Anda di halaman 1dari 16

KATA PENGANTAR

Segala puji kepada Allah SWT dan atas berkat rahmat-Nya pula saya dapat
menyelesaikan jurnal reading dengan judul How Do Stroke Units Improve
Patient Outcomes?
Makalah presentasi kasus ini disusun untuk memenuhi salah satu tugas
dalam kepaniteraan klinik di bagian Neurologi RSUD ardinah - Tegal!
Dalam kesempatan ini saya juga mengu"apkan terima kasih kepada
berbagai pihak lain yang telah membantu dalam penyusunan makalah presentasi
kasus langsung ini# terutama kepada$
%! dr!Sunarto# Sp!S selaku pembimbing presentasi kasus saya
&! Rekan-rekan kepaniteraan klinik neurologi RSUD ardinah ' Tegal# atas
bantuan dan dukungannya!
Dalam penyusunan makalah ini saya menyadari masih banyak terdapat
kekurangan# oleh karena itu segala kritik dan saran guna penyempurnaan
presentasi kasus ini sangat saya harapkan! Akhir kata# semoga makalah presentasi
kasus ini dapat berman(aat bagi kita semua# terutama dalam bidang Neurologi!
Amin
)akarta# )uni &*%+
,enyusu
n
!E"#AR PENGESAHAN
-ang bertanda tangan diba.ah ini dinyatakan bah.a $
%! Denata ,rabhasi.i /*0*!*1!*2&3
Telah menyelesaikan jurnal reading dengan judul How Do Stroke Units
Improve Patient Outcomes? dalam rangka menyelesaikan tugas kepaniteraan
klinik pada bagian 4lmu Sara( 5akultas edokteran Uni6ersitas Trisakti!
)akarta# )uni &*%+
,embimbing
dr! Sunarto#Sp!S
Artike$
#a%aimana Unit Stroke "enin%katkan Kese&atan Pasien
Se'ua& Ko$a'orasi Review Sistematis (ari U)i Acak *Ran(omi+e( Tria$s,
A'strak
Latar belakang dan Tujuan : ami berusaha untuk menjelaskan bagaimana "ara
pera.atan pasien ra.at inap /pada unit stroke3 dapat mengurangi kasus kematian
dan mengurangi kebutuhan dalam pera.atan institusional setelah stroke!
Metode : ami melakukan analisis sekunder dari sebuah kolaborasi re6ie.
sistematis dari seluruh uji a"ak yang membandingkan pera.atan pasien ra.at inap
/pada unit stroke3 denga pasien ra.at inap dengan pera.atan kon6ensional!
Sembilan belas per"oban dimasukkan# di mana %7 di antaranya /0&+2 pasien3
dapat menghasilkan data keluaran berupa kematian# lokasi tempat tinggal# dan
hasil akhir (ungsional! Data yang ada kurang lengkap / tetapi selalu tersedia untuk
setidaknya %& uji "oba8 %2%% pasien3 untuk analisis subkelompok dalam
memeriksa .aktu dan penyebab kematian dan hasil pera.atan pada pasien dengan
perbedaan tingkat keparahan stroke a.al!
Hasil : ,enurunan kasus kematian dari pasien yang dira.at pada unit sroke terjadi
antara % dan + minggu setelah indeks stroke! ,enurunan kemungkinan kematian
tersebut terjadi pada semua penyebab kematian dan terutama kematian yang
dianggap sebagai akibat dari imobilitas sekunder! Namun# data yang ada tidak
"ukup untuk menentukan kesimpulan yang pasti! ,eningkatan relati( dalam
jumlah pasien yang dipulangkan ke rumah dari unit stroke dibandingkan dengan
pasien dengan pera.atan kon6ensional terutama disebabkan oleh peningkatan
jumlah pasien pulang yang telah bisa mandiri se"ara (isik! ,ada berbagai tingkat
keparahan penyakit stroke# pera.atan pada unit stroke dikaitkan dengan
peningkatan non signi(ikan dari jumlah pasien yang dapat melaukan akti6itas
sehari-hari se"ara mandiri!
Kesimpulan : Dalam keterbatasan data yang tersedia# kami menyimpulkan bah.a
pera.atan pasien ra.at inap pada unit stroke yang terorganisir mungkin
memberikan man(aat pada berbagai ma"am pasien stroke dalam berbagai "ara
yang berbeda# seperti mengurangi risiko kematian akibat komplikasi sekunder dari
stroke dan mengurangi kebutuhan pera.atan institusional dengan mengurangi
ke"a"atan!
