Anda di halaman 1dari 118

SKENARIO C BLOK 8 2014

Ny. Nano, seorang manager perusahaan swasta ternama, 45 tahun BB 70 kg TB 150 cm,
tidak suka aerobik, perokok intensitas sedang, terbiasa makan seafood dan kurang makan
makanan berserat. ia datang ke !"inik #erusahaan dengan ke"uhan perut kembung, nyeri
u"u hati bi"a makan makanan ber"emak, warna tin$a pucat, mudah "e"ah dan $antung
berdebar tapi tidak ada nyeri dada se$ak satu minggu yang "a"u. Ny. Nona khawatir akan
penyakitnya karena ibunya menderita dis"ipidemia dan batu empedu.
#emeriksaan %isik
&k"era ikterik, T 140'(0 mm)g. ** +4,'menit, Nadi-0,'menit.
#emeriksaan .aboratorium
Trig"iserida +50 mg'd., .. 140 mg'd., ). 40 mg'd., tota" ko"estero" /00 mg'd.,
*asio
..'). /,5, Bi"irubin direk +,5 mg'd., Bi"irubin 0,5 mg'd.
#emeriksaan #enun$ang
0!1 norma", 2&1 batu sa"uran empedu
okter mendiagnosa pasiennya menderita dis"ipidemia dan batu empedu.
I. KLARIFIKASI ISTILAH
1. Aerobik: bersifat memer"ukan oksigen bagi kehidupan, gerak dan pertumbuhannya.
+. Makanan berserat: makanan yang mengandung serat yang tidak dapat dicerna di
da"am tubuh.
/. Perokok intensitas sedang: seseorang yang menghabiskan rokok 5314 batang
da"am sehari.
4. Perut kembung: perut membesar karena berisi gas hasi" fermentasi yang tidak
dapat di ke"uarkan me"a"ui mu"ut.
5. Nyeri ulu hati: berasa sakit 4seperti di tusuk3tusuk $arum atau seperti di $epit pada
bagian tubuh5 pada "ekukan antara perut dan tu"ang dada.
6. Warna tinja pucat: tin$a yang tidak mengandung pigmen warna 4sterkobi"in dan
urobi"in5.
7. Dislipidemia: ke"ainan katabo"isme "ipid
(. Batu empedu: substansi seperti batu berukuran keci" yang berada di da"am kantung
empedu.
-. Sklera ikterik: pigmentasi kekuningan di sk"era ter$adi karena peningkatan bi"irubin
yang ada di p"asma darah.
10. Bilirubin direk: bi"irubin yang me"ekat pada a"bumin, tidak "arut da"am air dan
tidak di dapati di urin.
11. Bilirubin indirek: bi"irubin yang berikatan dengan asam g"ukuronat yang di dapati
di da"am urin dan "arut da"am air.
II. IDENTIFIKASI MASALAH
NO. Masalah Konsen
1 Ny. Nano, seorang manager perusahaan swasta ternama, 45 tahun BB 70
kg TB 150 cm, tidak suka aerobik, perokok intensitas sedang, terbiasa
makan seafood dan kurang makan makanan berserat.
VV
+ ia datang ke !"inik #erusahaan dengan ke"uhan perut kembung, nyeri u"u
hati bi"a makan makanan ber"emak, warna tin$a pucat, mudah "e"ah dan
$antung berdebar tapi tidak ada nyeri dada se$ak satu minggu yang "a"u.
VVV
/ Ny. Nona khawatir akan penyakitnya karena ibunya menderita dis"ipidemia
dan batu empedu.
V
4 #emeriksaan %isik
&k"era ikterik, T 140'(0 mm)g. ** +4,'menit, Nadi-0,'menit. 3
5 #emeriksaan .aboratorium
Trig"iserida +50 mg'd., .. 140 mg'd., ). 40 mg'd., tota" ko"estero"
/00 mg'd., *asio ..'). /,5, Bi"irubin direk +,5 mg'd., Bi"irubin 0,5
mg'd..
3
6 #emeriksaan #enun$ang
0!1 norma", 2&1 batu sa"uran empedu. 3
7 okter mendiagnosa pasiennya menderita dis"ipidemia dan batu empedu. 3
III. ANALISIS MASALAH
1 Dia datang ke !linik Perusahaan dengan keluhan perut kembung" nyeri ulu
hati bila makan makanan berlemak" #arna tinja pucat" mudah lelah dan
jantung berdebar tapi tidak ada nyeri dada sejak satu minggu yang lalu
a5 7pa penyebab8
i. Perut kembung
9awab8
#erut kembung merupakan ge$a"a awa" dari penderita batu empdu. #ada kasus
Ny. Nano kurangnya mengkonsumsi makanan berserat tinggi dapat
menyebabkan iritasi usus 4usus beker$a secara tidak norma"5, yang di sertai
dengan ge$a"a sembe"it atau susah buang air besar.
ii. Nyeri ulu hati
9awab8
nyeri u"u hati $uga merupakan ge$a"a awa" dari penderita batu empedu. #ada
kasus Ny. Nano kurangnya mengkonsumsi makanan berserat tinggi dapat
menyebabkan iritasi usus 4usus beker$a secara tidak norma"5, yang di sertai
dengan ge$a"a nyeri.
iii. Warna tinja pucat
9awab8
pada kasus Ny. Nano warna tin$a pucat disebabkan karena adanya sumbatan
pada sa"uran empedu.
iv. Mudah lelah
9awab8
:udah "e"ah merupakan sa"ah satu ge$a"a dari penyakit batu gin$a". #ada kasus
ini Ny. Nano menderita batu gin$a" sedangkan )ormon erythropoietin akan
dihasi"kan pada gin$a" yang sehat yang berfungsi memberi tahu tubuh untuk
membuat pembawa oksigen. Bi"a terkena gaga" gin$a", maka hormon ini akan
sedikit. )a" itu bisa menyebabkan pembawa oksigen dari se" darah merah ke
otak dan otot men$adi semakin sedikit sehingga membuat tubuh cepat "e"ah.
v. Jantung berdebar tanpa nyeri dada
9awab8
9antung berdebar tanpa nyeri dada merupakan ge$a"a yang timbu" akibat gaya
hidup Ny. Nano yang tidak suka aerobic, perokok intensitas sedang dan
terbiasa makan sea food yang menyebabkan semakin banyak penumpukan
"emak di tubuh dan mempengaruhi tingginya ko"estero" da"am darah, sehingga
tampak ge$a"a3ge$a"a seperti $antung berdebar akibat ;iskositas darah
meningkat. Bi"a empedu $enuh dengan ko"estero", ko"estero" dapat mengendap
sebagai krista" dan menyebabkan pembentukan batu empedu.
b) Bagaimana metabolisme lipid di dalam tubuh?
9awab8
#emrosesan dan distribusi "ipid di$e"askan da"am ( tahap yaitu8
1. Triasi"g"isero" yang berasa" dari diet makanan tidak "arut da"am air. 2ntuk
mengangkutnya menu$u usus ha"us dan agar dapat diakses o"eh en<im yang dapat
"arut di air seperti "ipase, triasi"g"isero" tersebut diso";asi o"eh garam empedu
seperti ko"at dan g"iko"at membentuk mise".
+. i usus ha"us en<im pankreas "ipase mendegradasi triasi"g"isero" men$adi asam
"emak dan g"isero". 7sam "emak dan g"isero" diabsorbsi ke da"am mukosa usus. i
da"am mukosa usus asam "emak dan g"isero" disintesis kemba"i men$adi
triasi"g"isero"
/. Triasi"g"isero" tersebut kemudian digabungkan dengan ko"estero" dari diet makanan
dan protein khusus membentuk agregat yang disebut ki"omikron.
4. !i"omikron bergerak me"a"ui sistem "imfa dan a"iran darah ke $aringan3$aringan.
5. Triasi"g"isero" diputus pada dinding pembu"uh darah o"eh "ipoprotein "ipase
men$adi asam "emak dan g"isero".
6. !omponen ini kemudian diangkut menu$u se"3se" target.
7. i da"am se" otot 4myocyte5 asam "emak dioksidasi untuk energi dan di da"am se"
adiposa 4adipocyte5 asam "emak diesterifikasi untuk disimpan sebagai
triasi"g"isero".
c) pa hubungan gejala yang di alami dengan kebiasaan Ny. Nano?
9awab8
Tidak suka aerobic menyebabkan semakin banyak penumpukan "emak di tubuh,
sehingga tubuh Ny. Nano mudah "e"ah. perokok intensitas sedang, di da"am rokok
terdapat <at nikotin yang mempengharui tingginya ko"estero" da"am darah sehingga
tampak ge$a"a3ge$a"a seperti $antung berdebar akibat ;iskositas darah meningkat,
terbiasa makan seafood dan kurang makan makanan berserat menyebabkan Ny.
Nona ke"uhan perut kembung, nyeri u"u hati bi"a makan makanan ber"emak, warna
tin$a pucat karena tersumbatnya empedu atau terdapatnya batu empedu
$ Ny Nano" seorang manager perusahaan s#asta ternama" %& tahun BB '( kg )B
1&( cm" tidak suka aerobik" perokok intensitas sedang" terbiasa makan sea*ood
dan kurang makan makanan berserat
a) Berapa !M" Ny. Nano?
9awab8
=N0!& :7&&7 T2B2)
B:= > 4BB5 ' ?4TB5 , 4TB5@
BB > 70 kg dan TB > 150 cm, maka
B:= > 4705 ' ?41,505 A 41,505@ > /1, 11
Ny Nano termasuk kategori berat badan +besitas tingkat 1
b) pa man#aat serat dalam tubuh?
9awab8
&erat makanan mempunyai peran sebagai8
1. #enurunan transit time intestina" dan peningkatan massa feses.
+. %ermentasi o"eh mikro f"ora usus.
/. #enurunan tota" dan atau .. ko"estero" darah.
4. #enurunan g"ukosa darah post prandia" dan atau "e;e" insu"in.
c) pa resiko tidak suka aerobik$ terbiasa makan sea #ood dan kurang makan
makanan berserat? dakah hubungannya%
9awab8
&eafood mengandung ko"estero" yang sangat tinggi, terutama .., yang bisa
menyebabkan ko"estero" tinggi dan $antung koroner. !andungan nikotin da"am
rokok dapat menyebabkan ketergantungan dan dapat meningkatkan kadar ko"estero"
$ahat 4..5 da"am tubuh manusia dan berdampak pada kesehatan $antung. 7erobik
dan makanan berserat mempunyai manfaat da"am mengurangi ko"estero" $ahat
4..5
da"am darah, membersihkan endapan "emak di dinding pembu"uh darah, dan
memper"ancar sirku"asi darah.
d) dakah hubungannya perokok dengan dislipidemia?
9awab8
7da. :erokok merupakan sa"ah satu penyebab utama dari dis"ipidemia. :erokok
dapat menyebabkan ter$adinya ke"ainan pada metabo"isme dan kadar "ipid da"am
darah atau dis"ipidemia dan "ipid tersebut dapat mengendap di pembu"uh darah
sehingga menyebabkan terganggunya a"iran darah. :erokok dan dis"ipidemia $uga
merupakan faktor resiko dari penyakit $antung koroner.
, Ny Nona kha#atir akan penyakitnya karena ibunya menderita dislipidemia
dan batu empedu
a5 Bagaimana mekanisme8
i. &islipidemia
9awab8
7supan asam "emak $enuh yang dian$urkan untuk memenuhi
kebutuhan da"am tubuh ada"ah 10B dari energi tota" perhari dan
ko"estero"
C/00mg' hari. !onsumsi asam "emak dapat meningkatkan kadar
ko"estero" ... .. bertugas membawa ko"estero" dari hati ke
$aringan perifer yang dida"amnya terdapat reseptor3reseptor yang akan
menangkapnya 4termasuk pembu"uh darah koroner5 untuk keper"uan
metabo"ik $aringan. !o"estero" yang ber"ebihan akan diangkut "agi
kehati o"eh ). untuk men$adi deposit. 9ika ko"estero" ..
meningkat serta ). menurun, maka akan ter$adi penimbunan
ko"estero" di $aringan perifer termasuk pembu"uh darah yang dikena"
dengan dis"ipidemia.
ii. Batu empedu
9awab8
#atofisio"ogi pembentukan batu empedu atau disebut ko"e"itiasis pada
umumnya merupakan satu proses yang bersifat mu"tifaktoria".
!o"e"itiasis merupakan isti"ah dasar yang merangkum tiga proses
"itogenesis empedu utama berdasarkan "okasi batu terkait8
1. !o"esisto"itiasis 4"itogenesis yang ter"oka"isir di kantung empedu5
+. !o"edoko"itiasis 4"itogenesis yang ter"oka"isir di duktus ko"edokus5
/. )epato"itiasis 4"itogenesis yang ter"oka"isir di sa"uran empedu dari
awa" percabangan duktus hepatikus kanan dan kiri5
b) 'actor yang mempengaruhi terjadinya batu empedu?
9awab8
1. e!e"#$an "e"%l%&% !%s%&o le'%h(%n))% (e!&ena 'a($ e"#e*$.
)a" ini karena perempuan dianggap memi"iki kecenderungan indeks
massa tubuh yang "ebih tinggi dan tidak banyak bergerak dibandingkan
"aki3"aki. :eskipun begitu, bukan berarti "aki3"aki men$adi keba"
terhadap muncu"nya batuempedu. D"eh karena itu, perempuan
dian$urkan untuk "ebih banyak bergerak dan memantau indeks massa
tubuh sebagai sa"ah satu "angkah pencegahan ter$adinya batu empedu.
2. +s%a
2sia turut berperan da"am peningkatan risiko batu empedu.
&eseorang yang berusia 55 tahun atau "ebih, akan menga"ami
peningkatan risiko terkena batuempedu. )a" ini disebabkan o"eh fungsi
tubuh, seperti system pencernaan, menurun seiring dengan
bertambahnya usia, serta kurangnya akti;itas fisik dan o"ahraga ketika
seseorang bertambah tua.
3. Be!a( Ba*an *an Koles(e!ol
!e"ebihan berat badan dapat meningkatkan risiko terkena batu
empedu. Tidak memantau asupan makanan ber"emak dan berko"estero"
akan membuat tubuh beker$a "ebih keras untuk mencernanya. !arena
batu empedu terbentuk dari ko"estero", maka penting untuk mengontro"
apa yang kita makan dan mempertahankan berat tubuh yang idea" serta
sehat.
4. O#e!as% B,#ass La"'$n) -.as(!%/ B,#ass S$!)e!,0
&eseorang yang te"ah men$a"ani operasi bypass "ambung dan yang
menga"ami penurunan berat badan secara drastic memi"iki risiko "ebih
besar terkena batu empedu. )a" ini disebabkan penurunan area untuk
pencernaan dan membuat perut "ebih keras beker$a.
5. HDL
#erempuan dan "aki3"aki yang memi"iki kadar ko"estero" ). dan
trig"iserida yang tinggi memi"iki risiko "ebih tinggi terkena batu empedu.
6. Kon*%s% Keseha(an e!$(
!ondisi perut dan penyakit tertentu akan meningkatkan risiko
seseorang terkena batu empedu. #erut yang tidak dapat beker$a dengan
baik ada"ah perut yang memi"iki masa"ah da"am mencerna makanan.
&a"ah satu penyakit yang dapat menyebabkan kondisi ini ada"ahErohnFs
disease.
7. R%1a,a( Kel$a!)a
1enetika $uga memi"iki peran da"am meningkatkan risiko ter$adinya
batu empedu. 9adi, riwayat ke"uarga $uga per"u diperhatikan $ika
seseorang ingin me"akukan "angkah "angkah pencegahan batu empedu
seperti dengan me"akukan diet sehat, mengenda"ikan berat badan, dan
me"akukan akti;itas fisik yang cukup.
8. Ho!"on Es(!o)en
#erempuan yang mengambi" pi" !B atau terapi hormone estrogen
da"am dosis tinggi sete"ah menopause cenderung menga"ami
peningkatan risiko terkena batuempedu.
9. Ras
#enduduk as"i7merika dan orang )ispanik memi"iki kecenderungan
"ebih tinggi terkena batu empedu.
10. Kon*%s% Te!(en($
!ondisi tertentu seperti kehami"an, anemia se"sabit, sirosis,
anoreksia, dan bu"imia dapat berkontribusi terhadap pembentukan batu
empedu.
11. .a,a H%*$#
1aya hidup yang tidak sehat, yang tidak me"akukan diet sehat serta
$um"ah akti;itas fisik harian yang terbatas akan mempertinggi risiko
ter$adinya batu empedu.
c) pakah dislipidemia dan batu empedu merupakan penyakit turunan?
9awab8
Ga. is"ipidemia primer merupakan penyakit genetik dan bawaan yang
dapat menyebabkan ke"ainan kadar "ipid da"am darah. %aktor
keturunan atau genetic $uga merupakan sa"ah satu faktor resiko dari adanya
batu empedu. 9adi, riwayat ke"uarga $uga per"u diperhatikan $ika seseorang
ingin me"akukan "angkah3"angkah pencegahan batu empedu seperti
dengan me"akukan diet sehat, mengenda"ikan berat badan, dan me"akukan
akti;itasfisik yang cukup.
d) Bagaimanan metabolisme lipid yang abnormal?
9awab8
.emak serum, yang dikena" &ebagai "ipid, memasok tubuh dengan energi
dan bahan pembangun. &ebagian "emak dipero"eh dari makanan yang kita
konsumsi dan &ebagian "agi diciptakan o"eh tubuh sendiri. 9ika, &ebagai
akibat makanan yang buruk, tubuh menerima "ebih banyak "emak daripada
yang dibutuhkan, kadar "emak tubuh pun meningkat.
&uatu kondisi "emak darah tinggi yang kronis 4hiper"ipidemia5 bisa memicu
dan mempercepat proses perusakan dinding arteri kondisi yang kita sebut
arteriosk"erosis. ua $enis "emak darah ko"estero" dan trig"iserida, dan
terutama ko"estero" memainkan peran penting dida"amnya. !o"estero"
&ebagian besar diproduksi o"eh tubuh sendiri, tetapi kadar ko"estero" darah
dikaitkan dengan makanan kita, dengan $enis "emak yang kita makan dan
ko"estero" yang mengandung da"am makanan kita. Tubuh mampu merubah
karbohidrat seperti gu"a, tepung, roti dan produk3produk roti men$adi "emak
yang dikena" &ebagai trig"iserida. Hest"und dan Nico"aysen, dua ah"i
epidemio"ogi dari Norwegia, menemukan bahwa pria3pria separuh baya
yang kadar ko"estero" darahnya "ebih dari +50 mgB memi"iki risiko
serangan $antung diatas rata3rata, dan risiko itu meningkat seiring dengan
meningkatnya kadar ko"estero". !adar trig"iserida darah yang meningkat
bisa men$adi suatu bahaya.
% Pemeriksaan -isik
Sklera ikterik" )D 1%(./( mm0g 11 $%2.menit" Nadi3(2.menit
a) Bagaimana interprestasi dari pemeriksaan #isik?
9awab8
o 0NG2T N7=
!ecepatan4Norma" 8 603100 B#:5B#: > Beats #er :inute
)* C 100 B#: > Takikardi )*
I 60 B#: > Bradikardi Denyut
nadi Ny Nano: Normal
o T0!7N7N 7*7) Tergantung8 umur, suku4ras5, gender
2mum 8 1+0'(0
T C 140'-0 mm)g 333abnorma"
&isto"ik turunC 10 mm )g atau Nadi naikC 103+0 B#:
)ekanan darah Ny Nano: Batas normal tinggi
o !0E0#7T7N *0&#=*7&=
!ecepatan8 harganorma" ** 8 1+31( resp'min
** C +0 resp'min 8 T7!=#N07
** I 10 resp'min 8 B*7=#N07
11 Ny Nano: )akipnea
o S!451A 6!)516! 8 &k"era 4bagian putih pada bo"a mata5 teri"ihat
berwarna kuning diakibatkan karena bi"irubin yang meningkat.
b) pa penyebab sklera ikterik?
9awab8
Ter$adi ketika kadar bi"irubin yang ber"ebihan yang dihasi"kan o"eh hati
ketika menge"uarkan bi"irubin tersebut dari da"am darah atau ketika ter$adi
kerusakan hati yang mencegah pembuangan bi"irubin dari da"am darah atau
yang menyebabkan bi"irubin sedikit meningkat, sehingga sc"era 4bagian
putih pada bo"a mata5 ter"ihat menguning.
c) Bagaimana mekanisme hasil pemeriksaan #isik yang abnormal(
i. "&
9awab8 #eningkatan tekanan darah sisto" pada Ny. Nano termasuk
da"am kategori ringan 1, ha" ini disebabkan karena banyaknya kadar
ko"estero" da"am tubuh yang mu"ai mnyebabkan penumpukan pada
pembu"uh darah serta meningkatkan indeks massa tubuh 4=:T5 yang
akan mengakibakan meningkatknya ker$a $antung sehingga tekanan
darah meningkat.
ii. ))
9awab8 +4 ka"i permenit termasuk abnorma" karena batasan normanya
berada pada rentang 163+0 pada orang dewasa. )a" ini disebabkan
akibat Dbesitas dan meningkatnya ker$a tubuh yang membutuhkan
oksigen "ebih banyak sehingga intake oksigen pun meningkatkan
tanpa disadari me"a"ui respirasi.
iii. *klera ikterik
9awab8 !o"e"itiasis atau batu empedu menyebabkan menurunnya
sekresi Bi"irubin direct bersamaan dengan cairan empedu, ha" ini
mengakibatkan meningkatnya kadar Bi"irubin da"am darah sehingga
meyebabkan sk"era 4bagian putih pada bo"a mata5 ter"ihat menguning.
& Pemeriksaan 4aboratorium
)rigliserida $&( mg.d4" 4D4 1%( mg.d4" 0D4 %( mg.d4" total kolesterol ,((
mg.d4" 1asio 4D4.0D4 ,"&" Bilirubin direk $"& mg.d4" Bilirubin ("& mg.d4
a) Bagaimana interprestasi dari hasil pemeriksaan laboratorium?
9awab8
Nama .ain 8 Trig"yceride,
T1efinisi 8 sa"ah satu $enis "emak yang merupakan sumber energi utama bagi
tubuh dan merupakan cadangan energi da"am $aringan adipose
#ersiapan 8 #uasa 1+ $am sebe"um pengambi"an sampe" darah, tidak
mengkonsumsi a"koho" da"am +4 $am, hanya bo"eh minum air putih.
&ampe" 8 &erum
#emeriksaan 8 &etiap )ari
Ni"ai *u$ukan 8 Ber;ariasi tiap "aboratorium.
Norma" 8 I 150 mg'd. atau J 1.7 mmo"'.
Batas Tinggi 8 15031-- mg'd. atau 1.7 K +./ mmo"'.
Tinggi 8 L +00 mg'd. atau L +./ mmo"'.
)asi" 7bnorma" 8
Men$!$n 8 :a"nutrisi, ma"absorpsi, makan rendah "emak, hipertiroid, d""
Men%n)&a( 8 :akan karbohidrat ber"ebih, diabetes tak terkontro", sindroma
nefrotik, pankreatitis, hipotiroid, hiper"ipoproteinemia bawaan, d""
)rigliserida Ny Nano: )inggi
Nama .ain 8 Tota" cho"estero"
<at yang penting bagi kehidupan, antara "ain untuk membentuk membran se"
efinisi 8 di semua organ, membuat hormon pertumbuhan dan reproduksi,
membentuk asam empedu yang diper"ukan untuk menyerap nutrisi dari
makanan, d""
&ampe" 8 &erum
#emeriksaan 8 &etiap )ari
Ni"ai
*u$ukan
8 Ber;ariasi tiap "aboratorium.
Dptima" 8 I +00 mg'd. M &= unit8 I 5.+ mmo"'.
Batas Tinggi 8 +003+/- mg'd. M &= unit8 5.+ K 6.+ mmo"'.
Tinggi 8 L +40 mg'd. M &= unit8 L 6.+ mmo"'.
Men$!$n8 ma"nutrisi, ma"absorpsi, penyakit hati, sepsis, hipertiroid, d""
)asi"
7bnorma"
8 Men%n)&a(8 hiper"ipidemia bawaan, makan tinggi "emak, diabetes
tak terkontro", sindroma nefrotik, hipotiroid, kehami"an, d""
)otal kolesterol Ny Nano: )inggi
Nama .ain 8 ). Eho"estero", )., ).3E, )igh3density "ipoprotein cho"estero"
efinisi 8
sa"ah satu "ipoprotein 4ikatan protein dengan se$um"ah ko"estero"5, sering
disebut ko"estero" NbaikO karena berfungsi mengambi" ke"ebihan ko"estero"
dari pembu"uh darah atau $aringan "ain, kemudian membawanya ke hati
untuk dibuang
&ampe" 8 &erum
#emeriksaan 8 &etiap )ari
Ber;ariasi tiap "aboratorium.
Ni"ai
*u$ukan
)asi"
7bnorma"
8 T%n))%8 L 60 mg'd. M L 1.6 mmo"'.
Ren*ah8 I 40 mg'd. M I 1.0 mmo"'.
