Anda di halaman 1dari 9

Proposal Penelitian

Islamic Wealth Management


(Analisis terhadap Layanan Wealth Management di
Bank Syariah Mandiri dan PermataBank Syariah)
Dosen Pengampu : M. Bekti Hendri Anto, SE., M.Sc.

Oleh:
Maksum














Konsentrasi Ekonomi Islam
PROGRAM PASCASARJANA
FAKULTAS ILMU AGAMA ISLAM
UNIVERSITAS ISLAM INDONESIA
YOGYAKARTA
2014

2

A. Latar Belakang Masalah
Pertumbuhan high net worth individual (HNWI) saat ini
mengalami fase yang perkembangan yang baik. Pertumbuhannya lebih
pesat dari pertumbuhan pnduduk dunia dan memainkan peran yang lebih
banyak dalam perekonomian. Pertumbuhan populasi high net worth
individuals (HNWI) di Indonesia pada periode 2007-2012 mencapai
16,8% per tahun. Angka ini lebih tinggi dibanding rerata pertumbuhan
populasi HNWI di Asia Pasifik yang mencapai 9,4% per tahun, meskipun
masih di bawah pertumbuhan HNWI di Hong Kong yang mencapai 35,7%
per tahun dan India 22,2% per tahun. Jumlah populasi HNWI di Indonesia
pada 2012 mencapai 38 ribu orang, paling rendah di Asia Pasifik. Definisi
HNWI menurut Capgemini dan RBS adalah individu dengan nilai aset
yang diinvestasikan minimal US$ 1 juta/ Rp 12 M. Dari sisi nilai
kekayaan, pertumbuhan nilai kekayaan HNWI di Indonesia yang mencapai
17,9% per tahun juga nomor tiga tertinggi di Asia Pasifik setelah Hong
Kong 37,2% per tahun dan India 23,4% per tahun. Adapun rata-rata
pertumbuhan nilai kekayaan HNWI Asia Pasifik dalam lima tahun terakhir
mencapai 12,2% per tahun. Pada 2012, nilai kekayaan HNWI Indonesia
mencapai US$ 125 miliar, masih sangat kecil jika dibandingkan dengan
Jepang yang mencapai US$ 4,45 triliun atau 37% dari nilai kekayaan
HNWI Asia Pasifik yang mencapai US$ 12 triliun dan China yang sebesar
US$ 3,13 triliun.
1

Dalam bisnis perbankan, nasabah yang termasuk kategori HNWI
mempunyai layanan khusus yang dikenal dengan istilah Wealth
Management. Pengertian wealth management menurut Wikipedia
Wealth Management is an advanced investment advisory discipline
that incorporates financial planning and specialist financial services.
Pada dasarnya, wealth management adalah manajemen keuangan
keluarga yang bisa dilakukan setiap orang. Hanya saja mengatur kekayaan
sendiri dengan mempertimbangkan semua peluang dan risiko yang
mungkin dihadapi, jelas bukan perkara yang mudah. Pengelolanya
mesti punya bekal pengetahuan cukup tentang segala macam
instrumen investasi keuangan yang tersedia. Belum lagi harus
mengikuti perkembangan ekonomi global yang akan mempengaruhi
kinerja berbagai instrumen investasi, serta faktor -faktor lain yang
mempengaruhi nilai kekayaan. Berhubung tidak banyak orang memiliki
pengetahuan seluas itu, wealth management berkembang menjadi
bisnis jasa keuangan yang diawali dengan kemunculan jasa financial
planner.