Sebuah tinjauan sistematis terbaru dari per"obaan a"ak /randomized trials3 yang
telah membandingkan pasien ra.at inap yang dilakukan pera.atan se"ara
terorganisir /pada unit stroke3 dengan pera.atan kon6ensional modern telah
menunjukkan bah.a pasien stroke yang dira.at se"ara terorganisir /pada unit
stroke3 lebih ke"il kemungkinannya untuk mengalami kematian# tetap tergantung
se"ara (isik# atau memerlukan pera.atan institusional jangka panjang!
%
9bser6asi
ini mengejutkan karena studi stroke unit tidak se"ara rutin menggunakan segala
inter6ensi obat-obatan maupun pembedahan yang diharapkan dapat
mempengaruhi proses patologis atau komplikasi neurologis langsung dari
penyakit stroke! Selain itu# terapi medis atau bedah rutin tersebut belum terbukti
e(ekti( pada stroke akut!
&#0
:al ini telah dikemukakan sebelumnya bah.a pera.atan Unit Stroke dapat e(ekti(
melalui sejumlah mekanisme! ,enentuan dari standardisasi penilaian dan protokol
pengelolaan a.al memungkinkan ter"apainya diagnosis yang lebih akurat#
in6estigasi yang lebih tepat# dan pera.atan pasien yang lebih tepat! omplikasi
sekunder dari stroke /misalnya# in(eksi dada# tromboemboli 6ena3 mungkin bisa
di"egah melalui peningkatan prosedur penilaian dan rehabilitasi akti( a.al!
Sebelumnya# prosedur rehabilitasi yang lebih intens# dan lebih terkoordinasi dapat
membantu pasien dalam men"apai hasil (ungsional maksimal mereka! Namun#
sampai saat ini bukti langsung yang tersedia masih kurang untuk mendukung
salah satu dari usulan ini!
,eningkatan pemahaman mengenai bagaimana "ara unit stroke berusaha
memberikan e(ek menguntungkan terhadap hasil pera.atan stroke adalah sangat
penting se"ara klinis karena hal tersebut dapat membantu untuk menjelaskan
mekanisme dari peningkatan pemulihan dan aspek praktik yang penting dalam
pera.atan stroke!
,ada laporan ini kami menggunakan data yang tersedia dari kolaborasi tinjauan
sistematis dari per"obaan a"ak /randomized trials3 yang tersedia pada pera.atan
unti stroke
%
untuk mengidenti(ikasi aspek pemulihan dimana pera.atan unit stroke
tampaknya mampu menghasilkan dampak yang paling baik! Se"ara khusus# kami
ingin mengidenti(ikasi hal-hal berikut$ /%3 ,enyebab kematian apakah yang paling
penting untuk dilakukan pen"egahan; /&3 Apakah pera.atan unit stroke
menghasilkan lebih banyak pasien yang bertahan hidup pada kondisi yang se"ara
(isik masih bergantung untuk melakukan akti6itas sehari-hari; /03 Apakah semua
kelompok pasien memperoleh keuntungan yang sama dari pera.atan unit stroke;
"eto(e
Tin)auan Sistematis
Metode yang digunakan untuk tinjauan sistematis klaborati( dari per"obaan a"ak
/randomized tials3 pera.atan unit stroke telah dijelaskan sebelumnya!
%
Singkatnya# kami mengidenti(ikasi se"ara a"ak dari pasien ra.at inap yang
dira.at se"ara terorganisisr /pada unit stroke3 untuk perdiode sampai dengan
Desember %11< dengan menggunakan berbagai strategi pen"arian!
%
ami
bertujuan untuk memasukkan semua per"obaan yang membandingkan
managemen yanag terorganisisr /unit stroke3 dengan pera.atan kon6ensional
/ biasanya diberikan dalam bangsal medis umum3! oordinator dari semua
per"obaan a"ak yang rele6an kemudian dihubungi dan diundang untuk bergabung
dengan tinjauan kelompok kolaborati( /Stroke olaborasi Trialist Stroke Unit3!
oordinator per"obaan memberikan data dalam (ormat standar mengenai
karakteristik per"obaan# kriteria dan karakteristik pemilihan pasien dan# dan
jumlah pasien dalam setiap kelompok hasil!
