Anda di halaman 1dari 10

Kulit dan apendicesnya merupakan struktur kompleks yang membentuk jaringan tubuh yang

kuat dan keras. Fungsinya dapat dipengaruhi oleh kerusakan terhadap struktur demikia juga oleh
penyakit. Karena terdapat banyak penyakit yang memengaruhi kulit maka hanya yang paling
sering ditemukan saja yang akan dibahas di sini.
Kulit terdiri dari 2 lapisan
epidermis atau lapisan luar, dan dermis atau kulit sebenarnya. Terdapat juga apendices
pada kulit yang termasuk rambut dan kuku.
Daftar isi

1 Epidermis
2 Dermis
3 Hipodermis
4 Kelenjar Keringat
5 Appendises
6 Sidik Jari
7 Kulit Neonatus
8 Terminologi Pada Kondisi Dermatologis
o 8.1 Lesi Primer
Epidermis
Epidermis terdiri dari sel epitel yang mengalami keratinisasi yang mengandung bahan lemak
yang menjadikan kulit kedap air. Sel superfisial dari stratum ini secara kostan dilepaskan dan
diganti. Sel lain mengandung cairan berminyak. Lapisan ketiga tediri dari sel-sel yang
mengandung granula yang mampu merefraksi cahaya dan membantu memberikan warna putih
pada kulit. Lapisan keempat mengandung sel yang memproduksi melamin, suatu bahan yang
bertindak sebagai perlindungan terhadap pengaruh sinar UV. Epidermis tidak mengandung
pembuluh darah, tetapi limfe bersirkulasi dalam ruang interselular.
Dermis
Dermis terdiri dari jaringan fibrosa yang lebih padat pada bagian superficial dibandingkan bagian
dalamnya. Dapat diidentifikasi 2 lapisan : yang pertama mengandung akhiran saraf sensorik,
pembuluh darah dan limfatika ; yang kedua mengandung serat kolagen, serat elastik, glandula
sebasea, glandula sudorifera, folikel rambut dan muskulus arrektor pilli.


