Anda di halaman 1dari 33

Dewiani

dewiani_djamaluddin@yahoo.com
8/27/2014
1
Pengkodean dan Kompresi
PENDAHULUAN


NON BINER ; contohnya Reeed Solomon GF(2m)
KODE BINER LINER ;contoh: kode GF(2)
Bentuk umum : (n,k) dimanan n:kolom, k:baris

Pembahasan:
generator matrix
jarak min hamming
syndrome
bobot enumator
Non cycle code



8/27/2014
2
Pengkodean dan Kompresi
MATRIX LINIER CODE
Kode linier (n,k) ditentukan oleh k x n generator matrix
G
jika C = code linier kombinasi G dgn data d (d0,d1
,dk-1) maka c= d
0
g
0
+d
1
g
1
+d
k-1
g
k-1

Parity check




Dimana p
ij
=0 atau 1













1 0
.......
1 , 1 2 , 2 1 , 1 0 , 0
1
0
,
s s
+ + + + = =

k n j
d p d p d p d p d P j
k j k k j k j j
k
i
i j i

8/27/2014
3
Pengkodean dan Kompresi
8/27/2014
4
Pengkodean dan Kompresi
GENERATOR MATRIX
C = d.G;
dimana






Misalkan d=(101)






| |
(
(
(
(

=
(
(
(
(
(
(

1
1
0
0 , 1 1 , 1 0 , 1
1 , 1 1 , 1 , 10
1 , 0 1 , 0 0 , 0
) (
1 ..... 1 0 0
.... .... .... .... .... .... .... ....
0 .... 0 1 0
0 .... 0 0 1
k
K K K
k n
k n
k K N KX
g
g
g
P P P
P P P
P P P
I P G

( ) 101100
0 1 0 1 1 0
1 0 0 0 1 1
0 1 1 0 1 1
) 101 ( =
(
(
(

= c
8/27/2014
5
Pengkodean dan Kompresi
PARITY CHECK MATRIX
Null space : C.H
T
=0, G.H
T
=0
Kode linier C(n,k) memiliki parity check H





k n
f e d
c b a
H k
f c
e b
d a
G
n
n

)
`

(
(
(

=


1 0 . . .
0 1 . . .
1 0 1
0 1 0
0 0 1
(
(
(
(
(
(

=
1 0
0 1
. .
. .
. .
f c
e b
d a
H
T
8/27/2014
6
Pengkodean dan Kompresi
BOBOT & JARAK MIN HAMMING
Bobot = banyak bit1 dari code (w)
Jarak = banyak bit berbeda dari beberapa
code(dH)

Mis: c
1
= 1 0 1 1 0 0 0 w
1
=3
c
2
= 1 1 0 0 0 1 0 w
2
=3

0 1 1 1 0 1 0 dH=4

Dgn mengetahui dmin maka error dpt diketahui:
dmin 2t+1
t=[(dmin-1)/2]

8/27/2014
7
Pengkodean dan Kompresi
Aturan hamming
Probabilitas error =


Error corecting:


Plotkin bound:
Untuk 2
k
-1 non zero code word:

Non binary:


Gilbert-varshamov bound

Parity check:


i n i
P P
i
n
Pi

|
|
.
|

\
|
= ) 1 (

=

=
|
|
.
|

\
|
>
|
|
.
|

\
|
>
t
t
k n
t
t
k n
i
n
atau
i
n
0 0
2 .. ... 2 2
1 2
2
min
1

s

k
k
n
d
( )
(

|
|
.
|

\
|
>

=
t
t
i
q
q
i
n
k n
0
1 log
k n
d
i
i
n

=
<
|
|
.
|

\
|

2
1
2 min
0
8/27/2014
8
Pengkodean dan Kompresi
SYSDROME
Jika rc
e=r+c; e=n tupple error
S=(c+e)H
t

= r. H
t
c = r+e
8/27/2014
9
Pengkodean dan Kompresi
Standart array


8/27/2014
10
Pengkodean dan Kompresi
BOBOT ENUMERATON
Jika Ai adalah bobot I pada code c
A0,A1,,An distribusi bobot