%
Data Subkelompok /baik dalam bentuk tabular atau data indi6idu pasien3 juga
di"ari# khususnya berat ringannya serangan stroke a.al# yang dide(inisikan dalam
hal status (ungsional pasien pada saat penga"akan!
%
Dalam kategorisasi ini# pasien
dengan stroke ringan memiliki status (ungsional kurang lebih setara dengan skor
=arthel 4nde> lebih besar dari <*?%** dalam minggu pertama setelah stroke dan
lebih besar dari 2<?%** dalam .aktu & minggu! Stroke sedang ditandai dengan
skor yang berada di antara skor subkelompok ringan dan berat! Sebuah stroke
berat memiliki skor =arthel 4nde> kurang dari %<?%** dalam minggu pertama dan
kurang dari &*?%** dalam .aktu & minggu setelah stroke!
Hasi$
:asil utama yang menarik dalam analisis ini adalah /%3 kematian# /&3 jangka
.aktu yang telah berlalu antara stroke indeks dan kematian# /03 penyebab pasti
kematian /yaitu# diagnosis klinis3# /+3 status (ungsional akhir /skor atau ukuran
setara ketergantungan3# dan /<3 kebutuhan untuk pera.atan institusional jangka
panjang /yaitu# dalam rumah hunian# rumah jompo# atau rumah sakit3!
,enyebab utama kematian dilaporkan dibagi dalam kategori sebagai berikut
@
$ /%3
neurologis$ kematian disebabkan stroke indeks atau stroke berulang# yaitu# stroke#
in(ark serebral# herniasi otak# edema serebral# stroke berulang8 /&3 kardio6askular$
in(ark miokard# gagal jantung kongesti(# aritmia jantung# serangan jantung8 /03
komplikasi imobilitas$ setiap kematian yang mungkin "ukup dianggap sebagai
komplikasi dari imobilitas# yaitu# sepsis /terutama dada atau saluran kemih3#
tromboemboli 6ena# ulkus dekubitus8 dan /+3 penyebab lain$ penyakit lain
/misalnya# keganasan3!
"eto(e Statistik
,ola kasus kematian dari .aktu ke .aktu dianalisis sebagai proporsi dari pasien#
yang in(ormasinya tersedia# yang diketahui mati pada .aktu sensus tertentu
setelah stroke indeks! ,endekatan ini# yang memberikan serangkaian AgambaranA
dari hasil pada berbagai sensus# digunakan karena data pasien indi6idu yang
tersedia tidak men"ukupi untuk analisis kur6a sur6i6al yang lebih "anggih!
,erbedaan relati( dalam hasil dikotomis dianalisis dengan menghitung rasio odds
/9R3 /ditambah 1<B "on(iden"e inter6al CD4E3 dari hasil yang tidak diharapkan
yang terjadi dalam kelompok unit stroke yang relati( terhadap kontrol /pera.atan
kon6ensional3 kelompok!
7#1
ami menggunakan perbedaan risiko untuk
menghitung tingkat hasil absolut /yaitu# proporsi pasien dengan hasil tertentu3
karena hal ini dapat memberikan in(ormasi klinis tambahan untuk hasil relati(!
Namun# ketika hasil unit stroke dan kelompok kontrol dibandingkan# semua
perhitungan signi(ikansi statistik didasarkan pada statistik F dari 9R perbandingan
tersebut!
7#1
=ila data dari beberapa uji "oba digunakan untuk menghitung hasil penjumlahan#
kami menghitung heterogenitas antara data per"obaan indi6idu yang berkontribusi
terhadap hasil penjumlahannya dengan menggunakan teknik standar!
7#1
Tes
heterogenitas nonsignificant /,G !*<3 menunjukkan bah.a hasil dari uji indi6idual
seluruhnya sesuai dengan hasil penjumlahan! Model statistik Fixed ffects
digunakan
7
ke"uali tes heterogenitas bernilai signi(ikan ketika digunakan model
statistik A!andom effectsA!
1
Hasi$
Deskripsi Perco'aan
Sebanyak %1 per"obaan diidenti(ikasi sampai dengan bulan Desember %11<8 %@
per"obaan se"ara (ormal dia"ak dengan menggunakan nomor a"ak atau amplop
tertutup /Re(erensi %*
%*
-&< dan A! S6ensson# ,! :armsen# H! Wilhelmsen# data
tidak dipublikasikan# %1773# dan tambahan & per"obaan /berisi total +*< pasien3
menggunakan prosedur in(ormal berdasarkan ketersediaan tempat tidur
&2
atau
rotasi penerimaan yang ketat!
