Anda di halaman 1dari 49

BAB I

PENDAHULUAN
A. MEDIS
1. Pengertian
a. Hemoroid adalah bagian vena verikosa pada kanalis ani, hemoroid
timbul akibat kongesti vena yang disebabkan oleh gangguan aliran
balik, banyak terjadi pada usia diatas 25 tahun ( Price dan Wilson,
200 !.
b. Hemoroid adalah varikose pada vena rectal superior, yang timbul dari
pleksus dalam dinding rectum dan mengalirkan darah ke vena
mesenterika in"erior, yang merupakan bagian dari sistem portal
(#ibson, 2002!.
c. Hemoroid adalah bagian vena yang berdilatasi dalam kanal anal.
Hemoroid internal yaitu hemoroid yang terjadi diatas spingter anal
sedangkan yang muncul di spingter anal disebut hemoroid eksternal
($melt%er, 200 !.
d. Hemoroid adalah pelebaran ( varices satu segmen atau lebih vena&
vena hemoroiddalis ! ('ansjoer, 2000 ( )2*!.
2. Anatomi Fisiologi
#ambar *.* +natomi usus besar manusia dan bagiannya
*
2
,olon merupakan sambungan dari usus halus, dengan panjang kira - kira
satu setengah meter. .imulai pada katup ileosekal. $ekum terletak di
daerah iliaka kanan dan menempel pada otot iliopsoas, kemudian kolon
naik sebelah kanan lumbal yang disebut / kolon asendens, lalu diba0ah
hati berbelok pada tempat yang disebut "leksura hepatika.
$elanjutnya kolon berjalan melalui tepi daerah epigastrium dan umbilikal
sebagai kolon transversal kemudian membelok sebagai "leksura lienalis
dan berjalan melalui daerah kiri lumbal sebagai kolon desendens. .i
daerah kanan iliaka terdapat belokan yang disebut "leksura sigmoid dan
dibentuk kolon sigmoideus dan kemudian masuk ke dalam pervis besar
dan menjadi rektum.
1ektum kira - kira sepuluh sentimeter terba0ah dari usus besar. .imulai
dari kolon sigmoid dan berakhir pada saluran anal yang kira - kira ) cm
panjangnya. $aluran ini berakhir pada anus yang diapit oleh otot internus
dan otot eksternus.
a. +natomi 2sus 3esar45ntestinum 'ayor (#ibson, 2002!.
Panjangnya kurang lebih satu setengah meter dan lebarnya lima
sampai enam centi meter. 6apisan&lapisan usus besar dari dalam
keluar, selaput lender, lapisan otot melingkar, lapisan otot memanjang,
dan jaringan ikat.
*! $eikum terdapat appendiks vermi"ormis yang berbentuk seperti
cacing sehingga disebut juga umbai cacing, panjangnya enam centi
meter.
2! ,olon asendens panjangnya *) cm, terletak di ba0ah abdomen
sebelah kanan membujur keatas dari ikum ke ba0ah hati.
)! +ppendiks (usus buntu! bagian dari usus besar yang muncul seperti
corong dari akhir seikum mempunyai pintu keluar yang sempit tapi
masih memungkinkan dapat dile0ati oleh beberapa isi usus.
7! ,olon transversum panjangnya 8 )9 cm, membujur dari kolon
assendens sampai ke kolon desendens berada di ba0ah abdomen,
)
sebelah kanan terdapat "leksura hepatica dan sebelah kiri terdapat
"leksura lienalis.
5! ,olon desendens panjangnya 8 25 cm, terletak di ba0ah abdomen
bagian kiri membujur dari atas ke ba0ah dari "leksura lienalis
sampai ke depan ileum kiri, bersambung dengan kolon sigmoid.
! ,olon sigmoid merupakan lanjutan dari kolon desendens terletak
miring, dalam rongga pelvis sebelah kiri bentuknya menyerupai
huru" $, ujung ba0ahnya berhubungan dengan rektum.
:! 1ektum terletak di ba0ah kolon sigmoid yang menghubungkan
instinum mayor dengan rectum.
9! +nus adalah saluran pencernaan yang menghubungkan rektum
dengan dunia luar (udara luar!.
b. ;isiologi usus besar, rektum dan anus.
*! ;ungsi usus besar
2sus besar ber"ungsi untuk menyerap air dari makanan tempat
tinggal bakteri coli, tempat "eses, dan menyiapkan selulosa yang
berupa hidrat karbon di dalam tumbuh&tumbuhan, buah&buahan,
dan sayuran hijau dan menyimpan sisa protein yang belum dicerna
oleh kerja bakteri guna ekskresi.
2! ;ungsi rektum
.irektum terjadi gerakan peristaltik bila isi kolon masuk kedalam
rektum gerakan ini mendorong terjadinya pengeluaran "eses.
)! ;ungsi anus
3agian dari saluran pencernaan yang menghubungkan rektum
dengan dunia luar. <erletak didasar pelvis, ber"ungsi menjaga
saluran anus dan cripisium supaya tertutup (3runner = $uddarth,
2002!.
3. Klasifiasi Hemorroi! "
7
#ambar *.2 Hemorhoids interna dan eksterna
a. Hemorroid interna (
*! .erajat i ( Perdarahan merah segar tanpa nyeri
saat de"ekasi, tidak terdapat prolaps,
pada pemeriksaan anoskopi terlihat hemoroid yg
membesar menonjol ke dalam lumen.
2! .erajat ii ( 'enonjol melalui kanalis analis
pada saat mengejan ringan, tetapi
dapat masuk kembali secara spontan.
)! .erajat iii ( Hemoroid menonjol saat mengejan
dan harus didorong kembali sesudah de"ekasi
7! .erajat iv ( Hemoroid menonjol keluar dan
tidak dapat didorong masuk.
b. Hemorroid e>terna (
*! +kut ( pembengkakan bulat kebiruan pada pinggir anus
(hematoma!? nyeri dan gatal
2! ,ronik ( satu atau lebih lipatan kulit anus yang terdiri dari jaringan
penyambung dansedikit pembuluh darah
5
#. Etiologi
a. .iit rendah serat
b. Hubungan se>s tidak la%im4peranal
c. $ering mengejan
d. Pekerjaan
e. Psikis
". Herediter ( kelemahan pembuluh darah
g. +natomi ( tak ada katup pada vena porta sehingga darah mudah
kembali, tekanan di ple>us hemorrhoid akan meningkat.
h. <onus spinter ani lemah
i. @bstipasi atau konstipasi kronis
j. @besitas
k. <umor rektum
Pada 0anita hamil "aktor yang mempengaruhi timbulnya hemorrhoid
adalah(
a. <umor intra abdomen menyebabkan gangguan aliran vena daerah
pelvis.
b. ,elemahan pembuluh darah 0aktu hamil kerena pengaruh hormon.
c. 'engedan selama partus.
$. Patofiologi % Prin&e' 2(($)
Pada daerah rektum terdapat vena hemoroidalis superior, medialis dan
in"erior. Aena hemoroidalis media dan in"erior mengalirkan darah ke vena
iliaka yang merupakan bagian dari sirkulasi sistemik. <erdapat
anastomosis antara vena hemoroidalis superior, medialis dan in"erior.
<ekanan yang cukup tinggi pada kavum abdominalis secara kronis
misalnya tumor rektum atau pasien yang selalu konstipasi, sehingga selalu
mengedan bila 3+, atau pasien hipertro"i prostat, sehingga tekanan di
dalam vena porta juga meningkat yang mengakibatkan aliran darah balik

pada vena&vena ini yang lambat laun bisa terjadi varises vena pada daerah
rektum.
+pabila sudah terjadi varises vena&vena hemoroidalis, konstipasi dapat
memperburuk keadaan, dimana "eces yang keras dapat menggores vena
hemoroidalis yang membengkak, sehingga apabila keadaan ini terus
menerus bisa menimbulkan perlukaan dan perdarahan secara perlahan&
lahan akhirnya dapat menonjol keluar yang menyebabkan prolapsus.
:
Pato"isiologi ( Price, 2005!
