Anda di halaman 1dari 5

Nama : Ronna Efriyana

NIM : PO 5150013071
Tugas : Kimia Air

I. Penetapan Keasaman dan Kebasaan Jumlah

A. Penetapan Keasaman Jumlah
Defenisi
Keasaman adalah banyaknya basa yang diperlukan untuk menetralkan asam yang terdapat dalam
1 liter air. Metode Alkalimetri
Prinsip
Air dititrasi dengan larutan baku NaOH o,1 N menggunakan indikator PP 0,35% dalam etanol 70%
Reaksi
CO
2
-

+ OH
+
HCO
3

Tidak Berwarna Merah muda
Prosedur Kerja
Pembakuan NaOH 0,1 N
TImbang 0,1 g KHP
Dengan menggunakan corong, masukan kedalam labu ukur 100.0 ml
Larutkan dengan aquadest hingga tanda tera
Pipet 10.0 ml dengan menggunakan pipet volume lalu masukan ke erlenmeyer 250 ml
Tambahkan Indikator PP 2-3 tetes
Titrasi dengan NaOH 0,1 N
Sempel
Ambil 100.0 ml sampel dengan menggunakan labu ukur
Masukan ke erlenmeyer 250 ml
Tambahkan indikator PP 2-3 tetes, lalu titrasi dengan NaOH 0,1 N
Perhitungan



Catatan : BE KHP = 204,2
Fp = 10/100
Persyaratan air minum : pH 6.5 - 8.5
Hasil Akhir Titrasi


B. Penetapan Kebasaan Jumlah
Defenisi










II. Penetapan Kesadahan Ca
Definisi
Air Sadah
Air Sadah adalah air yang mengandung ion Ca2+ dan atau ion Mg2+. Kesadahan air adalah kandungan
mineral-mineral tertentu di dalam air, umumnya ion kalsium (Ca) dan magnesium (Mg) dalam bentuk
garam karbonat. Air sadah atau air keras adalah air yang memiliki kadar mineral yang tinggi, sedangkan
air lunak adalah air dengan kadar mineral yang rendah. Selain ion kalsium dan magnesium, penyebab
kesadahan juga bisa merupakan ion logam lain maupun garam-garam bikarbonat dan sulfat. Metode
paling sederhana untuk menentukan kesadahan air adalah dengan sabun. Dalam air lunak, sabun akan
menghasilkan busa yang banyak. Pada air sadah, sabun tidak akan menghasilkan busa atau menghasilkan
sedikit sekali busa. Cara yang lebih kompleks adalah melalui titrasi. Kesadahan air total dinyatakan dalam
satuan ppm berat per volume (b/v) dari CaCO3.
Air sadah tidak begitu berbahaya untuk diminum, namun dapat menyebabkan beberapa masalah. Air
sadah dapat menyebabkan pengendapan mineral, yang menyumbat saluran pipa dan keran. Air sadah juga
menyebabkan pemborosan sabun di rumah tangga, dan air sadah yang bercampur sabun dapat membentuk
gumpalan scum yang sukar dihilangkan. Dalam industri, kesadahan air yang digunakan diawasi dengan
ketat untuk mencegah kerugian. Untuk menghilangkan kesadahan biasanya digunakan berbagai zat kimia,
ataupun dengan menggunakan resin penukar ion. Air sadah digolongkan menjadi 2 jenis berdasarkan jenis
anion yang iikat oleh kation (Ca2+, Mg2+).
EBT dan EDTA
Eriochrome Black T (EBT) adalah indikator kompleksometri yang merupakan bagian dari titrasi
pengompleksian contohnya proses determinasi kesadahan air. Di dalamnya bentuk protonated Eriochrome
Black T berwarna biru. Lalu berubah menjadi merah ketika membentuk komplek dengan kalsium,
magnesium atau ion logam lain. Nama lain dari Eriochrome Black T adalah,Solochrome Black T atau
EBT (Anonima, 2010).
Suatu kelemahan Eriochrome Black T adalah larutannya tidak stabil. Bila disimpan akan terjadi
penguraian secara lambat,sehingga setelah jangka waktu tertentu indikator tidak berfungsi lagi. Sebagai
gantinya dapat diganti dengan indikator Calmagite.Indikator ini stabil dan dalam kebanyakan sifatnya
sama dengan Erio T (Harjadi, 1993).
EDTA adalah singkatan dari Ethylene Diamine Tetra Acid, yaitu asam amino yang dibentuk dari protein
makanan. Zat ini sangat kuat menarik ion logam berat (termasuk kalsium) dalam jaringan tubuh dan
melarutkannya, untuk kemudian dibuang melalui urine. EDTA sebenarnya adalah ligan seksidentat yang
dapat berkoordinasi dengan suatu ion logam lewat kedua nitrogen dan keempat gugus karboksil-nya atau
disebut ligan multidentat yang mengandung lebih dari dua atom koordinasi per molekul, misalnya asam
1,2-diaminoetanatetraasetat (asametilenadiamina tetraasetat, EDTA) yang mempunyai dua atom nitrogen
penyumbang dan empat atom oksigen penyumbang dalam molekul.