&@
Iksklusi dari & per"obaan Juasi-a"ak /"uasi#
randomized3 akan tidak berpengaruh besar pada salah satu kesimpulan berikutnya!
Salah satu uji "oba
%0
belum selesai8 sisanya sebanyak %7 per"obaan telah
dilakukan se"ara a"ak dengan total 0&+1 pasien!
Sepuluh dari %7 per"obaan /yang menga"ak &!*20 pasien3 menge6aluasi unit
dengan kebijakan masuk langsung8 sisa 7 per"obaan /%!%72 pasien3 adalah unit
masuk yang biasanya tertunda % sampai & minggu setelah stroke!
&
=iasanya semua pasien yang dialokasikan untuk ra.at inap dengan pera.atan
terorganisir /unit stroke3 menerima rehabilitasi ra.at inap yang ditandai dengan
suatu periode /hingga beberapa minggu3 koordinasi rehabilitasi multidisiplin oleh
tim yang memiliki minat khusus pada penyakit stroke dan ? atau rehabilitasi yang
memiliki program pendidikan dan pelatihan stroke! Sebagian besar pasien kontrol
/%!0+2 pasien3 menerima pera.atan kon6ensional di bangsal medis umum yang
tidak menggabungkan karakteristik di atas! Sejumlah ke"il /&@@3 dari pasien
kontrol mendapat beberapa rehabilitasi multidisiplin dalam rehabilitasi "ampuran!
Untuk keperluan analisis ini# mereka dianalisis dengan sisa kelompok kontrol
yang dikelola di bangsal medis umum!
Kasus Kematian
Data tersedia pada saat kematian selama %+ per"obaan /&!+20 pasien se"ara a"ak3#
dimana %* per"obaan dapat memberikan in(ormasi tentang tanggal pasti kematian
dan + memberikan in(ormasi pada .aktu sensus! Kambar % menggambarkan
proporsi pasien yang diketahui mati pada inter6al setelah stroke indeks! ,ada %0
dari %+ per"obaan kenaikan kasus kematian pada pasien yang dilalkukan
pera.atan se"ara terorganisir /unit stroke3 lebih ke"il dari /atau sama dengan3
mereka yang terkena pera.atan kon6ensional! )umlah yang jelas mengenai nya.a
yang dapat diselamatkan /yaitu# proporsi mati dalam pengaturan pera.atan
kon6ensional dikurangi proporsi mati di unit pengaturan stroke3 juga ditampilkan!
:al ini menunjukkan bah.a perbedaan yang diamati sebagian besar
dikembangkan selama periode % sampai + minggu setelah stroke indeks! :asil ini
tidak berbeda se"ara substansial jika kita menganalisis se"ara terpisah data dari
unit stroke yang memiliki kebijakan penerimaan segera dan orang-orang yang
se"ara rutin mempekerjakan kebijakan penerimaan tertunda karena sebagian besar
peristi.a kematian /<*@ C@2BE dari semua kematian yang ter"atat3 terjadi pada
saat pemeriksaan uji "oba dengan kebijakan masuk segera!
Gam'ar -
,erbandingan pasien yang
diketahui mati setelah stroke
indeks dan perbedaan kumulati(
antara unit stroke dan subjek
kontrol!
Pen.e'a' Kematian
4n(ormasi tentang penyebab kematian tersedia untuk %& per"obaan /%!2%% pasien
se"ara a"ak3! ,roporsi pasien meninggal pada kelompok unit stroke dan kelompok
kontrol dalam kategori tertentu penyebab kematian yang pasti se"ara klinis adalah
sebagai berikut$ /%3 neurologis$ 1#&B pasien Unit stroke# subjek kontrol %*#0B
/9R# *#1&# 1<B D4# *#22-%#&73 8 /&3 kardio6askular$ pasien Unit Stroke <#&B#
@#*B subjek kontrol /9R# *#@&# 1<B D4# *#+@-%#*138 /03 komplikasi imobilitas$
pasien Unit Stroke 0#7B# 2#0B subjek kontrol /9R# *#2&# 1<B D4# *#01-*#1@38 dan
/+3 penyebab lain$ 0#2B Unit Stroke pasien# subyek kontrol +#&B /9R# *#1*# 1<B
D4# *#<0-%#<%3! Tidak ada heterogenitas yang signi(ikan antara per"obaan dalam
setiap kelompok hasil yang diperiksa /,G *#& dalam setiap kasus3!
