Anda di halaman 1dari 50

PENELITIAN

(PENDIDIKAN)
BAHASA


Oleh: Abd. Syukur Ibrahim
20 Agustus 2013

Serius dan konsentrasi tinggi
Merenung dan bingung
Ketiduran atau kebingungan
Perlu kerjasama
KEBENARAN ILMU
Normatif
ilmiah
Praktis
logika
Induktif
Deduktif
Empiris
Rasio
Pragmatis
Korespondensi
Koherensi
Fungsi
KRITERIA
KEBENARAN
INDUKTIF
DEDUKTIF
PRAKTIS Teori kebenaran
fungsi
Teori kebenaran
koherensi
Teori kebenaran
korespondensi
empiris
rasio
pragmatis
Suatu pernyataan
dianggap benar bila
pernyataan itu
koheren atau
konsisten dg
pernyataan sblmnya
yg dianggap benar.
Suatu pernyatan
adalah benar jika
materi pengetahuan
yg dikandungnya
berkorespondensi dg
obyek yg dituju
pernyataan tsbt.
Suatu pernyataan
ya diukur
berdasarkan kriteria
fungsional dlm
kehidupan praktis.
ILMIAH
NON-ILMIAH
1. Akal sehat (common sense)
2. Prasangka
3. Intuitif
4. Penemuan coba-coba (trial and
error)
5. Otoritas ilmiah dan pikiran kritis
Penelitian ilmiah


PENELITIAN:
Kegiatan ilmiah untuk memperoleh
pengetahuan (jawaban masalah)
yang benar.


Kegiatan Berfikir Asumsi
Tujuan Manfaat
1. Masalah
2. Pembatasan dan
identifikasi masalah
3. Pemecahan masalah
4. Hipotesis
5. Pengetesan hipotesis

1. Fenomena alam
memiliki keteraturan
2. Manusia
berkompensi utk
mengkajinya
3. Fenomena terjadi
tdk secara kebetulan
4. Pength ilmiah
mampu
menggambarkannya.
1. Deskripsi
2. Eksplanasi
3. Predikasi
4. Pengendali
5. Penyusunan teori
1. Pengembang
an IPTEK
2. Pemberi
informasi
3. Pemecahan
masalah
praktis
PARADIGMA
1
PARADIGMA
2
NORMAL
SCIENCE
ANOMALIES
CRICIS REVOL
ONTOLOGI
EPISTIMOLOGI
AKSIOLOGI
ONTOLOGI
EPISTIMOLOGI
AKSIOLOGI
KOMPONEN DAN PROSES ILMIAH
TEORI
PENGAMATAN
KEPUTUSAN GENERALISASI
EMPIRIS
HIPOTESIS
PEMBENTUKAN KONSEP,
PROPOSISI, DAN
PENYUSUNAN PROPOSISI
PENJABARAN INSTRUMENTASI,
PEMBENTUKAN SKALA,
PENENTUAN SAMPEL


PENGUKURAN, RING-
KASAN SAMPEL DAN
PERKIRAAN
PARAMETER

DEDUKSI
LOGIS
PENGUJIAN
HIPOTESIS
LOGIKA
PENARIKAN
KESIMPULAN
PERUMUSAN
MASALAH
DITERIMA
PERUMUSAN
HIPOTESIS
KHASANAH
PENGETAHUAN
ILMIAH
PENGUJIAN
HIPOTESIS
PERUMUSAN
KERANGKA
BERFIKIR
DITOLAK
P
R
A
G
M
A
T
I
S

D
E
D
U
K
S
I

I
N
D
U
K
S
I

KOHERENSI
KORESPONDENSI
METODE
ILMIAH
PENELITIAN
SCIENCE
KNOWLEDGE
MULTIDISIPLINER DISIPLINER INTERDISIPLINER
ONTOLOGI
PARADIGMA
AKSIOLOGI
EPISTIMOLOGI
TERAPAN
JENIS-JENIS PENELITIAN
TERAPAN
DESKRIPTIF
KUANTITATIF
DASAR
EKSPLA-
NATORI
SENSUS
KUALITATIF
SAMPEL
P
E
R
S
P
E
K
T
I
F

Tujuan penggunaannnya
Pengukuran dan analisis data
Tingkat kedalaman analisis
Penggunaan sampel/
populasi
Rancangan penelitian
NON
EKSPERI-
MENTAL
EKSPRERI-
MENTAL
RAGAM
PENELITIAN
HISTORICAL
RESEARCH
DESCRIPTIVE
RESEARCH

