Anda di halaman 1dari 31

Pertemuan Ke 4-5

Teknik Tenaga Listrik



Konsep Rangkaian Listrik
Segitiga Impedansi
Rangkaian RL seri dan diagram fasornya
Rangkaian RC seri dan diagram fasornya
Merupakan rangkaian elektronik sederhana yang
terdiri dari tegangan sumber

, induktor dan
kapasitor .


2 =
1
2

2
=
1
4
2

0
=
1
2
1


RLC seri
Tegangan pada masing-masing komponen
direpresentasikan oleh

dan

.
Karena

mendahului 90
0
dan

tertinggal 90
0

maka fasornya akan saling berlawanan dan
resultannya adalah


Dengan menerapkan
teorema phytagoras pada
diagram fasor disamping,
maka:

=
2

2
=
2
+

2
=
2
+

2

=
2
+

2

Contoh soal
1. Sebuah kumparan mempunyai resistansi 5 dan
induktansi 10 mH, dihubungkan secara seri
dengan kapasitor 75 F pada tegangan 200 V, 100
Hz. Hitunglah:
a. Impedansi rangkaian
b. Arus
c. Faktor daya
2. sebuah kapasitor 200 F dihubungkan seri dengan
kumparan yang memiliki resistansi 10 dan
induktansi 100 mH pada tegangan 230 V, 50 Hz.
Hitunglah:
a. Impedansi rangkaian
b. Arus
c. Tegangan jatuh pada masing-masing
komponen
Rangkaian paralel
Dalam rangkaian paralel
tegangan suplai yang sama
akan bekerja pada masing-
masing cabang.
Dalam menggambar diagram
fasor untuk rangkaian ini,
tegangan digunakan sebagai
referensi dan arus-arusnya
digunakan sebagai
penjumlahan fasor
Untuk rangkaian paralel yang
mengandung resistor dan
induktor, arus yang mengalir
pada cabang resistif akan
sefasa dengan suplai
tegangan.
Arus yang mengalir pada
cabang induktif akan
tertinggal 90
0
dari tegangan
Untuk rangkaian paralel yang
mengandung resistor dan
kapasitor, arus yang mengalir
pada cabang resistif akan
sefasa dengan tegangan
suplai.
Pada cabang kapasitif akan
mendahului tegangan
dengan sudut fasa 90
0

Arus yang mengalir pada
cabang resistif akan sefasa
pada tegangan suplai, pada
cabang kapasitif akan
mendahului tegangan
dengan sudut fasa 90
0

Daya dan Faktor Daya
Faktor daya didefinisikan sebagai cosinus sudut fasa
antara arus dan tegangan


Berdasarkan fungsi trigonometri pada gambar
dibawah, faktor daya akan sama dengan:


Dalam suatu rangkaian listrik, daya yang diambil dari
suplai akan lebih besar daripada daya yang akan
dikembalikan, karena sejumlah daya yang ditarik
tersebut akan didesipasikan sebagai panas oleh
resistansi rangkaian
= cos
. = cos =


=
2

Pada rangkaian bolak-balik daya yang dikonsumsi
diperoleh dari perkalian arus dan tegangan yang
sefasa. Sehingga:

= cos
Pada sistem AC dimana tegangan dan arus
berbentuk sinusoidal perkalian keduanya akan
menghasilkan daya tampak (apparent power) dalam
VA.
Daya yang termanfaatkan oleh konsumen/ daya aktif
(Real power) memiliki satuan watt yang mengalir dari
sisi sumber kesisi beban yang bernilai rata-rata tidak
nol.
Daya yang tidak termanfaatkan oleh konsumen,
namun hanya ada dijaringan/ daya reaktif (Reactive
power) memiliki satuan volt ampere reactive (VAR),
bernilai rata-rata nol.
Daya tampak (S) terdiri dari daya
aktif (P) dan daya reaktif (Q).
Antara S dan P dipisahkan oleh
sudut , yang merupakan sudut
yang sama dengan sudut antara
tegangan dan arus.
= cos =
()
()

