Anda di halaman 1dari 25

DISTRIBUSI

PROBABILITAS
PENGERTIAN
DISTRIBUSI PROBABILITAS ADALAH DISTRI-
BUSI YANG MENUNJUKKAN HASIL YANG DIHA-
RAPKAN TERJADI DARI SUATU PERCOBAAN
DENGAN NILAI PROBABILITAS MASING-
MASING HASIL TSB

CONTOH :
PADA PELEMPARAN TIGA MATA UANG, MAKA
KEMUNGKINAN PERISTIWA YANG TERJADI :
1. GGG
2. GGT 3. GTG 4. TGG
5. GTT 6. TGT 7. TTG
8. TTT

LANJUTAN
DISTRIBUSI PROBABILITAS DARI HASIL TSB
ADALAH SBB :


MUNCUL
TULISAN
JUMLAH
FREKUENSI
DISTRIBUSI
PROBABILITAS
HASIL
0
1
2
3
1
3
3
1

1/8
3/8
3/8
1/8
0,125
0,375
0,375
0,125
MACAM-MACAM VARIABEL
VARIABEL ACAK : UKURAN HASIL PERCOBAAN
YANG BERSIFAT ACAK

VARIABEL ACAK DISKRET : UKURAN HASIL
PERCOBAAN YANG BERSIFAT ACAK DAN MEM-
PUNYAI NILAI TERTENTU YANG TERPISAH
DALAM SUATU INTERVAL

VARIABEL DISKRET BIASANYA DALAM BENTUK
BILANGAN BULAT DAN DIHASILKAN DARI
PERHITUNGAN
JUMLAH BUAH, JUMLAH SEPATU,
JUMLAH BAJU, DSB
LANJUTAN.
VARIABEL ACAK KONTINYU : UKURAN HASIL
PERCOBAAN YANG BERSIFAT ACAK DAN MEM-
PUNYAI NILAI YANG MENEMPATI SELURUH
INTERVAL HASIL PERCOBAAN

VARIABEL KONTINYU DAPAT BERUPA
BILANGAN PECAHAN DAN BIASANYA DIHA-
SILKAN DARI PENGUKURAN
BERAT BADAN, TINGGI BADAN, PANJANG
MEJA, DSB

MACAM-MACAM DISTRIBUSI
PROBABILITAS
1. DISTRIBUSI BINOMIAL

2. DISTRIBUSI POISSON

3. DISTRIBUSI NORMAL
DISTRIBUSI BINOMIAL
DIST. BINOMIAL ADALAH DISTRIBUSI DARI
VARIABEL YANG BERSIFAT DISKRET, ATAU
DISTRIBUSI DARI PERCOBAAN BERNOULLI.

CIRI-CIRI PERCOBAAN BERNOULLI :
1. SETIAP PERCOBAAN HANYA MENGHASIL-
KAN DUA KEJADIAN (SUKSES/GAGAL)
2. PROBABILITAS SUKSES PADA SETIAP PER-
COBAAN BERNILAI SAMA p
PROBABILITAS GAGAL q = 1- p
3. SETIAP PERCOBAAN BERSIFAT INDEPENDEN
4. JUMLAH PERCOBAAN n

LANJUTAN
UNTUK MEMBENTUK SUATU DIST. BINOMIAL
DIPERLUKAN 2 HAL YAITU :
1. JUMLAH PERCOBAAN (n)
2. PROBABILITAS SUATU KEJADIAN
(SUKSES/GAGAL)
3. JUMLAH SUKSES/GAGAL (x)

DIST. PROBABILITAS DINYATAKAN SBB :
n!
P(x) = ---------- p
x
. q
n-x

x! (n-x)!

