Anda di halaman 1dari 2

Berani Bersaksi Seperti Stefanus (Kisah

Para Rasul 7: 54-60)


Stefanus adalah martir pertama pengikut Kristus dengan meregang nyawa
dengan cara yang sadis, yaitu dengan hukuman rajam. Jika kita boleh
membayangkan atau pernah menyaksikan video tentang pelaksanaan
hukuman rajam maka sebagai manusia hati kita pasti sangat tersayat
terlebih kita sebagai pengikut Kristus ketika Stefanus menerima lemparan
batu sampai mati.

Perkataan-perkataan Stefanus telah membangkitkan amarah anggota-
anggota Majelis Agama, mereka tidak dapat menerima perkataan Stefanus
sebagai suatu teguran namun sebagai perkataan yang menusuk hati yang
membangkitkan kemarahan besar.


Sebagai orang Kristen bagaimana kita merenungkan kematian Stefanus
ini? Yang pasti bahwa tidak ada seorangpun atau barang sesuatu apapun
yang dapat membantah Firman Tuhan selain membantah dengan sikap
kebencian dan amarah. Kematian Stefanus ini telah mengingatkan kita
bahwa kuasa maut telah dikalahkan dan dipatahkan oleh Tuhan Yesus
yang memberikan kepada kita kemenangan atas kuasa maut melalui
kebangkitanNya dari antara orang mati. Kematian daging bukan lagi
sesuatu yang harus ditakutkan oleh orang-orang yang beriman pada
Tuhan, sekalipun setiap saat kita berhadapan dengan bahaya maut dan
kita dipandang seperti domba-domba sembelihan (Roma 8:36).

Melalui nas ini beberapa hal yang boleh kita refleksikan ditengah-tengah
kehidupan kita:

1. Bersaksi dengan kesungguhan iman
Dalam arti, kita tidak asal percaya, namun benar-benar memiliki
kesungguhan dalam iman kepada Tuhan Yesus. Bahasa kiasan yang sering
dipakai "Kristen KTP". Mampu untuk menyaksikan iman yang bukan di
mulut atau melalui kata-kata saja, tetapi memang benar-benar mampu
disaksikan kepada semua orang tanpa takut dan gentar. Nyatakan kepada
semua orang bahwa kita adalah Kristen bukan dari status namun dari
sikap dan tindakan nyata.

Jika ada orang yang mencari jodoh, pekerjaan dan jabatan sehingga harus
meninggalkan ataupun menyangkal imannya, itu bukan Kristen yang
sungguh-sungguh namanya.
Jika ada yang mengaku Kristen, namun masih mau berkompromi dengan
korupsi dan tindakan-tindakan kecurangan, itu bukan orang yang sungguh-
sungguh beriman.
Jika ada yang karena sakit penyakit yang diderita harus pergi mencari
kesembuhan kepada dukun atau kekuatan-kekuatan duniawi, itu namanya
bukan orang kristen yang sunggu-sungguh.
Namun haruslah kita menjadi orang-orang yang mampu untuk
menyaksikan iman disetiap kondisi kehidupan kita. Apapun yang boleh
terjadi dalam hidup ini, tetaplah berpegang pada iman kita dan
nyatakanlah kepada semua orang bahwa kita memiliki iman yang benar.

2. Bersaksi dengan kasih
Tuhan Yesus memperingatkan kita: "Kamu akan dibenci semua orang oleh
karena nama-Ku" (Mat. 10:22). Namun demikian Tuhan Yesus
memperingatkan kita supaya jangan pernah takut dan gentar, sebab Dia
mengatakan untuk tidak pernah takut kepada mereka yang dapat
membunuh tubuh, tetapi takutlah kepada Dia yang dapat membunuh
tubuh dan jiwa (Mat. 10:28). Tuhan mengaruniakan kepada kita Roh-Nya
untuk tetap dapat bersaksi diantara orang-orang yang tidak mengenal
Allah bahwa anak-anak Allah memiliki sikap "memaafkan" sebagaimana
Allah Bapa kita adalah Kasih. Demikian halnya dengan Stefanus yang
dipenuhi dengan Roh Kudus bahwa dalam siksaan yang dia terima melalui
hukuman rajam yang diterimanya mampu menyaksikan sikap permohonan
maaf kepada Tuhan atas perbuatan mereka. Biarlah kasih menjadi
kesaksian kita bagi mereka yang membenci dan memusuhi kita karena
iman kepada Tuhan Yesus dengan tetap memaafkan perbuatan mereka.
***
Ada banyak tantangan iman kita di dunia ini, tetapi justru disitulah
kesaksian iman kita harus dinyatakan. Kita bersaksi pada di dunia ini
bahwa hanya Yesus-lah jalan dan kebenaran hidup. Kita menyerahkan
hidup kita kepada Tuhan agar dipakai menjadi alat keselamatanNya
dengan menyaksikan kebenaran hidup itu melalui kehidupan kita yang
sungguh-sungguh beriman dan taat kepada FirmanNya. Amin
- See more at: http://sukacitamu.blogspot.com/2014/05/kisah-para-rasul-7-54-60-
berani.html#sthash.NzQbgOvn.dpuf