Anda di halaman 1dari 5

TUGAS ANALISIS LAPORAN

KEUANGAN
MUHAMMAD GALIH PRABOWO
13/360632/EE/06656
Latihan 2-2
a) Pengumuman tentang berita baik(kejutan positif) yang berkaitan dengan
laba akan diikuti dengan tingkat pengembalian saham yang baik (positif),
sedangkan pengumuman berita buruk tentang laba (kejutan negatif) akan
diikuti dengan tingkat pengembalian saham yang buruk (negatif).
b) Berita baik atau berita buruk tentang laba yang biasanya berperan sebagai
pemberi umpan balik adalah jenis informasi yang mungkin telah diterima
pasar senelum pengumuman laba. Berita baik atau berita buruk tentang
laba merupakan konfirmasi atas harapan pasar sebelumnya. Selain itu
biasanya insvestor juga mendapatkan informasi ekonomi dan industri
(ekonomi makro yang mempengaruhi pasar saham mencakup daa
mengenai pertumbuhan ekonomi), pengungkapan sukarela oleh manajer
(bisa dengan motivasi tuntutan hukum atau penyesuaian prediksi),
perantara informasi (merupakan analisis tentang suatu industri yang
terlibat dalam pengumpulan, pemrosesan, interprestasi, dan pemilihan
informasi mengenai prospek keuangan suatu perusahaan)
c) Reaksi pasar tentang makin baik atau makin buruk berita laba (atau
semakin besar tingkat berita/kejutan tentang laba) maka semakin besar
pula reaksi harga pasar saham yang mengikutinya.

Latihan 2-9
a. Perbedaan konsep harga historical cost dan fair value.
Historical cost :
Nilai aset dan kewajiban sangat bergantung pada transaksi aktual perusahaan dimasa lalu
dan tidak mencerminkan kondisi ekonomi saat ini.
Nilai aset dan kewajiban ditentukan oleh uang yang dikeluarkan perusahaan.
Laba ditentukan dengan mengaitkan antara biaya dengan pendapaan yang diakui, yang harus
direalisasi dan diperoleh.
Fair value :
Nilai aset dan kewajiban ditentukan dengan harga pasar paling akhir sehingga menyesuaikan
dengan kondisi ekonomi sekarang.
Nilai aset dan kewajiban berdasarkan atas harga pasar.
Laba dientukan dengan menghitung perubahan nilai wajar aset dan kewajiban.
b. Kelebihan dan kekurangan historical cost dan fair value.
Kelebihan historical cost
Nilai aset dan kewajiban yang diperoleh melalui transaksi tawar-menawar yang wajar (arms
length), biasanya akan wajar dan objekif.
Relevan dalam membuat keputusan ekonomi.
Berdasarkan transaksi sesungguhnya.
Kekurangan historical cost
Nilai aset dan kewajiban yang dicatat pada neraca akan mempunyai nilai yang lebih rendah.
Alokasi biaya depresiasi, amortisasi akan dibebankan terlalu kecil dan mengakibatkan laba
dihitung terlalu besar.
Lanjutan latihan 2-9
Kelebihan fair value
Merefleksikan informasi sekarang.
Pengukuran yang konsisten.
Komparabilitas.
Tidak ada bias konservatif.
Lebih bermanfaat dalam analisi ekuitas.
Kekurangan fair value
Objektifitas lebih rendah.
Rentan terhadap manipulasi.
Penggunaan input level 3.
Tidak adanya unsur konservatif.
Fluktuasi laba yang berlebihan.
c. Jenis aset atau kewajiban yang cocok untuk pengukuran fair value adalah aset atau
kewajiban yang bergantung pada pergerakan harga di pasar misalkan surat berharga
atau saham dimana nilai saham akan merefleksikan keadaan pasar/ekonomi saat
ini.Menurut saya tidak bisa karena nilai wajar memiliki kelemahan yang dapat ditutupi
dengan historical cost itulah mengapa historical cost masih dipakai hingga saat ini.
d. Efek fair value terhadap pelaporan laba adalah fluktuasi laba yang berlebihan karena
aset/kewajiban pada umumnya lebih besar sehubungan dengan laba dan karena fair
value dapat berubah secara signifikan sepanjang waktu. Dengan model akuntansi fair
value, laba hanyalah perubahan bersih nilai aset dan kewajiban.


Soal 2-9
a. Setuju, karena tujuan utama suatu perusahaan adalah menghasilkan laba, laba merupakan
ringkasan hasil bersih aktivitas operasi perusahaan dalam periode tertentu yang dinyatakan
dalam istilah keuangan. Karena profit atau tidaknya suatu perusahaan ditentukan oleh besarnya
laba yang dihasil setiap periode. Salah satu cara untuk menghitung laba adalah dengan cara
mengurangi kas yang diterima (menjadi milik) perusahaan dengan kas yang dikeluarkan
perusahaan. Namun ada masalah yang terjadi dalam melakukan pengukuran laba tesebut.
Masalah yang saya lihat dari cara pengukuran laba tersebut adalah melikuidasi perusahaan dan
mengubah segalanya menjadi kas. Hal ini melikuidasi suatu perusahaan hanya terjadi jika
perusaan sudah dinyatakan bangkrut sehingga sudah tidak mampu membayar hutangnya dan
mengubah segalanya menjadi kas dapat menghambat informasi yang dibutuhkan perusahaan
karena tidak dapat memisahkan yang mana aset dan mana yang kewajiban perusahaan.
b. Asumsi yang mendasari pengukuran laba secara berkala berdasarkan akuntansi akrual adalah
pendapatan diakui saat dihasilkan dan beban saat terjadi, tanpa memperhatikan penerimaan
atau pembayaran kas. Selain itu, akuntansi akrual mempunyai tujuan untuk memberikan
informasi kepada pemakai mengenai konsekuensi aktivitas usaha terhadap arus kas perusahaan
dimasa depan secepat mungkin dengan tingkat kepastian yang layak. Menurut saya,
pendekatan laba yang lebih masuk akal adalah dengan Pendekatan Laba yang nilai wajarnya
diukur dengan mendiskontokan perkiraan arus kas atau laba masa depan pada masa sekarang.
Perkiraan pasar sekarang perlu dimanfaatkan sebanyak mungkin untuk menentukan nilai
diskonto ini.