Anda di halaman 1dari 8

8/27/2014 belajar tajwid | Ridwan Badruddin

http://mangajum.wordpress.com/tag/belajar-tajwid/ 1/8
Ridwan Badruddin
Belajar, Belajar And Belajar Agar bisa Hidup lebih baik tidak hanya sekedar Hidup
Tag Archives: belajar tajwid
Modul BTQ kls VII
By riera1983 on 2 Juli 2013 | Tinggalkan komentar

Cara mudah belajar membaca Al-Quran
Cara mudah belajar membaca Al-Quran itu secara garis besar seseorang harus menguasai 5 hal berikut:
1. Menguasai huruf hijaiyyah yang berjumlah 28 huruf berikut makharijul hurufnya. Hal ini dikarenakan
untuk bisa membaca Al-Quran, 90 % ditentukan oleh penguasaan huruf hijaiyyah dan selebihnya 10 % lagi
sisanya seperti tanda baca, hukum dan lainlain. Namun saat ini metode menghafal huruf hijaiyyah 28 huruf
dapat dilakukan lebih cepat seperti menggunakan metode titian kata, tanda bentuk, dan sebagainya).
2. Menguasai tanda baca (a, I, u atau disebut fathah, kasrah, dan dhommah). Tanda baca di dalam huruf
hijaiyyah ternyata sama dengan cara kita mengeja huruf latin dengan istilah vocal (huruf hidup). Hanya
perbedaannya di dalam huruf Arab Cuma mengenal vocal A, O, I, dan U, sedangkan huruf latin terdapat
vocal E. jika di huruf latin huruf B bertemu dengan U menjadi BU, maka sama juga dengan huruf Arab, Ba
sama dengan huruf B jika bertemu tanda Baca U (dhommah) maka dibaca BU.
3. Menguasai isyarat baca seperti panjang, pendek, dobel (tasydid), dan seterusnya. Isyarat baca panjang dan
pendek Al-Quran sama juga seperti kita mengenal ketukan di dalam tanda lagu. Karena Al-Quran juga
mengandung unsur irama lagu yang indah.
4. Menguasai hukum-hukum tajwid seperti cara baca dengung, samar, jelas dan sebagainya. Begitu pula
tidak ada kesulitan dalam belajar tajwid karena sudah ditemukan formulasinya seperti cukup menghafal
tanda dan cara bacanya, bahkan kalau tidak ingin repot sudah disusun Al-Quran plus tajwid menggunakan
tanda warna-warni bagi mereka yang belum bisa. Latihan yang istiqamah dengan seorang guru yang ahli.
Di dalam membaca al-Quran, setiap Qori (pembaca Al-Quran) harus membacanya sesuai dengan hukum
tajwid seperti makharijul huruf (tempat keluarnya huruf), tanda baca, panjang pendek, hukum nun mati
dengung, samar, jelas dan sebagainya. Selain itu di dalam membaca Al-Quran terdapat dua irama yaitu
murattal (membaca perlahan-lahan tanpa menggunakan irama lagu) dan tilawah atau nagham yaitu
membaca menggunakan irama tertentu.
kita harus yakin bahwa yang kita baca itu bukanlah kalam manusia, tetapi adalah kalam Allah azza wa
jalla. Membesarkan kalam Allah itu bukan saja membacanya, tetapi juga mendengarkannya sesuai dengan
firman Allah swt dalam Surat al-Araf ayat 205: Dan apabila dibacakan Al- Quran maka dengarkanlah
(baik-baik) dan perhatikanlah dengan tenang agar kamu mendapat rahmat.
Setiap Mumin yang mempercayai Al Quran, mempunyai kewajiban dan tanggung jawab terhadap Kitab
Sucinya itu. Di antara kewajiban dan tanggung jawab itu ialah mempelajarinya dan mengajarkannya.
Belajar dan mengajarkan Al Quran adalah kewajiban suci dan mulia. Rasulullah s.a.w. telah mengatakan :
Yang sebaik-baik kamu ialah orang yang mempelajari Al Quran dan mengajarkannya. Dalam hadits lain
