Anda di halaman 1dari 26

ABSTRAK

Di Indonesia mungkin kata-kata tentang OJK bagi masyarakat awam


masih belum mengetahui dan kenal dengan istilah tersebut. OJK adalah singkatan
dari Otorisasi Jasa Keuangan. Yang dimaksud dengan OJK sendiri dapat dilihat
langsung pada UU No.2 !ahun 2" yang menerangkan se#ara lengkap apa arti$
maksud$ serta tu%uan dari pendirian OJK tersebut. &enurut Kepala 'iro
(erasuransian 'adan (engawas (asar &odal dan )embaga Keuangan *'apepam+
)K, Isa -a#hmatarwata$ dengan pembentukan OJK diharapkan dapat berperan
sebagai badan pengawas industri keuangan yang bersi.at netral dan konsisten
dalam men%alankan aturan yang berlaku.
(as#a terbentuknya Otoritas Jasa Keuangan *OJK,$ maka tugas mengatur
dan mengawasi bank sentral$ dalam hal ini yang dimaksud adalah 'ank Indonesia$
akan diserahkan kepada OJK. (erbankan perlu diawasi dalam rangka untuk
men#iptakan sistem perbankan yang sehat. /ebelum terbentuk Otoritas Jasa
Keuangan$ perbankan diatur dan diawasi oleh 'ank Indonesia sebagai 'ank
sentral. /edangkan lembaga keuangan lainnya seperti (asar modal$ lembaga
pensiun$ pegadaian$ dan pembiayaan$ diatur dan diawasi oleh '0(1(0&-)K.
&asing-masing lembaga .okus pada lembaga keuangan yang di awasi. 0kan tetapi
hal ini mengandung kelemahan$ karena praktik lembaga keuangan sekarang sudah
semakin komplek.
!erbentuknya lembaga Otoritas Jasa Keuangan *OJK, berawal dari
keinginan untuk melindungi masyarakat dan e.isiensi lembaga keuangan. Krisis
ekonomi tahun 223$ yang mengakibatkan rontoknya beberapa 'ank$
menun%ukkan pengawasan perbankan tidak mampu mendeteksi se#ara dini potensi
akan ter%adinya krisis. &eskipun krisis saat itu dapat disebabkan oleh .aktor
eksternal maupun internal.
Karya Tulis Bank Indonesia 1
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
'ank Indonesia merupakan 'ank sentral yang ada di Indonesia. /ebagai
'ank sentral$ 'ank Indonesia men%adi 'ank sirkulasi dan induk dari 'ank + 'ank
lainnya. 'ank Indonesia memiliki peran yang sangat penting untuk perekonomian
Indonesia karena 'ank Indonesia dapat men#iptakan dan men%aga kestabilan nilai
uang rupiah serta kebi%akan yang dibuat bisa mempengaruhi pasar$ sehingga
berpengaruh dalam perekonomian di Indonesia. /elain itu$ tu%uan-tu%uan pokok
dari 'ank Indonesia antara lain adalah mengatur dan mengawasi 'ank + 'ank
lainnya$ mengatur dan melan#arkan sistem pembayaran$ serta menetapkan dan
melaksanakan kebi%akan moneter yang ditimbulkan akibat in.lasi. /edangkan
Otoritas Jasa Keuangan *OJK, adalah lembaga negara yang dibentuk berdasarkan
UU Nomor 2 !ahun 2"$ yang mempunyai .ungsi untuk menyelenggarakan
sistem pengaturan dan pengawasan terhadap seluruh kegiatan dalam sektor %asa
keuangan. Otoritas Jasa Keuangan merupakan lembaga independen dan didirikan
untuk menggantikan peran 'apepam + )K. !u%uan OJK adalah agar terselenggara
se#ara teratur$ adil$ transparan$ dan akuntabel dalam sektor %asa keuangan$ dapat
mewu%udkan sistem keuangan yang tumbuh se#ara berkelan%utan$ dan mampu
melindungi kepentingan konsumen serta masyarakat banyak.
Dalam bidang pengawasan$ 'ank Indonesia melakukan pengawasan se#ara
langsung dan tidak langsung. (engawasan langsung yang dilakukan oleh 'ank
Indonesia berupa pemeriksaan se#ara berkala$ sedangkan untuk pengawasan tidak
langsungnya dilakukan melalui penelitian$ analisis$ dan e4aluasi terhadap laporan
yang disampaikan oleh 'ank.
!ugas pengawasan 'ank dialihkan dari 'ank Indonesia kepada %asa
keuangan yang independen yaitu Otoritas Jasa Keuangan melalui UU Nomor 2
!ahun 2" tentang Otoritas Jasa Keuangan yang ditetapkan bahwa se%ak tanggal
5 Desember 2"5$ .ungsi$ tugas$ dan wewenang dalam melakukan pengaturan
dan pengawasan kegiatan %asa keuangan di sektor perbankan beralih dari 'ank
Indonesia ke Otoritas Jasa Keuangan. Ketentuan yang telah dibuat bersi.at
mengikat 'ank Indonesia maupun Otoritas Jasa Keuangan. Dengan adanya
peralihan .ungsi pengawasan 'ank dan 'ank Indonesia kepada Otoritas Jasa
Keuangan maka tugas yang masih megikat pada 'ank sentral hanya menetapkan
dan men%aga kebi%akan moneter serta mengatur dan men%aga kelan#aran sistem
pembayaran.
'eralihnya .ungsi pengawasan bukan berarti 'ank Indonesia terlepas
sepenuhnya dari kepentingan pengawasan terhadap 'ank. !api dalam UU Otoritas
Karya Tulis Bank Indonesia 2
Jasa Keuangan menegaskan bahwa Otoritas Jasa Keuangan .okus pada aspek
microprudential, sedangkan 'ank Indonesia .okus pada aspek macroprudential.
0spek microprudential meliputi pengaturan dan pengawasan terhadap
kelembagaan$ pemeriksaan 'ank$ kesehatan$ dan aspek kehati + hatian.
/edangkan aspek microprudential meliputi .okus terhadap kesehatan institusi
keuangan se#ara indi4idual. (engawasan yang dilakukan 'ank Indonesia dan
Otoritas Jasa Keuangan memiiki satu tu%uan yang sama$ yaitu mewu%udkan
stabilitas sistem keuangan Nasional. Dalam mewu%udkan stabilitas keuangan$
perlu untuk di%aga karena adanya peningkatan resiko terhadap perekonomian
nasional$ krisis lembaga$ dan pasar keuangan yang berdampak terhadap
perekonomian dan berbiaya besar$ kegagalan pasar$ kegagalan kebi%akan makro$
dan masih banyak lainnya.
Pembentukan Otoritas Jasa Keuangan (OJK)
Otoritas Jasa Keuangan adalah suatu lembaga pengawas %asa keuangan
seperti perusahaan pembiayaan$ perbankan$ pasar modal$ dana pensiun$ dan
asuransi yang sudah harus terbentuk pada tahun 2"". 0danya Otorisasi Jasa
Keuangan ini sebagai lembaga pengawas sektor keuangan di Indonesia yang perlu
untuk diperhatikan$ karena harus dipersiapkan dengan baik segala hal untuk
mendukung keberadaan OJK. Undang-Undang tentang Otorisasi Jasa Keuangan
hanya mengatur mengenai pengorganisasian dan tata pelaksanaan kegiatan
keuangan dari lembaga yang memiliki kekuasaan dalam pengaturan serta
pengawasan terhadap sektor %asa keuangan. Dengan adanya Otorisasi Jasa
Keuangan diharapkan bisa men#apai mekanisme koordinasi yang e.ekti. dalam
menanggani masalah yang timbul didalam sistem keuangan. Dengan demikian
bisa lebih men%amin ter#apainya stabilitas sistem keuangan dan adanya
pengaturan serta pengawasan yang lebih baik lagi.
Jika kita menengok kebelakang tentang se%arah dibentuknya OJK ini
adalah salah satu ide yang bertu%uan untuk membentuk lembaga khusus yang
melakukan pengawasan perbankan. 6al ini telah di#anangkan semen%ak
diundangkannya UU No.257222 tentang 'ank Indonesia. Dalam UU tersebut
di%elaskan bahwa tugas pengawasan terhadap 'ank akan dilakukan oleh lembaga
pengawasan sektor %asa keuangan yang independen$ dan dibentuk dengan undang-
undang. Dengan melihat ketentuan tersebut$ maka telah %elas tentang
pembentukkan lembaga pengawasan sektor %asa keuangan independen harus
dibentuk. 6al tersebutlah$ yang di%adikan landasan dasar bagi pembentukkan
suatu lembaga independen untuk mengawasi sektor %asa keuangan.
/ampai dengan tahun 2"" perintah untuk pembentukkan lembaga
pengawasan ini masih belum %uga terealisasi. Kondisi tersebut menyebabkan
dalam kurun waktu hampir satu dekade$ OJK tidah dapat men%adi pengawas
perkembangan perbankan yang belakangan ini ter%adi banyak .enomena +
.enomena negati.. &isalnya sa%a kasus 'ank 8entury yang melakukan
penyimpangan tanpa ada ketakutan bertindak dan dikarenakan memang tidak ada
Karya Tulis Bank Indonesia 3
lembaga tertentu yang men%adi pengawas. OJK kini bisa men%adi penting$ apabila
dalam perkembangan praktek perbankan dan pengawasan perlu dilakukan dengan
#ara yang tepat dan sesuai dengan kepentingan.
/elain itu$ para pakar ekonomi-pun mengemukakan pendapat mengenai
OJK. &ereka mengatakan bahwa Otoritas Jasa Keuangan *OJK, mutlak dibentuk
guna mengantisipasi kompleksitas sistem keuangan global. Namun$ -UU OJK
harus dibahas simultan dengan paket -UU Keuangan lain$ sperti -UU Jaring
(engaman /istem Keuangan *J(/K,$ -UU (asar &odal serta amandemen UU
'ank Indonesia$ (erasuransian$ dan Dana (ensiun. 6al tersebut terungkap dalam
seminar -e.ormasi. /ektor Keuangan memperkuat 9ondasi$ Daya /aing$ dan
/tabilitas (erekonomian Nasional. (embentukan OJK diperlukan guna mengatasi
kompleksitas keuangan global dari an#aman krisis. Di sisi lain$ pembentukan OJK
merupakan komitmen pemerintah dalam re.ormasi sektor keuangan di Indonesia.
(emerintah mempunyai komitmen tinggi dan men%alankan mandat untuk
melakukan re.ormasi di sektor keuangan.
