Anda di halaman 1dari 20

Laporan Praktikum Fisika Dasar

Pendinginan Air


I. PENDAHULUAN
Seiring berkembangnya ilmu pengetahuan alam dan teknologi , penerapan ilmu-
ilmu fisika semakin sering diterapkan dalam kehidupan sehari- hari. Salah satu penerapan
dari ilmu fisika adalah pendinginan air. Prinsip pendinginan sendiri adalah melepaskan
panas , tipe langsung dilepaskan ke udara disebut pendinginan udara, tipe menggunakan
fluida sebagai perantara disebut pendinginan air.
Air memiliki sifat fisis yaitu dapat berubah fase dari fase padat, cair hingga gas.
Perubahan fase tersebut disertai pelepasan atau penyerapan kalor. Proses pelepasan atau
penyerapan kalor pada air dapat melalui proses konduksi atau konveksi.
Konsep ini sudah diterapkan dalam kehidupan sehari- hari, salah satu contohnya
adalah termos, antara dinding termos bagian dalam dengan dinding luar termos yang
terbuat dari plastik diberi sedikit ruang hampa untuk menjaga agar panas tidak berpindah
secara konveksi. Bentuk leher termos juga dibuat menyempit untuk mengurangi luas
permukaan air panas yang akan menghambat uap panas keluar.
Pada percobaan kali ini yang akan divariasi adalah volume air panas dan ukuran
gelas beker sehingga didapatkan hasil percobaan yang selanjutnya digunakan untuk
menentukan faktor yang mempengaruhi cepat lambatnya pendinginan air yang dinamakan
konstanta pendinginan air ( ).

II. TUJUAN
a. Belajar menerapkan dan mengartikan (menginterpretasikan) grafik.
b. Menentukan nilai konstanta pendinginan air () darisetiap percobaan.
c. Menganalisa data dan ralat yang terdapat pada setiap percobaan.


III. DASAR TEORI
Yang menjadikan acuan dari praktikan pendinginan air ini adalah teori keseimbangan
suhu, dimana terjadi penyesuaian suhu antara lingkungan yang cenderung konstan dengan
suhu sistem (air) yang cenderung dinamis. Seperti yang kita ketahui perpindahan kalor selalu
terjadi dari medium bertemperatur tinggi ke medium bertemperatur rendah dan akan
berhenti ketika kedua medium telah mencapai kesetimbangan suhu.Perubahan suhu
teramati sebagai aktivitas penurunan suhu air, berlangsung terhadap variable kontrol lainya,
yaitu waktu. Secara matematis dapat dinyatakan dengan rumus

)
Keterangan :

= turunan fungsi suhu (T) terhadap fungsi waktu (t)


= konstanta pendinginan air

) = selisih antara suhu sistem dengan suhu lingkungan



Panas bernilai negatif jika panas berpindah dari lingkungan ke sistem
(menyerap panas). Sedangkan panas bernilai positif jika panas berpindah dari sistem
ke lingkungan (melepas panas).
Perpindahan panas ditinjau dari mediumnya, dibedakan menjadi 3, yaitu :
a. Konduksi yaitu perpindahan kalor melalui medium tanpa diiringi
pergerakan partikel penyusun mediumnya.
b. Konveksi yaitu perpindahan kalor melalui medium dengan diiringi
pergerakan partikel penyusun mediumnya.
c. Radiasi yaitu perpindahan kalor tanpa melalui medium perantara.
Laju perubahan temperatur dipengaruhi oleh beberapa faktor antara lain
suhu lingkungan, luas permukaan, volume zat, ukuran wadah dan kecepatan
angin dipermukaan zat.

