Anda di halaman 1dari 4

Dalam penelitian dikenal teknik wawancara-mendalam (Hariwijaya 2007: 73-74).

Teknik
ini biasanya melekat erat dengan penelitian kalitati!. "awan#ara mendalam (in$dept%
inter&iew) adala% pr'ses memper'le% keterangan ntk tjan penelitian dengan #ara tanya
jawab sambil bertatap mka antara pewawan#ara dengan resp'nden ata 'rang yang
diwawan#arai( dengan ata tanpa menggnakan ped'man (gide) wawan#ara di mana
pewawan#ara dan in!'rman terlibat dalam ke%idpan s'sial yang relati! lama. )engglannya
iala% memngkinkan peneliti mendapatkan jmla% data yang banyak( sebaliknya kelema%an
iala% karena wawan#ara melibatkan aspek em'si( maka kerjasama yang baik antara
pewawan#ara dan yang diwawan#ari sangat diperlkan.
Dalam menjalankan penelitiannya seorang etnografer harus membangun hubungan
yang dekat dengan partisipan dari objek komunitas penelitiannya. Seorang
etnografer melakukan participant observation, dimana seorang peneliti melakukan
eksplorasi terhadap kegiatan hidup sehari-hari dari objek kelompoknya, melakukan
pengamatan dan mewawancarai anggota kelompok yang terlibat di dalamnya.
Metode etnograf memiliki ciri unik yang membedakannya dengan metode
penelitian kualitatif lainnya, yakni observatory participant sebagai teknik
pengumpulan data, dengan jangka waktu penelitian yang relatif lama, berada
dalam setting tertentu, wawancara yang mendalam dan tak terstruktur serta
mengikutsertakan interpretasi penelitinya.
Purposive Sampling
Purposive sampling adalah teknik penentuan sampel dengan pertimbangan tertentu.
Misalnya akan melakukan penelitian tentang kualitas makanan, maka sumber datanya
adalah orang yang ahli makanan. Teknik ini lebih cocok digunakan untuk penelitian
kualitatif atau penelitian-penelitian yang tidak melakukan generalisasi.
Di artikan adalah Teknik bola salju adalah paling bermanfaat ketika ada suatu
kebutuhan untuk mengidentifkasi suatu populasi yang sebelumnya tak dikenal.
Menghubungkan anggota dari suatu populasi dengan satu sama lain, salah satu
secara langsung, adalah suatu prosedur yang yang layak untuk mengidentifkasi
semua anggota menyangkut populasi itu. Sebagai contoh, yang kecil adalah sering
dikenal untuk satu sama lain tetapi tidak dikenal orang luar. Sebagai konsekwensi,
studi banyak orang mulai dengan suatu identifkasi awal dari beberapa masyarakat
yang berpengaruh kemudian menentukan siapa yang akan ditanya didapat dari
mereka untuk mencalonkan para orang lain berpengaruh. roses melanjut sampai
ada alasan untuk percaya bahwa semua berpengaruh telah dikenali.
!bayusatriyawan"red#
Cara menentukan Rumusan Masalah Penelitian Kuantitatif $ erumusan
masalah sekaligus membatasi masalah dilakukan untuk menegaskan %ariabel-
%ariabel apa yang akan diangkat atau menjadi ruang lingkup dalam riset yang
sedang ditulis. Sebagai contoh saja misalkan kita tertarik untuk melihat pengaruh
upah terhadap hasrat bekerja karyawan. &asrat bekerja dapat berupa data
kuantitatif misalnya berapa jam seminggu ingin bekerja dan hasrat kualitatif yaitu
seberapa baik karyawan bekerja. &al ini dapat dirumuskan secara khas dalam riset
kuantitatif sebagai berikut'
(Seberapa besar pengaruh upah atau pendapatan kepada kinerja karyawan)
*ika kita menambahkan %ariabel kedua dan ketiga dan seterusnya sebagai penjelas,
maka perlu dicakup dalam rumusan masalah tersebut.
erlu dicatat di sini bahwa sebaiknya peneliti tidak menulis secara berulang-ulang
dengan kalimat yang sama untuk setiap %ariabel, hal ini tentu akan membosankan.