Hipodermis
Ini merupakan zona transisional di antara kulit dan jaringan adiposa di bawahnya. Mengandung
sel lemak demikian juga jaringan ikat putih dan kuning, kumparan dari sejumlah glandula
sebasea dan radiks dari sejumlah rambut.
Pemberian zat makanan dermis atau porium tergantung pada vena dan limfatika. Baik saraf
bermielin maupun tidak bermielin ditemukan dalam kulit yang berisi organ akhir dan banyak
serat saraf. Organ ini memberikan respon sensasi panas, dingin, nyeri, gatal, dan raba ringan.
Kelenjar Keringat
Kelenjar keringat terdiri dari glomerolus atau bagian sekresi dan duktus. Secara relatif terdapat
catu darah yang kaya dan menskresi keringat yang agak keruh, hampir tidak berbau, hampir
mengandung 99% air, dan sejumlah kecil khlorida, urea, amonium, asam urat dan kreatinin.
Berbagai tipe kelenjar keringat ditemukan pada area seperti genetalia, anus, aksila dan puting
susu dan masing-masing juga mempunyai bau yang khas.
Appendises
Appendises termasuk rambut dan kuku. Rambut berasal epitel dan terbentuk dari sel tanduk yang
mengalami modifikasi yang timbul dalam struktur yang kompleks, yaitu folikel yang terletak
dalam lapisan dermis yang lebih dalam. Pada saat rambut melintasi lapisan permukaan dari
dermis maka rambut dilapisi oleh sebum yang merupakan eksresi dari glandula kecil yang
terletak berdekatan dengan batang rambut. Fungsinya adalah melumasi kulit dan menjaga kulit
tetap lentur, bertindak sebagai penolak air dan melindungi kulit dari udara yang kering.
Kuku terdiri dari sel tanduk yang mengalami modifikasi yang bersatu dengan kuat. Pada bagian
proksimal kuku terbentuk dalam matriks kulit. Dasar kuku terdiri dari sel prickle yang
mengalami modifikasi pada mana kuku melekat dengan kuat.
Kuku sebagian memperoleh warna dari darah dan sebagian dari pigmen dalam epidermis
terutama melanin. Sebagai penitup bagian luar maka kulit mempunyai banyak fungsi yang tidak
saja besifat protektif, tetepi juga termasuk yang berikut :
1. Bertindak sebagai barier terhadap infeksi asal berada dalam keadaan utuh, tetapi dapat
juda dirusak oleh mikroorganisme dengan aksi dari asam lemak rantai panjang yang
ditemukan dalam kulit. Invasi bakteri dapat juga terhalang oleh keasaman kulit.
2. Ketahanan jaringan yang kuat melindungi jaringan di bawahnya.
3. Kulit bertindak sebagai insulator (hipoderm) dan membantu mengatur suhu tubuh.
Pengendalian suhu tubuh juga merupakan fungsi dari glandula sudorifera dan pembuluh
darah. Ketika hari panas, glandula menskresi keringat, dan penguapannya menyebabkan
pendinginan ; pembuluh darah berdilatasi untuk memungkinkan keluarnya panas tubuh
dengan meningkatkan aliran darah dekat dengan permukaan tubuh. Ketika hari dingin,
pembuluh darah berkonstriksi, menurunkan aliran darah dan dengan demikian
menurunkan kehilangan panas.
4. Karena mengandung akhiran saraf sensorik, sensasi dari kulit memainkan peranan
penting dalam mempertahankan kesehatan.
5. Sampai tingkat tertentu, kulit bertindak sebagai organ ekskresi untuk mengeluarkan
produk sampah tubuh. Karena itu memainkan peranan dalam mempertahankan
keseimbangan cairan dan elektrolit.
6. Dalam kondisi yang sesuai, kulit mencatu vitamin D tubuh. Vitamin ini terbentuk dengan
aksi fotokimia dari sinar UV pada sterol yang diduga diekskresikan dalam sebum.
Sidik Jari
Sidik jari sudah terbentuk pada bulan ketiga kehidupan intra uterin dan ini mempunyai aplikasi
penting dalam genetika dan kedokteran. Masing-masing individu mempunyai pola sidik jari
tersendiri dan fakta ini digunakan sebagai cara identifikasi polisi dan di RS tertentu. Ditemukan
bahwa pada sejumlah cacat genetika terdapat sidik jari atau sidik kaki abnormal. Misalnya pada
sindroma down (mongolisme), sidik jari yang beransa lebih sering dari biasanya, dan pada
sindroma turner terdapat lebih banyak ridge dibandingkan keadaan normal.

Kulit Neonatus
Kulit pada bayi neonatus ditutupi oleh bahan berminyak, yaitu verniks kaseosa yang
memperbesar mantel pelindung normal yang ditemukan pada kulit orang dewasa. Bahan ini
dihasilkan oleh hormon sek maternal yang merangsang sekresi dari glandula kulit bayi. Pengaruh
dari hormon ini berlangsung selama beberapa bulan setelah lahir, tetapi glandula kulit bayi
sendiri secara relatif tetap inaktif hingga pubertas. Verniks harus dibiarkan lepas atau diangkat
secara perlahan-lahan. Jika kulit bersih dari verniks, maka bayi dapat dimandikan dengan
menggunakan sabun dan dikeringkandengan lembut. Pengeringan selanjutnya dapat ditingkatkan
dengan menggunakan bedak talkum halus. Beberapa bayi dilahirkan dengan kulit kering. Hal ini
tampaknya merupakan keadaan yang diwariskan, dimana terdapat kelebihan lapisan tanduk dan
seringkali lebih sedikit dan kelenjar keringat yang kurang aktif dibandingkan kulit normal.
Terminologi Pada Kondisi Dermatologis
Banyak bentuk berbeda dari lesi diuraikan dalam status dermatologis yang menentukan penyakit
spesifik. Hal ini dapat dibagi dalam bentuk yang tidak merusak kulit (lesi primer) dan mereka
yang merusak kulit (lesi sekunder).




