Anda di halaman 1dari 7

20 Metode Mengajar Agar Jadi Guru Keren dan Beken

REP | 16 August 2011 | 04:06 Dibaca: 14463 Komentar: 13 3


Sukses menjadi guru tak semata-mata karena menenteng ijazah dari fakultas keguruan atau mendapat
sertifikasi profesional. Guru keren di mata dan hati siswa juga beken dan dijadikan favorit karena
metode mengajar asyik dan menarik. Mau tahu 20 metode mengajar yang telah dipraktekkan oleh
Rasulullah SAW ?

Salah satu faktor penting kejayaan pendidikan Rasulullah SAW adalah karena beliau menjadikan dirinya
sebagai model dan teladan bagi umatnya. Tentu, guru yang baik seharusnya menjadi teladan dan model
bagi siswanya. Ucapan dan tindakan guru harus sejalan dan sejujurnya. Ingat ungkapan ini jangan ada
dusta diantara guru dan siswa.

Nio Gwan Chung (Dr. M. Syafii Antonio, M.Ec) dalam bukunya Muhammad SAW The Super Leader Super
Manager menuliskan 20 metode dan teknik pengajaran sebagai holistic learning methods, yaitu :

1. Learning conditioning (meminta diam untuk mengingatkan, menyeru secara langsung dan perintah
untuk menyimak dan diam dengan cara tidak langsung);

2. Active interaction (interaksi pendengaran : teknik berbicara, tidak bertele-tele pada ucapan dan tidak
terlalu bernada puitis, memperhatikan intonasi, diam sebentar ditengah-tengah penjelasan; interaksi
pandangan : eye contact dalam mengajar, memanfaatkan ekspresi wajah, tersenyum);

3. Applied-learning (metode praktikum yang diterapkan oleh guru dan yang dilakukan oleh siswa);

4. Scanning and levelling (memahami siswa secara individu sesuai tingkat kecerdasannya);

5. Discussion and feed-back (metode yang logis dalam memberikan jawaban dan membuat contoh
sederhana yang mudah dipahami);

6. Story telling (bercerita);

7. Analogy and case study (memberikan perumpamaan dan studi kasus nyata di sekitar kehidupan);

8. Teaching and Motivating (meningkatkan gairah belajar dan rasa keingintahuan yang tinggi);

9. Body language (membuat penyampaiannya bertambah terang, lebih pasti dan jelas; menarik
perhatian pendengar dan membuat makna yang dimaksud melekat pada pikiran; mempersingkat
waktu);

10. Picture and graph technology (penjelasan diperkuat dengan gambar atau tulisan);

11. Reasoning and argumentation (mengungkapkan alasan akan memperjelas sesuatu yang sulit dan
berat agar dipahami oleh siswa);

12. Self reflection (memberi kesempatan kepada siswa untuk menjawab sendiri suatu pertanyaan agar
siswa dapat mengoptimalkan kerja otak dan mengasah pikiran);

13. Affirmation and repetition (pengulangan kalimat dan ucapan nama);

14. Focus and point basis ( menggunakan teknik berdasarkan rumusan-rumusan besar atau poin akan
membantu siswa dalam menyerap ilmu dan menjaganya dari lupa);

15. Question and answer metodh (teknik bertanya untuk menarik perhatian pendengar dan membuat
pendengar siap terhadap apa yang akan disampaikan kepadanya);

16. Guessing with question (penting untuk memperkuat pemahaman dan memperbesar keingintahuan);

17. Encouraging student to ask (guru memberikan kesempatan dan motivasi kepada siswa untuk berani
mengajukan pertanyaan : bertanya dapat menghapus kebodohan serta memperbaiki pemahaman dan
pemikiran dan menjadi alat evaluasi guru atas cara penyampaian pelajarannya);

18. Wisdom in answering question (menyikapi orang-orang yang mengajukan pertanyaan sesuai dengan
tingkat pengetahuannya; menyikapi si penyanya dengan sikap yang bermanfaat baginya);

19. Commenting on student question (memberikan komentar terhadap jawaban siswa);

20. Honesty (seorang guru harus menanamkan sikap mulia berani mengakui ketidaktahuan ke dalam diri
siswanya. ucapan aku tidak tahu adalah bagian dari ilmu)

Hayu Bapak dan Ibu Guru siapkah dengan 20 metode mengajar di atas ?