Contoh soal
1. Sebuah kumparan yang memiliki resistansi 30
dengan reaktansi 40 , dihubungkan pada sumber
250 V. hitunglah (a). Impedansi, (b). Arus, (c).
Faktor daya, (d). Daya !
2. Sebuah kapasitor dengan reaktansi 12
dihubungkan secara seri dengan resistor 9
melalui suplai tegangan 150 V. hitunglah
(a). Impedansi, (b). Arus, (c). Faktor daya,
(d). daya
Perbaikan Faktor Daya
Sebagian besar instalasi listrik memiliki faktor daya
yang rendah karena sifat induktif dari beban-
bebannya.
Kapasitor memiliki efek yang berlawanan dengan
sebuah induktor, sehingga untuk memperbaiki faktor
daya pada sebuah beban perlu dipasang suatu
kapasitor.
Gambar dibawah menunjukkan sebuah beban
industri dengan faktor daya rendah. Jika sebuah
kapasitor dihubungkan secara paralel dengan beban
tersebut, arus kapasitor

akan mendahului
tegangan dengan sudut 90
0
. Jika arus ini
dijumlahkan dengan arus beban, resultan arus akan
memiliki faktor daya yang terkoreksi.
Perbaikan faktor daya dengan menggunakan kapasitor
Metode pemasangan instalasi kapasitor bank
Pada gambar disamping, apabila
kapasitor dipasang maka daya
reaktif yang harus disediakan oleh
sumber akan berkurang sebesar

. Karena daya aktif tidak


berubah sedangkan daya reaktif
berkurang, maka dari sudut
pandang sumber, segitiga daya
yang baru diperoleh
Contoh soal
1. Daya yang dipergunakan sebuah motor induksi
satu fasa 220 V, 50 Hz adalah 20 kW pada faktor
daya lagging 0,75. sebuah kapasitor bank
dihubungkan kesumber untuk meningkatkan faktor
daya. Hitung kapasitansi yang diperlukan untuk
menaikkan faktor daya menjadi 0,9.
Sistem arus bolak balik tiga fasa
Tegangan bolak-balik tiga fasa dibangkitkan dengan
cara yang hampir sama dengan tegangan bolak-balik
satu fasa
Untuk membangkitkan tegangan tiga fasa, tiga
belitan terpisah yang masing-masing berjarak 120
0

diputar dalam suatu medan magnet. Tegangan yang
dibangkitkan berupa tiga gelombang sinusoidal
identik yang masing-masing berbeda fasa sebesar
120
0
.
= 3.

. cos
Daya tiga fasa
Untuk setiap sistem tiga fasa seimbang, daya
totalnya akan sama dengan tiga kali daya masing-
masing fasa

Untuk hubungan bintang




Untuk hubungan delta
= 3.

cos

3 dan

dan

3
= 3.

cos
= 3.

cos
Hubungan bintang dan delta
Sistem 3 fasa yang dihasilkan oleh generator listrik
tergantung dari sistem sambungan kumparannya.
Sistem ini meliputi sistem 3 fasa dengan 4 kawat
atau sistem 3 fasa dengan 3 kawat.
Maksud dari sistem 4 kawat adalah untuk
menciptakan 3 buah fasa dengan satu titik netral.
Jika tegangan antar fasa yang dihasilkan oleh
generator sebesar 380 V maka tegangan fasa ke
netral adalah 220 V
Contoh soal
1. Beban tiga fasa seimbang dengan nilai 10 untuk
masing-masing fasa terhubung dalam hubungan
bintang. Beban-beban ini disuplai dengan
tegangan 400 V, 50 Hz pada faktor daya 1.
hitunglah :
a. Tegangan fasa
b. Arus saluran
c. Daya total yang dikonsumsi oleh beban
2. Beban tiga fasa seimbang hubungan delta
memiliki daya sebesar 20 kW dengan faktor daya
0,8 dan tegangan suplai 400 V. hitunglah :
a. Arus saluran
b. Arus fasa