Anda di halaman 1dari 7

i

KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena atas berkat rahmat dan karunia-
Nya, penulis dapat menyelesaikan pembuatan makalah referat ini. Tujuan dari pembuatnya
makalah ini adalah untuk memenuhi mata kuliah wajib Referat (GL3191) pada semester
ganjil 2013/2014 .
Makalah ini bersumber pada karya ilmiah yang di susun oleh Khairul Azlan Mustapha
dan Wan Hasiah Abdullah. 2013. Petroleum source rock evaluation of the Sebahat and
Ganduman Formation, Dent Peninsula, Eastern Sabah, Malaysia, yang dipulikasikan oleh
Journal of Asian Earth Sciences edisi 76 tahun 2013.
Makalah ini tidak bisa diselesaikan dengan baik tanpa adanya bantuan dan kerjasama
dengan beberapa pihak. Oleh karena itu penulis mengucapkan terima kasih kepada :
1. Bapak Budi Brahmantyo selaku dosen mata kuliah referat
2. Ibu Niniek RinaHerdianita selaku dosen mata kuliah referat
3. Mirzam Abdurrahman selaku dosen mata kuliah referat
4. dan semua teman-teman yang telah memberikan saran dan dukungan
Penulis menyadari makalah ini masih ada kekurangan sehingga kami mengharapkan
komentar dan saran dari pembaca. Walupun demikian, mudah-mudahan makalah ini
bermanfaat bagi Anda.

Bandung, 3 Oktober 2013


Penulis




ii

DAFTAR ISI


KATA PENGANTAR .i.
DAFTAR ISI .. .ii
DAFTAR GAMBAR .... iv
DAFTAR TABEL .....v
ABSTRAK ....vi
BAB 1 PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang .1
1.2 Tujuan .1
1.3 Rumusan Masalah .2
1.4 Ruang Lingkup Kajian .2
1.5 Metode Pengumpulan Data .2
1.6 Sistematika Penulisan .........3
BAB 2 GEOLOGI REGIONAL
2.1 Lokasi Penelitian ...4
2.2 Cekungan Sabah Timur Laut ..5
2.3 Tektonik ..5
2.4 Stratigrafi ..7
BAB 3 LANDASAN TEORI
3.1 Batuan Induk ..10
3.2 Metode Analisis Batuan Induk ..10
3.2.1 Metode Analisis Kekayaan Material Organik ..11
3.2.2 Analisa Kualitas Material Organik ..18
3.2.3 Analisa Kematangan Material Organik ..22
3.2.4 Atribut Organofasies (Biomarker) ..24

iii

BAB 4 PEMBAHASAN
4.1 Metode Penelitian .....29
4.2 Data Hasil Analisis .....29
4.3 A nalisa Kematangan Termal .34
4.4 Kekayaan Bahan Organik dan Kualitas Sumber Organik .35
4. 5 Tipe Kerogen dan Generasi Hidrokarbon .40
BAB 5 DISKUSI
5.1 Metode Penelitian .....45
4.2 Tipe Kerogen .....45
4.3 A nalisa Lingkungan Pengendapan .47
BAB 6 KESIMPULAN ......50
DAFTAR PUSTAKA ..52
LAMPIRAN ..53












iv






DAFTAR GAMBAR


GAMBAR Halaman
2.1 Lokasi pengambilan sampel batuan induk Formasi Sebahat dan Ganduman,
Dent Peninsula, Sabah, Malaysia (Mustapha dan Abdullah, 2013). 4
2.2 Stratigrafi Cekungan Sabah Timur Laut, Sabah, Malaysia (Modifikasi setelah Lim,
1985, dan Leong dan Azlina, 1999, dalam Mustapha dan Abdullah, 2013). 7
3.1 Diagram skematik penganalisis karbon, Leco Carbon Analyzer (Waples, 1985 dalam
Subroto, 2012) 11
3.2 Diagram skematik rock eval pyrolisis (Waples, 1985, dalam Subroto, 2012) 12
3.3 Diagram van Krevelen yang telah dimodifikasi menunjukkan jalur evolusi kerogen
dengan menggunakan indeks hidrogen dan indeks oksigen Waples (1985) 19
3.4 Berbagai macam bentuk distribusi alkana normal akibat adanya perbedaan asal
material alkana normal. A. Distribusi alkana normal asal material darat, B. Distribusi
alkana normal asal material darat dan alga laut, C dan D. Distribusi alkana normal asal
material alga laut (Waples, 1985, dalam Wiloso, 2008) 26
3.5 Struktur dari isoprenoid pristana dan fitana (Waples, 1985, dalam Wiloso, 2008) 27
4.1 Harga EOM dari sampel penelitian (Mustapha dan Abdullah, 2013) 36
4.2 Diagram terniari Aliphatic-Aromatic-NSO (Mustapha dan Abdullah, 2013) 38