A0=1,A1,,Admin-1 bobot= 2
k
untuk k=kecil
dual code = k > n/2


dual code:


|
.
|

\
|
+

+ =
|
.
|

\
|
+

+ =
=

z
z
B z z A
z
z
A z z B
Z B z B
n k n
n k n
n
i
i
i
1
1
) 1 ( 2 ) (
1
1
) 1 ( 2 ) (
) (
) (
) (
0
8/27/2014
11
Pengkodean dan Kompresi
PROBABILITAS DIODER ERROR
Probabilitas I error untuk code panjang n :

Probabilitas koreksi error :

Untuk error lebih besar dari t :


Probabilitas error yang tidak dideteksi





i n i
p P
i
n
E Pi

|
|
.
|

\
|
= ) 1 ( ) (

|
|
.
|

\
|
=
t
t
i n i
p p
i
n
c P
0
) 1 ( ) (

+ =

|
|
.
|

\
|
=
n
t i
i n i
e
p p
i
n
E P
1
) 1 ( ) (
n
n
i
i
i
k n
ud
n
ud
p p B E P
p
p
A p E P
) 1 ( ) 2 1 ( 2 ) (
1
1
) 1 ( ) (
0
) (
=
(

|
|
.
|

\
|

=

8/27/2014
12
Pengkodean dan Kompresi
JENIS-JENIS KODE LINIER
Hamming code :
untuk code (n,k) n-k : m baris
n=2
m
-1
Bobot enumerator = untuk n=2
m
-1




( ) ( ) ( ) | |
2 / ) 1 ( 2 / ) 1 (
1 1 1
1
1
) (
+
+ + +
+
=
n n n
z z n z
n
z A
1
2
) 1 2 ( 1 ) (

+ =
m
z z B
m
8/27/2014
13
Pengkodean dan Kompresi
GOLAY CODE
Binary code &ternary code











Jumlah vektor =GF (q)
(n-k)

Stainer system
s=(,w,n) ; =4 dan =5

total blok =
|
|
.
|

\
|
|
|
.
|

\
|
=

w n
B /
8/27/2014
14
Pengkodean dan Kompresi
HADAMARD CODE
BENTUK UMUM







jumlah code word 2n
| |
| |
| | | |
| | | |
(

=
(

=
(

+
+ +
=
N N
N N
N
H H
H H
H
H
2
2
1 0
0 0
1 1
1 1
8/27/2014
15
Pengkodean dan Kompresi
PRODUCT CODES
Product code antara c1 c2

C1 (n,k,d1) & c2 (n2,k2,d2)


8/27/2014
16
Pengkodean dan Kompresi
Contoh product [3,2,2]=2
4

=(9,4,4)



















t1=[(d1-1)/2];t2=[(d2-1)/2]
t2=2t1t2+t1+t2

8/27/2014
17
Pengkodean dan Kompresi
GAMBARAN CYCLIC CODE

Sebuah kode linier (n,k) C over GF(q)

Berlaku hukum
1. Perkalian
2. Pembagian (menghasilkan sisa)



1
1
2
2 1 0
.... ) (

+ + + + =
n
n
x c x c x c c x c
8/27/2014
18
Pengkodean dan Kompresi
HUBUNGAN G(X),H(X) DAN D(X)
g(x) merupakan generator derajat polinomial dari
kode.
h(x) merupakan derajat polinomial dari k
d(x) merupakan derajat polinomual dari informasi
(data).
x
n+1
= h(x).g(x)
c(x) = d(x).g(x)
8/27/2014
19
Pengkodean dan Kompresi
CONTOH SOAL
Cyclic code (7,4) dengan g(x) 3 adalah faktor dari
X
7+1
. g(x) dapat difaktorkan shg trdpat 2 g(x), yaitu
g(x)=1+x+x
3
atau g(x)=1+x
2
+x
3
. Deretan informasi
yg akan dikirim d=(1010) dengan polinomial d(x)
=1+x
2
.
8/27/2014
20
Pengkodean dan Kompresi
JAWABAN
Jika digunakan c(x)=d(x)g(x), maka akan dihasilkan
kode word yang bentuknya tidak sistematik.
c(x)=d(x).g(x)=(1+x)(1+x
2
+x
3
)
= 1 + x
3
+ x
4
+ x
5

Atau kode word c = (100110)
8/27/2014
21
Pengkodean dan Kompresi
GENERATOR MATRIKS DAN PARITY CHECK
MATRIKS
Generator matriks dibentuk oleh kode Cyclic
matriks(n,k).