IV. METODE EKSPERIMEN
a. Metode yang digunakan
Metode yang digunakan dalam praktikum kali ini adalah metode grafik dan metode
regresi linear. Metode grafik digunakan untuk memudahkan kita dalam membaca data
yang sudah ada. Sedangkan untuk perhitungan lebih akurat digunakan metode regresi
linear kemudian dari hasil perhitungan data dianalisis dan disimpulkan.
b. Alat dan Bahan
1. Percobaan 1 (variasi volume)
a. 3 buah gelas beker 100 ml dengan tutup
b. 3 buah termometer
c. Jam tangan / stopwatch
d. Termos dengan air panas
2. Percobaan 2 (variasi wadah)
e. 3 buah gelas beker ukuran 100 ml, 250 ml, 600 ml dengan tutup
f. 3 buah termometer
g. Jam tangan / stopwatch
h. Termos dengan air panas
c. Skema percobaan
1. Percobaan 1
Gelas beker berukuran 100 ml yang dimasukkan air panas dengan volume yang
berbeda yaitu 40, 60, 80 ml
1
2
3
4

Keterangan :

(1) Termometer celsius
(2) Tutup gelas beker
(3) Gelas beker ukuran 100 ml
(4) Air panas (40, 60, 80 ml )

2. Percobaan 2
Air panas dengan volume 80 ml pada tiga gelas ukur yang berbeda yaitu 100 ml, 250
ml, 600 ml.
1
2
3
4
1
3
1
3


Keterangan :
(1) Termometer
(2) Tutup gelas beker
(3) Gelas beker ukuran (100, 250, 600 ml)
(4) Air panas 80 ml

d. Tata laksana percobaan
i. Percobaan 1 :
1. Disediakan 3 gelas beker 100 ml. Air panas pada termos dituangkan pada
gelas beker pertama sebanyak 40 ml, pada gelas kedua 60 ml, dan pada
gelas ketiga sebanyak 80 ml.
2. Bersamaan dengan dinyalakannya stopwatch , ketiga gelas ditutup dan
diukur suhunya mulai saat suhu pada termometer berhenti naik( T pada 0
menit) atau suhu awal
3. Setiap interval 1 menit , suhu pada setiap gelas diamati dan dicatat sampai
dengan menit ke-20
4. Data yang diperoleh dicatat
5. Suhu ruangan dicatat sebagai T
0
.
j. Percobaan 2 :
1. Air panas pada termos dituangkan ke gelas ukuran 100 ml, 250 ml, 600 ml
masing-masing sebanyak 80 ml.
2. Bersamaan dengan dinyalakannya stopwatch , ketiga gelas ditutup dan
diukur suhunya mulai saat suhu pada termometer berhenti naik( T pada 0
menit) atau suhu awal
3. Setiap interval 1 menit , suhu pada setiap gelas diamati dan dicatat sampai
dengan menit ke-20
4. Data yang diperoleh dicatat
5. Suhu ruangan dicatat sebagai T
0
.
e. Analisa Data
Menentukan konstanta pendinginan air (

= (T T
0
)



ln (T
t
T
0
) ln (T
t0
T
0
) = (t t
0
)

ln (T
t
T
0
) = ln (T
t0
T
0
)
y m x c

dengan :
= konstanta pendinginan air ( gradien )

0
= suhu lingkungan

t
= suhu saat t menit

t0
= suhu awal (saat 0 menit)


V. Hasil Eksperimen
Data

a. Percobaan 1 (variasi volume)


1. Volume air 40 ml, gelas beker ukuran 100 ml dengan T
0
=
30
0
C












1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
10.
11.
12.
13.
14.




2. Volume air 60 ml, gelas beker ukuran 100 ml dengan T
0
=
30
0
C



t (menit)
T
0

( celcius)
(T T
0
)
(
0
celcius)
ln (T T
0
)
sumbu Y sumbu X
0 68 38 3,64
1 66 36 3,58
2 64 34 3,53
3 63 33 3,5
t (menit)
T
0

