Anda di halaman 1dari 30

BAB I

PENDAHULUAN
1.1 LATARBELAKANG PENULISAN
Negara Indonesia merupakan salah Negara agraris sehingga tidak
heran kalau mata pencaharian sebagian besar masyarakat Indonesia yaitu
sebagai petani.
Menurut Gunnar Myrdal dalam sektor pertanianlah ditentukan
berhasil atau tidaknya upaya-upaya pembangunan ekonomi jangka
panjang.
Menurut francis Blancard beban utama pembangunan dan
penciptaan lapangan pekerjaan pada akhirnya akan dianggung oleh
sektor perekonomian yang bertumpu pada kegiatan-kegiatan pertanian
yakni sector pedesaan.
!an dalam penelitian menyebutkan bah"a lebih dari dua pertiga
penduduk termiskin di dunia menetap di "ilayah pedesaan yang
penghidupan bersumber dari pola pertanian subsisten.
!apat disimpulkan bah"a faktor pertanian merupakan salah satu
pendukung majunya suatu perekonomian bangsa di mana pertanian
tersebut terletak dalam "ilayah pedesaan. #rtinya kemungkinan
majunya pedesaan suatu bangsa dapat mendorong majunya
perekonomian bangsa tersebut.
!ari pernyataan diatas penulis tertarik untuk membahas makalah
ini dengan judul Transpormasi Pertanian Dan Pembangunan Daera
Pe!esaan
1." RU#USAN #ASALAH
#dapun rumusan masalah dalam makalah ini yaitu$ sebagai salah
satu Negara agraris bagaimana peran pemerintah dalam
mengembangkan sektor pertanian sekaligus memajukan pertumbuhan
pedesaan di "ilayah nusantara%
&
1.$ TU%UAN PENULISAN
'enulisan makalah ini yaitu bertujuan sebagai untuk mengetahui
bagaimana kemajuan disektor pertanian suatu bangsa khususnya Negara
Indonesia yang merupakan negara agraris dan kita sebagai mahasis"a
sekaligus calon pelaku pendorong kemajuan bangsa dapat mengetahui
lebih dalam perkembangan bangsa di sektor pertanian dan pedesaan.
1.& #AN'AAT PENULISAN
#dapaun manfaat penulisan makalah ini yaitu kita dapat
mengetahui bagaimana perkembangan perekonomian bangsa khususnya
di sector pertanian dan pedesaan.
(
BAB II
PE#BAHASAN
".1 ARTI PENTING KE#A%UAN SEKT(R PERTANIAN !an PE#BANGUNAN
DAERAH PEDESAAN
)ecara tradisional peranan pertanian dalam pembangunan
ekonomi hanya dipandang pasif dan sebagai unsur penunjang semata.
Berdasarkan pengalaman historis dari negara-negara barat apa yang
disebut sebagai pembangunan ekonomi identik dengan transformasi
struktural yang cepat terhadap perekonomian yakni dalam
perekonomian yang bertumpu pada kegiatan pertanian menjadi industri
modern dan pelayanan masyarakat yang lebih kompleks.
)uatu strategis pembagnuan ekonomi yang dilandaskan pada
prioritas pertanian dan ketenagakerjaan paling tidak memerlukan tiga
unsur pelengkap dasar yakni$
a. percepatan pertumbuhan output melalui serangkaian
penyesuaian tekhnologi instisusional dan insentif harga yang
khususnya dirancang untuk meningkatkan produktifitas para
petani kecil
b. peningkatan permintaan domestik terhadap output pertanian
yang dihasilkan dari strategi pembangunan perkotaan yang
berorientsikan pada upaya pembinaan ketenagakerjaan
c. di*ersifikasi kegiatan pembangunan daerah pedesaan yang
bersifat padat karya yaitu nonpertanian yang secara langsung
dan tidak langsung akan menunjang oleh masyarakat pertanian.
+arena itu pada skala yanglebih luas pembangunan sektor pertanian
dan daerah pedesaan kini diyakinai sebagai intisari pembanguna nasional
secara keseluruhan oleh banyak pihak. ,arus diingat bah"a tanpa
pembanguna daerah pedesaan yang integratif -integratif rural
development. pertumbuhan industri tidak akan berjalan dengan lancar
dan kalaupun bisa berjala pertumbuhan industri tersebut aka
/
menciptakan berbagai ketimpangan internal yang sangat parah dalam
perekonomian bersangkutan.
"." PERTU#BUHAN DAN STAGNASI PERTANIAN SE%AK TAHUN 1)*+
+ita telah menetahui bah"a selama beberapa dasa"arsa yang lalu
banyak negara sedang berkembang berhasil mencapai peningkatan
pertumbuhan GN' secara mengesankan. )umbangan terbesar bagi tingkat
pertumbuhan ekonomi yang tinggi ini berasal dari sektor manufaktur dan
perdagangan yang tingkat pertumbuhan output pertahunnya seringkali
lebih dari &01. )ebaliknya pada masa yang sama pertumbuhan output
petanian sebagian besar ka"asan negara-negara sedang berkembang
yang mengalami laju prtumbuhan ekonomi yang tinggi itu justru
mengalami stagnasi sehingga andil output pertanian dalam GN' secara
keseluruhan terus menurun.tabel berikut mengungkapkan bah"a
meskipun output dari sektor pertanian dihasilkan oleh hampir seluruh
tenaga kerja negara-negara sedang berkembang tetapi peranannya
masih jauh lebih rendah.
2ingkat output dan penyerapan tenaga kerja oleh sektor pertanian di
negara-negara dunia ketiga &334.
kawasan
% pekerja
disektor
pertanian
% output sektor
pertanian dalam GDP
Asia Selatan
64 30
Asia Timur 70 18
Amerika Latin 25 20
Afrika 68 20
)umber dari "orld de*elopment report &335 the state in changing "orld copyright 6 &335 oleh the
international bank for reconstruction and de*elopment7the "orld bank -Ne" 8ork$ o9ford :ni*ersity 'ress
&335. anne9 ; dan table &(. dicetak ulang dengan i<in dari =9ford :ni*ersity 'ress Inc.
Bertolak dari tahun yang mengece"akan tersebut serta mulai
muncul kesadaran baru dikalangan Negara-negara dunia ketiga bah"a
sektor pertanian sangat menentukan masa depan mereka maka sejak
;
beberapa tahun yang lalu yaitu tepatnya akhir tahun &335-an dan
kemudia terus berlangsung hingga tahun &330-an terjadilah suatu
perubahan drastic dalam kegiatan pemikiran serta perumusan kebijakan
menyangkut soal pembangunan. )emakin lama semakin semakin banyak
Negara-negara berkembang yang tidak lagi terlampau berambisi menjadi
Negara industri maju dalam tempo singkat. Mereka kemudian mengambil
sikaf yang relistis dengan mencurahkan perhatiannya pada pembinaan
sector pertanian dan pembangunan daerah-daerah pedesaan pada
umumnya sebagai titik berat atas perumusan rencana serta pelaksanaan
pembangunan nasionalnya.
