Anda di halaman 1dari 6

I.

TUJUAN
Mempelajari teknik pengoperasian alat pengering hambur yang sesuai prosedur
operasi standar.
Memisahkan larutan tersuspensi dari pelarutnya.
Menghitung efesiensi alat .
Menentukan optimasi untuk pengering hambur dengan perubahan laju alir umpan
serta dengan laju pemanasan yang tetap.

II. DASAR TEORI
Umumnya spray drier merupakan pengering zat padat bahan padatan, sehingga
mengurangi kandungan sisa zat cair di dalam zat padat itu sampai suatu nilai rendah
yang dapat dierima.
Operasi hambur akan menghasilkan kabut cairan suspensi atau pasta yang
homogen melalui nozel. Alat cakram pada umumnya berdiameter 50 -350 mm yang
berputar dengan kecepatan tinggi yang frekuensi putarannya disesuaikan dengan
produk yang dihamburkan.
Alat ini sesuai untuk cairan tersuspensi dan pasta melalui nozel dapat
dihasilkan kabut homogen. Nozel tunggal hamburannya dibantu oleh tekanan udara
cairan, tetapi pada nozel ganda hamburannya dibantu oleh tekanan udara
penggunannya sesuai untuk pengeringan suatu emulsi dan suspensi halus. Proses
dengan pengeringan dengan alat hambur pada umumnya dilakukan terhadap bahan
larutan suspensi atau pasta yang memenuhi kriteria sebagai berikut :
1. Secara mekanik tidak dapat dipisahkan dengan cairan.
2. Bahan yang sensitif terhadap panas dan tidak tahan pada temperature tinggi
dalam waktu yang lama.
3. Mengandung partikel partikel halus.
Jenis pelarut yang biasa digunakan digolongkan menurut kepolaran menjadi :
1. Larutan polar yaitu larutan yang mengandung senyawa senyawa utama KOH
2. Larutan dipolar yaitu larutan yang terdiri dari berbagai ikatan-ikatan antara
karbon dengan oksigen ataupun nitrogen. Kebanyakan larutan dipolar ini
mengikat senyawa C-O rangkap.
3. Larutan non polar adalah campuran larutan yang mempunyai hantaran listrik
yang rendah dan tidak dapat dicampurkan dengan air.








III. ALAT DAN BAHAN

1. Seperangkat alat pengering hambur
2. Neraca
3. Stopwatch
4. Piknometer
5. Gelas kimia 1000 ml
6. Gelas ukur 50 ml
7. Gelas ukur 100 ml
8. Spatula
9. Susu murni 1 ltr

IV. LANGKAH KERJA

















Catatan : Sebelum susu cair dimasukkan ke dalam bejana umpan, terlebih dahulu diukur
massa jenisnya dan viskositasnya.
Meyalakan serangkat peralatan sray drier dan mengalibrasi laju alir umpan dengan air, pada
skala laju alir 2,4,6,8.
Memasukkan susu ke dalam bejana umpan
Mengatur set kendali temperature tunggu sampai temperature menjadi 72
o
C kemudian
menyalakan pompa
Bila suhu telah turun sampai 50
o
C matikan pompa dan hidupkan kembali setelah sampai pada
suhu 70
o
C
Setelah volume larutan berkurang 2 strip ( 2 cm ) pada bejana umpan, hentikan proses dan
keluarkan susu dari bejana penampungan
Menganalisa berat kering dan basah serta massa jenis
Mengulangi langkah di atas dengan variasi laju alir yang berbeda
V. DATA PENGAMATAN
Massa jenis susu cair =



Massa susu cair dalam piknometer = 52,92 gram
Massa piknometer kosong = 28,97 gram
Massa susu cair = 23,95 gram
Volume susu cair dalam piknometer = 25 ml



Tabel kalibrasi alat
Laju alir Tinggi umpan Volume (ml) Waktu (detik)
2 2 135 136
4 2 114 28
6 2 123 25
8 2 119 21

Tabel penurunan tinggi umpan terhadap waktu yang dibutuhkan
Laju alir Tinggi umpan Waktu (detik)
2 2 319
4 2 335
6 2 715
8 2 21