Men$!$n8 resiko tinggi ter$adinya #9! dan stroke
8
Men%n)&a(8 resiko rendah ter$adinya #9! dan stroke
0D4 Ny Nano: Normal
Nama .ain 8 .., .. Eho"estero", ..3E
satu "ipoprotein yang mengangkut ko"estero" da"am darah, sering disebut
efinisi 8 ko"estero" N$ahatO karena berfungsi mengangkut ko"estero" dari hati menu$u
pembu"uh darah ' $aringan perifer untuk pembentukan membran se"
&ampe" 8 &erum
#emeriksaan 8 &etiap
)ari Ni"ai
*u$ukan
8 Ber;ariasi tiap "aboratorium.
Dptima" 8 I 100 mg'd. M I +.6 mmo"'.
Batas Tinggi 8 1/0315- mg'd. M /./( K 4.1/ mmo"'.
Tinggi 8 L 160 mg'd. M L 4.16 mmo"'.
)asi"
7bnorma"
Men$!$n8 resiko rendah ter$adinya #9! dan stroke
8
Men%n)&a(8 resiko tinggi ter$adinya #9! dan stroke
4D4 Ny Nano: Batas normal tinggi
Nama .ain 8 Bi"i
pigmen berwarna kuning yang ditemukan di empedu. Berdasarkan sifat
reaksi kimianya, da"am "aboratorium con$ugated bi"irubin disebut irek
efinisi 8
bi"irubin, sedangkan uncon$ugated bi"irubin disebut =ndirek bi"irubin.
1abungan dari keduanya ada"ah Bi"irubin Tota".
&ampe" 8 &erum, #"asma
#emeriksaan 8 &etiap )ari
Ni"ai
*u$ukan
Bi"irubin
irek
Bi"irubin
=ndirek
Bi"irubin
Tota"
)asi"
7bnorma"
8 Ber;ariasi tiap "aboratorium.
8 J 0,/0 mg'"
8 J 0,(0 mg'"
8 J 1,10 mg'd.
B%l%!$'%n D%!e& Men%n)&a(8 )epatitis, sirosis, batu kandung empedu,
=ntrahepatic ko"estasis 4penumpukan empedu da"am hati5 karena sebab
apapun.
8
B%l%!$'%n In*%!e& Men%n)&a(8 7nemia )emo"itik, #enyakit kuning
fisio"ogis 4norma" pada bayi baru "ahir5, hemo"ytic disease of the newborn,
hiperbi"irubinemia neonatus, reaksi transfusi, d"".
Bilirubin direk Ny Nano : hiperbilirubinemia
Bilirubin indirek Ny Nano : normal
b) Bagaimana mekanisme hasil pemeriksaan laboratorium yang abnormal?
9awab8
3 Trig"iserida 8 #o"a hidup yang tidak baik pada Ny. Nano
menyebabkan meningkatnya intake "emak o"eh tubuh sehingga
Trig"iserida yang merupakan komponen penyusun "ipid pun ikut
meningkat dan meyebabkan Dbesitas.
3 .. 8 Termasuk da"am kategori Batas Norma" Tinggi
akibat meningkatnya kadar ko"estero" da"am tubuh yang
merupakan komponen utama penyusun ...
3 Tota" !o"estero" 8 C +40 mg'd" dikatakan meningkat dan pada
Ny. Nano ter$adi sama seperti meningkatnya Trig"iserida, dimana
intake "emak yang meningkat akan menyebabkan meningkatnya
ko"estero" da"am tubuh.
3 Bi"irubin irect 8 #eningkatan ha" ini ter$adi karena
penyumbatan o"eh sa"uran empedu yang menyebabkan bi"irubin
direct 4te"ah berikatan dengan asam g"ucoronik5 yang seharusnya
disekresikan keda"am intestinum bersamaan dengan cairan
empedu terhambat dan menumpuk di hati.
c) Bagaimana sintesis kolesterol dalam tubuh?
9awab8
Tahap 1. + aseti"3!o7 berkondensasi membentuk asetoaseti"3!o7 yg dikata"is
sitosolik tiolase en+yme, atau dari asetoasetat 4da"am hati5 yang berdifusi keda"am
sitoso" dan dengan asetoasetil,-o en+yme dubah men$adi asetoaseti"3!o7.
!emudian 7setoaseti"3!o7 berkondensasi dengan aseti"3!o7 men$adi ):13!o7
dg perean .M/,-o en+yme, "a"u dengan peran .M/,-o reduktase akan
dikata"is men$adi me;a"onat 4reduksi + tahap o"eh N7#)5.
Tahap +. :e;a"onat menga"ami fosfori"asi o"eh 7T# membentuk beberapa
senyawa yang akut dan men$adi unit isoprenoid yg aktif dengan reaksi
dekarboksi"asi men$adi isopenteni" difosfat.
Tahap /. 0nam unit isoprenid membentuk skua"en me"a"ui / mo"eku" difosfat akan
terkondensasi men$adi farnesi" difosfat.
Tahap 4. &kua"ena diubah men$adi "anostero".
Tahap 5. &e"an$utnya da"am retiku"um endop"asmik "anostero" akan diubah men$adi
ko"estero".
Biosintesis endogen dan eksogen
.ipid darah diangkut dengan + cara yaitu $a"ur eksogen dan endogen8
1. 9 a "ur 0kso g e n8
Trig"iserida dan ko"estero" yang berasa" dari makanan da"am usus
berbentuk ki"omikron, akan diangkut da"am sa"uran "imfe me"a"ui duktus
thorasikus menu$u ke darah. Trig"iserid da"am ki"omikron menga"ami
hidro"isis o"eh "ipoprotein "ipase pada permukaan se" endote" membentuk
asam "emak dan ki"omikron remnan.!o"estero" $uga dapat disintesis dari
asetat dibawah pengaruh en<im ):1 Eo 7 reduktase yang men$adi aktif
$ika terdapat kekurangan ko"estro" endogen. 7supan ko"estero" dari darah
$uga diatur o"eh $um"ah reseptor .. yang terdapat pada permukaan se" hati
+. 9 a "ur 0ndo g e n
Trig"iserid dan ko"estero" yang disintesis o"eh hati diangkut
secaraendogen da"am bentuk P.. kaya trig"iserid dan menga"ami
hidro"isis da"am sirku"asi o"eh "ipoprotein "ipase yang $uga menghidro"isis
ki"omikron
men$adi partike" "ipoprotein yang "ebih keci" yaitu =. dan ... ..
menga"ami katabo"isme me"a"ui reseptor ..yang terdapat pada
permukaaan se" hati dan $a"ur non reseptor. 9a"ur katabo"isme reseptor dapat
ditekan o"eh produksi ko"estero" endogen. !enaikan kadar ko"estero" kira3
kira +5 mg'd" yang $uga tergantung umur.
d) Bagaimana sintesis bilirubin di dalam tubuh?
9awab8
Dala" L%"#a 8 :o"eku" heme 4dari hemog"obin5 diubah men$adi
bi"ider;in 4dan atom besi dan mo"eku" karbon monoksida5 o"eh o,ygenase
heme en<im. Bi"ider;in ada"ah mo"eku" "arut air yang kemudian diubah
men$adi bi"i;erdin reduktase men$adi bi"irubin 4"emak "arut5.
Dala" Da!ah 8 Bi"irubin ada"ah terkon$ugasi dengan a"bumin membentuk
bi"irubin terkon$ugasi.
Dala" Ha(%8 1"ucorony" transferase bu"u bi"irubin ke bi"irubin dic"ucorinide
4"arut air5.Bi"irubin dic"ucorinide dapat dike"uarkan dari tubuh.
e) pa perbedaan bilirubin direk dan indirek?
9awab8
B%l%!$'%n In*%!e& B%l%!$'%n D%!e&
Tidak "arut da"am air
.arut da"am a"koho"
Terikat o"eh protein a"bumin
Tidak mewarnai $aringan
engan reagent 7<o tidak bereaksi "angsung
per"u acce"erator
Tidak terdapat da"am urine Bi"irubin
yang be"um dikon$ugasi Tidak dapat
difi"trasi o"eh g"omeru"us
:emi"iki 7finitas terhadap se" "emak otak
yang kuat sehingga meracuni otak.
.arut da"an air
Tidak "arut da"am a"koho"
Tidak terikat o"eh protein
:ewarnai $aringan
engan reagent 7<o "angsung bereaksi,
tidak acce"erator
apat ditemukan da"am urine
Bi"irubin yang dikon$ugasi
apat difi"tasi o"eh g"omeru"us
Tidak memi"iki 7finitas terhadap se"
"emak otak yang kuat sehingga tidak
meracuni otak.
#) pa saja macam,macam lipoprotein dan #ungsinya?
9awab8
Berdasarkan pada densitas "ipoprotein, komposisinya, ukurannya serta
mobi"itas e"ektroforesis maka "iporotein dapat dik"asifikasikan sebagai berikut8
1. !i"omikron
Berikatan dengan reseptor se" di hati dan menga"ami endositosis. !i"omikron akan
menghi"ang dari p"asma darah sete"ah berpuasa 1+314 $am karena menga"ami
ka"tabo"isme o"eh en<im "ipase.
+. #re"ipoprotein3Q atau P.. 4Pery .ow ensity .ipoprotein5
#eningkatan perkusor P.. meningkatkan kadar .. 4P.. 4"ipoprotein
"ipase5 R=.4#enguraian5 R .. 5.
/. .ipoprotein3Q atau .. 4.ow ensity .ipoprotein5
.. disebut ko"estro" $ahat karena mudah me"ekat pada dinding sebe"ah da"am
pembu"uh darah dan menyebabkan penumpkan "emak yang dapat menyempitkan
pembu"uh darah 4aterosk"erosis5 yang disebut efek atherogenik. 9aringan yang banyak
mengandung .. ada"ah hati dan ke"en$ar adrena" .
4. .ipoprotein3S atau ). 4)igh ensity .ipoprotein5
:emi"iki efek anti3atherogenik. %ungsi utama ). ada"ah membawa ko"estero"
bebas dari da"am endote" dan mengirimkannya ke pembu"uh darah perifer, "a"u
ke"uar dari tubuh "ewat empedu. engan demikian, penimbunan ko"estero" di
perifer men$adi berkurang. &aat disekresikan ke da"am darah berukuran keci"
berbentuk diskoid, namun sete"ah terisi o"eh ester ko"estro" dan triasi"g"isero", partike"
ini men$adi besar dan berbentuk seris.
). memindahkan protein apoE== dan apo0 ke ki"omikron dan P..,
"ipoprotein yang kaya akan triasi"g"isero". 7poE== merangsang penguraian
triasi"g"isero" da"am partike"3partike" ini dengan mengaktifkan .#.. #enguraian ini
menghasi"kan sisa ki"omikron 4dari ki"omikron5 dan =. 4dari P..5. 7po0, yang
terkandung da"am partike"3partike" ini, berfungsi sebagai "igan untuk reseptor
di membran se" hati yang berperan da"am penyerapan sisa ki"omikron dan =..
7 Pemeriksaan penunjang
5!8 normal" 9S8 batu saluran empedu
a) pa kandungan batu saluran empedu?
9awab8
0mpedu ada"ah cairan hi$au kekuningan 4kadang3kadang kehitaman5 yang
diper"ukan untuk mencerna makanan ber"emak di usus keci". &e"ain
mengandung air 4-5B5, empedu $uga mengandung ko"estero", garam empedu,
garam minera" dan pigmen. &e"ama makan, kandung empedu berkontraksi dan
menge"uarkan cairan empedu yang kemudian menga"irke usus untuk
membantu mencerna "emak.
b5 7pa fungsi di"akukannya pemeriksaan penun$angT
9awab8
2ntuk menambah data penun$ang se"ain data pemeriksaan fisik.
2ntuk memberi ke$e"asan dan kepastian tentang kesungguhan penyakit
yang diderita pasien.
2ntuk memudahkan dokter da"am me"akukan diagnosa.
7gar dokter mampu memperkuat hasi"3hasi" pemeriksaan sebe"umnya
dan mengetahui perubahan3perubahan fungsiona" atau &truktura" yang
sudah di tun$ukkan o"eh riwayat sakit pasien.
' Dokter mendiagnosa pasiennya menderita dislipidemia dan batu empedu
a5 pakah hubungan dislipidemia dan batu empedu?
9awab 8 !e"ebihan kadar ko"estro", "ipoprotein, dan trig"iserida da"am tubuh
menyebabkan meningkatnya kadar ko"estero" yang disekresikan bersamaan dengan
cairan empedu menumpuk pada sa"uran empedu sehingga mengeras dan membentuk
batu empedu yang ditandai dengan timbu"nya ge$a"a3ge$a"a batu empedu seperti nyeri
u"u hati, feses berwarna pucat dan sebagainya.
IV. KETERKAITAN ANTAR MASALAH
#erut
kembung
Nyeri u"u hati
bi"a makan
makanan berserat
Batu empedu
Ny. Nano
45 thn, BB 70 kg, TB 150 cm
Tidak suka aerobik Terbiasa makan
sea food
kurang makan
makanan berserat
*iwayat ibu
menderita di"ipidemia
U batu empedu
Tin$a
pucat
:udah
"e"ah
9antung
berdebar
dis"ipidemia
2&1 batu
sa"uran empedu
V. LEARNIN. ISS+ES
:etabo"isme
.ipoprotein
o
o
efinisi
$enis3$enis
o )ubungan antar kasus
3 =nternet
:akanan o efinisi o :anfaat o )ubungan antar kasus
Berserat o 9enis3$enis o ampak
1aya )idup o efinisi o !andungan o )ubungan antar kasus
Ny. Nano o :anfaat
o ampak
7sam "emak o efinisi o !andungan o )ubungan antar kasus
0sensia" dan o &umber
Non 0sensia" makanan
:etabo"isme o efinisi o &truktur o )ubungan antar kasus
)eme o #roses
#orifrin
o&o&
Bahasan
2ha( I &no1 2ha( I *on3(
&no1
2ha( I ha4e (o #!o4e Ho1 I 1%ll
lea!n
:etabo"isme o efinisi o egradasi o )ubungan antar kasus
.ipid o 9enis3$enis o 7bnorma" o Biosintesis 0ndogen
o =nterprestasi dan 0ksogen
o #roses dan transport
is"ipidemia o efinisi o !"asifikasi o )ubungan antar kasus
o 1e$a"a o #enanganan o 0pidemio"ogi
Batu 0mpedu o efinisi o !"asifikasi o )ubungan antar kasus
o 1e$a"a o #engobatan o #atofisio"ogi
o #enyebab o !andungan
Bi"irubin o efinisi
o %isio"ogi
pembentukkan
o &intesis
7bnorma"
=nterprestasi
o !adar norma"
o Bi"irubin direk dan
indirek
o )ubungan antar kasus
3 9ourna"
3 Te,t
book
3 #akar
VI. KERAN.KA KONSE
VII. SINTESIS MASALAH
1. METABOLISME LIID
Proses dan )ransport 4ipid:
Triasi"g"isero" atau trig"iserida ada"ah senyawa "ipid utama yang terkandung da"am
bahan makanan dan sebagai sumber energi yang penting, khususnya bagi hewan. &ebagian
besar triasi"g"isero" disimpan da"am se"3se" $aringan adiposa, adipocytes. Triasi"g"isero"
secara konstan didegradasi dan diresintesis.
#emrosesan dan distribusi "ipid di$e"askan da"am ( tahap yaitu8
1. Triasi"g"isero" yang berasa" dari diet makanan tidak "arut da"am air. 2ntuk
mengangkutnya menu$u usus ha"us dan agar dapat diakses o"eh en<im yang dapat "arut di
air seperti "ipase, triasi"g"isero" tersebut diso";asi o"eh garam empedu seperti ko"at dan
g"iko"at membentuk mise".
(. i usus ha"us en<im pankreas "ipase mendegradasi triasi"g"isero" men$adi asam "emak
dan g"isero". 7sam "emak dan g"isero" diabsorbsi ke da"am mukosa usus.
-. i da"am mukosa usus asam "emak dan g"isero" disintesis kemba"i men$adi triasi"g"isero"
10. Triasi"g"isero" tersebut kemudian digabungkan dengan ko"estero" dari diet makanan dan
protein khusus membentuk agregat yang disebut ki"omikron.
11. !i"omikron bergerak me"a"ui sistem "imfa dan a"iran darah ke $aringan3$aringan.
1+. Triasi"g"isero" diputus pada dinding pembu"uh darah o"eh "ipoprotein "ipase men$adi
asam "emak dan g"isero".
1/. !omponen ini kemudian diangkut menu$u se"3se" target.
14. i da"am se" otot 4myocyte5 asam "emak dioksidasi untuk energi dan di da"am se" adiposa
4adipocyte5 asam "emak diesterifikasi untuk disimpan sebagai triasi"g"isero".
&e"ama o"ah raga, otot membutuhkan dengan cepat se$um"ah energi simpanan. 7sam
"emak yang disimpan da"am adipocyte dapat di"epaskan dan ditransport ke myocyte o"eh
serum a"bumin untuk didegradasi menghasi"kan energi.
7da / sumber asam "emak untuk metabo"isme energi pada hewan, yaitu8
3 sup"ai triasi"g"isero" dari makanan
3 sintesis triasi"g"isero" da"am hati $ika sumber energi interna" me"impah
3 simpanan triasi"g"isero" da"am adipocytes.
Metabolisme lipid pada jaringan adiposa(
2ntuk proses "ipogenesis 4sintesis "ipid5 pada $aringan adiposa, triasi"g"isero" disup"ai
dari hati dan usus da"am bentuk "ipoprotein, P.. dan ki"omikron. 7sam "emak dari
"ipoprotein di"epaskan o"eh "ipoprotein "ipase yang ber"okasi pada permukaan se"3se"
endote"ia" pembu"uh kapi"er darah. 7sam "emak kemudian diubah me$adi triasi"g"isero".
#roses "ipo"isis 4degradasi "ipid5 pada $aringan adiposa dikata"isis o"eh .ormone,
sensitive lipase, yang dikontro" o"eh hormon, dengan mobi"isasi sebagai berikut8
1. 9ika g"ukosa da"am darah rendah, akan memicu pe"epasan epinefrin atau g"ukagon. !edua
hormon meningga"kan a"iran darah dan mengikat mo"eku" reseptor yang ditemui di da"am
membran adipocyte atau se" "emak.
+. )a" ini menyebabkan adeni"at sik"ase me"a"ui protein 1 mengubah 7T# men$adi c7:#.
/. c7:# kemudian mengaktifkan protein kinase. #rotein kinase aktif mengaktifkan
triasi"g"isero" "ipase 4.ormone,sensitive lipase5 me"a"ui forfori"asi.
4. #rotein kinase aktif $uga mengkata"isis fosfori"asi mo"eku" peri"ipin pada permukaan
butiran "emak 4lipid droplet5 sehingga triasi"g"isero" "ipase dapat mengakses permukaan
butiran "emak.
5. &e"an$utnya triasi"g"isero" diuraikan men$adi asam "emak bebas dan g"isero" o"eh
triasi"g"isero" "ipase.
6. :o"eku" asam "emak yang dihasi"kan di"epaskan dari adipocyte dan diikat o"eh protein
serum a"bumin da"am darah untuk diangkut me"a"ui pembu"uh darah menu$u myocyte 4se"
otot5 $ika dibutuhkan. 9um"ah asam "emak yang di"epaskan o"eh $aringan adiposa ini
tergantung pada akti;itas triasi"g"isero" "ipase. )anya asam "emak rantai pendek yang
dapat "arut da"am air, sedangkan asam "emak rantai pan$ang tidak. D"eh karena itu
untuk pengangkutannya asam "emak rantai pan$ang diikatkan pada serum a"bumin.
7. 7sam "emak tersebut di"epaskan dari a"bumin dan masuk ke myocyte me"a"ui transport
khusus.
(. i myocyte asam "emak menga"ami V3oksidasi yang menghasi"kan ED
+
dan energi 7T#.
Degradasi asam lemak di dalam hati
9aringan menangkap asam "emak dari a"iran darah untuk dibangun kemba"i men$adi
"ipid atau untuk mempero"eh energi dari oksidasinya. :etabo"isme asam "emak intensif
khususnya di da"am se" hati 4hepatocytes5. #roses terpenting dari degradasi asam "emak
ada"ah V3oksidasi yang ter$adi di da"am mitokondria. 7sam "emak da"am sitop"asma
diaktifkan dengan mengikatkannya pada coen<yme 7, kemudian dengan sistem transport
karnitin masuk ke mitokondria untuk didegradasi men$adi acety"3Eo7 me"a"ui proses V3
oksidasi. *esidu acety" hasi" dapat dioksidasi "an$ut men$adi ED+ me"a"ui TE7 dan rantai
respirasi dengan menghasi"kan 7T#. 9ika produksi acety"3Eo7 me"ebihi kebutuhan energi
se" hepatocyte akan diubah men$adi keton bodi untuk mensup"ai energi pada $aringan "ain.
)a" ini ter$adi $ika sup"ai asam "emak da"am p"asma darah tinggi, misa" da"am kondisi
ke"aparan atau diabetes me""itus.
Biosintesis lipid dalam hati
Biosintesis asam "emak ter$adi di sitop"asma, khususnya di hati, $aringan adiposa,
gin$a", paru3paru, dan ke"en$ar mammae. #ensup"ai karbon yang pa"ing penting ada"ah
g"ukosa. 7kan tetapi prekursor asety"3Eo7 yang "ain seperti asam amino ketogenik dapat
digunakan. :u"a3mu"a acety"3Eo7 dikarboksi"asi men$adi ma"oni" Eo7, kemudian
dipo"imerisasi men$adi asam "emak. 7sam "emak se"an$utnya diakti;asi dan disintesis
men$adi "ipid 4triasi"g"isero"5 dengan g"esero" /3fosfat. 2ntuk mensup"ai $aringan "ain, "ipid
tersebut dipak ke da"am komp"eks "ipoprotein 4P..5 o"eh hepatocyte dan di"epaskan ke
da"am darah.
Biosintesis endogen dan eksogen
.ipid darah diangkut dengan + cara yaitu $a"ur eksogen dan endogen8
1. 9 a "ur 0kso g e n8
Trig"iserida dan ko"estero" yang berasa" dari makanan da"am usus berbentuk
ki"omikron, akan diangkut da"am sa"uran "imfe me"a"ui duktus thorasikus menu$u ke darah.
Trig"iserid da"am ki"omikron menga"ami hidro"isis o"eh "ipoprotein "ipase pada permukaan
se" endote" membentuk asam "emak dan ki"omikron remnan.!o"estero" $uga dapat disintesis
dari asetat dibawah pengaruh en<im ):1 Eo 7 reduktase yang men$adi aktif $ika terdapat
kekurangan ko"estro" endogen. 7supan ko"estero" dari darah $uga diatur o"eh $um"ah
reseptor .. yang terdapat pada permukaan se" hati
+. 9 a "ur 0ndo g e n
Trig"iserid dan ko"estero" yang disintesis o"eh hati diangkut secaraendogen da"am
bentuk P.. kaya trig"iserid dan menga"ami hidro"isis da"am sirku"asi o"eh "ipoprotein
"ipase yang $uga menghidro"isis ki"omikron men$adi partike" "ipoprotein yang "ebih keci"
yaitu =. dan
... .. menga"ami katabo"isme me"a"ui reseptor ..yang
terdapat
pada permukaaan se" hati dan $a"ur non reseptor. 9a"ur katabo"isme reseptor dapat ditekan
o"eh produksi ko"estero" endogen. !enaikan kadar ko"estero" kira3kira +5 mg'd" yang $uga
tergantung umur.
Metabolsime 4ipid Abnormal
Penyakit 0iperlipidemia
)iper"ipidemia, hyper"ipoproteinemia, dis"ipidemia atau hiper"ipidemia 4=nggris
Bahasa =nggris5 ada"ah kehadiran menaikkan tingkat atau abnorma" "ipid dan ' atau
"ipoprotein da"am darah. .ipid 4mo"eku" "emak5 yang diangkut da"am kapsu" protein, dan
kepadatan "ipid dan $enis protein menentukan nasib partike" dan pengaruhnya pada
metabo"isme.
.ipid dan "ipoprotein ke"ainan yang sangat umum da"am popu"asi umum, dan
dianggap sebagai faktor risiko yang dapat dimodifikasi tinggi untuk penyakit
kardio;asku"ar
karena pengaruh ko"estero", sa"ah satu <at "ipid pa"ing k"inis yang re"e;an, pada
aterosk"erosis. &e"ain itu, beberapa bentuk mungkin predisposisi pankreatitis akut.
H,#e!l%#%*e"%as dik"asifikasikan
menurut k"asifikasi %redrickson yang didasarkan
pada po"a "ipoprotein pada e"ektroforesis atau
u"trasentrifugasi. )a" itu kemudian diadopsi o"eh
Drganisasi !esehatan unia 4H)D5. =ni tidak
"angsung account untuk )., dan tidak
membedakan antara gen yang berbeda yang
mungkin sebagian bertanggung $awab untuk
beberapa kondisi.