".$ STRUKTUR AGRARIA DI NEGARA,NEGARA BERKE#BANG
Dua %enis Pertanian Dunia
>ika kita perhatikan kondisi petanian yang ada sekarang ini pada
sebagian besar negara miskin kita akan menyadari betapa banyaknya
tugas-tugas yang harus dilaksanakan sesegera mungkin. 'erbandingan
sekilas antara produktifitas pertanian di negara-negara maju dengan
negara-negara berkembang akan memperjelas gambaran suram tersebut.
)ebenarnya pola atau sistem-sistem pertanian yang ada di dunia ini
dapat dibagi menjadi dua polayag berbeda$
a. pola pertanian di negara-negara maju yang memiliki tingkat
efisiensi tinggi dengan kapasitas produksidan rasio output per
tenaga kerja yang juga tinggi sehingga dengan jumlah petani
yang sedikit dapat menyediakan bahan panganbagi seluruh
penduduk.
b. 'ola pertanian yang tidak atau kurang efisien yang umumnya
terdapat di negara-negara berkembang.
2ingkat produktifitasnya begiturendah sehingga hasil yang diperoleh
acapkali tidak dapat memenuhi kebutuhan para petaninya sendiri. !i
sejumlah negara berkembang pertaniannya bersifat subsisten -hanya
untuk mencukupi keluarga petaninya saja.. >angankan untuk
4
mencukupi kebuthan pangan penduduk daerah perkotaan untuk
keperluansehari-hari para petani itu saja hasil-hasil pertanian yang
ada tidak memadai.
".& PERAN PENTING KAU# -ANITA
#spek penting dan yang sering disoroti dalam sistem agraria
negar-negar paling miskin -?!@. terutama di #frika dan #sia adalah
peran penting kaum "anita dalam produksi pertanian.
+aum "anita merupakan sumber tenaga kerja tambahan guna
mengurusi tanaman pangan mengurus konsumsi keluarga
memelihara ternak menekuni industri rumah tangga untuk mencari
sedikit tambahan penghasilan keluarga mengumpulkan kayu bakar
dan air memasak serta mengerjakan segala urusan rumah tangga.
)egala macam fungsi tersebut praktis menghabiskan seluruh "aktu.
)ehingga jam kerja para "anita sebenarnya lebih panjangdan lebih
berat bila dibandingkan dengan jam kerja para pria.
+eragama tugas kaum "anita menyulitkan menentukan porsi
sumbangan mereka dalam produksi pertanian apalagi untuk menaksir
nilai ekonomisnya. Meskipun demikian ada sejumlah studi yang
berhasil mengungkapkan arti pe<<snting kaum "anita sebagai tenaga
kerja disektor pertanian.
'entingnya pertanian dan fungsi ekonomi kaum "anita tersebut
dibuktikan oleh keberhasilan yang sangat mengesankan dari program-
program pembangunan yang melibatkan partisifasi merek
secarapenuh.
)ementara program-program peningkatan pendapatan kaum
"anita secara kangsung membuahkan hasil yang mengesankan
program-program serupa namunyang bersifat itdak langsung sering
kali kandas atau gagal mencapai sasaran semula.sejumlah studi
mendalam mengungkapkan bah"a suatu proyek harusdilakukan
dengan bekerja samadan menfapat dukungan bekerjasama dan
mendapat dukungan penuh dari kaum "abita jika proyek itu
A
menempatkan sejumlah sumber daya ekonomi di ba"ah kontrol
mereka.
".* PERTANIAN DAN PR(SES PE#BANGUNAN
)alah satu karakteristik dalam pembangunan ekonomi adalah
pergeseran jangka panjang populasi dan produksi dari sektor pertanian
menjadi sektor industri dan sektor jasa. ,anya sebagian kecil masyarakat
dalam negara industri yang hidup dari sektor pertanian -?ynn (00/..
+onsep strategi pembangunan berimbang -balanced gro"th. yaitu
pembangunan di sektor pertanian dan sektor industri secara bersamaan
merupakan tujuan pembangunan yang paling ideal. 'ada kenyataannya
konsep strategi pembangunan berimbang tidak dapat dilakukan oleh
negara berkembang hal ini dikarenakan sumber daya yang tidak
mencukupi untuk melakukan pembangunan di sektor pertanian maupun
sektor industri sekaligus -?ynn (00/..
+ondonassis et al. -&33&. menjelaskan bah"a pembangunan pada
sektor pertanian merupakan batu loncatan menuju pembangunan pada
sektor industri. +eberhasilan pembangunan industri di negara >epang dan
2ai"an merupakan lanjutan keberhasilan pembangunan di sektor
pertanian. 'embangunan infrastruktur yang dilakukan oleh pemerintah
>epang dan 2ai"an merupakan kontribusi yang sangat penting dalam
mendukung pembangunan pertanian. 'emerintah >epang dan 2ai"an juga
berhasil dalam membangun budaya kerja sehingga rakyat mereka
memiliki produkti*itas yang tinggi.
+ondonassis et al. -&33&. meringkaskan proses pembangunan pertanian
menjadi pembangunan industri. 'roses tersebut adalah sebagai berikut$
&. Makanan dibutuhkan populasi di daerah kota yang terus
meningkat.
(. 'erolehan mata uang asing karena melakukan ekspor.
5
/. 'eningkatan mata uang asing dari hasil subtitusi impor produk
pertanian.
;. 2abungan di sektor kota dan pajak pendapatan kepada
pemerintah yang digunakan untuk pembangunan infrastruktur
karena peningkatan pendapatan di sektor pertanian.
4. 'eningkatan permintaan untuk produk industri karena pendapatan
di sektor pertanian yang lebih tinggi.
A. 'eningkatan produkti*itas di sektor pertanian menyebabkan
pekerja dapat beralih ke sektor industri.
'ertanian memiliki peranan yang sangat penting dalam proses
pembangunan. 2abel & menyajikan data struktur produksi pada negara
berkembang. !ata pada tabel & menggambarkan negara yang memiliki
pendapatan lebih tinggi mempunyai persentase output produksi
pertanian yang lebih kecil. 'orsi produksi pertanian di negara
berkembang telah menurun sejak pertengahan &3A0-an -?ynn (00/..
2enaga kerja di bidang pertanian juga semakin menurun antara tahun
&340 sampai dengan tahun &330 dari B/1 menjadi A/1 di #frika B(1
menjadi A(1 di #sia dan dari 4;1 menjadi (41 di #merika ?atin. 2ren ini
sesuai dengan CngelDs ?a" yang menyatakan bah"a kecenderungan orang
dalam mengkonsumsi barang yang berbeda dalam proporsi yang berbeda
ketika pendapatan meningkat. )aat pendapatan meningkat orang akan
mengurangi persentase konsumsi pada makanan. ,al ini menggambarkan
akan tantangan yang harus dihadapi oleh negara berkembang. Negara
berkembang harus bekerja keras untuk percepatan pembangunan
industri tanpa diimbangi dengan pembangunan di sektor pertanian yang
cepat -?ynn (00/..