Pasti siap!
TEKNIK MENGAJAR YANG BAIK Seorang guru/instruktur/dosen harus memiliki kemampuan yang
baik dalam menyampaikan materi yang diajarkannya, bila tidak maka yang terjadi adalah
siswa/mahasiswa akan kurang faham, tidak menyukai mata pelajaran tersebut atau bahkan anda sendiri
sebagai pengajar tidak disukai. Tidak pelit nilai mungkin hal yang bijak sebagai seorang pengajar dan
tentunya anda akan menjadi pengajar favorit dikelas, tetapi hal ini tidak mendidik dan merugikan siswa
yang anda didik. Berikut ini ada beberapa tips yang biasa saya lakukan bila menyampaikan materi dikelas
: Sebelum Menyampaikan Materi : Pelajarilah kembali materi yang akan disampaikan dan buatlah
rangkuman atau point-point penting pada materi tersebut, karena mungkin anda banyak mengajar mata
pelajaran lainnya maka terkadang sudah agak lupa dengan materi ini sehingga perlu dipelajari lagi agar
lebih siap. Buatlah diktat atau rangkuman yang dapat di fotocopy atau disalin oleh siswa, sehingga kita
tidak perlu merujuk banyak buku kepada siswa. Hal ini juga memudahkan siswa sehingga ia tidak perlu
banyak membeli buku. Apabila mata pelajarannya eksak/hitungan, buatlah rangkuman rumus kepada
siswa. Siapkan soal-soal latihan sebanyak-banyaknya dan dibagi menjadi kategori ringan, sedang, dan
susah. Rangkum semua soal tersebut dalam satu buku atau file dan buat memo disetiap soal tersebut
memo ini dibuat agar anda tahu kapan anda pernah memberikannya kepada siswa dan pada kelas berapa,
sehingga soal yang sudah diberikan tidak disampaikan lagi pada pertemuan berikutnya. Milikilah absen
siswa anda, dan buatlah tabel nilai dan presentase kemajuan siswa. Hal ini berguna agar anda dapat
mengetahui apakah materi anda telah diserap dengan baik oleh siswa dan siswa mana yang perlu anda
bimbing lebih ekstra agar nilainya tidak jatuh. Saat di Kelas : Buatlah suasana yang menarik dan tidak
membosankan, untuk itu anda harus banyak latihan agar cara berbicara, sikap, dan metode ajar anda dapat
diterima dengan baik oleh siswa. Menjadi guru yang garang dan terlalu disiplin terkadang akan
membentuk siswa yang keras juga, untuk itu buatlah siswa takut karena hormat kepada anda dan bukan
takut karena hukuman anda. Pernah ada siswa yang sangat nakal, namun ia justru malu dan takut dengan
salah satu guru yang sangat dihormatinya. Berikan perhatian anda dengan penuh kasih sayang, bukan
mencari kesalahan mereka.. Buatlah quiz di awal dan akhir penyampaian materi, bila waktu tidak
memungkinkan lakukan hanya di akhir materi bukan diawalnya hal ini dapat menjadi indikator apakah
materi yang telah disampaikan sudah diterima dengan baik oleh siswa. Saya banyak mengalami quiz
dilakukan hanya di awal materi, hal ini hanya membuang waktu dan tidak efisien karena secara logika
tentunya siswa belum mengetahui materi yang akan disampaikan. Kalo soal quiznya materi hari kemaren
itu namanya ulangan jadi perlu bedakan antara quiz dengan ulangan yach Sampaikan materi dengan
menyampaikan point-point pentingnya saja, jangan terlalu banyak bertele-tele atau terlalu banyak
bercerita yang bukan dalam ruang lingkup materi anda. Untuk materi eksak, perbanyaklah contoh soal
sampaikan perlahan dan buat agar siswa juga sama2 ikut berfikir. Lakukan sistem ajar yang lebih
interaktif berupa tanya jawab, pancinglah siswa agar banyak bertanya. Selain itu ada juga perlunya anda
bersenda gurau disela-sela penyampaian materi agar tidak terlalu tegang. Pekerjaan Rumah (PR) dapat
anda berikan setiap akhir penyampaian materi, namun bila ternyata itu tidak efektif misalnya banyak yang
tidak mengerjakan atau ternyata banyak yang saling mencontek pekerjaan teman2nya sebaiknya metode
PR nya anda ubah misal dengan beda soal tiap siswa atau cara lainnya. Anda perlu melakukan evaluasi
terhadap cara anda mengajar, ini bisa dilakukan dengan memberikan questioner pada siswa terhadap cara
mengajar anda. Anda juga dapat melakukan quiz interaktif, yaitu dengan membaca soal satu persatu dan
mahasiswa langsung menjawab.. anda berikan waktu yang terbatas untuk menjawab soal tersebut. Misal
bacakan soal no. 1 kemudian langsung dijawab oleh siswa, setelah itu bacakan soal no.2 kemudian siswa
menjawab, demikian seterusnya metode ini membuat siswa berfikir cepat dan tidak dapat mencontek.
.... Baca Selengkapnya di : HTTP://WWW.M-EDUKASI.WEB.ID/2013/06/TEKNIK-MENGAJAR-
YANG-BAIK.HTML
Copyright www.m-edukasi.web.id Media Pendidikan Indonesia