Lesi Primer
Makula
Hal ini merupakan perubahan dalam warna kulit. Mereka bervariasi dalam ukuran dan bentuk,
dan tampak sebagai pewarnaan pada kulit. Makula dibentuk dari :
1. Deposit pigmen dalam kulit, misalnya frekles.
2. Keluarnya darah kedalam kulit, misalnya petekie.
3. Dilatasi permanen dari pembuluh kapiler, misalnya nevi.
4. Dilatasi sementara dari pembuluh darah kapiler, misalnya eritema.
Papula
Terdapat elevasi yang dapat diraba dari kulit yang bervariasi diameternya dari sekitar 1-5 mm.
Permukaan dapat tajam, bulat atau datar. Mereka terletak superficial dan dibentuk dari proliferasi
sel atau eksudasi cairan ke dalam kulit.

Nodul
Ini serupa dengan papula tetapi terletak lebih dalam. Mereka bervariasi dalam ukuran dan
biasanya lebih besar dibandingkan papula. Contoh daro nodul subkutan adalah nodul rematisme
akut.

Vesikel
Vesikel merupakan lepuh kecil yang dibentuk dengan akumulasi cairan dalam epidermis ;
mereka biasanya diisi dengan cairan serosa dan ditemukan pada anak-anak yang menderita
eksema.

Bula Atau Pustula
Bula merupakan vesikel besar yang mengandung serum, pus atau darah. Mereka ditemukan
misalnya pada pemfigus neonatorum.

Gelegata
Gelegata merupakan elevasi sementara kulit yang disebabkan oleh edema dermis dan dilatasi
kapiler sekitarnya. Biasanya berkaitan dengan respon alergi terhadap bahan asing.

Lesi Sekunder
Skuama
Skuama merupakan lapisan tanduk dari epidermis mati yang menumpuk pada kulit yang dapat
berkembang sebagai akibat perubahan inflamasi. Keadaan ini ditemukan pada psoariasis.

Krusta
Ini terbentuk dari serum, darah atau nanah yang mengering pada kulit. Masing-masing dapat
dikenal dengan warna berikut : merah kehitaman (krusta darah), kuning kehitaman (krusta
nanah), berwarna madu (krusta serum).

Fisura
Ini merupakan retakan kecil yang meluas melalui epidermis dan memaparkan dermis. Mereka
dapat terjadi pada kulit kering dan pada inflamasi kronik.

Ulkus
Ulkus merupakan lesi yang terbentuk oleh kerusakan lokal dari seluruh epidermis dan sebagian
atau seluruh korium di bawahnya.


PENYAKIT KULIT

EKSEMA INFANTIL dan MASA KANAK-KANAK
Eksema merupakan istilah yang menguraikan setiap dematosis inflamatoar yang khas dengan
adanya eritema, papula, vesikula, cairan, krusta dan skuama pada berbagai fase resolusi.
Keadaan ini melibatkan epidermis dan lapisan vaskuler kulit.
Inflamasi disebabkan oleh beberapa iritan dalam tubuh yang menimbulkan erupsi. Ini berasal
dari kapiler. Kasus yang ringan hanya terdapat eritema dan skuama tetepi seringkali terdapat
vesikula dan keadaan basah (weeping wells).
Tampaknya terdapat faktor herediter yang kuat dan kondisi ini kambuh sepanjang hidup.
Keadaan ini juga diduga merupakan penyakit alergi. (Suatu alergi didefinisikan sebagai
perubahan reaksi jaringan pada individu tertentu pada paparan terhadap bahan yang dalam
jumlah yang sama, tidak menimbulkan apa-apa pada yang lain). Mekanisme yang terlibat diduga
adalah sebagai berikut :
Terdapat pembebasan histamin, suatu bahan yang kuat yang menyebabkan kontraksi otot
polos, dilatasi kapiler dan penurunan tekanan darah
Pembebasan bahan lain, misalnya, asetil kolin
Reaksi antara alergen dan suatu antibodi
Eksema jarang timbul sebelum bulan kehidupan kedua dan ketiga dan sebagian kasus hilang
secara spontan pada ulang tahun kedua dan ketiga. Lebih sering terjadi pada bayi yang diberi
makanan buatan dibanding pada bayi yang diberi ASI.
Gambaran Klinik
Lesi kulit pada awalnya tampak pada pipi, dahi dan kulit kepala, tetapi juga ditemukan pada
permukaan fleksor dari lengan dan tungkai. Pada akhirnya mereka menyebar pada seluruh
permukaan kulit. Hal ini sangat gatal dan sebagian besar perubahan kulit timbul akibat
menggaruk, menggosok dan ekskoriasi.