Hemoroid Bksternal
Hemoroid 5nternal Hemoroid Bksterna Hemoroid Bksterna
+kut ,ronik
Hemoroid 5nternal Hemoroid 5nternal Hemoroid 5nternal
.erajat 5 .erajat 55 .erajat 555 Pembengkakan 3ulat $kin <ag berupa satu
,ebiruan pada pinggir atau lebih lipatan kulit
6esi terletak pada 'engalami Prolapsus 'engalami Prolapsus anus anus yang terdiri
Posterior kanan dan kiri anus setelah de"ekasi secara permanen jaringan penyambung
Hematoma dan sedikit pembuluh darah
Penyebaran vena
Hemoroidalis superior
<erlalu lama duduk, mengejan saat 3+3,
Pembengkakan #lobular konstipasi kronik, batu kronik,
Perdarahan tanpa nyeri hubungan seks melalui anal

Penyumbatan4aliran darah tak lancer pada vena hemoroidalis
Hemoroid
9
*. Manifestasi linis
Hemoroid menyebabkan tanda dan gejala(
a. 1asa gatal dan nyeri.
b. Perdarahan ber0arna merah terang pada saat 3+3.
c. Pada hemoroid eksternal, sering timbul nyeri hebat akibat in"lamasi dan
edema yang disebabkan oleh trombosis (pembekuan darah dalam
hemoroid! sehingga dapat menimbulkan iskemia dan nekrosis pada area
tersebut.
d. <erjadi benjolan&benjolan disekitar dubur setiap kali buang air besar.
e. 1asa sakit yang timbul karena prolaps hemoroid (benjolan tidak dapat
kembali! dari anus terjepit karena adanya trombus.
". 1asa Perih.
Perdarahan terjadi dikarenakan adanya ruptur varises.
a. Perasaan tidak nyaman (duduk terlalu lama dan berjalan tidak kuat
lama!.
b. ,eluar lendir yang menyebabkan perasaan isi rektum belum keluar
semua.
+. Pemerisaan Dia&nosti"
a. +noskopi.
.iperlukan untuk melihat hemoroid interna yang tidak menonjol keluar.
b. Proktosigmoidoskopi.
2ntuk memastikan bah0a keluhan bukan disebabkan oleh proses radang
atau proses keganasan di tingkat yang lebih tinggi.
c. Pemeriksaan colok dubur termasuk anorektoskopi (alat untuk melihat
kelainan di daerah anus dan rektum!. Pada pemeriksaan anorektoskopi
dapat ditentukan derajat hemoroid. 6okasi hemoroid pada posisi tengkurap
umumnya adalah pada jam *2, jam ), jam dan jam C. Permukaannya
ber0arna sama dengan mukosa sekitarnya, bila bekas berdarah akan
tampak bercak&bercak kemerahan (Dettina, 200*!.
C
,. Penatalasanaan Me!i
a. 5ntervensi ;armakologi
@bat&obat "armakoterapi dibagi atas 7 yaitu (
*! @bat memperbaiki de"ekasi
<erdapat dua macam obat yaitu
a! $uplement serat (fiber suplement! dan pelicin tinja (stool
softener!. $uplemen serat komersial yang yang banyak dipakai
antara lain psylium atau isphaluga Husk (e>.( Aegeta, 'ula>,
'etamucil, 'uco"alk!. @bat ini bekerja dengan cara
membesarkan volume tinja dan meningkatkan peristaltik usus.
B"ek samping antara lain ketut dan kembung.
b! @bat kedua adalah la>ant atau pencahar (e>.( la>adine, dulcola>,
dll!.
2! @bat simtomatik
3ertujuan untuk menghilangkan atau mengurangi keluhan rasa gatal,
nyeri, atau kerusakan kulit di daerah anus. Eenis sediaan misalnya
+nusol, 3oraginol D4$ dan ;aktu. $ediaan yang mengandung
kortikosteroid digunakan untuk mengurangi radang daerah hemoroid
atau anus. Fontoh obat misalnya 2ltraproct, +nusol HF, $cheriproct.
)! @bat menghentikan perdarahan
.apat diberikan psylium yang digunakan untuk menghentikan
perdarahan pre dan post op hemoroidektomi.
7! @bat penyembuh dan pencegah serangan hemoroid
'enggunakan +rdium 500 mg dan plasebo )G2 tablet selama 7 hari,
lalu 2G2 tablet selama ) hari. Pengobatan ini dapat memberikan
perbaikan terhadap gejala in"lamasi, kongesti, edema, dan prolaps.
b. 5ntervensi Don ;armakologi
Penatalaksanaan ini berupa (
*! Perbaikan pola hidup
2! Perbaikan pola makan dan minum
*0
)! Perbaikan pola 4 cara de"ekasi dengan mengusahakan buang air besar
tiap hari ( bo0el manajemen program !.
7! .iet tinggi serat untuk menjaga "eses tetap lunak.
5! 'enghindari mengejan berlebih selama de"ekasi.
! <irah baring tindakan yang memungkinkan pembesaran haemoroid
berkurang.
:! 'andi duduk hangat untuk mengurangi nyeri dan menghilangkan
pembengkakan.
c. 5ntervensi 3edah
*! Hemoroidektomi kriosirurgi adalah metode untuk mengangkat
hemoroid dengan cara membekukan jaringan hemoroid selama 0aktu
tertentu sampai timbul nekrosis. 'eskipun hal ini relati" kurang
menimbulkan nyeri, prosedur ini tidak digunakan dengan luas karena
menyebabkan keluarnya rabas yang berbau sangat menyengat dan
luka yang ditimbulkan lama sembuhnya.
2! 6aser Dd ( yang digunakan dalam mengeksisi hemoroid, terutama
hemoroid eksterna. <indakan ini cepat dan kurang menimbulkan nyeri,
hemoragi dan abses jaringan serta jarang menjadi komplikasi pada
periode pasca&operati".
)! 5njeksi larutan sklerosa untuk menghasilkan jaringan parut dan
mengurangi prolaps.
7! Pembedahan dapat dilakukan pada keadaan perdarahan yang
berkepanjangan, nyeri hebat, gatal yang tidak dapat ditoleransi,
ketidaknyamanan umum yang tidak dapat dikurangi.
-. Kom.liasi
,omplikasi hemoroid yang paling sering adalah (
a. Perdarahan.
b. <rombosis akut pada prolaps hemorrhoid
<rombosis adalah pembekuan darah dalam hemoroid.
c. Hemoroidal strangulasi.
Hemoroidal strangulasi adalah hemoroid yang prolaps dengan suplai darah
dihalangi oleh s"ingter ani.
**
1(. Pen&ega/an
2paya yang dapat dilakukan untuk mencegah terjadinya hemoroid antara lain(
a. ,onsumsi makanan yang banyak mengandung serat . ,onsumsi makanan
tersebut dapat membuat tinja lunak dan bentuknya besar sehingga mudah
mele0ati anus.
b. 'inum air putih yang banyak.
c. Pertimbangan menggunakan suplemen serat. +da banyak produk suplemen
serat yang dapat membantu memperlancar buang air besar. Eika
menggunakan suplemen, pastikan minum yang banyak (setidaknya 9
gelas!. Eika kurang, suplemen justru membuat konstipasi bertambah
parah. Eika digunakan sembarangan, suplemen dapat menimbulkan gas di
dalam perut sehingga terasa tidak nyaman.
d. 6akukan olahraga atau aktivitas lainnya untuk memperlancar aliran
pembuluh darah balik (vena!. @lahraga juga dapat menurunkan berat
badan, yang pada akhirnya dapat menghindari atau setidakmya
mengurangi gejala hemoroid.
e. Hindari duduk atau berdiri dalam posisi lama. .uduk di alas yang keras,
misalnya di atas WF dapat meningkatkan tekanan vena pada anus.
". Eangan mengedan berlebihan atau menahan napas terlalu lama saat buang
air besar (3+3!. <indakan tersebut dapat meningkatkan tekanan pada
pembuluh darah balik di bagian ba0ah rektum.
g. Eangan menahan 3+3. Eika menunda 3+3, sehingga rasa tersebut hilang,
kotoran menjadi kering dan sulit mele0ati anus.
h. 'engurangi4mencegah stres
11. Prognosis
.engan terapi yang sesuai, semua hemoroid simptomatis dapat dibuat menjadi
asimptomatis. Pendekatan konservati" hendaknya diusahakan terlebih dahulu pada semua
kasus. Hemoroidektomi pada umumnya memberikan hasil yang baik. $esudah terapi
*2
penderita harus diajari untuk menghindari obstipasi dengan makan makanan serat agar
dapat mencegah timbulnya kembali gejala hemoroid.
B. KEPE0A1A2AN
*. Pengkajian ,epera0atan
a. 1i0ayat kesehatan(
*! +pakah ada rasa gatal, terbakar dan nyeri selama de"ekasiH
2! +dakah nyeri abdomenH
)! +pakah terdapat perdarahan dari rektumH
7! 3erapa banyak, seberapa sering, apa 0arnanyaH
5! +dakah mucus atau pusH
! 3agaimana pola eliminasi klienH
:! +pakah sering menggunakan laksati" H
b. Pengkajian Pola persepsi kesehatan dan pemeliharaan kesehatan.