( celcius)
(T T
0
)
(
0
celcius)
ln (T T
0
)
sumbu Y sumbu X
0 62 32 3,46
1 60 30 3,4
2 58,5 28,5 3,35
3 57 27 3,29
4 56 26 3,26
5 54,5 24,5 3,2
6 53,5 23,5 3,16
7 52,5 22,5 3,11
8 51,8 21,8 3,08
9 50,9 20,9 3,04
10 50 20 3
11 49 19 2,94
12 48,4 18,4 2,91
13 47,5 17,5 2,86
14 47 17 2,83
15 46,2 16,2 2,79
16 45,7 15,7 2,75
17 45 15 2,71
18 44,5 14,5 2,67
19 44 14 2,64
20 43,7 13,7 2,62
4 62 32 3,47
5 60 30 3,4
6 59 29 3,37
7 58 28 3,33
8 57,5 27,5 3,31
9 57 27 3,3
10 56 26 3,26
11 55 25 3,22
12 54 24 3,18
13 53 23 3,14
14 52,5 22,5 3,11
15 52 22 3,09
16 51 21 3,04
17 50,5 20,5 3,02
18 50 20 3
19 49,5 19,5 2,97
20 49 19 2,94



3. Volume air 80 ml, gelas beker ukuran 100 ml dengan T
0
=
30
0
C


t (menit)
T
0

( celcius)
(T T
0
)
(
0
celcius)
ln (T T
0
)
sumbu Y sumbu X
0 69 39 3,66
1 68 38 3,64
2 66 36 3,58
3 65 35 3,56
4 64 34 3,53
5 63 33 3,5
6 62 32 3,47
7 61 31 3,43
8 60 30 3,4
9 59,5 29,5 3,38
10 59 29 3,37
11 58 28 3,33
12 57,5 27,5 3,31
13 57 27 3,3
14 56 26 3,26


b. Percobaan 2 (variasi wadah)

4. Volume air 80 ml, gelas beker 600 ml dengan T
0
= 30
0
C
1.


















5. Volume air 80 ml , gelas beker ukuran 250 ml dengan T
0
=
30
0
C


15 55,5 25,5 3,24
16 55 25 3,22
17 54 24 3,18
18 53,75 23,75 3,17
19 53 23 3,14
20 52,75 22,75 3,12
t (menit)
T
0

( celcius)
(T T
0
)
(
0
celcius)
ln (T T
0
) sumbu
Y sumbu X
0 64 34 3,53
1 62 32 3,47
2 61 31 3,43
3 59 29 3,37
4 57 27 3,3
5 55 25 3,23
6 54 24 3,18
7 52 22 3,09
8 51 21 3,04
9 50 20 3
10 49,5 19,5 2,97
11 48,5 18,5 2,92
12 47,5 17,5 2,86
13 47 17 2,83
14 46 16 2,77
15 45 15 2,71
16 44,5 14,5 2,67
17 44 14 2,64
18 43,5 13,5 2,6
19 43 13 2,56
20 42,5 12,5 2,53

















6. Volume air 80 ml, gelas beker ukuran 100 ml dengan T
0
=
30
0
C


t (menit)
T
0

( celcius)
(T T
0
)
(
0
celcius)
ln (T T
0
) sumbu
Y sumbu X
0 65 35 3,56
1 63 33 3,5
2 62 32 3,47
3 60 30 3,4
4 59 29 3,37
5 58 28 3,33
6 57,5 27,5 3,31
7 57 27 3,3
8 55,5 25,5 3,24
9 55 25 3,22
10 54 24 3,18
11 53,5 23,5 3,16
12 53 23 3,14
13 52 22 3,09
14 51,5 21,5 3,07
15 51 21 3,04
16 50 20 3
17 49,5 19,5 2,98
18 49,25 19,25 2,96
19 49 19 2,94
20 48 18 2,9
t (menit)
T
0

( celcius)
(T T
0
)
(
0
celcius)
ln (T T
0
)
sumbu Y sumbu X
0 69 39 3,66
1 68 38 3,64
2 66 36 3,58
3 65 35 3,56
4 64 34 3,53
5 63 33 3,5












Grafik
- Percobaan 1 (variasi volume air panas dengan ukuran wadah yang
sama)