Temperatur : udara panas 80 (proses)
75 (diset)
Silinder 45 (proses)
50 (diset)

Tekanan udara masuk : 2 bar

Pengatur skala : Pump 2,4,6,8
Fan kisaran 4-6











VI. PENGOLAHAN DATA
Kurva Kalibrasi
V (ml) t (detik) Bukaan Volume (L) V(m3) Q(m3/s)
135 136 2 0,135 0,000135 9,9E-07
114 28 4 0,114 0,000114 4,1E-06
123 25 6 0,123 0,000123 4,9E-06
119 21 8 0,119 0,000119 5,7E-06



PERHITUNGAN MASSA JENIS SUSU MURNI
Massa jenis susu cair () =


=


- =

=



= 0,958 gram/ml

PERHITUNGAN KADAR AIR DAN BERAT SUSU BUBUK SEBELUM
PENEGERINGAN
Di oven 15 menit suhu 105
0
C
W = 64,31 gram
Kadar air = 0,9 gram
Berat susu cair sebelum pengeringan = 63,41 gram


y = 7E-07x + 2E-07
R = 0.8745
0
0.000001
0.000002
0.000003
0.000004
0.000005
0.000006
0.000007
0 2 4 6 8 10
Q
(
m
3
/
s
)

bukaan pump
Kurva Kalibrasi Q Terhadap bukaan pump
Q Terhadap bukaan pump
Linear (Q Terhadap bukaan
pump)
Perolehan Berat Susu Bubuk Setelah Pengeringan
Berat gelas kimia kosong : 60,15 gram
Berat gelas kimia + susu bubuk : 65,98 gram
Berat susu bubuk : 5,83 gram

Efesiensi Alat Spray Dryer
Yield =



=


x 100%
= 9,19 %

























VII. PEMBAHASAN

Pembahasan oleh Rahmi Pujiyati Putri ( NIM 111411025 )
Pada praktikum kali ini praktikkan menggunakan spray dryer untuk membubukkan
susu cair dengan cara mengeringkannya hingga kandungan airnya benar benar kecil.
Pertama-tama praktikkan melakukan kalibrasi laju alir dengan menggunakan air pada bukaan
2,4,6,8. Kemudian mengatur tinggi suhu agar terjaga di kisaran 70 80
o
C. Ketika umpan
susu cair sudah dimasukkan dalam bejana dan kisaran suhu 70
o
C, knop pompa dibuka
sehingga susu mengalir ( dalam bentuk hamburan susu cair ) di dinding kolom dryer yang
sudah panas oleh aliran udara panas sebagai pengeringnya. Suhu udara panas dijaga sekitar
70
o
C 80
o
C agar susu bisa kering dan menjadi bubuk, sehinga di kolom penampungan tidak
ada lagi susu cair yang masuk. Tekanan di tangki penampung susu bubuk dilengkapi dengan
pemisah debu dan vakum agar tekanan di tangki penampung lebih rendah dari kolom dryer
sehingga susu bubuk tersebut dapat terlalirkan ke tangki/kolom penampungan susu bubuk.
Dari data pengamatan yang praktikkan dapat, semakin besar bukaan skala laju alir
maka semakin besar nilai Q (laju alir). Namun tidak berarti semakin besar laju alir semakin
banyak susu cair yang terkonversi menjadi susu bubuk, tergantung dari berhasil tidaknya
suhu udara panas dijaga dikisaran 70 80
o
C dan jika laju alir susu cair terlalu cepat bisa saja
sebelum kering susu cair sudah masuk ke kolom penampungan susu bubuk sehingga produk
menjadi gagal. Dalam praktikum kali ini praktikkan tidak bisa mengambil data pada laju alir
mana konversi susu cair menjadi susu bubuk dalam jumlah yang maksimal, dikarenakan
sulitnya pembersihan alat, maka praktikkan hanya menimbang massa susu bubuk diakhir
praktikum, sebagai hasil dari bukaan skala laju alir umpan 2,4,6, dan 8 semuanya. Praktikkan
mendapat susu bubuk dengan massa 5,83 gram dari umpan 8 ml susu cair. Maka didapat nilai
yield dari perhitungan 9,19%.

KESIMPULAN
DAFTAR PUSTAKA