*! ,urang olahraga
2! 1i0ayat penyakit sirocis hepatis
c. Pola nutrisi metabolik
*! @besitas, anemia
2! .iet rendah serat (kurang makan sayur dan buah!
)! 'inum air putih kurang dari 2.000 cc4hari
*)
d. Pola eliminasi
*! .itemukan sering konstipasi
2! Dyeri 0aktu de"ekasi, duduk, jalan
)! ,eluar darah segar dari anus, jumlah, 0arna
7! 'engejan hebat 0aktu de"ekasi, konsistensi "eses, ada
darah4nanah.
5! Prolap varices pada anus.
e. Pola aktivitas dan latihan
*! ,urang aktivitas
2! ,urang olahraga
)! Pekerjaan banyak duduk4berdiri
7! 'engangkat barang&barang berat
". Pola persepsi kogniti"
*! Dyeri
2! #atal
g. Pola tidur dan istirahat
*! #angguan pola tidur karena nyeri
h. Pola reproduksi seksual
*! 1i0ayat persalinan dan kehamilan
i. Pola mekanisme koping dan toleransi terhadap serat
a! ,oping yang digunakan dan alternati" pemecahan masalah.
2. .iagnosa ,epera0atan
a. Pree operasi
*! Dyeri akut b.d agen cedera "isik (adanya pembengkakan, trombus
pembuluh darah pada anus!.
2! ,onstipasi b.d mengabaikan dorongan untuk de"ekasi akibat nyeri
selama eliminasi.
)! +nsietas b.d stres (rencana pembedahan dan rasa malu!.
7! .evisit pera0atan diri mandi b.d kelemahan "isik
*7
*5
Inter3ensi
Do .iagnosa ,epera0atan <ujuan dan criteria hasil <indakan 1aional
*. Dyeri akut b.d agen
cedera "isik
$etelah dilakukan tindakan
kepera0atan selama ...> 27
jam, diharapkan nyeri
berkurang dengan criteria
hasil (
- $kala nyeri 0&*
- Wajah pasien tampak
rileks.
*. ,aji skala nyeri
2. 3erikan posisi yang nyaman
sesuai dengan keinginan
pasien.
). @bservasi tanda&tanda vital.
7. 3erikan bantal4alas pantat
5. +njurkan untuk tidak
mengejan yang berlebihan saat
de"ekasi.
. +jarkan tehnik distraksi dan
relaksasi
:. ,olaborasi untuk pemberian
terapi analgetik
*. 'enentukan tingkat nyeri, untuk
menentukan tindakan yang tepat.
2. 'emberikan rasa nyaman.
). 5denti"ikasi dini komplikasi nyeri.
7. 2ntuk mengurangi rasa nyeri.
5. 'engurangi rasa nyeri dan prolap.
. 1elaksasi digunakan untuk
mengurangi stimulus nyeri, dan
mengalihkan perhatian terhadap
nyeri
:. 'engurangi rasa nyeri.
2. ,onstipasi b.d
mengabaikan dorongan
untuk de"ekasi akibat
nyeri selama eliminasi.
$etelah dilakukan tindakan
kepera0atan selama ...> 27
jam, diharapkan eliminasi
kembali normal dengan
kriteria hasil (
& 3uang air besar
*. ,aji pola eliminasi dan
konsistensi "aeces.
2. +njurkan pasien untuk minum
paling sedikit 2000 ml4 hari
). 3erikan banyak makan sayur
dan buah.
*. 'engetahui pola kebiasaan buang air
besar klien.
2. .apat melembekkan "eses
mem"asilitasi eliminasi.
). 'eningkatkan massa "aeces
sehingga lebih mudah dikeluarkan.
*
minimal * kali
perhari.
& ,onsistensi "eces
lembek, tidak ada
darah dan pus
& 3uang air besar tidak
nyeri dan tidak perlu
mengejan lama.
7. +njurkan untuk segera
berespon bila ada rangsangan
buang air besar.
5. +njurkan untuk menyediakan
0aktu untuk buang air besar
. ,olaborasi untuk pemberian
terapi obat pelembek "eses,
supositoria, laksati" atau
enema jika diperlukan.
7. 2ntuk mencegah rangsangan hilang
dan akan terjadi konstipasi.
5. 'embiasakan pola buang air besar
yang normal.
. Pelunak "eses dan mengurangi nyeri
saat buang air besar.
). +nsietas b.d stres
(rencana pembedahan
dan rasa malu!.
$etelah dilakukan tindakan
kepera0atan selama ...> 27
jam, diharapkan rasa
cemas berkurang dengan
criteria hasil (
- Pasien dapat menerima
kondisi penyakit dengan
positi".
- Pasien mengatakan
kecemasan berkurang.
- Pasien berpartisipasi
akti" dalam pera0atan.
*. ,aji tingkat kecemasan yang
tepat.
2. ,aji tingkat pengetahuan
pasien tentang pembedahan.
). 3erikan kesempatan pasien
untuk mengungkapkan
perasaannya.
7. .ampingi dan dengarkan
pasien.
5. 6ibatkan keluarga Iuntuk
memberikan dukungan.
. ,olaborasi dengan dokter
untuk penjelasan prosedur
*. 'enentukan tingkat kecemasan
untuk menentukan tindakan
2. 'enentukan in"ormasi yang akan
diberikan.
). 'engurangi kecemasan.
7. 'eningkatkan rasa percaya dan rasa
aman sehingga mengurangi cemas.
5. $ebagai support sistem dan
mengurangi rasa malu.
. Pengetahuan yang cukup tentang
prosedur operasi akan mengurangi
*:
operasi.
:. ,olaborasi untuk terapi anti
ansietas!.
cemas.
:. 'engurangi ansietas.
7. .evisit pera0atan diri
mandi b.d kelemahan
"isik
$etelah dilakukan tindakan
kepera0atan selama ...> 27
jam, diharapkan klien
mampu(
- 'era0at diri sendiri
secara bertahap
- 3erpartisipasi dalam
mera0at diri sendiri
sebatas kemampuan
*. ,aji tingkat kemandirian klien
dalam mera0at diri
2. 3antu klien dalam melakukan
aktivitas sehari&hari
). 6ibatkan klien dalam
beraktivitas memenuhi
kebutuhannya
7. ,olaborasi dengan tim medis
*. 2ntuk mengetahui tingkat
kemampuan klien dalam mera0at
diri
2. 'engurangi rasa lelah klien
). 'embantu klien dalam mera0at diri
secara bertahap
7. Program pemberian terapi "isik
*9
b. Post operasi
*! Dyeri akut b.d agen cedera "isik (adanya luk post operasi! dan terpasang
tampon.
2! 1isiko perdarahan b.d e"eksamping terkait (hemoroidektomi!.
)! #angguan rasa nyaman b.d e"ek samping terkait terapi (terpasang tampon!.
7! 1isiko in"eksi b.d prosedur invasi" (post operasi!.
5! .evisit pera0atan diri mandi b.d kelemahan "isik
*C
Inter3ensi
Do .iagnosa ,epera0atan <ujuan dan criteria hasil <indakan 1aional
*. Dyeri akut b.d agen
cedera "isik
$etelah dilakukan tindakan
kepera0atan selama ...> 27 jam,
diharapkan nyeri berkurang
dengan criteria hasil (
- $kala nyeri 0&*
- Wajah pasien tampak rileks.
*. ,aji skala nyeri.
2. 3erikan posisi yang nyaman
sesuai dengan keinginan
pasien.
). +njurkan untuk tidak
mengejan yang berlebihan
saat de"ekasi.
7. +jarkan tehnik distraksi dan
relaksasi
5. 3eri masukan oral setiap hari
sedikitnya 2&) liter cairan,
makanan berserat
. ,olaborasi untuk pemberian
terapi analgetik pelunak
"eses dan laksati".
*. 'enentukan tingkat nyeri, untuk
menentukan tindakan yang
tepat.
2. 'emberikan rasa nyaman.
). 'engurangi rasa nyeri dan
prolap.
7. 1elaksasi digunakan untuk
mengurangi nyeri, dan
mengalihkan perhatian terhadap
nyeri
5. ;eses yang keras menekan insisi
operasi
. 'engurangi rasa nyeri.
2. 1isiko perdarahan b.d
e"ek samping terkait
terapi.
$etelah dilakukan tindakan
kepera0atan selama ...> 27 jam,
diharapkan tidak terjadi
perdarahan dengan criteria hasil
(
*. Periksa daerah rectal atau
balutan setiap dua jam
selama 27 jam pertama.