Rasulullah mengatakan : Sesungguhnya seseorang yang berpagi-pagi pergi mempelajari ayat-ayat dalam
Kitabullah lebih baik yang seperti itu daripada mengerjakan sembahyang sunat 100 rakaat. Dari hadits
yang diriwayatkan oleh Ibnu Abbas , Rasululah juga mengatakan :Siapa-siapa yang mempelajari
Kitabullah, kemudian diamalkannya isi yang terkandung di dalamnya, Allah akan menunjukinya dari
kesesatan dan akan dipeliharanya pada hari kiamat dari siksa yang berat.
Jadi belajar Al Quran itu merupakan kewajiban yang utama bagi setiap mumin , begitu juga
8/27/2014 belajar tajwid | Ridwan Badruddin
http://mangajum.wordpress.com/tag/belajar-tajwid/ 2/8
Jadi belajar Al Quran itu merupakan kewajiban yang utama bagi setiap mumin , begitu juga
mengajarkannya. Belajar Al Quran itu dapat dibagi kepada beberapa tingkatan , yaitu :
belajar membacanya sampai lancar dan baik, menuruti kaidah-kaidah yang berlaku dalam qiraat dan tajwid
belajar arti dan maksudnya samapi mengerti akan maksud-maksud yang terkandung di dalamnya dan
terakhir, belajar menghafalnya di luar kepala, sebagaimana yang diajarkan oleh para sahabat pada masa
Rasulullah, demikian pula pada masa sekarang dibeberapa negeri Islam.
Belajar Al Quran itu hendaklah dari semenjak kecil, sebaiknya dari semenjak berumur 5 atau 6 tahun. Sebab,
umur 7 tahun sudah disuruh mengerjakan sembahyang. Rasulullah sudah mengatakan: Suruhlah anak-
anakmu mengerjakan sembahyang, bila sudah berumur 7 tahun dan pukullah (marahilah) bila dia tidak
mengerjakan sembahyang kalau sudah berumur 10 tahun.
Menjadikan anak-anak dapat belajar Al Quran mulai semenjak kecil itu, adalah kewajiban orang tuanya
masing-masing. Berdosalah orang tua yang mempunyai anak-anak, tetapi anak-anaknya tidak pandai
membaca Al Quran. Tidak ada malu yang paling besar di hadapan Allah nantinya, bilamana anak-anaknya
tidak pandai membaca Al Quran. Sebaliknya, tidak ada kegembiraan yang lebih memuncak nanti, bilamana
orang tua dapat menjadikan anaknya pandai membaca Al Quran. Rasulullah s.a.w. telah mengatakan :
Tidak ada suatu keuntungan bagi seorang yang telah menjadikan anaknya pandai membaca Al Quran ,
kecuali baginya nanti pada hari kiamat akan diberikan suatu mahkota dari dalam syurga.
Pada tingkat pertama ini, yaitu tingkat mempelajari membaca Al Quran dengan baik, hendaknya sudah
merata dilaksanakan , sehingga tidak ada lagi orang yang buta huruf Al Quran di kalangan masyarakat
Islam. Di tiap-tiap rumah tangga orang Islam hendaknya diaktifkan benar-benar pemberantasan buta huruf
Al Quran, sehingga setiap muslim yang menjadi keluarga rumah tangga itu sudah pandai semuanya
membaca Al Quran dengan baik. Batas untuk mempelajari Al Quran itu hanya bila seseorang sudah diantar
ke liang kubur.
Jadi, tidak ada alasan untuk tidak mempelajari Al Quran. Misalnya, karena sudah tua, karena sudah dewasa
dan sebagainya. Dalam tingkatan pertama sekedar membaca Al Quran dengan baik, hal ini berlaku bagi
anak-anak, orang dewasa maupun orang tua, pria ataupun wanita, semuanya berkewajiban untuk
mempelajarinya.
Sesudah itu, barulah menginjak ke tingkat yang kedua, yaitu mempelajari arti dan maksud yang
terkandung di dalamnya. Dengan demikian, Al Quran itu betul-betul menjadi pelajaran, petunjuk dan
