Anda di halaman 1dari 10

LAPORAN PENDAHULUAN

PERAWATAN PAYUDARA MASA NIFAS



A. DEFINISI
Masa nifas adalah masa 2 jam setelah lahirnya placenta sampai enam minggu
berikutnya. Pada saat hamil, beberapa otot mengalami penguluran terutama otot rahim
dan perut. Setelah melahirkan, rahim tidak secara cepat kembali seperti semula, tetapi
mengalami proses. Oleh karena itu, untuk mengembalikan ke kondisi semula diperlukan
suatu senam yang dikenal dengan nama senam nifas. Senam nifas memberikan latihan
gerak secepat mungkin agar otot-otot yang mengalami penguluran selama kehamilan dan
persalinan kembali normal, seperti sebelum hamil sehingga terhindar dari segala perasaan
yang kurang nyaman.
Secara rutin, senam nifas dapat dilakukan oleh semua ibu yang telah melahirkan
secara spontan tanpa ada komplikasi. Jika ada tindakan atau komplikasi, senam nifas
masih tetap dapat dijalankan. Hanya saja perlu disesuaikan dengan kondisi dan
komplikasi yang terjadi.

B. PENGERTIAN NIFAS
Masa nifas adalah masa setelah melahirkan selama 6 minggu atau 40 hari atau
beberapa jam setelah lahirnya plasenta dan mencakup 6 minggu berikutnya. Masa nifas
merupakan masa pembersihan rahim, sama seperti halnya masa haid. Selama masa nifas,
tubuh mengeluarkan darah nifas yang mengandung trombosit, sel-sel generatif, sel-sel
nekrosis atau sel mati dan sel endometrium sisa. Ada yang darah nifasnya cepat berhenti,
ada pula yang darah nifasnya masih keluar melewati masa 40 hari. Cepat atau lambat,
darah nifas harus lancar mengalir keluar. Bila tidak, misal, karena tertutupnya mulut
rahim sehingga bisa terjadi infeksi.
Meskipun perdarahan nifas berlangsung singkat, sebaiknya tetap menganggap masa
nifas belum selesai. Masa nifas tetap saja sebaiknya berlangsung selama 40 hari, baik ibu
yang melahirkan normal atau sesar. Sebab, meskipun gejala nifasnya sudah berlalu,
belum tentu rahimnya sudah kembali ke posisi semula.





C. PERAWATAN PAYUDARA
1. Pengertian
Perawatan payudara adalah suatu kegiatan yang dilakukan secara teratur untuk
memelihara kesehatan dan kebersihan payudara pada waktu post partum (setelah
melahirkan) atau saat ibu masih menyusui bayinya.
Perawatan payudara adalah suatu kegiatan yang dilakukan secara sadar dan
teratur untuk memeliharan kesehatan payudara waktu hamil dengan tujuan untuk
mempersiapkan laktasi pada waktu post partum.
2. Anatomi Fisiologi Payudara
Payudara (mammae, susu) adalah kelenjar yang terletak di bawah kulit, di atas
otot dada. Fungsi dari payudara adalah memproduksi susu untuk nutrisi bayi. Manusia
mempunyai sepasang kelenjar payudara, yang beratnya kurang lebih 200 gram, saat
hamil 600 gram dan saat menyusui 800 gram.
Pada payudara terdapat tiga bagian utama, yaitu :
1. Korpus (badan), yaitu bagian yang membesar.
2. Areola, yaitu bagian yang kehitaman di tengah.
3. Papilla atau puting, yaitu bagian yang menonjol di puncak payudara.
Gambar 1. Anatomi payudara


Korpus
Alveolus, yaitu unit terkecil yang memproduksi susu. Bagian dari alveolus
adalah sel Aciner, jaringan lemak, sel plasma, sel otot polos dan pembuluh darah.
Lobulus, yaitu kumpulan dari alveolus. Lobus, yaitu beberapa lobulus yang
berkumpul menjadi 15-20 lobus pada tiap payudara.
ASI disalurkan dari alveolus ke dalam saluran kecil (duktulus), kemudian
beberapa duktulus bergabung membentuk saluran yang lebih besar (duktus laktiferus).
Areola
Sinus laktiferus, yaitu saluran di bawah areola yang besar
melebar, akhirnya memusat ke dalam puting dan bermuara ke luar. Di dalam dinding
alveolus maupun saluran-saluran terdapat otot polos yang bila berkontraksi dapat
memompa ASI keluar.
Papilla
Bentuk puting ada empat, yaitu bentuk yang normal, pendek/ datar, panjang dan
terbenam(inverted).