v

4.3 Kuantitas komponen hidrokarbon dari nilai EOM (Mustapha dan Abdullah, 2013) 39
4.4 Nilai HI vs Tmax dari sampel penelitian (Mustapha dan Abdullah, 2013) 40
4.5 Kandungan maseral pada sampel batuan penelitian (Mustapha dan Abdullah, 2013)
41
4.6 Perbandingan nilai n-oktena dengan alkana pada sampel batubara Formasi Ganduman
(Mustapha dan Abdullah, 2013) 43
4.7 Perbandingan nilai n-oktena dengan alkana pada sampel batulempung Formasi
Sebahat (Mustapha dan Abdullah, 2013) 43
4.8 Perbandingan nilai n-oktena dengan alkana pada sampel batulempung Formasi
Ganduman (Mustapha dan Abdullah, 2013) 44
5.1 Nilai HI vs Tmax dari sampel penelitian (Mustapha dan Abdullah, 2013) 46
5.2 Perbandingan nilai n-oktena dengan alkana pada sampel batubara Formasi Ganduman
(Mustapha dan Abdullah, 2013) 47
4.7 Perbandingan nilai n-oktena dengan alkana pada sampel batulempung Formasi
Sebahat (Mustapha dan Abdullah, 2013) 47
4.8 Gambar 5.4 Berbagai macam bentuk distribusi alkana normal akibat adanya
perbedaan asal material alkana normal. A. Distribusi alkana normal asal material
darat, B. Distribusi alkana normal asal material darat dan alga laut, C dan D.
Distribusi alkana normal asal material alga laut (Waples, 1985, dalam Wiloso, 2008)
48








vi


DAFTAR TABEL


Halaman
TABEL
3.1Implikasi batuan induk terhadap nilai TOC (Waples,1985) 17
3.2 Implikasi batuan induk terhadap nilai TOC (Peters dan Cassa,1994, dalam
Subroto) 17
3.3 Tipe batuan induk berdasarkan indeks hidrogen (Waples, 1985) 19
3.4 Tipe batuan induk berdasarkan indeks hidrogen (Peters dan Cassa, 1994, dalam
Subroto) 20
3.5 Hubungan tipe kerogen dan material organik (Peters dan Cassa,1994, dalam
Subroto) 20
3.6 Implikasi batuan induk terhadap Ro (Peters dan Cassa,1994, dalam Subroto,
2012) 24
3.7 Perbandingan pistana dan fitana sebagai penunjuk lingkungan pengendapan
(Waples, 1985, dalam Wiloso, 2008) 28
4.1 Hasil analisis rock eval pyrolisis, ekstraksi bitumen, analisis maseral dan
reflektansi vitrinit Formasi Sebahat (Mustapha dan Abdullah, 2012) 30-33











vii




ABSTRAK

Eksplorasi mengenai keberadaan minyak di Cekungan Sabah hingga kini masih terus
dilaksanakan . Mustapha dan Abdullah (2013) mengevaluasi potensi batuan induk pada sub-cekungan
Sandakan yaitu pada Formasi Sebahat dan Ganduman, Dent Peninsula, Sabah Timur Malaysia. Hasil
analisis tersebut menunjukan nilai reflektansi vitrinit 0,20 % dan 0,35 % Ro, sedangkan untuk
Formasi Sebahat berkisar antara 0,25 % dan 0,44 % Ro. Sebagian besar sampel yang dianalisis pada
daerah penelitian ini diperkirakan belum matang. Batuan induk Formasi Sebahat dan Ganduman pada
semua umumnya kandungan TOC lebih dari 1% dari berat total sampel, sehingga dapat disimpulkan
bahwa kekayaan material organiknya sangat tinggi. Batuan induk pada Formasi Sebahat dan
Ganduman pada umumnya termasuk kedalam kerogen tipe III yang cenderung menghasilkan gas.
Sebagian kecil sampel batubara pada Formasi Ganduman termasuk kedalam kerogen tipe II/III yang
berpotensi menghasilkan minyak atau gas dan belum matang

Kata kunci ; Batuan induk, tipe kerogen, kematangan termal,






vi

Anda mungkin juga menyukai