peraturan bagi setiap muslim dalam mencapai kebahagiaan hidup yang diridhai Allah. Selain mempelajari
cara membaca serta mendalami arti dan maksud yang terkandung di dalam Al Quran, yang terpenting
adalah mengajarkannya. Jadi belajar dan mengajar merupakan dua tugas yang mulia lagi suci, yang tidak
dapat dipisah-pisahkan. Sedapat mungkin hasil yang dipelajari itu terus diajarkan pula, dan demikianlah
seterusnya. Sebagaimana yang telah dilakukan oleh Rsulullah s.a.w. , demikianlah beliau menerima wahyu,
waktu itu juga terus diajarkannya kepada para sahabat, seketika selesai wahyu itu turun. Para sahabat pun
berbuat demikian pula. Seterusnya, orang yang mendapat pelajaran dari para sahabat itu, melanjutkannya
kepada yang lain. Demikianlah secara sambung mneyambung seperti rantai yang tidak putus-putusnya.
Jadi, pekerjaan mengajarkan Al Quran merupakan tugar yang sangat mulia di sisi Allah. Di dalam tugas
mengajarkan Al Quran itu tergantung tiga kemuliaan yaitu:
kemuliaan mengajar yang merupakan warisan tugas Nabi
kemuliaan membaca Al Quran sementara mengajar
dan kemudian memperdalam maksud yang terkandung di dalamnya.
Dengan mengajar terus menerus, ia akan menjadi orang yang mahir memahami Al Quran.
Dari hadits yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim yang berasal dari Siti Aisyah r.a. Rasulullah
bersabda:
Orang yang membaca Al Quran, lagi pula ia mahir, kelak mendapat tempat dalam syurga bersama-sama
dengan rasul-rasul yang mulia lagi baik; dan orang yang membaca Al Quran, tetapi tidak mahir,
membacanya tertegun-tegun dan tampak agak berat lidahnya (belum lancar) ia akanmendapau dua
pahala.
Al Quraan sebagai Kitab Suci, Wahyu Ilahi, mempunyai adab-adab tersendiri bagi orang-orang yang
membacanya. Adab-adab itu sudah diatur dengan sagnat baik, untuk penghormatan dan keagungan Al
Quran; tiap-tiap orang harus berpedoman kepadanya dan mengerjakannya.
Imam Al Ghazali di dalam kitabnya Ihya Ulumuddin telah memperinci dengan sejelas-jelasnya bagaimana
hendaknya adab-adab membaca Al Quran menjadi adab yang mengenal batin, dan adab yang mengenal
lahir. Adab yang mengenal batin itu, diperinci lagi menjadi arti memahami asal kalimat, cara hati
membesarkan kalimat Allah, menghadirkan hati dikala membaca sampai ke tingkat memperluas,
8/27/2014 belajar tajwid | Ridwan Badruddin
http://mangajum.wordpress.com/tag/belajar-tajwid/ 3/8
memperhalus perasaan dan membersihkan jiwa. Dengan demikian, kandungan Al Quran yang dibaca
dengan perantaraan lidah, dapat bersemi dalam jiwa dan meresap ke dalam hati sanubarinya. Kesemuanya
ini adalah adab yang berhubungan dengan batin, yaitu dengan hati dan jiwa. Sebagai contoh, Imam Al
Gazhali menjelaskan, bagaimana cara hati membesarkan kalimat Allah, yaitu bagi pembaca Al Quran
ketika ia memulainya, maka terlebih dahulu ia harus menghadirkan dalam hatinya, betapa kebesaran Allah
yang mempunyai kalimat-kalimat itu. Dia harus yakin dalam hatinya, bahwa yang dibacanya itu bukanlah
kalam manusia, tetapi adalah kalam Allah Azza wa Jalla. Membesarkan kalam Allah itu, bukan saja dalam
membacanya, tetapi juga dalam menjaga tulisan-tulisan Al Quran itu sendiri. Sebagaimana yang