)elas bah.a analisis tidak memiliki kekuatan statistik yang "ukup untuk menarik
kesimpulan yang tegas! ami juga terbatas untuk menggunakan penyebab
kematian yang pasti karena kurangnya jumlah otopsi yang dilakukan untuk
memungkinkan analisis sensiti6itas yang bermakna berdasarkan pembuktian
penyebab kematian dengan otopsi!
Hasi$ Pasien !ainn.a
Untuk memperkirakan dampak dari pera.atan stroke unit pada berbagai hasil
pera.atan pasien# kita menghitung proporsi pasien dalam empat kategori hasil
pada akhir jad.al (ollo. up /rata-rata# % tahun setelah stroke3! Tabel % berisi data
tersebut# yang tersedia untuk %+ per"obaan /&!@@* pasien se"ara a"ak3! ,era.atan
stroke unit dikaitkan dengan peningkatan jumlah pasien yang berada di rumah
pada sebuah kondisi yang AmandiriA /Tingkat skor * sampai &3! :anya ada
peningkatan marginal dengan kemungkinan pasien berada di rumah dalam kondisi
AketergantunganA /Tingkat skor 0 sampai <3# dan ada penurunan kemungkinan
kematian atau membutuhkan pera.atan institusional!
Tidak ada heterogenitas yang signi(ikan /,G *#&3 antara per"obaan indi6idu yang
memberikan kontribusi bagi analisis dengan penge"ualian dari subkelompok yang
telah kembbali ke rumah /dependent3# yang menunjukkan L dari &@#% /%0 d(# ,
M!*<3! Se"ara absolut peningkatan kelangsungan hidup mandiri tampaknya
menjadi konsekuensi yang paling men"olok dari pera.atan pasien ra.at inap
terorganisir /unit stroke3!
eterbatasan utama dalam analisis ini adalah kurangnya AblindingA penilaian
(ungsional dalam beberapa uji "oba! Namun# hasil yang ditunjukkan serupa jika
terbatas pada uji "oba tersebut
%+#%2#%@#&*#&2
yang menggunakan penilaian hasil tegas
se"ara blinding!
Kambar & menunjukkan perbandingan antara subjek yang hidup di rumah dan
perbandingan kumulati( antara pasien unit stroke dan kelompok kontrol!
Gam'ar /
,erbandingan pasien yang hidup
di rumah stelah stroke indeks
dan perbedaan kumulati( antara
unit stroke dan subjek kontrol!
I(ek yang nyata dari pera.atan unit stroke pada pasien dengan perbedaan derajat
keparahan dari stroke a.al ditampilkan dalam tabel &# dimana menggambarkan
sejumlah pasien yang bertahan hidup dengan kondisi mandiri se"ara (isik /Tingkat
skor 0 sampai <3 atau tidak dapat mandiri /tingkat skor * sampai &3! Data tersedia
untuk %0 per"obaan /&*1% pasien3 pada akhir jad.al (ollo.-up /rata-rata# % tahun3
,asien dengan stroke ringan yang dilakukan penatalaksanaan di unit stroke tidak
menunjukkan peningkatan dalam kelangsungan hidup tetapi "enderung menjadi
lebih mungkin untuk mendapatkan kembali pola hidup se"ara mandiri! ,asien
yang menderita stroke sedang menunjukkan ke"enderungan peningkatan# baik
dalam hal kelangsungan hidup dan peningkatan angka harapan hidup mandiri!
,era.atan unit stroke menghasilkanpeningkatan yang nyata dalam kelangsungan
hidup baik pada pasien stroke berat yang dapat melakukan akti6itas se"ara
mandiri maupun pasien yang membutuhkan bantuan dalam akti6itas hidupnya!
elompok pasien stroke berat adalah satu-satunya di mana pera.atan unit stroke
juga berdampak pada peningkatan pasien yang bertahan hidup dengan
ketergantungan se"ara (isik! Se"ara keseluruhan# tren yang mun"ul menuju ke
arah perbaikan pada semua kelompok hasil# meskipun kesimpulan dibatasi oleh
jumlah pasien yang relati( ke"il! Tidak ada heterogenitas yang signi(ikan /,G *#%3
antar per"obaan yang berkontribusi terhadap hasil ringkasan! ,embatasan analisis
pada uji "oba
%+#%2#%@#&*#&2
yang telah menggunakan penilaian hasil se"ara a"ak
menghasilkan pola yang sama!