+enyataan sejarah pada pembangunan mengindikasikan bah"a
industrialisasi di Inggris pada abad ke-&B dan abad ke-&3 dapat terjadi
setelah perbaikan yang signifikan dalam produkti*itas sektor pertanian.
B
'ertumbuhan #merika dipacu oleh kemampuan pertaniannya yang sangat
besar. !i :ni )o*iet pertumbuhan industri terjadi karena eksploitasi
brutal terhadap petani kecil dan pada "aktu itu juga :ni )o*iet juga
mengimpor sejumlah besar makanan -?ynn (00/..
+ontribusi 'ertanian pada 'embangunan 'ertanian memiliki kontribusi
yang sangat besar kepada pembangunan -?ynn (00/.. +ontribusi
pertanian tersebut adalah$
&. Meningkatkan persediaan makanan.
(. 'endapatan dari ekspor.
/. 'ertukaran tenaga kerja ke sektor industri.
;. 'embentukan modal
4. +ebutuhan akan barang-barang pabrikan.
'eran sektor pertanian sangat diperlukan dalam upaya menurunkan
kemiskinan. !ata 'BB menyatakan bah"a pada daerah pedesaan di
negara berkembang terdapat sekitar & milyar penduduk dari &( milyar
penduduk hidup dalam kemiskinan absolut -absolute po*erty.. Bank
!unia mengetahui bah"a populasi pertanian dan en*ironment adalah
kunci untuk mengetahui masalah yang dihadapi di )ub-)ahara #frika
yaitu daerah yang paling miskin di dunia. 'ertumbuhan penduduk yang
sangat cepat yang tidak diimbangi oleh teknik pertanian menyebabkan
kekurangan. ,al ini juga menyebabkan degradasi tanah dan penurunan
produksi dan konsumsi makanan per kapita -?ynn (00/..
)elain membutuhkan sumber daya finansial sektor pertanian juga
memerlukan teknologi maju dan infrastruktur. !iskriminasi pemerintah
terhadap sektor pertanian akan menghalangi keseluruhan pembangunan
-?ynn (00/..
3
TRANS'(R#ASI PERTANIAN
?ynn -(00/. mengemukakan bah"a keberhasilan sektor pertanian
bukan hanya alat bagi pembangunan tetapi keberhasilan di sektor
pertanian juga menjadi tujuan dari pembangunan. 'ertanian dapat
menjamin penyediaan kebutuhan milyaran penduduk di masa depan. ,al
yang berhubungan dengan transformasi sektor pertanian$
&. 'eningkatan produkti*itas pertanian.
(. 'enggunaan sumber daya yang dihasilkan untuk pembangunan di luar
sektor pertanian.
/. Integrasi pertanian dengan ekonomi nasional melalui infrastruktur dan
pasar.
'ada tahun &350-an produkti*itas pertanian di #sia dan #frika ;4 persen
di ba"ah negara barat pada saat a"al re*olusi industri. )ejak beberapa
dekade pertumbuhan output pertanian semakin kecil dibandingkan
dengan pertumbuhan output secara keseluruhan -?ynn (00/..
Gambar & menunjukkan grafik indek hasil pangan per kapita pada
beberapa bagian negara di dunia. Grafik pada gambar & diperlihatkan
#frika bagian )ub-)ahara hasil pangan per kapita semakin menurun
sedangkan #sia dan #merika )elatan mengalami peningkatan yang kuat.
Indonesia terlihat mengalami peningkatan "alaupun pernah mengalami
penurunan sekitar tahun &335 E &333 diakibatkan krisis ekonomi dan
kekacauan situasi politik -?ynn (00/..
2abel / menunjukkan laju pertumbuhan pertanian pendapatan domestik
bruto -'!B. dan populasi. 'roduksi pertanian pada negara
berpendapatan rendah-menengah rendah tumbuh sedikit lebih cepat
daripada pertumbuhan populasi -?ynn (00/..
'ada abad FF banyak ditemukan perlakuan yang salah kepada
petani. !i :ni )o*iet pada tahun &3(0-an )talin me"ajibkan petani
menjual hasil pertaniannya kepada pemerintah dengan harga yang telah
&0
ditentukan oleh pemerintah. ,arga beli yang rendah dan harga jual yang
tinggi menghasilkan pendapatan bagi pemerintah. 'etani kecil
diperintahkan untuk bergabung -collecti*e farm. sebagai usaha untuk
meningkatkan efisiensi dan hasil. 'emerintah GG@ juga mengikuti
kebijakan collecti*i<ation -?ynn (00/..
+ekuatan bukanlah alat untuk mengeksploitasi petani. Beberapa negara
berkembang menekan harga pertanian rendah beberapa negara
mengenakan pajak akan akti*itas pertanian mencabut modal pada
daerah pedesaan secara umum dapat dikatakan banyak negara
menempatkan industrialisasi di atas segalanya. Model ?e"is hanya
membuat beberapa ekonom dan pembuat kebijakan berpikir bah"a
pertanian adalah tempat untuk mempekerjakan kelebihan tenaga kerja
yang tidak terserap oleh industrialisasi -?ynn (00/..
Nilai tukar petani -sectoral terms of trade. untuk pertanian adalah rasio
harga barang pertanian -'a. dan harga barang industri -'i.. +enaikan nilai
tukar petani -N2'. berarti harga pangan naik lebih cepat daripada
barang industri. 'etani dapat membeli lebih banyak keperluan mereka
pada hasil yang sama dan mendorong petani untuk meningkatkan hasil
mereka -?ynn (00/.. Nilai tukar petani -N2'. juga dapat menjadi
indikator tingkat kesejahteraan petani semakin tinggi N2' semakin
tinggi daya beli petani.
)ebuah studi mengenai Indonesia menghitung rasio 'a7'i dan laju
pertumbuhan pendapatan daerah bruto -'!B. pertanian. #pabila nilai
tukar petani adalah 05B selama tiga periode dan pertumbuhan 03
persen per tahun. +etika nilai tukar petani meningkat menjadi 0B/ dan
&0A pertumbuhan pertanian meningkat menjadi ;/ persen dan
kemudian menjadi B/ persen -?ynn (00/..
'eningkatan nilai tukar petani -terms of trade. hanyalah pada
masa transisi. Gambar ( mengilustrasikan bagaimana harga pertanian
relatif berubah seiring dengan "aktu. )ebagai respon harga pertanian
&&
yang tinggi sumber daya akan ditarik ke pertanian -'&. lalu
meningkatkan hasil -)(.. Ini kemudian berlanjut sebagai a"al
peningkatan permintaan pangan -!(.. ?ambatnya permintaan akan
pangan dan bahan baku -!/. dan produkti*itas pertanian dan pena"aran
meningkat -)/.. Nilai tukar petani -terms of trade. berbalik dan akan
mendorong industri. 'ada tahap a"al pembangunan ekonomi pertanian
harus menjadi prioritas. )upaya pertanian tetap menarik dibutuhkan
kenaikan atau stabilitas nilai tukar petani -terms of trade. yang
merefleksikan kelangkaan -?ynn (00/..