6 62 32 3,47
7 61 31 3,43
8 60 30 3,4
9 59,5 29,5 3,38
10 59 29 3,37
11 58 28 3,33
12 57,5 27,5 3,31
13 57 27 3,3
14 56 26 3,26
15 55,5 25,5 3,24
16 55 25 3,22
17 54 24 3,18
18 53,75 23,75 3,17
19 53 23 3,14
20 52,75 22,75 3,12


Perhitungan
a. Percobaan 1 (variasi volume)

1. Volume air 40 ml, gelas beker ukuran 100 ml

t
(menit) ln (T T
0
)
XY X
2
Y
2
sumbu
X sumbu Y
4 3,26 13,04 16 10,6276
5 3,2 16 25 10,24
6 3,16 18,96 36 9,9856
7 3,11 21,77 49 9,6721
8 3,08 24,64 64 9,4864
9 3,04 27,36 81 9,2416
39 18,85 121,77 271 59,2533
























( )

=
2
2
x x N
y x xy N
m
( ) ( )( )
0414 , 0
105
35 , 4
1521 1626
15 , 735 62 , 730
) 39 ( ) 271 ( 6
85 , 18 39 77 , 121 6
2
=

=
= Sy
( )
( )
01 , 0
0001 , 0
0004 , 0
4
1
2529 , 59 2533 , 59
4
1
105
564 , 6221
2533 , 59
4
1
105
9329 , 14827 431 , 179038 3975 , 96292
2533 , 59
4
1
=
=
=
=
|
.
|

\
|
=
|
.
|

\
| +
=
|
|
.
|

\
|




)
) (
) ( 2 ) (
2
1
2 2
2 2 2
2
x x N
xy y xy x y x
y
N





















2. Volume air 60 ml, gelas beker ukuran 100 ml.





















t
(menit) ln (T - T
0
)
XY X
2
Y
2
sumbu
X Sumbu Y
2 3,53 7,06 4 12,4609
3 3,5 10,5 9 12,25
4 3,47 13,88 16 12,0409
9 3,3 29,7 81 10,89
10 3,26 32,6 100 10,6276
11 3,22 35,42 121 10,3684
12 3,18 38,16 144 10,1124
18 3 54 324 9
20 2,94 58,8 400 8,6436
89 29,4 280,12 1199 96,3938
( )

=
2
2
x x N
y x xy N
m
( ) ( )( )
033 , 0
2870
52 , 95
7921 10791
6 , 2616 08 , 2521
) 89 ( ) 1199 ( 9
4 , 29 89 12 , 280 9
2
=

=
( )
2
2


= A
x x N
N
Sy m
002 , 0
00239 , 0
239 , 0 01 , 0
105
6
01 , 0
) 39 ( ) 271 ( 6
6
01 , 0
2
=
=
=
=

=
( ) 002 , 0 04 , 0 + = A m m
( ) menit C/ 002 , 0 04 , 0
0
+ = A o o
































3. Volume air 80 ml, gelas beker ukuran 100 ml

t
(menit) ln (T - T
0
)
XY X
2
Y
2
sumbu
X Sumbu Y
2 3,58 7,16 4 12,8164
3 3,56 10,68 9 12,6736
4 3,53 14,12 16 12,4609
5 3,5 17,5 25 12,25
= Sy
|
|
.
|

\
|




)
) (
) ( 2 ) (
2
1
2 2
2 2 2
2
x x N
xy y xy x y x
y
N
( )
( )
01 , 0
0001 , 0
0007 , 0
7
1
3931 , 96 3938 , 96
7
1
2870
59 , 276648
3938 , 96
7
1
2870
9 , 706204 98 , 1465923 64 , 1036367
3938 , 96
7
1
=
=
=
=
|
.
|

\
|
=
|
.
|

\
| +
=
( )
2
2


= A
x x N
N
Sy m
0006 , 0
00055 , 0
055 , 0 01 , 0
2870
9
01 , 0
) 89 ( ) 1199 ( 9
9
01 , 0
2
=
=
=
=