Diskusi
Artikel ini menyajikan salah satu bagian dari analisis yang lebih besar per"obaan
a"ak /randomized trials3 dari unit stroke! omponen /pengujian hipotesis3
pertama dari proyek ini
%
menggunakan sebuah hipotesis apriori bah.a pera.atan
pada pasien ra.at inap terorganisir /unit stroke3 lebih e(ekti( dibandingkan
pera.atan kon6ensional dan memperoleh data hasil primer /kematian# pera.atan
institusional# ketergantungan3 dari semua per"obaan yang rele6an! Tiga hasil
primer se"ara signi(ikan lebih jarang terjadi pada pasien yang dikelola se"ara
terorganisir di unit stroke dibandingkan dengan pera.atan kon6ensional /biasanya
dalam bangsal medis umum3! Analisi sekunder berusaha untuk mengidenti(ikasi
"ara bagaimana man(aat ini dapat di"apai! 9leh karena itu# analisis ini lebih
eksplorati( dan dibatasi oleh dua masalah utama! ,ertama# analisis sering tidak
didasarkan pada apa yang telah ditetapkan pada hipotesis utama dan karena itu
bisa terjadi bias! edua# analisis sering terbatas pada rangkaian data yang tidak
lengkap /meskipun data selalu "o"ok se"ara a"ak untuk unit stroke dan kelompok
kontrol dan juga tersedia untuk lebih dari setengah per"obaan yang rele6an3!
Namun# pengetahuan tentang keterbatasan metodologis harus disajikan untuk
memenuhi syarat penarikan kesimpulan!
Ada banyak saran tentang bagaimana stroke yang terorganisir unit pera.atan
dapat meningkatkan hasil setelah stroke /lihat
<#2#&7
3! Telah dianggap tidak mungkin
bah.a patologi a.al stroke dan konsekuensi neurologis langsung dari stroke
dapat se"ara substansial dipengaruhi oleh inter6ensi spesi(ik seperti pera.atan
unit stroke!
&1
Namun# sejumlah penulis
2#&1
telah menyarankan bah.a (rekuensi
beberapa komplikasi umum setelah stroke /khususnya# komplikasi kardio6askular#
tromboemboli 6ena# dan in(eksi3 dapat dipengaruhi! Meskipun analisis ini mun"ul
untuk mendukung pandangan tersebut# ada kekuatan statistik yang "ukup untuk
memberikan kesimpulan yang tegas# bahkan dalam kumpulan analisis tersebut!
:al ini juga penting untuk dsadari bah.a kita dibatasi dalam menggunakan
penyebab kematian yang jelas se"ara klinis# yang merupakan sumber in(ormasi
akurat yang potensial /meskipun dalam sebagian besar keadaan# hal tersebut akan
me.akili in(ormasi yang tersedia3! Dukungan mendalam lebih lanjut mengenai
pandangan pera.atan unit stroke dapat mengurangi komplikasi sekunder stroke
ditampilkan dengan pengamatan pada .aktu kematian pada kelompok unit stroke
dan kelompok kontrol /Kambar % 3! Sebagian besar kematian yang dapat
di"egah adalah yang terjadi antara % dan + minggu setelah stroke indeks# yang
merupakan periode .aktu di mana diyakini banyak komplikasi imobilitas yang
terjadi!
@#&1
:al ini dimungkinkan untuk berspekulasi pada beberapa kemungkinan mekanisme
pera.atan unit stroke sehingga bisa mengurangi kematian akibat komplikasi
sekunder setelah stroke! Sebuah penilaian teliti dan sistematis mengenai dis(agia
dapat mengurangi risiko aspirasi dan in(eksi dada! ,enurunan penggunaan kateter
urin bisa mengurangi risiko in(eksi saluran kemih! :al ini juga mungkin bah.a
unit sta( unit stroke melakukan manajemen yang lebih agresi( mengenai in(eksi
setelah diagnosis komplikasi tersebut benar-benar tegak! ,rogram akti6asi a.al
dan mobilisasi dapat mengurangi risiko tromboemboli 6ena atau kejadian
komplikasi kardio6askular! Data yang tidak dipublikasikan membahas mengenai
strategi manajemen dalam unit uji stroke yang menunjukkan bah.a terbatasnya
jumlah pasien yang terpapar obat atau dilakukan terapi bedah tertentu untuk ini
memiliki dampak yang signi(ikan pada hasil yang diperoleh dari per"obaan
kelompok unit stroke!
