Anda di halaman 1dari 6

powered by

Sabtu, 10 April 2010


PELAYANAN KESEHATAN
1. PENGERTIAN PELAYANAN KESEHATAN
Menurut Prof. Dr. Soekidjo Notoatmojo
Pelayanan kesehatan adalah sub sistem pelayanan kesehatan yang tujuan utamanya adalah
pelayanan preventif (pencegahan) dan promotif( peningkatan kesehatan ) dengan sasaran
masyarakat.
Menurut Levey dan Loomba (1973)
Pelayanan Kesehatan Adalah upaya yang diselenggarakan sendiri/secara bersama-sama dalam
suatu organisasi untuk memelihara dan meningkatkan kesehatan, mencegah, dan mencembuhkan
penyakit serta memulihkan kesehatan peroorangan, keluarga, kelompok, atau masyarakat.
Jadi pelayanan kesehatan adalah sub sistem pelayanan kesehatan yang tujuan utamanya adalah
promotif (memelihara dan meningkatkan kesehatan), preventif ( pencegahan), kuratif
(penyembuhan), dan rehabilitasi (pemulihan) kesehatan perorangan, keluarga, kelompok atau
masyarakat, lingkungan.
Yang dimagsud sub sistem disini adalah sub sistem dalam pelayanan kesehatan adalah input ,
proses, output, dampak, umpan balik.
Input adalah sub elemen sub elemen yang diperlukan sebagai masukan untuk berfungsinya
sistem
Proses adalah suatu kegiatan yang berfungsi untuk mengubah masukan sehingga mengasilkan
sesuatu (keluaran) yang direncanakan.
Output adalah hal-hal yang dihasilkan oleh proses .
Dampak adalah akibat yang dihasilkan oleh keluaran setelah beberapa waktu lamanya.
Umpan balik adalah hasil dari proses yang sekaligus sebagai masukan untuk sistem tersebut.
Lingkungan adalah dunia diluar sistem yang mempengaruhi sistem tersebut.




Contoh : Di dalam pelayanan kesehatan Puskesmas,
input adalah : Dokter, perawat, obat-obatan,.
Prosesnya : kegiatan pelayanan puskesmas,
Outputnya : Pasien sembuh/tidak sembuh,
dampaknya : meningkatnya status kesehatan masyarakat,
umpan baliknya,: keluhan-keluhan pasien terhadaf pelayanan,
lingkungannya = masyarakat dan instansi-instansi diluar puskemas tersebut.
Tujuan Pelayanan Kesehatan :
Promotif (memelihara dan meningkatkan kesehatan)
Hal ini diperlukan misalnya dalam peningkatan gizi, perbaikan sanitasi lingkungan.
Preventif (pencegahan terhadap orang yang berisiko terhadap penyakit)
Terdiri dari :
Preventif primer
Terdiri dari program pendidikan, seperti imunisasi,penyediaan nutrisi yang baik, dan kesegaran
fisik
Preventive sekunder
Terdiri dari pengobatan penyakit pada tahap dini untuk membatasi kecacatan dengan cara
mengindari akibat yang timbul dari perkembangan penyakit tersebut.
Preventif tersier
Pembuatan diagnose dDitunjukan untuk melaksanakan tindakan rehabilitasi, pembuatan
diagnose dan pengobatan
Kuratif (penyembuhan penyakit)
Rehabilitasi (pemulihan)
Usaha pemulihan seseorang untuk mencapai fungsi normal atau mendekati normal setelah
mengalami sakit fisik atau mental , cedera atau penyalahgunaan.


2. Bentuk Pelayanan Berdasarkan Kesehatan Berdasarkan Tingkatannya
1) Pelayanan kesehatan tiongkat pertama (primer)
Diperlukan untuk masyarakat yang sakit ringan dan masyarakat yang sehat untuk meningkatkan
kesehatan mereka atau promosi kesehatan.
Contohnya : Puskesmas,Puskesmas keliling, klinik.

2) Pelayanan kesehatan tingkat kedua ( sekunder)
Diperlukan untuk kelompok masyarakat yang memerlukan perawatan inap, yang sudah tidak
dapat ditangani oleh pelayanan kesehatan primer.
Contoh : Rumah Sakit tipe C dan Rumah Sakit tipe D.

3) Pelayanan kesehatan tingkat ketiga ( tersier)
Diperlukan untuk kelompok masyarakat atau pasien yang sudah tidak dapat ditangani oleh
pelayanan kesehatan sekunder.
Contohnya: Rumah Sakit tipe A dan Rumah sakit tipe B.

3. Perbedaan Jenis Pelayanan Kesehatan
Pelayanan kesehatan dibedakan menjadi 2 yaitu :
a. Pelayanan Kedokteran
b. Pelayanan Kesehatan Masyarakat

Bagan









Pelayanan Kedokteran
Ditandai dengan cara pengorganisasian yang bersifat sendiri atau secara bersama-sama dalam
suatu organisasi, tujuan utamanya untuk menyembuhkan penyakit dan memulihkan kesehatan,
serta utamanya adalah perseorangan dan keluarga.

Pelayanan Kesehatan Masyarakat
Ditandai dengan cera pengorganisasian yang umunnya secara bersama-sama dalam suatu
organisasi, tujuan utamanya yaitu untuk memelihara dan meningkatkan kesehatan serta
mencegah penyakit, serta sasaran utamanya adalah kelompok dan masyarakat.

