Anda di halaman 1dari 5

Self Purification in water bodies

Kemampuan badan air untuk membersihkan dirinya sendiri dari pencemar. Penghilangan bahan
organik, nutrisi tanaman, atau pencemar lainnya dari suatu danau atau sungai oleh aktivitas biologis
dari komunitas yang hidup didalamnya. Bahan biodegradabel yang masuk ke badan air, sedikit demi
sedikit digunakan oleh mikrorganisme dalam air, menurunkan tingkat pencemar. Bila penambahan
pencemar di hilir sungai tidak berlebihan, air akan membersihkan diri dengan sendirinya self-
cleansing. Proses ini tidak berlaku untuk pencemar yang senyawa organik non biodegradabel atau
logam.
Self purification merupakan suatu proses alami dimana sungai mempertahankan kondisi asalnya
melawan bahan bahan asing yang masuk kedalam sungai. Menyempurnakan metode buatan dari
penngelolaan kualitas air dan menyangkut proses fisik kimia dan biologis. Dalam memecahkan
masalah eutrofikasi di danau, kehadiran phospor dan nitrogen yang berasal dari kegiatan pertanian,
industri dan sumber domestik harus dimengerti terlebih dahulu, tidak langsung muncul di anak
sungai. Kemampuan sungai untuk menghilangkan tingkat polusi dari fosfor dan nitrogen adalah
penting. Vollenweideer (1968) meneliti fakta dari masuknya fosfat, amonia dan nitrat oleh
macrophyta yang berada di air. Dan mengatakan bahwa Callitriche dapat menghilangkan secara
efisien fosfat dari pembuangan air. Hynes (1970) menyimpulkan bahwa nutrisi akan menurun seiring
dengan perjalanan polutan menuju hilir, mungkin disebabkan oleh uptake oleh tanaman, tetapi
perlu diingat bahwa hanya sedikit fakta dari percobaan yang dimiliki untuk mendukung pandangan
ini untuk mengindikasikan, pada air yang bergerak, nitrogen dan fosfor cukup memadai bagi
pertumbuhan maksimum dari alga dan makrophyta.

Gambar 1. Pencemaran sungai oleh bahan organik

Sebagai gambaran dari self-purification, lihatlah Gambar 1 pencemaran sungai oleh bahan organik.
Pada sungai yang tidak tercemar, oksigen terlarut memiliki kadar sekitar 8 ppm dan BOD dalam
keadaan yang rendah. Sekarang bayangkan pencemar organik yang berasal dari pabrik kertas atau
pabrik makanan masuk kedalam badan air. Bahan organik ini tentu membutuhkan oksigen untuk
terdekomposisi. Hal ini menjadikan BOD meningkat dan mempengaruhi Dissolved Oksigen di hilir
sungai. Pencemar organik ini menjadi makanan bagi sebagian bakteri aerob. Seiring dengan
mengalirnya air ke hilir, jumlah bakteri ini meningkat. Akibatnya ketersediaan oksigen (DO) pada air
sungai menurun. Pada titik tertentu pencemar organik terdekomposisi dan terjadi recovery oksigen
atau DO kembali meningkat sebagai sumbangan dari atmosfir (aerasi) dan tanaman air.

Tahapan Self Purification
Seperti yang terlihat dalam Gambar 2 terdapat beberapa tahap dalam mekanisme self purification:
1. Clean Zone
2. Decomposition Zone
3. Septic Zone
4. Recovery Zone


Gambar 2. Tahapan dalam self purification

Kondisi oksigen terlarut pada zona bersih berada pada 8 ppm, yang merupakan konsentrasi normal
DO di perairan dan BOD pada kondisi yang rendah. Pada zona ini hewan hewan air yang
membutuhkan oksigen dalam konsentrasi normal tumbuh dengan baik. Hewan hewan ini akan mati
bila konsentrasi oksigen menurun.
Dengan adanya pencemar yang memasuki badan air, peningkatan BOD terjadi seiring dengan
penurunan konsentrasi oksigen. Zona ini disebut dengan zona dekomposisi dimana terjadi
dekomposisi bahan organik oleh bakteri. Populasi bakteri di zona ini meningkat. Hewan yang dapat
tumbuh adalah hewan dengan kebutuhan oksigen yang rendah, seperti beberapa jenis ikan dan
lintah.
Zona septik terjadi pada saat keberadaan oksigen dibawah 2 ppm. Ikan akan menghilang atau pindah
dari zona ini karena ketidaksesuaian dengan kebutuhan oksigennya. Pada beberapa bagian
kehidupan yang terdapat pada zona ini adalah cacing lumpur, jamur dan bakteri anaerobik. Bakteri
berada pada populasi yang tinggi pada zona ini.
Seiring dengan waktu dan jarak dari lokasi pencemaran. Sungai mengalami peningkatan konsentrasi
oksigen yang berasal dari penangkapan udara oleh air, aerasi dan tanaman air. Selain itu bahan
organik mengalami penurunan setelah mengalami dekomposisi sehingga BOD menurun. Zona ini
disebut zona recovery, pada zona ini hewan hewan yang tidak membutuhkan oksigen tinggi kembali
dapat ditemui dan hidup disini dan populasibakteri menurun.
Zona bersih kembali tercapai setelah recovery selesai. Hewan hewan air dapat tumbuh kembali
dengan baik.