1
World Wealth Report 2013, dikeluarkan oleh Capgerini
3

Jasa wealth management muncul pada awal tahun 2000,
ketika bank asing yang beroperasi di Indonesia menawarkan jasa
wealth management, namun sebenarnya wealth management adalah
ilmu keuangan yang lebih tua dari manajemen risiko-marak dibahas
dan direspon PTPN-bahkan lebih tua umurnya dibanding penyakit
jantung yang baru muncul diawal tahun 1900an. Cikal bakal Wealth
management dirintis oleh para private banker pada awal berdirinya pusat
keuangan internasional seperti London, Amsterdam dan Paris pada
abad 17 dan 18. Meski wealth management dimulai di London, dan
bergeser ke Swiss saat berlangsung perang dimasa Louis XIV dan
akhirnya bergeser ke Amerika Serikat dengan landmark Wall Street-
nya pada abad 19 dan 20, tetapi tempat teraman bagi kaum berduit
untuk menyimpan kekayaannya tetap di Swiss, UBS menjadi andalan
Swiss di dunia perbankan internasional.
Berkembangnya perbankan syariah di Indonesia juga membuat
layanan wealth management ini hadir dengan versi syariah. Bank Syariah
Mandiri mengeluarkan produk BSM Priority, Permata Bank dengan
layanan Permata Bank Syariah, HSBC Indonesia dengan layanan Prime
Protection Amanah. Namun hal yang perlu digaris bawahi bahwa aturan
tentang layanan Islamic wealth management belum dikeluarkan oleh OJK
maupun DSN MUI. Saat ini layanan Islamic wealth management hanya
layanan biasa sama dengan wealt management yang memberikan pilihan
kepada para nasabah dalam mengelola keuangannya.
Berbagai permasalahan dalam dunia perbankan syariah saat ini
adalah gap yang terjadi yaitu -ketidakpedulian- praktisi keuangan syariah
terhadap substansi prinsip-prinsip keuangan syariah apalagi pada nilai-
nilai moral Islami-nya, ditambah dengan tingkat edukasi dan preferensi
masyarakat (sebagai pengguna produk-produk keuangan syariah untuk
kebutuhan pengelolaan dan perencanaan keuangan keluarga) yang masih
rendah, membuat aplikasi ekonomi atau keuangan syariah masih sebatas
aplikasi halal saja.
Hal ini tentu akan berbahaya mengingat ekonomi syariah masih
dalam tahap perkembangan. Ketika masyarakat hanya melihat perbankan
syariah dari aspek ke-halal-an saja tanpa memperhatikan nilai-nilai yang
terkandung di dalamnya maka mungkin akan terjadi persepsi yang keliru
dengan menyamakan perbankan syariah dengan perbankan lainnya, karena
perbedaannya hanya dalam masalah akad saja.
Dalam Islamic Wealth Management motif pengelolaan para HNWI
ini adalah untuk kelangsungan hidup (keluarga) dan amal sholeh (diluar
keluarga). Menjamin pendidikan, fasilitas dan masa depan keluarga
merupakan hal yang penting, termasuk juga masalah warisan yang dikenal
dengan ilmu faraid, namun tidak boleh dilupakan adalah amal sholeh yang
4

akan menjadi bekal ketika di akhirat. Hal ini yang membedakan dengan
layanan wealth management biasa.
Islamic Wealth Management berbicara tentang wealth acquisition
(kepemilikan harta ), wealth preservation (investasi harta ) dan wealth
distribution (manfaat umum harta) yang sesuai dengan cara dan
mekanisme ajaran Allah dan rasulNya. Layanan Islamic Wealth
Management harus mempunyai minimal layanan manajemen zakat, harta
waris, manajemen harta, manajemen tabungan dan pengeluaran, dan
manajemen pajak. Tujuannya adalah terciptanya Islamic Wealth
Management yang saleh. Oleh karena itu, penelitian ini bermaksud
mengkaji layanan Islamic Wealth Management yang dibuka oleh bank
syariah di Indonesia.
B. Fokus Penelitian
1. Bagaimana penerapan layanan IWM di Bank Syariah Mandiri?
2. Bagaimana penerapan layanan IWM di PermataBank Syariah?
3. Bagaimana penerapan layanan IWM di BSM dan PermataBank
Syariah dalam perspektif ekonomi Islam?
4. Apa peranan IWM dalam Ekonomi Islam?
C. Tujuan dan Manfaat Penelitian
1. Tujuan Penelitian
a. Untuk mengetahui Konsep Islamic Wealth Management
b.Untuk mengetahui layanan IslamicWealth Management
yang ada di Perbankan Syariah
c. Untuk menerangkan pengaruh Islamic Wealth Mangement
yang ada di Perbankan Syariah dalam perekonomian
Indonesia
d.Untuk mengembangkan Islamic Wealth Management baik
secara teori atau praktek
2. Manfaat Penelitian
a. Memperluas pemahaman dan pengetahuan tentang Islamic
Wealth Management
b.Sebagai bahan pengembangan dan referensi untuk
keperluan studi tentang Islamic Wealth Management
c. Sebagai masukan dalam layanan Islamic Wealth
Management di perbankan syariah di Indonesia yang sesuai
dengan prinsip syariah.
d.Sebagai bahan pertimbangan bagi nasabah yang
menginginkan layanan Islamic Wealth Management di
Perbankan Syariah
e. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan pemahaman
yang lebih mendalam mengenai persoalan Islamic Wealth
5