Impetigo
Impetigo merupakan infeksi stafilokokus, mulai sebagai lepuh kecil yang mengering dengan
cepat untuk membentuk suatu skab dengan sebaran tepi yang mertah basah. Pada neonatus
ditemukan sebagai pemfigus neonatorum yang nyata bulosa. Pemfigus neonatorum merupakan
penyakit yang harus dilaporkan di Inggris.

PSORIASIS
Diagnosis dengan inspeksi tidak sukar. Keadaan ini merupakan penyakit fungsional yang
cenderung diwariskan.
Gambaran Klinik
Masing-masing lesi berbatas jelas. Berwarna merah salmon dipengaruhi oleh tumpukan sisik
keperakan. Terutama mengenai siku-siku, lutut dan kulit kepala, tetapi dapat terjadi dimanapun.
Kondisi ini dapat dicetuskan oleh infeksi seperti tonsilitis ; stres emosi tampaknya juga terdari
sebagai faktor predisposisi.


SCABIES
Scabies disebabkan oleh parasit Sarcoptes scabiei. Betina yang hamil bersarang dalam lapisan
tanduk dari epidermis. Di sini ia bertelur beberapa butir setiap hari yang menetas mengeluarkan
banyak pinjal muda yang makan dalam orifisium dari glandula skretoris.
Sarang tampak sebagai garis putih dengan tepi yang tidak teratur, pada akhir sarang ini terdapat
tempat pinjal. Sarang ditemukan pada lipatan, antara jari-jari, pada genitalia dan pada muka bayi.
Kondisi ini ditularkan oleh kontak yang intim dan cenderung mengenai seluruh keluarga.
Gambaran Klinik

Gatal merupakan tanda utama dan pada pemeriksaan gambaran di atas akan ditemukan. Garukan
menyebabkan pendarahan dan infeksi tumpang tindih dengan penyakit ini. Dan dapat menular ke
orang lain.

AKNE

Akne merupakan penyakit dari folikel sebasea yaitu folikel yang mempunyai glandula sebasea
yang banyak dan tidak mempunyai bulu. Arpertura dari glandula sebasea terblokir oleh sumbat
tanduk (blackheads) dan terdapat retensi dari sebum yang diubah oleh organisme yang
menimbulkan inflamasi pada jaringan sekitarnya. Keadaan ini menimbulkan pembentukan pustul
dan abses yang menyebabkan parut. Kondisi ini memengaruhi remaja muda sehingga
menyebabkan perasaan malu dan tidak senang.

