari kuantitas peran di se3umla 3abatan strate"is, baik di eksekuti,, le"islati,
maupun yudikati,, 3sutru ada penurunan di banidn" masa+masa akir re3im orba. 9amun, se#ara
kualitati,, peran perempuan itu semakin diperitun"kan 3u"a di pos+pos strate"is, seperti yan"
tampak pada komposisi kabinet kita sekaran". 7ni dapat di"unakan untuk men3usti,ikasi, bawa
mun"kin sa3a kualitas perempuan 7ndonesia semakin terperbaiki.
;anya sa3a arus tetap diakui bawa an"ka+an"ka peranan perempuan di sektor strate"is tersebut
tidak se#ara otomatis men""ambarkan kondisi perempuan di seluru tana air. -ukti nyata
adala an"ka kekerasan teradap perempuan masi san"at tin""i. -ila pada 3aman lampau
kekerasan masi berbasis kepatuan dan dominasi ole piak yan" lebi berkuasa dalam struktur
ne"ara dan budaya %termasuk dalam ruma tan""a*, maka kini diperlen"kap den"an basis
industrialisasi yan" mensuport perempuan men3adi sema#am komoditas.
:le> ;ikma -a,a"i