2. 3erikan kompres dingin
). ,aji daerah operasi terhadap
*. .eteksi dini perdarahan untuk
pertolongan segera
2. Aasokontriksi pembuluh darah
20
& 3alutan luka operasi tidak
basah
& 6uka insisi sembuh dengan
baik
& <anda&tanda vital dalam batas
normal
pembengkakan dan
pengeluaran puss.
7. #anti atau lepas tampon
sesuai program
5. ,olaborasi untuk pemberian
terapi antibiotika.
). 'erupakan tanda&tanda in"eksi
7. 'encegah terjadinya in"eksi
5. 'embunuh bakteri yang dapat
menyebabkan in"eksi.
). #angguan rasa nyaman
b.d e"ek samping terkait
terapi
$etelah dilakukan tindakan
kepera0atan selama ...> 27 jam,
diharapkan klien dapat merasa
nyaman dengan criteria hasil (
- <idak menunjukan 0ajah
menahan nyeri
- <idak terjadi perdarahan
*. 3erikan posisi istirahat yang
nyaman bagi klien
2. @bservasi daerah rectal
apakah ada perdarahan
). 3erikan penjelasan tentang
tujuan pemasangan cerobong
anus (tampon!.
7. Ferobong anus dilepas
sesuai advice dokter
*. .apat menurunkan ketegangan
abdomen dan mengembalikan
rasa kontrol
2. .perdarahan bisa menimbulkan
in"eksi
). Pengetahuan tentang man"aat
tampon guna untuk kesembuhan
luka klien
7. 'eningkatkan "ungsi "isiologis
anus dan memberikan rasa
nyaman pada anus
7. 1isiko in"eksi b.d e"ek
samping terkait terapi
$etelah dilakukan tindakan
kepera0atan selama ...> 27 jam,
diharapkan tidak terjadi in"eksi
dengan kriteria hasil (
*. @bservasi balutan setiap 2 -
7 jam, periksa terhadap
perdarahan dan bau
2. #anti balutan dengan tehnik
*. 'encegah meluas dan mebatasi
penyebaran luas in"eksi
ataukontaminasi silang
2. Penggantian balutan berguna
2*
& <idak terdapat tanda&tanda
in"eksi
& 6uka mengering
& Aital sing dalam batas normal
ase"tik
). 3ersihkan daerah perianal
setelah setiap de"ekasi
7. 3erikan diet rendah serat 4
dan minum yang cukup.
menjaga agar tetap steril
). 2ntuk mencegah kontaminasi
daerah luka
7. .apat mengurangi rangsangan
pada anus dan mencegah
mengedan pada 0aktu de"ekasi
5. .evisit pera0atan diri
mandi b.d kelemahan.
$etelah dilakukan tindakan
kepera0atan selama ...> 27 jam,
diharapkan klien mampu(
- 'era0at diri sendiri secara
bertahap
- 3erpartisipasi dalam
mera0at diri sendiri sebatas
kemampuan
*. ,aji tingkat kemandirian
klien dalam mera0at diri
2. 3antu klien dalam
melakukan aktivitas sehari&
hari
). 6ibatkan klien dalam
beraktivitas memenuhi
kebutuhannya
7. ,olaborasi dengan tim medis
*. 2ntuk mengetahui tingkat
kemampuan klien dalam
mera0at diri
2. 'engurangi rasa lelah klien
). 'embantu klien dalam mera0at
diri secara bertahap
7. Program pemberian terapi "isik
BAB II
PEN4EL5LAAN KASUS
'ahasis0a4D5' ( 5 Putu +gus 5ndra $aputra
<empat Praktek ( 1uang .
<anggal Praktek ( C juli 20*2
Eam ( 09.00 W53
A. PEN4KA6IAN
5. 5dentitas
*. Pasien
& Dama (initial! ( <uan 3
& 2mur ( )C tahun
& Eenis kelamin ( 6aki & laki
& +lamat ( El. ,alipasir, cikini, Eakarta Pusat
& $tatus ( ,a0in
& $uku ( Ea0a45ndonesia
& +gama ( Protestan
& Pendidikan ( 2niv (.555!
& Pekerjaan ( $0asta
& <gl. masuk 1$ ( 0C juni 20*2
& Do. 1' ( 0*0*)JJJ
& 1uang ( . ( 5$@ 2 !
& .iagnosis kerja4medis ( Hemoroid #rade 555
2. ,eluarga 4 penanggung ja0ab
& Dama ( 3p. 1
& 2mur ( ): <ahun
& Hubungan ( <eman kerja
& Pekerjaan ( $0asta
& +lamat ( El. Ditikan&#g gemini, Kogyakarta
22
2)
55. 1i0ayat kesehatan pasien
*. ,esehatan pasien
a. ,eluhan utama ( Pasien datang dengan keluhan perdarahan
terus menerus saat 3+3. +da benjolan pada anus atau nyeri pada saat
de"ikasi.
b. ,eluhan tambahan saat dikaji ( 'ulai kemarin siang kaki kanan sakit
secara mendadak, dan susah tidur karena nyeri pada anus.
c. +lasan utama masuk 1$ ( Pasien mengeluh nyeri di anus saat
3+3, nyeri skala
d. 1i0ayat Penyakit $ekarang (
Pasien mengatakan nyeri sejak hari sabtu (0: Euni 20*0! nyeri pada anus.
Pasien kemudian periksa dipuskesmas dan tidak ada perubahan. Pada
tanggal 0C Euni 20*0 pasien diba0a ke 5#. 1umah $akit 3ethesda
Kogyakarta dan mendapat pemeriksaan 6aboratorium P.6, #.$, $#@<,
$#P<, 2reum, Freatinin. $elain itu pasien juga mendapat tindakan reposisi
prolaps hemorroid serta mendapat terapi obat supositoria. Pasien disarankan
untuk ra0at inap dan kemudian pasien dira0at di ruang . kamar 5$@ 55.
e. 1i0ayat Penyakit .ahulu (Pasien belum pernah di ra0at di
1umah $akit.
". +lergi (<idak ada alergi obat
g. ,esehatan keluarga (Pasien dan keluarga tidak mempunyai
penyakit keturunan seperti Hipertensi
dan .'.
555. Pola pungsi kesehatan
*. Pola Dutrisi - 'etabolik
a. $ebelum $akit
*! ;rekuensi makan ( )> sehari
2! Eenis makan ( Dasi, 6auk
)! Porsi yg dihabiskan ( * porsi
7! 'akanan yang disukai ( $emua suka
5! 'akanan yang tidak disukai ( $ayur sayuran
! 'akanan pantang ( <idak ada
:! 'akanan tambahan4vitamin ( 3uah&buahan
27
9! ,ebiasaan makan ( 'akan di luar
C! Da"su makan ( 3aik
*0! 3anyak minum ( 9 gelas4hari (*900 cc!
**! Eenis minuman ( +ir putih, kopi
*2! 'inuman yang tidak disukai ( <idak ada
*)! 'inuman pantang ( <idak ada
*7! Perubahan 33 bulan terkahir ( <urun 8 ) kg
b. $elama $akit
*! Eenis makanan ( Post operasi pasien dipuasakan
2! 3anyaknya minum dlm sehari ( *00 cc
)! Eenis minuman ( +ir putih
7! ,eluhan ( $udah lapar (ingin segera makan!
2. Pola Bliminasi
a. $ebelum $akit
*! 3uang air besar (3+3!
a! ;rekuensi ( 2 > sehari
b! Waktu ( <idak tentu
c! Warna ( ,ecoklatan
d! ,onsistensi ( 6embek berbentuk
e! ,eluhan ( Dyeri dan keluar darah saat 3+3
"! Penghantar untuk 3+3 ( <idak ada
g! Pemakaian @bat ( <idak ada
h! ,eluhan ( <idak ada
2! 3uang +ir ,ecil (3+,!
a! ;rekuensi ( & : > $ehari
b! Eumlah ( <idak terkaji
c! Warna ( ,uning
d! 3au ( ,has 2rine
e! ,eluhan ( <idak ada
b. $elama $akit
*! 3uang +ir 3esar (3+3!
a! ;rekuensi ( $aat dikaji pasien belum 3+3
25
b! Pemakaian @bat ( @bat supositoria
c! ,eluhan ( Dyeri bagian dubur
2! 3uang +ir ,ecil (3+,!
d! ;rekuensi 4 Eumlah ( 5 & > sehari
e! Eumlah ( 700 ml
"! Warna ( ,uning
g! 3au ( ,has 2rine
h! ,eluhan ( <idak ada
). Pola aktivitas istirahat - <idur
a. $ebelum $akit
*! ,eadaan aktivitas sehari - hari
+,<5A5<+$ 0 * 2 ) 7
'andi L
3erpakaian 4 berdandan L
Bliminasi L
'obilisasi di tempat tidur L
Pindah L
Daik tangga L
'emasak L
3elanja L
'erapikan rumah L
,eterangan (
@ M 'andiri
* M .ibantu sebagian
2 M Perlu bantuan orang lain
) M Perlu bantuan orang lain dan alat
7 M <ergantung total
2! ,ebutuhan tidur
a! <idur siang ( *&2 jam
b! <idur malam ( &: jam
Pasien lebih mengutamakan tidur pada malam hari untuk istirahat.