Prinsip Kerja
Kesadahan total dititrasi langsung dengan larutan EDTA dengan penambahan buffer pH 10 dan indikator
EBT. Sedangkan kesadahan Ca2+ menggunakan buffer pH 13 dengan indikator murex
Reaksi
Air sadah sementara mengandung garam hidrokarbonat seperti Ca(HCO3)2 dan atau Mg(HCO3)2.
Air sadah sementara dapat dihilangkan kesadahannya dengan cara memanaskan air tersebut sehingga
garam karbonatnya mengendap, reaksinya:
Ca(HCO3)2 (aq) CaCO3 (s) + H2O (l) + CO2 (g)
Mg(HCO3)2 (aq) MgCO3 (s) + H2O (l) + CO2 (g)
Selain dengan memanaskan air, sadah sementara juga dapat dihilangkan kesadahannya dengan
mereaksikan larutan yang mengandung Ca(HCO3)2 atau Mg(HCO3)2 dengan kapur (Ca(OH)2):
Ca(HCO3)2 (aq) + Ca(OH)2 (aq) 2CaCO3 (s) + 2H2O (l)

Air sadah tetap mengandung garam sulfat (CaSO4 atau MgSO4) terkadang juga mengandung garam
klorida (CaCl2 atau MgCl2). Air sadah tetap dapat dihilangkan kesadahannya menggunakan cara:
Mereaksikan dengan soda Na2CO3 dan kapur Ca(OH)2, supaya terbentuk endapan garam karbonat dan
atau hidroksida:
CaSO4 (aq) + Na2CO3 (aq) CaCO3 (s) +Na2SO4 (aq)
Prosedur Kerja

Pembuatan larutan buffer pH 10 100 ml
Ditimbang 3,4 gr NH4Cl dan dimasukkan ke gelas beaker yang berisi 840 ml NH4OH
Ditambahkan aquades sampai tanda 100 ml
Pembuatan larutan buffer pH 13 100 ml setara dengan NaOH 3 N
Ditimbang 12 gr NaOH
Dimasukkan ke gelas beaker volume 100 ml
Ditambahkan aquadest sampai tanda batas
Pembuatan larutan CaCl2 0,01 M
Ditimbang secara seksama 0,3675 gram CaCl2
Dimasukkan kedalam labu ukur volume 250,0 ml
Ditambahkan dengan aquadest sampai larut
Diencerkan dengan aquadest sampai tanda batas volume 250,0 ml
Pengenceran larutan baku sekunder EDTA 0,1 M menjadi 0,01 M
Dipipet 100 ml larutan EDTA 0,1 M
Dimasukkan ke gelas beaker volume 1 L
Diencerkan dengan aquades sampai tanda batas
Standarisasi larutan EDTA dengan CaCl2
Dipipet 10,0 ml larutan CaCl2
Dimasukkan kedalam labu erlenmeyer volume 250 ml
Ditambahkan aquadest 25 ml
Ditambahkan 5 ml buffer pH 10
Ditmbahkan sepucuk sendok indiktor EBT sehingga berwarna merah anggur
Dititrasi dengan larutan EDTA 0,01 M sampai berubah warna mejadi biru
Dihitung molaritas larutan EDTA tersebut
Penetapan kadar kesadahan total (Ca2+ dan Mg2+) dalam air sumur
Dipipet 100,0 ml sampel air kran
Dimasukkan kedalam labu erlenmeyer volume 250 ml
Ditambahkan 5 ml buffer pH 10
Ditambahkan sepucuk sendok indikator EBT
Dititrasi dengan larutan EDTA 0,01 M sampai larutan berubah warna menjadi biru
Dihitung kadar kesadahan total dalam air sumur tersebut
Penetapan kadar kesadahan Ca2+ dalam air sumur
Dipipet 100,0 ml sampel air kran
Dimasukkan kedalam labu erlenmeyer volume 250 ml
Ditambahkan 5 ml buffer pH 13
Ditambahkan sepucuk sendok indikator murexid
Dititrasi dengan larutan EDTA 0,01 M sampai larutan berubah warna menjadi ungu
Dihitung kadar kesadahan Ca2+ dalam air sumur tersebut
Perhitungan
RUMUS PERHITUNGAN
Molaritas EDTA
V1= (M1 x V1)/M2
Kadar kesadahan total (Ca2+ dan Mg2+)
Derajat PPM = (1000 x ml EDTA x M EDTA x BM CaCO3)/(volume sampel)
Kadar kesadahan Ca2+
Derajat PPM = (1000 x ml EDTA x M EDTA x Ar Ca)/(volume sampel)
Kadar kesadahan Mg2+
Derajat PPM = (1000 x ml EDTA (pH 10-pH 13) x M EDTA x Ar Mg)/(volume sampel)