Anda di halaman 1dari 6

Impedansi, Reaktansi Induktif dan Reaktansi Kapasitif

September 6, 2012
RESISTANSI, REAKTANSI DAN IMPEDANSI
Resistansi, reaktansi dan impedansi merupakan istilah yang mengacu pada karakteristik dalam rangkaian yang
bersifat melawan arus listrik. Resistansi merupakan tahanan yang diberikan oleh resistor. Reaktansi merupakan tahanan yang bersifat reaksi
terhadap perubahan tegangan atau perubahan arus. Nilai tahanannya berubah sehubungan dengan perbedaan fase dari tegangan dan arus.
Selain itu reaktansi tidak mendisipasi energi. Sedangkan impedansi mengacu pada keseluruhan dari sifat tahanan terhadap arus baik
mencakup resistansi, reaktansi atau keduanya. etiga !enis tahanan ini diekspresikan dalam satuan ohm
1. Impedansi
"mpedansi #disebut !uga hambatan dalam, $% adalah nilai resistansi yang terukur pada
kutub kutub sinyal !ack alat elektronik. Semakin besar hambatan&impedansi, makin
besar tegangan yang dibutuhkan. "mpedansi tidak dapat dikatan sebagai hambatan
secara spontan. arena terdapat perbedaan yang mendasar dari keduanya. 'eberapa
sumber mengatakan bahwa impedansi merupakan hasil reaksi hambatan #R, resistensi%
dan kapasitas elektron #(, capacitance% secara bersamaan. )aya merupakan tegangan
kuadratnya dibagi impedansnya*
P = V
2
/ Z
+ , daya #watt%
- , tegangan #.olt%
$ , impedans #ohm%
"mpedansi listrik, atau lebih sering disebut impedansi, men!elaskan ukuran penolakan
terhadap arus bolak/balik sinusoidal. "mpedansi listrik memperluas konsep resistansi
listrik ke sirkuit 0(, men!elaskan tidak hanya amplitudo relatif dari tegangan dan
arus, tetapi !uga fase relatif. 'ila sebuah beban diberi tegangan, impedansi dari beban
tersebut akan menentukan besar arus dan sudut fase yang mengalir pada beban
tersebut. 1aktor daya merupakan petun!uk
yang menyatakan sifat suatu beban.
Impedansi 2 3umlah 4ambatan Secara -ektor +d Rangkaian 0rus 'olak 5 'alik &
0(.
1. "mpedansi Rangkaian Seri R 6 7 * Z = R2 + XL2
2. "mpedansi Rangkaian Seri R 6 ( * Z = R2 + XC2
8. "mpedansi Rangkaian Seri R 5 7 6 ( * Z = R2 + ( XL XC ) 2
Menghitung Impedansi Rangkaian R L seri
Keterangan :
$ adalah impedansi
R adalah hambatan #9%
7 adalah induktansi # henr
Menghitung Impedansi Rangkaian R L parae
Keterangan :
$ adalah impedansi
R adalah hambatan #9%
7 adalah induktansi # henry %

!"nt"h #"a
4itung impedansi total dan tegangan pada masing/masing resistor, induktor dan kapastior
dari rangkaian S:R" resistansi/induktansi/kapasitor berikut
Jawab: "mpedansi dari rangkaian ini hanya mencakup resitansi, reaktansi induktif dan
reaktansi kapasitif.
oleh karena itu
atau pada 0
o

atau pada 90
o
atau pada 90
o
atau pada sudut -80.68
o
Dengan tegangan total adalah atau pada sudut 0
o
Sehingga arusnya adalah: pada sudut (0-(-80.68))
o
80.68
o
!
atau dala" bilangan ko"pleks ditulis sebagai:
#arena rangkaian seri! "aka besarnya arus pada ketiga ko"ponen adalah sa"a
sehingga "asing-"asing tegangan adalah

atau $9.%&% ' pada sudut 80.68
o
atau $9.0%8 ' pada sudut $(0.68
o
atau $&(.%6 ' pada sudut -9.&$99
o
!"nt"h #"a Rangkaian Parae pada RL!
4itunglah impedansi total dan kuat arus dari masing/masing resistor, induktor dan
kapasitor dari rangkaian +0R07:7 resistansi/induktansi/kapasitor berikut
Jawab:
#arena rangkaiannya adalah paralel! "aka tegangan pada "asing-"asing ko"ponen
)! * dan + adalah sa"a dengan tegangan total
atau pada sudut 0
o
.
#arena tahanan "asing-"asing adalah
atau pada 0
o
atau pada 90
o
atau pada 90
o
"aka kuat arus pada "asing-"asing )! * dan + adalah
pada sudut 0
o
atau

pada sudut -90
o
atau
pada sudut 90
o
atau
Sedangkan , total adalah
atau
pada sudut -%$.&$$
o