Mikroorganisme
Bakteri mencapai jumlah yang besar setelah pengeluaran bahan organik yang menjadi makanannya
meningkat. Populasi dari protozoa yang memakan bakteri juga meningkat. Awalnya suspended solid
dengan tingkat yang tinggi menghambat cahaya dan kekurangan oksigen memiliki efek gangguan
pada alga. Seiring dengan recovery sungai alga kembali muncul dengan Cladophora sebagai salah
satu yang dapat mendominasi badan air dan menyelimutinya, hal ini dapat mengurangi kadar
oksigen di malam hari.
Satu karakteristik pertumbuhan yang ditemukan di kondisi tercemar adalah jamur kotoran (sewage
fungus) yang mana kadang merupakan campuran dari bakteri, protozoa, alga dan jamur dimana
bakteri merupakan spesies yang mendominasi. Hal ini dapat terlihat sebagai lumpur yang berwarna
coklat terang di badan air, atau sebagai rambut halus dengan bentuk pita yang memanjang.


Gambar 3. Perubahan kimia dan biologi di hilir dari sumber pencemar organik

Makroinvertebrata
Seperti yang diperlihatkan pada Gambar 3 (bagian bawah) spesies yang sensitif terhadap pencemar
seperti stonefly dan beberapa mayfly hilang akibat pencemaran dan komunitas jenisnya menjadi
berkurang dengan spesies dominan yang toleran. Tubificid worm yang memiliki hemoglobin
menjadikan mereka bertahan hidup ketika kadar oksigen rendah. Seiring dengan meningkatnya
oksigen jumlah tubificid turun dengan larva Chironomous menjadi spesies yang dominan.
Peningkatan oksigen lebih lanjut memungkinkan spesies seperti kutu air, Ascellus dan spesies lain
seperti udang air tawar, Gammarus dan Hydropsyche sp. kembali muncul. Kemunculan ini hanya
ketika sungai terrecovery sepenuhnya, yang mana membutuhkan jarak ke hilir dari sumber
pencemar ketika mayfly dan stonefly yang paling sensitif muncul. Tipe macroinvertebrata dan
kelimpahannya biasanya digunakan untuk menentukan status pencemaran dari sungai dan aliran air.
(Cf Section on Biomonitoring)

Ikan
Walaupun ikan dapat bergerak dan menjauh dari pencemaran, mereka kadang membutuhkan kadar
oksigen yang tinggi dan dapat terbunuh oleh zat beracun seperti amonia. Ikan pertama yang dapat
terlihat muncul di hilir sumber pencemar kadang merupakan spesie yang toleran seperti stickleback
(Gasterosteus aculeatus), tetapi ikan seperti salmon dan trout (ikan air tawar) dapat menghilang
karena kadar oksigen yang rendah dalam jarak yang jauh.

Mekanisme Fisika Self Purification : Flotasi
Kebanyakan efek self purification yang dipelajari berkenaan dengan mikroba dan bahan organik,
walaupun demikian reduksi dari konsentrasi logam berat juga dikenal. Penjelasan self purification
tidak bisa dijelaskan hanya secara biologi dan bagaimanapun berhubungan dengan kecepatan dan
oksigen.
Efek dari konsentrasi pencemar diatas permukaan air berjalan secara normal setelah jeram, air
terjun, dan tebing tebing batuan. Pada lokasi ini karakter dari aliran air yang mengalami turbulensi
memastikan konsentrasi pencemar di air tetap (akibat dari pencampuran yang baik) walaupun
sebelumnya terdapat perbedaan konsentrasi. Analisis kimia selanjutnya mengatakan bahwa
konsentrasi normal dari pencemar pada lapisan permukaan sekitar 1.5 kali lebih tinggi dibanding
pada badan air.
Hanya terdapat satu mekanisme yang dapat menjelaskan pengangkatan pencemar ini ke lapisan atas
permukaan air dan itu adalah flotasi. Pencemar dihilangkan dari badan air dengan gelembung udara.
Hasilnya buih terbentuk dipermukaan air. Gelembung ini penting untuk proses, dapat dihasilkan dari
penangkapan udara oleh air atau oleh formasi gelembung dari udara yang terlarut. Mekanisme
pertama dari pembentukan gelembung terjadi di air terjun tetapi tidak menunjukkan perubahan
penting dalam jeram. Sebagai tambahan gelembung air dibentuk dari udara yang ditangkap tidak
dapat terlalu kecil dan hal itu tidak akan menhasilkan flotasi patikel kecil, bila perbedaan dalam
ukuran dari gelembung air dan partikel, besar, partikel akan ditolak oleh gelembung daripada
menariknya ke gelembung. Hal ini dijelaskan oleh hidrodinamika koloid.
Dengan dikemukakannya mekanisme dari self purification di air sungai pertanyaan penting telah
terjawab. Flotasi dapat terjadi di lokasi tetapi dampak dari flotasi dapat mengurangi konsentrasi dari
pencemar diseluruh badan air.
http://kharistya.blogspot.com/2006/06/self-purification-in-water-bodies.html

Daftar Pustaka
1. http://www.nalms.org/glossary/lkword_s.htm
2. http://resources.ed.gov.hk/envir-ed/text/hkissue/e_m1_3_2.htm
3.
http://www.dhi.dk/Courses/AlumniCafe/LectureNotes/DHI%20Water%20Quality%20compendium.p
df
4. http://www.rsnz.org/publish/nzjmfr/1974/25.pdf
5. http://arxiv.org/html/physics/0003032