Sebaiknya ditulis dalam satu kalimat dengan menggunakan tanda koma.
Sebagaimana dikemukakan di atas peneliti mungkin perlu memecah sampel
menjadi dua kelompok, misalnya ingin mengetahui perbedaan respons antara
kelompok professional dan kelompok pekerja manual.
embatasan masalah mungkin perlu juga ditulis, tetapi jangan mengada-ada, ketika
sudah merumuskan masalah sebenarnya kita sekaligus sudah membatasi masalah
atau cakupan %ariabel yang kita masukkan kedalam model. embatasan masalah
mungkin perlu dilakukan misalnya dengan tidak mengco%er pekerja tertentu
misalnya pekerja keluarga atau pekerja informal. Mungkin juga masalah dibatasi
dalam hubungan fungsional tertentu antara %ariabel dependen !+# dan %ariabel
independent !,#. Misalnya jika kita meriset hubungan suatu input dan output dalam
hubungan yang konstan.
Analisis isi (content analysis) adalah penelitian yang bersifat pembahasan mendalam terhadap isi
suatu informasi tertulis atau tercetak dalam media massa. Pelopor analisis isi adalah Harold D.
Lasswell, yang memelopori teknik symbol coding, yaitu mencatat lambang atau pesan secara
sistematis, kemudian diberi interpretasi.
Analisis isi dapat digunakan untuk menganalisis semua bentuk komunikasi. aik surat kabar,
berita radio, iklan tele!isi maupun semua bahan"bahan dokumentasi yang lain. Hampir semua
disiplin ilmu sosial dapat menggunakan analisis isi sebagai teknik#metode penelitian. Holsti
menun$ukkan tiga bidang yang banyak mempergunakan analisis isi, yang besarnya hampir %&'
dari keseluruhan studi empirik, yaitu penelitian sosioantropologis ((%,% persen), komunikasi
umum ((&,)'), dan ilmu politik ((*,&').
+e$alan dengan kema$uan teknologi, selain secara manual kini telah tersedia komputer untuk
mempermudah proses penelitian analisis isi, yang dapat terdiri atas ( macam, yaitu perhitungan
kata"kata, dan ,kamus- yang dapat ditandai yang sering disebut .eneral /n0uirer Program.
Analisis isi tidak dapat diberlakukan pada semua penelitian sosial. Analisis isi dapat
dipergunakan $ika memiliki syarat berikut.
*. Data yang tersedia sebagian besar terdiri dari bahan"bahan yang terdokumentasi (buku, surat
kabar, pita rekaman, naskah#manuscript).
(. Ada keterangan pelengkap atau kerangka teori tertentu yang menerangkan tentang dan sebagai
metode pendekatan terhadap data tersebut.
1. Peneliti memiliki kemampuan teknis untuk mengolah bahan"bahan#data"data yang
dikumpulkannya karena sebagian dokumentasi tersebut bersifat sangat khas#spesifik.
Desain Analisis /si
+etidaknya dapat diidentifikasi tiga $enis penelitian komunikasi yang menggunakan analisis isi.
2etiganya dapat di$elaskan dengan teori & unsur komunikasi yang dibuat oleh Harold D.
Lasswell, yaitu who, says what, to whom, in what channel, with what effect. 2etiga $enis
penelitian tersebut dapat memuat satu atau lebih unsur ,pertanyaan teoretik- Lasswell tersebut.
Pertama, bersifat deskriptif, yaitu deskripsi isi"isi komunikasi. Dalam praktiknya, hal ini mudah
dilakukan dengan cara melakukan perbandingan. Perbandingan tersebut dapat meliputi hal"hal
berikut ini.
*. Perbandingan pesan (message) dokumen yang sama pada waktu yang berbeda. Dalam hal ini
analisis dapat membuat kesimpulan mengenai kecenderungan isi komunikasi.