Dengan melihat kehadiran OJK$ dimaksudkan untuk menghilangkan
penyalahgunaan kekuasaan (abuse of power) yang selama ini #enderung mun#ul.
/ebab dalam OJK$ .ungsi pengawasan dan pengaturan dibuat terpisah. 0kan tetapi
meskipun OJK memiliki .ungsi pengaturan dan pengawasan dalam satu tubuh$
.ungsinya tidak akan tumpang tindih$ sebab OJK se#ara organisatoris akan terdiri
atas tu%uh dewan komisioner. Ketua Dewan Komisioner akan membawahkan tiga
anggota dewan komisioner yang masing-masing mewakili perbankan$ pasar
modal$ dan lembaga keuangan nonbank *)KN',. Kewenangan pengawasan
perbankan oleh 'ank Indonesia akan dikurangi$ namun 'ank Indonesia masih
mendampingi pengawasan. Kalau selama ini mikro dan makro prudensialnya di
'ank Indonesia$ nanti OJK akan .okus menangani mikro prudensialnya.
Penolakan Bank Inonesia ter!aa" OJK
'ank Indonesia men%adi lembaga tunggal yang memiliki hak untuk
mengedarkan uang di Indonesia. Dalam melaksanakan tugas serta wewenangnya
tersebut$ 'ank Indonesia dipimpin oleh Dewan :ubernur. :ubernur 'ank
Indonesia saat ini adalah 0gus &artowardo%o yang telah men%abat semen%ak 2"5.
'ank Indonesia memiliki satu tu%uan utama. !u%uan utamanya adalah men#apai
dan memelihara kestabilan nilai rupiah. Kestabilan yang dimaksud mengandung
dua aspek$ yaitu kestabilan nilai mata uang terhadap barang dan %asa$ serta
kestabilan terhadap mata uang negara lain. Demi ter#apainya tu%uan utama dari
'ank Indonesia tersebut$ 'ank Indonesia didukung oleh tiga pilar yang
merupakan tiga bidang tuganya. Ketiga bidang tugas ini adalah *, melaksanakan
kegiatan moneter; *2, mengatur serta men%aga kelan#aran sistem pembayaran; dan
*5, mengatur serta mengawasi perbankan di Indonesia. Namun$ dengan adanya
pembentukan Otorisasi Jasa Keuangan membuat tugas-tugas dari 'ank Indonesia
sedikit berkurang. Karena disini Otorisasi Jasa Keuangan memiliki tugas
melakukan pengaturan dan pengawasan terhadap kegiatan %asa keuangan di sektor
Karya Tulis Bank Indonesia 4
(erbankan$ sektor (asar &odal$ dan sektor IKN'. Dengan kata lain$ Otoritas Jasa
Keuangan menggantikan salah satu tugas yang selama ini 'ank Indonesia
%alankan.
Namun dengan usulan adanya pembentukan lembaga independen Otoritas
Jasa Keuangan *OJK, didalam pemerintahan$ sangan banyak yang pro maupun
kontra atas usulan tersebut$ salah satunya adalah 'ank Indonesia.
'ank Indonesia sendiri memiliki alasan mengapa selama ini menolak
adanya ren#ana pembentukan Otoritas Jasa Keuangan. /alah satu yang diungkap
adalah dengan adanya pembentukan Otoritas Jasa Keuangan maka pengaturan
sistem di Indonesia lebih beresiko dan akan ber%alan mundur. (endirian OJK
dianggap tidak rele4an karena tidak ada struktur pengawasan yang dapat
men%amin sistem perbankan yang sehat atau men#egah krisis keuangan sistemik.
'ank Indonesia %uga beranggapan bahwa lepasnya tugas 'ank Indonesia
dalam melakukan pengawasan terhadap perbankan bisa mengganggu operasi
pengendalian moneter. 6al ini disebabkan karena 'ank sentral tak bisa se#ara
otomatis mengakses data perbankan tanpa persetu%uan dari pimpinan Otorisasi
Jasa Keuangan. /elain itu 'ank Indonesia %uga mengungkapkan kegagalan atas
pembentukan otorisasi %asa keuangan di negara lain dan yang bisa disimpulkan
pada saat itu adalah %ika pembentukan Otorisasi Jasa Keuangan itu sudah tidak
rele4an lagi.
'ank Indonesia %uga menyatakan bahwa mereka menolak adanya
penggabungan sektor keuangan pada suatu badan. (enolakan tersebut antara lain
dikarenakan dalam pasal 25 UUD 2<= mengamanatkan bahwa kewenangan
sektor keuangan terdiri atas tiga bagian terpisah. (ertama$ kewenangan .iskal
di%alankan oleh kementerian keuangan. Kedua$ dalam bidang moneter
diamanatkan pada 'ank senteral. Ketiga$ audit keuangan negara yang dipegang
oleh badan pemeriksa keuangan *'(K,. 'ank Indonesia %uga beranggapan bahwa
%ika selama ini mereka dianggap gagal dalam mengawasi 'ank dan buruk
kiner%anya$ namun %ika dipindah alihkan tugasnya kepada Otorisasi Jasa
Keuangan belum tentu %uga akan men%adi baik. /elain itu %uga$ pegawai 'ank
Indonesia masih mempertanyakan apakah Otorisasi Jasa Keuangan ini bisa
men%adikan perekonomian di Indonesia men%adi lebih baik dan men%amin
Indonesia tidak akan terimbas krisis. /ebenarnya untuk men#egah krisis ekonomi
yang tidak se#ara langsung berhubungan dengan perbankan$ dia men%elaskan$
yang dibutuhkan adalah UU Jaringan (engaman /istem Keuangan *UU J(/K,.
0lasan lain adalah terkait pemenuhan /umber Daya &anusia */D&, OJK. Dalam
-UU OJK$ terkesan memaksa pegawai 'ank Indonesia pindah ke institusi yang
bukan men%adi keinginan dan #ita-#ita mereka. /ur4ei %uga menun%ukkan bahwa
>?$23@ pengawas 'ank dikantor pusat 'ank Indonesia menolak bergabung
dengan OJK$ apabila lembaga tersebut dibentuk sesuai dengan dra. -UU usulan
dari pemerintah.
Karya Tulis Bank Indonesia 5
Dan tidak hanya itu sa%a$ sebagian dari pegawai 'ank Indonesia %uga
menolak untuk men%adi pegawai Otorisasi Jasa Keuangan. &ereka memiliki
se%umlah alasan$ yaitu A
. (eman.aatan pegawai 'ank Indonesia untuk men%adi pegawai OJK tidak
rele4an dengan latar belakang OJK yang menganggap pengawasan 'ank
Indonesia lemah.
2. 0danya chemistry culture 'ank Indonesia yaitu dengan adanya dukungan
governance yang baik.
5. Keraguan indepedensi OJK berhubungan dengan sumber pembiayaan
operasional OJK yang berasal dari pungutan institusi yang diawasi
<. Niat awal masuk 'ank Indonesia adalah men%adi pegawai 'ank Indonesia
dan kompetensi yang dimiliki oleh pegawai pengawasan 'ank masih bisa
dioptimalkan untuk mendukung pelaksanaan tugas disatuan ker%a lain
'ank Indonesia.
Pelaksanaan Kebi#akan Penga$asan antara Bank Inonesia an OJK
'ank Indonesia adalah suatu )embaga Negara yang mempunyai satu
tu%uan tunggal yakni men#apai dan men%aga kestabilan nilai rupiah. 6al ini
mengandung dua aspek yakni kestabilan nilai mata uang rupiah terhadap barang
dan %asa yang ter#ermin pada la%u in.lasi$ serta kestabilan nilai mata uang rupiah
terhadap mata uang negara lain yang ter#ermin pada perkembangan nilai tukar.
Dari segi pelaksanaan tugas dan wewenang$ 'ank Indonesia menerapkan prinsip
akuntabilitas dan transparansi melalui penyampaian in.ormasi kepada masyarakat
luas se#ara terbuka melalui media massa setiap awal tahun mengenai e4aluasi
pelaksanaan kebi%akan moneter$ dan serta ren#ana kebi%akan moneter dan
penetapan sasaran-sasaran moneter pada tahun yang akan datang.
- Ke$a#iban Bank Inonesia
'ank Indonesia selaku 'ank sentral memiliki tiga kewa%iban dalam
men%aga kestabilan rupiah yaituA
. &enetapkan kebi%akan moneter$
2. &engatur dan men%aga kelan#aran sistem pembayaran$ serta
5. &engatur dan mengawasi perbankan *berdasarkan (asal 3 UU No. 5
!ahun 2""<,.
Namun se%ak terbentuknya Otoritas Jasa Keuangan$ tugas 'ank Indonesia
yang berupa pengaturan dan pengawasan perbankan dialihkan kepada OJK.
/elama ini$ .ungsi pengawasan sektor keuangan di%alankan sendiri-sendiri oleh
'ank Indonesia dan 'adan (engawas (asar &odal-)embaga Keuangan
*'apepam-)K,. Dengan integrasi .ungsi pengawasan sektor keuangan di OJK$
publik berharap ada peningkatan koordinasi antara kedua belah pihak dalam
rangka men#iptakan sistem perbankan yang sehat.
Karya Tulis Bank Indonesia 6
0kan tetapi$ timbul kekhawatiran bahwa akan ter%adi tumpang tindih
(overlapping) dalam pelaksanaan kebi%akan pengawasan makroprudensial yang
dibuat oleh 'I dan kebi%akan pengawasan mikroprudensial ran#angan OJK.
Overlapping aturan merupakan salah satu kekhawatiran yang mun#ul akibat
perpindahan wewenang pengawasan perbankan OJK yang %uga dinilai dapat
melemahkan e.ekti4itas kebi%akan yang ada. Kemungkinan ter%adinya
overlapping antara 'I dan OJK tersebut akan berpengaruh pada respons kebi%akan
yang mungkin akan lebih lambat. /ebagai #ontoh$ ketika 'I akan memberikan
bantuan pin%aman kepada perbankan yang mengalami kesulitan keuangan berupa
9asilitas (in%aman Jangka (endek *9(J(,$ tentu tidak dapat se#ara #epat untuk
memberikan 9(J( karena perlu melakukan kon.irmasi dan penin%auan ulang
kepada OJK yang nantinya memiliki kewenangan dan mengetahui serta
menguasai kondisi in.ormasi perbankan.