)! ,ebutuhan 5stirahat
2
Pasien biasa istirahat setelah menyelesaikan pekerjaannya dan saat libur
kerja.
a! 6ama istirahat * - 2 jam
b! ,lien menyediakan 0aktu untuk beristirahat pada 0aktu siang hari
b. $elama $akit
*! ,eadaan aktivitas sehari&hari
KEMAMPUAN PE0A1A2AN DI0I ( 1 2 3 #
'akan 4 minum L
'andi L
<oliteting L
3erpakaian 4 berdandan L
Bliminasi L
'obilisasi di tempat tidur L
Pindah L
+mbulansi room L
,eterangan (
@ M 'andiri
* M .ibantu sebagian
2 M Perlu bantuan orang lain
) M Perlu bantuan orang lain dan alat
7 M <ergantung total
2! ,ebutuhan tidur
a! <idur siang ( * & 2 jam
b! <idur malam ( & 9 jam
Pasien mengalami susah tidur karena menahan sakit di anusnya.
7. Pola ,ebersihan .iri
a. ,ebersihan ,ulit
,lien mandi 2> sehari dengan sabun mandi,kulit klien bersih tidak kotor.
b. ,ebersihan 1ambut
1ambut klien bersih tidak rontok tak ada ketombe. ,lien mencuci
rambutnya ) hari *> menggunakan shampo.
c. ,ebersihan <elinga
,lien membersihkan telinga dengan cuten bath jika telinga terasa gatal dan
kotor.
d. ,ebersihan 'ata
,lien mencuci matanya saat mandi, bangun tidur dan jika mata terasa gatal.
2:
e. ,ebersihan 'ulut
,lien menggosok giginya 2> sehari saat mandi menggunakan pasta gigi.
". ,ebersihan kuku
,lien selalu membersihkan kukunya setiap kuku kotor dan sudah panjang.
5. Pola Pemeliharaan ,esehatan
a. Penggunaan <embaka (
,lien biasa merokok dengan "rekuensi * - 2 pak4hari.
b. D+PN+ (
,lien tidak menggunakan D+PN+.
c. +lkohol (
,lien mengkonsumsi alkohol, lamanya sudah lebih dari *0 tahun, klien
mengatakan lupa kapan terakhir mengkonsumsi alkohol.
d. 5ntelektual (
,lien mengetahui dengan jelas tentang penyakit yang dideritanya
. Pola 1eproduksi $eksual (
,lien tidak mempunyai gangguan pada reproduksi seksual.
:. Pola ,ogniti" Persepsi& $ensori
a. ,eadaan mental klien sadar dan tenang.
b. ,lien berbicara dengan jelas, mudah dipahami dan berkomunikasi dengan
baik
c. 3ahasa yang dikuasai bahasa ja0a dan indonesia
d. ,lien tidak menggunakan alat bantu penglihatan dan pendengaran
e. ,lien mengatakan tidak nyaman4nyeri dianus, skala nyeri
9. Pola ,onsep .iri
a. 5dentitas diri
,lien masih mampu mengenali siapa dirinya dan keluarganya.
b. 5deal diri
,lien ingin sembuh dan cepat cepat meninggalkan 1$.
c. Harga diri
29
,lien tidak malu dan pasrah dengan penyakit yang di deritanya.
d. #ambaran diri
,lien menyukai tubuhnya karena menurut klien tubuhnya proposional.
e. Peran diri
,lien merupakan kepala keluarga dari seorang istri dan belum mempunyai
anak
C. Pola ,oping
$etiap pengambilan keputusan selalu di bicarakan dengan keluarga dan saudara &
saudaranya.
*0. Pola Peran&3erhubungan
a. $tatus pekerjaan ( 0iras0asta
b. Eenis pekerjaan ( 3isnis
c. ,lien akti" berkecimpung dalam kelompok masyarakat
d. $istem pendukung (
.ukungan selama masuk 1s dari istri dan teman kerja pasien selalu
menunggui setiap harinya secara bergantian
e. $elama sakit hubungan dengan anggota keluarga baik.
**. Pola Dilai dan ,eyakinan
,lien beragama ,risten, di 1$ klien tidak pernah beribadah.
5A. Pengkajian ;isik
*. Pengukuran <3 ( <inggi terkaji
2. Pengukuran 33 ( <idak terkaji
). Pengukuran Aital $ign (
a. <ekanan darah ( *)04C0 mmHg
.iukur di (Dadi brachialis bagian humeri sinistra
Posisi pasien ( 3erbaring (supine!
b. Dadi ( 90 >4mnt.
.iukur di ( 1adialis sinistra.
,ualitas ( $edang
2C
c. $uhu ( )9
0
F.
.iukur di ( +ksila de>tra.
d. 1espirasi ( 20 >4mnt.
<ipe pernapasan ( Aesikuler
7. <ingkat ,esadaran ( Fompos mentis
#F$ ( *5 B( 7 A( 5 '(
5. ,eadaan 2mum (
,lien dengan prolaps hemorroid post operasi hemorroidektomi hari ke 5
tampak sakit sedang, mengatakan terasa nyeri pada luka jahitan operasi
skala , terpasang in"us 16 ditangan kiri, terdapat tampon dan cerobong
angin di anus, klien bedrest, posisi berhati - hati, klien tampak gelisah.
. Pemeriksaan ;isik
a. ,epala (
3entuk kepala oval, rambut 0arna hitam, tak ada ketombe, tidak
rontok, tak ada lesi, tidak ditemukan adanya "inger print, ekspresi 0ajah
menahan nyeri dan sakit
b. 'ata
*! $kera ( Putih
2! ,onjungtiva ( 'erah muda
)! Pupil ( 5sokor (2&) mm!
7! 1eaksi pada cahaya (
'ata kiri, mata kanan ( "ositi", <5@ kanan&kiri sama, dan klien tidak
menggunakan alat bantu penglihatan.
c. <elinga (
tidak ada cairan, tidak ada lesi dan massa, membran tempani utuh,
"ungsi pendengaran masih baik.
d. Hidung (
6ubang simetris, septum ditengah, tidak ada benda asing. Hidung masih
ber"ungsi dengan baik, klien masih bisa membau makanan.
e. 'ulut (
'ulut tak berbau, gigi utuh, tidak ada pembesaran tonsil (<*!
kemampuan bicara klien jelas
". 6eher (
)0
3entuk panjang, tidak ada pembesaran pada vena jugularis dan kelenjar
getah bening.
g. <engkuk ( <idak terkaji.
h. .ada
*! 5nspeksi (
Warna kulit sa0o matang, tidak terdapat lesi, dada simetris, tidak
ada kelainan bentuk pada dada.
2! Palpasi (
<idak terdapat masa, simetris saat berna"as, tidak terdapat nyeri
tekan, pengembangan dada kanan&kiri sama.
)! Perkusi (
Paru terdengar sonor dan bagian jantung terdengar pekak.
7! +uskultasi (
<idak terdapat bunyi tambahan, tidak terdapat murmur dan ronchi
i. +bdomen
*! 5nspeksi (
Warna kulit sa0o matang, tidak terdapat lesi, abdomen simetris,
umbilicus di tengah dan bersih.
2! +uskultasi (
Aascular sound terdengar, peristaltik usus *) > 4 menit
)! Palpasi (
<erdapat nyeri tekan pada perut kiri ba0ah, tidak terdapat
pembesaran hati dan ginjal
7! Perkusi (
<idak terdapat udara dan acietas.
j. +nus dan 1ektum (
<erdapat kasa tampon post operasi hemorropidektomi dan cerobong
angin.
k. #enetalia ( <.a.k
l. Bkstermitas
*! +tas ( 6engkap
2! 3a0ah ( 6engkap
)*
)! <erpasang in"us 16 20 tts4 menit di tangan kiri
7! ,ekuatan otot kanan dan kiri 5 ( 5
A5. Pemeriksaan diagnostic
Pemeriksaan 6aboratorium <anggal 0C juli 20*2
Pemerisaan Hasil Sat7an Nilai normal
Hemoglobin
6eukosit
Hit7ng 8enis
Bosino"il
3aso"il
$egmen
6im"osit
'onosit
Hematokrit
Britrosit
1.W
'FA
'FH
'FHF
<rombosit
'PA
P.W
#ol darah
F7ngsi /ati
$#@<
$#P<
Eletrolit
Datrium
,alium
F7ngsi gin8al
2reum
Freatinin
*5.2
9.09
H :.7
0.5
5C.