RATA-RATA ( ) = n.p
ST. DEVIASI ( ) = n.p.q
CONTOH
1. SEBUAH MATA UANG DILEMPAR 6 KALI
a. BERAPA PROB MUNCUL GAMBAR 2 KALI.
b. BERAPA PROB TIDAK MUNCUL GAMBAR

2. PT JAYA MENGIRIM SEMANGKA KE HERO
SUPERMARKET. DG JAMINAN KUALITAS
YANG BAIK, 90% SEMANGKA YANG DIKIRIM
LOLOS SELEKSI. SETIAP HARI PT JAYA
MENGIRIM 15 BUAH SEMANGKA DENGAN
BERAT ANTARA 5 6 KG.
a. BERAPA PROB 15 SEMANGKA DITERIMA
b. BERAPA PROB 13 SEMANGKA DITERIMA
c. BERAPA PROB 10 SEMANGKA DITERIMA


CONTOH
3. PT GRJ MERUPAKAN PERUSH GARMENT,
MENGIRIM BAJU KE DEPT STORE DG SISTEM
LUSINAN (BERISI 6 BAJU). DG PENGAWASAN
KETAT 95% BAJU MEMENUHI STANDAR (TDK
CACAT).
a. BERAPA PROB 5 BAJU YG TIDAK CACAT?
b. BERAPA PROB MAKSIMAL 5 BAJU TIDAK
CACAT?

4. SEMBILAN PULUH PERSEN PRODUK YANG
DIHASILKAN PT ABC BERKUALITAS BAIK.
KABAG PRODUKSI MENGAMBIL 5 PRODUK.
BERAPA PROB BAHWA SEBUAH PRODUK
BERKUALITAS TIDAK BAIK ?
CONTOH
5. DARI 500 PRODUK YANG DIPRODUKSI SEBUAH
PERUSH TERDAPAT 5 YANG RUSAK. SEORANG
PEDAGANG MEMBELI 10 PRODUK TSB, TENTU-
KANLAH PROBABILITAS :
a. MAKSIMAL 3 PRODUK RUSAK.
b. MINIMAL 2 PRODUK RUSAK

6. SEBUAH BANK PERKREDITAN MENCATAT BHW
30% DEBITUR MENUNGGAK CICILAN. JIKA
DIAMBIL SAMPEL SEBANYAK 15 DEBITUR,
MAKA BERAPA PROBABILITAS:
a. MAKSIMAL 5 DEBITUR MENUNGGAK.
b. MINIMAL 12 DEBITUR TIDAK MENUNGGAK
CONTOH
7. LUTHFI SEDANG BERLATIH MEMASUKKAN BOLA
BASKET DE DALAM KERANJANG BASKET.
DARI LATIHAN YANG SUDAH DILAKUKAN,
PROB BOLA MASUK KE DALAM KERANJANG DA-
LAM SETIAP LEMPARAN ADALAH 0,7.
JIKA KALI INI DIA INGIN MELAKUKAN 10 LEM-
PARAN BOLA KE DALAM KERANJANG, MAKA
TENTUKANLAH PROBABILITAS :
a. TIGA BOLA AKAN MASUK KE DALAM
KERANJANG
b. PALING BANYAK TIGA BOLA AKAN MASUK
KE DALAM KERANJANG.
c. TENTUKANLAH MEAN, STANDAR DEVIASI
DAN VARIANSNYA.
DISTRIBUSI POISSON
DIST. POISSON MERUPAKAN DIST. UNTUK
VARIABEL DISKRET, DIST INI DIKEMBANGKAN
OLEH SIMON POISSON TH 1837

PADA DIST POISSON PERCOBAAN DILAKUKAN
DALAM SELANG WAKTU TERTENTU.

DIST POISSON DIGUNAKAN UNTUK MENDE-
KATI DIST BINOMIAL BILA PROBABILITAS
SUKSES KECIL ( p 0,1) DAN JUMLAH
PERCOBAAN SANGAT BESAR (n > 50)

LANJUTAN.
UNTUK MENCARI PROBABILITAS SEJUMLAH
SUKSES TERTENTU, MAKA TERLEBIH DAHULU
HARUS DIKETAHUI RATA-RATA (MEAN) SUKSES

DIST. POISSON DINYATAKAN SBB :


X
. e
-

P (X) = --------- e = 2,71828
X!