Management berkait dengan Wealth Management dalam
industri perbankan syariah yang terjadi di Indonesia.
D. Kajian Penelitian Terdahulu, Kerangka Teori, dan Hipotesis
1. Kajian Penelitian Terdahulu
Karena keterbatasan penulis, saat ini belum menemukan
penelitian tentang Islamic Wealth Management, akan tetapi
penelitian tentang wealth management telah ada namun
penelitiannya lebih kepada bagaimana nasabah layanan wealth
management menginvestasikan dananya tersebut serta risiko-risiko
yang ada.
2. Kerangka Teori
Bahwa Islamic Wealth Finance sangat penting di dalam
pengembangan Ekonomi Syariah karena objek atau pelaku dari
IWM adalah orang yang termasuk HNWI sehingga ketika mereka
berperan aktif dalam ekonomi syariah maka sektor produksi akan
semakin berkembang yang merupakan bagian dari pengembangan
ekonomi syariah itu sendiri, yaitu setiap investasi harus
berhubungan dengan produksi. Contoh produk wealth
management tradisional mencakup perbankan, investasi, mata
uang asing, asuransi, dana pensiun, real estate, sedangkan
yang sophisticated mencakup alternative investment (komoditas,
emas, private equity, art, sport instrument, derivative/structured
product, hedge fund).
layanan ini belum mempunyai payung hukum yang jelas
karena DSN MUI belum mengeluarkan peraturan khusus terkait
dengan IWM. Akan tetapi seiring dengan berkembangnya dunia
perbankan syariah di Indonesia, bisa dikatakan layanan ini (dalam
perbankan nasional disebut Wealth Management) sudah terlebih
dahulu dilaksanakan. Hal ini bisa dilihat dari bank syariah maupun
unit syariah sudah ada yang membuka layanan ini. Oleh karena itu,
penelitian ini bermaksud untuk melakukan analisis terhadap
layanan IWM yang dibuka oleh perbankan syariah di Indonesia
sehingga dapat diketahui bagaimana layanan ini dilaksanakan,
akad-akad yang digunakan serta bagaimana pengaruhnya terhadap
ekonomi nasional serta peranannya terhadap pengembangan
ekonomi Islam di Indonesia.
a. Teori Wealth Management
b.Layanan IWM di Perbankan Syariah
1. Layanan Wealth Management di Bank Syariah
Mandiri
2. Layanan Wealth Management di PermataBank
Syariah
6

c. Islamic Wealth Management
1. Wealth Acquisition (kepemilikan harta)
2. Wealth Preservation (investasi harta)
3. Wealth Distribution (manfaat umum harta)
d.Beberapa Aspek dari Islamic Wealth Management
1. The Correct Way to Acquire Wealth
2. The Preservation and Growth of Wealth
3. The Correct Way to Spend Wealth
4. The Distribution of Wealth
e. IWM includes:
1. Zakat management
2. Inheritance
3. Estate management
4. Cash and savings management
5. Managing tax
3. Hipotesis
a. Islamic Wealth Management dalam layanan bank Mandiri
Syariah hadir dalam bentuk BSM Priority, yang merupakan
layanan khusus untuk nasabah yang mempunyai saldo
rekening diatas Rp 250.000.000,-.
b.Islamic Wealth Management dalam layanan bank
PermataBank Syariah hadir dalam bentuk PermataBank
Syariah, yang merupakan layanan khusus untuk nasabah
yang mempunyai minimal saldo rekening Rp 500.000.000,-
.
c. Layanan diberikan oleh perbankan syariah terhadap jasa
wealth management tidak hanya dalam jasa keamanan dan
kemudahan yang ditawarkan, pilihan-pilihan investasi juga
ditawarkan dalam layanan ini sehingga investasi syariah
juga dapat berkembang dengan baik. Besarnya saldo
rekening dari layanan ini secara langsung dapat
memberikan pengaruh yang signifikan terhadap tumbuhnya
investasi-investasi syariah sehingga pertumbuhan ekonomi
syariah di Indonesia dapat lebih baik dari sebelumnya.
d.IWM merupakan jasa management keuangan secara Islami
dengan beberapa layanan dalam produk-produk ekonomi
syariah seperti manajemen zakat, infaq dan shodaqoh, harta
warisan, management harta dan tabungan, pengelolaan
pajak, real estate dan lainnya. Produk-produk layanan ini
secara langsung merupakan bagian dari ekonomi syariah
yang harus dikembangkan baik dari layanan maupun
sistemnya.
7