Kekhawatiran lainnya yakni kemungkinan ter%adinya ri4alitas antara 'ank
Indonesia dengan OJK. 'ank Indonesia akan tetap mempunyai wewenang
memeriksa perbankan kendati OJK sudah mengambil .ungsi tersebut namun
dalam konteks makroprudensial. !erkait dengan hal ini$ bukan tidak mungkin 'I
dianggap sebagai institusi kelas dua dibawah OJK dan kondisi itu tentunya akan
mempengaruhi e.ekti.itas kebi%akan 'ank Indonesia.
/elain kedua hal tersebut$ suatu hal lain yang berpotensi men%adi
kekhawatiran yakni$ adanya arbritrage *perbedaan, ketentuan antara 'ank
Indonesia dan OJK mengenai suatu hal. /ebagai #ontoh misalnya$ ketentuan 'ank
Indonesia mengenai pembiayaan 'ank atas kegiatan pasar modal yang selama ini
dinilai sangat ketat$ di mana 'ank tidak diperbolehkan membiayai kegiatan pasar
modal. !erkait pembagian tugas dengan OJK$ antara pengawasan makroprudensial
dan pengawasan mikroprudensial tidak bisa dipisahkan kendati keduanya berbeda$
oleh karena itu perlu ada sinergi dimana implementasi pengawasan
mikroprudensial dan makroprudensial itu perlu dilakukan dengan baik.
- Penga$asan %akri"ruensial an %ikri"ruensial
(engawasan makroprudensial dan pengawasan mikroprudensial masing-
masing memang memiliki tu%uan yang berbeda. (engawasan makroprudensial
bertu%uan untuk mengarahkan dan mendorong 'ank serta sekaligus
mengawasinya agar dapat berperan dalam berbagai program pen#apaian ekonomi
makro. /edangkan$ pengawasan mikroprudensial bertu%uan untuk mengupayakan
agar setiap 'ank se#ara indi4idual dapat senantiasa berada dalam keadaan sehat
sehingga pada akhirnya 'ank mampu men%aga keper#ayaan masyarakat sebagai
kun#i utama dalam bisnis perbankan.
/elain bersinergi dengan OJK$ 'ank Indonesia seharusnya mampu untuk
meningkatkan .okus kewa%ibannya dalam penetapan kebi%akan moneter dan dalam
pengaturan serta pen%agaan kelan#aran sistem pembayaran$ apalagi setelah satu
Karya Tulis Bank Indonesia 7
tugasnya dalam pengaturan dan pengawasan perbankan dilimpahkan ke OJK$
tentunya dalam rangka men%aga kestabilan rupiah.
'erdasarkan uraian singkat diatas$ kami tertarik mengangkat permasalah
tersebut untuk dilakukan penelitian dengan %udul BDampak (engalihan 9ungsi
(engawasan 'ank Indonesia (as#a Diterapkannya Otoritas Jasa KeuanganC.
B. &umusan %asala!
. 0pa sa%a dampak positi. dan negati. diterapkannya Otoritas Jasa
KeuanganD
2. 'agaimana perkembangan 'ank Indonesia pas#a dialihkannya tugas
pengawasan 'ank kepada OJKD
5. 'agaimana menghadapi awal masa transisi 'ank Indonesia pas#a
diterapkannya Otoritas Jasa KeuanganD
'. (u#uan "enulisan
'erdasarkan latar belakang maupun rumusan yang telah di%elaskan$ tu%uan
karya tulis ilmiah ini dibuat untuk A
. &engikuti lomba karya tulis yang diselenggarakan oleh pihak 'ank
Indonesia.
2. &emberikan pengetahuan kepada para pemba#a tentang isu-isu yang
berkembang di 'ank Indonesia pas#a diterapkannya pengalihan
pengawasan perbankan oleh Otoritas Jasa Keuangan.
5. &eningkatkan pemahaman tentang dampak pengalihan pengawasan
yang dilakukan 'ank Indonesia ke Otoritas Jasa Keuangan.
<. &emberikan in.ormasi yang aktual dan terkini mengenai peran 'ank
Indonesia serta Otorisasi Jasa Keuangan mengenai .ungsi pengaturan
dan pengawasan.
=. /ebagai wahana trans.ormasi pengetahuan mengenai perubahan
beberapa peran 'ank Indonesia setelah diterapkannya Otorisasi Jasa
Keuangan.
D. %an)aat "enulisan
&an.aat penulisan karya ilmiah bagi penulis yaituA
. &emperluas #akrawala pengetahuan;
2. /ebagai bahan a#uan penelitian pendahuluan untuk penelitian
selan%utnya;
Karya Tulis Bank Indonesia 8
5. &eningkatkan pengorganisasian .akta dan data se#ara %elas dan
sistematis;
<. &enumbuhkan etos ilmiah sehingga tidak hanya men%adi konsumen
ilmu pengetahuan$ tetapi mampu men%adi penghasil pemikiran dan
karya tulis dalam bidang ilmu pengetahuan.
=. /ebagai bentuk pembuktian potensi dan wawasan ilmiah yang dimiliki
dalam menghadapi dan menyelesaikan masalah dalam bentuk karya
ilmiah.
Karya Tulis Bank Indonesia 9
BAB II
PE%BAHA*AN
A. Dam"ak Penera"an OJK
E
Otoritas Jasa Keuangan *OJK, men%alankan .ungsi pengawasannya
dimulai pada tanggal Januari 2"5. Otoritas Jasa Keuangan *OJK, melakukan
.ungsi pengawasan sekaligus melakukan .ungsi pengaturan dalam sektor
keuangan mulai dari perbankan$ pasar modal$ asuransi dan lainnya. Otoritas Jasa
Keuangan *OJK, melakukan .ungsi pengawasan itu tentunya memiliki dampak
positi. serta dampak negati.. /alah satu #ontoh dari dampak positi. adanya
Otoritas Jasa Keuangan ini adalah %ika ada salah satu perusahaan asuransi yang
ter%adi a.iliasi dengan 'ank ataupun ter%adi masalah terhadap perusahaan asuransi
tersebut maka peran Otoritas Jasa Keuangan *OJK, inilah yang dapat membantu
menyelesaikan dengan #ara melakukan pengawasan terhadap perusahaan asuransi
dan 'ank tersebut agar dampak dari permasalahan tersebut tidak sampai ke 'ank.
'ukan hanya sisi positi. sa%a$ melainkan sisi negati. terhadap kehadiran
Otiritas Jasa Keuangan. Otoritas Jasa Keuangan merupakan badan pengawasan
besar yang dapat membuat birokrasi men%adi tidak e.isien. Dengan adanya
Otoritas Jasa Keuangan ini maka ditakutkan bila ter%adinya birokrasi yang terlalu
besar dan tidak bisa dengan #epat terdeteksi. /elain itu$ OJK akan mengawasi
.ungsi perbankan dan otomatis Indonesia mengadopsi sistem regulasi moneter dan
mikroprudensial. /eperti kita ketahui bahwa selama ini .ungsi pengawasan telah
di%alankan oleh 'ank Indonesia sehingga ada persepsi yang berhubungan dengan
terpusatnya kekuasaan dan regulasi 'ank Indonesia serta kon.lik kepentingan.
Karena itulah sebenarnya dengan adanya kehadiran OJK ini bisa mempermudah
koordinasi serta pengawasan men%adi lebih e.isien. Dalam hal seperti ini$ Otoritas
Jasa Keuangan *OJK, haruslah siap untuk men%alankan .ungsi pengawasan
perbankan sesuai dengan apa yang ditugaskan.
/ebenarnya keberadaan OJK %adi penting dan perlu. (asalnya$
perkembangan industri %asa keuangan makin mengglobal$ disertai mun#ulnya
ge%ala konglomerasi. &ereka melahirkan beragam produk dan %asa keuangan yang
makin kompleks dan tak mudah dipahami publik. (ada titik ini$ masuk akal kalau
kita perlu memperkuat institusi regulator dan pengawas sektor keuangan$ agar
dapat melindungi nasabah dan publik se#ara luas seraya memberikan dampak
positi. bagi perekonomian nasional. Kesepakatan lain yang ter%adi dalam
pembentukkan Otoritas Jasa Keuangan adalah OJK memiliki kewenangan sebatas
melakukan penyelidikan hingga penyidikan terhadap kasus perbankan dan
lembaga keuangan yang dapat merugikan konsumen. /edangkan OJK tidak
Karya Tulis Bank Indonesia 10
memiliki kewenangan dalam hal melakukan penuntutan. /elain itu %uga
pembentukkan Otoritas Jasa Keuangan sendiri begitu krusial karena menyangkut
pembiayaan dan operasional lembaga tersebut$ sehingga sempat menguatnya
usulan bahwa agar mematikan sa%a ide OJK. Otoritas Jasa Keuangan sendiri pada
awalnya dianggap tidak diperlukan. Dan permasalahan pembentukkan Otoritas
Jasa Keuangan *OJK, ini bisa terselesaikan dengan penyelesaian berupa
pembiayaan untuk membentuk Otoritas Jasa Keuangan diberikan melalui 0('N.
)alu untuk kedepannya$ diharapkan bahwa industri keuangan yang terkait bisa
memberikan kontribusinya terhadap pembiayaan Otoritas Jasa Keuangan *OJK,.
Disini %uga terlihat dampak negati. dari pembentukkan Otoritas Jasa
Keuangan yang mana terdapat keraguan atas indepedensi OJK dimana terlihat
pembiayaannya yang tidak mandiri. (adahal .aktor penting atas keberhasilannya
sebagai pengawas %asa sektor keuangan$ lembaga ini harus terbebas dari inter4ensi
dan kepentingan pihak manapun. Namun tidak bisa kita pungkiri %uga %ika dengan
pembentukkan Otoritas Jasa Keuangan maka sedikit banyak bisa membantu
peranan serta tugas dari 'ank Indonesia. Dengan adanya Otoritas Jasa Keuangan$
seharusnya pengawasan terhadap 'ank serta lembaga keuangan bukan 'ank bisa
lebih ter.okus serta optimal. Dan bukan hanya itu sa%a tapi kebi%akan dibidang
moneter dan keuangan lainnya bisa men%adi lebih baik lagi. Inilah yang harus
diberikan dari lembaga tersebut karena seluruh .ungsi pengawasan kini men%adi
lebih terarah setelah berada dalam satu tangan lembaga.
Dapat diharapkan %uga bahwa Otoritas Jasa Keuangan bisa men#iptakan
pengawasan dalam sektor keuangan se#ara terintegrasi. Ini penting$ karena
globalisasi sistem keuangan ditambah pesatnya kema%uan teknologi in.ormasi dan
ino4asi .inansial telah men#iptakan kompleksitas sistem keuangan$ selain men%adi
yang dinamis. !idak kalah pentingnya$ pembentukan OJK %uga untuk
men#iptakan lembaga pengawas sektor keuangan independen dan kredibel.