HARGA PERTANIAN. PASAR DAN PE#ERINTAH
)alah satu persoalan dalam kebijakan pertanian adalah penetapan
harga dari produk pertanian. 'emerintah pada negara berkembang sering
mengambil alih keputusan penetapan harga. 'ernyataan dari Ckonom
barat bah"a negara miskin harus membiarkan pasar bekerja terlihat
bohong terbukti dengan adanya subsidi kepada pertanian pada negara
maju -?ynn (00/..
+eputusan apa yang akan ditanam di mana akan dijual di mana akan
dikerjakan dan banyak pertanyaan yang harus dija"ab oleh petani kecil
suatu saat harus cepat untuk merubah harga relatif. 'erla"anan
terhadap perubahan adalah fungsi dari ke-tidak-aman-an ekonomi -?ynn
(00/..
Konse/uensi Pembatasan Harga 0Pri1e 2ei3ing4
'andangan yang salah akan perilaku petani memba"a pemerintah
untuk mengatur harga pasar terba"ah. Banyak pemerintah mempercayai
bah"a pemaksaan akan mempertahankan produksi pertanian padahal
kekurangan pena"aran untuk pasar akan membuat harga menjadi tidak
&(
rele*an bagi petani. +ebijakan harga murah -lo"-price policy. yang
mengenakan pajak pertanian dan subsidi politik kepada masyarakat kota
-?ynn (00/..
Gambar / menunjukkan bagaimana pembatasan harga -price ceiling.
menurunkan insentif untuk memproduksi pangan dan mendorong
konsumsi. +etika adanya pembatasan harga -'cH. produksi turun dari Ie
menjadi Is dan pendapatan petani turun dari area 'eFIe0 menjadi
'c8Is0. +onsumen dapat membeli pada Id dan kelebihan permintaan
akan dipenuhi oleh impor baik yang legal maupun tidak legal -?ynn
(00/..
?ynn -(00/. menjelaskan bah"a gambar / dapat disederhanakan menjadi
( cara.
&. Grafik menunjukkan pasar untuk pangan yang mana pena"aran dan
permintaan adalah harga inelastis. Clastisitas harga pena"aran pertanian
secara keseluruhan mengindikasikan respon lemah terhadap perubahan
harga terutama dalam jangka pendek. ,arga yang lebih rendah untuk
jagung akan mendorong petani untuk gandum atau kapas. +ur*a
pena"aran dan permintaan untuk produk indi*idu dan pada jangka
panjang seharusnya lebih elastis.
(. +arena grafik menunjukkan pembatasan harga yang ditentukan oleh
pemerintah respon pena"aran dan permintaan merujuk pada pasar di
mana harga tersebut rele*an. ,arga resmi yang lebih rendah dapat
menyebabkan bukan hanya produksi yang turun akan tetapi juga
penurunan produksi yang dilaporkan karena petani menjual secara
pribadi.
?ynn -(00/. menjelaskan bah"a pemerintah melakukan penetapan harga
dengan beberapa alasan. 'enetapan harga yang rendah disebabkan oleh$
&. 'engertian yang salah akan respon petani terhadap harga beberapa
pejabat pemerintah mempercayai bah"a dengan harga yang tinggi hanya
orang kaya dan petani besar saja yang diuntungkan.
(. 'emerintah berpendapat bah"a harga pangan yang rendah akan
&/
memberikan dampak yang positif bagi konsumen dan keuntungan bisnis.
Melalui marketing boards perusahaan yang membayar harga rendah
pada petani dan menjual dengan harga tinggi pada konsumen terutama
konsumen luar negeri.
/. 'emerintah berpikir mereka dapat mengumpulkan dana untuk
pembangunan.
;. 'emerintah percaya bah"a dengan penetapan harga pertanian yang
rendah dapat mendorong industrialisasi.
)ebagian besar dari asumsi tersebut adalah salah. Jalaupun harga
pangan dan bahan baku yang rendah menguntungkan konsumen dan
industri akan tetapi hal ini membunuh pertanian di banyak negara
terutama di #frika. 'etani yang miskin dirugikan karena mereka hanya
memiliki sedikit pilihan untuk menanami tanah mereka -?ynn (00/.
+arena kesalahan ini pemerintah tetap segan membiarkan pasar
untuk menentukan harga pertanian. 'ejabat pemerintah kadang
mencurigai bah"a pasar akan memberi kesempatan kepada tengkulak
untuk mengeksploitasi petani miskin. +ejadian tak terduga juga
menyebabkan fluktuasi yang tinggi untuk produk pertanian. Kluktuasi
membatasi keefektifan dari harga sebagai sinyal kepada produsen dan
menyebabkan ketidakpastian pada konsumen. 'rodusen merespon harga
lebih dapat dipercaya -?ynn (00/..
,arga pertanian yang ditentukan pasar mencerminkan keterbukaan pada
perdagangan luar negeri. Gesesi dan subsidi pada negara industri dapat
menekan harga pertanian. Negara berkembang sebagai pengekspor
produk pertanian akan menekan pendapatan ekspor produksi domestik
yang bersaing dengan bahan pertanian hasil subsidi dari negara maju
akan rugi. +emampuan untuk menyediakan bahan pangan murah kepada
rakyat terutama daerah kota akan menjadikan problem tersendiri. ,arga
pangan yang tinggi akan menyebabkan tuntutan gaji yang lebih tinggi
dan akan menstimulasi inflasi -?ynn (00/..
&;
Konse/uensi Lain pa!a Inter5ensi Harga
Banyak pemerintah negara berkembang mencoba untuk
menjembatani perbedaan antara harga pertanian yang terlalu tinggi
untuk konsumen dan terlalu rendah untuk produsen dengan melakukan
inter*ensi dalam penetapan harga. 'emerintah dapat menentukan harga
farm-gate yaitu harga yang diterima oleh petani dengan tujuan untuk
menjaga dan meningkatkan produksi. 'roses ini sangat rumit karena ada
sejumlah banyak jenis hasil pertanian dengan kemungkinan untuk petani
untuk melakukan subtitusi dari hasil pertanian satu ke hasil pertanian
lainnya. 'engendalian harga juga ditempatkan pada bahan pertanian
yang telah diolah pada tingkat harga eceran -?ynn (00/..
+esalahan dalam penetapan harga menyebabkan banyak masalah. ,arga
farm-gate yang rendah mengakibatkan produksi rendah ataupun
penjualan hasil pertanian di luar jalur resmi. ,arga eceran yang terlalu
rendah menyebabkan subisidi pemerintah yang besar -?ynn (00/..