H%#e!l%#%*e"%a ada"ah tingginya kadar
"emak 4"ipid5 da"am darah. %ungsi "emak ada"ah sumber energi da"am metabo"isme tubuh.
.emak berasa" dari makan dan kemudian disimpan di da"am se"3se" "emak untuk digunakan
sebagai cadangan energi. &e" "emak berfungsi me"indungi tubuh dari cedera serta
menghangatkan tubuh. .emak diangkut da"am darah sebagai bagian dari mo"eku" yang
disebut "ipoprotein.
.ipoprotein terdiri dari 8
Ehy"omicrons.
Pery "ow3density "ipoproteins 4P..5.
=ntermediate3density "ipoproteins 4=.5.
.ow3density "ipoproteins 4..5.
)igh3density "ipoproteins 4).5.
!o"estero" yang dibawa o"eh .. 4disebut $uga ko"estero" $ahat5 menyebabkan
meningkatnya resikoM ko"estero" yang dibawa o"eh ). 4disebut $uga ko"estero" baik5
menyebabkan menurunnya resiko dan menguntungkan. =dea"nya, kadar ko"estero" ..
tidak bo"eh "ebih dari 1/0 mg'd. dan kadar ko"estero" ). tidak bo"eh kurang dari 40
mg'd..
!adar "emak abnorma" da"am sirku"asi darah 4terutama ko"estero"5 bisa
menyebabkan masa"ah $angka pan$ang. *esiko ter$adinya aterosk"erosis dan penyakit arteri
koroner atau penyakit arteri karotis meningkat pada seseorang yang memi"iki kadar
ko"estero" tota" yang tinggi.
!adar ko"estero" rendah biasanya "ebih baik dibandingkan dengan kadar ko"estero"
yang tinggi, tetapi kadar yang ter"a"u rendah $uga tidak baik. !adar ko"estero" tota" yang
idea"
ada"ah 1403+00 mg'd. atau kurang. 9ika kadar ko"estero" tota" mendekati /00 mg'd., maka
resiko ter$adinya serangan $antung ada"ah "ebih dari + ka"i.
!adar ). harus me"iputi "ebih dari +5B dari kadar ko"estero" tota". &ebagai faktor
resiko dari penyakit $antung atau stroke, kadar ko"estero" tota" tidak ter"a"u penting
dibandingkan dengan perbandingan ko"estero" tota" dengan ko"estero" ). atau
perbandingan ko"estero" .. dengan ko"estero" )..
!adar trig"iserida darah diatas +50 mg'd. dianggap abnorma", tetapi kadar yang
tinggi ini tidak se"a"u meningkatkan resiko ter$adinya aterosk"erosis maupun penyakit arteri
koroner. !adar trig"iserid yang sangat tinggi 4sampai "ebih dari (00 mg'd.5 bisa
menyebabkan pankreatitis.
Penyebab kadar lemak yang terlalu tinggi antara lain :
Dbesitas.
!urang D"ahraga.
kurang o"ahraga berpotensi meningkatkan kadar trig"iserida
:erokok.
Nikotin da"am rokok dapat mempercepat proses penyempitan dan
penyumbatan pembu"uh darah. 7rtinya, darah yang mengandung "emak tidak
menga"ir sehingga ter$adi penumpukan yang ber"ebihan.
*iwayat !e"uarga dengan )iper"ipidemia.
Pencegahan dan pengobatan
#encegahan seka"igus pengobatan bagi penderita )iper"ipidemia ada"ah dengan 8
:enurunkan berat badan.
Berhenti merokok.
Berhenti merokok sama sa$a dengan meningkatkan kemampuan pembu"uh darah
untuk menga"irkan darah yang mengandung "emak.
:enambah porsi o"ah raga.
D"ahraga memang tidak bisa membakar ko"estero" seperti membakar $aringan
"emak. Tetapi o"ahraga bisa mengurangi kadar trig"iserida dan menstimu"asi sistem
en<im metabo"isme di otot dan hati untuk mengubah beberapa ko"estero" men$adi
ko"estero" baik )..
:engurangi $um"ah "emak dan ko"estero" da"am makanannya.
2. DISLIIDEMIA
De*inisi
is"ipidemia ada"ah ke"ainan metabo"isme "ipid yang ditandai dengan peningkatan atau
penurunan fraksi "ipid da"am p"asma. !e"ainan fraksi "ipid yang utama ada"ah kenaikan
kadar ko"estero" tota", ko"estero" .., dan trig"iserida serta penurunan kadar ko"estero"
). 4&unita, +0045
is"ipidemia ada"ah keadaan ter$adinya peningkatan kadar .. ko"estero" da"am darah
atau trig"iserida da"am darah yang dapat disertai penurunan kadar ). ko"estero" 47ndry
)artono, +0005.
is"ipidemia da"am proses ter$adinya aterosk"erosis semuanya memi"iki peran yang
penting dan sangat berkaitan satu dengan yang "ain, sehingga tidak mungkin dibahas
sendiri3 sendiri. !etiganya dikena" sebagai triad "ipid, yaitu8
a. !o"estero" tota"
Banyak pene"itian menun$ukkan bahwa hubungan antara kadar ko"estero"
tota" darah dengan resiko penyakit $antung koroner 4#9!5 sangat kuat, konsisten,
dan tidak bergantung pada faktor resiko "ain. #ene"itian genetik, eksperimenta",
epidemio"ogis, dan k"inis menun$ukkan dengan $e"as bahwa peningkatan kadar
ko"estero" tota" mempunyai peran penting pada patogenesis penyakit $antung
koroner 4#9!5.
b. !o"estero" ). dan ko"estero" ..
Bukti epidemio"ogis dan k"inis menun$ang hubungan negatif antara kadar
ko"estero" ). dengan penyakit $antung koroner. =nter;ensi obat atau diet dapat
menaikan kadar ko"estero" ). dan dapat mengurangi penyakit $antung koroner.
c. Trig"iserida
!adar trig"iserida diantara +503500 mg'd" dianggap berhubungan dengan
penyakit $antung koroner apabi"a disertai adanya penurunan kadar ko"estero"
)..
Tabe" 1
!adar "emak darah da"am tubuh
!adar "emak darah !isaran idea" 4mg'd"5
!o"estero" tota" 1+03+00
.. 603160
). /5365
#erbandingan ..' ). I/,5
Trig"iserida I+00
&umber8 Bahri anwar, +004
!lasi*ikasi Dislipidemia
!"asifikasi dis"ipidemia berdasarkan patogenesis penyakit ada"ah sebagai berikut8
a. is"ipidemia #rimer
Gaitu ke"ainan penyakit genetik dan bawaan yang dapat menyebabkan
ke"ainan kadar "ipid da"am darah.
b. is"ipidemia &ekunder
Gaitu disebabkan o"eh suatu keadaan seperti hiperko"estero"emia yang
diakibatkan o"eh hipotiroidisme, nefrotik syndroma, kehami"an, anoreksia
ner;osa, dan penyakit hati obstruktif. )ipertrig"iserida disebebkan o"eh :,
konsumsi a"koho", gaha" gin$a" kronik, miokard infark, dan kehami"an. an
dis"ipidemia dapat disebabkan o"eh hipotiroidisme, nefrotik sindroma, gaga"
gin$a" akut, penyakit hati, dan akromega"i.
5pidemiologi
7supan asam "emak $enuh yang dian$urkan untuk memenuhi kebutuhan da"am tubuh
ada"ah 10B dari energi tota" perhari dan ko"estero" C/00mg' hari. !onsumsi asam
"emak dapat meningkatkan kadar ko"estero" ... .. bertugas membawa ko"estero"
dari hati ke $aringan perifer yang dida"amnya terdapat reseptor3reseptor yang akan
menangkapnya 4termasuk pembu"uh darah koroner5 untuk keper"uan metabo"ik
$aringan. !o"estero" yang ber"ebihan akan diangkut "agi kehati o"eh ). untuk men$adi
deposit. 9ika ko"estero" .. meningkat serta ). menurun, maka akan ter$adi
penimbunan ko"estero" di $aringan perifer termasuk pembu"uh darah
4*ona"d.).sitorus, +0065
Penanganan !ondisi Dislipidemia
1. #erencanaan terapi diet
#ada pasien dis"ipidemia harus diterapkan diet seimbang yang mengandung
semua nutrient da"am $um"ah yang memadai.
3 Tu$uan diet yang diberikan untuk pasien dengan kondisi dis"ipidemia8
:enurunkan berat badan bi"a ter$adi kegemukan.
:engubah $enis dan asupan "emak makanan.
:enurunkan asupan ko"estero" makanan.
:eningkatkan asupan karbohidrat komp"eks dan menurunkan
asupan
karbohidrat sederhana.
3 &yarat diet yang diberikan8
0nergi yang dibutuhkan disesuaikan menurut berat badan dan akti;itas
fisik.
.emak sedang, I/0B dari kebutuhan enegi tota".
#rotein cukup, yaitu 103+0B dari kebutuhan tota".
!arbohidrat sedanng, yaitu 50360B dari kebutuhan tota".
&erat tinggi, terutama yang "arut air.
Eukup ;itamin dan minera" 4&unita, +0045
5. BAT+ EMED+
Pengertian
Batu empedu ada"ah substansi seperti batu berukuran keci" yang berada di da"am
kantung empedu. &ubstansi ini terbuat dari empedu yang mengeras, yang dihasi"kan da"am
hati. 0mpedu ada"ah cairan pencernaan yang runtuh dan mencerna "emak da"am tubuh.
Terbuat dari ko"estero", air, "emak, garam empedu dan bi"irubin 4produk "imbah se"3se"
darah merah yang hancur5, empedu dihasi"kan di da"am hati dan disimpan da"am kantung
empedu untuk mengencerkan ko"estero" ber"emak yang dia"irkan me"a"ui sa"uran. Batu
empedu ter$adi ketika terdapat ter"a"u banyak ko"estero", bi"irubin atau garam empedu,
menyebabkan empedu cair kurang berair. )a" ini menyebabkan pengerasan dan
pembentukan batu empedu. Terdapat dua $enis batu empedu yang dikena" dengan batu
ko"estero" atau batu pigmen.
:engingat ko"estero" ada"ah "emak, maka harus dihancurkan dan diencerkan
sebe"um dapat dia"irkan secara efektif. a"am kondisi di mana terdapat ter"a"u banyak
ko"estero" da"am sistem, partike" ko"estero" sa"ing menempe" dan ukurannya membesar
hingga membentuk batu empedu. )a" ini dapat pu"a diakibatkan o"eh pertumbuhan tidak
norma" ko"estero" da"am sistem serta penurunan ker$a kontraksi kantung empedu yang
memungkinkan empedu tetap berada da"am kantung empedu da"am waktu yang "ebih "ama.
Batu3batu empedu ini dikena" sebagai batu ko"estero".
Batu3batu pigmen ada"ah batu yang terbentuk akibat tingginya tingkat bi"irubin
da"am sistem. Terdapat dua $enis batu pigmen8 batu pigmen hitam dan coke"at. Batu
pigmen hitam ter$adi ketika terdapat bi"irubin ber"ebihan da"am empedu yang
menyebabkannya menempe" pada minera" "ain seperti ka"sium sehingga membentuk
pigmen. &eiring ber$a"annya waktu, partike" ini mu"ai tumbuh dan men$adi batu pigmen
hitam yang keras dan seperti batu.Batu pigmen coke"at ter$adi ketika bakteri dari usus dua
be"as $ari 4bagian pertama dari usus keci"5 memasuki kantung empedu sehingga
menyebabkan perubahan struktur bi"irubin. )a" ini mengubah bi"irubin "a"u memadukannya
dengan ka"sium dan "emak da"am empedu, dan pada akhirnya menyebabkan pembentukan
batu pigmen coke"at ini.
!eberadaan batu empedu dapat berupa satu batu empedu besar 4sebesar bo"a go"f5 atau
banyak batu3batu keci", atau bahkan kombinasi keduanya.
!omplikasi yang Menyertai Batu 5mpedu
*isiko hasi" yang "ebih serius mungkin ter$adi $ika batu empedu dibiarkan tidak
diobati karena batu tersebut dapat men$e"a$ahi empedu dan menyebabkan penyumbatan
da"am sa"ah satu sa"uran.)a" ini dapat menyebabkan kondisi serius yang sebenarnya dapat
dihindari $ika batu empedu diangkat "ebih cepat.
!o"ik empedu ada"ah kondisi ketika duktus hepatikus atau sa"uran empedu umum
tiba3tiba terhambat o"eh sebuah batu empedu. Eairan dari hati tetap diproduksi dan
terbentuk da"am kantung empedu, menyebabkan kembung 4peradangan dan
pembengkakan5 da"am kantung empedu atau duktus. )a" ini menyebabkan nyeri terus
menerus dan berat pada perut, diikuti muntah3muntah.
!o"esistitis ada"ah peradangan kantung empedu. #eradangan ini yang disebabkan
o"eh penyumbatan tiba3tiba batu empedu, meningkatkan pertumbuhan bakteri da"am
kantung empedu. !ondisi ini ditandai dengan nyeri berat di bagian kanan atas perut.
emam dan $um"ah se" darah putih yang tinggi $uga merupakan ge$a"a dari kondisi ini.
!o"angitis ter$adi ketika empedu da"am duktus terinfeksi sete"ah penyumbatan
akibat batu empedu.=nfeksi ini menyebar dari usus ke duktus. =ni ada"ah kondisi serius
yang ditandai dengan demam tinggi dan peningkatan $um"ah se" darah putih. Terdapat
risiko tinggi sepsis, proses di mana infeksi memasuki a"iran darah dan menyebar ke se"uruh
tubuh. *isiko ko"angitis "ainnya ada"ah abses pada hati, yaitu kumpu"an nanah da"am
hati.=nfeksi ini dapat menyebabkan banyak komp"ikasi "ainnya.
1angren pada kantung empedu ada"ah situasi di mana peradangan atau keadaan kembung
memotong pasokan darah ke kantung empedu sehingga menyebabkannya mati. )a" ini
meningkatkan risiko pecahnya kantung empedu, menyebabkan cairan di da"amnya ke"uar
ke da"am rongga perut.
Penyebab terbentuknya batu empedu
2nsur pembentukan batu empedu ada"ah ko"etero" dan ka"sium. .ebih dari -0 B
batu empedu ada"ah batu ko"etero" 4komposisi ko"estero" C50 B5 atau bentuk campuran 4
+0350
B unsur ko"estero"5 dan siasanya 10 B ada"ah batu pigmen 4unsur kasium dominan dan
ko"etero"I +0B5. Batu empedu ada"ah timbunan krista" di da"am kandung empedu atau di
da"am sa"uran empedu. Batu yang ditemukan di da"am kandung empedu disebut
ko"e"itiasis, sedangkan batu di da"am sa"uran empedu disebut ko"edoko"itiasis. 9adi
komponen utama dari batu empedu ada"ah ko"estero", sebagian keci" "ainnya terbentuk dari
garam ka"sium. Eairan empedu mengandung se$um"ah besar ko"estero" yang biasanya tetap
berbentuk cairan.
9ika cairan empedu men$adi $enuh karena ko"estero", maka ko"estero" bisa men$adi tidak
"arut dan membentuk endapan di "uar empedu.
)anda dan 8ejala Batu 5mpedu
Bergantung pada ukuran dan $um"ah batu empedu yang terbentuk serta "okasinya,
keparahan ge$a"a dapat beragam. 1e$a"a3ge$a"a ini dapat mencakup8
Nyeri berat di daerah perut atas
&akit kuning 4ter$adi ketika ter$adi penyumbatan da"am waktu "ama5
emam 4$ika timbu" komp"ikasi5
:untah3muntah
Pato*isiologi Pembentukan Batu 5mpedu
#atofisio"ogi pembentukan batu empedu atau disebut ko"e"itiasis pada umumnya
merupakan satu proses yang bersifat mu"tifaktoria". !o"e"itiasis merupakan isti"ah dasar
yang merangkum tiga proses "itogenesis empedu utama berdasarkan "okasi batu terkait8
1. !o"esisto"itiasis 4"itogenesis yang ter"oka"isir di kantung empedu5
+. !o"edoko"itiasis 4"itogenesis yang ter"oka"isir di duktus ko"edokus5
/. )epato"itiasis 4"itogenesis yang ter"oka"isir di sa"uran empedu dari awa" percabangan
duktus hepatikus kanan dan kiri5
ari segi patofisio"ogi, pembentukan batu empedu tipe ko"estero" dan tipe
berpigmen pada dasarnya me"ibatkan dua proses patogenesis dan mekanisme yang berbeda
sehinggakan patofisio"ogi batu empedu turut terbagi atas8
Pato*isiologi batu kolesterol
#embentukan batu ko"estero" merupakan proses yang terdiri atas 4 defek utama yang
dapat ter$adi secara berurutan atau bersamaan8
0.0 sup e rsa t urasi k olest e rol e m p e du
!o"estero" merupakan komponen utama da"am batu ko"estero". #ada metabo"isme
ko"estero" yang norma", ko"estero" yang disekresi ke da"am empedu akan ter"arut o"eh
komponen empedu yang memi"iki akti;itas detergenik seperti garam empedu dan
fosfo"ipid 4khususnya "esitin5. !onformasi ko"estero" da"am empedu dapat berbentuk
mise", ;esike", campuran mise" dan ;esike" atau krista". 2mumnya pada keadaan
norma" dengan saturasi ko"estero" yang rendah, ko"estero" wu$ud da"am bentuk mise"
yaitu agregasi "ipid dengan komponen berpo"ar "ipid seperti senyawa fosfat dan
hidroksi"
terarah ke"uar dari inti mise" dan tersusun berbatasan dengan fase berair sementara
komponen rantaian hidrofobik bertumpuk di bagian da"am mise".
&emakin meningkat saturasi ko"estero", maka bentuk komposisi ko"estero" yang
akan ditemukan terdiri atas campuran dua fase yaitu mise" dan ;esike". Pesike"
ko"estero" dianggarkan sekitar 10 ka"i "ipat "ebih besar daripada mise" dan memi"iki
fosfo"ipid dwi"apisan tanpa mengandung garam empedu. &eperti mise", komponen
berpo"ar ;esike" turut diatur mengarah ke "uar ;esike" dan berbatasan dengan fase
berair ekstena" sementara rantaian hidrokarbon yang hidrofobik membentuk bagian
da"am dari "ipid dwi"apis. iduga I/0B ko"estero" bi"ier diangkut da"am bentuk
mise", yang mana se"ebihnya berada da"am bentuk ;esike". 2mumnya, konformasi
;esike" berpredisposisi terhadap pembentukan batu empedu karena "ebih cenderung
untuk beragregasi dan bernuk"easi untuk membentuk konformasi krista". &ma"" dkk
41-6(5 menggambarkan batas so"ubi"itas ko"estero" empedu sebagai faktor yang terkait
dengan kadar fosfo"ipid dan garam empedu da"am bentuk diagram segitiga
keseimbangan fase 4iagram 55. Berdasarkan diagram 5, titik # mewaki"i empedu
dengan komposisi (0B garam empedu,
5B ko"estero" dan 15B "esitin. 1aris 7BE mewaki"i so"ubi"itas maksima" ko"estero"
da"am berbagai campuran komposisi garam empedu dan "esitin. D"eh karena titik #
berada di bawah garis 7BE serta berada da"am <ona yang terdiri atas fase tungga"
cairan mise" maka empedu disifatkan sebagai tidak tersaturasi dengan ko"estero".
0mpedu dengan campuran komposisi yang berada atas garis 7BE akan mengandung
konsentrasi ko"estero" yang me"ampau da"am sehingga empedu disebut sebagai
menga"ami supersaturasi ko"estero". 0mpedu yang tersupersaturasi dengan ko"estero"
akan wu$ud da"am keadaan "ebih daripada satu fase yaitu dapat da"am bentuk campuran
fase mise", ;esike" maupun krista" dan cenderung menga"ami presipitasi membentuk
krista" yang se"an$utnya akan berkembang men$adi batu empedu.( a"am arti kata "ain,
diagram keseimbangan fase turut memudahkan prediksi komposisi ko"estero" da"am
empedu 4fase mise", ;esike", campuran mise" dan ;esike" atau krista"5.
&e"ain itu, diagram keseimbangan ini turut menfasi"itasi penentuan indeks saturasi
ko"estero" 4E&=5 sebagai indikator tingkat saturasi ko"estero" da"am empedu. E&=
didefinisikan sebagai rasio konsentrasi sebenar ko"estero" bi"ier dibanding konsentrasi
maksima" yang wu$ud da"am bentuk ter"arut pada fase keseimbangan pada mode"
empedu. #ada E&= C1.0, empedu dianggap tersupersaturasi dengan ko"estero" yaitu
keadaan di mana peningkatan konsentrasi ko"estero" bebas yang me"ampaui kapasitas
so"ubi"itas empedu. #ada keadaan supersaturasi, mo"eku" ko"estero" cenderung berada
da"am bentuk ;esike" uni"ame"ar yang secara per"ahan3"ahan akan menga"ami fusi dan
agregasi hingga membentuk ;esike" mu"ti"ame"ar 4krista" cairan5 yang bersifat
metastabi". 7gregasi dan fusi yang ber"an$utan akan menghasi"kan krista" ko"estero"
monohidrat menerusi proses nuk"easi. Teori terbaru pada saat ini mengusu"kan bahwa
keseimbangan fase fisikokimia pada fase ;esike" merupakan faktor utama yang
menentukan kecenderungan krista" cairan untuk membentuk batu empedu.
Tingkat supersaturasi ko"estero" disebut sebagai faktor pa"ing utama yang
menentukan "itogenisitas empedu.Berdasarkan diagram fase, faktor3faktor yang
mendukung supersaturasi ko"estero" empedu termasuk8
7. hipe rs e kr e si ko " e st e ro"
merupakan penyebab pa"ing utama supersaturasi ko"estero" empedu.
)ipersekresi ko"estero" dapat disebabkan o"eh8
i. peningkatan uptake ko"estero" hepatik
ii. peningkatan sintesis ko"estero"
iii. penurunan sintesis garam empedu hepatik
i;. penurunan sintesis ester ko"estri" hepatik
#ene"itian mendapatkan penderita batu empedu umumnya memi"iki akti;itas
koen<im 7 reduktase /3hidroksi3/3meti"g"utarat 4):13Eo75 yang "ebih tinggi
dibanding kontro". 7kti;itas ):13Eo7 yang tinggi akan memacu biosintesis
ko"estero" hepatik yang menyebabkan hipersekresi ko"estero" empedu. )ipersekresi
ko"estero" mengakibatkan konsentrasi ko"estero" yang me"ampau tinggi da"am
empedu hingga ter$adi supersaturasi ko"estero" dan ini menfasi"itasi pembentukan
krista" ko"estero" sesuai dengan gambaran pada diagram keseimbangan fase.
B. hiposin t e sis g a ra m e mp e du ' pe rub a h a n komposi s i r e "atif ca d a n g a n a s a m e mpedu
1aram empedu dapat mempengaruhi "itogenisitas empedu sesuai dengan
perannya sebagai pe"arut ko"estero" empedu. )iposintesis garam empedu misa"nya
pada keadaan mutasi pada mo"eku" protein transpor yang ter"ibat da"am sekresi
asam empedu ke da"am kana"iku"us 4disebut protein 7BEB115 akan menfasi"itasi
supersaturasi ko"estero" yang ber"an$ut dengan "itogenesis empedu.
!omposisi dasar garam empedu merupakan asam empedu di mana terdapat
tiga ke"ompok asam empedu utama yakni8
i. asam empedu primer yang terdiri atas asam ko"ik dan asam
kenodeoksiko"ik. ii. ii. asam empedu sekunder yang terdiri atas asam
deoksiko"ik dan asam
"itoko"ik.
iii. iii. asam empedu tertier yang terdiri atas asam ursodeoksiko"ik.
!etiga ke"ompok ini membentuk cadangan asam empedu tubuh 4bi"e acid
poo"5 dan masing3masing mempunyai sifat hidrofobisitas yang berbeda. &ifat
hidrofobisitas yang berbeda ini akan mempengaruhi "itogenisitas empedu. &emakin
hidrofobik asam empedu, semakin besar kemampuannya untuk menginduksi sekresi
ko"estero" dan mensupresi sintesis asam empedu. !ombinasi dari kedua3dua ha" ini
akan men$urus kepada empedu yang "itogenik. !onsentrasi re"atif tiap asam
empedu yang membentuk cadangan asam empedu tubuh akan mempengaruhi E&=
karena memi"iki sifat hidrofobisitas yang berbeda. 7sam empedu primer dan tertier
bersifat hidrofi"ik sementara asam empedu sekunder bersifat hidrofobik.
#enderita batu empedu umumnya mempunyai cadangan asam ko"ik yang keci" dan
cadangan asam deoksiko"ik yang "ebih besar. 7sam deoksiko"ik bersifat hidrofobik
dan mampu meningkatkan E&= dengan meninggikan sekresi ko"estero" dan
mengurangi waktu nuk"easi. &eba"iknya, asam ursodeoksiko"ik dan
kenodeoksiko"ik merupakan asam empedu hidrofi"ik yang berperan mencegah
pembentukan batu ko"estero" dengan mengurangi sintesis dan sekresi ko"estero".