25.*
:.:
72.*
7.:2
*2.0
6 9C.20
)2.20
H ).*0
279.0
9.90
C.)
@
25.5
25.9
6 *)).0
)0
*5.0
*,2
grO
ribu4mmk
O
O
O
O
H O
O
juta4mmk
O
"6
pg
g4dl
ribu4mmk
"6
"6
u4l
u4l
mg4dl
6mg4dl
*2,00&*9,00
7,50&**.00
0,0&5,0
0,0&0,20
7:,0&90,0
*),0&70
2,0&**,0
),0&7,0
7,*0&*7,90
**,0&*7,90
C2,0&*2*,00
C2,00&*2*,00
)*,00&):,00
*70,0&770,0
7.00&**.00
0.0&):.0
0.0&7*.0
*0,0&50,0
0,90&*,70
)2
A55. Program pengobatan
*. Aoltaren *>*
5ndikasi (
Peradangan dan bentuk degenerati" pada reumatik, artritis
reumatoid, hemoroid, spondilitis ankilosa, osteoartritis dan
spondiartritis/ sindroma nyeri kolumna vertebralis, reumatik non&
artikular, serangan akut gout
,ontra 5ndikasi(
<ukak peptik, proktitis (supp!. Bmulgel ( asma, urtikaria, rinitis
akut, yang ditimbulkan oleh salisilat atau obat +5D$ lainnya
2. Fe"tria>one 2>*
5ndikasi (
5n"eksi saluran napas, <H<, saluran kemih, sepsis, meningitis
tulang, sendi = jaringan lunak, intra abdominal, genital, dengan
gangguan mekanisme pertahanan tubuh, pro"ilaksis pra op
,ontraindikasi ( Hipersensiti" terhadap se"alosporin, penisilin
). 2ltraproctsup *>*
5ndikasi (
Haemorrhoid, proctitis, anal super"icial "isures, anal ac%ema,
pengobatan pra = paska operasi.
,ontraindikasi
<uberkulosa atau proses syphilitic di tempat yang diobati/
penyakit virus.
7. 1emopain )>*amp
5ndikasi (
Penanganan jangka pendek untuk nyeri berat, ri0ayat tukak
peptic atau perdarahan #5, dis"ungsi ginjal berat atau ada resiko
gagal ginjal, gangguan hemostatik.
,ontraindikasi (
))
<ukak peptic akti", perdarahan atau per"orasi #5, dis"ungsi ginjal
berat atau ada risiko gagal ginjal, gangguan hemostatik, penyakit
serebrovaskuler diathesis hemoragic, pemberian secara intratekal
atau epidural, penggunaan bersama dengan +5D$ = probonesid,
laktasi.
5. Aenosmil 2>*
5ndikasi (
Aarises,insu"isiensi vena, hemoroid
,ontra 5ndikasi (
Hipersensiti" terhadap obat ini atau komponennya. +sma atau
alergi terhadap aspirin
A555. Program tindakan
*. Hemorroidektomy <anggal *0 juli 20*0 jam *).00
2. 6epas <ampon dan cerobong anus <anggal ** juli 20*0 jam *).)0
5J. +nalisa data
*. Pree operasi
Do .ata 'asalah Btiologi
*. .$ (
- Pasien mengeluh nyeri di anus
saat 3+3, nyeri skala
- Pasien mengatakan susah tidur
Dyeri akut agen cedera "isik
(adanya trombus
pembuluh darah di
anus!.
)7
karena menahan sakit di anusnya.
.@ (
- Bkpresi 0ajah menahan sakit dan
nyeri
- Posisi berhati - hati
- ,lien tampak gelisah
- $ ( ),: F
- 1 ( 22 > 4 menit
- D ( 92 > 4 menit
- <. (*20 4 90 mmHg
2. .$ (
- Pasien mengatakan tidak bisa
3+3 sejak hari sabtu
- Pasien mengatakan susah tidur
karena menahan sakit di anusnya.
.@ (
- Bkpresi 0ajah menahan sakit dan
nyeri
- Posisi berhati - hati
- ,lien tampak gelisah
,onstipasi 'engabaikan
dorongan untuk
de"ekasi akibat nyeri
selama eliminasi
). .$ (
- Pasien mengatakan takut di
operasi
- Pasien menanyakan sakit tidak di
operasi
.@ (
- ,lien tampak gelisah
- Pasien merasa cemas mau di
operasi
+nsietas $tres (rencana
pembedahan dan rasa
malu!.
7. .$ (
- ,lien mengatakan susah untuk
mandi sendiri
.@ (
- Bkspresi 0ajah menahan nyeri
.evisit pera0atan
diri mandi
,elemahan "isik
)5
- Posisi klien berhati&hati
- ,lien bed rest
2. Post operasi
Do .ata 'asalah Penyebab
*. .$ (
- Pasien mengatakan terasa nyeri
pada luka jahitan operasi, nyeri
skala
.@ (
- Bkpresi 0ajah menahan sakit dan
nyeri
- Posisi berhati hati
Dyeri akut +danya luka post
operasi
2. .$ (
- Pasien mengatakan anus terasa
panas
.@ (
- <erdapat kasa tampon post
operasi hemorropidektomi dan
terdapat cerobong anus
- +6 ( 9.09 ribu4mmk
- 6okasi jahitan dekat dubur
1isiko in"eksi Post operasi
hemoroidektomi
). .$ (
- ,lien mengatakan susah untuk
mandi sendiri dan nyeri kalau
banyak bergerak
.@ (
- ,lien bed rest
- Posisi klien berhati&hati
.evisit pera0atan diri
mandi
,elemahan "isik
J. .5+#D@$+ ,BPB1+W+<+D
*. Pre operasi
)
a. Dyeri akut b.d agen cedera "isik (adanya pembengkakan, trombus pembuluh
darah pada anus! di tandai dengan(
.$ (
- Pasien mengatakan anus terasa panas dan nyeri skala
- Pasien mengatakan susah tidur karena menahan sakit di
anusnya.
.@ (
- Bkpresi 0ajah menahan sakit dan nyeri
- Posisi berhati - hati
- ,lien tampak gelisah
b. ,onstipasi b.d mengabaikan dorongan untuk de"ekasi akibat nyeri selama
eliminasi.
.$ (
- Pasien mengatakan tidak bisa 3+3 sejak hari sabtu
- Pasien mengatakan susah tidur karena menahan sakit di anusnya.
.@ (
- Bkpresi 0ajah menahan sakit dan nyeri
- Posisi berhati - hati
- ,lien tampak gelisah
c. +nsietas b.d stres (rencana pembedahan dan rasa malu!.
.$ (
- Pasien mengatakan takut di operasi
- Pasien menanyakan apakah sakit saat di operasi
.@ (
- ,lien tampak gelisah
- Pasien merasa cemas mau di operasi
d. .evisit pera0atan diri mandi b.d kelemahan "isik
.$ (
- ,lien mengatakan susah untuk mandi sendiri
.@ (
- Bkspresi 0ajah menahan nyeri
- Posisi klien berhati&hati
2. Post operasi
):
a. Dyeri akut b.d agen cedera "isik (adanya luka post op Hemoroidektomi!
.$ ( & Pasien mengatakan terasa nyeri pada luka jahitan operasi, nyeri skala
.@ ( & Bkpresi 0ajah menahan sakit dan nyeri
- Posisi berhati - hati
b. 1esiko in"eksi b.d post operasi hemoroidektomi
.$ ( & Pasien mengatakan anus terasa panas
.@( & <erdapat kasa tampon post hemorropidektomi dan terdapat cerobong
anus
- 6okasi jahitan dekat dubur
- +6 ( 9.09 ribu4mmk
c. .evisit pera0atan diri mandi b.d kelemahan "isik
.$ ( & ,lien mengatakan susah untuk mandi sendiri dan nyeri kalau banyak
bergerak
.@ ( & Posisi klien berhati&hati
- ,lien bed rest
)9
J5. D21$5D# F+1B P6+D
*. Pre operasi
Do .iagnosa ,epera0atan <ujuan dan criteria hasil <indakan 1aional
*. Dyeri akut b.d agen
cedera "isik
$etelah dilakukan tindakan
kepera0atan selama 2 > 27
jam, diharapkan nyeri
berkurang dengan criteria
hasil (
- $kala nyeri 0 & *
- Wajah pasien tampak
rileks.