'emerintah juga sering mencoba untuk mengimbangi harga farm-gate
yang rendah dengan subsidi harga bahan baku pertanian akan tetapi hal
ini menimbulkan masalah tersendiri. )ubsidi pada pabrik pupuk
pemerintah yang tidak efisien akan menyebabkan biaya produksi tinggi
dan pengiriman yang tidak efisien. )ubsidi untuk membeli mesin
menyebabkan o*ermechani<ation. Mempromosikan kredit baik melalui
subsidi suku bunga atau mencoba kekuatan bank untuk meminjamkan
dana kepada petani umumnya gagal mengefisienkan alokasi dana untuk
petani -?ynn (00/..
,arga Bukan )egalanya
'eter 2immer menyarankan bah"a fungsi utama pemerintah
bukan hanya merangsang produksi dalam jangka pendek akan tetapi
juga dalam menciptakan iklim in*estasi dan ekspektasi pembuat
keputusan pada ekonomi pedesaan akan keuntungan akti*itas di
&4
pedesaan di masa depan. ,arga harus ditempatkan sesuai conte9t -?ynn
(00/..
)ebuah penelitian mengenai kebijakan harga pertanian di #sia
menyimpulkan bah"a keuntungan mendorong produksi keuntungan
bukan hanya menyangkut harga. 'enelitian jangka panjang mengenai
kebijakan pertanian oleh Bank !unia menyatakan bah"a bila insentif
harga yang sesuai berdasarkan makro ekonomi dan kebijakan sektoral
memainkan peran penting dalam menjelaskan kinerja kualitas sumber
daya alam dan dari teknologi institusi politik dan in*estasi manusia
dan in*estasi menentukan kemampuan petani kecil untuk mengelola
tanah dan tenaga kerja dua faktor penting yang menjelaskan
pertumbuhan -?ynn (00/..
#asa3a !ari Libera3isasi Pasar Pertanian
'engendalian pemerintah pada harga dan pemasaran pertanian
terlihat mencolok di beberapa negara #frika. 'enetapan harga masih
tersisa di pasar pemerintah mengijinkan pendekatan pri*atisasi lebih
besar -?ynn (00/..
'endekatan pri*atisasi telah berhasil dalam hal mengirimkan pangan
untuk daerah kota dan pedesaan akan tetapi tidak ada peningkatan
dalam pena"aran seperti yang diperkirakan oleh pendukung reformasi.
,al ini menjelaskan bah"a memperoleh harga yang benar hanyalah
bagian dari ja"aban. +ekurangan infrastruktur penelitian informasi
pasar dan dukungan legal dan organisasi telah melemahkan kemampuan
petani untuk mencapai harga yang lebih tinggi -?ynn (00/..
".6 PERAN PE#ERINTAH
@ampur tangan pemerintah di bidang pertanian merupakan fenomena
yang telah mendunia. )ubsidi pertanian dan dukungan pemerintah pada
&A
negara maju hanya mendorong efisiensi dan merusak negara miskin
dengan menurunkan daya saing hasil pertanian negara miskin -?ynn
(00/..
'eran Mikro Ckonomi 'emerintah
)alah satu rule of thumb yang baik adalah perusahaan s"asta
yang independen memiliki keunggulan komparatif -comparati*e
ad*antage. dari badan pemerintah dalam memba"a fungsi komersial
seperti produksi atau pemasaran produk pertanian dan mendistribusikan
kebutuhan pertanian. !i 2an<ania Lambia dan beberapa negara di
#frika pemerintah mengambil alih pendanaan industri pokok dan
operasi impor ekspor. !alam &0 sampai &4 tahun dengan alasan
menghilangkan eksploitasi perusahaan s"asta pemerintah tersebut
mengoperasikan jasa angkutan lokal mendirikan retail kecil dan
beberapa perusahaan skala kecil. !ari akti*itas ini dengan cepat
membuat buruk perekomomian karena maraknya ketidakmampuan dan
korupsi -?ynn (00/..
?ynn -(00/. menjelaskan bah"a campur tangan pemerintah harus
dibatasi campur tangan pemerintah di sektor pertanian sangat sulit
untuk diidentifikasi. Beberapa akti*itas sangat penting untuk dilakukan
pemerintah karena tidak terjangkau oleh petani kecil.
&. Infrastruktur.
'emerintah baik daerah maupun nasional memiliki peran penting
dalam menyediakan infrastruktur. Beberapa proyek seperti jalan listrik
komunikasi dan irigasi membutuhkan modal yang besar jangka panjang
dan menciptakan ekonomi eksternal. Infrastruktur ini membuat
pertanian lebih produktif dan menghancurkan rintangan masuk ke pasar
selain itu juga meningkatkan efisiensi dari alokasi sumber daya.
&5
(. Informasi
'enyediaan informasi sangat bermacam-macam. 'etani
membutuhkan informasi mengenai kondisi pasar teknologi baru dan
cuaca. 'enelitian dan pengembangan menjadi target utama pemerintah
juga jasa tambahan yang memba"a hasil riset ke pertanian. 'endidikan
dan pelatihan membantu petani meningkatkan dan mengolah operasi
mereka.
/. Membangun pasar
'emerintah dapat membantu menciptakan dan meningkatkan
pasar dengan menyediakan pengukuran akurat untuk hasil panen
penyediaan asuransi kegagalan panen dan mendorong kredit skala kecil
untuk membuat simpan pinjam lebih mudah bagi petani. 'ada beberapa
kasus ketika area terisolasi pemerintah dapat memulai membuat
transportasi penyimpanan dan pemasaran fasilitas akti*itas ini akan
dilakukan oleh sektor s"asta dan indi*idu setelah penghalang antara
pasar runtuh.
;. +ebijakan 'ublik
'emerintah harus berhati-hati akan efek dari insentif yang diberikan.
)ebagai contoh pajak sangat penting akan tetapi tidak boleh
mengurangi insentif produksi karena akan menyebabkan perbandingan
harga pedesaan dan perkotaan turun -rural7urban terms of trade..
'eran Makro Ckonomi 'emerintah
)tudi mengenai dampak pemerintah pada pertanian sering menunjuk
kepada masalah makro ekonomi yang tidak berhubungan dengan
&B
pertanian. !ampak ini dirasakan melalui 4 harga makro yaitu gaji
tingkat bunga biaya se"a tanah indek harga pertanian dan nilai
tukar mata uang -?ynn (00/..
2ingkat bunga mempengaruhi ketersediaan dana untuk petani. Bila
tingkat bunga tinggi demi memerangi inflasi kredit akan terlalu
mahal bagi petani yang tidak memiliki banyak modal -?ynn (00/..
+enaikan inflasi memiliki dampak negatif dalam penurunan daya beli.
Masyarakat kota dapat menekan pemerintah untuk menekan harga
pangan di ba"ah harga pasar. Biaya se"a tanah dapat naik sejalan
dengan inflasi harga tanah kemudian akan menjadi lebih tinggi
kenaikan ini menyebabkan petani miskin tidak memiliki tanah -?ynn
(00/..
