Anda di halaman 1dari 1

ABSTRAKSI

Kebutuhan bahan bakar untuk transportasi dan industri yang semakin meningkat,
mendorong manusia untuk mengupayakan sumber energi terbarukan, salah satunya adalah
penggunaan bahan bakar nabati. Salah satu bahan nabati tersebut adalah minyak jagung yang
ditransesterifikasi untuk mendapatkan senyawa methyl esther sebagai biodiesel. Biodiesel
umumnya digunakan sebagai subtitusi bahan bakar fosil, dengan cara dicampurkan dengan
perbandingan tertentu. Pencampuran dilakukan agar biodiesel dapat digunakan pada motor diesel
konvensional tanpa perlu modifikasi atau perlakuan khusus.
Pada penelitian ini senyawa ester hasil transesterifikasi minyak jagung (corn methyl
ester) dicampurkan ke marine diesel oil (MDO) dengan perbandingan tertentu. MDO adalah
bahan bakar diesel yang umum digunakan pada motor penggerak kapal. Sebelum dicampurkan
biodiesel terlebih dahulu dianalisa karakteristiknya. Dari proses ini diketahui corn methyl esther
memiliki karakteristik cetane number 75, flash point 178oC, nilai kalor 9277 Cal/gr dan pada
temperatur 40
o
C memiliki viskositas 4,34 cst. Corn methyl esther memiliki karakteristik cetane
number yang relatif tinggi, viskositas yang cukup rendah, dan nilai kalori yang memenuhi syarat
untuk digunakan sebagai bahan bakar. Karakteristik flash point corn methyl esther relatif tinggi,
sehingga untuk dapat digunakan pada motor diesel konvensional sebaiknya dicampurkan atau
dijadikan subtitusi bahan bakar fosil, sehingga tidak memerlukan modifikasi pada motor diesel.
Selanjutnya, biodiesel campuran MDO dengan kadar corn ethyl esther 5% (B5), 10%
(B10) dan 20% (B20) diuji cobakan pada motor diesel untuk mengetahui karakteristik unjuk
kerja. Uji coba dilakukan dengan variasi putaran motor dan variasi pembebanan. Proses
pencampuran corn methyl esther dan MDO dapat dilakukan pada temperatur kamar, tanpa
memerlukan pemanasan. Sehingga corn methyl esther dapat dicampur langsung dengan MDO
dengan prosentase 5% (B5) dan 10% (B10). Karakteristik unjuk kerja motor diesel yang meliputi
daya motor, torsi, sfoc dan efisiensi thermal pada penggunaan bahan bakar biodiesel B10 secara
umum lebih baik daripada karakteristik unjuk kerja pada penggunaan biodiesel B5.

Kata kunci: biodiesel, corn methyl ester, MDO, karakteristik, unjuk kerja