7sam ursodeoksiko"ik turut menurunkan E&= dan memperpan$ang waktu nuk"easi,
diduga dengan cara me"emahkan akti;itas protein pronuk"easi da"am empedu.
E. d e fe k s e k re si at a u hipos i ntesis fos fo" i pid
-5B daripada fosfo"ipid empedu terdiri atas "esitin. &ebagai komponen
utama fosfo"ipid empedu, "esitin berperan penting da"am membantu so"ubi"isasi
ko"estero". :utasi pada mo"eku" protein transpor fosfo"ipid 4disebut protein
7BEB45 yang berperan da"am sekresi mo"eku" fosfo"ipid 4termasuk "esitin5 ke
da"am empedu terkait dengan perkembangan ko"e"itiasis pada go"ongan dewasa
muda.
0.1 hipomot i li tas kantung e mp e du
:oti"itas kantung empedu norma" merupakan satu proses fisio"ogik yang mencegah
"itogenesis dengan memastikan e;akuasi empedu secara berterusan dari kantung
empedu ke da"am usus sebe"um ter$adinya proses "itogenik. )ipomoti"itas kantung
empedu memper"ambat e;akuasi empedu ke da"am usus menerusi duktus empedu
secara optima" dan ini menfasi"itasi pembentukan krista" ko"estero" ha"us yang
cenderung bernuk"easi dan berkembang men$adi batu empedu. #er"ambatan
e;akuasi kantung empedu
membo"ehkan absorpsi air dari empedu o"eh dinding mukosa secara me"ampau hingga
ter$adi peningkatan konsentrasi empedu dan ini mempergiat proses "itogenesis empedu.
)ipomoti"itas kantung empedu dapat ter$adi akibat8
a. ke"ainan intrinsik dinding musku"er yang me"iputi8
perubahan tingkat hormon seperti menurunnya ko"esistokinin 4EE!5,
meningkatnya somatostatin dan estrogen.
perubahan kontro" neura" 4tonus ;agus5.
b. kontraksi sfingter me"ampau hingga menghambat e;akuasi empedu norma".
#atofisio"ogi yang mendasari fenomena hipomoti"itas kantung empedu pada batu
empedu masih be"um dapat dipastikan.1 Namun begitu, diduga hipomoti"itas kantung
empedu merupakan akibat efek toksik ko"estero" ber"ebihan yang menumpuk di se" otot
po"os dinding kantung yang menganggu transduksi sinya" yang dimediasi o"eh protein
1. !esannya, ter$adi pengerasan membran sarko"ema se" otot tersebut. &ecara k"inis,
penderita batu empedu dengan defek pada moti"itas kantung empedu cenderung
bermanifestasi sebagai gangguan po"a makan terutamanya penurunan se"era makan
serta sering ditemukan ;o"ume residua" kantung empedu yang "ebih besar.
&e"ain itu, hipomoti"itas kantung empedu dapat menyebabkan stasis kantung
empedu. &tasis merupakan faktor resiko pembentukan batu empedu karena ge" musn
akan terakumu"asi sesuai dengan perpan$angan waktu penyimpanan empedu. &tasis
menyebabkan gangguan a"iran empedu ke da"am usus dan ini ber"an$ut dengan
gangguan pada sirku"asi enterohepatik. 7kibatnya, output garam empedu dan fosfo"ipid
berkurang dan ini memudahkan ke$adian supersaturasi.
&tasis yang ber"angsung "ama menginduksi pembentukan "umpur bi"ier 4bi"iary
s"udge5 terutamanya pada penderita dengan kecederaan medu"a spina"is, pemberian
T#N untuk periode "ama, terapi oktreotida yang "ama, kehami"an dan pada keadaan
penurunan berat badan mendadak. .umpur bi"ier yang turut dikena" dengan nama
mikro"itiasis atau pseudo"itiasis ini ter$adi akibat presipitasi empedu yang terdiri atas
krista" ko"estero" monohidrat, granu" ka"sium bi"irubinat dan mukus. #atofisio"ogi
"umpur bi"ier persis proses yang mendasari pembentukan batu empedu. !rista"
ko"estero" da"am "umpur bi"ier akan menga"ami ag"omerasi berterusan untuk
membentuk batu makroskopik hingga dikatakan "umpur bi"ier merupakan prekursor
da"am "itogenesis batu empedu.
0.2 p e ningkatan a k ti v it as nu k leasi k olest e rol
0mpedu yang supersaturasi dengan ko"estero" cenderung untuk menga"ami proses
nuk"easi. Nuk"easi merupakan proses kondensasi atau agregasi yang menghasi"kan
krista" ko"estero" monohidrat mikroskopik atau partike" ko"estero" amorfus daripada
empedu supersaturasi.
Nuk"easi ko"estero" merupakan proses yang dipengaruhi o"eh keseimbangan unsur
antinuk"easi dan pronuk"easi yang merupakan senyawa protein tertentu yang dikandung
o"eh empedu. #ene"itian in ;itro mode" empedu mendapatkan bahwa faktor pronuk"easi
berinteraksi dengan ;esike" ko"estero" sementara faktor antinuk"easi berinteraksi dengan
krista" so"id ko"estero". 7ntara faktor pronuk"easi yang pa"ing penting termasuk
g"ikoprotein musin, yaitu satu3satunya komponen empedu yang terbukti menginduksi
pembentukan batu pada keadaan in ;i;o. =nti dari g"ikoprotein musin terdiri atas daerah
hidrofobik yang mampu mengikat ko"estero", fosfo"ipid dan bi"irubin. #engikatan
;esike" yang kaya dengan ko"estero" kepada regio hidrofi"ik g"ikoprotein musin ini
diduga memacu proses nuk"easi.
%aktor pronuk"easi "ain yang berhasi" diiso"asi daripada mode" sistem empedu
termasuk imunog"obu"in 4=g1 dan :5, aminopeptidase N, haptog"obin dan g"ikoprotein
asam T #ene"itian terbaru mengan$urkan peran infeksi intestina" dista" o"eh spesies
)e"icobacter 4kecua"i ). py"ori5 menfasi"itasi nuk"easi ko"estero" empedu. #roses
nuk"easi turut dapat diinduksi o"eh adanya mikropresipitat garam ka"sium inorganik
maupun organik.+ %aktor antinuk"easi termasuk protein seperti imunog"obu"in 7 4=g75,
apo73= dan apo7 K==. :ekanisme fisio"ogik yang mendasari efek untuk sebagian besar
daripada faktor3faktor ini masih be"um dapat dipastikan.
Nuk"easi yang ber"angsung "ama se"an$utnya akan menyebabkan ter$adinya proses
krista"isasi yang menghasi"kan krista" ko"estero" monohidrat. Haktu nuk"easi pada
empedu penderita batu empedu te"ah terbukti "ebih pendek dibanding empedu kontro"
pada orang norma". Haktu nuk"easi yang pendek mempergiat krista"isasi ko"estero" dan
menfasi"itasi proses "itogenesis empedu.
0.3 hipers ek r e si mu k us di k a ntung e m p e du
)ipersekresi mukus kantung empedu dikatakan merupakan ke$adian prekursor yang
uni;ersa" pada beberapa pene"itian menggunakan mode" empedu hewan. :ukus yang
eksesif menfasi"itasi pembentukan konkresi ko"estero" makroskopik karena mukus
da"am kuantitas me"ampau ini berperan da"am memerangkap krista" ko"estero" dengan
memperpan$ang waktu e;akuasi empedu dari kantung empedu. !omponen g"ikoprotein
musin da"am mukus ditun$uk sebagai faktor utama yang bertindak sebagai agen perekat
yang menfasi"itasi ag"omerasi krista" da"am patofisio"ogi batu empedu. &aat ini,
stimu"us yang menyebabkan hipersekresi mukus be"um dapat dipastikan namun
prostag"andin diduga mempunyai peran penting da"am ha" ini.
Pato*isiologi batu berpigmen
#atofisio"ogi batu berpigmen untuk kedua tipe yakni batu berpigmen hitam dan batu
berpigmen cok"at me"ibatkan dua proses yang berbeda.
1.0 Pato#is i ologi batu b e rpigm e n hi t am
#embentukan batu berpigmen hitam diawa"i o"eh hipersekresi b"i"irubin terkon$ugat
4khususnya monog"ukuronida5 ke da"am empedu. #ada keadaan hemo"isis ter$adi
hipersekresi bi"irubin terkon$ugat hingga mencapai 10 ka"i "ipat dibanding kadar sekresi
norma". Bi"irubin terkon$ugat se"an$utnya dihidro"isis o"eh g"ukuronidase3T endogenik
membentuk bi"irubin tak terkon$ugat. #ada waktu yang sama, defek pada mekanisme
asidifikasi empedu akibat daripada radang dinding mukosa kantung empedu atau
menurunnya kapasitas NbufferingO asam sia"ik dan komponen su"fat dari ge" musin akan
menfasi"itasi supersaturasi ka"sium karbonat dan fosfat yang umumnya tidak akan ter$adi
pada keadaan empedu dengan ph yang "ebih rendah. &upersaturasi ber"an$ut dengan
pemendakan atau presipitasi ka"sium karbonat, fosfat dan bi"irubin tak terkon$ugat.
#o"imerisasi yang ter$adi kemudian akan menghasi"kan krista" dan berakhir dengan
pembentukan batu berpigmen hitam.
+.+ Pato#is i ologi batu b e rpigm e n c o k lat
Batu berpigmen cok"at terbentuk hasi" infeksi anaerobik pada empedu, sesuai
dengan penemuaan sitorangka bakteri pada pemeriksaan mikroskopik batu. =nfeksi traktus
bi"ier o"eh bakteri 0scherichia co"i, &a"mone""a typhii dan spesies &treptococcus atau
parasit cacing seperti 7scaris "umbricoides dan Dpisthorchis sinensis serta E"onorchis
sinensis mendukung pembentukan batu berpigmen.
patofisio"ogi batu diawa"i o"eh infeksi bakteri'parasit di empedu. :ikroorganisma
enterik ini se"an$utnya menghasi"kan en<im g"ukuronidase3T, fosfo"ipase 7 dan hidro"ase
asam empedu terkon$ugat. #eran ketiga3tiga en<im tersebut didapatkan seperti berikut8
i. g"ukuronidase menghidro"isis bi"irubin terkon$ugat hingga menyebabkan
pembentukan bi"irubin tak terkon$ugat.
ii. fosfo"ipase 7 menghasi"kan asam "emak bebas 4terutamanya asam stearik dan
asam pa"mitik5.
iii. hidro"ase asam empedu menghasi"kan asam empedu tak terkon$ugat.
)asi" produk en<imatik ini se"an$utnya dapat berkomp"eks dengan senyawa ka"sium
dan membentuk garam ka"sium. 1aram ka"sium dapat termendak "a"u berkrista"isasi
sehingga terbentuk batu empedu. #roses "itogenesis ini didukung o"eh keadaan stasis
empedu dan konsentrasi ka"sium yang tinggi da"am empedu. Bakteri mati dan g"ikoprotein
bakteri diduga dapat berperan sebagai agen perekat, yaitu sebagai nidus yang menfasi"itasi
pembentukan batu, seperti fungsi pada musin endogenik.
Mendiagnosis Batu 5mpedu
Batu empedu pada umumnya didiagnosis o"eh berbagai pemeriksaan pencitraan.
#emeriksaan ini memungkinkan dokter 7nda mendeteksi semua ketidaknorma"an da"am
kantung empedu, pankreas atau sa"uran empedu.
2"trasonografi merupakan teknik radio"ogi yang menggunakan ge"ombang suara
berfrekuensi tinggi untuk menghasi"kan pencitraan organ dan struktur tubuh.=ni ada"ah a"at
diagnostik yang pa"ing sering digunakan untuk mengidentifikasi batu empedu.
2"trasonografi "intas perut ada"ah proses di mana transduser di"etakkan kea rah atas ku"it
perut untuk memeriksa ketidaknorma"an seperti peneba"an dinding kantung empedu,
pembesaran kantung empedu atau sa"uran empedu atau bahkan peradangan pankreas.
2"trasonografi endoskopik ada"ah proses di mana tuba "entur yang di"engkapi kamera
dimasukkan me"a"ui mu"it dan semua $a"an menu$u kantung empedu. )a" ini "ebih
mengganggu namun menghasi"kan hasi" pencitraan yang "ebih baik dibandingkan
2"trasonografi .intas #erut.
!o"angio3pankreatografi *esonansi :agnetik 4 :*E#5 ada"ah modifikasi pencitraan
resonansi magnetik 4:*=5 yang re"ati;e baru, yang memungkinkan pemeriksaan empedu
dan sa"uran pankreas.
#emeriksaan darah hati dan pankreas biasanya $uga digunakan untuk mendeteksi
ketidaknorma"an da"am produksi en<im. Tingkat en<im 7&T and .&T yang tidak norma"
dapat ditun$ukkan da"am ketidaknorma"an produksi hati. 0n<im pancreas yaitu ami"ase dan
"ipase diukur untuk menentukan apakah terdapat ketidaknorma"an da"am produksi
pankreas. #emeriksaan darah ini membantu menun$ukkan interupsi da"am produksi en<im
norma" dan kemungkinan hasi" dari batu empedu.
!o"ecistogram Dra" 4DE15 ada"ah prosedur sinar , di mana pasien mengunyah tab"et yang
mengandung iodin. =odin diserap o"eh hati dan dike"uarkan da"am empedu. &ete"ah
pencitraan sinar , se"easi, iodin tampak da"am kantung empedu. !arena iodin padat, maka
tidak memungkinkan di"ewati sinar ,. Batu empedu tidak begitu padat, sehingga dapat
di"ewati o"eh sinar , mendeteksinya.
Pengobatan Batu 5mpedu
Bergantung pada usia dan kesehatan pasien, batu empedu dapat dibiarkan tidak
diobati atau dipi"ih untuk diangkat. Bahas dengan dokter 7nda mengenai berbagai opsi
yang tersedia untuk kondisi 7nda.
!o"esistektomi 4pengangkatan batu empedu me"a"ui pembedahan5 ada"ah pengobatan
standar untuk batu empedu da"am kantung empedu.Tindakan ini me"ibatkan sayatan
berukuran besar di perut untuk mengangkat batu empedu atau dapat di"akukan secara
"aparoskopis.
&finkterotomi me"ibatkan pemotongan otot sa"uran empedu umum 4sfinkter5 di pertemuan
antara sa"uran empedu umum dan usus dua be"as $ari untuk memungkinkan akses "ebih
mudah ke sa"uran empedu umum.)a" ini biasanya di"akukan dengan endoskop.)a" ini $uga
memungkinkan ter$angkau dan diangkatnya batu empedu serta dihancurkan men$adi
serpihan3serpihan keci".
a"am kasus batu ko"estero" berukuran "ebih keci", obat3obatan dapat diresepkan untuk
membantu empedu mengencerkan ko"estero" ber"emak ini.=ni dikena" dengan terapi
pengenceran ora".
4. BILIR+BIN
De*inisi
Bi"irubin berasa" dari pemecahan hemog"obin yang ter$adi da"am se"3se" *0& dan
se"3 se" po"igona" hati. &ebagian besar 4(53-0B5 ter$adi penguraian hemog"obin dan
sebagian keci" 410315B5 dari sentawa "ain seperti miog"obinBi"irubin yang ter$adi tidak
"arut da"am p"asma, o"eh karena itu untuk memungkinkan ter$adinya transportasi ke da"am
hepar maka pigmen tersebut berikatan dengan protein p"asma terutama a"bumin. Bi"irubin
yang berasa" dari se"3se" *0& di"epas keda"am peredaran darah untuk kemudian memasuki
hepar. a"am keadaan fisio"ogis, masa hidup erytrosit manusia sekitar 1+0 hari, eritrosit
menga"ami "isis
13+W10
(
se" setiap $amnya pada seorang dewasa dengan berat badan 70 kg, dimana
diperhitungkan hemog"obin yang turut "isis sekitar 6 gr per hari. &e"3se" eritrosit tua
dike"uarkan dari sirku"asi dan dihancurkan o"eh "impa.
Bi"irubin merupakan produk yang bersifat toksik dan harus dike"uarkan o"eh tubuh.
&ebagian besar bi"irubin tersebut berasa" dari degradasi hemog"obin darah dan sebagian
"agi dari hem bebas atau proses eritropoesis yang tidak efektif. #embentukan bi"irubin tadi
dimu"ai dengan proses oksidasi yang menghasi"kan bi"i;erdin serta beberapa <at "ain.
Bi"i;erdin ini"ah yang menga"ami reduksi dan men$adi bi"irubin bebas.
Bi"a eritrosit te"ah hidup me"ampaui masa hidupnya se"ama rata3rata 1+0 hari maka
membrannya akan pecah dan hemog"obin yang dike"uarkan di fagositosis o"eh se" *etiku"o
0ndote" &ystem 4*0&5 dise"uruh tubuh. )emog"obin pertama3tama dipecah men$adi heme
dan g"obin, "ingkaran protoporfirin terbuka, %e di"epaskan untuk diikat men$adi transferin,
kemudian berubah men$adi bi"i;erdin dan direduksi men$adi bi"irubin. %e yang di"epaskan
diikat o"eh protein da"am $aringan dan beredar da"am darah sebagai !ron Binding Protein
4apacity.
*antai g"obin sebagian akan dipecah men$adi asam3asam amino yang disimpan
da"am Body 'ool o# mino cid, sebagian tetap da"am bentuk rantai g"obin yang akan "agi
digunakan untuk membentuk hemog"obin baru. Bi"irubin yang di"epaskan keda"am darah
sebagian besar terikat dengan a"bumin, sebagian keci" terikat dengan S
+
3g"obu"in dan
dibawa
ke hati. Bi"irubin yang terikat dengan protein ini disebut prebi"irubin atau
5nconjugated bilirubin.
i da"am se" hati 4hepatosit5, bi"irubin diikat o"eh + protein intrase"u"er utama da"am
sitop"asma, protein sitoso"ik G 4misa"nya, ligandin atau glutathione *,trans#erase B5 dan
protein sitoso"ik < 4dikena" $uga sebagai #atty acid6binding protein5. ida"am hati bi"irubin
di"epaskan dari a"bumin dan se"an$utnya menga"ami kon$ugasi dengan 7sam g"ukoronat
membentuk ester Bi"irubin monog"ukoronat atau Bi"irubin dig"ukoronat 4B15 yang
dikena" dengan nama 4onjugated Bilirubin4EB5. #roses ini ber"angsung karena
pengaruh en<im 5rindhyn di,Phosphate /lukoronil "rans#erase 42#15. EB ini bersifat
sangat mudah "arut di air dan merupakan pigmen utama dari empedu.
Bi"irubin dikon$ugasi 4EB5 disekresikan ke da"am sa"uran empedu dan me"ewati
usus. 4Baron, 1--55. !etika direct bilirubin 4EB5 ini sampai di usus besar ' ko"on o"eh
bakteri3bakteri usus direduksi men$adi urobi"inogen dimana sebagian urobi"inogen tersebut
direabsorpsi me"a"ui mukosa usus masuk da"am darah. &ebagian <at ini diekskresi o"eh hati
dan kemba"i masuk keda"am usus kemudian sekitar 5 B diekskresi o"eh gin$a" me"a"ui
urine. &ete"ah urine tersebut kena udara maka urobi"inogen teroksidasi men$adi 2robi"in
sedangkan pada faeces sterkobi"inogen teroksidasi men$adi sterkobi"in.
Bi"irubin terbagi men$adi + $enis yaitu Bi"irubin =ndirek yang merupakan bi"irubin
yang meng"ami kon$ugasi o"eh hati dengan asam g"ukoronat dan Bi"irubin irek yang te"ah
menga"ami kon$ugasi dengan asam g"ukoronat di da"am hati.
Terdapat perbedaan yang nyata antara Bi"irubin direct dan bi"irubin
indirect, perbedaannya ada"ah 8
Tabe" 1. #erbedaan Bi"irubin =ndirek dan irek
B%l%!$'%n In*%!e& B%l%!$'%n D%!e&
Tidak "arut da"am air
.arut da"am a"koho"
Terikat o"eh protein a"bumin
Tidak mewarnai $aringan
engan reagent 7<o tidak bereaksi "angsung
per"u acce"erator
Tidak terdapat da"am urine Bi"irubin
yang be"um dikon$ugasi Tidak dapat
difi"trasi o"eh g"omeru"us
:emi"iki 7finitas terhadap se" "emak otak yang T
kuat sehingga meracuni otak.
.arut da"an air
Tidak "arut da"am a"koho"
Tidak terikat o"eh protein
:ewarnai $aringan
engan reagent 7<o "angsung
bereaksi, tidak acce"erator
apat ditemukan da"am urine
Bi"irubin yang dikon$ugasi
apat difi"tasi o"eh g"omeru"us
idak memi"iki 7finitas terhadap se"
"emak otak yang kuat sehingga tidak
meracuni otak.
!adar bi"irubin da"am serum dipengaruhi o"eh metabo"isme hemog"obin, fungsi hati
dan ke$adian3ke$adian pada sa"uran empedu. 7pabi"a destruksi eritrosit bertambah, maka
terbentuk "ebih banyak bi"irubin. =tu mungkin menyebabkan bi"irubin prehepatik naik
sedikit, tetapi hati norma" mempunyai daya ekskresi yang cukup besar, sehingga
peningkatan bi"irubin da"am serum tidak ter"a"u tinggi. Bi"irubinemia tidak pernah "ebih
tinggi dari 4 atau
5 mg'd" ka"au sebabnya hanya hemo"isis sa$a.
:e"emahnya fungsi hati mendatangkan kenaikan kadar bi"irubin da"am serum yang
mengesankan 4cukup tinggi5. Berkurangnya daya uptake atau kon$ugasi pada se"3se" hati
mungkin menyebabkan kadar bi"irubin indirek meningkat M me"emahnya ekskresi bi"irubin
kon$ugat mendatangkan kadar bi"irubin post hepatik meningkat. !on$ugat bi"irubin bersifat
"arut air dan mudah menembus fi"ter g"omeru"i M bi"irubin berba"ik arah kemba"i kea"iran
darah $ika ada obstruksi sa"uran empedu dimana sa$a 8 da"am $aringan hati, pada sa"uran
hepatik, pada kantong empedu dan pada ductus cho"edochus. isfungsi hepatose"u"er yang
sedang dera$atnya, menghambat penya"uran bi"irubin kon$ugat ke da"am ductus colligentisM
kadar bi"irubin direk da"am darah dapat meningkat pada penyakit hepatose"u"er, biarpun
sa"uran3sa"uran empedu dapat di"a"ui dengan bebas. Bi"a kadar bi"irubin direk atau indirek
sampai +34 mg'd", maka pasien menderita ikterus, yakni menguningnya ku"it, se"aput "endir
dan sk"era.
=kterus ada"ah perubahan warna ku"it, sk"era mata atau $aringan "ainnya 4membran
mukosa5 yang men$adi kuning karena pewarnaan o"eh bi"irubin yang meningkat kadarnya
da"am sirku"asi darah. =kterus ter$adi apabi"a terdapat akumu"asi bi"irubin da"am darah,
sehingga ku"it 4terutama5 dan atau sk"era tampak kekuningan. #ada orang dewasa, ikterus
akan tampak apabi"a serum bi"irubin C + mg'd. 4C 17 Xmo"'.5, sedangkan pada neonatus
baru tampak apabi"a serum bi"irubin C 5 mg'd. 4C(6 Xmo"'.5. )iperbi"irubinemia ada"ah
isti"ah yang dipakai untuk ikterus sete"ah ada hasi" "aboratorium yang menun$ukkan
peningkatan kadar serum bi"irubin.
!"asifikasi =kterus 8
T%#e Lo&as% *an #en,e'a'
Tipe
hiperbi"irubinemia
uncon$ugated
. #re )epatik
#eningkatan produksi bi"irubin. :isa"8 7nemia
hemo"itik
. )epatik
a
. 1angguan da"am pengambi"an dan penimbunan 2B
da"am hepatosit
:isa" 8 *indrome gilbert dan hiperbi"irubinemia
hepatitis.
. 1angguan aktifitas g"ukoroni" transferase
:isa" 8 *indrome gilbert
Tipe
hiperbi"irubinemia
con$ugated
. 1angguan terhadap ekskresi 2B terhadap EB
:isa" 8 *indrome &ubin,Johnson
. !erusakan epite"ium sa"uran empedu.
:isa" 8 &irosis hepatis
. !o"estatis intrahepatik hepatitis a"koho"ik dan obat.
. !erusakan hepatose"u"er ' ko"estatis intra hepatik
disebabkan )epatitis ;irus, infeksi dengan*pirochaeta.
. #ost )epatik
Ter$adinya obstruksi sa"uran empedu o"eh batu empedu
dan sa"uran empedu karsinoma.
iagnosis ditegakkan berdasarkan ge$a"a. &ecara k"inis hiperbi"irubinemia ter"ihat
sebagai ge$a"a ikterus, yaitu pigmentasi kuning pada ku"it dan sk"era. =kterus biasanya baru
dapat di"ihat ka"au kadar bi"irubin serum me"ebihi /4 hingga 4/ 7mo"'. 4+,0 hingga +,5
mg'd.5, atau sekitar dua ka"i batas atas kisaran norma".