'erbandingan nilai tukar petani -agriculture term of trade. akan tidak
dapat diprediksi dengan peningkatan inflasi. ,arga biasanya tidak
naik secara sama pemerintah lebih menekan harga pangan dari pada
harga barang industri yang akan dibeli oleh petani. Inflasi
menghambat in*estasi dan memperlambat peningkatkan produkti*itas
pertanian -?ynn (00/..
'emerintah juga dapat mengacaukan ekonomi dengan keputusannya
dengan memanipulasi nilai tukar mata uang. Bila mata uang domestik
dihargai di atas harga pasar akan menyebabkan kehancuran terbesar
di sektor pertanian. 'ertama hal ini akan menghambat ekspor karena
orang asing harus membayar lebih mahal untuk mendapatkan mata
uang untuk membeli barang tersebut. 'adahal pasar dunia sangat
kompetitif. +emudian hal ini mendorong impor karena mata uang
asing relatif lebih murah impor pangan akan menyebabkan tekanan
bagi produksi harga dan pendapatan di sektor pertanian. Impor
barang modal dan barang intermediasi menyebabkan bias dalam
produksi domestik menjadi industri dan menjauhi pertanian. ,al ini
merusak pertanian di negara berkembang dan pemerintah perlu
&3
mencermati adanya keterkaitan antara makro ekonomi dan pertanian
-?ynn (00/..
".7 IL#U EK(N(#I PE#BANGUNAN SEKT(R PERTANIAN. TRANSISI DARI
P(LA PERTANIAN SUBSISTEN KE P(LA PERTANIAN K(#ERSIAL 8ANG
TERSPESIALISASI
+risis ekonomi dan proses reformasi yang bergulir sejak tahun &335
sebenarnya menyediakan kesempatan sangat baik bagi sektor pertanian
untuk tampil lebih ke depan dalam "acana pembangunan. !ua
kesempatan emas setidaknya dapat diraih. Pertama, mendulang de*isa
dari ekspor produk pertanian yang nilainya terkatrol oleh kurs dollar. Ini
berhasil dicapai dengan baik sehingga pamor sektor pertanian sempat
agak bersinar karena mampu tetap tumbuh ditengah porak porandanya
hampir seluruh sektor ekonomi lainnya. 2ercatat antara lain
pertumbuhan ekonomi sektor pertanian sebesar 0( 1 yang disumbang
khususnya dari sub sektor perkebunan sebesar A1 dan sub sektor
perikanan ;& 1 pada tahun &33B sementara secara keseluruhan
pertumbuhan ekonomi nasional merosot alias minus &/5 1. Kedua
menegosiasikan kembali peran sektor pertanian sebagai bagian dari
proses reformasi perekonomian nasional.
Negosiasi ini berkaitan dengan gagasan dan desakan-desakan untuk
lebih mengedepankan peran sektor pertanian sehingga tidak lagi menjadi
sektor marjinal seperti terjadi selama era =rde Baru. 8ang kedua ini
masih menjadi pertanyaan besar karena belum terlihat tanda-tanda hasil
yang meyakinkan meskipun upaya-upaya ke arah tersebut cukup gencar
dilakukan.
2edapat tiga tahap pokok dalam e*olusi pola produksi pertanian
yaitu antara lain$
&. usaha tani subsisten murni yang berskala kecil -petani hanya
bertani. dengan tahap produkti*itas yang sangat rendah.
(0
(. pola pertanian keluarga campuran atau yang telah terdi*ersifikasi.
)ebagian hasil telah digunakan untuk konsumsi pribadi dan
sebagian lagi untuk dijual ke pasar.
/. usaha perdagangan dengan tingkat produktifitas yang tinggi telah
terspesialisasi
Modernisasi pertanian dalam sistem perekonomian campuran
diberbagai negara-negara berkembang juga dapat dijelaskan sebagai
suatu proses transisi yang berlangsung secara bertahap tetapi
berkesinambungan yakni dari pola produksi subsisten menjadi sistem
pertanian yang terdi*ersifikasi dan terspesialisasi.
Pertanian Subsisten. Pen1egaan Resi/o9 Keti!a/pastian9 Dan Upa:a
#empertaan/an Ke3angsungan Hi!up
!alam pola pertanian klasik sebagian besar output dikonsumsi
sendiri oleh keluarga petani -hanya sebagian kecil sisanya yang dijual
atau diperdagangkan dipasar-pasar lokal.. 2ingkat output dan dan
produktifitasnya rendah karena hanya menggunakan metode produksi
serta peralatan tradisional yang serba sederhana. In*estasi modal minim
sedangkan faktor-faktor produksi yang utama adalah lahan dan tenaga
kerja. ,ukum perolehan yang semakin berkurang berlaku disini
sehubungan dengan terus bertambahnya orang-orang yang menggarap
sebidang lahan yang sama. +eterbatasan yang curah hujan adanya
keharusan membayar sumbangan lahan atau pajak tidak resmi serta
kehadiran para rentenir yang mengancam untuk menagih sisa utang yang
seolah-olah tidak ada habisnya adalah sebagian dari kesulitan dari oleh
para petani subsisten. )emua itu merupakan sumber keka"atiran petani
mengenai kelangsungan hidup mereka.
2eori-teori produksi dua faktor tradisional menganggap lahan
bersifat tetap tenaga kerja merupakan satu-satunya input *ariabel dan
(&
laba maksimum memberikan beberapa masukan kedalam ekonomi
pertanian subsisten. )ecara lebih spesifik faktor-faktor tarsebut
menyediakan dasar pemikiran ekonomi untuk menyoroti rendahnya
tingkat produktifitas pertaniaa tradisional dinegara-negara berkembang
dalam bentuk hukum produktifitas marjinal yang semakin berkurang.
'ertanian subsisten menpunyai risiko yang sangat tinggi dan penuh
ketidakpastian. !alam kenyataannya pada kasus tertentu kehidupan
manusia bahkan turut dipertaruhkan. !i berbagai "ilayah yang lahan
pertaniannya sangat sempit dan pengilahannya amat tergantung pada
curah hujan yang tidak pernah dapat dipastikan itu rata-rata hasil
pertanian biasanya rendah sehingga pada masa paceklikatau musim
kering berkepanjangan banyak petani dan keluarganya yang terancam
bahaya kelaparan.
!alam peadaan demikian moti*asi pokok dalam kehidupan para
petani bukan meningkatkan pendapatan melainkan mempertahankan
kelangsungan hidupdiri dan keluarganya.
Transisi #enu;u Pertanian 2ampuran Dan Ter!i5ersi<i/asi
'ola pertanian terdi*ersifikasi atau pertanian campuran
merupakan tahap prantara yang harus dilalui dalam proses transisi dari
pola produksi pertanian subsisten menjadi pertanian yang spesialisasi.
