Anda di halaman 1dari 1

HGU PT Perkebunan Hasil Musi Lestari (PHML) berada di wilayah Desa Gunung Kembang Baru Kecamatan BTS

ULU
PT Nusantara Bara Resos dan PT Musirawas Resos, lokasi izin dua perusahaan di Kecamatan Muaralakitan, Megangsakti dan Kecamatan
Muarakelinggi. dalam kawasna hutan konservasi dan sempat tumpang tindih dengan izin perusahaan perkebunan PT Djuanda Sawit.
desa Harapan Makmur, desa Bumi Makmur SP VI dan desa Triagin Jaya SP V yang termasuk dalam wilayak kecamatan Muara Lakitan kabupaten Musi
Rawas, yang berbatasan langsung dengan kabupaten Musi Banyu Asing dan kabupaten Muara Enim. minyak bumi dikelola PT Medco.
Perusahaan Besar Swasta (PBS) selaku WP dalam Wilayah Kabupaten Musi Rawas, Sumatera Selatan : PT. Bina Sain Cemerlang, PT. Dendymarker
Indahlestari, PT. PP. Lonsum Tbk, PT. Djuandasawit Lestari, PT. Multrada Mukti Maju, PT. Perkebunan Hasil Musi Lestari, PT. Dwi Reksa Usaha
Perkasa (Lonsum Group), PT. Eka Jaya Multi Perkasa, PT. Buana Sriwijaya Sejahtera, PT. Surya Agro Persada, PT Tani Andalas, PT. Haruma Aimin,
PT. Nibung Arta Mulia, PT. Kirana Windu, PT. Bumi Beliti Abadi, PT. Dwi Wiramulia Utama, PT. Mura Bibit Lestari dan PT, Karya Indo Sejati Tama.
Perkebunan kelapa sawit yang terletak di Lahat, Sumatera Selatan seluas 10.932 hektar dengan
masa umur HGU sampai dengan tahun 2029.
PT Multrada Multi Maju
Perkebunan kelapa sawit yang terletak di Lahat, Sumatera Selatan seluas 7.631 hektar dengan
masa umur HGU sampai dengan tahun 2031.
PT Padang Bolakjaya
Perkebunan kelapa sawit yang terletak di Lahat, Sumatera Selatan seluas 2.558 hektar dengan
masa umur HGU sampai dengan tahun 2029.
PT Perjapin Prima
Perkebunan kelapa sawit yang terletak di Lahat, Sumatera Selatan seluas 15.461 hektar dengan
masa umur HGU sampai dengan tahun 2025.
PT Trimitra Sumberperkasa

Musirawas (Antara) - Tujuh perusahaan nasional menggarap kandungan minyak bumi dan gas (Migas) di perut bumi Kabupaten Musirawas,
Sumatera Selatan, dan sebagian besar sudah berproduksi.
Perusahaan nasional yang sudah berproduksi tesebut adalah PT Midco Energy, PT Pertamina, PT Sele Raya Merangin dua dan PT Conoco
Philips, kata Kepala Dinas Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Kabupaten Musirawas Suhendi, Rabu.
Ia menjelaskan, tiga perusahaan lagi masih dalam tahap eksplorasi yaitu PT Tropik Energy Pandan, PT Indrilco Hulu Energy dan PT Petro
china.
Sementara PT Akar Eriguna yang bekerja sama dengan PT Pertamina sudah hengkang, sedangkan pipa eksperusahaan itu bocor dan diduga
dijebol masyarakat beberapa waktu lalu.
"Untung saja tumpahan minyak mentah yang bocor itu cepat diatasi PT Pertamina Unit Pendopo Talang Akar, sehingga gejolak masyarakat
yang resah akibat tumpahan minyak itu dapat diatasi," ujarnya.
Kabupaten Musirawas tidak hanya memiliki potensi migas, tapi memiliki cadangan gas alam cukup besar, selain itu ada batu bara, emas,
batu besi, marmer, andesit, granit, tanah liat, jenis batuan lainnya.
Sementara itu, Sekretaris Dinas ESDM Hendriansyah menjelaskan, kadar batu bara di wilayah itu rata-rata dibawah 5.000 col per ton,
sedangkan kadar emasnya AU 0.6-26,1 ppm dan AG 0.031-3.89 ppm.
Cadangan batu besi di daerah itu memiliki kandungan Fe 67.21 persen, Si02 3.72 persen dan sulfur 0.13 persen dan kualitas timah hitam
rata-rata Pb 4.31 persen, Zn 15.08 persen, Ag 323.43 persen dan Cu 0.93 persen.
Perusahaan batu bara yang sudah melakukan eksploitasi adalah PT Gorby Putra Utama dan PT Bara Sentosa Lestari dan perusahaan batu
besi hanya PT Mandiri Agung Jaya Utama, ujarnya.(rr)