KELAINAN KONGENITAL

Bayi lahir dengan kelainan struktural. Beberapa dapat nyata sejak lahir yang lain timbul segera
setelah lahir. Baik lapisan epidermal dan dermal dapat terkena.
Kelainannya lapisan epidermal termasuk papilomata, lesi makuler berpigmen dan ini dapat
berkaitan dengan moles atau naevi berambut yang berpigmen secara luas. Pada dermis dapat
ditemukan fibromata, neuromata dan lipomata. Walaupun demikian, nevi vaskuler lebih sering
ditemukan dan ini termasuk :
1. Spider naevus. Ini merupakan dilatasi dari arteriole kecil dan percabangan kapilernya.
Seringkali hilang secara spontan dengan diatermi atau fenol ; fenol diberikan dengan alat
yang runcing.
2. Noda Port-wine. Ini merupakan makula berwarna merah tua atau ungu. Merupakan
dilatasi difus dari semua kapiler normal pada jaringan yang terkena. Dapat juga
melibatkan organ dibawahnya, seperti mata dan otak. Tidak ada pengobatan untuk hal ini,
tapi dapat digunakan penutupan secara kosmetik.
3. Hemangioma strawberi. Lesi ini sering ditemukan saat lahir. Tampak sebagai nodul
seperti karet, merah dengan permukaan yang kasar. Melibatkan unsur kapiler maupun
vena. Hemangioma strawberi biasanya hilang sendiri, meninggalkan kulit yang kendor
dan jarang sekali diperlukan terapi.

Penyakit Hati (Liver)

Penyebab dan Risiko Penyakit
Penyakit hati dapat disebabkan oleh faktor-faktor yang bervariasi. Penyebab-penyebabnya
termasuk:
Kerusakan-kerusakan bawaan sejak lahir atau kelainan-kelainan hati yang hadir pada kelahiran
Kelainan-kelainan metabolisme atau kerusakan dalam proses dasar tubuh
Infeksi-infeksi virus atau bakteri
Alkohol atau keracunan oleh racun
Obat-obat terentu yang merupakan racun bagi hati
Kekurangan Gizi (nutrisi)
Trauma atau luka
Penyakit-penyakit hati yang kemungkinan besar terjadi pada anak-anak termasuk:
Alagille's syndrome, suatu kondisi dimana saluran empedu menyempit dan memburuk,
terutama pada tahun pertama kehidupan
Alpha 1- antitrypsin deficiency, suatu penyakit hati genetik pada anak yang dapat menuju ke
hepatitis dan sirosis hati
Biliary atresia, suatu kondis dimana saluran empedu yang terbentang dari hati ke usus halus
adalah terlalu kecil penampangnya atau sama sekali tidak ada
Galactosemia, suatu penyakit keturunan dimana tubuh tidak dapat mentoleransi gula-gula
tertentu didalam susu. Gula-gula ini dapat memperluas, menyebabkan kerusakan yang serius
terhadap hati dan organ-organ lainnya dari tubuh.
Hemorrhagic telangiectasia, suatu kondisi dimana pembuluh darah yang tipis mengizinkan
perdarahan yang mudah dan sering dari kulit dan saluran pencernaan
Hepatitis aktif kronis, suatu peradangan hati yang menyebabkan luka yang meninggalkan parut
dan gangguan fungsi hati
Kanker hati, yang dapat berasal dari kanker pada bagian tubuh lainnya yang telah menyebar ke
hati
Neonatal hepatitis, adalah hepatitis pada bayi baru lahir yang terjadi pada beberapa bulan
pertama kelahiran
Reye's syndrome, suatu kondisi yang menyebabkan meluasnya lemak di hati. Pada beberapa
kasus kondisi ini dikaitkan dengan penggunaan aspirin, terutama yang berhubungan dengan
chickenpox, influenza, atau penyakit-penyakit lainnya dengan demam
Thalassemia, satu grup dari anemia yang diwariskan, atau jumlah darah merah yang rendah
Tyrosinemia, suatu kelainan yang menyebabkan persoalan serius dengan metabolisme hati
Wilson's disease, suatu kondisi warisan (keturunan) yang menyebabkan meluasnya dari mineral
tembaga didalam hati
Penyakit-penyakit hati yang kemungkinan besar terjadi pada orang dewasa termasuk:
Batu empedu, yang mungkin dapat menyumbat saluran empedu
Hemochromatosis, suatu kondisi yang menyebabkan tubuh menyerap dan menyimpan terlalu
banyak besi. Penumpukan dari besi menyebabkan kerusakan hati dan organ-organ lainnya
Hepatitis, suatu peradangan dan infeksi dari hati disebabkan oleh salah satu dari beberapa virus-
virus
Penyakit cystic dari hati, yang menyebabkan luka-luka dan massa-massa yang terisi cairan di hati
Porphyria, suatu kondisi yang menyebabkan kesalahan fungsi dalam bagaimana tubuh
menggunakan porphyrins. Porphyrins adalah sangat penting pada pembuatan haemoglobin
didalam sel darah merah, untuk mengangkut oksigen keseluruh tubuh
Primary sclerosing cholangitis, suatu kondisi yang menyebabkan saluran empedu dari hati
menyempit karena peradangan dan luka goresan
Sarcoidosis, suatu penyakit yang menyebabkan suatu perluasan dari luka-luka di hati dan organ-
organ lainnya dari tubuh
Sirosis, suatu kondisi serius yang menyebabkan jaringan dan sel-sel hati diganti oleh jaringan
parut
Type I glycogen storage disease, yang menyebabkan persoalan pada pengontrolan gula darah
ketika sesorang sedang puasa
Penyakit hati yang berhubungan dengan alkohol termasuk:
Hepatitis alkoholik
Penyakit fatty liver yang menyebabkan pembesaran hati
Sirosis alkoholik
Penyakit Kulit - Penyakit kulit yang dibahas disini adalah penyakit kulit yang tidak
berbahaya atau dalam arti kata lain tidak akan menimbulkan dampak buruk terhadap
kelangsungan hidup orang terkena penyakit tersebut, namun cenderung lebih kepada rasa
gatal-gatal yang dialami oleh si penderita atau mungkin juga barakibat rasa malu atau
kurang percaya diri.