=
( ) 0006 , 0 033 , 0 + = A m m
( ) menit C/ 0006 , 0 033 , 0
0
+ = A o o




























13 3,3 42,9 169 10,89
14 3,26 45,64 196 10,6276
15 3,24 48,6 225 10,4976
16 3,22 51,52 256 10,3684
17 3,18 54,06 289 10,1124
18 3,17 57,06 324 10,0489
19 3,14 59,66 361 9,8596
20 3,12 62,4 400 9,7344
146 39,8 471,3 2274 132,3398
( )

=
2
2
x x N
y x xy N
m
( ) ( )( )
029 , 0
5972
2 , 155
21316 27288
8 , 5810 6 , 5655
) 146 ( ) 2274 ( 12
8 , 39 146 3 , 471 12
2
=

=
= Sy
|
|
.
|

\
|




)
) (
) ( 2 ) (
2
1
2 2
2 2 2
2
x x N
xy y xy x y x
y
N
( )
( )
1 , 0
01 , 0
1009 , 0
10
1
2389 , 132 3398 , 132
10
1
5972
16 , 789731
3398 , 132
10
1
5972
28 , 2665484 08 , 5477260 96 , 3602106
3398 , 132
10
1
=
=
=
=
|
.
|

\
|
=
|
.
|

\
| +
=
( )
2
2


= A
x x N
N
Sy m










b. Percobaan 2 (variasi wadah)
1. Volume air 80 ml, gelas beker 600 ml
t
(menit) ln (T - T
0
)
XY X
2
Y
2
Sumbu
X
Sumbu
Y
3 3,37 10,11 9 11,3569
4 3,3 13,2 16 10,89
5 3,23 16,15 25 10,4329
6 3,18 19,08 36 10,1124
17 2,64 44,88 289 6,9696
18 2,6 46,8 324 6,76
53 18,32 150,22 699 56,5218









( )

=
2
2
x x N
y x xy N
m
( ) ( )( )
05 , 0
1385
64 , 69
2809 4194
96 , 970 32 , 901
) 53 ( ) 699 ( 6
32 , 18 53 22 , 150 6
2
=

=
004 , 0
0044 , 0
044 , 0 1 , 0
5972
12
1 , 0
) 146 ( ) 2274 ( 12
12
1 , 0
2
=
=
=
=

=
( ) 004 , 0 029 , 0 + = A m m
( ) menit C/ 004 , 0 029 , 0
0
+ = A o o

























2. Volume air 80 ml , gelas beker ukuran 250 ml
t
(menit) ln (T - T
0
)
XY X
2
Y
2
Sumbu
X
Sumbu
Y
3 3,4 10,2 9 11,56
= Sy
|
|
.
|

\
|




)
) (
) ( 2 ) (
2
1
2 2
2 2 2
2
x x N
xy y xy x y x
y
N
( )
( )
017 , 0
0003 , 0
0012 , 0
4
1
5206 , 56 5218 , 56
4
1
1385
126 , 78281
5218 , 56
4
1
1385
29 , 135396 222 , 291715 058 , 234600
5218 , 56
4
1
=
=
=
=
|
.
|

\
|
=
|
.
|

\
| +
=
( )
2
2


= A
x x N
N
Sy m
001 , 0
0011 , 0
065 , 0 017 , 0
1385
6
017 , 0
) 53 ( ) 699 ( 6
6
017 , 0
2
=
=
=
=

=
( ) 001 , 0 05 , 0 + = A m m
( ) menit C / 001 , 0 05 , 0
0
+ = A o o



























4 3,37 13,48 16 11,3569
5 3,33 16,65 25 11,0889
6 3,31 19,86 36 10,9561
7 3,3 23,1 49 10,89
8 3,24 25,92 64 10,4976
9 3,22 28,98 81 10,3684
10 3,18 31,8 100 10,1124
11 3,16 34,76 121 9,9856
13 3,09 40,17 169 9,5481
14 3,07 42,98 196 9,4249
15 3,04 45,6 225 9,2416
16 3 48 256 9
17 2,98 50,66 289 8,8804
18 2,96 53,28 324 8,7616
20 2,9 58 400 8,41
176 50,55 543,44 2360 160,0825
( )