-. )eaktansi ,ndukti.
Pengertian Reaktansi induktif adalah hambatan yang timbulakibat adanya ;;7
induksi karena dipasangnyainduktor #7%. 'erbeda dengan rangkaian 0( resitif dimana
arus dan tegangan se/phasa, pada rangkaian 0( induktif phasa tegangan mendahului
<0= terhadap arus. 3ika digambarkan diagram phasor/nya maka arus mengarah ke
sumbu >?@ positif #kanan% dan tegangan mengarah ke sumbu >A@ positif #atas% seperti
yang diilustrasikan oleh gambar.
4ambatan aliran elektron ketika melewati induktor pada rangkaian 0( disebut
sebagai >Reaktansi "nduktif@, reaktansi dihitung dalam satuan Bhm #9% sama hal/nya
seperti resistansi. Simbol reaktansi induktif adalah >?
7
>, pada rangkaian 0(
sederhana, reaktansi induktif dapat dihitung menggunakan persamaan berikut.
X
L
= 2 f L
)imana *
?
7
, Reaktansi induktif #Bhm & 9%
C, +i D 8,1E
f, 1rekuensi #4ertF & 4F%
7, "nduktansi #4enry & 4%
!"nt"h:
Gentukan reaktansi induktif !ika diketahui frekuensi rangkaian 0( H0 4F, dan
induktansi induktor 14.
3awab*
?
7
, 2 I C I f I 7
?
7
, 2 I 8,1E I H0 I 1
?
7
, 81E 9
3ika pada contoh kasus di atas diketahui tegangan 0( sebesar H0-, berapakah arus
yang mengalir pada rangkaianJ Kntuk men!awab pertanyaan ini adalah dengan
menggunakan hukum Bhm dimana - , " I R, kemudian ganti >R@ #resistansi% dengan
reaktansi induktif #?
7
%.
$a%a&:
" , - & ?
7
" , H0 & 81E
" , 0,160
Reaktansi induktif berbanding lurus terhadap frekuensi, !ika frekuensi meningkat
maka reaktansi induktif !uga akan meningkat atau membesar dan begitu !uga
sebaliknya.
arakteristik disipasi daya induktor pada rangkaian 0( diperlihatkan oleh kur.a hi!au
di atas. Gidak seperti pada resistor dimana resistor selalu ter/disipasi daya dan
kelebihan energi/nya dilepaskan dalam bentuk energi panas, induktor pada rangkaian
0( tidak ter/disipasi daya dengan kata lain disipasi daya induktor pada rangkaian 0(
sama dengan >0@ #Nol%. Lengapa demikian karena pada saat disipasi daya induktor
bernilai positif, daya ini diserap oleh induktor tetapi ketika daya disipasi induktor
bernilai negatif, daya disalurkan ke rangkaian. arena disipasi daya yang diserap dan
disalurkan sama besar maka disipasi daya pada induktor sama dengan >0@ #Nol%. "ni
berlaku hanya pada induktor ideal #R induktor , 09%.
'. Reaktansi Kapasitif
Reaktansi Kapasitif
Sebuah kondensator yang sering disebut kapasitor M(M dihubungkan dengan sumber
tegangan arus bolak/balik berbentuk sinus yang ditetapkan dengan rumus sbb*
e , :m.sin Nt
O "(?(( :
3ika sebuah capasitor dihubungkan dengan sumber arus searah, maka arus searah yang
dapat mengalir hanya sesaat sa!a dan waktu yang pendek, yaitu pada saat capasitor
dalam keadaan diisi #charged%. emudian arus searah didalam capasitor akan men!adi
nol kembali. 4al tersebut membuktikan bahwa capasitor tidak dapat dilalui arus
searah atau dikatakan kapasitor memblokir arus searah. Lenurut teori arus searah
yang mengalir !umlah muatannya ditentukan dengan rumus *
P , i .t atau i , P&t.
etika arus dan tegangan melewati kapasitor pada rangkaian 0(, phasa arus
mendahului <0= phasa tegangan. 3ika digambarkan diagram phasor/nya maka arus #"%
ke arah sumbu >?@ positif #kanan% dan tegangan ke arah sumbu >A@ negatif #bawah%.
4ambatan aliran elektron ketika melewati kapasitor pada rangkaian 0( disebut
sebagai >Reaktansi apasitif@, reaktansi kapasitif dihitung dalam satuan Bhm #9%
sama hal/nya seperti resistansi dan reaktansi induktif. Simbol reaktansi induktif
adalah >?
(
>, pada rangkaian 0( sederhana, reaktansi kapasitif dapat dihitung
menggunakan persamaan berikut.
)imana *
?
(
, Reaktansi kapasitif #Bhm & 9%
C, +i D 8,1E
f, 1rekuensi #4ertF & 4F%
(, apasitansi #1arad & 1%
!"nt"h:
Gentukan reaktansi kapasitif #?(% !ika diketahui frekuensi rangkaian 0( H04F, dan
kapasitansi kapasitor 10u1.
3awab*
?( , 1 & #2 I C I f I (%
?( , 1 & #2 I 8,1E I H0 I 10Q10
/6
%
?( , 1 & 0,0081E
?( , 81R9
3ika pada contoh kasus di atas diketahui tegangan 0( sebesar H0-, berapakah arus
yang mengalir pada rangkaianJ dengan menggunakan cara yang sama yaitu dengan
menggunakan hukum Bhm dimana - , " I R, kemudian ganti >R@ #resistansi% dengan
reaktansi kapasitif #?
(
%.
$a%a&:
" , - & ?
(
" , H0 & 81R
" , 0,160
Reaktansi kapasitif berbanding terbalik terhadap frekuensi, !ika frekuensi meningkat
maka reaktansi kapasitif akan menurun dan begitu !uga sebaliknya.
arakteristik disipasi daya kapasitor pada rangkaian 0( sama seperti pada
karakteristik daya induktor yaitu sama dengan >0@ #Nol%, karena daya yang diserap dan
disalurkan oleh kapasitor sama besar dan ini hanya berlaku untuk kapasitor ideal.