1e$a"a ini dapat terdeteksi dengan kadar bi"irubin yang "ebih rendah pada pasien
yang ku"itnya putih dan yang menderita anemia berat. 1e$a"a ikterus sering tidak ter"ihat
$e"as pada orang3orang yang ku"itnya ge"ap atau yang menderita edema. 9aringan sk"era
kaya dengan e"astin yang memi"iki afinitas yang tinggi terhadap bi"irubin, sehingga ikterus
pada sk"era biasanya merupakan tanda yang "ebih sensitif untuk menun$ukkan
hiperbi"irubinemia daripada ikterus yang menye"uruh. Tanda dini yang serupa untuk
hiperbi"irubinemia ada"ah warna urin yang ge"ap, yang ter$adi akibat ekskresi bi"irubin
"ewat gin$a" da"am bentuk bi"irubin g"ukuronid.
!adar bi"irubin da"am serum dipengaruhi o"eh metabo"isme hemog"obin, fungsi hati
dan ke$adian K ke$adian pada sa"uran empedu. Bi"a dektruksi eritrosit bertambah maka
terbentuk "ebih banyak bi"irubin. :e"emahnya fungsi hati dapat meningkatnya kadar
bi"irubin da"am serum yang mengesankan 4cukup tinggi5. Berkurangnya daya aptake atau
kun$ugasi pada se" 3 se" hati menyebabkan kadar bi"irubin indirek meningkat M :e"emahnya
ekskresi bi"irubin kon$ugat menyebabkan obtruksi sa"uran empedu. Bi"a kadar bi"rubin
direk dan indirek me"ebihi batas norma" sampai +34 mg'd" dan tertimbun dida"am darah,
menyebabkan ikterus 8jaundice). :enguningnya ku"it, se"aput "endir atau sk"era.
#enyebab ikterus ada"ah banyaknya bi"irubin di da"am cairan ekstrase". Terdapat
empat mekanisme umum dimana heperbi"irubinuria dan ikterus dapat ter$adi 8
1. #embentukan bi"irubin ber"ebihan.
+. 1angguan pengambi"an bi"irubin tak terkon$ugasi o"eh hati.
/. 1angguan kon$ugasi bi"irubin.
4. #engurangan ekskresi bi"irubin terkon$ugasi da"am empedu akibat faktor intrahepatik
ektrahepatik yang bersifat obstruksi fungsiona" atau mekanik.
#emeriksaan kadar bi"irubin direk serum atau p"asma merupakan pemeriksaan
"aboratorium yang sangat penting dan ikut memberikan gambaran keadaan penyakit hati
dan $enis K $enis ikterus. #emeriksaan ini pada umumnya memakai metodeJendrassik dan
/ro# 41-/(5 dapat dipengaruhi o"eh ker$a fisik dan makanan tertentu seperti karoten, o"eh
karena itu pengambi"an sampe" sebaiknya pagi hari dan da"am keadaan puasa.
Bi"irubin tak terkon$ugasi dan bi"irubin terkon$ugasi dapat dibedakan secara kimia
o"eh reaksi asam su"fani"at yang dia<otasi untuk membentuk a<obi"irubin. Bi"irubin
dikon$ugasi bereaksi cepat dengan warna "embayung muda da"am beberapa menit tanpa
penambahan a"koho" disebut bi"irubin direk. &edangkan bi"irubin tak terkon$ugasi tidak
memberikan warna yang segera tetapi timbu" sete"ah penambahan a"koho" disebut bi"irubin
indirek.
*eaksi bi"irubin direk, bi"irubin indirek digunakan sebagai ukuran masing3masing
bi"irubin dikon$ugasi atau bi"irubin tota" di da"am p"asma. Bi"irubin tota" dikurangi bi"irubin
direk menghasi"kan indirek atau bi"irubin tak terkon$ugasi.
2ntuk menentukan kadar bi"irubin da"am darah digunakan metode pengukuran yaitu
8
1. #emeriksaan dengan reaksi ia<otasi
Bi"irubin serum dengan asam su"fani"at dan natrium nitrit menga"ami reaksi dia<otasi
membentuk <at warna merah da"am suasana asam dan berwarna hi$au biru da"am suasana
basa yang sebanding dengan kadar bi"irubin. Bi"irubin indirek agar bereaksi dengan reagen
dia<o maka per"u penambahan akse"erator.
+. Bi"irubinometer
!onsentrasi bi"irubin dapat ditentukan dengan asbsorpsi pada pan$ang ge"ombang 454
nm.:etode ini $arang digunakan, pertama ka"i digunakan untuk ana"isa hiperbi"irubinemia
pada neonatus.
/. 0;e"yn K:a""oy
Bi"irubin bereaksi dengan dia<otised asam su"fani"at membentuk senyawa a<obi"irubin
yang berwarna ungu. Bi"irubin g"ukoronida yang "arut da"am air bereaksi "angsung 4direk5
sedangkan bi"irubin indirek sete"ah di"arutkan dengan a"koho". *eaksi ber$a"an dengan p)
1,+ dan hasi" reaksi dibaca pada pan$ang ge"ombang 546 nm. :etode ini sering digunakan
sebagai prosedur otomatis dan mikro ana"isa sangat sensitif tetapi sangat dipengaruhi o"eh
gangguan hemog"obin.
Tingkat norma" bi"irubin "angsung atau terkon$ugasi da"am darah ada"ah 030,/
mg'd.. &edangkan kadar bi"irubin tota" harus antara 0,/31,- mg'd.. Ni"ai norma" 8 bi"irubin
indirek 0,/ K 1,1 mg'd", bi"irubin direk 0,1 K 0,4 mg'd".
8ejala Bilirubin )inggi:
!ehi"angan nafsu makan
&ering demam
:ua", muntah
#erut bengkak atau sakit
2rine berwarna kuning atau kecok"atan
2rine memi"ikibau menyengat
Tingkat energy rendah dan sering "e"ah
Harna tin$a pucat atau seperti tanah "iat
&ensasi gata"
!u"it dan putih mata men$adi kuning
!u"it kekuningan ada"ah sa"ah satu ge$a"a utama peningkatan kadar bi"irubin pada bayi
baru "ahir. Tingkat bi"irubin tinggi umum ter$adi pada bayi premature pada saat ke"ahiran.
#ada orang dewasa, gangguan ini bisa men$adi tanda dari penyakit hati serius dan
mengakibatkan ke"e"ahan. #embengkakkan pada perge"angan kaki, pengeci"an otot, ascites
4penumpukan cairan da"am rongga perut5, kebingungan menta" atau bahkan koma dan
pendarahan usus.
Penyebab !adar )inggi Bilirubin:
#enyumbatan sa"uran empedu dapat mempengaruhi tingkat bi"irubin. a"am
beberapa kasus, penyempitan sa"uran empedu $uga memicu kenaikan moderat
bi"irubin.
&irosis hati dapat mempengaruhi fungsi hati, yang mengarah ke tingkat bi"irubin
abnorma".
&e"ain sirosis hati, fungsi hati bisa dipengaruhi o"eh berbagai masa"ah "ain seperti
gaga" hati,!rista hati dan "ain3"ain.
!e"ainan genetic metabo"isme bi"irubin dapat menyebabkan kenaikan ringan "e;e"
bi"irubin.
Pirus hepatis merupakan sa"ah satu penyebab utama kenaikan "e;e" bi"irubin.
)emo"isis atau perusakan abnorma" se"3se" darah merah bisa men$adi penyebab
bi"irubin ber"ebih da"am darah.
#enyakit kuning merupakan suatu kondisi ketika seseorang memi"iki bi"irubin yang
ber"ebihan da"am darah.
#enyakit hati yang disebabkan o"eh penggunaan obat3obatan dapat mempengaruhi
fungsi hati secara serius dan memicu peningkatan kadar bi"irubin.
-isiologi Pembentukan Bilirubin:
1. produksi'pembentukan bi"irubin
+. transport bi"irubin
/. asupan bi"irubin
4. kon$ugasi bi"irubin
5. ekskresi bi"irubin
!o*$&s% 6
&ebagian besar bi"irubin terbentuk sebagai akibat degradasi hemog"obin pada
sistem retiku"oendote"ia". Tingkat penghancuran hemog"obin ini pada neonatos "ebih tinggi
daripada bayi yang "ebih tua. &atu gr hemog"obin dapat menghasi"kan /5mg bi"irubin
indirek. Bi"irubin indirek yaitu bi"irubin yang bereaksi tidak "angsung dengan <at warna
dia<o, yang bersifat tidak "arut da"am air tetapi "arut da"am "emak.
T!ans#o!(as% 6
Bi"irubin indirek kemudian dicta o"eh a"bumin. &e" parenkim hepar mempunyai
cara se"ektif dan efektif mengambi" bi"irubin dari p"asma. Bi"irubin ditransfer me"a"ui
membran se" ke da"am hepatosit sedangkan a"bumin tidak. ida"am se" bi"irubin akan
terikat pada "igandin dan sebagian keci" pada g"utation &3transferase "ain dan protein Y.
#roses ini merupakan proses + arah, tergantung dari konsentrasi dan afinitas a"bumin da"am
p"asma dan "igandin da"am hepatosit. &ebagian besar bi"irubin yang masuk hepatosit
dikon$ugasi dan diekskresi ke da"am empedu. engan adanya sitoso" hepar, "igandin
mengikat bi"irubin sedangkan a"bumin tidak. #emberian fenobarbita" mempertinggi
konsentrasi "igandin dan memberi tempat pengikatan yang "ebih banyak untuk bi"irubin.
Kon7$)as% 6
a"am se" hepar bi"irubin kemudian dikon$ugasi men$adi bi"irubin dig"ukoronide
wa"aupun ada sebagian keci" da"am bentuk monog"ukoronide. 1"ukoronide transferase
merubah bentuk monog"ukoronide men$adi dig"ukoronide. 7da + en<im yang ter"ibat
da"am sZntesis bi"irubin dig"ukoronide. #ertama3tama ahi"a uridin difosfat g"ukoronide
transferase 42#15 yang mengkata"isasi pembentukan bi"irubin monog"ukoronide. &Zntesis
dan ekskresi dig"ukoronide ter$adi di membran kan"iku"us. =somer bi"irubin yang dapat
membentuk ikatan hidrogen seperti bi"irubin natura" =[ dapat diekskresi "angsung ke da"am
empedu tanpa kon$ugasi misa"nya isomer yang ter$adi sesudah terapi sinar.
E&s&!es% 6
&esudah kon$ugasi bi"irubin ini men$adi direk yang "arut da"am air dan diekskresi
dengan cepat ke sistem empedu kemudian ke usus. a"am usu bi"irubin direk ini tidak
diabsorbsi, sebagian kesci" bi"irubin direk dihidro"isis men$adi bi"irubin indirek dan
direabsorbsi. &ik"us ini disebut sik"us enterohepatis.
Metabolisme bilirubin pada janin dan neonatus :
#ada "ikuor amnion yang norma" dapat ditemukan bi"irubin pada kehami"an 1+
minggu, kemudian menghi"ang pada kehami"an /63/7 minggu, pada inkompatibi"itas darah
*h, kadar bi"irubin da"am cairan amnion dapat dipakai untuk menduga beratnya hemo"isis.
#eningkatan bi"irubin amnion $uga terdapat pada obstruksi usus fetus. Bagaimana bi"irubin
sampai ke "ikuor amnion be"um diketahui dengan $e"as, tetapi kemungkinan besar me"a"ui
mucosa sa"uran nafas dan sa"uran cerna. #roduksi bi"irubin pada fetus dan neonatos diduga
sama besarnya tetapi kesanggupan hepar mengambi" bi"irubin dari sirku"asi &angay
terbatas. emikian kesanggupannya untuk mengkon$ugasi. engan demikian hampir
semua bi"irubin pada $anin da"am bentuk bi"irubin indirek dan mudah me"a"ui p"acenta ke
sirku"asi ibu dan disekresi o"eh hepar ibunya. a"am keadaan fisio"ogis tanpa ge$a"a pada
hampir semua neonatos dapat ter$adi kumu"asi bi"irubin indirek sampai +mgB. )a" ini
menun$ukkan bahwa ketidakmampuan fatus mengo"ah bi"irubin ber"an$ut pada masa
neonatos. #ada masa $anin ha" ini dise"esaikan o"eh hepar ibunya, tetapi pada masa
neonatus ha" ini beakibat penumpukan bi"irubin dan disertai ge$a"a ikterus. #ada bayi baru
"ahir karena fungsZ hati be"um matang atau bi"a terdapat gangguan da"am fungZs hepar
akibat hipokasi, asidosis atau bi"a terdapat kekurangan en<im g"ukoroni" transferase
atau kekurangan g"ucosa, kadar bi"irubin indirek da"am darah dapat meninggi. Bi"irubin
indirek yang terikat pada a"bumin sangat tergantung pada kadar a"bumin da"am serum.
#ada bayi kurang bu"an biasanya kadar a"buminnya rendah sehingga dapat dimengerti bi"a
kadar bi"irubin indirek yang bebas itu dapat meningkat dan sangat berbahaya karena
bi"irubin indirek yang bebas ini"ah yang dapat me"ekat pada se" otak. =ni"ah yang men$adi
dasar pencegahan kernicterus dengan pemberian a"bumin atau p"asma. Bi"a kadar bi"irubin
indirek mencapai +0mgB pada umumnya capacitas maksima" pengikatan bi"irubin o"eh
neonatus yang mempunyai kadar a"bumin norma" te"ah tercapai.
8. METABOLISME LIOROTEIN
&a"ah satu peranan utama "ipoprotein ada"ah sebagai a"at pengangkut "ipid untuk
proses metabo"isme di da"am se". !i"omikron berperan mengangkut "ipid da"am a"iran
darah.
a"am proses per$a"anan metabo"isme "ipoprotein menu$u $aringan se" tepi
sepan$ang dinding pembu"uh darah, P.. menga"ami proses penguraian "ipid secara
bertahap. a"am proses ini g"isero" dan asam "emak di"epaskan, dikata"isis o"eh en<im
"ipoproteinpase yang terdapat pada permukaan $aringan endothe"ium otot dan $aringan
"emak. engan ber"angsungnya penguraian "ipid secara bertahap ini, kerapatan partike"
makin men$adi besar, P.. berubah secara bertahap men$adi ... &e"an$utnya ..
menga"ami perombakan 4katabo"isme5 di da"am se" tepi sebagai berikut8
1. .. berinteraksi dengan mo"eku" reseptor yang terdapat pada membrane se"
+. !omp"eks ..3reseptor yang ter$adi masuk ke da"am se" me"a"ui mekanisme
perasukan yang khas, dimana komponen proteinnya diuraikan men$adi asam amino,
dan komponen "ipidnya, tertutama senyawa ester ko"estero" dihidro"isis men$adi
ko"estero" sebagai cadangan ko"estero" di da"am se" tepi yang $uga diper"ukan
sebagai komponen membrane se".
&ementara itu )., yang $uga terdapat di da"am p"asma darah, mengikat ko"estero"
atau esternya dan mengangkutnya bersama a"iran darah dari se" tepi ke se" hati.
&e"an$utnya ko"estero" yang terikat menga"ami proses perombakan menghasi"kan cadangan
ko"estero" hati, yang diper"ukan untuk sintesis P. dan sintesis senyawa "ainnya.
#engikatan .. o"eh mo"eku" reseptor pada membrane se" $aringan tepi dihambat saing
o"eh )., sehingga adanya kadar ). yang tinggi akan mencegah ter$adinya
penimbunan .. pada dinding pembu"uh darah.
9um"ah ). 4da"am p"asma darah5 akan mempercepat proses pengangkutan
ko"estero" dari se" tepi yang berarti mengurangi kemungkinan ter$adinya penimbunan
ko"estero" pada dinding pembu"uh darah. 7kibatnya, berkurang"ah kemungkinan ter$adinya
penyakit $antung koroner. engan demikian terdapat hubungan terba"ik antara kadar ).
da"am darah dengan kemungkinan ter$adinya penyakit $antung koroner8 makin rendah
kadar ). makin tinggi resiko ter$adinya penyakit $antung koroner. &eba"iknya, makin
tinggi kadar .. 4P.5 makin besar kemungkinan ter$adinya penyakit $antung koroner.
:etabo"isme "ipoprotein dapat dibagi atas tiga $a"ur yaitu $a"ur metabo"isme
eksogen, $a"ur metabo"isme endogen, dan $a"ur re;erse cho"estero" transport. !edua $a"ur
pertama berhubungan dengan metabo"isme ko"estero"3.. dan trig"iserid, sedang $a"ur
re;erse cho"estero" transport khusus mengenai metabo"isme ko"estero"3)..
:alur Metabolisme 5ksogen
:akanan ber"emak yang kita makan terdiri atas trig"iserid dan ko"estero". &e"ain
ko"estero" yang berasa" dari makanan, da"am usus $uga terdapat ko"estero" dari hati yang
diekskresikan bersama empedu ke usus ha"us. Baik "emak di usus ha"us yang berasa" dari
makanan maupun yang berasa" dari hati disebut "emak eksogen.
:alur Metabolisme 5ndogen
Trig"iserid dan ko"estero" yang disintesis di hati dan disekresi ke da"am sirku"asi
sebagai "ipoprotein P... 7po"ipoprotein yang terkandung da"am P.. ada"ah
apo"ipoprotein B100. a"am sirku"asi, trig"iserid da"am P.. akan menga"ami hidro"isis
o"eh en<im "ipoprotein "ipase 4.#.5, dan P.. berubah men$adi =. yang $uga akan
menga"ami hidro"isis dan berubah men$adi ... &ebagian dari P.., =., dan .. akan
mengangkut ko"estero" ester kemba"i ke hati. .. ada"ah "ipoprotein yang pa"ing banyak
mengandung ko"estero". &ebagian dari ko"estero" da"am .. akan dibawa ke hati dan
$aringan steroidogenik "ainnya seperti ke"en$ar adrena", testis, dan o;arium yang
mempunyai reseptor untuk ko"estero"3... &ebagian "agi dari ko"estero"3.. akan
menga"ami oksidasi dan ditangkap o"eh reseptor sca;enger37 4&*75 di makrofag dan akan
men$adi se" busa 4foam ce""5. :akin banyak kadar ko"estero"3.. da"am p"asma makin
banyak yang akan menga"ami oksidasi dan ditangkap o"eh se" makrofag.
9um"ah ko"estero" yang akan teroksidasi tergantung dari kadar ko"estero" yang terkandung
di
... Beberapa keadaan mempengaruhi tingkat okdidasi seperti 8
\ :eningkatnya $um"ah .. keci" padat 4sma"" dense ..5 seperti pada sindrom
metabo"ik dan diabetes me"itus.
\ !adar ko"estero"3)., makin tinggi kadar ko"estero" K). akan bersifat protektif
terhadap oksidasi ...
:alur 1e;erse <holester )ransport
&uatu proses yang membawa ko"estero" dari $aringan kemba"i ke hepar. ).
merupakan "ipoprotein yang berperan pada $a"ur ini.
9. MAKANAN BERSERAT
De*inisi Serat
:enurut The A"e!%/an Asso/%a(%on o: Ce!eal Che"%s( -AACC; 20010 serat
merupakan bagian yang dapat di makan dari tanaman atau karbohidrat ana"og yang resisten
terhadap pencernaan dan absorpsi pada usus ha"us dengan fermentasi "engkap atau partia"
pada usus besar. &erat makanan tersebut me"iputi pati, po"isakarida, o"igosakarida, "ignin
dan bagian tanaman "ainnya.
&erat makanan memberikan manfaat secara fisio"ogi yaitu sebagai "aksansia,
kontro" ko"estero" darah dan kontro" g"ukosa darah. Co*e< Al%"en(a!%$s Co""%s%on
-CAC; 20090 mendefinisikan serat makanan ada"ah karbohidrat po"imer dengan dera$at
po"imerisasi tidak kurang dari /, yang tidak di cerna atau di serap di usus ha"us.
&erat makanan mempunyai peran sebagai8
1. #enurunan transit time intestina" dan peningkatan massa feses.
+. %ermentasi o"eh mikro f"ora usus.
/. #enurunan tota" dan atau .. ko"estero" darah.
4. #enurunan g"ukosa darah post prandial dan atau "e;e" insu"in.
:enurut Heal(h Co$n/%l o: (he Ne(he!lan*s &erat makanan ada"ah gabungan sub3
stansi yang tidak di cerna atau di serap pada usus ha"us dan mempunyai struktur kimia dari
karbohidrat, ana"og karbohidrat, "ignin dan substansi "ain yang hampir sama.
L$/%ana B S$(an(o berpendapat serat ada"ah bahan makanan nabati yang tidak
dapat di cerna o"eh en<im pencernaan di da"am tubuh. &ayuran dan buah ada"ah bahan
makanan yang banyak mengandung serat a"ias dietary fiber. &erat makanan 4diatery fiber5
ada"ah komponen da"am tanaman yang tidak tercerna secara en<i3matik men$adi bagian3
bagian yang dapat di serap di sa"uran pencernaan. &erat secara a"ami terdapat da"am
tanaman. &erat terdiri atas berbagai substansi yang kebanyakan di antaranya ada"ah
karbohidrat komp"eks. Beberapa karbohidrat tidak dapat di hidro"isa o"eh en<im3en<im
pencernaan pada manusia. &isa yang tidak di cerna ini di kena" dengan diet serat kasar yang
kemudian me"ewati sa"uran pencernaan dan di buang da"am feses. &erat makanan ini terdiri
dari dinding se" tanaman yang sebagian besar mengandung / macam po"isakarida yaitu
se""u"osa, <at pectin dan hemise""u"osa. &e"ain itu $uga mengandung <at yang bukan
karbohidrat yakni "ignin.
sumberM 77EE =nternationa"
Pembagian Serat
Berdasarkan si*at larutan
serat dibedakan men$adi + go"ongan8
1. serat yang "arut da"am air 4*oluble &ietary 'iber'&%5, seperti pektin, musi"ago dan
gum.
+. go"ongan yang tidak "arut di da"am air 4!nsoluble &ietary 'iber'=%5 seperti se"u"osa,
hemise"u"osa dan "ignin.
Berdasarkan analisis kimia
&erat di da"am makanan digo"ong3kan men$adi / ke"ompok8
1. -elompok selulosa, yang merupakan po"isakarida. &e"u"osa ada"ah serat yang pa"ing
banyak di$umpai. &ifat se"u"osa pan$ang dan "iat. &ayuran dan buah3buahan merupakan
sumber se"u"osa.
+. -elompok pektin$ gum dan musilago, merupakan po"isakarida non3se"u"osa. #ektin
mempunyai sifat membentuk ge" $ika bergabung dengan air. 1um pada tanaman
biasanya di produksi saat ku"it batang tanaman tergores, sedangkan musi"ago
ditemukan tercampur dengan endosperma da"am bi$i3bi$ian, seperti buncis, kacang
po"ong dan kapri.
/. -elompok lignin. .ignin memberikan struktur, bentuk dan kekuatan yang khas pada
batang kayu.
Ma&anan S$"'e! se!a(
sumberM ana"ysis, physio"ogy U hea"th
Man*aat Serat Makanan
" erhadap konstipasi
#eran utama serat da"am makanan ia"ah pada kemampuannya mengikat air,
se""u"osa dan pektin. &erat dapat membantu mempercepat sisa3sisa makanan me"a"ui
sa"uran pencernaan untuk diekskresikan ke"uar. Tanpa bantuan serat, feses dengan
kandungan air rendah akan "ebih "ama tingga" da"am sa"uran usus dan menga"ami
kesukaran me"a"ui usus untuk dapat diekskresikan ke"uar karena gerakan3gerakan
perista"tik usus besar men$adi "ebih "amban.
&a"ah satu bukti pa"ing $e"as manfaat serat ada"ah pada penanganan konstipasi
4sembe"it5. &erat mencegah dan mengurangi konstipasi karena ia menyerap air ketika
me"ewati sa"uran pencernaan sehingga meningkatkan ukuran feses. 7kan tetapi $ika asupan
air rendah, serat $ustru akan memperparah konstipasi atau bahkan dapat menyebabkan
gangguan pada usus besar. Tambahan + ge"as air dari kebutuhan 6 ge"as air per hari
diper"ukan untuk mengim3bangi peningkatan konsumsi serat.
" e rhadap di ve r k ul i ti s
&ingkatnya waktu transit makanan dengan kandungan serat kasar yang re"atif tinggi
$uga di"aporkan mencegah penyakit di;ertiku"osis karena berkurangnya tekanan pada
dinding sa"uran pencernaan. &erat makanan tidak "arut 4=%5 sangat penting peranannya
da"am pencegahan disfungsi a"at pencernaan seperti konstipasi 4susah buang air besar5,
wasir, kanker usus besar dan infeksi usus buntu.
" erhadap kolorectal kan ker
Te"ah "ama di duga bahwa asupan serat yang tinggi dapat mengurangi risiko kanker
ko"on. Beberapa mekanisme efek pe"indungannya te"ah diketahui.