*. ,aji skala nyeri, (skala 0&
*0!
2. 3erikan posisi yang
nyaman sesuai indikasi.
). @bservasi tanda&tanda vital
setiap 7 jam.
7. 3erikan bantal4alas pantat
5. +njurkan untuk tidak
mengejan yang berlebihan
saat de"ekasi.
. +jarkan tehnik relaksasi
na"as dalam
:. 3erikan analgetik remopain
)>* amp
*. 'enentukan tingkat nyeri, untuk
menentukan tindakan yang tepat.
2. 'emberikan rasa nyaman dan
mengurangi rasa nyeri yang
dialami pasien.
). 5denti"ikasi dini komplikasi nyeri.
7. 2ntuk mengurangi rasa nyeri.
5. 'engurangi rasa nyeri dan
prolap.
. 1elaksasi digunakan untuk
mengurangi stimulus nyeri, dan
mengalihkan perhatian terhadap
nyeri
:. 'engurangi rasa nyeri yang
dialami pasien.
2. ,onstipasi b.d
mengabaikan dorongan
untuk de"ekasi akibat
$etelah dilakukan tindakan
kepera0atan selama 2 > 27
jam, diharapkan eliminasi
*. ,aji pola eliminasi dan
konsistensi "aeces.
2. +njurkan pasien untuk
*. 'engetahui pola kebiasaan buang
air besar klien.
2. .apat melembekkan "eses
)C
nyeri selama eliminasi. kembali normal dengan
criteria hasil (
- 3uang air besar * kali
perhari.
- ,onsistensi "eces lembek,
tidak ada darah dan pus
- 3uang air besar tidak nyeri
dan tidak perlu mengejan
lama.
- Pasien dapat
mengeluarkan "eses lunak4
konsistensi agak berbentuk
tanpa
minum paling sedikit 2000
ml4 hari
). +njurkan banyak makan
sayur dan buah.
7. +njurkan untuk segera
berespon bila ada
rangsangan buang air besar.
5. +njurkan untuk
menyediakan 0aktu untuk
buang air besar
. 3erikan terapi obat
pelembek "eses,
supositoria, laksati".
mem"asilitasi eliminasi.
). 'eningkatkan massa "eces
sehingga lebih mudah
dikeluarkan.
7. 2ntuk mencegah rangsangan
hilang dan akan terjadi konstipasi.
5. 'embiasakan pola buang air
besar yang normal.
. Pelunak "eses dan mengurangi
nyeri saat buang air besar.
). +nsietas b.d stres
(rencana pembedahan
dan rasa malu!.
$etelah dilakukan tindakan
kepera0atan selama * > 27
jam, diharapkan rasa cemas
berkurang dengan criteria
hasil (
- Pasien dapat menerima
secara nyata kondisi
*. ,aji tingkat kecemasan
yang tepat.
2. ,aji tingkat pengetahuan
pasien tentang
pembedahan.
). .ampingi dan dengarkan
pasien.
*. 'enentukan tingkat kecemasan
untuk menentukan tindakan
2. 'enentukan in"ormasi yang akan
diberikan.
). 'eningkatkan rasa percaya dan
rasa aman sehingga mengurangi
70
penyakit dengan positi".
- Pasien mengatakan
kecemasan berkurang.
- Pasien berpartisipasi akti"
dalam pera0atan.
7. 6ibatkan keluarga Iuntuk
memberikan dukungan.
5. ,olaborasi dengan dokter
untuk penjelasan prosedur
operasi.
cemas.
7. $ebagai support sistem dan
mengurangi rasa malu.
5. Pengetahuan yang cukup tentang
prosedur operasi akan
mengurangi cemas.
7. .evisit pera0atan diri
mandi b.d kelemahan
"isik
$etelah dilakukan tindakan
kepera0atan selama ) > 27
jam, diharapkan klien
mampu(
- 'era0at diri sendiri
secara bertahap
- 3erpartisipasi dalam
mera0at diri sendiri
sebatas kemampuan
*. ,aji tingkat kemandirian
klien dalam mera0at diri
2. 3antu klien dalam
melakukan aktivitas sehari&
hari
). 6ibatkan klien dalam
beraktivitas memenuhi
kebutuhannya
7. ,olaborasi dengan keluarga
tentang pemenuhan +.6
klien
*. 2ntuk mengetahui tingkat
kemampuan klien dalam mera0at
diri
2. 'engurangi rasa lelah klien
). 'embantu klien dalam mera0at
diri secara bertahap
7. ,eluarga adalah suport sistem
terdekat pasien dalam pemenuhan
kebutahan mera0at dirinya
2. Post operasi
7*
Do .iagnosa ,epera0atan <ujuan dan criteria hasil <indakan 1aional
*. Dyeri akut b.d agen
cedera "isik
$etelah dilakukan tindakan
kepera0atan selama 2 > 27
jam, diharapkan nyeri
berkurang dengan criteria
hasil (
- $kala nyeri 0&*
- Wajah pasien tampak
rileks.
*. ,aji skala nyeri
2. 3erikan posisi yang
nyaman sesuai dengan
insikasi
). @bservasi tanda&tanda
vital setiap 7 jam.
7. +njurkan untuk tidak
mengejan yang berlebihan
saat de"ekasi.
5. +jarkan tehnik relaksasi
na"as dalam
. 3erikan analgetik
remopain )>* amp
*. 'enentukan tingkat nyeri, untuk
menentukan tindakan yang tepat.
2. 'emberikan rasa nyaman.
). 5ndikasi dini komplikasi nyeri
7. 'engurangi rasa nyeri dan
prolap.
5. 1elaksasi digunakan untuk
mengurangi nyeri, dan
mengalihkan perhatian terhadap
nyeri
. 'engurangi rasa nyeri.
2. 1isiko in"eksi b.d post
operasi
hemoroidektomi
$etelah dilakukan tindakan
kepera0atan selama 2 > 27
jam, diharapkan tidak terjadi
in"eksi dengan kriteria hasil (
& <idak terdapat tanda&tanda
in"eksi
& 6uka mengering
*. @bservasi balutan setiap 2
- 7 jam, periksa terhadap
perdarahan dan bau
2. #anti balutan dengan
tehnik ase"tik
). 3ersihkan daerah perianal
*. .eteksi dini terjadinya proses
in"eksi dan 4 penga0asan
penyembuhan luka oprasi yang
ada sebelumnya.
2. Penggantian balutan berguna
menjaga agar tetap steril
). 2ntuk mencegah kontaminasi
72
& Aital sign dalam batas
normal
setelah setiap de"ekasi
7. 3erikan diet rendah serat 4
dan minum yang cukup.
daerah luka
7. .apat mengurangi rangsangan
pada anus dan mencegah
mengedan berrlebihan pada
0aktu de"ekasi
). .evisit pera0atan diri
mandi b.d kelemahan.
$etelah dilakukan tindakan
kepera0atan selama ) > 27
jam, diharapkan klien
mampu(
- 'era0at diri sendiri
secara bertahap
- 3erpartisipasi dalam
mera0at diri sendiri
sebatas kemampuan
*. ,aji tingkat kemandirian
klien dalam mera0at diri
2. 3antu klien dalam
melakukan aktivitas
sehari&hari
). 6ibatkan klien dalam
beraktivitas memenuhi
kebutuhannya
7. 3eri penjelasan cara
membersihkan anus dan
menjaga kebersihanya
*. 2ntuk mengetahui tingkat
kemampuan klien dalam mera0at
diri
2. 'engurangi rasa lelah klien
). 'embantu klien dalam mera0at
diri secara bertahap
7. Pengetahuan tentang cara
membersihkan anus membantu
keikutsertaan pasien dalam
mempercepat kesembuhanya.
7)
J55. Fatatan Perkembangan
Dama ( <uan 3
2mur ( )C thn
Do. 1' ( 0*0*)JJJ
.iaknosa medis ( Post @perasi Hemoroidektomi
77
No. Diagnosa
Ke.era9atan
2gl: 6am Perem;angan !an E3al7asi Paraf
*. .>. 5
*0&0:&20*2
*2.00
*2.)0
*7.00
5mplementasi (
*. 'engkaji nyeri (PP1$<!
Pasien post Hemoroidektomy
jam *2.)0
Pasien mengatakan nyeri
didaerah anus skala 7.