Perbedaan Pelayanan kedokteran Dengan Pelayanan kesehatan masyarakat
Pelayanan Kedokteran
Tenaga pelaksaannya adalah tenaga para dokter
Perhatian utamanya adalah penyembuhan penyakit
Sasaran utamanya adalah perseorangan atau keluarga
Kurang memperhatikan efisiensi
Tidak boleh menarik perhatian karena bertentangan dengan etika kedokteran
Menjalankan fungsi perseorangan dan terikat undang-undang
Penghasilan diperoleh dari imbal jasa
Bertanggung jawab hanya kepada penderita
Tidak dapat memonopoli upaya kesehatan dan bahkan mendapat saingan
Masalh administrasi sangat sederhana







Pelayanan Kesehatan Masyarakat
Tenaga pelaksanaanya terutama ahli kesehatan masyarakat
Perhatian utamanya pada pencegahan penyakit
Sasaran utamanya adalah masyarakat secara keseluruhan
Selalu berupaya mencari cara yang efisien
Dapat menarik perhatian masyarakat
Menjalankan fungsi dengan mengorganisir masyarakat dan mendapat dukungan undang-
undang
Pengasilan berupa gaji dari pemerintah
Bertanggung jawab kepada seluruh masyarakat
Dapat memonopoli upaya kesehatan
Mengadapi berbagai persoalan kepemimpinan

4. SYARAT POKOK PELAYANAN KESEHATAN
1. Tersedia dan berkesinambungan
Pelayanan kesehatan tersebut harus tersedia dimasyarakat serta bersifat berkesinambungan
artinya semua pelayanan kesehatan yang dibutuhkan masyarakat tidak sulit ditemukan
2. Dapat diterima dan wajar
Artinya pelayanan kesehatan tidak bertentangan dengan keyakinan dan kepercayaan masyarakat.
3. Mudah dicapai
Dipandang sudut lokasi untuk dapat mewujudkan pelayanan kesehatan yang baik pengaturan
distribusi sarana kesehatan menjadi sangat penting
4. Mudah dijangkau
Dari sudut biaya untuk mewujudkan keadaan yang harus dapat diupayakan biaya pelayanan
kesehatan sesuai dengan kemampuan ekonomi masyarakat.
5. Bermutu
Menunjuk pada tingkat kesempurnaan pelayanan kesehatan yang diselenggarakan yang disatu
pihak dapat memuaskan para pemakai jasa pelayanan dan dipihak lain tata cara
penyelenggaraanya sesuai dengan kode etik serta standart yang telah ditetapkan.

5. SISTEM RUJUKAN
Menurut SK Menteri Kesehatan RI No 32 tahun 1972 sistem rujukan adalah suatu sistem
penyelenggaraan pelayanan kesehatan yang melaksanakan pelimpahan tanggung jawab timbal
balik terhadap satu kasus masalah kesehatan secara vertical
dalam arti dari unit yang berkemampuan kurang kepada unit yang lebih mampu atau secara
horizontal dalam arti antar unit-unit yang setingkat kemampuanya.


Sistim Kesehatan Nasional membedakannya menjadi dua macam yaitu:
1. Rujukan Kesehatan
Upaya pelayanan kesehatan dalam pencegahan penyakit dan peningkatan derajat kesehatan.
Rujukan ini dibedakan menjadi tiga yaitu :
Rujukan teknologi
Rujukan sarana
Rujukan Operasional

2. Rujukan Medik
Upaya pelayanan kedokteran dalam penyembuhan penyakit serta pemulihan kesehatan. Rujukan
medic terdiri dari penderita, pengetahuan, dan bahan laboratorium.











SKEMA
- penderita
Masalah Medis ==== Rujukan Medis - Pengetahuan
- Bahan-bahan
Masalah pemeriksaan
Kesehatan
- - teknologi
Masalah
Kesehatan ====== Rujukan kesehatan - Sarana
masyarakat - Operasinal
Skema Sistem rujukan Pelayanan Kesehatan Di Indonesia


Provinsi

Kabupaten

Kecamatan

Kelurahan




Posyandu Posyandu Posyandu Posyandu
MASYARAKAT

PUSKESMAS
Puskesmas adalah suatu unit pelaksana fungsional yang berfungsi sebagai pusat pembangunan
kesehatan, pusat pembinaan peran serta masyarakat dalam bidang kesehatan serta pusat
pelayanan kesehatan tingkat pertama yang menyelenggarakan kegiatannya secara menyeluruh
terpadu dan berkesinambungan pada suatu masyarakat yang bertempat tinggal dalam suatu
wilayah tertentu.
17 kegiatan Puskesmas yaitu :
1. Usaha pelayanan rawat jalan
2. Usaha kesejahtraan ibu dan anak
3. Usaha keluarga berencana
4. Usaha kesehatan gigi
5. Usaha kesehatan gizi
6. Usaha kesehatan sekolah
7. Usaha kesehatan lingkungan
8. Usaha kesehatan jiwa
9. Usaha pendidikan kesehatan
10. Usaha perwatan kesehatan masyarakat
11. Usaha npemberantasan dan pencegahan penyakit menular
12. Usaha kesehatan olah raga
13. Usaha kesehatan lanjut usia
14. Usaha kesehatan mata
15. Usaha kesehatan kerja
16. Usaha pencatatan dan pelaporan
17. Usaha laboratorium kesehatan masyarakat