1. &erat meningkatkan ukuran feses dan menye"ubungi komponen penyebab kanker di
da"am feses.
+. &erat mempersingkat waktu "ewatnya sisa pencernaan pada sa"uran pencernaan sehingga
mengurangi paparan dinding usus terhadap karsinogen. 7khirnya, fermentasi serat
ter"arut o"eh bakteri menghasi"kan komponen yang protektif terhadap kanker ko"on.
9#ek #i siol ogi dari mikro #lora usus dan has il #ermentasi asam lemak rantai pendek
1. Berperan sebagai imunomodu"ator contoh penyerapan procarcinoma, menyerang se"
ma"ignan.
+. :enghambat pertumbuhan bakteri peptolitik.
/. :eningkatkan absorpsi minera".
4. :enurunkan into"eran dan a"ergi makanan.
5. :enghasi"kan nutrien 4komp"ek ;itamin5 dan en<im pencernaan.
#roses fermentasi dan produksi asam "emak rantai pendek akan menekan ko"oni dan
p) feca". Gang akan meng3hambat pertumbuhan organisme patogen. p) yang rendah akan
menurunkan degradasi peptida dan pembentukan <at toksik seperti ammonia, phenolic dan
penurunan akti;itas en<imatis. 7sam "emak rantai pendek akan masuk ke peredaran darah
dan menimbu"kan efek sistemik yang bermanfaat bagi perubahan metabo"isme g"ukosa dan
ko"estero".
" erhadap kolesterol darah
#engaruh serat pada kadar ko"estero" darah masih mengundang perdebatan dan
membingungkan. Beberapa $enis serat dapat menurunkan kadar ko"estero" darah, semen3
tara serat yang "ain tidak.
Berbagai pene"itian sampai dengan pertengahan tahun 1--03an menyimpu"kan
bahwa efek serat pada penurunan ko"estero" darah ada"ah sedang 4modest5. &a"ah satu ha"
yang memuncu"kan peran pangan yang berserat tinggi pada penurunan ko"estero" darah
ada"ah kenyataan bahwa pangan yang berserat tinggi ada"ah pangan yang mengandung
"emak $enuh dan ko"estero" pada kadar yang rendah.
Beberapa pene"itian membuktikan bahwa rendahnya kadar ko"estero" da"am darah
ada hubungannya dengan tingginya kandungan serat da"am makanan. &ecara fisio"ogis,
serat makanan yang "arut 4&%5 "ebih efektif da"am mereduksi p"asma ko"estero" yaitu :o;
&ensity :ipoprotein 4..5, serta meningkatkan kadar .igh &ensity :ipoprotein 4).5.
" erhadap berat badan < obesit as
:akanan dengan kandungan serat kasar yang tinggi $uga di"aporkan dapat
mengurangi berat badan. &erat makanan akan tingga" da"am sa"uran pencernaan da"am
waktu re"atif singkat sehingga absorpsi <at makanan berkurang. &e"ain itu, makanan yang
mengandung serat yang re"atif tinggi akan memberikan rasa kenyang karena komposisi
karbohidrat komp"ek bersifat menghentikan nafsu makan sehingga mengakibatkan
turunnya konsumsi makanan. :akanan dengan kandungan serat kasar re"atif tinggi
biasanya mengandung ka"ori rendah, kadar gu"a dan "emak rendah yang dapat membantu
mengurangi ter$adinya obesitas dan penyakit $antung.
" erhadap Jantung koroner
Beberapa pene"itian pada manusia te"ah menemukan hubungan terba"ik antara
asupan serat dan risiko #enyakit 9antung !oroner 4#9!5. Beberapa pene"iti menduga bahwa
serat mencegah #9! me"a"ui peran3nya da"am mencegah kegemukan, peng3gumpa"an darah
dan aterosk"erosis. #ene"iti "ain masih meragukan bahwa serat bukan faktor pe"indung yang
sebenarnya. :ereka beranggapan bahwa mengonsumsi makanan berserat tinggi merupakan
ciri dari gaya hidup dan po"a makan sehat yang berperan pada menurunnya risiko #9!.
!arena hubungan antara asupan serat yang tinggi dan penurunan risiko #9! be"um dapat
dipastikan sebagai akibat dari serat tertentu maka para ah"i mengan$urkan wa"aupun serat
dapat membantu agar orang $angan menekankan pada asupan serat untuk meminima"kan
risiko #9!.
" erhadap glukosa darah
&uatu pene"itian di 7merika membuktikan bahwa diet serat yang tinggi yaitu +5
gram'hari mampu memperbaiki pengontro"an gu"a darah, menurunkan peningkatan insu"in
yang ber"ebihan di da"am darah serta menurunkan kadar "emak darah.
iabetes me"itus ada"ah suatu kondisi di mana kadar gu"a da"am darah "ebih tinggi
dari norma" 4norma"8 60 mg'd" sampai 145 mg'd"5. :ekanisme serat yang tinggi dapat
memperbaiki kadar gu"a darah yaitu berhubungan dengan kecepatan penyerapan makanan
4karbohidrat5 masuk ke da"am a"iran darah yang di kena" dengan /lycaemic !nde= 41=5. 1=
ini mempunyai angka dari 0 K 100. :akanan yang cepat di rombak dan cepat di serap
masuk ke a"iran darah mempunyai angka 1= yang tinggi sehingga dapat meningkatkan
kadar gu"a darah. &eba"iknya, makanan yang "ambat di rombak dan "ambat di serap masuk
ke a"iran darah mempunyai angka 1= yang rendah sehingga dapat menurunkan kadar gu"a
darah.
Berbagai pene"itian sampai dengan tahun +00+, te"ah menun$ukkan bahwa serat
dapat memperbaiki respon g"ukosa darah dan indek insu"in. &erat kasar 4viscous #iber5
menghambat "ewatnya g"ukosa me"a"ui dinding sa"uran pencernaan menu$u pem3bu"uh
darah. #ara ah"i percaya bahwa perbaikan yang berarti pada pengenda"ian kadar gu"a darah
hanya dapat dicapai dengan pemberian sup"emen serat dosis tinggi secara hati3hati, ha" ini
tidak dapat dicapai dengan mengonsumsi makanan berserat tinggi.
Berdasarkan temuan baru ini, 7merican iabetes 7ssociation mem3perbarui
rekomendasi kecukupan serat per hari bagi penderita diabetes. *ekomendasi yang baru
menyatakan kecukupan serat pada penderita diabetes turun dari 40 gram men$adi +03/5
gram per hari 4tidak berbeda dengan kecukupan untuk orang yang bukan penderita
diabetes5.
" erhadap absorps i mineral
isamping memberikan manfaat ter3hadap kesehatan, serat makanan $uga te"ah
"ama diketahui sebagai penyebab ketidak tersediaan 4non,availability5 beberapa minera".
Te"ah terbukti bahwa serat makanan mempengaruhi ketidak tersediaan bio"ogis 4non,
bioavailability5 dan home3ostasis beberapa minera".
%akta i"miah mendukung bahwa pangan yang berserat tinggi memi"iki efek yang
"ebih menguntungkan dari pada sup"emen serat da"am pencegahan dan penanganan
penyakit kronik. Ha"aupun beberapa $enis sup"emen serat dapat berperan da"am
penanganan penyakit tertentu 4konstipasi kronik dan diabetes5, para ah"i "ebih
mengan$urkan untuk mengonsumsi pangan sumber serat dan seimbang dari pada
mengonsumsi sup"emen serat.
=. .A>A HID+ N,. NANO
TIDAK S+KA AEROBIK
De:%n%s%
7erobik berarti proses yang memer"ukan oksigen. )a" ini mengindikasikan bahwa
da"am proses aerobik, tubuh memer"ukan oksigen untuk mempercepat metabo"isme. &aat
me"akukan "atihan aerobik, paru3paru terisi penuh oksigen untuk ditransfer ke pembu"uh
darah. 9antung kemudian memompa darah beroksigen dan mengirimkannya ke semua otot
tubuh. arah beroksigen membantu kontraksi otot yang diiringi dengan diserapnya oksigen
o"eh otot. &emakin cepat kontraksi otot, semakin cepat ter$adi pembakaran "emak ber"ebih.
.atihan aerobik terdiri dari dua $enis yaitu .igh dan :o; !mpact erobic. .igh
!mpact erobic merupakan aerobik yang di"akukan dengan tempo cepat dan intensif.
:isa"nya,jogging, ber"ari, aerobik, bersepeda, dan "ain3"ain.
&edangkan :o; !mpact erobic, ada"ah aerobik yang di"akukan dengan intensitas
sedang. 9enis aerobik ini misa"nya $a"an kaki dan "atihan aerobik da"am air.
Man*aat 4atihan Aerobik
&a"ah satu keuntungan terbesar "atihan aerobik ada"ah memperbesar ukuran $antung
sehingga memudahkan $antung mengirim darah beroksigen ke se"uruh tubuh. !ondisi ini
akan mempercepat proses pembakaran ka"ori o"eh otot yang bermanfaat untuk men$aga
berat badan tetap terkontro".
.atihan aerobik $uga membantu mempertahankan sistem kekeba"an tubuh tetap
da"am kondisi baik sehingga menghambat kemuncu"an berbagai penyakit. Berikut ada"ah
bebarapa manfaat kesehatan "atihan aerobik.
1. .atihan aerobik merupakan bentuk "atihan kardio;asku"ar yang membantu membuat
$antung men$adi "ebih kuat. &aat me"akukan aerobik, $antung memproses "ebih
banyak oksigen dan meningkatkan kekuatan pemompaan darah.
+. .atihan aerobik membuat $antung mencapai kebugaran fisik yang "ebih baik dengan
memper"ambat denyut $antung istirahat men$adi sekitar 60 detak per menit.
/. .atihan aerobik secara teratur membantu mengurangi ko"estero" da"am arteri dan
dengan demikian memper"ancar sirku"asi darah.
4. .atihan aerobik berguna untuk membakar ke"ebihan "emak sehingga mengurangi
resiko berbagai penyakit terutama yang berkaitan dengan obesitas.
5. .atihan aerobik meningkatkan B:* 4Basa" :etabo"ic *ate5 bahkan ketika tubuh
berada da"am kondisi istirahat.
6. .atihan aerobik efektif mengurangi ko"estero" $ahat atau .. 4.ow3ensity
.ipoprotein5 da"am darah.
7. .atihan aerobik membantu menurunkan tekanan darah hingga mencapai batas
norma"nya.
(. .atihan aerobik membuat tubuh "ebih f"eksibe" sehingga mengurangi kemungkinan
cedera otot.
-. .atihan aerobik membuat tubuh "ebih berotot, "incah, dan "ebih ramping.
10. .atihan ini $uga membantu menghi"angkan stres. 7drena"in dan endorfin yang
dihasi"kan se"ama "atihan aerobik membuat suasana hati men$adi "ebih kondusif.
.atihan aerobik umumnya mu"ai menun$ukkan hasi" sete"ah sekitar 4 minggu.
Namun, perubahan pada tubuh secara umum akan mu"ai ter"ihat sete"ah tiga sampai empat
bu"an. .atihan aerobik seperti $oging atau bersepeda efektif memompa "ebih banyak
oksigen ke otot dan dengan demikian membakar ka"ori "ebih cepat. =ringi rutinitas "atihan
aerobik dengan asupan diet seimbang untuk mendapatkan hasi" yang optima".
MAKAN?MAKANAN SEA FOOD
De:%n%s%
Boga bahari, makanan "aut atau hidangan "aut 4b a h a sa =n ggris8 seafood5 ada"ah
sebutan untuk mak a n a n b erupa h e w a n dan tu m buh a n "aut yang ditangkap, dipancing,
diambi" dari "aut m aupun hasi" budid a y a . Burung dan burung air yang terdapat di "aut tidak
termasuk ke da"am makanan "aut. i beberapa negara, isti"ah ]makanan "aut] $uga
mencakup mama"ia "aut, ikan dan kerang yang ditangkap atau dikumpu"kan n e "a y a n dari
a ir ta wa r 4d a n a u dan sun g a i5. :akanan "aut merupakan sumber prot e in , "em a k, ;i t a m i n,
dan m in e ra " 4s e n g , <at b e s i , s e "enium, ma g n e siu m , dan iod i u m 5.
!andungan yg terdapat pada sea*ood :
I&an
=kan ada"ah sumber terbaik asam "emak Dmega3/, yang dapat me"indungi kesehatan
$antung. Bahkan ada pene"itian yang menun$ukkan bahwa Dmega3/ dapat
me"indungi kesehatan mata.
+*an)
:emi"iki kadar Pitamin B1+ yang tinggi, diper"ukan untuk pembe"ahan se" dan
minera" se"enium guna me"indungi fungsi sistem kekeba"an tubuh dan fungsi tiroid.
C$"%?/$"%
Eumi3cumi $uga kaya akan Dmega3/, protein, ;itamin B, iodium dan berbagai
minera". !andungan tembaga pada cumi3cumi baik untuk pembentukan se" darah
merah.
Ke#%(%n)
!endati memi"iki ni"ai ka"ori yang rendah, hanya 1+( ka"ori per 100 gram, kepiting
$uga kaya akan protein, asam "emak omega3/, serta aneka minera" penting, seperti
kromium, ka"sium, tembaga dan seng.
T%!a"
Tiram $uga banyak mengandung protein, omega3/ dan seng, serta rendah ko"estero".
!aya akan asam amino tirosin yang membantu meningkatkan suasana hati dan
mengatur kadar stress.
R$"#$( la$(
Tanaman "aut ini kaya akan kandungan protein, ;itamin c, seng dan yodium.
!andungan karbohidrat komp"ek yang terdapat di da"am rumput "aut akan
membantu
kita mempero"eh energi, sementara kandungan serat yang tinggi akan membuat rasa
kenyang "ebih "ama, dan baik bagi pencernaan.
Man*aat sea*ood
Ren*ah le"a&8
&a"ah $ika 7nda menyangka ka"au seafood mengandung banyak "emak, karena
kenyataannya ma"ah rendah "emak. &ehingga 7nda tidak per"u khawatir berat badan akan
bertambah $ika mengonsumsi seafood.
!o(e%n 8
&eafood seperti sa"mon, makare" memi"iki kadar omega3/ asam "emak yang tinggi.
engan omega3/ maka dapat membantu 7nda memi"iki $antung yang sehat.
V%(a"%n *an M%ne!al8
&eperti yang te"ah disebutkan diatas &eafood tak hanya mengandung protein tapi
$uga ;itamin dan minera" yang sangat banyak, apa"agi bi"a da"am mengo"ah tidak digoreng
tapi di bakar, maka ni"ai gi<i dan nutrisinya akan "ebih bahnyak.&eafood ini $uga dipercaya
sebagai mak a n a n yang "ebih baik kadar nutrisinya dibandingkan dengan daging atau te"ur.
Men$!$n&an Ka*a! Le"a& @en$h6
=kan sa"mon sangat baik karena mengandung asam Dmega3/ yang bisa menurunkan
.. dan trigiseri"da serta meningkatkan ).. &a"mon mengandung 0#7 dan )7 yang
baik untuk kesehatan $antung.
The 7merican )eart 7ssociation merekomendasi pa"ing tidak dua porsi per minggu untuk
mendapatkan manfaat maksima". &e"ain sa"mon, ikan tuna, trout, sarden, makere", dan
hering $uga baik.
en)ha"'a( le"a& 7aha(8
!epiting, udang, dan "obster yang tergabung da"am $enis crustacea ternyata dikena"
ampuh mengatasi kegemukan. *ahasianya ada pada <at turunan kitin atau serat khusus
yang
dihasi"kan dari bagian ku"itnya. &erat ini merupakan rangkaian mo"eku" karbohidrat yang
mampu menghambat penyerapan "emak o"eh tubuh. &aat udang masuk ke da"am perut,
serat yang dikandungnya akan membentuk ge" dan mengikat banyak <at seperti "emak,
ko"estero" $ahat, dan g"ukosa. Yat yang berhasi" diikat o"eh serat ini akan segera dike"uarkan
dari da"am tubuh bersama dengan kotoran "ain sehingga berat badan tak akan bertambah.
!onsumsi da"am $um"ah yang tepat diyakini bisa memperbaiki kesehatan serta kiner$a usus.
Ken,an) le'%h la"a8
&aat diet, tubuh 7nda memer"ukan banyak nutrisi. =ni bisa 7nda dapatkan dengan
mengonsumsi seafood. Toh, seafood bukan hanya udang, cumi, dan kerang, me"ainkan $uga
ikan "aut yang kaya nutrisi dan memberi efek kenyang "ebih "ama.
Bahaya Sea*ood
+*an)
Bi"a memakan seafood dan mengkonsumsi ;itamin c, dapat menyebabkan efek yang
berbahaya men$adi tubuh sa"ah satunya udang. udang itu mengandung ^7rsenic #ento,ide^
47s+D55 dan bi"a sete"ah makan udang kita mengkonsumsi ;itamin c, Ter$adi"ah ]*eaksi
!imia] di da"am perut yang membuat ^7rsenic #ento,ide^ 47s+D55 berubah men$adi
7rsenic Trio,ide 47s+D/5 yang sangat beracun dan dapat menyebabkan kematian.
!erang
!erang merupakan hewan yang mempero"eh makanannya mirip seperti penyedot
debu. !erang akan menyantap'menyedot apa sa$a yang ada didekatnya tanpa adanya fi"ter
untuk memi"ah apakah makanan yang disedotnya itu mengandung <at berbahaya atau tidak.
:akanya, berbagai <at yang ada di da"am tubuh kerang sifatnya campur aduk, termasuk
dida"amnya "ogam berat yang sangat berbahaya ka"au sampai masuk ke da"am tubuh
manusia baik "angsung ataupun tidak. 7kumu"asi $um"ah "ogam di da"am tubuh kerang
yang kemudian berpindah ke da"am tubuh manusia tentunya sangat membahayakan
kesehatan. &e"ain "ogam berat, kerang $uga berpotensi mengandung racun karena nutrisi
untuk hidup hewan ini me"iputi fosfat yang ber"impah dan nitrogen yang mana kedua <at
tersebut berasa" dari "imbah rumah tangga.
Me!&$!%
a"am beberapa tahun terakhir, karena adanya degradasi anthropogenik, kandungan
merkuri yang tinggi pun kerap ditemukan pada ikan dikarenakan pabrik3pabrik industry
membuang "imbah pabriknya ke "aut. )a" itu dapat menyebabkan p"ethora atau masa"ah
kesehatan dengan masuknya cairan berbahaya ke da"am tubuh me"a"ui a"iran darah
sehingga berdampak pada sistem syaraf, sistem pencernaan, sistem pernapasan, dan gin$a".
!Dnsumsi merkuri da"am $angka pan$ang dapat menyebabkan kerusakan permanen pada
otak dan gin$a". 7pa"agi, yang pa"ing berisiko terkena dampak merkuri ada"ah bayi dan
anak3anak. :aka itu, penting bagi ibu hami" dan anak3anak untuk men$auhkan diri dari
makanan yang mungkin mengandung merkuri.
8. ASAM LEMAK ESENSIAL DAN NON ESENSIAL
De*inisi
yang termasuk asam "emak ada"ah asam "emak esensia" dan asam "emak non3
esensia" da"am makanan kita setiap hari. dan beberapa asam "emak tersebut memi"iki
kemampuan untuk menurunkan resiko penyakit kronis. asam "emak yang memi"ik
kemampuan bioaktif seperti itu secara umum ditemukan di da"am pada asam "emak tidak
$enuh tungga" 4:2%75 dan omega tiga da"am bentuk asam "emak tidak $enuh ganda
4#2%75.
:inyak <aitun ada"ah sa"ah satu contoh makanan yang kaya akan kandungan asam
"emak tidak $enuh tungga", yang marak kita kena" bahwa minyak <aitun memi"iki khasiat
untuk menurunkan kemuncu"an penyakit kronis. se"ain itu, minyak <aitun $uga kaya akan
;itamin 0 yang $uga memi"iki khasiat yang "uar biasa da"am men$aga kesehatan tubuh kita.
&e"ain itu, sa"ah satu sumber asam "amak yang kaya akan omega tiga asam "emak
tidak $enuh ganda ada"ah ikan. sa"ah satu pene"itian yang baru3baru ini di"akukan
menyebutkan bahwa konsentrasi sumber omega tiga terbanyak ada"ah pada sedikit "endir di
be"akang mata ikan. dengan mengonsumsi ikan yang kaya akan omega tiga ini akan
memberikan per"indungan tubuh terhadap penyakit $antung koroner, katarak, depresi,
penyakit imunitas, dan kanker. dengan demikian, sa"ah satu cara memenuhi kebutuhan
tubuh akan "emak sebaiknya dengan meningkatkan konsumsi terhadap daging ikan.
an per"u diingat, dengan mengonsumsi "emak da"am $um"ah yang besar akan
memberikan asam "emak yang memi"iki strukrur trans, da"am pengonsumsian "emak
teratur dibutuhkan se$um"ah asam "emak da"am bentuk isomer3cis$ tetapi da"am proses
hidrogenasi
ada kemungkinan asam "emak berubah men$adi trans. da"am beberapa pene"itian
menun$ukkan bahwa "emak trans akan memberikan dampak negatif terhadap kesehatan
kita, karena asam "emak trans memi"iki kemampuan untuk menaikkan ko"estero" ..,
menurunkan )., dan memicu muncu"nya penyakit $antung koroner dan perkembangan
kanker, karena itu, sangat penting untuk mengetahui cara penya$ian makanan yang tepat.
A. METABOLISME HEME ORIFRIN
0emoglobin
)emog"obin ada"ah meta"oprotein 4protein yang mengandung <at besi5 di da"am se"
darah merah yang berfungsi sebagai pengangkut oksigen dari paru3paru kese"uruh
tubuh,pada mama"ia dan hewan "ainnya. )emog"obin $uga pengusung karbon dioksida
kemba"i menu$u paru3paru untuk dihembuskan ke"uar tubuh. :o"eku" hemog"obin terdiri
dari g"obin, apoprotein,dan empat gugus heme, suatu mo"eku" organik dengan satu atom
besi.
:utasi pada gen protein hemog"obin mengakibatkan suatu go"ongan penyakit
menurun yang disebut hemog"obinopati, diantaranya yang pa"ing sering ditemui ada"ah
anemia se" sabit dan ta"asemia.
Struktur
#ada pusat mo"eku" terdapat cincin heterosik"ik yang dikena" dengan porfirin yang
menahan satu atom besiM atom besi ini merupakan situs'"oka ikatan oksigen. #orfirin yang
mengandung besi disebut heme. Nama hemog"obin merupakan gabungan dari heme dan
g"obinM g"obin sebagai isti"ah generik untuk protein g"obu"ar. 7da beberapa
protein mengandung heme, dan hemog"obin ada"ah yang pa"ing dikena" dan pa"ing banyak
dipe"a$ari.
8ugus heme
#ada manusia dewasa, hemog"obin berupa tetramer 4mengandung 4 subunit
protein5, yang terdiri dari masing3masing dua subunit a"fa dan beta yang terikat secara
nonko;a"en.
&ubunit3subunitnya mirip secara struktura" dan berukuran hampir sama. Tiap subunit
memi"iki berat mo"eku" kurang "ebih 16,000 a"ton, sehingga berat mo"eku" tota"
tetramernya men$adi sekitar 64,000 a"ton. Tiap subunit hemog"obin mengandung satu
heme, sehingga secara kese"uruhan hemog"obin memi"iki kapasitas empat mo"eku" oksigen8
*eaksi bertahap8
M5)AB+46SM5 B64619B6N
!eterangan
1. (03(5B terbentuk dari pemecahan eritrosit tua da"am sistem monosit3makrofag 4rata3rata
masa hidup eritrosit ada"ah 1+0 hari5. 153+0B terbentuk dari pemecahan eritrosit
immatur da"am sumsum tu"ang.
+. )emog"obin dipecah men$adi g"obin dan heme. 1"obin akan digunakan "agi untuk
sintesis protein baru, sedangkan heme dipecah 4me"epaskan %e dan ED5.
/. #igmen heme o"eh heme oksigenase diubah men$adi bi"i;erdin.
4. Bi"i;erdin menga"ami reduksi o"eh en<im reduktase men$adi bi"irubin tak terkon$ugasi.
5. BTT berikatan dengan a"bumin dan ditranspor me"a"ui darah ke hati.
6. i da"am hati, metabo"isme bi"irubin ber"angsung da"am / "angkah 8
#engambi"an BTT o"eh se" hati dengan bantuan + protein hati 4protein
"igandin5, yang diberi simbo" sebagai protein G dan Y\ !on$ugasi BTT
dengan asam g"ukoronat, yang dikata"isis o"eh en<im g"ukoroni" transferase,
da"am retiku"um endop"asma
Transpor bi"irubin terkon$ugasi ke da"am sa"uran empedu me"a"ui suatu
proses aktif
7. BT dibawa ke usus me"a"ui a"iran empedu.
(. a"am ko"on, bakteri usus mereduksi BT men$adi urobi"inogen dan sterkobi"inogen.