+eberhasialan atau kegagalan usaha-usaha transpormasi pola
perrtanian tradisional ini tidak hanya ditentukan oleh kemampuan dan
keterampilan para petani dalam meningkatkan produktifitasnya saja.
2etapi yang lebih penting lagi semua itu tergantung pada kondidi sosial
komersial dan kondisi kelembagaan yang merupakan faktor-faktor
pertanian yang harus dihadapi oleh para petani.
Perubaan #u3ti!imensiona3 !i Pe!esaan
((
'roses pembangunan pedesaan di daerah pertanian tidak lain
adalah suatu perubahan sosial. !emikian pula introduksi teknologi ke
pedesaan yang bermula dari kebijakan orde baru membebek pada isu
global bernama re*olusi hijau menimbulkan prubahan sosial dalam
berbagai dimensi. Masuknya traktor atau mesin penggiling padi ke
pedesaan menyebabkan berkurangnya peranan buruh tani dalam
pengelolaan tanah dan berkurangnya peranan "anita dalam ekonomi
keluarga di pedesaan.
2eknologi yang masuk ke desa tersebut banyak dikuasai oleh
golongan ekonomi kelas atas dan menengah di desa. Golongan tersebut
dengan pendirinya akan menentukan pasaran kerja di desa. +eadaan
demikian akan menggeser peranan pemilik ternak kerbau atausapi
sebagai sumber tenaga kerja pengolah sa"ah.
Masuknyan teknologi perangkat usaha ternak sapi perah
menggeser peternak tradisional yang hanya memiliki satu sampai tiga
ekor ternak. 'erangkat teknologi tersebut merubah sistem beternak dari
ekonomi keluarga ke ekonomi komersial dengan jumlah ternak yang
banyak dan dikuasai oleh golongan ekonomi kuat di desa atau di kota
yang menanamkan modalnya di desa. 'erangkat teknologi sapi perah
seperti mixer makanan ternak cooling unit susu sistem penga"etan dan
lain-lain memungkinkan orang untuk menangani jumlah ternak sapi
lebih banyak. ,al ini memberikan bukti bah"a teknologi mengakibatkan
meningkatnya ukuran usaha tani di pedesaan.
Belum lagi kebijakan-kebijakan sederhana yang ada di pedesaan.
'enunjukan kepala desa sebagai ketua ?+M! misalnya hal ini
mengakibatkan pengaruh Negara akan semakin dominan yang notabene
tidak terlalu paham dengan kondisi sosial masyarakat desa setempat.
'ola pengaruh ini bermula dari penggunaan kekuasaan yang terlalu
berlebih. !engan dalih pembangunan para kusir delman tergeser oleh
adanya transportasi angkutan pedesaan. )truktur ekonomi kembali
dikuasai oleh orang-orang tertentu saja. !isini terjadi perubahan
(/
peranan ?+M! yang sebelumnya sebagai akumulasi aspirasi masyarakat
berubah menjadi "adah aspirasi penguasa.
Masuknya teknologi ke desa seperti halnya mekanisasi dalam bidang
pertanian juga mempengaruhi organisasi dan manajemen usaha tani.
Mekanisasi pertanian menuntut adanya keterampilan baru bagi para
pekerja. 2untutan tersebut dengan sendirinya membutuhkan modal yang
besar sehingga melibatkan bank dan pemodal lainnya. 'engadaan modal
untuk pengembangan industri atau mekanisasi di desa ditunjang oleh
kebijaksanaan pemerintah dalam bentuk pemberian pinjaman berupa
kredit. +ebijaksanaan ini meransang timbulnyakeberanian untuk
meminjam kredit dalam jumlah besar tanpa diimbangi oleh sistem
organisasi dan manajemen yang memadai sehingga muncul dimana-
mana tunggakan kredit seperti bimas atau industri kecil menubggak.
!engan terjadinya perubahan structural tersebut tidak mampu dinafikan
bah"a budaya atau kultur masyarakat pun ikut berubah. )eperti yang
telah dijelaskan secara teoritis perubahan kultur sosial menyangkut segi-
segi non material sebagai akibat penemuan batau medernisasi. #rtinya
terjadi integrasi atau konflik unsur baru dengan unsur lama sampai
terjadinya sintesis atau penolakan sama sekali.
Masuknya teknologi atau adanya mekanisasi di desa
mengakibatkan banyaknya pertambahan jumlah penduduk yang
menganggur transformasi yang tidak jelas dan pola komunikasi yang
sejalan dengan perubahan komunitas di desa.kesemuanya itu merupakan
ino*asi baik itu hasil penemuan dalam berpikir atau peniruan yang dapat
menimbulkan difusi atau integrasi. 'eristi"a-peristi"a perubahan
kultural meliputi cultural lag, cultural survival, cultural conflict
dan cultural shock.
,al di atas juga sangat besar pengaruhnya terhadap interaksi sebab
melalui teknologi akti*itas kerja menjadi lebih sederhana dan serba
cepat. ,ubungan antara sesame pekerja menjadi bersifat impersonal
sebab setiap pekerja bekerja menurut keahliannya masing-masing
(;
-spesialis.. ,al ini berbeda dengan kegiatan pekerjaan yang tanpa
teknologi tidak bersifat spesialis dimana setiap orang dapat saling
membantu pekerjaan tidak dituntut keahlian tertentu.
2eknologi berkaitan dengan pembatasan pekerjaan yang bersifat
kerjasama sehingga dapat menimbulkan konflik pada komunitas
pertanian. #danya teknologi praktek-praktek saling membantu menjadi
terhenti dan kerjasama informal menjadi berkurang. 'roses mekanisasi
di daerah pertanian menyebabkan hubungan bersifat kontrak formal.
2enaga kerja berkembang menjadi tenaga kerja formal yang
kemampuandan keahliannya terbatas. ?ambat laun di pedesaan akan
muncul organisasi formal tenaga kerja sebagai akibat terspesialisasi dan
meningkatnya pembagian kerja. ,al inilah yang oleh !urkheim
dinamakan solidaritas organic -organic solidarity. yang lebih sering
terjadi pada komunitas perkotaan.
Masuknya teknologi ke desa menyebabkan kontak sosial menjadi
tersebar melalui berbagai media dan sangat luas melauli perdagangan
pendidikan agama dan sebagainya. #kibat pola hubungan yang 8ng
bersifat impersonal maka ketidak setujuan atau perbedaan pendapat
sulit diselesaikan secara kekluargaan tetapi harus melalui proses
peradilan. ,al ini tampak dengan adanya kebijaksanaan jaksa masuk
desa dimana sebelumnya konflik di desa cukup diselesaikan dengan oleh
ketua kampong atau sesepuh desa.