Gambar 2. Bentuk puting susu normal Gambar 3. Bentuk puting susu pendek








Gambar 4. Bentuk puting susu panjang Gambar 5. Bentuk puting susu terbenam/ terbalik



3. Tujuan
Perawatan Payudara pasca persalinan merupakan kelanjutan perawatan payudara
semasa hamil, yang mempunyai tujuan sebagai berikut :
Untuk menjaga kebersihan payudara terutama putting susu sehingga terhindar dari
infeksi.
Agar payudara tidak mudah lecet.
Melancarkan kelenjar-kelenjar air susu, sehingga produksi ASI lancar.
Mengetahui adanya kelainan puting susu secara dini.
Menjaga bentuk buah dada tetap bagus.
Untuk mencegah terjadinya penyumbatan
4. Pelaksanaan Perawatan Payudara
Pelaksanaan perawatan payudara pada ibu post partum dilakukan pada:
Pertama kali dilakukan pada hari ke 2 setelah persalinan.
Dilakukan minimal 2 kali dalam sehari sebaiknya sebelum mandi.
5. Akibat Jika Tidak Dilakukan Perawatan Payudara
Berbagai dampak negatif dapat timbul jika tidak dilakukan perawatan payudara
sedini mungkin. Dampak tersebut meliputi :
Anak susah menyusu
Putting susu tenggelam
ASI lama keluar
Produksi ASI terbatas
Pembengkakan pada payudara
Payudara meradang
Payudara kotor
Kulit payudara terutama puting akan mudah lecet.
6. Hal-Hal Yang Perlu Dipersiapkan
a) Persiapan alat
Baby oil atau minyak kelapa secukupnya
Waslap ( 2 buah )
Kain perca
Handuk
Kantong plastik


Baskom berisi air hangat dan dingin ( 2 buah )
Bra ( BH )
Handcoen
b) Persiapan ibu
Cuci tangan dengan sabun di bawah air mengalir.
Buka pakaian
Pasang handuk di bagian perut dan lipat ke belakang badan.
7. Langkah-Langkah membersihkan putting susu
1) Ibu duduk bersandar
2) Pakaian atas dibuka
3) Handuk diletakkan dibawah payudara
4) Kapas dibasahi dengan baby oil
5) Kedua putting susu dikompres dengan kapas yang sudah dibasahi dengan minyak
atau baby oil selama 3-5 menit.
6) Kapas digosok-gosokkan secara lembut disekitar putting susu untuk mengangkat
kotoran.
7) Kemudian kedua tangan dibasahi dengan baby oil
8) Lakukan pemijatan
8. Cara Perawatan Payudara
1) Putting susu dikompres dengan kapas minyak selama 5 menit, kemudian bersihkan
puting dengan kapas minyak tadi sampai areola bersih.

2) Telapak tangan diberi baby oil atau minyak kelapa, kemudian diratakan







3) Kedua telapak tangan berada diantara kedua belah payudara lalu diurut mulai dari


atas, kesamping, ke bawah dan menuju ke putting susu dengan mengangkat
payudara perlahan-lahan. Pemijatan ini dilakukan sebanyak 30 kali.

4) Telapak tangan kiri menyokong payudara sebelah kiri dan tangan kanan dengan
punggung jari seperti menyisir payudara mulai dari pangkal dada ke arah putting
susu. Dengan halus dan lembut serta menggunakan tekanan yang secukupnya.
Demikian dengan payudara sebelah kanan. Dilakukan sebanyak 30 kali.
5) Sokong payudara kiri dengan tangan kiri, kanan dengan tangan kanan, 2 atau 3 jari
dengan tangan yang berlawanan membuat gerakan memutar sambil menekan, dari
pangkal payudara dan berakhir pada putting susu, setiap payudara 2 kali gerakan.