-. &terkobi"inogen diekskresikan da"am feses, sedangkan urobi"inogen direabsorpsi kemba"i
o"eh mukosa usus. 2robi"inogen masuk ke da"am sirku"asi darah, sebagian besar
dikemba"ikan ke hati 4sik"us enterohepatik5, &ebagian keci" mencapai gin$a" dan
diekskresi bersama urine.
!o"estero"
Kolesterol merupakan salah satu senyawa kimia golongan lipid atau
lemak yang terdapat dalam makanan dan tubuh kita. Kolesterol dalam
tubuh dibagi menjadi dua yaitu kolesterol HDL dan kolesterol LDL yang
membuat endapan dan menyumbat arteri. Sumber kolseterol ada dua,
yaitu kolesterol eksogen yang berasal dari makanan yang kita makan,
dan kolesterol endogen yang dibuat di dalam sel tubuh terutama hati. Di
dalam tubuh, kolesterol bersama dengan fosfolipid, terutama digunakan
untuk membentuk membrane sel dan membran organ-organ yang
berada di dalam tubuh (atmah, !"#"$. Kolesterol sangat larut dalam
lemak tetapi hanya sedikit yang larut dalam air, dan membentuk ester
dengan asam lemak. Kolesterol merupakan produk metabolisme hewan
sehingga terdapat banyak pada makanan yang berasal dari hewan
seperti kuning telur, daging, hati, dan otak (%urray, !""&$
Kolesterol darah yang berlebihan ini dapat menyebabkan penyempitan
dan penyumbatan pembuluh darah yang kemudian dapat menyebabkan
penyakit jantung. Kadar normal untuk kolesterol adalah sekitar #'"-#("
mg)#"" mL darah. *kan tetapi, ada pula yang menyatakan bahwa !!"
mg) #""mL darah masih termasuk normal. +ila kadar kolesterol melebihi
!!" mg dan men,apai !-"mg) #"" mL darah, maka kemungkinan
mendapat serangan jantung menjadi dua kali lipat. +ila kadarnya
men,apai &"" mg) #""mL darah, maka risiko serangan jantung menjadi
lima kali lipat (%auri,e, !"".$.
Sedikit lebih dari separuh jumlah kolesterol tubuh berasal dari sintesis
(sekitar -"" mg)hari$, dan sisanya berasal dari makanan sehari-hari.
/ada manusia, hati menghasilkkan kurang lebih #"0 dari total
sintesis, sementara usus sekitar #"0. /ada hakekatnya, semua
jaringan yang mengandung sel-sel berinti mampu menyintesis
kolesterol. raksi mikrosomal (reti,ulum endoplasma$ dan sitosol sel
terutama bertanggung jawab atas sintesis kolesterol. %inyak
alami yang mengandung asam lemak tak jenuh majemuk dengan
proporsi tinggi men,akup minyak bunga matahari, biji kapas, jagung
dan kedelai, sementara minyak 1aitun mengandung asam lemak tak
jenuh tunggal dengan konsentrasi yang tinggi. Sebaliknya, lemak
mentega serta lemak hewan dan minyak kelapa sawit
mengandung asam lemak jenuh dengan jumlah yang besar (%ayes,
!""&$. Kolesterol darah yang normal terdiri dari 2
Kolesterol total 3 !""
mg)dl Kolesterol HDL &' 4 .'
mg)dl Kolesterol LDL 3 #'"
mg)dl
5rigliserida 3 !""
mg)dl
6atio kolesterol total 2 kolesterol
HDL 3 '
%enurut %auri,e (!"".$, kadar kolesterol dalam darah sangat
tergantung pada beberapa hal, yaitu 2
#. /eningkatan jumlah kolesterol yang dimakan setiap hari. *kan
tetapi, perlu diingat bahwa peningkatan konsumsi hanya dapat
mengubah kadar kolesterol dalam darah hingga &"0, karena bila kita
mengkonsumsi kolesterol, maka produksi kolesterol dalam tubuh akan
diturunkan se,ara otomatis.
!. Diet yang mengandung lemak jenuh dapat meningkatkan kadar
kolesterol hingga #'-!'0. Hal ini disebabkan oleh meningkatnya
pengendapan lemak dalam hati.
&. %akan lemak tak jenuh dalam jumlah banyak akan menurunkan
kadar kolesterol
dari ringan sampai
moderat.
7. /ada penderita ken,ing manis, kadar kolesterol akan meningkat
karena pengaruh mobilisasi lemak dalam tubuh.
'. /ada penderita gangguan fungsi ginjal, kadar kolesterol akan
meningkat karena
menurunnya pembuangan lemak dari dalam
tubuh.
Kelebihan kolesterol dalam tubuh terutama berkaitan dengan
aterosklerosis, yaitu pengendapan lemak dalam dinding pembuluh
darah sehingga distensibilitas pembuluh darah menurun. +ila endapan
lemak ini menyumbat pembuluh darah koroner di jantung, maka
penyumbatan ini dapat menyebabkan penyakit jantung. Hingga saat ini
penyakit jantung koroner merupakan penyebab kematian tertinggi di
8ndonesia.
%enurut %auri,e (!"".$, terdapat beberapa makanan yang dapat
menurunkan kadar kolesterol 2
#. +awang putih. Konsumsi bawang putih setengah sampai satu
suing sehari
selama kontinu selama satu bulan mampu menurunnkan kolesterol
sebanyak (0. +ila mengkonsumsi 9& siung) hari akan menyebabkan
diare, kentut, dan demam, bahkan bisa memun,ulkan perdarahan
lambung.
!. 5empe. /ada tempe terdapat niasin dan iso:a;on yang dapat
menurunkan
kolester
ol
&. 5eh. 5eh mengandung <=>= (epigallo,ate,hin gallate$ yang dapat
men,egah per,epatan oksidasi kolesterol LDL (kolesterol jahat$ yang
menyebabkan pengurangan risiko penyumbatan pembuluh darah
penyebab penyakit jantung.
7. *nggur. *nggur mengandung 1at ,ate,hin yang sangat baik dalam
menurunkan kolesterol.
'. *pel. Sebaiknya saat memakan apel, kulitnya juga dikonsumsi
karena di kulit ini terdapat kandungan pe,tin (serat untuk menurunkan
kadar kolesterol$ dan antioksidan paling banyak.
.. *lpukat. *lpukat mengandung asam lemak tak jenuh yang
baik untuk
menurunkan kolesterol
jahat.
-. 8kan. 8kan sangat kaya asam lemak tak jenuh (omega-&$ yang dapat
men,egah terjadinya pengumpulan keeping-keping darah yang
mengakibatkan penyumbatan
pembuluh darah. 8kan air tawar kaya akan karbohidrat dan protein,
sedangkan ikan laut kaya akan lemak tak jenuh.
DAFTAR
PUSTAKA
atmah. !"#". Gizi Usia Lanjut. <rlangga. ?akarta
%auri,e, <., et. al. !"".. !"#$n %ut$iti!n in &#a't( an" Dis#as#.
Lippin,ott
@illiams and @ilkins, AS*
%ayes, /.*. !""&. )i!*i+ia &a$,#$. Kedokteran <=>. ?akarta
%urray, 6.K., Daryl K.=., /eter *.%., Bi,tor @.6. !""&. )i!*i+ia
&a$,#$. <=> /enerbit +uku Kedokteran. ?akarta
1 Pengangkutan 4ipid 5ksogen
T!%as%l)l%se!ol; &ole(e!ol es(e!; :os:ol%#%* *an &oles(e!ol ,an) *%se!a# &h$s$s *a!%
sal$!an /e!na "a$#$n ,an) *%s%n(es%s $s$s sen*%!% se'a)%an 'esa! a&an *%!a&%(
'e!sa"a *en)an a#o#!o(e%n A -a#o A0 *a!% a#o B?48 "e"'en($& &%lo"%&!on nasen
*an *%&el$a!&an &e s%s%(e" l%"#a(%& $s$s $n($& selan7$(n,a "e"as$&% s%s(e"
#e!e*a!an *a!ah. -10 Be!&a( %n(e!a&s% *en)an HDL; (e!7a*% #e!#%n*ahan se'a)%an
a#o C *an a#o E *a!% &$l%( HDL &e&$l%( &%lo"%&!on nasen *an (e!'en($&lan
&%lo"%&!on ,an) "a(an). -20 &%lo"%&!on (e!$s 'e!se*a! *%*ala" s%!&$las% *an
sesa"#a%n,a *% #e"'$l$h &a#%le! l%#o#!o(e%n %n% 'e!(e"$ *en)an enB%" l%#o#!o(e%n
l%#ase -LL0 ,an) "ele&a( #a*a en*o(en &a#%le!. EnB%" %n% 'e!sa"a *en)an a#o C?2
se'a)a% &o :a/(o!n,a "en)h%*!ol%s%s (!%as%l)l%se!ol ,an) *%an)&$( *ala" %n(%
&%lo"o&!on; "en)has%l&an asa" le"a& *an )l%se!ol. Asa" le"a& se)e!a 'e!*%:$s%
"as$& &e*ala" 7a!%n)an ,an) *%la,an% &a#%le! ,an) 'e!san)&$(an. .l%se!ol; *an 7$)a
se'a)%an asa" le"a& ,an) (a& se"#a( 'e!*%:$s%; 'e!e*a! (e!$s 'e!sa"a *a!ah.
A&%'a( h%*!ol%s%s ,an) (e!$s "ene!$s "$a(an (!%as%l)l%se!ol 'e!&$!an) *an %n(%
&%lo"%&!on "en,$s$(. en,$s$n %n(% "en,e'a'&an &$l%( "en7a*% &en*o! *an
se'a)%an *%an(a!an,a (e!le#as $n($& *%(a"#$n) oleh HDL a(a$ "e"'en($& HDL
nasen. Men,$s$(n,a %n(% *an 'e!&$!an)n,a &$l%( "en,%sah&an #a!(%&el l%#o#!o(e%n
,an) le'%h &e/%l *en)an &an*$n)an (!%as%l)l%se!ol *an *%&enal se'a)a% s%sa &%lo"%&!on
-cylomikron remnant0. -50 s%sa &%lo"%&!on (e!le#as *a!% &a#%le! *an 'e!e*a! &e"'al%.
A#o E *% #e!"$&aan #a!(%&el s%sa &%lo"%&!on ,an) (e!#a#a! se1a&($ &%lo"%&!on
*%h%*!ol%s%s oleh LL &%n% s%a# $n($& 'e!%&a(an *en)an !ese#(o!n,a. A#o E %n%
'e!:$n)s% se'a)a% l%)an* ,an) *a#a( 'e!%&a(an *en)an !ese#(o! a#o E -!ese#(o!
renant0 *an !ese#(o! a#o B?100; E-!ese#(o! LDL0 ha(%. Den)a (e!%&a(n,a #a*a
!ese#(o!n,a #a!(%&el s%sa &%lo"%&!on "ene"#el *an *%a"'%l se/a!a in tato oleh ha(%.
-40 *%*ala" o!)an %n%; &oles(e!ol es(e! *an s%sa (!%as%l)lese!ol ,an) *%'a1a "as$&
'e!sa"a #a!(%&el s%sa &%lo"%&!on &e"$*%an *%h%*!ol%s%s "as%n)?"as%n) "en7a*% asa"
le"a& *an )l%se!ol.
$ Pengangkutan 4ipid 5ndogen
Ha(% a*alah o!)an $(a"a #e"'en($& l%#%* en*o)en. Se7$"lah 'esa!
(!%as%l)l%se!ol; &oles(e!ol es(e!; :os:ol%#%*; &oles(e!ol; a#o B 100; a#o C *an a#o E ,an)
(e!*a#a( *% *ala" ha(% *%!a&%( "e"'en($& VLDLnasen *an *%&el$a!&an &e s%s(e"
#e!e*a!an *a!ah. In(e!a&s% *en)an HDL "en)a&%'a(&an #e!#%n*ahan se'a)%an a#o
C *an a#o E #en,$s$n &$l%( HDL &e &$l%( VLDLnasen; "ena"'ah a#o C *an a#o E
"en7a*% VLDL ,an) "a(an). Se(%'an,a *% &a#%le! 7a!%n)an; (!%as%l)l%se!ol *% *ala"
%n(% VLDL *% h%*!ol%s%s oleh l%#o#!o(e%n l%#ase *en)an 'an($an &o:a&(o! a#o C?2;
"en)has%l&an asa" le"a& *an )l%se!ol. Asa" le"a& 'e!*%:$s% "e"as$&% 7a!%n)an;
sen*an)&an )l%se!ol *an se'a)%an &e/%l asa" le"a& (e!$s 'e!e*a! 'e!sa"a
*a!ah.se#e!(% #a*a #en)an)&$(an l%#%* e&so)en; h%*!ol%s%s "en)a&%'a(&an %n(% VLDL
"en,$s$(n*an se'a)%an &$l%(n,a; len)&a# *en)an a#o C n,a; (e!le#as $n($n) *%
(a"#$n) oleh HDL. Den)an #e!%s(%1a?#e!%s(%1a (e!se'$( VLDL 'e!$'ah "en7a*%
Cs%sa VLDLC ,an) *%&enal se'a)a% intermediate density lipoprotein =IDL0. Se'a)%an
'esa! IDL "en)ala"% h%*!ol%s%s le'%h lan7$( seh%n))a (!%as%)l%se!oln,a se"a&%n
'e!&$!an) *an %n(%n,a se"a&%n "en,$s$(; *an 'e!$'ahlah l%#o#!o(e%n %n% "en7a*%
LDL. Melal$%
a#o B?100 se'a)%an l%)an; LDL 'e!%&a(an *en)an !ese#(o! a#o B100; E - !ese#(o!
LDL
0 *% ha(% -=0 D 0 *an *% 7a!%n)an e&s(!ahe#a(%& -50 D0 $n($& *%a"'%l oleh 7a!%n)an?
7a!%n)an (e!se'$(. se'a)%an IDL le#as *an 'e!e*a! (an#a 'e!$'ah "en7a*% LDL; *an
*% a"'%l ha(% "elal$% #en)%&a(an oleh !ese#(o! a#o B?100; E.
5. S%n(es%s; #en)an)&$(an *an e&s&!es% &oles(e!ol
Koles(e!ol 'e!asal *a!% "a&anan *an '%os%n(es%s *ean)an 7$"lah ,an)
&$!an) le'%h sa"a. a*a ha&%&a(n,a; se"$a 7a!%n)an ,an) "en)an*$n) sel?sel
'e!%n(% "a"#$ "en,%n(es%s &oles(e!ol. Ase(%l Ko?A "e!$#a&an s$"'e! se"$a a(o"
&a!'on #a*a &oles(e!ol; '%os%n(es%s &oles(e!ol *%'a)% "en7a*% l%"a (aha# E -10
"e4alona(; ,an) "e!$#a&an sen,a1a ena" &a!'on; *%s%n(es%s *a!% ase(%l &o?A. -20
$n%( %so#!eno%*; *%'en($& *a!% "e4alona( *en)an "en)h%lan)&an CO2. -50 ena" $n%(
%so#!eno%*; "en)a*a&an &on*ensas% $n($& "e"'en($& %n(e!"e*%a(; s&$alen. -40
s&$ealen "en)ala"% s%&l%sas% $n($& "en)has%l&an sen,a1a s(!e!o%* %n*$&; ,a%($
%anos(e!ol. -80 &oles(e!ol *%'en($& *a!% %anos(e!ol se(elah "ele1a(% 'e'e!a#a (aha#
le'%h lan7$(; (e!"as$& "en)h%lan)n,a (%)a )$)$s "e(%l.
S%n(es%s &oles(e!ol *%&en*al%&an oleh !e)$las% HM. Ko?A !e*$&(ase; (e!*a#a(
"e&an%s"e $"#an?'al%& ,a%($; HM. Ko?A !e*$&(ase *% ha(% *%ha"'a( oleh
"e4alona( ,an) "e!$#a&an %n(e!"e*%a( *an oleh &oles(e!ol ,an) "e!$#a&an #!o*$&
$(a"a l%n(asan (e!se'$(. Inh%'%s% lan)s$n) enB%" (e!se'$( oleh &oles(e!ol (%*a& *a#a(
*%#e!a)a&an (e(a#% &oles(e!ol a(a$ "e(a'ol%(n,a "%sal s(e!ol; (e!o&s%)enas%. S%n(es%s
&oles(e!ol 7$)a *%ha"'a( oleh LDL?&oles(e!ol ,an) *%a"'%l le1a( !ese#(o! LDL.
Koles(e!ol *%an)&$( an(a! 7a!%n)an #a*a l%#o#!o(e%n #las"a *an #!o#o!s%
(e!'esa! &oles(e!ol (e!*a#a( *ala" LDL. Koles(e!ol "a&anan "e"'$($h&an 1a&($
$n($& 'e'e!a#a ha!% $n($& "en)%"'an)% &oles(e!ol *ala" 7a!%n)an. Sen,a1a %n%
'e!/a"#$! *en)an &oles(e!ol ,an) *%s%n(es%s *% $s$s *an &e"$*%an *%sa($&an
&e*ala" &%lo"%&!on.
Koles(e!ol "e"as$&% ha(% *an *%e&s&!es%&an &e*ala" e"#e*$ se'a)a%
&oles(e!ol a(a$ asa" -)a!a" e"#e*$0. Se7$"lah 'esa! &oles(e!ol ,an) *% se&!es%&an
&e *ala" e"#e*$ a&an *% !ea'so!#s% *an *% ,a&%n% 'ah1a se&$!an)?&$!an)n,a
se'a)%an &oles(e!ol ,an) "e!$#a&an sen,a1a s(e!ol 4eses *a!% "$&osa %n(es(%nal.
Se7$"lah 'esa! e&s&!es% )a!a" e"#e*$ a&an *% !ea'so!#s% &e"'al% &e *ala"
s%!&$las% #o!(a; *% a"'%l oleh ha(% *an *% e&s&!es%&an &e"'al% &e *ala" e"#e*$.
e!%s(%1a %n% *%&enal
se'a)a% s%!&$las% en(e!o he#a(%&.
DAFTAR +STAKA
K. M$!!a,; !o'e!( *&&. 2005. Biokimia 0ar;er @a&a!(a6 E.C
EN.ERTIAN KOLESTEROL
!o"estero" merupakan sa"ah satu bagian dari "emak. !o"estero" tidak
mengandung asam "emak, namun inti stero"nya disintesis dari hasi" degradasi
mo"eku" asam "emak, sehingga sifat fisika dan kimianya sama dengan "emak.
!o"estero" merupakan bahan yang menyerupai "i"in, sekitar (0B dari ko"estero"
diproduksi o"eh "i;er dan se"ebihnya didapat dari makanan yang kaya akan
kandungan ko"estero" seperti daging, te"ur dan produk berbahan dasar susu. ari
segi kesehatan, ko"estero" sangat berguna da"am membantu pembentukan hormon
atau ;itamin , dapat memecah karbohidrat dan protein, membantu pembentukan
"apisan pe"indung disekitar se" syaraf, membangun dinding se", pe"arut ;itamin
4;itamin 7, , 0, !5 dan pada anak3anak dibutuhkan untuk mengembangkan
$aringan otaknya.
.a"'a! 2.1 S(!$&($! K%"%a Koles(e!ol
&truktur ko"estero" terdiri atas 8 satu stero" yang mempunyai 4 cincin hidrokarbon dengan (
karbon
rantai samping, gugus hidroksi" pada atom E nomor / posisi b
4 ww w .p ub" ic .i a s t a t e . e du 5 .
.a"'a! 2.2 S%:a( en*o)en *an e&so)en &oles(e!ol
!o"estero" endogen ada"ah ko"estero" yang disintesis o"eh tubuh, dipengaruhi o"eh berbagai
faktor dida"am proses sintesisnya yaitu asam "emak $enuh, asam "emak tak $enuh, "ipoprotein.
!o"estero" eksogen berasa" dari makanan, didapat dengan mengkonsumsi se$um"ah ko"estero"
dida"am bahan pangan 4www. d h m c. o rg 5
ROSES BIOKIMIA KOLESTEROL
B%os%n(es%s Koles(e!ol
Biosintesis ko"estero" dapat dibagi men$adi 5 tahap, 415 sintesis me;a"onat,
suatu senyawa 13karbon, dari aseti"3!D7, 4+5 unit isoprenoid dibentuk dari
me;a"onat me"a"ui pe"epasan ED
+
, 4/5 enam unit isoprenoid mengadakan
kondensasi untuk membentuk senyawa antara skua"ena, 445 skua"ena menga"ami
sik"isasi untuk menghasi"kan senyawa steroid induk, yaitu "anostero", 455
!o"estero" dibentuk dari "anostero" sete"ah me"ewati beberapa tahap se"an$utnya,
termasuk pe"epasan / gugus meti".
Taha# 1. 7seti"3!o7 membentuk ):13!o7 dan me;a"onat. #ada
mu"anya, dua mo"eku" aseti"3!o7 berkondensasi membentuk asetoaseti"3!o7 dan
reaksi kondensasi ini dikata"isis o"eh en<im sitoso"ik tio"ase. 7"ternatif "ainnya
ber"angsung da"am hati, yaitu asetoasetat yang dibuat da"am mitokondria da"am
"intasan ketogenesis berdifusi keda"am sitoso" dan dapat diaktifkan men$adi
asetoaseti"3!o7 o"eh en<im asetoaseti"3!o7 sintase, dengan menggunakan 7T#
dan !o7. 7setoaseti"3!o7 berkondensasi dengan mo"eku" aseti"3!o7 se"an$utnya
untuk membentuk ):13!o7 dan reaksi kondensasi ini dikata"isis o"eh en<im
):13!o7 sintase. ):13!o7 diubah men$adi me;a"onat da"am proses reduksi +
tahap o"eh N7#) dengan dikata"isis o"eh en<im ):13!o7 reduktase, yaitu
suatu en<im mikrosoma" yang dianggap mengkata"isis tahap yang membatasi
kecepatan reaksi da"am "intasan sintesis ko"estero".
Taha# 2. :e;a"onat membentuk unit isoprenoid yang aktif. :e;a"onat
menga"ami fosfori"asi o"eh 7T# untuk membentuk beberapa senyawa
terfosfori"asi yang akut. engan bantuan reaksi dekarboksi"asi, terbentuk unit
isoprenoid yang aktif yakni isopenteni" difosfat.
Taha# 5. 0nam unit isoprenoid membentuk skua"en. &tadium ini me"iputi
kondensasi / mo"eku" isopenteni" difosfat untuk membentuk farnesi" difosfat.
#roses ini ter$adi "ewat isomerisasi senyawa isopenteni" difosfat yang me"iputi
pergeseran ikatan rangkap untuk membentuk dimeti"a"i" difosfat, yang diikuti o"eh
kondensasi dengan mo"eku" isopenteni" difosfat "ainnya, hingga terbentuk
senyawa3senyawa 103!arbon, yaitu gerani" difosfat. !ondensasi se"an$utnya
dengan isopenteni" difosfat membentuk farnesi" difosfat. ua mo"eku" farnesi"
difosfat berkondensasi pada u$ung difosfat da"am suatu reaksi yang me"ibatkan,
pertama3tama e"iminasi difosfat anorganik hingga terbentuk praskua"ena difosfat
dan kemudian diikuti o"eh reduksi dengan N7#) dengan e"iminasi radika"
pirofosfat anorganik sisanya. &enyawa yang dihasi"kan ada"ah skua"ena. .intasan
a"ternatif yang dikena" sebahai N#intasan 4&hunt5 trans3meti"g"utakonatO dapat
ditemukan. .intasan ini menge"uarkan dimeti"a"i" difosfat da"am $um"ah yang
bermakna 45B da"am hati sete"ah makan kenyang dan naik sampai //B da"am
hati pada keadaan "apar5 dan mengemba"ikannya "ewat trans3/ meti"g"utakonat3
!o7, men$adi ):13!o7. .intasan ini dapat memi"iki kemampuan regu"asi
terhadap kese"uruhan "a$u sintesis ko"estero".
Taha# 4. &kua"ena diubah men$adi "anostero". &kua"ena mempunyai
struktur yang sangat mirip dengan inti streoid. &ebe"um ter$adi penutupan cincin,
skua"ena diubah men$adi skua"ena +,/ epoksida o"eh en<im oksidase dengan
fungsi campuran dida"am retiku"um endop"asmik, yaitu en<im skua"ena
epoksidase. 1ugus meti" pada E
14
dipindahkan kepada E
1/
dan pada E
(
kepada
E
14
ketika ter$adi sirku"asi yang dikata"isis o"eh en<im oksidoskua"ena
"anostero"sik"ase.
Taha# 8. .anostero" diubah men$adi ko"estero". a"am tahap akhir ini,
yakni pembentukan ko"estero" dari "anostero", proses tersebut ber"angsung da"am
membran retiku"um endop"asmik dan me"iputi perubahan pada inti steroid serta
rantai samping 4)arper, +00/5.