Independensi ini penting untuk men#egah benturan kepentingan antara berbagai
.aktor yang berinteraksi di pasar. Independensi %uga diperlukan$ agar dapat
meminimalisasi potensi inter4ensi dari pihak manapun. /atu hal$ yang patut
ditekankan$ sebagus apapun regulasi dan pengawasan$ tetaplah sangat penting dan
menentukan$ integritas para pelaku industri perbankan dan nonbank. Ini #atatan
penting setelah memastikan komisioner OJK dan seluruh perangkatnya beker%a
pro.esional. 0rtinya$ tak ada lagi kemungkinan kongkalikong antara pengawas dan
pihak yang diawasi.
'erbagai kasus yang mun#ul menun%ukkan$ penyelewengan$ atau
ke%ahatan perbankan$ tak %arang karena keterlibatan orang dalam. 'er#ermin dari
berbagai kasus yang ada$ sangat penting bagi mana%emen perbankan atau %asa
keuangan lainnya$ pintar-pintar dalam rekrutmen dan pemilihan personil.
!erutama untuk posisi penting dan menentukan$ karena berhubungan dengan
risiko dan penanganan keper#ayaan masyarakat. (erlu mengetahui latar belakang
dan rekam %e%ak personil yang akan dipilih$ atau diangkat dalam posisi
menentukan. &eski begitu$ tidak ada %aminan orang yang terpilih sudah ideal. 0da
banyak kemungkinan orang berubah$ bagaimana pun saringan penerimaan
Karya Tulis Bank Indonesia 11
diterapkan dan diperketat. (engawasan internal haruslah ber%alan. Itu berarti
semua instrumen pendukung$ maupun sistemnya$ dipastikan sempurna. /egala
proses dalam 'ank$ atau nonbank harus sesuai standar prosedur. Itu artinya$
proses #ek dan kros#ek dilaksanakan$ lengkap dengan penerapan reward dan
funishment tegas.
!rans.ormasi dari 'ank sentral menu%u OJK$ dan dari masa awal
pembentukan OJK hingga perkembangan masa depannya$ akan sangat ditentukan
oleh naik + turunnya e.ek neto dari analisis bene.it dan biaya tersebut. Jika dalam
%angka pan%ang keuntungannya akan lebih besar$ pembentukan OJK tentu
merupakan keharusan. Dalam konteks negara yang sangat bergantung pada sektor
keuangan$ analisis biaya dan man.aat akan sangat menentukan. 0rgumentasi
positi. bagi regulator tunggal OJK berbeda-beda. -asionalitas dari terintegrasinya
se#ara nasional regulator %asa keuangan OJK men#erminkan empat pertimbangan
utama. (ertama$ peningkatan dalam %umlah konglomerat keuangan dan semakin
tidak %elasnya batas antara produk keuangan membuat regulasi sektoral men%adi
semakin tidak e.ekti.. Di )ondon dalam %angka waktu yang lama hanya terdapat
sedikit hambatan pada kebebasan bagi perusahaan keuangan untuk mengakuisisi
satu dengan lainnya$ melewati batas-batas sektoralnya. Dalam konteks itu$ kondisi
di Inggris sangat berbeda dengan 0/$ yang membuat argumentasi bagi regulasi
yang terintegrasi semakin menguat di )ondon ketimbang di New York. Kedua$
dengan keberadaan regulator tunggal diharapkan akan ter%adi skala ekonomis dan
#akupan ekonomis dan memberikan kelebihan dalam mengalokasikan sumber
dana regulasi yang sangat terbatas se#ara e.isien dan e.ekti.. Ketiga$ ada
keuntungan dengan membuat regulator tunggal yang memiliki tu%uan yang %elas
dan konsisten serta tanggung %awab yang %uga %elas dan konsisten$ dan
menyelesaikan setiap pilihan pelik antara tu%uan dan tanggung %awab tersebut
dalam satu wadah. Keempat$ ada argumentasi untuk membuat regulator tunggal
men%adi benar-benar akuntabel bagi kiner%anya terhadap tu%uan hukumnya$ untuk
reFim pengaturan$ bagi biaya dari regulasi dan bagi kegagalan regulasi di mana
mereka ter%adi dan mereka akan ter%adi.
/ebelumnya$ perlu kita tarik ke belakang bagaimana latar belakang OJK
ini berdiri serta tu%uan dari OJK itu sebenarnya. Ide untuk membentuk lembaga
khusus untuk melakukan pengawasan perbankan telah dimun#ulkan se%ak
diundangkannya UU No. 25 !ahun 222 tentang 'ank Indonesia. Dalam UU
tersebut$ disebutkan se#ara tegas bahwa tugas mengawasi 'ank akan dilakukan
oleh lembaga pengawasan sektor %asa keuangan yang independen$ dan dibentuk
dengan Undang-undang. Ketentuan selan%utnya disebutkan dalam pasal 5< ayat
UU No.25 tahun 222 bahwa pembentukan lembaga pengawasan akan
dilaksanakan selambat-lambatnya 5 Desember 2""2. Inilah yang kemudian
men%adi landasan utama bagi pembentukan suatu lembaga independen untuk
mengawasi sektor %asa keuangan. /elain latar belakang yuridis$ pembentukan UU
OJK dilatarbelakangi oleh kondisi serta perkembangan sistem keuangan yang
semakin kompleks$ dinamis dan saling terkait antar masing + masing subsektor
keuangan$ baik dalam hal produk maupun kelembagaan dan kompleksitas
transaksi dan interaksi antar lembaga %asa keuangan sebagai akibat dari
Karya Tulis Bank Indonesia 12
konglomerasi pemilikan pada lembaga %asa keuangan. (emerintah %uga melihat
bagaimana kurang e.ekti.nya .ungsi pengawasan yang di%alankan 'ank Indonesia
sehingga sering ter%adi kasus yang menimpa 'ank berkaitan dengan kiner%a
perbankan maupun moral hazard yang dilakukan oleh nasabah 'ank. /eperti
#ontoh kasus dana talangan 'ank 8entury$ pembobolan dana nasabah 8iti'ank$
kasus 'ank &ega$ dan lain + lain membuktikan bagaimana masih lemahnya
.ungsi pengawasan 'ank oleh 'I sehingga banyak ter%adi masalah di 'ank yang
menimbulkan kerugian$ tidak hanya bagi 'ank tersebut$ tetapi %uga negara seperti
dalam kasus 8entury. OJK sendiri dibentuk dengan tu%uan agar keseluruhan
kegiatan di dalam sektor %asa keuangan dapat terselenggara se#ara teratur$ adil$
transparan$ dan akuntabel$ mampu mewu%udkan sistem keuangan yang tumbuh
se#ara berkelan%utan dan stabil serta mampu melindungi kepentingan konsumen
dan masyarakat$ yang diwu%udkan melalui adanya sistem pengaturan dan
pengawasan yang terintegrasi terhadap keseluruhan kegiatan di dalam sektor %asa
keuangan. !u%uan berdirinya OJK ini menggambarkan betapa luasnya wewenang
dan tanggung%awab OJK$ bagaimana tidak hanya pengawasan perbankan tetapi
%uga keseluruhan sektor %asa keuangan berada pada pengawasan OJK. Gilayah
tanggung%awab yang luas ini %ugalah yang membuat OJK men%adi elemen penting
dalam arah perekonomian nasional$ bagaimana e.ekti. atau tidaknya kiner%a
mereka menentukan perkembangan perekonomian nasional ke depannya.
OJK sebagai /olusi$ mungkin dapat kita deskripsikan dari latar belakang
.enomena ekonomi yang ter%adi di Indonesia saat ini dan tantangan yang
menghadang di masa depan. OJK ini patut diapresiasi positi. sebagai upaya
(emerintah untuk meningkatkan kiner%a .ungsi pengawasan sektor keuangan yang
selama ini diemban oleh 'apepam )K *'adan (engawas (asar &odal, ataupun 'I
sendiri. -e.leksi = tahun terakhir menun%ukkan masih buruknya kiner%a .ungsi
pengawasan yang di%alankan oleh kedua lembaga tersebut. Isu pertama yang
mungkin bisa diangkat adalah bagaimana :8: (Good Corporate Governance)
sebagai salah satu idealisme yang saat ini masih sulit ditemui pada perusahaan di
Indonesia$ tak terke#uali perusahaan publik yang telah listing di '1I. Kasus
insider trading pada 'ank 8entral 0sia *'80, dan penggelembungan laba bersih
pada (!. Kimia 9arma menun%ukkan bahwa prinsip :8: ini belum men%adi
idealisme perusahaan dalam bersaing di pasar modal. &engingat perkembangan
pasar modal Indonesia yang sangat progresi.$ dan karakteristik produk pasar
.inansial yang sangat kompleks$ regulator7pengawas pasar modal dituntut lebih
responsi. dan beker%a e.ekti. melihat pelanggaran-pelanggaran yang dilakukan
oleh perusahaan dalam pasar modal. Isu kedua adalah bagaimana Indonesia tak
pernah lepas dari skandal besar keuangan yang merugikan negara dalam %umlah
besar. Kasus ')'I$ /kandal 'ank 'ali$ dan 'ank 8entury adalah beberapa #ontoh
makro skandal yang merugikan keuangan negara yang bersumber dari lemahnya
kiner%a pengawasan 'I. Kasus 'ank 'ali dan ')'I ter%adi pada periode 223-
222$ bagaimana ketika itu uang negara digelontorkan dalam %umlah besar$ hingga
triliunan untuk menyelamatkan kondisi 'ank akibat adanya rush. Moral azard
pun ter%adi$ triliunan uang disalahgunakan untuk kepentingan konglomerat$ dan
semua itu dilatarbelakangi bagaimana lemah dan tidak tanggapnya pengawasan 'I
Karya Tulis Bank Indonesia 13
pada 'ank-'ank bermasalah itu sehingga merugikan negara hingga triliunan
rupiah. /kandal 8entury pun lahir dari B#u#i tanganC dan keran#uan #akupan
pengawasan antara 'I maupun 'apepam menyikapi Bsekuritas abal-abalC dari (!
0ntaboga /ekuritas. 'erikutnya adalah bagaimana kita melihat tantangan ke
depan$ bagaimana ketidakpastian kondisi perekonomian di masa depan akan
selalu membayangi. (erkembangan perbankan dan pasar modal yang semakin
terintegrasi menuntut .ungsi pengawasan yang lebih baik. (erkembangan produk
.inansial se#ara progresi.$ tumbuhnya H5$ H<$ dengan %aminan aset yang semakin
minim menuntut kesigapan regulator dan pengawas$ dan disinilah OJK dapat
hadir sebagai lembaga !super"regulatory body#$ independen dan mengawasi
se#ara terintegrasi antara perbankan dan sektor %asa keuangan lain$ sebagai solusi$
lebih baik dari yang sebelumnya.