Serpong Kian Mencorong
Posted on Desember 28, 2011 by hilda
Sudah begitu banyak artikel yang membahas tentang Serpong. Baik pengembangan fisik, maupun proyeksi investasi
untuk beberapa tahun mendatang. Namun, sejatinya, apa yang membuat Serpong menjadi seperti sekarang ini?
Magnitude apa yang dimilikinya sehingga dipilih sebagai lahan investasi masa depan?

Berkembangnya kawasan ini tak lepas dari kehadiran BSD City (dahulu Bumi Serpong Damai) yang dirintis sebagai
kota baru/mandiri oleh Ciputra dan beberapa koleganya yang tergabung dalam Sang Pengembang. BSD City
memiliki konsesi lahan paling luas, yakni 6.000 Ha. Infrastruktur jalan, utilitas dan segala hal yang terkait ekologi kota
dibangun dengan kualitas di atas rata-rata. Reputasi BSD City semakin melesat tatkala secara mayoritas, saham PT
BSD (pengembangnya) diambil alih Sinarmas Land yang kemudian mengubahnya menjadi kota masa depan dengan
kesempatan berinvestasi terbuka luas.
Menariknya, pergerakan yang terjadi di BSD City, boleh dikatakan sebagai pergerakan Serpong keseluruhan. Karena
ia menjadi stimulus bagi proyek-proyek lainnya untuk melakukan pergerakan serupa. Menurut Achsyim Alex,
Operation Manager C-21 Prima Golf, selain karena wilayahnya masih luas, Serpong secara kontekstual memberikan
segala macam kemungkinan kepada pengembang untuk melakukan hal apapun terkait proyeknya masing-masing.
Salah satu pendorong utama adalah akses jalan tol dari SerpongBintaro-TB Simatupang hingga menembus Jatiasih
Bekasi. Belum lagi ruas tol TomangKebun Jeruk-Serpong serta kelak akses yang akan menghubungkan Serpong
hingga Bandung. Pada akhirnya memang apa yang dikatakan pengamat bahwa properti selalu identik dengan lokasi,
lokasi dan lokasi adalah benar adanya.
Satu hal yang membuat pernyataan itu benar adalah infrastruktur jalan yang sangat memadai. Aktualitasnya di
hampir sudut Serpong, khususnya bagian Selatan, tampak prasarana jalan aspal yang mulus, lebar dan panjang
hingga berkilo-kilo meter. Ia menghubungkan beberapa proyek besar. Di antaranya, BSD City dengan Paramount
Serpong dan Summarecon Serpong.
Itulah kenapa, ketika jalan raya Serpong sebagai jalur utama sudah begitu padat dan kualitasnya menurun, jalan
tembus yang dibangun berkat inisiatif tiga pengembang besar yaitu PT BSD Tbk, PT Summarecon Agung Tbk dan
PT Paramount Serpong, sangat bermanfaat dan membantu mengurai kemacetan. Namun, di atas semua itu, akses
baru tersebut menjadi akselerator dan berfungsi mendistribusikan pembangunan lebih merata ke wilayah barat dan
barat daya yang belum terbangun.
Adanya jalan tembus BSD-Summarecon-Paramount Serpong yang berjarak 6 km dan menelan biaya Rp 20 milliar
dengan ROW 36, serta merta mendongkrak cukup tinggi tingkat penjualan properti. PT Paramount Serpong
misalnya. Mencetak penjualan semester I 2011 sebesar
Rp 1,4 Triliun. Setara dengan angka penjualan selama setahun silam.