ASETIL
KOA
COO
2 NADPH
COO
CH2
2ATP ATP
CO2
CH2
+
CH2
HMG - KOA
CH3 C OH C CH3
ASETOASETIL
CH3
C
OH REDUKTASE
(- KOLESTEROL)
CH2
PI
CH2
KOA
CH2
CH2OH
CH2
C = O
MEVALONAT
O P O P
SKOA
HMG - KOA
ISOPENTENIL PIROFOSFAT
(C5 = unit is!"#n)
2 Is!"#n $#"%n&#ns'si
GERANIL PIROFOSFAT (C())
C5 (unit Is!"#n)
FARNESIL PIROFOSFAT (C(5)
2 *'"n#si+
!i"*s*'t
$#",'$un,
KOLESTEROL
H'ti
K#+#n-'" #n&%"in
G'"'. #.!#&u
H".n st#"i&
LANOSTEROL
si%+'s#
SKUALEN (C/))
.a"'a! 2.5 @al$! e"'en($&an Koles(e!ol
Terbagi men$adi 5 tahap yaitu 8 Tahap 1, sintesis me;a"onat dari aseti"3!o7. Tahap +, unit
isoprenoid dibentuk dari me;a"onat me"a"ui pe"epasan ED+. Tahap /, enam unit isoprenoid
mengadakan kondensasi untuk membentuk senyawa antara skua"ena. Tahap 4, skua"ena
menga"ami sik"isasi untuk menghasi"kan senyawa steroid induk, yaitu "anostero". Tahap 5,
ko"estero" dibentuk dari "anostero" 4:arks U &mith, +0005.
Me(a'ol%s"e Koles(e!ol
!o"estero" yang berasa" dari makanan berupa ko"estero" bebas dan
ko"estero" ester. !o"estero" ester dihidro"isis o"eh ko"estero" esterase men$adi
ko"estero" yang berada da"am usus. !o"estero" diabsorpsi dari usus dan
dimasukkan ke da"am ki"omikron yang dibentuk di da"am mukosa, yang kemudian
diangkut menu$u hati. ari hati, ko"estero" dibawa o"eh P.. untuk membentuk
.. me"a"ui perantara =. 4!ntermediate &ensity :ipoprotein5. .. akan
membawa ko"estero" ke se"uruh $aringan perifer sesuai dengan kebutuhan. &isa
ko"estero" di perifer akan berikatan dengan ). dan dibawa kemba"i ke hati agar
tidak ter$adi penumpukan di $aringan. !o"estero" yang ada di hati akan
diekskresikan men$adi asam empedu yang sebagian dike"uarkan me"a"ui feses dan
sebagian asam empedu diabsorbsi o"eh usus me"a"ui ;ena porta hepatik yang
disebut dengan sik"us enterohepatik.
E&s&!es% Koles(e!ol
&ekitar setengah dari ko"estero" yang dike"uarkan dari tubuh dieksresi
da"am feses sete"ah diubah men$adi garam empedu. &isa diekskresi sebagai steroid
netra". &ebagian besar ko"estero" yang disekresi da"am empedu diserap kemba"i,
dan dianggap bahwa ko"estero" yang berperan sebagai pra<at untuk stero" feses
berasa" dari mukosa usus. !oprostano" ada"ah stero" utama da"am fesesM dibentuk
dari ko"estero" da"am usus bagian bawah o"eh bakteri yang ada di sana. &ebagian
besar ekskresi garam3garam empedu da"am empedu diserap kemba"i ke da"am
sirku"asi ;ena porta, diambi" o"eh hati, dan diekskresi kemba"i ke da"am empedu.
=ni dikena" sebagai s%!&$las% en(e!ohe#a(%&. 1aram3garam empedu yang tidak
diserap kemba"i, atau deri;at3deri;atnya, diekskresi da"am feses. 1aram3garam
empedu menga"ami perubahan yang di"akukan o"eh bakteri usus. !ecepatan
pembentukan asam3asam empedu dari ko"estero" da"am hati menurun o"eh infus
garam3garam empedu, menun$ukkan adanya mekanisme pengaturan umpan ba"ik
"ainnya dirintis o"eh hasi" suatu reaksi.
H+B+N.AN KOLESTEROL DEN.AN LIOROTEIN
.ipoprotein ada"ah komp"eks "ipid3protein yang me"iputi sebagian besar
trig"iserida dan ester ko"estero" yang dike"i"ingi o"eh fosfo"ipid dan protein.
.ipoprotein bertugas mengangkut "ipid dari tempat sintesisnya menu$u ke tempat
penggunaannya. 0ster ko"estero" dan trig"iserida dike"i"ingi o"eh fosfo"ipid,
ko"estero" non ester dan apoprotein.
2nsur3unsur "emak da"am darah terdiri atas ko"estero", trig"iserida,
fosfo"ipid dan asam "emak bebas. )anya seperempat dari ko"estero" yang
terkandung da"am darah berasa" "angsung dari sa"uran pencernaan yang diserap
o"eh makanan, sisanya merupakan hasi" produksi tubuh sendiri o"eh se"3se" hati.
.emak yang terdapat da"am makanan akan diuraikan men$adi ko"estero",
trig"iserida, fosfo"ipid dan asam "emak bebas pada saat dicerna da"am usus.
!eempat unsur "emak ini akan diserap dari usus dan masuk keda"am darah.
!o"estero" dan unsur "emak "ain tidak "arut da"am darah. 7gar dapat diangkut
da"am a"iran darah, ko"estero" bersama dengan "emak3"emak "ain 4trig"iserida dan
fosfo"ipid5 harus berikatan dengan protein untuk membentuk senyawa yang "arut
dan disebut dengan "ipoprotein.
Berdasarkan pada densitas "ipoprotein, komposisinya, ukurannya serta
mobi"itas e"ektroforesis maka "iporotein dapat dik"asifikasikan sebagai berikut8
1. !i"omikron
!o"estero" da"am makanan diserap dari mise" garam empedu ke da"am se"
epite" usus. !o"estero" ini, bersama dengan ko"estero" yang disintesis o"eh se",
dikemas da"am ki"omikron yang masuk keda"am darah me"a"ui "imfe. #rotein
utama pada ki"omikron ada"ah apoB34(. a"am "imfe dan darah, ki"omikron
mempero"eh apoE== dan apo0 dari ).. &ete"ah triasi"g"isero" ki"omikron dicerna
o"eh "ipoprotein "ipase da"am darah, sisa ki"omikron akan berikatan dengan
reseptor se" di hati dan menga"ami endositosis. Ter$adi pencernaan di da"am
"isosom, protein dan "emak diuraikan, asam "emak diputuskan dari ester
ko"estero", dan ko"estero" serta proses pencernaan sisa ki"omikron "ainnya
membentuk depot simpanan di da"am se" hati. Bertambahnya simpanan ko"estero"
bebas, pembentukan ko"estero" terhambat dan sintesis reseptor .. o"eh hepatosit
tertekan. 7kibatnya, karena reseptor diserap me"a"ui proses endositosis,
$um"ahnya di membran se" berkurang.
!i"omikron memi"iki densitas 0,-30,-4 g'm" dengan ukuran 7531000 nm
dan komposisinya terdiri dari mo"eku" trig"iserida (53-0B, ko"estero" 6B, protein
1B dan fosfo"ipid 5B. !i"omikron da"am p"asma akan menga"ami katabo"isme
o"eh en<im "ipase, dengan demikian maka ki"omikron akan menghi"ang dari
p"asma darah sete"ah berpuasa se"ama 1+314 $am.
.a"'a! 2.4 Nas%' K%lo"%&!on
!i"omikron dibentuk di se" epite" usus, disekresikan ke da"am "imfe, masuk ke da"am darah,
men$adi ki"omikron matang. i dinding kapi"er$ lipoprotein lipase 4.#.5 yang diaktifkan o"eh apo
E
==
mencerna triasi"g"isero" 4T15 pada ki"omikron men$adi asam "emak dan g"isero". 7sam "emak
47.5 dioksidasi atau disimpan da"am se" sebagai triasi"g"isero". &isa ki"omikron diserap hati
me"a"ui proses endositosis dengan bantuan reseptor. 0n<im "isosom mencerna sisa ki"omikron
resebut, dan membebaskan produk tersebut ke da"am sitoso" untuk penggunaan kemba"i o"eh se"
4:arks U &mith, +0005.
+. #re"ipoprotein3Q atau P.. 4Pery .ow ensity .ipoprotein5
&ete"ah dibentuk di hati, triasi"g"isero" kemudian dikemas bersama dengan
ko"estero" dari depot simpanan ko"estero", fosfo"ipid, dan apoB3100 men$adi
P.., yang kemudian disekresikan ke da"am darah. epot simpanan ko"estero"
da"am hati berasa" dari endositosis dan pencernaan "ipoprotein darah di da"am
"isosom atau biosintesis dari aseti" ko7. i da"am darah, ). memindahkan
apoE== dan apo0, serta ester ko"estero" ke P...
i da"am darah, P.. diubah men$adi =. me"a"ui digesti triasi"g"isero"
o"eh "ipoprotein "ipase. Triasi"g"isero" =. dapat menga"ami penguraian men$adi
.., atau =. dapat kemba"i ke hati sete"ah berikatan dengan reseptor di
permukaan se", yang kemudian diserap me"a"ui proses endositosis dan diuraikan
o"eh en<im "isosom. 7sam "emak, asam amino dan ko"estero"
dikemba"ikan ke depot simpanan da"am se" hati 4:arks U &mith, +0005.
#eningkatan kadar .. 4"ipoprotein beta5 da"am p"asma dapat disebabkan
dari peningkatan sekresi prekursor P.. dan $uga dari penurunan katabo"isme
.. 4!at<ung, +00+5.
ensitas P.. 0,-431,006 g'm" dengan ukuran /0370 nm komposisinya
terdiri dari senyawa trig"iserida 50360B, ko"estero" 1531-B, protein (310B dan
fosfo"ipid 1531(B 4.ucia 0.H., +0075.
/. .ipoprotein3Q atau .. 4.ow ensity .ipoprotein5
7pabi"a triasi"g"isero" pada =. dicerna "ebih "an$ut , baik o"eh "ipoprotein
"ipase 4.#.5 di berbagai $aringan atau o"eh triasi"g"isero" "ipase di sinusoid hati,
akan terbentuk ... .. diserap o"eh hati me"a"ui proses endositosis yang
dibantu o"eh reseptor. #encernaan di "isosom mengendapkan ko"estero" .. ke
depot simpanan ko"estero" hati. 0ndositosis dan pencernaan .. di "isosom $uga
ber"angsung di $aringan di "uar hati yang memi"iki reseptor ... &e"ain itu,
ter$adi pu"a pengambi"an .. me"a"ui reseptor penyapu yang spesifik, misa"nya
pada makrofag.
ensitas .. 1,00631,06/ g'm" dan ukurannya ada"ah 153+5 nm.
!omposisinya terdiri dari trig"iserida 10B, ko"estero" 4+345B, protein +03+6B
dan fosfo"ipid +/B 4.ucia 0.H., +0075. .. disebut $uga ko"estero" $ahat karena
efeknya yang atherogenik, yaitu mudah me"ekat pada dinding sebe"ah da"am
pembu"uh darah dan menyebabkan penumpukan "emak yang dapat menyempitkan
pembu"uh darah. #roses tersebut dinamakan aterosk"erosis. !adar .. di da"am
darah tergantung dari konsumsi makanan yang tinggi ko"estero" dan "emak $enuh,
tingginya kadar P.., serta kecepatan produksi dan e"iminasi ... 9aringan
yang banyak mengandung .. ada"ah hati dan ke"en$ar adrena" 4&etiawan .,
+0055.
.a"'a! 2.8 Nas%' VLDL *an B%os%n(es%s LDL
Triasi"g"isero" 4T15 P.. diuraikan o"eh .#., menghasi"kan =.. =. dapat men$a"ani proses
endositosis yang dibantu o"eh reseptor se" hati atau dicerna "ebih "an$ut, terutama o"eh
triasilgliserol lipase 4)T1.5 hati untuk membentuk ... !emudian .. men$a"ani proses
endositosis dengan dibantu o"eh reseptor se" hati atau se" perifer. .. $uga dapat dioksidasi dan
diserap o"eh reseptor penyapu 4sca;enger5 pada makrofag. 9a"ur penyapuan ini berperan da"am
pembentukan atherosce"oris. 7. > asam "emakM #i > fosfat inorganik 4:arks U &mith, +0005
4. .ipoprotein3S atau ). 4)igh ensity .ipoprotein5
:erupakan "ipoprotein yang mengandung 7po 7, yang memi"iki efek
anti3atherogenik, sehingga disebut ko"estero" baik. ensitasnya 1,06/31,+1 g'm"
dengan ukuran 7,5310 nm. !omposisinya terdiri dari +35B trig"iserida, ko"estero"
1(3+0B, protein 45350B dan fosfo"ipid /0B 4.ucia 0.H., +0075. %ungsi utama
). ada"ah membawa ko"estero" bebas dari da"am endote" dan mengirimkannya
ke pembu"uh darah perifer, "a"u ke"uar dari tubuh "ewat empedu. engan
demikian, penimbunan ko"estero" di perifer men$adi berkurang.
). memindahkan protein apoE== dan apo0 ke ki"omikron dan P..,
"ipoprotein yang kaya akan triasi"g"isero". 7poE== merangsang penguraian
triasi"g"isero" da"am partike"3partike" ini dengan mengaktifkan .#.. #enguraian
ini menghasi"kan sisa ki"omikron 4dari ki"omikron5 dan =. 4dari P..5. 7po0,
yang terkandung da"am partike"3partike" ini, berfungsi sebagai "igan untuk
reseptor di membran se" hati yang berperan da"am penyerapan sisa ki"omikron dan
=..
&ewaktu disekresikan ke da"am darah, partike" ). berukuran keci" dan
berbentuk diskoid. #artike" ). imatur ini hampir tidak mengandung ester
ko"estero" dan triasi"g"isero". &ete"ah ). menyerap ko"estero" dari "ipoprotein
dan dari membran se" , ko"estero" tersebut diubah men$adi ester ko"estero" o"eh
aksi .E7T, yang dirangsang o"eh apo7=, suatu komponen pada partike" ).
imatur. &ewaktu terisi o"eh ester ko"etero" dan triasi"g"isero", partike" men$adi
besar dan berbentuk seris.
#artike" ). berukuran besar ini 4dikena" sebagai )./5 memindahkan
ester ko"estero" ke P.. untuk dipertukarkan dengan triasi"g"isero". #ertukaran
ini diperantarai o"eh protein pemindah ester ko"estero" 4cholesterol ester trans#er
protein, E0T#5. &ewaktu diuraikan o"eh .#., P.. memindahkan apoE==, yang
semu"a dipero"eh dari partike" )., kemba"i ke partike" tersebut. 7kibat
pemindahan "emak dan protein ini ke ). dan akibat penguraian triasi"g"isero",
P.. berubah men$adi =. yang berukuran "ebih keci" dan "ebih padat.
Triasi"g"isero" pada sebagian pada sebagian partike" =. menga"ami penguraian,
terutama o"eh trig"iserida "ipase hati, apo0 dipindahkan ke )., dan terbentuk
... .. memi"iki kandungan triasi"g"isero" yang rendah, kandungan ester
ko"estero" yang tinggi, dan tidak memi"iki apoprotein E== dan 0. #artike" ).
yang te"ah berubah sekarang men$adi semakin keci" dan dikena" sebagai ).+.
nasib partike" ini masih be"um diketahui pasti.
#artike" =. dan .. menga"ami endositosis o"eh se" hati dan isinya
dibebaskan me"a"ui ker$a en<im "isosom. engan demikian ko"estero", yang
dikumpu"kan o"eh )., dikemba"ikan ke hati. .. $uga menga"ami endositosis
o"eh se" perifer untuk memberi se" tersebut ko"estero".
.a"'a! 2.9 F$n)s% *an nas%'
HDL
). nansens 4imatur5 disintesis di hati dan se" usus. ). ini mempertukarkan protein dengan
ki"omikron dan P... ). menyerap ko"estero" 4E5 dari membran se". !o"estero" ini diubah
men$adi ester ko"estero" 4E05 o"eh reaksi .E7T. ). memindahkan E0 ke P.. dengan
triasi"g"isero" 4T15. #rotein pemindah ester ko"estero" 4E0T#5 memperantarai pertukaran ini. #.
> fosfo"ipid 4:arks U &mith,
+0005.
Ta'el 2.1 L%#o#!o(e%n?l%#o#!o(e%n +(a"a Se!$" Man$s%a -Ka(B$n);
20020
L%#%* In(% A#ol%#o#!o(e%n *ala" $!$(an
&e#en(%n)an &$an(%(a(%:
). 0ster ko"esteri" 73=, 73==, E, 0
.. 0ster ko"esteri" B3100
=. 0ster ko"esteri", trig"iserida B3100, 0, E
P.. Trig"iserida, beberapa ester
ko"esteri"
&pesies3spesies E, B3100, 0
!i"omikron Trig"iserida, beberapa ester
ko"esteri"
B34(, E, 0, 73=, 73==
.ipoprotein .p 4a5 0ster ko"esteri" B3100, .p 4a5
Bagaimana sintesis ko"estero" da"am tubuhT
9awab 8
Taha# 1. + aseti"3!o7 berkondensasi membentuk asetoaseti"3!o7 yg dikata"is sitosolik
tiolase en+yme, atau dari asetoasetat 4da"am hati5 yang berdifusi keda"am sitoso" dan dengan
asetoasetil, -o en+yme dubah men$adi asetoaseti"3!o7. !emudian 7setoaseti"3!o7
berkondensasi dengan aseti"3!o7 men$adi ):13!o7 dg perean .M/,-o en+yme, "a"u
dengan peran .M/,-o reduktase akan dikata"is men$adi me;a"onat 4reduksi + tahap o"eh
N7#)5.
Taha# 2. :e;a"onat menga"ami fosfori"asi o"eh 7T# membentuk beberapa senyawa yang
akut dan men$adi unit isoprenoid yg aktif dengan reaksi dekarboksi"asi men$adi isopenteni"
difosfat. Taha# 5. 0nam unit isoprenid membentuk skua"en me"a"ui / mo"eku"
difosfat akan terkondensasi men$adi farnesi" difosfat.
Taha# 4. &kua"ena diubah men$adi "anostero".
Taha# 8. &e"an$utnya da"am membran retiku"um endop"asmik "anostero" akan diubah men$adi
ko"estro".
Bagaimana mekanisme hasi" pemeriksaan "aboratorium yang abnorma"T
9awab 8
Trig"iserida +50 mg'd., .. 140 mg'd., ). 40 mg'd., tota" ko"estero" /00
mg'd., *asio ..'). /,5, Bi"irubin direk +,5 mg'd., Bi"irubin 0,5 mg'd.
7pa sa$a macam3macam "ipoprotein dan fungsinyaT
9awab 8
Berdasarkan pada densitas "ipoprotein, komposisinya, ukurannya serta
mobi"itas e"ektroforesis maka "iporotein dapat dik"asifikasikan sebagai berikut8
1. !i"omikron
Berikatan dengan reseptor se" di hati dan menga"ami endositosis. !i"omikron akan
menghi"ang dari p"asma darah sete"ah berpuasa 1+314 $am karena menga"ami
ka"tabo"isme o"eh en<im "ipase.
2. #re"ipoprotein3Q atau P.. 4Pery .ow ensity .ipoprotein5
#eningkatan perkusor P.. meningkatkan kadar .. 4P.. 4"ipoprotein "ipase5
R=.4#enguraian5 R .. 5.
3. .ipoprotein3Q atau .. 4.ow ensity .ipoprotein5
.. disebut ko"estro" $ahat karena mudah me"ekat pada dinding sebe"ah da"am
pembu"uh darah dan menyebabkan penumpkan "emak yang dapat menyempitkan pembu"uh
darah 4aterosk"erosis5 yang disebut efek atherogenik. 9aringan yang banyak mengandung
.. ada"ah hati dan ke"en$ar adrena" .
4. .ipoprotein3S atau ). 4)igh ensity .ipoprotein5
:emi"iki efek anti3atherogenik. %ungsi utama ). ada"ah membawa ko"estero" bebas
dari da"am endote" dan mengirimkannya ke pembu"uh darah perifer, "a"u ke"uar dari
tubuh "ewat empedu. engan demikian, penimbunan ko"estero" di perifer men$adi
berkurang. &aat disekresikan ke da"am darah berukuran keci" berbentuk diskoid, namun
sete"ah terisi o"eh ester ko"estro" dan triasi"g"isero", partike" ini men$adi besar dan
berbentuk seris.
). memindahkan protein apoE== dan apo0 ke ki"omikron dan P..,
"ipoprotein yang kaya akan triasi"g"isero". 7poE== merangsang penguraian triasi"g"isero"
da"am partike"3partike" ini dengan mengaktifkan .#.. #enguraian ini menghasi"kan sisa
ki"omikron 4dari ki"omikron5 dan =. 4dari P..5. 7po0, yang terkandung da"am
partike"3partike" ini, berfungsi sebagai "igan untuk reseptor di membran se" hati yang
berperan da"am penyerapan sisa ki"omikron dan =..
VIII. KESIM+LAN
#o"a hidup Ny. Nasti yang tidak baik menyebabkan ter$adinya dis"ipidemia dimana intake
"emak yang ber"ebihan sebagai faktor eksogen menyebabkan meningkatnya kadar trig"iserida
dan ko"estero", dimana ko"estero" yang ter"a"u ber"ebihan bersamaan dengan cairan empedu
akan menumpuk dan mengeras pada sa"uran empedu sehingga menimbu"kan batu empedu,
dan ha" ini "ah yang menyebabkan tin$a berwarna pucat akibat terhambatnya sekresi bi"irubin
4menyebabkan &k"era =sterik pada Ny. Nano5 direct bersama cairan empedu sehingga tidak
"agi terbentuk urobi"in dan sterkobi"in yang berperan sebagai pigmen warna pada feses.
:eningkatnya kadar ko"estero" dan trig"iserida menyebabkan meningkatnya "ipogenesis.
)a" ini menyebabkan ter$adinya obesitas pada Ny. Nano dan meningkatnya ker$a tubuh
secara menye"uruh yang dikompensasi dengan meningkatnya T, **, nyeri u"u hati, dan
$antung berdebar tanpa nyeri sesak.
DAFTAR +STAKA
1. :u"yani, &ri. +010. Metabolisme :ipid. %rom8 ht t p8 ' 'fpk.un a ir. ac .id ' w e bo'ku " ia h 3
pdf':0T 7 B D . =& : 0 B +0 .= # = 311.pdf
2. &taf #enga$ar ="mu !esehatan 7nak %!2=. #erinato"ogi, da"am Buku !u"iah ="mu
!esehatan 7nak /. %!2=. 9akarta. 1-(5.
5. ht t p8 ' 'r e posito r y .usu . ac .i d'b i ts t re a m ' 1+/4567(-'+1-14 ' 4' E h a pte rB + 0 ==.p d f diakses 6
:ei +014
4. ht t p8 ' 'sainsedut a in m e nt. b "o g spot. c om ' +01+'0/ ' met a bo" i sm e 3"i popr o tein.ht m " diakses
6 :ei +014
8. 9oseph, 1. :anfaat serat bagi kesehatan kita. =#B Bogor. +00+.
9. 77EE =nternationa". *eport of the dietary fiber definition committee to the board of
directors of 77EE internationa". +001.
=. 1sianturi. Tentang serat makanan, w w w. 1 i< i.net. +00/.
8. 1ray, 9. ietary fibre, definition, ana"ysis, physio"ogy U hea"th. =.&= 0urope.
Be"gium.
+006.
A. !ritche;sky, . ietary fiber in hea"th and disease. 77EE. 1--4.
10. Bruce, B. 7 diet high in who"e and unrefined foods fa;orab"y a"ters "ipids,
antio,idant defenses, and co"on function. 9ourna" of the 7merican Eo""ege of
Nutrition. +000M
1-415M 61K 7.
11. *oberts, &B. The inf"uence of dietary composition on energy intake and body weight.
9ourna" of the 7merican Eo""ege of Nutrition. +001.
12. :e""en, et a". Hho"e3grain intake and carotid artery atherosc"erosis in a mu"ti ethnic
cohort8 the insu"in resistance atherosc"erosis &tudy 1, +, /. 7merican 9ourna" of
E"inica" Nutrition8 +007M (5465M 14-53150+.
15. Trowe"". efinition of dietary fiber and hypotheses that it is a protecti;e factor in
certain diseases. 7merican 9ourna" of E"inica" NutritionM +-8 4173 +7
14. ht t p8 ' 'ww w .a ma < ine. c o'1(71/ ' ti p s 3bu g a r 3s e h a t3k e tahui 310 3man fa a t 3"atiha n 3ae robik'
diakses 6 :ei +014
18. ht t p8 ' 'n g in t ip s 3k e s e h a tan . b"o g spot. c om ' +01/'0/ '5 3man faa t3" a ti h a n 3a e robik . ht m "
diaks e s 6 :ei +014
19. )erman, &., +00-.%atty 7cid, #rogram #re;ention and =ts #rospect. :edia #enu"is dan
#engembang !esehatan, [=[, pp.57/36+.
1=. #aru" Ehristian, !.#.H.9., 1--(. .ipid :etabo"ic E"inica" Nutrition, 6(, pp.4/5&341&.