(
(
(

=
0011101
0100111
1001110
H
(
(
(
(

=
0110001
1100010
1110100
1011000
G
8/27/2014
22
Pengkodean dan Kompresi
STRUKTUR DARI KODE SISTEMATIK
Suatu kode bisa terdiri dari
c = (
0
,
1
,...
n-k-1
,

d
0
,d
1
,,d
k-1
)
Dimana d(x) dan (x) adalah derajat polinomial
8/27/2014
23
Pengkodean dan Kompresi
PENGKODEAN DARI KODE CYCLIC
Pengkodean dari cyclic kode disempurnakan
dengan menggunakan suatu sirkit pembagi x
n-k

d(x) pada g(x) dimana suatu (n-k) SSR yang
memiliki feedback dengan generator polinomial
g(x).
Dalam pengkodean sistematik, digunakan untuk
high rate kode, dimana bit informasi dikirim tanpa
adanya perubahan.
8/27/2014
24
Pengkodean dan Kompresi
ENCODER DENGAN SSR (N,K) CYCLIC CODE
Karena urutan informasi menjadi input dari masing2
register, maka bit parity akan terbentuk dalam
register. Pada saat gate off, maka bit parity akan
masuk ke saluran untuk membentuk kode word.
8/27/2014
25
Pengkodean dan Kompresi
Di bawah ini merupakan register yang digunakan
sebagai rangkaian encoder
8/27/2014
26
Pengkodean dan Kompresi
ENCODER DENGAN BILANGAN POLINOMIAL H(X)
Encoder ini lebih sesuai untuk kode yang bernilai
rendah yang menggunakan register
khusus.Informasi bit tersimpan dalam register
khusus, dan register digeser sebanyak n-k kali
untuk memenuhi bit parity check(n-k).
8/27/2014
27
Pengkodean dan Kompresi
SYNDROME DAN DECODING
Syndrome adalah bit vektor yang dibentuk oleh
perkalian urutan data yang diterima melalui matriks
parity check.
Hubungan matematisnya :
S = r.H
T

s = syndrome
r = data yang diterima(received)
H = matriks parity check
8/27/2014
28
Pengkodean dan Kompresi
SYNDROME, RECEIVED VEKTOR, MATRIKS
PARITY CHECK
Untuk kode cyclic yang sistematis,syndrome derajat
polinomial (n-k-1) merupakan sisa dari hasil
pembagian received polinomial dengan generator
matriks
r(x) = q(x).g(x) + s(x)
Atau
s(x) = r(x) mod g(x)
8/27/2014
29
Pengkodean dan Kompresi
DECODER
Fungsi dari decoder adalah untuk memperkirakan
error e(x) berdasarkan pada syndrome s(x).
Rangkaian encoding digunakan untuk menghitung
syndrome
Contohnya :Syndrome generator yang dikenal
dengan detektor error
8/27/2014
30
Pengkodean dan Kompresi
MODIFIKASI CYCLIC CODE
Agar kode yang diinginkan sesuai dengan format
yang disediakan.
Dengan mengubah(memodifikasi) kolom atau baris
dari generator matriks (G)
Ada 6 cara modifikasi dari cyclic code
8/27/2014
31
Pengkodean dan Kompresi
CARA MODIFIKASI CYCLIC CODE
Kode cyclic (n,k) dapat ditambahkan menjadi cyclic
kode (n+1,k) dengan menambah bit parity check.
Contoh : Kode Hamming (7,4) menjadi kode
tambahan (8,4).
Menghapus bit parity check, yang merupakan
inverse dari penambahan kode
Contoh: Kode tambahan (8,4) dapat diubah untuk
menghasilkan kode hamming (7,4).
8/27/2014
32
Pengkodean dan Kompresi
Mengurangi k tanpa mengubah n. Sehingga
ada beberapa kode yang dipertahankan
dengan mengganti beberapa kode kata.
Contoh : Kode Hamming(7,4) dengan
g(x)=1+x+x
3
bisa menjadi kode(7,3) dengan
g(x)=(1+x)(1+x+x
3
)
Menambah k tanpa mengubah n
Suatu kode dapat dipanjangkan dengan
menambah bit informasi
Suatu kode dapat dipendekkan dengan
mengurangi bit informasi
8/27/2014
33
Pengkodean dan Kompresi