9. Perawatan Payudara dengan Masalah
a. Puting Lecet
Untuk mencegah rasa sakit, bersihkan puting susu dengan air hangat ketika
sedang mandi dan jangan menggunakan sabun, karena sabun bisa membuat puting
susu kering dan iritasi.
b. Penyumbatan Kelenjar Payudara
Sebelum menyusui, pijat payudara dengan lembut, mulailah dari luar kemudian
perlahan-lahan bergerak ke arah puting susu dan lebih berhati-hatilah pada area
yang mengeras. Menyusui sesering mungkin dengan jangka waktu selama
mungkin, susui bayi dengan payudara yang sakit jika ibu kuat menahannya, karena
bayi akan menyusui dengan penuh semangat pada awal sesi menyusui, sehingga
bisa mengeringkannya dengan efektif. Lanjutkan dengan mengeluarkan air susu
dari payudara itu setiap kali selesai menyusui jika bayi belum benar-benar
menghabiskan isi payudara yang sakit tersebut. Tempelkan handuk halus yang
sudah dibasahi dengan air hangat pada payudara yang sakit beberapa kali dalam
sehari (atau mandi dengan air hangat beberapa kali), lakukan pemijatan dengan


lembut di sekitar area yang mengalami penyumbatan kelenjar susu dan secara
perlahan-lahan turun ke arah puting susu.
c. Pengerasan Payudara
Menyusui secara rutin sesuai dengan kebutuhan bisa mambantu mengurangi
pengerasan, tetapi jika bayi sudah menyusui dengan baik dan sudah mencapai berat
badan ideal, ibu mungkin harus melakukan sesuatu untuk mengurangi tekanan pada
payudara. Sebagi contoh, merendam kain dalam air hangat dan kemudian di
tempelkan pada payudara atau mandi dengan air hangat sebelum menyuusi bayi.
Mungkin ibu juga bisa mengeluarkan sejumlah kecil ASI sebelum menyusui, baik
secara manual atau dengan menggunakan pompa payudara. Untuk pengerasan yang
parah, gunakan kompres dingin atau es kemasan ketika tidak sedang menyusui
untuk mengurangi rasa tidak nyaman dan mengurangi pembengkakan.

D. SENAM NIFAS
a. Pengertian Senam Nifas
Senam nifas adalah senam yang di lakukan pada saat seorang ibu menjalani masa
nifas atau masa setelah melahirkan.
(Idamaryanti,2009)
Senam nifas adalah latihan gerak yang dilakukan secepat mungkin setelah
melahirkan, supaya otot-otot yang mengalami peregangan selama kehamilan dan
persalinan dapat kembali kepada kondisi normal seperti semula.
(Ervinasby,2008)
Senam nifas dapat di mulai 6 jam setelah melahirkan dan dalam pelaksanaanya
harus dilakukan secara bertahap, sistematis dan kontinyu.
(Alijahbana,2008)
Jadi Senam nifas adalah senam yang dilakukan ibu-ibu setelah melahirkan setelah
keadaan tubuhnya pulih kembali.
(kesimpulan kelompok)

b. Tujuan Senam Nifas
Mengembalikan rahim pada posisi semula
Memperbaiki elastisitas otot yang telah mulur.
Meningkatkan gairah hidup


Mencegah kesulitan buang air besar atau buang air kecil.
Memperlancar keluarnya ASI
Memperlancar sirkulasi darah
Mengembalikan kerampingan
Mencegah Varises.
c. Syarat:
Senam nifas dilakukan untuk:
1. Partus pervagina : 6 jam post partum.
2. Partus SC : lihat kondisi pasien
d. Manfaat Senam Nifas
Membantu penyembuhan rahim, perut, dan otot pinggul yang mengalami trauma
serta mempercepat kembalinya bagian-bagian tersebut kebentuk normal.
Membantu menormalkan sendi-sendi yang menjadi longgar diakibatkan
kehamilan.
Menghasilkan manfaat psikologis menambah kemampuan menghadapi stress dan
bersantai sehingga mengurangi depresi pasca persalinan.
e. Kontra Indikasi
Ibu yang menderita anemi.
Ibu yang mempunyai penyakit jantung dan paru-paru.



f. Kerugian Bila Tidak Melakukan Senam Nifas
Infeksi karena involusi uterus yang tidak baik sehingga sisa darah tidak dapat
dikeluarkan.
Perdarahan yang abnormal, kontraksi uterus baik sehingga resiko perdarahan yang
abnormal dapat dihindarkan.
Trombosis vena (sumbatan vena oleh bekuan darah).
Timbul varises.



DAFTAR PUSTAKA

Pelatihan Pembimbingan Senam Hamil dan Nifas Dini, 2009, Pusat Pengembangan
Kesehatan Carolus; Jakarta

http://rahayu-heri.blogspot.com/2010/01/senam-nifas.html

http://creasoft.wordpress.com/2008/05/04/perawatan-payudara/ 20.22/050410

http://resiandriani.com/2010/02/23/tips-perawatan-payudara-setelah-melahirkan/010410

http://aishaleica.multiply.com/journal/item/40/Perawatan_Payudara_setelah_melahirkan