ACTION
RESEARCH

TRUE EXPERIMANTAL
RESEARCH

CAUSAL COMPARATIVE
RESEARCH

CORRELATIONAL
RESEARCH

DEVELOPMENTAL
RESEARCH

CASE STUDY
RESEARCH

QUASI EXPERIMENTAL
RESEARCH

MASALAH
DAN JUDUL PENELITIAN
ASAL-USUL
PENGEMASAN
JUDUL
PROBLEMATIKA
PENGEMASAN
BAHASA
1. Menarik
2. Dapat dilaksanakan
3. Dapat dicari datanya
4. Penting dan
bermanfaat
1. Tahu status
fenomena
2. Tahu keperluannya
1. Singkat
2. Padat
3. Jelas
4. Kaidah bhs
benar
Alam semesta dg
segala fenomena-
nya:
Lisan
Tulis

TEORI
DALAM
PROSES PENELITIAN
FUNGSI TEORI
HAKIKAT
TEORI
PERKEMBANGAN
DAN PERUBAHAN
TEORI
UNSUR POKOK
TEORI
ABSTRAKSI KONSTRUKSI
KONSEP
PENJE-
LASAN
SUSUNAN
DAN IKHTI-
SAR
IP
PREDIKSI
PEMFO-
KUSAN
INTENSI
EKSTENSI
REVOLUSI
HEURISTIK
KLARIFIKASI
OBSERVA-
SIONAL
PENGEN-
DALI
KOMUNI-
KATIF
GENRATIF
ASUMSI DAN HIPOTESIS
ASUMSI HIPOTESIS
1. Eksplisit atau implisit
2. Bersifat:
Konseptual, kebenaran konsep atau teori
Situasional, konteks yg berpotensi
mengoyangkakan hukum atau prinsip
Pragmatik, praktis operasional dlm
jangkauan peneliti.
1. Ragam: Hipotesis Alternatif (H1), hipotesis Nihil
(Ho)
H1: rumusan formal dr penalaran deduktif dg
menggunakan kalimat positif.
Ho: menggunakan kalimat negatif untuk
pengujian statistik baik diterima maupun ditolak.
2. Hipotesis yang baik:
Menyebutkan variabel yg terkait
Menyebutkan hub. Antarvariabel
Menyebutkan populasi dan sasaran kajian
Berbagai atribut (waktu,lokasi dst) dpt berfungsi
membatasi kajian.

KAJIAN
PUSTAKA
Sebelum
penelitian
Selama
penelitian
1.Mencari informasi yg relevan
2.Memperdalam pengetahuan
3.Mengkaji teori yang relevan
4.Mengkaji temuan2 penelitian
yang relevan
1.Mengumpulkan infromasi yang lebih khusus
ttg variabel yg diteliti
2.Memanfaatkan informasi yang relevan dg
teori sbg landasan penelitian
3.Mengumpulkan dan memanfaatkan informasi
yg relevan dg metode penelitian
ASUMSI FILOSOFIS
BAHASA
BAHASA DAN KONSEP
TTG MANUSIA
AKTIVITAS FISIK
Pandangan mekanis
BAHASA DAN KONSEP
ILMU PENGETAHUAN
PANCAINDRA
pendekatan induktif
INTUISI ILMIAH
Pendekatan deduktif
AKTIVITAS MENTAL
pandangan mentalis
VALIDASI
KONSEP
ISI
EKSPRESI
SUBSTANSI
BENTUK
A
D
B
C
FORMALISASI UNIT
BAHASA/KONSEP
LINGUISTIK
FORMALISASI MEDIA
FISIK BAHASA
MEDIA FISIK BAHASA
SEGALA SESUATU YANG
DAPAT DIBICARAKAN
REFERENCE
SIMBOL
REFERENT
DEDUKTIF
RASIO
MENTAL

CHOMSKY
INDUKTIF
EMPIRIS
BEHAVIORIS

BLOOMFIELD
SIGNIFIE
SIGNIFIANT
Ogden&Richards
PLATO:
Analogi&
Anomali
ARISTOTELES:
Anomali (Thesei)
SOCRATES:
Analogi (Phusei)
HAKIKAT
BAHASA
ASPEK-ASPEK
BAHASA
BAHASA SBG SESUATU
YANG ALAMIAH
BAHASA SBG
AKTIVITAS
BAHASA SBG
PERUBAHAN
DEPENDEN
INDEPEN-
DEN
JIWA WAKTU RUANG OTAK
Ide
Tingkah
Laku

