Anda di halaman 1dari 5

LAPORAN TUTORIAL

BLOK 12:
HORMON DAN REPRODUKSI

MODUL 2
SKENARIO 2 : Kecemasan Ny. Melita

Oleh:

KELOMPOK 14B


Tutor :
Ketua : Reza Zeski Andresia (081031)
Sekretaris : Prima Zola
Dermaida
(081031)
(081031)
Anggota : Rury Maharani Adna
Candra
Rizka Nadia
Irhamsyah Chairandra Faza
Freade Akbar
Panji Andhika
Sivaneasan Kandiah
(081031)
(081031)
(081031)
(081031)
(081031)
(081031)
(o81031)









FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS ANDALAS
PADANG
2009/2010

MODUL 2

UNIT PEMBELAJARAN 2
Skenario 2 : Kecemasan Ny. Melita
Seorang dokter Puskesmas sedang memberikan penyuluhan kesehatan di Aula Kantor
Camat. Dokter ini menyampaikan beberapa penyakit seperti hipertensi dan diabetes, yang
prevalensinya semakin lama semakin meningkat, baik di negara maju maupun di negara yang
sedang berkembang. Disamping itu juga diterangkan bahwa kedua penyakit ini merupakan
penyakit yang dipengaruhi oleh beberapa faktor termasuk faktor genetik. Dokter
menerangkan gejala-gejala yang khas pada penyakit ini. Penyakit tersebut tidak bisa sembuh
dan menimbulkan komplikasi ke berbagai organ penting di tubuh dan bisa menimbulkan
kematian jika tidak terkontrol.
Ny. Melita, seorang guru SD sangat cemas setelah mendengar ceramah tersebut,
karena beberapa gejala yang diterangkan dokter tadi ada pada dirinya seperti haus-haus dan
sering kencing. Apalagi saat ini Ny. Melita sedang hamil, sehingga kecemasannya bertambah
apakah penyakit ini akan menurun pada anaknya dan apa pula tanda-tanda penyakit ini pada
anak. Disamping itu ibu dan kakak kandungnya sudah dikenal menderita DM.
Akhirnya Ny. Melita berkonsultasi pada dokter dan dokter menganjurkan
pemeriksaan laboratorium untuk memastikan apa penyakit Ny. Melita.
Terangkan pada Ny. Melita, apa yang terjadi pada dirinya?

TERMINOLOGI
1. Diabetes melitus : Sindoma gangguan metabolik dimana terjadi hiperglikomia akibat
gangguan produksi atau pun kerja insulin.

IDENTIFIKASI MASALAH
1. Bagaimana prevalensi DM di negara berkembang dan maju? Kenapa menigkat?
2. Kenapa DM tidak bisa sembuh? Apa saja komplikasinya?
3. Organ apa saja yang bisa terkena komplikasinya?
4. Faktor apa saja yang mempengaruhi DM dan bagaimana peranan faktor genetik?
5. Bagaimana kontrol terhadap pasien DM?
6. Apa gejala DM?
7. Apa pengaruh DM pada kehamilan dan janin?
8. Apa pengaruh kehamilan terhadap DM?

9. Bagaimana mekanisme haus-haus dan sering kencing? Dan kalau tidak minum
bagaimana?
10. Apa pengaruh DM pada anak yang dilahirkan ibu DM?
11. Apa tanda-tanda DM pada anak?
12. Apa saja pemeriksaan labor untuk memastikan penyakit Ny. Melita?
ANALISIS MASALAH

1. Pada negara maju maupun berkembang terdapat peningkatan prevalensi penderita
DM. Prevalensi DM di dunia menurut WHO adalah 1,9% dan Indonesia sebagai
negara berkembang menduduki peringkat keempat setelah USA, India dan China
sebagai penderita DM terbanyak. Jumlah penderita DM pada tahun 2000 adalah 8,4
juta dan diperkirakan akan mencapai 21,3 juta pada tahun 2020.
Peningkatan tersebut diakibatkan karena berbagai faktor terutama gaya hidup atau
life-style, seperti perubahan pola makan yang cendrung kepada makanan cepat saji
dan perubahan aktifitas sehari-hari dengan beban kesibukan kerja sehingga kurang
olahraga dan rekreasi. Ada juga faktor urbanisasi (perpindahan masyarakat desa ke
kota) sehingga ikut terjadi perubahan gaya hidup. Namun, menurut penelitian bahwa
penderita DM di desa dan kota itu adalah sama karena penduduk desa banyak
memakan ubi kayu yang mengandung asam sianit yang bisa merusak sel beta
pankreas.

2. DM tidak bisa sembuh karena merupakan kelainan genetik.
Komplikasi yang terjadi dapat berupa komplikasi akut (ketoasidosis
dabetikum,hiperosmolar non ketotik dan hipoglikemia) dan jangka panjang
(makroangiopati dan mikroangiopati).

3. Semua organ bisa terkena komplikasinya kecuali rambut dan kuku. Otak,ginjal, hati,
neuron, jantung, dll bisa terkena komplikasi.

4. Faktor yang mempengaruhi DM adalah genetik, lingkungan dan autoimun.
Faktor genetik seperti kelainan HLA dw 3 dan 4 pada DM tipe I.
Faktor lingkunga seperti life-style dan infeksi (coxaevirus dan sitomegalovirus).
Faktor autoimun ini berperan pada DM tipe IA.

5. Kontrol pada pasien DM terutama adalah kontrol diet dan kadar gula darah.

6. Gejala klasik DM adalah 3P (poliuria,polidipsia dan polifagia) dan BB turun tidak
diketahui sebabnya, selin itu juga terdapat kesemutan, gatal-gatal, lelah-letih-lesu,
gangguan ereksi pada pria dan pruritus vulvae apda wanita.

7. Pengaruh DM pada kehamilan adalah

8. Pengaruh kehamilan terhadap DM adalah

9. Jika kadar glukosa tinggi dalam darah atau hiperglikemia maka ginjal akan berusaha
mengeluarkannya melewati urine sehingga terjadi glukosuria. Tingginya kadarr
glukosa pada urine akan menyebabkan terjadinya pembuangan air yang lebih banyak
untuk mengatur kekentalan urine sehingga urine menjadi lebih banyak daribiasanya
yang menyebabkan poliuria. Karena terjadi kekurangan cairan maka akan
menyebabkan dehidrasi sehingga kompensasi tubuh dengan feedback negatif ke otak
untuk meningkatkan pemasukan cairan dengan mekanisme rasa haus sehingga
menimbulkan polidipsia.
Glukosa tidak dapat dimasukan ke dalam sel sehingga walau pun jumlahnya tinggi di
darah, metabolisme glukosa untuk menghasikan energi tidak terjadi. Sehingga tubuh
kekurangan energi maka terjadilah kelelahan dan polifagia.
10.
11. adada

OBJEK PEMBELAJARAN
1. Mahasiswa mampu memahami dan menjelaskan epidemiologi dan etiologi DM.
2. Mahasiswa mampu memahami dan menjelaskan patofisiologi DM.
3. Mahasiswa mampu memahami dan menjelaskan klasifikasi DM.
4. Mahasiswa mampu memahami dan menjelaskan gejala dan komplikasi DM.
5. Mahasiswa mampu memahami dan menjelaskan diagnosis DM.
6. Mahasiswa mampu memahami dan menjelaskan penatalaksanaan DM.

SISTEMATIKA MASALAH







Diabetes
melitus






BERBAGI INFORMASI