diriwayatkan, Ikrimah bin Abi Jahl, sangat gusar hatinya bila melihat lembaran-lembaran yang bertuliskan
Al Quran berserak-serak seolah-olah tersia-sia, lalu ia memungutnya selembar demi selembar, sambil
berkata:Ini adalah kalam Tuhanku! Ini adalah kalam Tuhanku, membesarkan kalam Allah berarti
membesarkan Allah.
dalam kitab At-tibyan Fi Hamalatil Quran tulisan Syeikh Nawawi, menjelaskan sebagai berikut:
1. Hendaklah membersihkan mulutnya dengan menggosok
gigi atau dengan siwak.
2. Hendaknya dalam keadaan suci atau membaca Al- Quran setelah berwudhu (Q.S. al-Waqiah [56] ; 79).
3. Membaca Al-Quran di tempat yang bersih dan suci
4. Dianjurkan membacanya sambil menghadap kiblat
5. Dimulai dengan membaca taawwudz yakni bacaan audzubillhi minasy syaithanirrajm.
6. Tidak lupa membaca bismillhirrahmnirrahm pada awal surat kecuali surat at-Taubah.
7. Apabila mulai membaca, hendaklah bersikap khusyuk dan merenung. (Q.S. Muhammad [47] ; 24).
8. Dianjurkan untuk mengulang-ulang bacaan ayat untuk direnungkan artinya.
9. Sebaiknya menangis ketika membaca Al-Quran (QS. Al-Maidah [05]: 83, QS. Al-Isra [17]: 107, QS. As-
Sajadah [32]: 15)
10. Membaca Al-Quran dengan tartil, yaitu dengan bacaan yang pelan-pelan dan tenang.
11. Membaca Al-Quran dengan suara yang bagus lagi
12. Dianjurkan bila melewati ayat yang mengandung rahmat agar memohon karunia kepada Allah taala.
Berikut kami akan paparkan metodenya beserta pencontohan dalam menghafal surah Al-Jumuah:
1. Bacalah ayat pertama sebanyak 20 kali.
2. Bacalah ayat kedua sebanyak 20 kali.
3. Bacalah ayat ketiga sebanyak 20 kali.
4. Bacalah ayat keempat sebanyak 20 kali
5. Keempat ayat di atas dari awal hingga akhir digabungkan dan dibaca ulang sebanyak 20 kali.
6. Bacalah ayat kelima sebanyak 20 kali.
7. Bacalah ayat keenam sebanyak 20 kali.
8. Bacalah ayat ketujuh sebanyak 20 kali.
9. Bacalah ayat kedelapan sebanyak 20 kali.
10. Keempat ayat (ayat 5-8) di atas dari awal hingga akhir digabungkan dan dibaca ulang sebanyak 20 kali.
11. Bacalah ayat pertama hingga ayat ke 8 sebanyak 20 kali untuk memantapkan hafalannya.
Demikian seterusnya pada setiap surah hingga selesai menghafal seluruh surah dalam Al-Quran. Jangan
sampai kamu menghafal dalam sehari lebih dari seperdelapan juz, karena itu akan menyebabkan hafalanmu
bertambah berat sehingga kamu tidak bisa menghafalnya.
JIKA AKU INGIN MENAMBAH HAFALAN PADA HARI BERIKUTNYA, BAGAIMANA CARANYA?
Jika kamu ingin menambah hafalan baru (halaman selanjutnya) pada hari berikutnya, maka sebelum kamu
menambah dengan hafalan baru dengan metode yang aku sebutkan di atas, maka anda harus membaca
hafalan lama (halaman sebelumnya) dari ayat pertama hingga ayat terakhir (murajaah) sebanyak 20 kali
agar hafalan ayat-ayat sebelumnya tetap kokoh dan kuat dalam ingatanmu. Kemudian setelah mengulangi
(murajaah) maka baru kamu bisa memulai hafalan baru dengan metode yang aku sebutkan di atas.
BAGAIMANA CARANYA AKU MENGGABUNGKAN ANTARA MENGULANG (MURAJAAH) DENGAN
MENAMBAH HAFALAN BARU?
Jangan sekali-kali kamu menambah hafalan Al-Qur`an tanpa mengulang hafalan yang sudah ada
sebelumya. Hal itu karena jika kamu hanya terus-menerus melanjutkan menghafal Al-Quran hingga