Struktur
Komunikasi
Mental
Stimulus-
Respon
Neurologi
Teknologi
Individu
Masyarakat
LInguistik
wilayah
Linguistik
Komparatif
1.Bahasa yng berbeda
2.Istilah yang berbeda
3.Arti yang berbeda
IMPLIKASI
HAKIKAT BAHASA TERHADAP
BASIS PENELITIAN BAHASA
DISIPLINER: fon, morf, klausa dll.
INTERDISIPLINER: sosiolinguistik, pragmatik, wacana dll.
TERAPAN: pengajaran bahasa, pembinaan bahasa dll.
CULTURE
Cultural as distinct from nature
Culture as knowledge
Cultural as communications
Culture as a system of mediation
Culture as of system of practices
Culture as a system of participation Predicting and interpreting
1 2 3
4
5
6 7
Semiotic
approach
Interpretative
approach
Indexicality
approach and
metapragmatics
REPRESENTASI
dalam pikiran
SIMBOL
dalam bahasa
TINDAKAN
dilakukan melalui bahasa
ENTITAS
dalam dunia luar
makna dalam dunia
makna dalam pikiran
makna dalam tindakan
s
o
s
i
o
l
o
g
i
s

SYMBOL
SIGN
SIGNAL
KATEGORI:
Knowledge
Science
praxis

SUBYEK
-PENGERITIN
OBYEK

PENALARAN:
Deduktif
Induktif
praktis
PERSPEKTIF:
Psikososial
Sosiologis
Antropologis
RANAH:
Teks
kultural

SUBYEK
+PENGERITIN
OBYEK
?
FILOSOFIS:
Strukturalisme
Fungsionalisme
postmoderisme

PERANCIS
SEMIOLOGI
Saussure
AMERIKA
SEMIOTIKA
Charles Sanders Peirce
UNSUR TEKS
INTERNAL
TEKS
EKSTERNAL
TEKS
KOHESI
KOHERENSI
INTENSIONALITAS
AKSEPTABILITAS
INFORMALITAS
SITUASIONALITAS
INTERTEKSTUALITAS
1
2
2
2
MAKRO
OBYEKTIF
SUBYEKTIF
MIKRO
FAKTA SOSIAL
realisme
PERILAKU SOSIAL
nominalisme
DEFINISI SOSIAL
humanisme
KOGNITIF
HOMO SAPIENS
berfikir
BEHAVIORISME
HOMO MECHANICUS
mesin
HUMANIS
HOMO LUDENS
bermain
PSIKOANALISIS
HOMO VALENS
berkeinginan
Struktural F, Sistem,
Konflik
Perilaku,
Perubahan
Teknik
Observasi
Teknik Kues-
cener, Inter-
view,
Observasi,
Eksperimental
STRUKTUR
SOSIAL
PRAKTIS
STIMULUS-
RESPON
PRANATA
SOSIAL
Teknik Kues-
cener,
Interview
Aksi, IS
Fenomenologi
PENYUSUNAN
PROPOSAL PENELITIAN



PENELITIAN:
Kegiatan ilmiah untuk memperoleh
pengetahuan (jawaban masalah)
yang benar.


KEGIATAN ILMIAH:
Logis
Analitis
WUJUD
PENGETAHUAN:
Fakta
Konsep
Generalisasi
Teori

CARA PEMERIAN
PENGETAHUAN:
Perian
Penjelasan
Ramalan
Pengendalian

SUMBER
PENGETAHUAN:
Wahyu dan intuisi
Rasio dan fakta
KEBENARAN
JENIS:
Deduktif
Induktif
Pragmatik
TEORI
KEBENARAN:
Koherensi
Korespondensi
Fungsi
PARADIGMA
1
PARADIGMA
2
NORMAL
SCIENCE
ANOMALIES
CRICIS REVOL
ONTOLOGI
EPISTIMOLOGI
AKSIOLOGI
ONTOLOGI
EPISTIMOLOGI
AKSIOLOGI
KOMPONEN DAN PROSES ILMIAH
TEORI
PENGAMATAN
KEPUTUSAN GENERALISASI
EMPIRIS
HIPOTESIS
PEMBENTUKAN KONSEP,
PROPOSISI, DAN
PENYUSUNAN PROPOSISI
PENJABARAN INSTRUMENTASI,
PEMBENTUKAN SKALA,
PENENTUAN SAMPEL


PENGUKURAN, RING-
KASAN SAMPEL DAN
PERKIRAAN
PARAMETER

DEDUKSI
LOGIS
PENGUJIAN
HIPOTESIS
LOGIKA
PENARIKAN
KESIMPULAN
PERUMUSAN
MASALAH
DITERIMA
PERUMUSAN
HIPOTESIS
KHASANAH
PENGETAHUAN
ILMIAH
PENGUJIAN
HIPOTESIS
PERUMUSAN
KERANGKA
BERFIKIR
DITOLAK
P
R
A
G
M
A
T
I
S