=
2
2
x x N
y x xy N
m
( ) ( )( )
03 , 0
6784
76 , 201
30976 37760
8 , 8896 04 , 8695
) 176 ( ) 2360 ( 16
55 , 50 176 44 , 543 16
2
=

=
= Sy
|
|
.
|

\
|




)
) (
) ( 2 ) (
2
1
2 2
2 2 2
2
x x N
xy y xy x y x
y
N
( )
( )
0088 , 0
0000785 , 0
0011 , 0
14
1
0814 , 160 0825 , 160
14
1
6784
47 , 1085992
0825 , 160
14
1
6784
54 , 4725232 98 , 9669753 9 , 6030513
0825 , 160
14
1
=
=
=
=
|
.
|

\
|
=
|
.
|

\
| +
=











m m = (-0.03 0.004)
0
C/menit



VI. Pembahasan
Pada percobaan pendinginan air ini terjadi peristiwa perpindahan kalor, peristiwa ini
selalu terjadi dari medium bertemperatur tinggi ke medium bertemperatur rendah dan
akan berhenti ketika kedua medium telah mencapai kesetimbangan suhu.Perubahan suhu
teramati sebagai aktivitas penurunan suhu air, berlangsung terhadap variable kontrol lainya,
yaitu waktu. Secara matematis dapat dinyatakan dengan rumus

)
Keterangan :

= turunan fungsi suhu (T) terhadap fungsi waktu (t)


= konstanta pendinginan air

) = selisih antara suhu sistem dengan suhu lingkungan



Tujuan dari praktikum ini sendiri ialah belajar menerapkan dan mengartikan
(menginterpretasikan) grafik, menentukan nilai konstanta pendinginan air () darisetiap
percobaan dan menganalisa data dan ralat yang terdapat pada setiap percobaan
menggunakan metode regresi.
( )
2
2


= A
x x N
N
Sy m
004 , 0
0042 , 0
048 , 0 0088 , 0
6784
16
0088 , 0
) 176 ( ) 2360 ( 16
16
0088 , 0
2
=
=
=
=

=
( ) menit C/ 004 , 0 03 , 0
0
= A o o
Metode regresi ini memiliki kelebihan dan kekurangan, kelebihannya yaitu dapat
menghasilkan nilai ralat yang sangat kecil dan akurat sedangkan kekurangan metode ini
adalah kerumitan dalam perhitungannya dan butuh ketelitian lebih agar tidak salah pada
proses perhitungannya. Selain metode regresi digunakan juga metode grafik yang berguna
untuk membandingkan secara langsung hasil percobaan satu dengan percobaan yang
lainya.
Eksperimen yang akan dilakukan praktikan adalah percobaan pertama yaitu
pendinginan air pada 3 buah gelas dengan ukuran sama, volume air berbeda dan percobaan
kedua adalah pendinginan air pada 3 buah gelas dengan ukuran berbeda, volume air sama.
Cara kerja pada percobaan ini meliputi pengambilan data dan pemrosesan data yang
selengkapnya telah dijelaskan pada bagian tata laksana.
Dari data yang didapatkan yaitu waktu dan temperatur saat t kemudian disajikan dalam
bentuk tabel yang selanjutnya diolah lagi sehingga dapat disajikan grafik hubungan antara t
(waktu) dengan ln (T - T
0
) sehingga dapat dibandingkan secara langsung hasil percobaan
yang dilakukan .Selanjutnya perhitungan menggunakan metode regresi untuk mendapatkan
nilai (konstanta pendinginan air).Dari hasil ini dapat diketahui faktor-faktor
penyebab cepat lambatnya pendinginan air karna nilai yang didapat berbeda,
walaupun ada hasil yang hanya menunjukan perbedaan yang sangat tipis.
nilai konstanta pendinginan air didapat dari nilai gradien (m)karena m = hasil
percobaan didapatkan :
Percobaan 1 (variasi volume)
- Volume air 40 ml, gelas beker ukuran 100 ml
= (-0.04 0.002)
0
C/menit
- Volume air 60 ml, gelas beker ukuran 100 ml.
= (-0.033 0.0006)
0
C/menit
- Volume air 80 ml, gelas beker ukuran 100 ml
= (-0.029 0.004)
0
C/menit
Percobaan 2 (variasi wadah)
- Volume air 80 ml, gelas beker ukuran 100 ml
= (-0.029 0.004)
0
C/menit
- Volume air 80 ml , gelas beker ukuran 250 ml
= (-0.03 0.004)
0
C/menit
- Volume air 80 ml, gelas beker 600 ml
= (-0.05 0.001)
0
C/menit