Dalam beberapa bulan terakhir ini$ salah satu isu di bidang perbankan
yang sering mendapat sorotan publik ialah mengenai transisi atas pembentukan
serta pemilihan pimpinan dari OJK. !ampak %elas bahwa sekumpulan elite
nasional berebut kursi dalam Otoritas Jasa Keuangan *OJK,. /ebagaimana
diketahui$ OJK adalah sebuah lembaga pengawasan %asa keuangan yang
independen dan mengawasi antara lain industri perbankan$ pasar modal$
reksadana$ perusahaan pembiayaan$ dana pensiun dan asuransi. Namun demikian$
perlu dipahami bahwa sesungguhnya pembentukan lembaga se%enis OJK ini sudah
banyak dipraktekkan di Negara lain dan berbagai studi dan riset perbandingan
menun%ukkan bahwa pembentukan OJK tidak membawa dampak signi.ikan
terhadap kehidupan perbankan dan keuangan. &engapa Negara-negara yang telah
membentuk OJK %ustru membubarkannyaD Untuk mengetahuinya$ mari kita lihat
e.ekti4itas penerapan OJK atau 9/0 *9inan#ial /uper4isory 0gen#y, di beberapa
Negara di bawah ini A
IN::-I/ A
1.ekti4itas OJK di Inggris sangat kurang$ oleh karena Inggris yang
men%adi pionir pembentukan lembaga se%enis OJK %ustru mengalami kegagalan.
/ebagaimana diketahui$ pembentukan OJK di Inggris dilatar belakangi oleh kasus
%atuhnya beberapa bank$ seperti Neal 'anker dan 'aring 'ank sampai dengan
penutupan 2 bank lain. !epatnya pada Juni 223 dibentuklah OJK di Inggris
yang dinamakan $inancial %upervisory &gency *9/0,. 9/0 ini kemudian
mengemban tugas melaksanakan kegiatan pengawasan terhadap lembaga
keuangan$ termasuk perbankan. Kasus Northern -o#k 'ank pada /eptember
2""3 men%adi bom waktu yang men%adi bukti kegagalan 9/0di negara ini. (erlu
diketahui bahwa ke%atuhan Northern -o#k 'ank kemudian diikuti intitusi
keuangan lain$ seperti 'rad.ord 'ingley dan -oyal 'ank o. /#otland )loyds.
*/aat ini 9/0 telah dibubarkan dan .ungsi pengawasan bank akhirnya
dikembalikan lagi ke 'ank o. 1ngland.,
J1(0N: A
Di Jepang$ pengalihan .ungsi pengawasan kepada 'he $inancial
%upervision &gency *9/0, telah dilakukan se%ak 22 Juni 223. /ementara$ 'ank
Karya Tulis Bank Indonesia 14
o. Japan *'OJ, hanya menangani kebi%akan$ perumusan sistem moneter$ dan
implementasinya. Untuk mengetahui kondisi perbankan se#ara akurat dan #epat$
'OJ melakukan on site e(amination dengan pendekatan risk based supervision
terhadap lembaga keuangan dan perbankan di negara itu. 'erbagai in.ormasi
tentang kondisi keuangan lembaga keuangan yang diperoleh 'OJ tersebut sangat
berman.aat bagi 'OJ$ baik dalam hal men%aga stabilitas payment dan financial
settlement system di Jepang maupun dalam hal perumusan kebi%akan moneter.
6ingga saat ini$ kiner%a 9/0 di Jepang belum e.ekti.$ dibuktikan karena hingga
saat ini masih dihantui resiko sistemik yang tinggi$dan penerapan prinsip
prudensial yang belum ketat.
0U/!-0)I0 A
/eperti Inggris$ Negara ini memiliki &ustralian )rudential *egulation
&uthority *0(-0, se%ak Juli223. !ahun 2""$ tiga tahun setelah 0(-0 berdiri$
konglomerat asuransi terbesar kedua di 0ustralia *yaitu grup 6I6, bangkrut
karena miss management keuangan. 0(-0 kemudian mengakui kegagalannya
dalam mendeteksi dan men#egah kebangkrutan tersebut tidak lepas dari minimnya
waktu untuk menuntaskan trans.er di atas$ termasuk penyempurnaan sistem
pengawasannya.
KO-10 A
Di Korea$ $inancial %upervisory %ervice *9//, dipimpin oleh seorang
:ubernur$ yang %uga merangkap :ubernur Komisi Jasa Keuangan bertanggung
%awab kepada pemerintah. !atanan seperti ini ternyata banyak menimbulkan
banyak persoalan independensi dan keran#uan koordinasi dengan otoritas
moneter.
OJK dipandang sebagai polusi$ barangkali inilah yang harus men%adi
#atatan dari (emerintah mengingat banyak hal %uga berpotensi men%adi sisi negati.
yang timbul apabila OJK ini berdiri. /udah banyak sekali diskusi dari berbagai
disiplin ilmu$ menyoroti sisi negati. OJK ini dari berbagai aspek hukum$ ekonomi$
politik$ dan lain lain. Namun semua diskusi publik itu menyoroti hal yang sama
yaitu mempertanyakan esensi dari pembentukan OJK Itu sendiri. Yakinkah kita
dengan OJK men%adi lebih baikD /etidaknya kita dapat berka#a dari pembentukan
lembaga serupa di negara lain dan %uga kesesuaian kondisi negara yang #o#ok
untuk didirikan OJK. &elihat dengan latar belakang serupa dengan Indonesia
untuk kemudian mendirikan lembaga pengawasan$ dan struktur perekonomian
Inggris yang lebih kokoh$ Indonesia patut waspada tentang keberadaan OJK ini ke
depannya. B:agal di Negara &a%u$ 'agaimana di Negara 'erkembangDC
pertanyaan itu harus di%adikan #atatan$ bahan koreksi$ dan meningkatkan
kesigapan bagaimana menyikapi .enomena buruk yang akan ter%adi. /elain itu$
struktur keuangan dan industry .inansial Indonesia yang masih didominasi oleh
aset perbankan %uga men%adi alasan esensi pentingnya OJK itu sendiri$ karena
integrasi perbankan dan pasar modal itu sendiri dapat dilakukan ketika produk
dari kedua pasar tersebut sudah #ukup berkembang dan kompleks. (ertimbangan
se#ara yuridis %uga dipertanyakan bagaimana prinsip hukum perbankan kehati-
Karya Tulis Bank Indonesia 15
hatian$ men%aga rahasia nasabah$ akan berbenturan dengan prinsip hukum pasar
modal yang men%un%ung keterbukaan. 'anyak alasan lain yang dapat diurai
sebagai argument kontra menentang keberadaan OJK itu sendiri seperti sistem
pengawasan 'ank yang memungut fee dari 'ank tersebut$ tudingan tangan
BasingC dan agenda I&9 dibalik pembentukan$ berpotensi memun#ulkan Blahan
baru korupsiC dengan potensi aset tanggungan hingga >.""" triliun$ dan
kekhawatiran mun#ulnya kon.lik kultur antara karyawan 'I dan 'apepam yang
akan disatukan dalam OJK tersebut$ hingga diskriminasi nyata pada se#tor
keuangan mikro dan syariah yang tidak di%elaskan maupun diatur dalam UU OJK
tersebut. /emua argument bermuara pada satu suara ketidakyakinan akan
keberadaan OJK mampu membawa perekonomian lebih baik.
'agaimanapun %uga OJK telah dibentuk dan disahkan sebagai sebuah
lembaga independen$ pihak yang mengemban .ungsi pengawasan 'ank dan %asa
keuangan lainnya. (ertentangan akan hadirnya OJK di Indonesia mungkin tak
berguna dalam bentuk sebuah aksi$ penolakan mentah-mentah$ tetapi bagaimana
.orum kontra OJK ini didesain untuk memberi masukan$ #atatan penting$ dan
kritik serta saran akurat dan ta%am bagaimana OJK ini ke depannya$ sistem
pengawasan yang dikembangkan seperti apa$ dan bagaimana OJK ini mampu
men%awab semua pandangan keraguan akan hadirnya OJK. /elain itu$ satu hal
yang dapat men%adi kun#i bagaimana OJK ini bisa memberi perubahan positi.
adalah pentingnya komunikasi$ serta konsolidasi antar elemen7pelaku dalam
sektor keuangan. !ransisi pengambil alihan .ungsi pengawasan OJK ini
hendaknya dilakukan konsolidasi berbagai pihak$ perbankan$ asuransi$ industri
keuangan syariah$ pasar modal$ dan lain-lain. &asa penyesuaian *transisi, ini
penting untuk menentukan sukses OJK ke depannya. !ak lupa$ yang terakhir
bagaimana OJK ini mampu tak hanya men%adi Bpen%agaCse#tor keuangan
Indonesia dari potensi krisis$ tetapi %uga mampu men%adi %embatan interaksi
dinamis dari sektor riil dan keuangan nasional. 0pabila peran ini mampu
di%alankan$ tak diragukan lagi$ layaknya sebuah bangunan$ OJK ini mampu
men%adi .ondasi kokoh$ memperkuat struktur perekonomian nasional.
'erbagai masalah senantiasa terus menghampiri Indonesia berkaitan
dengan kondisi perekonomi nasional. /alah satu elemen yang berkaitan dengan
kondisi perekonomian nasional adalah masalah sistem keuangan dan kegiatan
industri %asa keuangan lain. &asalah ini timbul merupakan dampak dari
globalisasi dan kema%uan teknologi yang beru%ung pada kompleksitas sistem
keuangan. (ertumbuhan perekonomian yang pesat tidak lepas dari perkembangan
sistem keuangan yang semakin #anggih. /e#ara global$ pentingnya stabilitas
sistem keuangan dalam perekonomian didorong oleh empat hal$ yaitu
pertumbuhan sektor keuangan yang lebih besar dibandingkan dengan sektor riil$
integrasi sistem keuangan global dan regional$ kompleksitas sistem keuangan dan
perubahan komposisi dalam proses sistem keuangan yang disesuaikan dengan
kebutuhan masyarakat dimana komposisi aset nonmoneter men%adi lebih penting
*6ouben$ 2""<,. Disamping itu$ adanya lembaga keuangan yang lembaga
keuangan yang memiliki hubungan kepemilikan di berbagai subse#tor lain
Karya Tulis Bank Indonesia 16
menambah kompleksitas transaksi dan interaksi antar lembaga lembaga keuangan
di dalam sistem keuangan.