D
E
D
U
K
S
I

I
N
D
U
K
S
I

KOHERENSI
KORESPONDENSI
METODE ILMIAH
Alur Berfikir Proses
Logiko-Hipotetiko-Verifikatif
PENELITIAN
SCIENCE
KNOWLEDGE
MULTIDISIPLINER DISIPLINER INTERDISIPLINER
ONTOLOGI
PARADIGMA
AKSIOLOGI
EPISTIMOLOGI
TERAPAN
JENIS-JENIS PENELITIAN
TERAPAN
DESKRIPTIF
KUANTITATIF
DASAR
EKSPLA-
NATORI
SENSUS
KUALITATIF
SAMPEL
P
E
R
S
P
E
K
T
I
F

Tujuan penggunaannnya
Pengukuran dan analisis data
Tingkat kedalaman analisis
Penggunaan sampel/
populasi
Rancangan penelitian
NON
EKSPERI-
MENTAL
EKSPRERI-
MENTAL
RAGAM
PENELITIAN
HISTORICAL
RESEARCH
DESCRIPTIVE
RESEARCH

ACTION
RESEARCH

TRUE EXPERIMANTAL
RESEARCH

CAUSAL COMPARATIVE
RESEARCH

CORRELATIONAL
RESEARCH

DEVELOPMENTAL
RESEARCH

CASE STUDY
RESEARCH

QUASI EXPERIMENTAL
RESEARCH

MASALAH
DAN JUDUL PENELITIAN
ASAL-USUL
PENGEMASAN
JUDUL
PROBLEMATIKA
PENGEMASAN
BAHASA
1. Menarik
2. Dapat dilaksanakan
3. Dapat dicari datanya
4. Penting dan
bermanfaat
1. Tahu status
fenomena
2. Tahu keperluannya
1. Singkat
2. Padat
3. Jelas
4. Kaidah bhs
benar
Alam semesta dg
segala fenomena-
nya:
Lisan
Tulis

TEORI
DALAM
PROSES PENELITIAN
FUNGSI TEORI
HAKIKAT
TEORI
PERKEMBANGAN
DAN PERUBAHAN
TEORI
UNSUR POKOK
TEORI
ABSTRAKSI KONSTRUKSI
KONSEP
PENJE-
LASAN
SUSUNAN
DAN IKHTI-
SAR
IP
PREDIKSI
PEMFO-
KUSAN
INTENSI
EKSTENSI
REVOLUSI
HEURISTIK
KLARIFIKASI
OBSERVA-
SIONAL
PENGEN-
DALI
KOMUNI-
KATIF
GENRATIF
UNSUR POKOK
TEORI
KONSEP
PENJELASAN
Azas kebutuhan
Penjelasan berantai
Kaidah, aturan, dan
sistem
Terbatas pada konsep
Menembus batas konsep
ASUMSI DAN HIPOTESIS
ASUMSI HIPOTESIS
1. Eksplisit atau implisit
2. Bersifat:
Konseptual, kebenaran konsep atau teori
Situasional, konteks yg berpotensi
mengoyangkakan hukum atau prinsip
Pragmatik, praktis operasional dlm
jangkauan peneliti.
1. Ragam: Hipotesis Alternatif (H1), hipotesis Nihil
(Ho)
H1: rumusan formal dr penalaran deduktif dg
menggunakan kalimat positif.
Ho: menggunakan kalimat negatif untuk
pengujian statistik baik diterima maupun ditolak.
2. Hipotesis yang baik:
Menyebutkan variabel yg terkait
Menyebutkan hub. Antarvariabel
Menyebutkan populasi dan sasaran kajian
Berbagai atribut (waktu,lokasi dst) dpt berfungsi
membatasi kajian.

KAJIAN
PUSTAKA
Sebelum
penelitian
Selama
penelitian
1.Mencari informasi yg relevan
2.Memperdalam pengetahuan
3.Mengkaji teori yang relevan
4.Mengkaji temuan2 penelitian
yang relevan
1.Mengumpulkan infromasi yang lebih khusus
ttg variabel yg diteliti
2.Memanfaatkan informasi yang relevan dg
teori sbg landasan penelitian
3.Mengumpulkan dan memanfaatkan informasi
yg relevan dg metode penelitian
3
ANCANGAN TEORI
1
LATARBELAKANG
DAN MASALAH
2
RUANGLINGKUP
MASALAH
9
DEFINISI
OPERASIONAL
8
KAJIAN PUSTAKA
DAN
MODEL TEORITIK

7
ASUMSI

6
RELEVANSI
DG KAJIAN
TERDAHULU


5
TUJUAN
PENELITIAN

4
RELEVANSI
DAN
KEBERMAKNAAN
MASALAH
MODEL PENGEMBANGAN
PROPOSAL
Obat mujarab Stress
Jangan Bengong
TERIMA KASIH