Berikut adalah beberapa jenis penyakit kulit yang dimaksutkan, sekaligus akan dibahas
juga cara pencegahannya.

1. Kudis

Kudis adalah penyakit kulit yang menular, penyakit ini dalam bahasa ilmiah disebut
scabies, memiliki gejala gatal, dan rasa gatal tersebut akan lebih para pada malam hari.
Sering muncul di tempat-tempat lembab di tubuh seperti misalnya, tangan, ketiak, pantat,
kunci paha dan terkang di celang jari tangan atau kaki.

Cara Pencegahan penyakit kudis dapat dilakukan dengan mencuci sperai tempat tidur,
handuk dan pakaian yan dipakai dalam 2 hari belakangan dengan air hangat dan deterjen.

2. Kurap

Penyakit Kurap merupakan suatu penyakit kulit menular yang disebabkan oleh fungsi.
Gejala kurap mulai dapat dikenali ketika terdapat baian kecil yang kasar pada kulit dan
dikelilingi lingkaran merah muda. Kurap dapat dicegah dengan cara mencuci tangan yang
sempurna, menjaga kebersihan tubuh, dan mengindari kontak dengan penderita.

Kurap dapat diobati dengan anti jamur yang mengandung mikonazol dan kloritomazol
dengan benar dapat menghilangkan infeksi.

3. Panau

Panau atau Panu adalah salah satu penyakit kulit yang disebabkan oleh jamur. Penyakit
panau ditandai dengan bercak yang terdapat pada kulit disertai rasa gatal pada saat
berkeringat. Bercak-bercak ini bisa berwarna putih, coklat atau merah tergantung warna
kulit si penderita.
Panau paling banyak dijumpai pada remaja usia belasan. Meskipun begitu panau juga
bisa ditemukan pada penderita berumur tua.

Cara pencegahan penyakit kulit Panau dapat dilakukan dengan menjaga kebersihan kulit,
dan dapat diobati dengan obat anti jamur yang dijual di pasaran, dan dapat juga diobati
dengan obat-obatan tradisional seperti daun sirih yang dicampur dengan kapur sirih dan
dioleh pada kulit yang terserang Panau.