/ehubungan dengan hal tersebut di atas$ maka diperlukan suatu model
pengawasan yang ber.ungsi mengawasi segala ma#am kegiatan industri keuangan
tersebut. /etiap model pengawasan memang memiliki keunggulan dan kelemahan
masing masing.bahkan di dunia ini belum ada sebuah model pengawasan industry
keuangan yang sempurna. !etap sa%a setiap model pengawasan memiliki #elah
untuk lahirnya suatu penyimpangan.
Di Indonesia$ 'ank diatur dan diawasi oleh 'I$ sedangkan perusahaan
sektor keuangan nonbank diatur dan diawasi oleh 'apepam-)K. Kelebihan dari
model ini adalah bahwa masing-masing otoritas men%adi lebih .okus dalam
mengatur dan mengawasi industrinya. Namun$ model ini %uga memiliki
kekurangan$ manakala ter%adi suatu akti4itas yang si.atnya bersinggungan. 'ila
koordinasi tidak ter%alin dengan baik$ model ini berpotensi menimbulkan #elah
yang dapat diman.aatkan pelaku industri untuk melakukan *a%i mumpung, atau
moral hazard. 'uruknya mutu pemeriksaan atas lembaga keuangan itu te#ermin
dari krisis keuangan 22>-223 yang sangat mahal biayanya bagi perekonomian
nasional. (emeriksaan dan pengawasan lembaga keuangan tersebut tak mampu
mendeteksi potensi krisis. /etelah ')'I$ terus ter%adi krisis lan%utan$ termasuk
kasus 'ank 'ali *223, dan 'ank 8entury *2""3,. Keterkaitan kegiatan (!
0ntaboga Delta /ekuritas$ (! 8entury &ega In4estindo$ dan (! 8entury /uper
In4estindo dengan (! 'ank 8entury yang tak terpantau 'apepam-)K dan 'I
menggambarkan kurangnya koordinasi dan pertukaran in.ormasi antar-kedua
lembaga pengawas. Ketiga perusahaan reksa dana dan sekuritas itu dimiliki
pemilik 'ank 8entury dan digunakan untuk merongrong 'ank ini. 'elakangan
terungkap$ perusahaan itu tak punya surat iFin operasi dari 'apepam-)K. Untuk
mengatasi permasalahan tersebut maka mun#ulah gagasan untuk mendirikan suatu
lembaga pengawasan yang mandiri$ yang dinamai Otoritas Jasa Keuangan.
Keunggulan OJK lainnya adalah sistem ini mempunyai koordinasi untuk
antisipasi krisis global yang ter%adi sekarang. Dia %uga meyakini$ dampak krisis di
1ropa akan terasa tiga sampai empat bulan lagi di Indonesia. Kelebihan OJK yang
kedua adalah adanya perlindungan nasabah atau konsumen yang telah diatur
se#ara eksplisit. /elain itu$ adanya koordinasi antara OJK$ otoritas moneter$
pemerintah dan )(/. 6al ini pun telah diatur dalam UU OJK. 'eberapa
kekurangan UU OJK diantaranya adalah terbatasnya #akupan OJK pada 'ank$
'ank (erkreditan -akyat *'(-,$ dan )embaga Keuangan Non-'ank *)KN',.
-imawan menyayangkan$ OJK tidak men#akup pada koperasi simpan pin%am$
lembaga keuangan$ mikro dan '&(!. Kekurangan lainnya adalah adanya
pemisahan mi#roprodensial yang dipegang OJK dan ma#roprudential di sektor
perbankan yang dipegang oleh 'ank Indonesia *'I,.
/e#ara garis besar$ dapat dikatakan bahwa kelemahan dan kelebihan dari
adanya Otorisasi Jasa Keuangan adalah$ sebagai berikutA
- Kelema!an an Kelebi!an ari Otorisasi Jasa Keuangan
Karya Tulis Bank Indonesia 17
. Kelemahan
Kewenangan OJK dalam hal pengaturan$ pengawasan$ dan
pemeriksaan terhadap sektor %asa keuangan sangat luas.
Kewenangan tersebut meliputi pengaturan dan pengawasan
terhadap (erbankan$ (erasuransian$ (asar &odal$ Dana (ensiun$
dan )embaga Keuangan lainnya. /elain .ungsi pengawasan dan
pengaturan tersebut$ OJK %uga diberi kewenangan untuk
melaksanakan penyidikan terhadap pelanggaran yang etr%adi pada
sektor %asa keuangan. Kewenangan OJK yang sedemikian luasnya
tersebut akan menimbulkan permasalahan birokrasi yeng semakin
berbelit-belit dan kurang tanggapnya OJK *kurang peka, terhadap
permaslaahan yang timbul pada salah satu sektor %asa keuangan.
2. Kelebihan
Kewa%iban koordinasi OJK sudah diatur se#ara tegas di dalam
Undang-Undang Nomor 2 tahun 2" !enteng Otoritas JasIa
Keuangan. Dalam UU No 2 tahun 2" tenteng Otoritas Jasa
Keuangan sudah diatur se#ara tegas mengenai hubungan
kelembagaan yang lain$ yaitu dengan 'ank Indonesia$ )embaga
(en%amin /impanan dan Kementerian Keuangan. OJK$ 'ank
Indonesia dan )embaga (en%amin /impanan wa%ib memebangun
dan memelihara dan mengembangkan sarana pertukaran in.ormasi
sesuai denga tugas dan kewenangannya se#ara terintegrasi$ dalam
artian bahwa sistem yang dibangun OJK$ 'ank Indonesia dan )(/
saling terhubung satu sama lain$ sehingga setiap institusi dapat
saling bertukar in.ormasi dan mengakses in.ormasi dan mengakses
in.ormasi perbankan yang dibutuhkan setiap saat. In.ormasi
tersebut meliputi in.ormasi umum dan khusus tentang 'ank$
laporan keuangan 'ank$ laporan hasil pemeriksaan 'ank yang
dilakukan oleh 'ank Indonesia$ )(/ atau OJK dan in.ormasi lain
dengan tetap men%aga dan mempertimbangkan kerahasiaan
in.ormasi sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
/truktur Dewan Komisioner OJK men#erminkan sistem #he#k and
balan#es dalam melaksanakan tugas. Dewan Komisioner OJK
bersi.at kolekti. dan kolegial$ maksudnya adalah bahwa pada setiap
proses pengambilan keputusan Dewan Komisioner diputuskan
se#ara bersama-sama oleh Dewan Komisioner dan dalam
pengambilan keputusan tersebut didasarkan pada musyawarah
untuk mu.akat dengan berasaskan kesetaraan dan kekeluargaan
diantara anggota Dewan Komisioner. &ekanisme pengawasan
internal dalam OJK dengan bentuk diskusi antar anggota dewan
komisioner yang eksekuti. dan non-eksekuti. tersebut
men#erminkan #he#k and balan#es dalam pelaksanaan tugas dari
OJK itu sendiri.
Karya Tulis Bank Indonesia 18
'erdasarkan kelemahan dan kelebihan yang dimiliki oleh OJK$ maka
dampak positi. dan negati. OJK bagi 'ank Indonesia yaitu sebagai berikutA
. Dampak Negati.
Dalam pembentukan OJK berarti telah memangkas salah satu
kewenangan 'ank Indonesia$ yaitu dalam .ungsi pengawasann terhadap
perbankan umum di Indonesia. (emisahan wewenang tersebut berarti
'ank Indonesia sudah tidak punya hak pengawasan lagi. 0kibatnya$
perbankan umum sudah tidak tunduk lagi terhadap kebi%akan yang dibuat
oleh 'ank Indonesia.
/elain itu %uga dengan pembentukan OJK yang dianggap sebagai
organisasi independen pengganti dengan mengambil alih .ungsi
pengawasan 'ank Indonesia akan membuat 'ank Indonesia terpo%ok
karena akan bertambah dianggap gagal dalam pelaksanaan tugasnya
sebagai 'ank sentral dalam pelaksanaan tugas pengawasan terhadap sektor
perbankan.
2. Dampak (ositi.
/elama ini$ .ungsi pengawasan perbankan di%alankan oleh 'ank Indonesia
sehingga ada persepsi mengenai terpusatnya kekuasaan dan regulasi di
'ank Indonesia serta nkon.lik kepentingan. Oleh karena itu$ kehadiran
OJK dapat mempermudah koordinasi dan pengawasan di sektor perbankan
men%adi lebih e.isien.
B. Perkembangan Bank Inonesia "as+a iali!kann,a tugas "enga$asan
Bank ke"aa OJK
/aat ini 'ank Indonesia sedang mereposisi perannya karena adanya
lembaga baru yaitu Otorisasi Jasa Keuangan sehingga peranan 'ank Indonesia
saat ini perlu ditingkatkan dalam konteks pengembangan ekonomi. 'ank
Indonesia memindahkan .ungsi pengawasan 'ank kepada Otoritas Jasa Keuangan
dalam kondisi perbankan yang sehat dengan aturan yang tepat. 'ank Indonesia
dan Otorisasi Jasa Keuangan telah melakukan koordinasi dengan sangat baik$
tidak hanya mengenai persoalan pengalihan sumber daya manusia$ tetapi %uga
berkaitan dengan pengalihan dokumen$ data dan sistem in.ormasi maupun daerah-
daerah. /etelah ter%adinya pengalihan tugas pengawasan dari 'ank Indonesia
kepada lembaga independen Otorisasi Jasa Keuangan berlangsung dengan lan#ar$
maka proses bisnis dari 'ank Indonesia tetap ber%alan sebagaimana biasanya dan
masyarakat khususnya nasabah dapat tetap melakukan kegiatan transaksi dengan
perbankan sebagimana ketika pengawasan dilakukan oleh 'ank Indonesia.
Karya Tulis Bank Indonesia 19
Dengan adanya pengalihan tugas pengawasan dari 'ank Indonesia kepada
Otorisasi Jasa Keuangan ini maka diharapkan kedepannya .ungsi pengawasan
terhadap lembaga keuangan dapat dilakukan se#ara lebih terintegrasi untuk
mendukung ter#iptanya sistem keuanganyang makin stabil dan kokoh. 'ank
Indonesia dan Otorisasi Jasa Keuangan akan senantiasa beker%a sama dalam
men%alankan tugas sehingga diharapkan dapat diperolehnya keseimbangan yang
sesuai dengan kebi%akan makroprudensial dan mikroprudensial dalam men%aga
kestabilitasan sistem keuangan.