khatam tapi tanpa mengulanginya terlebih dahulu, lantas setelah khatam kamu baru mau mengulanginya
dari awal, maka secara tidak disadari kamu telah banyak kehilangan hafalan yang pernah dihafal. Oleh
8/27/2014 belajar tajwid | Ridwan Badruddin
http://mangajum.wordpress.com/tag/belajar-tajwid/ 4/8
karena itu metode yang paling tepat dalam menghafal adalah dengan menggabungkan antara murajaah
(mengulang) dan menambah hafalan baru. Bagilah isi Al-Qur`an menjadi tiga bagian,yang mana satu
bagian berisi 10 juz. Jika dalam sehari kamu telah menghafal satu halaman maka ulangilah dalam sehari
empat halaman yang telah dihafal sebelumnya hingga kamu menyelesaikan 10 juz. Jika kamu telah berhasil
menyelesaikan 10 juz maka berhentilah menghafal selama satu bulan penuh dan isi dengan mengulang apa
yang telah dihafal, dengan cara setiap hari kamu mengulangi (merajaah) sebanyak 8 halaman.
Setelah selesai satu bulan kamu mengulangi hafalan, sekarang mulailah kembali dengan menghafal hafalan
baru sebanyak satu atau dua lembar tergantung kemampuan, sambil kamu mengulangi setiap harinya 8
halaman hingga kamu bisa menyelesaikan hafalan 20 juz. Jika kamu telah menghafal 20 juz maka
berhentilah menghafal selama 2 bulan untuk mengulangi hafalan 20 juz, dimana setiap hari kamu harus
mengulang (merajaah) sebanyak 8 halaman. Jika sudah mengulang selama dua bulan, maka mulailah
kembali dengan menghafal hafalan baru sebanyak satu atau dua lembar tergantung kemampuan, sambil
kamu mengulangi setiap harinya 8 halaman hingga kamu bisa menyelesaikan seluruh Al-Quran.
Jika anda telah selesai menghafal semua isi Al-Qur`an, maka ulangilah 10 juz pertama secara tersendiri
selama satu bulan, dimana setiap harinya kamu mengulang setengah juz. Kemudian pindahlah ke 10 juz
berikutnya, juga diulang setengah juz ditambah 8 halaman dari sepuluh juz pertama setiap harinya.
Kemudian pindahlah untuk mengulang 10 juz terakhir dari Al-Qur`an selama sebulan, dimana setiap
harinya mengulang setengah juz ditambah 8 halaman dari 10 juz pertama dan 8 halaman dari 10 juz kedua.
BAGAIMANA CARA MERAJAAH AL-QURAN (30 JUZ) SETELAH AKU MENYELESAIKAN METODE
MURAJAAH DI ATAS?
Mulailah mengulangi Al-Quran secara keseluruhan dengan cara setiap harinya mengulang 2 juz, dengan
mengulanginya 3 kali dalam sehari. Dengan demikian maka kamu akan bisa mengkhatamkan Al-Quran
sekali setiap dua minggu.
Dengan metode seperti ini maka dalam jangka satu tahun (insya Allah) kamu telah mutqin (kokoh) dalam
menghafal Al-Quran, dan lakukanlah cara ini selama satu tahun penuh.
APA YANG AKU LAKUKAN SETELAH MENGHAFAL AL-QURAN SELAMA SATU TAHUN?
Setelah menguasai hafalan dan mengulangInya dengan itqan (mantap) selama satu tahun, hendaknya
bacaan Al-Quran yang kamu baca setiap hari hingga akhir hayatmu adalah bacaan yang dilakukan oleh
Nabi -shallallahu alaihi wasallam- semasa hidup beliau. Beliau membagi isi Al-Qur`an menjadi tujuh bagian
(dimana setiap harinya beliau membaca satu bagian tersebut), sehingga beliau mengkhatamkan Al-Quran
sekali dalam sepekan.
Aus bin Huzaifah -rahimahullah- berkata: Aku bertanya kepada para sahabat Rasulullah -shallallahu alaihi
wasallam-, Bagaimana caranya kalian membagi Al-Qur`an untuk dibaca setiap hari? Mereka menjawab:


Kami membaginya menjadi (tujuh bagian yakni): Tiga surat, lima surat, tujuh surat, sembilan surat, sebelas
surat, tiga belas surat, dan hizb al-mufashshal yaitu dari surat Qaf sampai akhir (mushaf). (HR. Ahmad no.
15578).
Maksudnya:
-Hari pertama: Mereka membaca surat al-fatihah hingga akhir surat an-nisa`.
-Hari kedua: Dari surat al-maidah hingga akhir surat at-taubah.
-Hari ketiga: Dari surat Yunus hingga akhir surat an-nahl.
-Hari keempat: Dari surat al-isra hingga akhir surat al-furqan.
-Hari kelima: Dari surat asy-syuara hingga akhir surat Yasin.
-Hari keenam: Dari surat ash-shaffat hingga akhir surat al-hujurat.
-Hari ketujuh: Dari surat qaaf hingga akhir surat an-nas.
Para ulama menyingkat bacaan Al-Qur`an Nabi -shallallahu alaihi wasallam- ini menjadi kata:

.
Setiap huruf yang tersebut menjadi simbol dari awal surat yang dibaca oleh Nabi -shallallahu alaihi
wasallam- pada setiap harinya. Maka:
Huruf fa` adalah simbol dari surat al-fatihah. Maksudnya bacaan Al-Qur`an beliau di hari pertama
dimulai dari surah al-fatihah.
Huruf mim maksudnya bacaan Al-Qur`an beliau di hari kedua dimulai dari surah al-maidah.
Huruf ya` maksudnya bacaan Al-Qur`an beliau di hari ketiga dimulai dari surah Yunus.
Huruf ba` maksudnya bacaan Al-Qur`an beliau di hari keempat dimulai dari surah Bani Israil yang juga
dinamakan surah al-isra`.
Huruf syin maksudnya bacaan Al-Qur`an beliau di hari kelima dimulai dari surah asy-syuara`.
Huruf waw maksudnya bacaan Al-Qur`an beliau di hari keenam dimulai dari surah wash shaffat.
Huruf qaaf maksudnya bacaan Al-Qur`an beliau di hari ketujuh dimulai dari surah qaf hingga akhir
muashaf yaitu surah an-nas.
Adapun pembagian hizib yang ada pada Al-Qur an sekarang, maka itu tidak lain adalah buatan Hajjaj bin
Yusuf.
BAGAIMANA CARA MEMBEDAKAN ANTARA BACAAN YANG MUTASYABIH (AYAT YANG MIRIP)
DALAM AL-QURAN?
Cara terbaik untuk membedakan antara dua ayat yang kelihatannya menurut kamu hampir sama
8/27/2014 belajar tajwid | Ridwan Badruddin
http://mangajum.wordpress.com/tag/belajar-tajwid/ 5/8
(mutasyabih), adalah dengan cara membuka mushaf dan carilah kedua ayat tersebut. Lalu carilah
perbedaan antara kedua ayat tersebut, cermatilah perbedaan tersebut, kemudian buatlah tanda/catatan (di
dalam hatimu) yang bisa kamu jadikan sebagai tanda untuk membedakan antara keduanya. Kemudian,
ketika kamu melakukan murajaah hafalan, maka perhatikanlah perbedaan tersebut secara berulang-ulang
sampai kamu mutqin dalam mengingat perbedaan antara keduanya.
