Anda di halaman 1dari 6

NILAI NILAI PANCASILA

KERAJAAN MAJAPAHIT
Dyah Utami Hatlia Isniarti
NIM : 01113116
Prodi Akuntansi

Pancasila yang berarti lima dasar /
lima asas adalah nama dasar negara
kita, negara republik indonesia.
Istilah pancasila telah dikenal sejak
zaman Majapahit pada abad XIV, yaitu
terdapat pada buku Negarakertagama
karangan Prapanca dan buku
Sutasoma karangan Tantular.
Pada masa majapahit telah terdapat sistem sosial
yang menjadi tanda adanya peradapan yang lebih
maju, seperti adanya peraturan perundang-
undangan yang di sebarluaskan kepada
masyarakat melalui pejabat pusat dan daerah.
Majapahit dibawah raja Prabhu Hayam Wuruk dan
Apatih Mangkubumi Gajah Mada telah berhasil
mengintegrasikan nusantara.
Faktor faktor yang dimanfaatkan untuk
menciptakan wawasan nusantara itu ialah:
kekuatan religio-magis yang berpusat pada sang
prabu, ikatan sosial kekeluargaan terutama antara
kerajaan yang ada di daerah dengan pusat
kerajaan.
(Suwarno, 1993 : 17-24).
Dalam buku Sutasoma istilah
pancasila disamping mempunyai arti
berbatu sendi yang kelima ( dari
bahasa sansekerta ), juga mempunyai
arti pelaksanaan kesusilaan yang lima
( pancakrama ) yaitu :
1. Tidak boleh melakukan kekerasan
2. Tidak boleh mencuri
3. Tidak boleh berjiwa dengki
4. Tidak boleh berbohong
5. Tidak boleh mabuk minuman keras
Peristiwa yang menunjukan nilai pancasila,
terwujud dalam sila ke-3 yaitu nilai persatuan
dan kesatuan. Pada jaman kerajaan
majapahit adalah Peristiwa Sumpah Palapa.
Sumpah Palapa adalah suatu pernyataan
atau sumpah yang dikemukakan oleh Patih
Gajah Mada pada upacara pengangkatannya
menjadi Patih Amangkubhumi Majapahit,
tahun 1258 Saka (1336 M). Ia menyatakan
tidak akan memakan palapa sebelum
berhasil menyatukan Nusantara.Atas
sumpah palapa ini majapahit pun berhasil
menaklukkan/mempersatukan nusantara.