)angkah yang diambil oleh 'ank Indonesia setelah pengalihan tugas
kepada Otorisasi Jasa Keuangan dalah menambah .ungsi yang baru yaitu dengan
mem.okuskan perbankan pada kebi%akan$ pengaturan dan pengawasan
makroprudensial. (engawasan se#ara makroprudensial dilakukan untuk
mewu%udkan sistem keuangan yang stabil dan berkualitas. 0gar semakin optimal
untuk men#apai kestabilan sistem keuangan maka akan dikoordinasikan oleh
.orum koordinasi sistem keuangan yang beranggotakan Departemen Keuangan
-I$ )embaga (en%amin /impanan$ 'ank Indonesia$ dan Otorisasi Jasa Keuangan.
Dengan adanya .ungsi baru tersebut$ maka 'ank Indonesia akan
memperkuat .ungsinya yang lain dalam mendukung pen#apaian tu%uan 'ank
Indonesia yaitu men#apai$ men%aga$ dan memelihara kestabilan dari nilai rupiah
itu sendiri. (enguatan yang dilakukan 'ank Indoensia antara lain adalah dalam
bidang penetapan dan pelaksanaan kebi%akan moneter. 'ank Indonesia akan
mengoptimalkan peran !im (engendalian In.lasi Daerah *!(ID, melalui
koordinasi dengan segenap elemen daerah. Dan tidak hanya itu sa%a$ pada bidang
sistem pembayaran sendiri$ 'ank Indonesia akan berupaya untuk mewu%udkan
kemandirian Indonesia dalam mem.asilitasi transaksi keuangan di masyarakat
sampai kepelosok negeri.
'ank Indonesia %uga menyebutkan bahwa tetap akan men%alin koordinasi
dengan Otorisasi Jasa Keuangan dan melakukan komunikasi se#ara produkti.
dalam pengawasan terhadap perbankan termasuk perbankan syariah. Kedepannya
%uga 'ank Indonesia dan Otorisasi Jasa Keuanngan akan membangun sinergi yang
kuat antar lembaga keuangan syariah karena lembaga keuangan syariah tidak
hanya 'ank tetapi %uga pasar modal$ pasar uang$ garansi$ dan lain-lain sehingga
akan memberikan kontribusi yang sangat besar kepada perkembangan
perekonomian nasional.
'ank Indonesia men%elaskan bahwa mereka akan melakukan .ungsi
pengawasan dalam bidang makroprudensial sedangkan Otorisasi Jasa Keuangan
akan melakukan .ungsi pengawasan dalam bidang mikroprudensial. Namun$
aspek dari makroprudensial dan mikroprudensial ini tidak bisa dipisahkan karena
akan ada area yang saling berkaitan dan bersinggunggan satu sama lainnya
sehingga 'ank Indonesia danOtorisasi Jasa Keuangan akan tetap men%alin
komunikasi dan melakukan koordinasi agar tidak ter%adi kesalahan komunikasi.
Karya Tulis Bank Indonesia 20
'. A$al %asa (ransisi Bank Inonesia Pas+a Ditera"kann,a Otoritas Jasa
Keuangan
0wal masa transisi 'ank Indonesia dimulai se%ak .ungsi pengawasan
dialihkan ke lembaga yang dibentuk se#ara khusus mengawasi lembaga keuangan
yaitu Otoritas Jasa Keuangan. (ada masa ini akan timbul kekhawatiran akan
ter%adi tumpang tindih (overlapping) dalam pelaksanaan kebi%akan pengawasan
makroprudensial yang dibuat oleh 'I dan kebi%akan pengawasan miroprudensial
ran#angan OJK. Kemungkinan ter%adinya overlapping antara 'I dan OJK tersebut
akan berpengaruh pada respons kebi%akan yang mungkin akan lebih lambat.
Overlapping aturan merupakan salah satu kekhawatiran yang mun#ul akibat
perpindahan wewenang pengawasan perbankan OJK yang %uga dinilai dapat
melemahkan e.ekti4itas kebi%akan yang ada.
/elain itu akan timbul pula kemungkinan ter%adinya ri4alitas antara 'I
dengan OJK. 'I akan tetap mempunyai wewenang memeriksa perbankan kendati
OJK sudah mengambil .ungsi tersebut namun dalam konteks makroprudensial.
!erkait hal tersebut$ bukan tidak mungkin 'I %adi dianggap sebagai institusi kelas
dua dibawah OJK dan kondisi itu tentunya akan mempengaruhi e.ekti.itas
kebi%akan 'I. /elain kedua hal di atas$ satu hal lagi yang berpotensi men%adi
kekhawatiran yakni adanya arbritrage *perbedaan, ketentuan antara 'I dan OJK
mengenai suatu hal. !ransisi pengawasan perbankan dari 'I kepada Otoritas Jasa
Keuangan akan memasuki tahap paling krusial pada tahun 2"5.
Untuk menghadapi masa masa krusial ini setiap permasalahan yang timbul
hendaknya harus diidenti.ikasi yang selan%utnya dika%i dan dianalisa. /elan%utnya
diperlukan pula pertimbangan prinsip-prinsip untuk melakukan re.ormasi dan
reorganisasi lembaga-lembaga yang melaksanakan .ungsi pengaturan dan
pengawasan sektor %asa keuangan$ yaitu independensi$ terintegrasi$ dan
menghindari benturan kepentingan.
/elain itu diperlukan koordinasi yang baik antara Otoritas Jasa Keuangan
dan 'ank Indonesia dalam .ungsi pengawasan terhadap lembaga keuangan di
Indonesia. Dalam hal pengawasan OJK pada industri keuangan$ baik bank
maupun non-bank berada pada satu atap atau sistem pengawasan terpadu$
sehingga sistem pengawasan bisa bertukar in.ormasi antara bagian pengawas bank
dan non-bank yang telah ada di Indonesia sebelumnya.
/istem pengawasan terpadu dapat meminimalisasi kemungkinan
berbenturannya koordinasi antar lembaga. Jika ada berbagai lembaga pengawas
dalam satu sistem keuangan$ akan bnyak tantangan yang harus dihadapi salah
satunya adalah memastikan koordinasi antar lembaga-lembaga agar ter#iptanya
konsistensi dalam menentukan suatu kebi%akan atau menentukan siapa yang
bertanggung %awab atas suatu kebi%akan tersebut. Dalam proses pengawasan
terpadu ini membutuhkan undang+undang baru$ tetapi memungkinkan men%adi
kesempatan untuk kepentingan tertentu di sektor keuangan dalam membatasi
proses e.ekti.itas aturan dan pengawasan. Dengan adanya proses pengawasan
terpadu akan berbenturan dengan sistem pengawasan sektoral yang sudah ada
Karya Tulis Bank Indonesia 21
sebelumnya. 6al ini dapat men%adi kendala yang besar dalam proses
pengawasan terpadu. /alah satu #ara dalam mengatasi masalah tersebut
adalah dengan men#abut aturan pengawasan sektoral dan melakukan
pembentukan pengawasan terpadu. !etapi yang perlu diperhatikan$ dalam hal ini
%angan sampai proses pembentukan aturan baru dapat di man.aatkan dan di
gunakan oleh kepentingan+kepentingan tertentu.
Dalam sistem pengawasan terpadu terdapat dua persoalan penting
mengenai perubahan tata kelola yang akan dihadapi menu%u sistem
pengawasan terpadu yang di inginkan. Kegagalan dalam mengatasi persoalan
tersebut$ se#ara e.ekti. akan mengurangi kemampuan lembaga pengawasan
yang baru dalam kewenangannya melakukan pengawasan. Kedua persoalan
tersebut adalah A
. Kesepakatan mengenai pemindahan pegawai dari lembaga pengawasan
yang lama ke lembaga pengawasan yang baru. Dalam hal ini ketika sudah
ada beberapa lembaga pengawas dan kemudian digabungkan men%adi satu
lembaga pengawas akan memun#ulkan ketegangan antar keduanya.
Untuk men#egah hal tersebut dapat dilakukan dengan #ara
pemindahan pegawai dari lembaga yang lama ke lembaga pengawas yang
baru$ tetapi harus di sertai dengan kesepakatan antar dua lembaga untuk
menin%au dan menempatkan kedudukan ulang para pegawai dan %uga
membentuk struktur pengawasan yang teratur agar tidak ter%adi benturan
atau persaingan antar pegawai yang sebelumnya beker%a di lembaga yang
berbeda.
2. (erubahan budaya ker%a$ di setiap lembaga pengawas yang berbeda
tentunya memiliki suatu budaya ker%a yang beda pula. 'udaya ker%a dalam
hal ini telah ter%adi suatu kebiasaan yang di sebabkan oleh beberapa
.aktor seperti tata kelola dari masing+masing lembaga dan pendekatan
umum pengawasan terhadap lembaga keuangan.Untuk itu dengan adanya
penggabungan men%adi satu lembaga pengawas harus di #iptakan
budaya ker%a yang men#akup dari setiap+setiap lembaga pengawas
yang sudah ada sebelumnya.
/elain sinergi dengan OJK$ 'I tentu seharusnya mampu untuk
meningkatkan .okus kewa%ibannya dalam penetapan kebi%akan moneter dan dalam
pengaturan serta pen%agaan kelan#aran sistem pembayaran$ apalagi setelah satu
tugasnya dalam pengaturan dan pengawasan perbankan dilimpahkan ke OJK$
tentunya dalam rangka men%aga kestabilan rupiah.
Karya Tulis Bank Indonesia 22
BAB III
PENU(UP
A. Kesim"ulan
'ank Indonesia merupakan 'ank sentral yang ada di Indonesia. 'ank
Indonesia memiliki peranan yang sangat penting dalam perekonomian di
Indonesia. 'ukan hanya itu sa%a$ 'ank Indonesia memiliki tugas yang tertulis
dalam Undang-Undang Nomor 25 !ahun 222. !ugas 'ank Indonesia anatara
lain menetapkan dan melaksanakan kebi%akan moneter$ mewa%ibkan
penyelenggarakan %asa sistem pembayaran untuk menyampaikan laporan tentang
kegiatannya$ serta mengatur dan mengawasi 'ank. Otorisasi Jasa Keuangan
adalah suatu lembaga negara yang dibentuk berdasarkan Undang-Undang Nomor
2 !ahun 2". Otorisasi Jasa Keuangan merupakan lembaga independen dan
didirikan untuk menggantikan peran 'apepam. Otorisasi Jasa Keuangan
melaksanakan tugas pengaturan dan pengawasan terhadap kegiatan %asa keuangan
di sektor perbankan$ kegiatan %asa keuangan di sektor pasar modal dan kegiatan
%asa keuangan di sektor perasuransian$ dana pensiun$ lembaga pembiayaan$ dan
lembaga %asa keuangan lainnya.