ami sebelumnya telah mengamati bah.a pera.atan unit stroke yang terorganisir
menghasilkan penurunan kebutuhan jangka panjang untuk pera.atan rumah sakit
atau pera.atan institusional! ,enurunan ini se"ara teori telah dihasilkan dari salah
satu kebijakan disc$arge yang lebih ketat atau dari penurunan jumlah pasien yang
"a"at /dan oleh karena itu dibutuhkan pera.atan institusional3! )elas# yang
pertama adalah nilai klinis byang diragukan# sedangkan yang kedua adalah
kebutuhan terapeutik yang besar! Analisis saat ini /Tabel % 3 menunjukkan
bah.a penurunan kebutuhan pera.atan institusional ini terutama disebabkan
pengurangan ketergantungan pasien! ,ada berbagai tingkat keparahan stroke yang
diamati# perae.atan unit stroke tampaknya mengakibatkan peningkatan jumlah
pasien yang dianggap memiliki kondisi ketergantungan se"ara (isik!
ita bisa berspekulasi tentang bagaimana pera.atan unit stroke dapat mengurangi
ke"a"atan /ketergantungan3 setelah stroke! Sebuah program rehabilitasi yang lebih
terkoordinasi dan ter(okus yang melibatkan pasien dan pera.at
%
dan juga
memungkinkan pera.at untuk lebih membantu proses rehabilitasi untuk
melanjutkan strategi terapi di luar sesi terapi (ormal dan dengan demikian
memungkinkan lebih banyak pasien untuk men"apai keadaan tanpa
ketergantungan! =eberapa tapi tidak semua unit stroke yang menggunakan
(isioterapi lebih intensi( dan masukan terapi okupasi dari pera.atan kon6ensional!
Selain itu# (aktor yang kurang nyata# seperti tingkat moti6asi pasien dan semangat
kerja# mungkin telah ditingkatkan dalam pengaturan pera.atan unit stroke!
Sebuah studi obser6asional
0*
yang membandingkan kegiatan pasien dalam unit
stroke dan bangsal umum telah menunjukkan bah.a pasien unit stroke
menghabiskan lebih banyak .aktu mereka dalam kegiatan yang lebih tepat dan
terarah!
,ertanyaan terakhir kami adalah apakah man(aat pera.atan terorganisir unit
pera.atan stroke akan sama-sama terlihat pada berbagai tingkat keparahan stroke!
:ipotesis kerja kami adalah bah.a pasien pada tingkat keparahan stroke Amiddle
bandA akan mendapatkan banyak keuntungan! =ahkan# semua kelompok
tampaknya menguntungkan# tetapi dalam "ara yang berbeda /Tabel & 3! ,asien
dengan stroke ringan# yang berada pada risiko kematian yang relati( lebih rendah#
tidak menunjukkan peningkatan dalam kelangsungan hidup# tetapi lebih pada
tidak terjadi ketergantungan se"ara (isik! ,ada psien dengan tingkat stroke sedang
mampu untuk bertahan hidup dan tidak menjadi ketergantungan! ,asien-pasien
yang memiliki risiko kematian tertinggi /pasien stroke berat3 menunjukkan
peningkatan terbesar dalam kelangsungan hidup dengan peningkatan jumlah
pasien yang mampu bertahanhidup baik dengan ketergantungan maupun tidak
ketergantungan se"ara (isik! Se"ara keseluruhan# peningkatan pasien selamat dan
tanpa ketergantungan se"ara substansial lebih besar daripada peningkatan pasien
dengan ketergantungan# dan e(ek pera.atan unit stroke tampaknya menggeser
distribusi semua hasil ke arah yang menguntungkan!
Singkatnya# analisis sekunder dari tinjauan sistematis dari per"obaan a"ak
/randomized trials3 unit stroke telah menunjukkan bah.a man(aat pera.atan unit
stroke mungkin dihasilkan dari berkurangnya kematian yang disebabkan oleh
komplikasi sekunder stroke /terutama komplikasi imobilitas3 dan berkurangnya
kebutuhan untuk pera.atan institusional melalui penurunan ketergantungan
pasien! I(ek pera.atan unit stroke tampaknya menggeser distribusi semua hasil
yang diamati ke arah yang menguntungkan!