BEBERAPA KAIDAH DAN KETENTUAN DALAM MENGHAFAL AL-QUR`AN:
1- Kamu harus menghafal melalui bantuan seorang guru yang bisa membenarkan bacaanmu jika salah.
2- Hafalkanlah 2 halaman setiap hari: 1 halaman setelah subuh dan 1 halaman setelah ashar atau maghrib.
Dengan metode seperti ini (insya Allah) kamu akan bisa menghafal Al-Qur`an secara mutqin dalam kurun
waktu satu tahun. Tetapi jika kamu memperbanyak kapasitas hafalan setiap harinya maka kemampuan
menghafalmu akan melemah.
3- Menghafallah mulai dari surat an-nas hingga surat al-baqarah karena hal itu lebih mudah. Tapi setelah
kamu menghafal Al-Qur`an maka urutan merajaahmu dimulai dari Al-Baqarah sampai An-Nas.
4- Dalam menghafal hendaknya menggunakan satu mushaf saja (baik dalam cetakan maupun bentuknya),
karena hal itu sangat membantu dalam menguatkan hafalan dan agar lebih cepat mengingat letak-letak
ayatnya, ayat apa yang ada di akhir halaman ini dan ayat apa yang ada di awal halaman sebelahnya.
5- Setiap orang yang menghafal Al-Quran pada 2 tahun pertama biasanya apa yang telah dia hafal masih
mudah hilang, dan masa ini disebut fase at-tajmi (pengumpulan hafalan). Karenanya janganlah kamu
bersedih karena ada sebagian hafalanmu yang kamu lupa atau kamu banyak keliru dalam hafalan. Ini
adalah fase yang sulit sebagai ujian bagimu, dan ini adalah fase rentan yang bisa menjadi pintu masuknya
setan untuk menghentikan kamu dari menghafal Al-Qur`an. Tolaklah was-was tersebut dari dalam hatimu
dan teruslah menghafal, karena dia (menghafal Al-Qur`an) merupakan perbendaharaan harta yang tidak
diberikan kepada sembarang orang.







Doa-doa


. .

. . .


.


8/27/2014 belajar tajwid | Ridwan Badruddin
http://mangajum.wordpress.com/tag/belajar-tajwid/ 6/8


Posted in: Bebas | Tagged: belajar membaca, belajar tajwid, hukum tajwid, huruf arab
Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com. The Retro-Fitted Theme.
Ikuti
8/27/2014 belajar tajwid | Ridwan Badruddin
http://mangajum.wordpress.com/tag/belajar-tajwid/ 7/8
Follow Ridwan Badruddin
Ditenagai oleh WordPress.com
Trust Rating
Not Yet Rated
mangajum.wordpress.com
Related Searches
?
Hotels In Kuala Lumpur Malaysia
Kuala Lumpur International Airport
Petronas Twin Towers
Grand Seasons Hotel Kuala Lumpur
Berjaya Redang Beach Resort
Kuala Lumpur City Centre
KL Hotels
Berjaya Times Square
Best Cell Phone
Meal Planner
WebSpades
W
e
b
S
p
a
d
e
s

A
d
s
W
e
b
S
p
a
d
e
s

A
d
s
8/27/2014 belajar tajwid | Ridwan Badruddin
http://mangajum.wordpress.com/tag/belajar-tajwid/ 8/8