'ank Indonesia sebelumnya memiliki tugas untuk melakukan pengawasan
terhadap 'ank$ baik se#ara langsung maupun se#ara tidak langsung. Namun$
karena telah terbentuknya Otorisasi Jasa Keuangan maka tugas pengawasan 'ank
yang dilakukan oleh 'ank Indonesia harus dialihkan kepada lembaga independen
yaitu Otorisasi Jasa Keuangan. Dan ketentuan tersebut bersi.at mengikat 'ank
Indonesia maupun Otorisasi Jasa Keuangan. Namun 'ank Indonesia masih
memiliki sedikit peran untuk melakukan pengawasan terhadap 'ank. (engawasan
yang dilakukan se#ara bersamaan oleh 'ank Indonesia dan Otorisasi Jasa
Keuangan memiliki tu%uan yang sama yaitu untuk mewu%udkan kestabilan sistem
perekonomian Indonesia. 'ank Indonesia sendiri sebenarnya meragukan
terbentuknya Otorisasi Jasa Keuangan karena dianggap tidak rele4an karena tidak
adanya struktur pengawasan yang men%amin sistem perbankan yang sehat atau
men#egah krisis keuangan.
'ank Indonesia %uga meningkatkan .okus kewa%iban mereka dalam
melakukan penetapan kebi%akan moneter dan mengatur serta men%aga kelan#aran
sistem pembayaran. /edangkan Otorisasi Jasa Keuangan sendiri mem.okuskan
kewa%iban mereka dalam men%alankan tugas nya dalam melakukan pengawasan
terhadap perbankan yang ada di Indonesia.
Karya Tulis Bank Indonesia 23
(as#a terbentuknya Otoritas Jasa Keuangan$ maka tugas 'ank Indonesia
adalah men%aga stabilitas moneter dan mengatur sistem pembayaran. /elan%utnya
untuk melaksanakan tugas men%aga stabilitas moneter dan men%aga sistem
pembayaran$ maka 'ank Indonesia sebagai bank sentral bukan hanya mengawasi
bank$ tetapi %uga dapat mengawasi pasar modal dan lembaga keuangan non bank.
6al ini yang selama ini tidak pernah dilakukan oleh 'ank Indonesia. Kegiatan ini
bertu%uan untuk meyakinkan ada atau tidaknya resiko terganggunya stabilitas
sistem keuangan.
/ebagai bank sentral$ 'ank Indonesia %uga berperan sebagai lender of the
last resort+ Dalam hal ini apabila terdapat bank yang mengalami kesulitan
keuangan dan membutuhkan pin%aman$ maka 'ank Indonesia bertugas
memberikan bantuan pin%aman dalam bentuk 9asilitas (in%aman Jangka (endek
*9(J(,. 0kan tetapi setelah pengaturan dan pengawasan perbankan dilakukan oleh
OJK maka yang mengetahui dan menguasai in.ormasi kondisi perbankan adalah
OJK. /elan%utnya OJK akan melaporkan pada 'I tentang kondisi bank yang
memerlukan bantuan. !entu sa%a 'I tidak dapat se#ara #epat memutuskan untuk
memberikan 9(J($ akan tetapi terlebih dahulu akan melakukan kon.irmasi dan
penin%auan ulang. 6al ini berpotensi kurang e.ekti.nya peran 'I sebagai lender of
the last resort+
/ebagai lembaga yang bertugas men%aga sistem pembayaran dan
mengatur kebi%akan moneter$ maka 'ank Indonesia men%aga kestabilan nilai
rupiah. /alah satu instrumen yang dapat digunakan oleh 'I adalah menentukan
tingkat suku bunga a#uan *'I -ate,$ giro wa%ib minimum$ ketentuan de4isa$ dan
ketentuan kredit.
(elaksanaan pengaturan kebi%akan moneter yang di%alankan oleh 'I
harusnya dapat beker%a se#ara e.ekti.. 'I -ate hendaknya direspon se#ara
langsung oleh kalangan perbankan$ sehingga berpengaruh terhadap masyarakat
khususnya sektor riil. &asalahnya adalah selama ini pergerakan 'I rate tidak serta
merta diikuti oleh pergerakan bunga simpanan dan bunga kredit. Ini ter%adi pada
saat 'I masih berwenang untuk mengatur dan mengawasi perbankan. 6al yang
perlu diperhatikan adalah %angan sampai pada saat .ungsi pengaturan dan
pengawasan perbankan pindah ke OJK$ .ungsi ini men%adi semakin tidak e.ekti..
/elain itu$ OJK sering kali dipandang sebagai polusi$ barangkali inilah
yang harus men%adi #atatan dari (emerintah mengingat banyak hal %uga berpotensi
men%adi sisi negati. yang timbul apabila OJK ini berdiri. /udah banyak sekali
diskusi dari berbagai disiplin ilmu$ menyoroti sisi negati. OJK ini dari berbagai
aspek hukum$ ekonomi$ politik$ dan lain-lain. Namun semua diskusi publik itu
menyoroti hal yang sama yaitu mempertanyakan esensi dari pembentukan OJK Itu
sendiri. Yakinkah kita dengan OJK men%adi lebih baikD /etidaknya kita dapat
berka#a dari pembentukan lembaga serupa di negara lain dan %uga kesesuaian
kondisi negara yang #o#ok untuk didirikan OJK. Kita bisa bela%ar dari Inggris
yang telah BgagalC dalam pembentukan lembaga serupa OJK. 'erlatarbelakang
serupa$ dengan men#uatnya kasus %atuhnya beberapa bank$ seperti Neal 'anker
Karya Tulis Bank Indonesia 24
dan 'aring 'ank sampai dengan penutupan 2 bank lain$ Inggris kemudian
membentuk lembaga baru yang menggantikan tugas ,ank of -ngland *'o1, yaitu
$inancial %upervisory &gency *9/0,. 9/0 kemudian mengemban tugas
melaksanakan kegiatan pengawasan terhadap lembaga keuangan$ termasuk
perbankan. /etelah sekitar 2 tahun beroperasi$ 9/0 masih sa%a terkendala pada
masalah internal$ khususnya yang berkaitan dengan proses merger sembilan
otoritas pengawasan yang tidak kun%ung selesai. Kasus Northern -o#k pada
/eptember 2""3 men%adi bom waktu yang men%adi bukti kegagalan 9/0 di negara
ini. 0palagi$ ke%atuhan Northern -o#k kemudian diikuti intitusi keuangan lain$
seperti 'rad.ord 'ingley dan -oyal 'ank o. /#otland )loyds. &elihat dengan
latar belakang serupa dengan Indonesia untuk kemudian mendirikan lembaga
pengawasan$ dan struktur perekonomian Inggris yang lebih kokoh$ Indonesia
patut waspada tentang keberadaan OJK ini ke depannya. B:agal di Negara &a%u$
'agaimana di Negara 'erkembangDC pertanyaan itu harus di%adikan #atatan$
bahan koreksi$ dan meningkatkan kesigapan bagaimana menyikapi .enomena
buruk yang akan ter%adi.
/elain itu$ struktur keuangan dan industry .inansial Indonesia yang masih
didominasi oleh aset perbankan %uga men%adi alasan esensi pentingnya OJK itu
sendiri$ karena integrasi perbankan dan pasar modal itu sendiri dapat dilakukan
ketika produk dari kedua pasar tersebut sudah #ukup berkembang dan kompleks.
(ertimbangan se#ara yuridis %uga dipertanyakan bagaimana prinsip hukum
perbankan kehati-hatian$ men%aga rahasia nasabah$ akan berbenturan dengan
prinsip hukum pasar modal yang men%un%ung keterbukaan. 'anyak alasan lain
yang dapat diurai sebagai argument kontra menentang keberadaan OJK itu sendiri
seperti sistem pengawasan bank yang memungut .ee dari bank tersebut$ tudingan
tangan BasingC dan agenda I&9 dibalik pembentukan$ berpotensi memun#ulkan
Blahan baru korupsiC dengan potensi aset tanggungan hingg >.""" triliun$ dan
kekhawatiran mun#ulnya kon.lik kultur antara karyawan 'I dan 'apepam yang
akan disatukan dalam OJK tersebut$ hingga diskriminasi nyata pada se#tor
keuangan mikro dan syariah yang tidak di%elaskan maupun diatur dalam UU OJK
tersebut. /emua argument bermuara pada satu suara ketidakyakinan akan
keberadaan OJK mampu membawa perekonomian lebih baik.
B. *aran
/aran yang kami buat ini adalah hasil dari analisis maupun pembuatan
karya tulis ini yang kami ker%akan. /e#ara garis besar dapat disimpulkan
bahwa saran yang kami berikan yaituA
. 0gar tidak ter%adi overlapping aturan kebi%akan antara 'ank Indonesia
dan OJK$ maka kedua belah pihak harus saling men%aga komunikasi
dengan baik$ serta saling mendukung satu sama lain agar ter#iptanya
keadaan yang harmonis diantara keduanya.
Karya Tulis Bank Indonesia 25
2. Kedua belah pihak$ baik 'ank Indonesia maupun OJK harus
menghindari rasa iri atas tugas yang telah diberikan. /erta men%auhi
sikap keraguan satu sama lain.
5. /truktur 'I dan OJK yang telah ada dipertahankan. 'I yang telah
memiliki tenaga ahli pengawasan dan teknologi meningkatkan
transparansi dalam hal pengawasan$ terutama transparansi
pelanggaran. Di lain pihak$ OJK diharapkan terus membangun sistem
pengawasan lembaga keuangan nonbank yang mapan.
<. 'I dan OJK membangun sistem in.ormasi sebagai sarana koordinasi
dan penyusunan kebi%akan bersama. /istem in.ormasi tersebut men%adi
prioritas utama untuk menghindari risiko krisis yang timbul karena
kegagalan antisipasi dan miskoordinasi lembaga pengawas.
=. 'I dan OJK$ maupun 'I dan Kementrian Keuangan hendaknya
menyusun kebi%akan koordinasi. Koordinasi kedua lembaga ditu%ukan
untuk keman.aatan masyarakat se#ara keseluruhan tanpa ada insenti.
untuk mengutamakan kepentingan masing-masing lembaga.
Karya Tulis Bank Indonesia 26