Gaga3n:a Kebi;a/an Pemerinta !a3am Pembangunan Pe!esaan
'roses pembangunan pertanian di Indonesia telah banyak diulas
oleh para peneliti. Krans ,Msken misalnya pada tahun &35; ia
melakukan penelitian yang mengulas tentang perubahan sosial di
masyarakat pedesaan >a"a sebagai akibat kebijakan pembangunan
pertanian yang diambil oleh pemerintah. 'enelitian ini dilakukan di !esa
Gondosari +a"edanan 2ayu +abupaten 'ati >a"a 2engah. +ekhususan
dan keunikan dari penelitian ini terletak pada isinya yang tidak saja
(4
merekam pengalaman perubahan sosial -re*olusi. tersebut namun juga
menggali studi dalam perspektif sejarah yang lebih jauh ke belakang.
'enelitian ini berhasil mengungkap fenomena perubahan politik sosial
dan ekonomi melintasi tiga <aman yaitu penjajahan Belanda >epang
hingga masa pemerintahan orde lama dan orde baru. ,usken
menggambarkan terjadinya perubahan di tingkat komunitas pedesaan
>a"a sebagai akibat masuknya teknologi melalui era imperialisme gula
dan berlanjut hingga re*olusi hijau.
'endapat Mar9 tentang perubahan moda produksi menghasilkan
perubahan pola interaksi dan struktur sosial tergambar jelas dalam
tulisan husken. Masyarakat ja"a yang semula berada pada pertanian
subsisten dipaksa untuk berubah menuju pertanian komersialis.
'erubahan komoditas yang diusahakan menjadi salah satu indikator yang
dijelaskan oleh ,usken. Imperialisme gula telah merubah komoditas padi
menjadi tebu yang tentu berbeda dalam proses pengusahaannya.
Gambaran ini semakin jelas pada masa orde baru dengan kebijakan
re*olusi hijaunya.
Gambaran serupa tampak pada tulisan ,efner >ellinek dan )ummers.
+ebijakan pemerintah yang mengacu pada model modernisasi selalu
menekankan pada pembangunan ekonomi yang merubah moda produksi
dari pertanian menuju industri. 'embangunan ekonomi yang berorientasi
pada kapitalisme memba"a dampak pada kehidupan di tingkat
komunitas.
Ini berarti kebijakan pemerintah tidak selamanya memperhatikan apa
yang sebenarnya dibutuhkan oleh masyarakat di pedesaan. ,anya
memaksakan pemerataan pembangunan tanpa mempertimbangkan
dampak sosial yang akan terjadi dibalik kebijakan tersebut. Meskipun
introduksi teknologi dapat menerobos pedesaan akan tetapi hal tersebut
merubah pola interaksi dari structural dan kultural masyarakat
pedesaan. )ehingga kegagalan kebijakan pemerintah terlihat jelas
dengan adanya abcontrol pada dampak negatif yang menggerayangi
(A
kehidupan masyarakat desa.
:ntuk perlu pertimbangan yang matang dan pisau analisis yang tajam
bagi pemerintah untuk mengeluarkan kebijakan pembangunan khususnya
pertanian di pedesaan. #gar tidak merusak tatanan sosial masyarakat
dan lingkungan sekitarnya.
".= STRATEGI PE#BANGUNAN PERTANIAN DAN PEDESAAN 8ANG ANDAL.
BEBERAPA S8ARAT P(K(K
#pabila tujuan utama pembangunan pertanian dan daerah
pedesaaan dinegara-negara berkembang adalah untuk memperbaiki
tarap hidup masyarakat di pedesaan melalui peningkatan pendapatan
total produksi dan produktifitan petani kecil maka pertama-tama
pemerintahan negara-negara berkembang tersebut harus
mengidentifiiasikan sumber-sumber pokok kemajuan pertanian dan
kondisi-kondisi a"al yang sekiranya akan meperngaruhi keberhasilan
pencapaian tujusn utsms itu. )emua unsur-unsur penting tesebut jelas
berkaitan satu sama lain sehingga membentuk suatu jalinan huburngan
yang amat kompleks tetapi untuk memudahkan pamahaman maka kita
dapat memisahkannya memudahkan pemahaman maka kita dapat
memisahkannya menjadi / komponen$
)umber-sumber kemajuan pertanian berskala kecil$
a. kemajuan teknologi dan ino*asi
Bagi sebagian besa negara-negara berkembang tekhnologi dan
ino*asi baru dalam kegiatan-kegiatan pertanian merupakansyarat
penting yang harus dipenuhi emi menciptakan perbaikantingkat
output dan produktifitasnya.
#da dua sumber pokok ino*asi tekhnologi yang berpotensi
meningkatkan hasil-hasil pertanian. #kan tetapi kedua halitu juga
dapat menimbulkn dampak negatif terhadap upaya-upaya
pembangunan pertanian negara-negara dunia ketiga. ,al pertama
(5
adalah mekanisasi pertanian atau pengenalan mesin-mesin produksi
guna mengantikan tenaga kerja manusia.
b. kebijakan ekonomi pemerintah yang tepat
c. kelembagaan sosial yang menunjang
syarat umum bagi kemajuan pedesaan
a. modernisasi struktur usaha tani dalam rangka memenuhi
permintaan bahan pangan yang terus meningkat.
b. 'enciptaan sistem penunjang yang efektif
c. 'erubahan kondisi sosial pedesaan guna memperbaiki taraf hidup
masyarakat pedesaan
(B
BAB III
PENUTUP
$.1 SI#PULAN
?ynn -(00/. mengemukakan bah"a keberhasilan sektor pertanian
bukan hanya alat bagi pembangunan tetapi keberhasilan di sektor
pertanian juga menjadi tujuan dari pembangunan. 'ertanian dapat
menjamin penyediaan kebutuhan milyaran penduduk di masa depan. ,al
yang berhubungan dengan transformasi sektor pertanian$
&. 'eningkatan produkti*itas pertanian.
(. 'enggunaan sumber daya yang dihasilkan untuk pembangunan di luar
sektor pertanian.
/. Integrasi pertanian dengan ekonomi nasional melalui infrastruktur dan
pasar.
@ampur tangan pemerintah di bidang pertanian merupakan fenomena
yang telah mendunia. )ubsidi pertanian dan dukungan pemerintah pada
negara maju hanya mendorong efisiensi dan merusak negara miskin
dengan menurunkan daya saing hasil pertanian negara miskin -?ynn
(00/..
$." SARAN
)ebagai salah satu egara agraris campur tangan pemerintah serta
kesadaran para petani harus terus ditingkatkan demi terciptanya
perekonomian yang lebih baik.
(3
DA'TAR PUSTAKA
ttp.>> ???.goog3e.1om> peranan pertanian dalam
pembangunan.html. !ia/ses tangga 1* ;anuari "+1+
ttp.>> ???.goog3e.1om> peran pemerintah dalam sektor pertanian
dan pmbangunan pedesaan .tm3. !ia/ses tangga 1* ;anuari "+1+
p Tu!aro9 #i1ae3. 1)7&. Pembangunan Dunia Ketiga. %a/arta.
Er3angga
/0