Berdasarkan nilai yang didapatkan kita tahu bahwa apabila volume wadah semakin
besar, maka konstanta pendinginan air juga semakin besar.Dan sebaliknya jika volume
wadah semakin kecil, maka konstanta pendinginan air juga akan semakin
kecil.Sedangkan jika volume air panas semakin besar maka konstanta pendinginan akan
semakin kecil dan semakin kecil volume air panas maka konstanta pendinginan akan
semakin besar.
Jadi dapat disimpulkan bahwa semakin besar volume wadah, maka penurunan suhu
akan semakin cepat. Dan semakin kecil volume wadah, maka penurunan suhu akan
semakin lama. Juga semakin besar volume air panas yang dimasukkan, maka penurunan
suhu akan semakin lama. Dan semakin kecil volume air panas , maka penurunan suhu
akan semakin cepat.Berarti hasil yang didapat sudah cukup sesuai dengan teori yang
dijelaskan diatas tetapi pada eksperimen 2(variasi wadah) antara percobaan volume air
80 ml, gelas beker ukuran 100 ml dengan percobaan volume air 80 ml, gelas beker
ukuran 250 ml didapatkan nilai yang sangat mendekati dan nyaris sama ini mungkin
disebabkan dari kesalahan pada saat pengambilan data ataupun kurangnya ketelitian
pada saat perhitungan.

VII. Kesimpulan

Dari percobaan ini dapat ditarik kesimpulan :
1. Air panas akan mengalami penurunan suhu untuk mencapai keseimbangan
termal
2. Rumus

= (T-T
o
) berlaku untuk penurunan kecepatan pendinginan air
3. Konstanta pendinginan pada setiap percobaan :
- Volume air 60 ml, gelas beker ukuran 100 ml.
= (-0.04 0.002)
0
C/menit
- Volume air 60 ml, gelas beker ukuran 100 ml.
= (-0.033 0.0006)
0
C/menit
- Volume air 80 ml, gelas beker ukuran 100 ml
= (-0.029 0.004)
0
C/menit
Percobaan 2 (variasi wadah)
- Volume air 80 ml, gelas beker ukuran 100 ml
= (-0.029 0.004)
0
C/menit
- Volume air 80 ml , gelas beker ukuran 250 ml
= (-0.03 0.004)
0
C/menit
- Volume air 80 ml, gelas beker 600 ml
- = (-0.05 0.001)
0
C/menit
4. faktor yang mempengaruhi konstanta pendinginan air ( adalah volume air
panas(v), ukuran wadah(gelas beker), suhu air panas dan suhu lingkungan (T
0
).



VIII. Daftar Pustaka
- Staff laboratorium, FISIKA DASAR.2010.Panduan Praktikum
Fisika Dasar. Yogyakarta. Laboratorium Fisika Dasar.
- http://id.wikipedia.org/wiki/sistem_pendinginan
- Tipler, Paul.1991.Fisika untuk Sains dan Teknik. Edisi ketiga jilid 1
.Jakarta: Erlanggga.
- Djonoputro,Dermawan.1984.Teori Ketidakpastian
menggunakan satuan SI. Bandung,ITB

IX. Pengesahan
Demikian laporan ini dibuat


Asisten Yogyakarta, 5 Desember 2012-12-05



Sintani NR Ernanda
12/334709/PA/14941