RATA-RATA ( ) = n.p
ST. DEVIASI ( ) = n.p
CONTOH
1. SEORANG PENGUSAHA SEPATU MEMPRO-
DUKSI 2.000 PASANG SEPATU, TERNYATA 2
PASANG SEPATU DIANTARANYA TIDAK
MEMENUHI STANDAR MUTU.
PENGUSAHA TSB MENDAPAT PESANAN
SEPATU SEBANYAK 3.000 PASANG.
BERAPAKAH PROBABILITAS :
a. PALING BANYAK 2 PASANG SEPATU TIDAK
MEMENUHI STANDAR MUTU.
b. LEBIH DARI 3 PASANG SEPATU TIDAK
MEMENUHI STANDAR MUTU
CONTOH
2. SETIAP LIMA RATUS METER KABEL TERDAPAT
DUA METER YG MEMILIKI LAPISAN BAG LUAR
TIPIS. TONO MEMBELI SERATUS METER KABEL
TSB.
BERAPA PROBABILITAS BAHWA SELURUH KABEL
YANG DIBELI MEMILIKI LAPISAN LUAR TIDAK
TIPIS?

3. JUMLAH EMITEN BEJ ADA 300 PERUSH. PROB
PERUSH YANG MEMBERIKAN DIVIDEN HANYA
0,1.
BILA BEJ MEMINTA LAPORAN DARI 10 EMITEN,
BERAPA PROB 10 PERUSH TSB ADALAH PERUSH
YG MEMBAGIKAN DIVIDEN ?
DISTRIBUSI NORMAL
DIST. NORMAL MERUPAKAN DIST. UNTUK
VARIABEL KONTINYU, DIST INI DIKEMBANG-
KAN OLEH DEMOIVRE (1733) DAN GAUSS
(1777 1855).

BENTUK DIST. NORMAL DITENTUKAN OLEH 2
PARAMETER YAITU DAN
BILA MENGECIL, MAKA BENTUK KURVA
AKAN LEBIH RAPAT DAN SEMAKIN
MERUNCING
BILA MEMBESAR, MAKA BENTUK KURVA
AKAN LEBIH RENGGANG DAN TUMPUL
KARAKTERISTIK KURVA NORMAL
1. KURVA BERBENTUK LONCENG DAN MEMI-
LIKI SATU PUNCAK YANG TERLETAK DI
TENGAH = Md = Mo
2. KURVA SIMETRIS DENGAN
3. KURVA BERSIFAT ASIMPTOTIS EKOR
KURVA TIDAK PERNAH MEMOTONG SUMBU
ABSIS
4. LUAS DAERAH YANG TERLETAK DI BAWAH
KURVA NORMAL TETAPI DI ATAS SUMBU
MENDATAR = 1 ATAU 100%
KURVA NORMAL STANDAR
(BAKU)
KURVA NORMAL STANDAR (BAKU) ADL KURVA
NORMAL YANG SUDAH DIRUBAH MENJADI
DISTRIBUSI NILAI Z.
DISTRIBUSI INI MEMPUNYAI SIFAT : NILAI
RATA-RATA () NOL DAN STANDAR DEVIASI ()
SATU

UNTUK MENGHITUNG NILAI Z DIGUNAKAN
FORMULA :
X -
Z = ------------


CONTOH
1. BOLA LAMPU YANG DIPRODUKSI PT ELECTRIC,
RATA-RATA HIDUP 900 JAM DENGAN STANDAR
DEVIASI 50 JAM.
HITUNGLAH PROBABILITAS BOLA LAMPU YANG
DAPAT HIDUP ANTARA 800 S.D 1.000 JAM.