2. 'engajarkan tentang teknik
non "armakologik ( na"as
dalam
Pasien masih belum sadar
). 'emonitor vital sign
<. ( *20490 mmHg, $ ( ):
0
F
, 1 ( 20>4mnt, D ( 97>4mnt
Bvaluasi (
.$ ( Pasien mengatakan masi nyeri
didaerah anus skala 7.
.@ ( Bkspresi 0ajah menahan
nyeri, posisi berhati&hati, <. (
*20490 mmHg, $ ( ):
0
F , 1 (
20>4mnt, D ( 97>4mnt
2. .>. 55 *0&0:&20*0
*2.)0
*2.)5
*7.00
5mplementasi (
*. 'emonitor suhu setelah
pembedahan minimal selama 7
jam
$uhu ):
0
F
2. 'elakukan teknik aseptic
sebelum melakukan tindakan
pada pasien
$udah dilakukan
). 'embantu pasien merubah
posisi
Pasien posisi berhati&hati
7. 'engin"ormasikan pada pasien
dan keluarga cara mencegah
in"eksi, misalnya dengan
mencuci tangan yang benar dan
kebersihan lingkungan yang baik
,eluarga memahami
in"ormasi dari pera0at
Bvaluasi
.$ ( &
.@ ( $uhu ):
0
F, pasien posisi
berhati&hatih, in"ormasi sudah
75
BAB III
PEMBAHASAN
.ari hasil +suhan ,epera0atan pada <n. 3 di 1uang .4 5$@ 2 antara teori dan praktek tidak
terlalu jauh berbeda. Pengkajian hingga evaluasi dari teori hampir semua sama dengan
praktek yang dilakukan dilapangan.
+. Pengkajian
.ari data yang dikumpulkan selama pengkajian yang diambil dari (
*. Pemeriksaan ;isik
2. @bservasi
). Wa0ancara
7. $tudy 1ekam 'edis
Pengkajian secara praktek pada kasus tidak jauh berbeda dengan pengkajian secara
teori, penulis menggunakan pemeriksaan "isik yang dilakukan pada bagian&bagian
yang "okus saja, karena kondisi pasien yang masih lemah, pera0at mengobservasi
keadaan pasien, 0a0ancara dengan keluarga passien, namun terkadang pasien tidak
dapat memberikan in"ormasi tentang apa yang dia rasakan dan dia alami, dan penulis
menggunakan rekam medis untuk mendapatkan data&data untuk melengkapi
kelengkapan pengkajian.
3. .iagnosa ,epera0atan
.ari hasil +suhan kepera0atan selama ) hari di 1uang . 4 5$@ 2 tentang Q+$2H+D
,BPB1+W+<+D ,65BD P+.+ <n. 3 .BD#+D HB'@1@5. .5 12+D# . 4 5$@ 2
1$ 3ethesda Kogyakarta Q yaitu (
*. Pre operasi
a. Dyeri akut b.d agen cedera "isik
b. ,onstipasi b.d mengabaikan dorongan untuk de"ekasi akibat nyeri selama
eliminasi.
c. +nsietas b.d stres (rencana pembedahan dan rasa malu!.
d. .evisit pera0atan diri mandi b.d kelemahan "isik
7
2. Post operasi
a. Dyeri akut b.d agen cedera "isik
b. 1esiko in"eksi b.d post entrap hemoroidektomy
c. .evisit pera0atan diri mandi b.d kelemahan "isik
.ari .iagnosa pree dan post tersebut diambil diagnosa pree operasi sesuai prioritas
yang muncul setelah pasien post hemoroidektomy, dari data subjecti" dan data obyekti"
pasien dan dijadikan sebagai diagnosa kepera0atan pada kasus pasien Hemoroid.
*. Post operasi
a. Dyeri akut b.d agen cedera "isik (adanya luka post operasi! dan terpasang kasa
tampon.
b. 1esiko in"eksi b.d post operasi hemorropidektomi
c. .evisit pera0atan diri mandi b.d kelemahan "isik
F. 1encana <indakan
Perencanaan kepera0atan merupakan kegiatan kepera0atan yang ditulis oleh pera0at
dari keempat diagnosa. +dapun tahapan dalam menentukan rencana tindakan yaitu
terdiri dari @DBF ( observasi, nursing, edukasi, dan kolaborasi !, setiap tindakan
mengacu pada perencanaan sehingga diharapkan setiap masalah dapat diatasi sesuai
dengan harapan. Pelaksanaan tindakan kepera0atan dilaksanakan 7 hari pada tanggal
0C&*) juli 20*2. .alam memenuhi kebutuhan pasien ini tidak terlepas dari semua data
yang didapatkan pada saat pengkajian yang telah dilakukan, serta rumusan diagnosa
yang telah disusun sehingga dapat memberikan acuan terhadap pemenuhan asuhan
kepera0atan pada pasien, serta dapat mempercepat poses kesembuhan penyakit pasien.
7:
.. Bvaluasi
Bvaluasi kepera0atan yang dilakukan meliputi evaluasi proses, yang dilakukan
dengan mengumpulkan data perkembangan pasien dan perubahan kondisi pasien,
juga membandingkan keadaan sebelum dan sesudah dillakukan tindakan
kepera0atan dengan menggunakan kriteria evaluasi, pencapaian tujuan yang telah
ditetapkan dalam rencana kepera0atan. Pada evaluasi proses semua diagnosa
kepera0atan yang sudah ditetapkan sudah teratasi. .okumentasi kepera0atan pada
kasus ini dilakukan setelah beberapa tindakan karena keadaan yang tidak
memungkinkan untuk mendokumentasikan setelah selesai melakukan tindakan
kepera0atan, karena banyak intervensi yang harus diberikan segera diberikan pada
pasien tepat pada 0aktunya.
+dapun "aktor penunjang dalam memberikan asuhan kepera0atan.
*. 1espon dan kerjasama yang baik dari pasien dan keluarga pasien.
2. $aran yang menunjang dalam melaksanakan intervensi yang ada.
BAB I<
PENU2UP
A. Kesim.7lan
Penulis dalam pendokumentasian asuhan kepera0atan dengan menggunakan
pendekatan proses kepera0atan yang terdiri dari ( pengkajian, perencanaan,
pelaksanaan, dan evaluasi. Penulis mendapati klien kelolaan dengan diagnosa medis
Hemoroid. .ari pengkajian yang dilakukan, kemudian penulis merumuskan diagnosa
kepera0atan, intervensi, perencanaan, dan evaluasi.
B. Saran
3erdasarkan hasil praktek, maka ada beberapa saran yang sekiranya dapat digunakan
dalam meningkatkan pelayanan kesehatan yang diberikan pada pasien.
*. 3agi pasien
Penanganan yang segera diperlukan untuk meminimalkan komplikasi yang
terjadi pada pasien.
2. 2ntuk 1uang .
a. 'enindaklanjuti rencana kepera0atan yang belum teratasi dengan baik.
b. 6ebih sering mengadakan komunikasi dengan pasien atau keluarga pasien
untuk membantu kesembuhan passien.
). 2ntuk $<5,B$ 3ethesda Kakkum Kogyakarta
<etap mempertahankan 1$ 3ethesda terutama 1uang . sebagai lahan praktik
klinik dan menambah lahan praktik klinik atau ruang lainnya yang berada pada
1$ 3ethesda agar mahasis0a dapat mengenal berbagai macam penyakit dan
menerapkan proses asuhan kepera0atan yang sesuai, agar mahasis0a praktikan
dapat lebih mengenal mengenai dunia kepera0atan dan lebih peduli dengan
sesama terlebih pada pasien.
79
7C
DAF2A0 PUS2AKA
*. $melt%er, $u%anne F. dan 3renda #. 3arre. 200. 3uku +jar ,epera0atan 'edikal
3edah 3runner and $uddath. Bdisi 9. Eakarta ( B#F
2. 3runner = $uddarth, 2002, 3uku +jar ,epera0atan 'edikal 3edah, alih bahasa(
Waluyo +gung., Kasmin +sih., Euli., ,uncara., 5.made karyasa, B#F, Eakarta.
). Danda 5nternational. 20*2&20*7. .iagnosis ,epera0atan .e"inisi dan ,lasi"ikasi
20*2 -20*7. Eakarta ( B#F
7. 'ansjoer, +ri", dkk. 2000. ,apita $elekta ,edokteran Bdisi ) Eilid 2. Eakarta (
'edia +esculapius.
5. Price, $ylvia +nderson. *C97. Pato"isiologi Bdisi 7. Eakarta( B#F
. $yai"uddin. 200. +natomi "isiologi untuk mahasis0a kepera0atan, Bdisi ) ,Eakarta
( B#F