Bukan hanya itu, berkat pembukaan akses tembus tersebut, perumahan yang awalnya sepi lantaran sulit dijangkau,
kini kembali menggeliat. Seperti yang terjadi pada Serpong Garden. Menurut Ben Wisesa, Marketing Raywhite BSD,
dahulu kawasan ini tidak begitu bagus, namun sekarang, perumahan yang diperuntukan bagi kalangan menengah
bawah itu memiliki prospek tak kalah menarik dengan tetangga besarnya. Terlebih harga rumahnya masih relatif
terjangkau dibanding proyek lain di Serpong Selatan. Masih berada pada kisaran angka Rp 200 jutaan dengan
spesifikasi ukuran 45/72.
Sementara untuk kalangan menengah atas, kata Achsyim, tetap mengincar rumah-rumah yang ditawarkan
Paramount Serpong, Summarecon Serpong dan BSD City. Menariknya, tak hanya rumah baru yang diminati, juga
rumah seken. Tidak berlebihan memang jika pada akhirnya harga rumah seken nilainya jauh lebih tinggi dibanding
rumah primer. Rata-rata Rp750 juta-2,5 miliar yang ditawarkan di ketiga lokasi tersebut.
Padahal beberapa rumah baru ditawarkan dengan harga di bawah rumah seken itu. Contohnya tipe Lavender
dengan ukuran 718 keluaran PT Paramount Serpong yang dipatok seharga Rp800 jutaan. Sementara BSD City
dengan klaster Avani-nya dibanderol Rp755 jutaan (716). Beberapa lokasi klaster BSD City yang berdekatan
dengan jalan tembus BSDSummarecon-Paramount Serpong bahkan sudah habis terjual dari mulai De Park (1021)
seharga Rp1,7 milliar, hingga The Icon atau Foresta (716) senilai Rp550 jutaan.
Kemajuan dan menariknya investasi di Serpong memang pada akhirnya tak bisa dipisahkan dari kondisi infrastruktur
dan aksesibilitas serta kualitas lingkungan yang ditawarkan beberapa perumahan tersebut di atas. Tak lupa pula
profesionalitas dan manajemen modern dalam merancang dan mengelola kawasan perumahan. Ini sekaligus
menjadi motivator utama mengapa Serpong Selatan begitu melesat pertumbuhannya. Sejak 2010 hingga kelak
beberapa tahun mendatang, kawasan ini diproyeksikan akan tampil sebagai instrumen investasi paling mengkilat.
Tak hanya investor personal yang meminati Serpong. Investor korporat dan beberapa perusahaan pun tertarik untuk
membangun dan berkantor di sini. Unilever telah resmi membeli lahan seluas 3 Ha di Green Office Park , BSD City.
Di sini mereka akan membangun head office baru dengan merelokasi head office lama yang berada di CBD Jakarta.
Rencananya, konstruksi kantor pusat Unilever tersebut akan dimulai tahun 2012.
Dikatakan Managing Director-Corporate Strategy & Services Sinarmas Land, Ishak Chandra, selain Unilever masih
ada beberapa perusahaan besar, terutama perusahaan asing (multi national company) yang sudah memberikan
konfirmasi dan melakukan pembicaraan serius untuk membangun perkantoran di Green Office Park. Satu di antara
beberapa itu adalah perusahaan tambang yang wilayah operasinya terdapat di Papua.
Komitmen kami memang membangun Green Office Park sebagai kawasan perkantoran hijau dengan gedung