2. PT MERCU BUANA MEMPUNYAI KARYAWAN 200
ORANG, DENGAN UMUR RATA-RATA 35 TH DAN
STANDAR DEVIASI 5 TH.
DIREKSI INGIN MEMBERIKAN PELATIHAN KE-
PEMIMPINAN PADA KARYAWAN DENGAN UMUR
40 S.D 45 TH UNTUK MIDLE MANAGER.
BERAPA JUMLAH KARYAWAN YANG HARUS
MENGIKUTI PELATIHAN ?



CONTOH
3. NILAI UJIAN STATISTIK MAHASISWA BERDIS-
TRIBUSI NORMAL DG RATA-RATA 34 DAN STAN-
DAR DEVIASI 4. BILA 10% MAHASISWA MEN-
DAPAT NILAI TERENDAH, MAKA BERAPA NILAI
MAKSIMUM DARI NILAI TSB.

4. RATA-RATA NILAI UJIAN DARI 200 MHS STA-
TISTIK II ADALAH 60 DG STANDAR DEVIASI 10.
BILA NILAI BERDISTRIBUSI NORMAL, BERAPA :
a. MHS YG MENDAPAT NILAI A, JIKA NILAI
A 80
b. MHS YANG MENDAPAT NILAI C, JIKA NILAI
C TERLETAK PADA INTERVAL 56 C 68
CONTOH
5. RATA-RATA PENDAPATAN PERKAPITA PENDU-
DUK ADALAH Rp 5.476.000 DG STANDAR
DEVIASI Rp 1.986.000
a. HITUNGLAH PROBABILITAS PENDAPATAN
DI BAWAH Rp 3.000.000
b. HITUNGLAH PROBABILITAS PENDAPATAN
ANTARA Rp 4.000.000 S.D Rp 6.000.000
c. HITUNGLAH PENDAPATAN TERENDAH DARI
20% PENDUDUK YG BERPENDAPATAN
TINGGI
d. BILA PEMERINTAH MEMBERIKAN BANTUAN
KEPADA 15% PENDUDUK YANG BERPENDA-
PATAN TERENDAH, MAKA BERAPA BATAS
MAKSIMAL PENDAPAT TERENDAH TSB.
PENDEKATAN DISTRIBUSI NORMAL
TERHADAP DISTRIBUSI BINOMIAL
SYARATNYA :
1. JUMLAH PENGAMATAN RELATIF BESAR
NILAI RATA-RATA ( ) = n.p 5.
ST. DEVIASI ( ) = n.p.q

2. MEPUNYAI SYARAT BINOMIAL :
a. PERCOBAAN MENGHASILKAN 2
KEJADIAN
b. PERCOBAAN BERSIFAT INDEPENDEN
c PROB SUKSES DAN GAGAL SAMA UNTUK
SETIAP PERCOBAAN
d. DATA MERUPAKAN HASIL PERHITUNGAN


LANJUTAN
3. MENGHITUNG NILAI Z, DG RUMUS :
X n.p n ~
Z = -------------- p 0,5
n.p.q

4. DIPERLUKAN FAKTOR KOREKSI, KARENA
PERUBAHAN VARIBEL DISKRET MENJADI
KONTINYU DG MENAMBAH/MENGURANGI
NILAI X DENGAN 0,5

CONTOH
1. SEBUAH MATA UANG DILEMPAR SEBANYAK
10 KALI.
HITUNGLAH PROB MUNCUL GAMBAR 3
SAMPAI 6

2. SUATU MESIN MEMPRODUKSI KANCING
YANG 20% CACAT. DIAMBIL SAMPEL ACAK
SEBANYAK 500 KANCING YANG DIPRODUKSI
MESIN TSB.
TENTUKAN PROB KANCING YANG CACAT :
a. PALING BANYAK 150 BUAH
b. ANTARA 135 165 BUAH
c. 175 ATAU LEBIH