E. Metode Penelitian
1. Jenis Penelitian dan Pendekatan
Jenis penelitian yang dipakai adalah penelitian kepustakaan
dan lapangan. Penelitian kepustakaan dilakukan untuk melihat
teori-teori tentang Islamic Wealth Management dam bagaimana hal
teori ini dipraktekkan serta pengaruh dan peranannya terhadap
ekonomi syariah. Kemudian penelitian ini ditunjang dengan
penelitian lapangan, baik wawancara dengan para praktisi, maupun
kajian dokumentasi terhadap praktek Islamic Wealth Management
yang dilakukan oleh Perbankan Syariah.
Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan teologis-
normatif, yaitu berangkat dari keyakinan-keyakinan dalam Islam,
dengan metodologinya untuk menemukan konsep ekonomi Islam
tentang Islamic Wealth Management. Oleh karena itu, layanan
yang dibuka oleh perbankan syariah dalam wealth management
harus sesuai dengan nilai-nilai Islam.
2. Lokasi Penelitian
Penelitian ini dilaksanakan di Bank Syariah Mandiri dan
PermataBank Syariah sebagai objek penelitian yang membuka
layanan Islamic Wealth Management.
3. Informan Penelitian
Sumber data yang dipakai dalam penelitian ini adalah
dokumentasi layanan Islamic Wealth Management yang dibuka
oleh Bank Syariah Mandiri dan PermataBank Syariah.
4. Teknik Penentuan Informan
Dalam penelitian kualitatif lebih tepat menggunakan sistem
nonprobability sampling, karena dalam penelitian kualitatif ukuran
populasi tidak dapat ditentukan secara matematis. Secara khusus
teknik penentuan sample dalam penelitian ini menggunakan
metode purposice sampling yaitu teknik pengambilan sampel
sumber data dengan pertimbangan atau tujuan tertentu. Sampel
dalam penelitian ini adalah semua orang, dokumen dan peristiwa-
peristiwa yang berhubungan dengan layanan Islamic Wealth
Management di Bank Syariah Mandiri dan PermataBank Syariah
untuk diobservasi, diteliti, diwawancarai sebagai sumber informasi.
5. Teknik Pengumpulan Data
Karena penelitian ini adalah penelitian lapangan maka
pengumpulan data dilakukan dengan cara wawancara dan
dokumen. Wawancara dilakukan untuk mengumpulkan data dari
para praktisi yang membuka layanan Islamic Wealth Management,
sementara dokumentasi dilakukan untuk mengumpulkan data
berupa informasi dari hal-hal yang terkait dengan Islamic Wealth
8

Management yang dilakukan oleh Bank Syariah Mandiri dan
Permata Bank Syariah.
6. Keabsahan data
7. Teknik Analisis Data
Langkah-langkah dalam analisis data yang digunakan adalah
sebagai berikut:
a. Reduksi data
b.Display data
c. Pemahaman, interpretasi dan penafsiran
d.Mengambil kesimpulan dan verifikasi

F. Sistematika Pembahasan
Bab I Pendahuluan, berisi tentang penjelasan latar belakang
masalah, fokus penelitian, tujuan dan manfaat penelitian, dan sistematika
pembahasan. Bab II Landasan Teori mencakup kajian penelitian terdahulu
tentang Islamic Wealth Management, kerangka teori-teori yang
berhubungan dengan Islamic Wealth Management yang berasal dari buku-
buku syariah, ekonomi, maupun jurnal-jurnal ilmiah dan pentingnya
Islamic Wealth Management dalam pandangan ekonomi Islam serta
hipotesis dari penelitian ini. Bab III Metodologi Penelitian menjelaskan
tentang jenis penelitian dan pendekatan yang digunakan dalam penelitian,
tempat atau lokasi penelitian, informan penelitian, teknik penentuan
informan, teknik pengumpulan data, keabsahan data serta teknik analisis
data. Bab IV Hasil dan Pembahasan mengurai pokok permasalahan yang
terdiri dari analisis data serta pembahasan hasil pengujian hipotesis. Bab V
Penutup berisi kesimpulan, kajian hasil temuan yang menarik untuk
dibahas namun tidak ada di fokus penelitian, serta saran dan implikasi
penelitian yang dapat memberikan manfaat bagi perkembangan ekonomi
syariah di Indonesia.


9

Daftar Pustaka
Magda Ismail, Shariah Framework of Wealth Mobilization {For a Just Society},
Paper yang disampaikan dalam Conference on Islamic Wealth
Management, pada tanggal 11-12 Juni 2014 di Sasana Kijang, Bank Negara
Malaysia
Nurul Huda dan Mustafa Edwin Nasution, 2007, Investasi Pada Pasar Modal
Syariah, Jakarta: Kencana Prenada Media Group
Kaelan, 2010, Metode Penelitian Agama Kualitatif Interdisipliner, Yogyakarta:
Paradigma
Outlook Perbankan Syariah 2014 dikeluarkan oleh Bank Indonesia
Wafa Mohammed Ali Nasr, Maqasid Al Syariah in Wealth Management, Paper
yang disampaikan dalam Conference on Islamic Wealth Management, pada
tanggal 11-12 Juni 2014 di Sasana Kijang, Bank Negara Malaysia
World Wealth Report 2013, dikeluarkan oleh Capgerini