gedung yang ramah lingkungan. Gedung Sinarmas Land Headquarter, contohnya, telah mendapatkan sertifikat gold
dari Building Construction Authority (BCA) Singapura sebagai gedung hijau yang ramah lingkungan. Hal inilah yang
membuat perusahaan asing sekelas PT Unilever bersedia merelokasi kantor pusatnya ke Green Office Park, imbuh
Ishak seraya menambahkan perusahaan asing sangat peduli dengan gedung hijau yang sesuai dengan standar
global perkantoran ramah lingkungan.
Green Office Park sendiri akan berisi 11 bangunan gedung yang didesain menghadap utara dan selatan. Hal ini
merefleksikan penerapan konsep ramah lingkungan, di mana membangun gedung arah utara dan selatan dapat
meminimalisasi panas matahari yang masuk ke dalamnya. Selain itu, perletakan gedung pun didasarkan pada
analisa arah hembusan angin, sehingga memaksimalkan sirkulasi udara dan mekan suhu di sekitar gedung.
Ishak menambahkan, Sinarmas Land mengalokasikan 65-75% dari total lahan Green Office Park sebagai area
penyerapan alami air hujan. Selain itu, 80% dari air limbah akan didaur ulang untuk menyiram tanaman, flushing
toilet dan mendinginkan gedung. Sehingga hanya 20% air kotor yang disalurkan ke Tempat Pengolahan Air Limbah.
Dengan sistem ini, diharapkan Green Office Park dapat mengurangi secara substansial jumlah air yang terbuang ke
ekosistem perairan.
Menurut Research Associate Director Colliers International, Ferry Salanto, tren pergeseran wilayah perkantoran ke
selatan dan barat daya, terutama koridor Simatupang-Pondok Indah-BSD City sudah terjadi sejak lima tahun terakhir.
Puncaknya, sesaat setelah krisis finansial global pada 2009. Ada banyak perusahaan yang melakukan aksi bisnis
strategis mereka. Terutama relokasi, dan ekspansi. Di mana suplai perkantoran di tengah kota Jakarta sudah tidak
mampu lagi mengakomodasi permintaan yang begitu kuat dengan persyaratan yang sangat ketat. Terutama dari
perusahaan asing yang menuntut gedung ramah lingkungan. Nah, pasok gedung baru ramah lingkungan tersebut,
memang banyak dibangun di Selatan. Sehingga perusahaan-perusahaan tersebut berpaling ke wilayah ini,
tandasnya.
Pertumbuhan pasok perkantoran di wilayah selatan Jakarta belakangan ini memang mengonfirmasi hal itu.
Pertumbuhannya sangat signifikan. Bahkan, menurut Presiden Director Leads Property Services Indonesia, Hendra
Hartono, pertumbuhan pasokan perkantoran di Selatan Jakarta pada tahun 2010 mencapai 743 ribu meter persegi
atau tumbuh 35% dalam 5 tahun terakhir. Pertumbuhan ini merupakan yang terbesar bila dibandingkan dengan area
Jakarta lainnya. Bahkan juga jauh lebih besar dibandingkan kawasan CBD yang hanya tumbuh 21%.
Dengan demikian, secara keseluruhan, Prospek koridor Simatupang-Serpong, sangat menjanjikan. Selain dekat
dengan tol JORR, juga karena lingkungannya yang sudah tertata dengan dukungan kelengkapan fasilitas
penunjang, kata Hendra.