(. Perbandingan pesan (message) dari sumber yang sama#tunggal dalam situasi"situasi yang
berbeda. Dalam hal ini, studi tentang pengaruh situasi terhadap isi komunikasi.
1. Perbandingan pesan (message) dari sumber yang sama terhadap penerima yang berbeda.
Dalam hal ini, studi tentang pengaruh ciri"ciri audience terhadap isi dan gaya komunikasi.
3. Analisis antar"message, yaitu perbandingan isi komunikasi pada waktu, situasi atau audience
yang berbeda. Dalam hal ini, studi tentang hubungan dua !ariabel dalam satu atau sekumpulan
dokumen (sering disebut kontingensi (contingency).
&. Pengu$ian hipotesis mengenai perbandingan message dari dua sumber yang berbeda, yaitu
perbedaan antarkomunikator.
2edua, penelitian mengenai penyebab message yang berupa pengaruh dua message yang
dihasilkan dua sumber (A dan ) terhadap !ariabel perilaku sehingga menimbulkan nilai, sikap,
motif, dan masalah pada sumber .
2etiga, penelitian mengenai efek message A terhadap penerima . Pertanyaan yang dia$ukan
adalah apakah efek atau akibat dari proses komunikasi yang telah berlangsung terhadap penerima
(with what effect)4
5ahapan Proses Penelitian Analisis /si
5erdapat tiga langkah strategis penelitian analisis isi.
Pertama, penetapan desain atau model penelitian. Di sini ditetapkan berapa media, analisis
perbandingan atau korelasi, ob$eknya banyak atau sedikit dan sebagainya.
2edua, pencarian data pokok atau data primer, yaitu teks itu sendiri. +ebagai analisis isi maka
teks merupakan ob$ek yang pokok bahkan terpokok. Pencarian dapat dilakukan dengan
menggunakan lembar formulir pengamatan tertentu yang senga$a dibuat untuk keperluan
pencarian data tersebut.
2etiga, pencarian pengetahuan kontekstual agar penelitian yang dilakukan tidak berada di ruang
hampa, tetapi terlihat kait"mengait dengan faktor"faktor lain.
6758D7 A9AL/+/+ /+/
Dasar"dasar :ancangan Penelitian Analisis /si
Prosedur dasar pembuatan rancangan penelitian dan pelaksanaan studi analisis isi terdiri atas ;
tahapan langkah, yaitu (*) merumuskan pertanyaan penelitian dan hipotesisnya, (() melakukan
sampling terhadap sumber"sumber data yang telah dipilih, (1) pembuatan kategori yang
dipergunakan dalam analisis, (3) pendataan suatu sampel dokumen yang telah dipilih dan
melakukan pengkodean, (&) pembuatan skala dan item berdasarkan kriteria tertentu untuk
pengumpulan data, dan (;) interpretasi# penafsiran data yang diperoleh.
<rutan langkah tersebut harus tertib, tidak boleh dilompati atau dibalik. Langkah sebelumnya
merupakan prasyarat untuk menentukan langkah berikutnya. Permulaan penelitian itu adalah
adanya rumusan masalah atau pertanyaan penelitian yang dinyatakan secara $elas, eksplisit, dan
mengarah, serta dapat diukur dan untuk di$awab dengan usaha penelitian.
Pada perumusan hipotesis, dugaan sementara yang akan di$awab melalui penelitian, peneliti
dapat memilih hipotesis nol, hipotesis penelitian atau hipotesis statistik.
Penarikan sampel dilakukan melalui pertimbangan tertentu, disesuaikan dengan rumusan
masalah dan kemampuan peneliti.
Pembuatan alat ukur atau kategori yang akan digunakan untuk analisis didasarkan pada rumusan
masalah atau pertanyaan penelitian, dan acuan tertentu. 6isalnya, kategori tinggi"sedang"rendah,
dengan indikator"indikator yang bersifat terukur.
2emudian, pengumpulan atau coding data, dilakukan dengan menggunakan lembar pengkodean
(coding sheet) yang sudah dipersiapkan. +etelah semua data diproses, kemudian diinterpretasikan
maknanya.