Anda di halaman 1dari 7

1

LAPORAN PRAKTIKUM
KIMIA ANALITIK
PENETAPAN KADAR H
2
O
2
















Disusun Oleh :
PARMAWATI
NIM : P07134111100
Semester II / Non Reguler



KEMENTERIAN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA
POLITEKNIK KESEHATAN YOGYAKARTA
JURUSAN ANALIS KESEHATAN
2012
PENETAPAN KADAR H
2
O
2

2


A. Hari, Tanggal Praktikum
Rabu, Juli 2012
B. Tujuan Praktikum
Untuk mengetahui kadar H
2
O
2

C. Dasar Teori
Pada permanganometri, titran yang digunakan adalah kalium permanganat.
Kalium permanganat mudah diperoleh dan tidak memerlukan indikator
kecuali digunakan larutan yang sangat encer serta telah digunakan secara luas
sebagai pereaksi oksidasi selama seratus tahun lebih. Kalium permanganat
dapat bertindak sebagai indikator, dan umumnya titrasi dilakukan dalam
suasana asam karena akan lebih mudah mengamati titik akhir titrasinya.
Penetapan kadar zat dalam praktek ini berdasarkan reaksi redoks dengan
KMnO
4
atau dengan cara permanganometri. Hal ini dilakukan untuk
menentukan kadar reduktor dalam suasana asam dengan penambahan asam
sulfat encer, karena asam sulfat tidak bereaksi terhadap permanganat dalam
larutan encer. Pembakuan larutan KMnO
4
dan mendinginkannya selama
beberapa jam dan kemudian didihkan. Dibakukan dengan menggunakan zat
baku utama, yaitu asam oksalat. Pada pembakuan larutan KMnO
4
0,1 N, asam
oksalat dilarutkan kemudian ditambahkan dengan asam sulfat pekat yang
kemudian didiihkan terlebih dahulu, kemudian dititrasi dengan KMnO
4

sampai larutan berwarna merah rose.
Setelah didapat volume titrasi, maka dapat dicari normalitas KMnO
4
.
Reaksi yang terjadi saat pembakuan pemanganat adalah:
Reduksi : MnO
4
-
+ 8H
+
+ 5e Mn
2+
+ H
2
O
Oksidasi : H
2
C
2
O
4
2H
+
+ 2CO
2
+
2e
2MnO
4
-
+ 6H
+
+ 5H
2
C
2
O
4
2 Mn
2+
+8H
2
O + 10CO
2

D. Alat dan Bahan
Alat yang digunakan antara lain:
1. Neraca analitis 9. Pipet volume
3

2. Botol timbang 10. Buret dan statif
3. Batang pengaduk 11. Corong
4. Termometer 12. Pipet pasteur
5. Gelas ukur 13. Gelas wool
6. Kertas timbang 14. Labu ukur 100 ml
7. Labu erlenmeyer 15. Botol timbang
8. Gelas kimia
Bahan yang digunakan antara lain:
1. KMnO
4
4. Asam oksalat
2. H
2
SO
4
4N 5. H
2
O
2

3. Akuades
E. Cara Kerja
1. Penetapan kadar H
2
O
2

a. Semua peralatan yang akan digunakan disiapkan. membilas dengan
akuades semua alat gelas sebanyak tiga kali kecuali botol timbang
b. Ditimbang H
2
O
2

1) Neraca teknis dipastikan datar dengan cara melihat waterpass
2) Dipastikan timbangan menunjukan skala nol
3) Ditimbang sampel sebanyak 0,6 gram menggunakan botol
timbang
4) Hasil penimbangan dicatat
c. Dilarutkan H
2
O
2

1) Sampel yang ada di botol timbang dilarutkan dengan akuades
2) Diaduk dengan batang pengaduk sampai homogen
3) Dituang ke dalam labu ukur 100 ml dengan bantuan corong dan
batang pengaduk. Botol timbang dibilas sebanyak +5 kali
4) Ditambahkan akuades ke dalam labu ukur sampai labu ukur
,Digojog sampai homogeny. Sampai labu ukur ,Digojog sampai
4

homogeny. Ditambah akuades sampai 2 cm dibawah garis tera,
Bagian atas labu ukur dilap dengan kertas saring
5) Ditambah akuades sampai garis tera dengan bantuan pipet Pasteur.
Bagian mulut ditutup dengan plastic, Labu ukur dibolak-balik
sampai homogen
d. Dipipet H
2
O
2

1) Larutan dipipet dengan pipet volume 25 ml dengan bantuan savety.
Kemudian dituang ke dalam labu Erlenmeyer
2) Menambahkan 20 ml H
2
SO
4

e. Titrasi
1) Buret dibilas dengan KMnO
4

2) Dinding atas buret dilap dengan kertas saring. Gelembung air
pada buret dikeluarkan
3) Memanaskan campuran H
2
SO
4
dengan H
2
O
2
minimal 40C
4) Volume awal titrasi dibaca
5) Titrasi dilakukan sampai terjadi perubahan warna dari tak berwarna
menjadi merah rose. Volume akhir titrasi dibaca
6) Titrasi dilakukan sampai 3 kali
F. Pengamatan
1. Penetapan Kadar H
2
O
2

Larutan peroksida dititrasi sampai mencapai TAT yang ditandai
dengan berubahnya warna larutan dari tak berwarna menjadi merah rose
a. Penimbangan H
2
O
2

Botol timbang + sampel = gram
Botol timbang kosong = gram
Berat sampel

= gram
*BE H
2
O
2
=17



5

b. Tabel Titrasi
Titrasi
Vol. awal
(ml)
Vol. akhir
(ml)
Vol.Titrasi
(ml)
1
2
3


G. Perhitungan
1. Penetapan Kadar H
2
O
2

a. Titrasi 1
% H
2
O
2

()
()

=


b. Titrasi 2
% H
2
O
2

()
()

=
=

c. Titrasi 3
% H
2
O
2

()
()

=
=

d. Kadar rata-rata = Kadar Titrasi
3
=

6


Menghitung BTR
a. Selisih kadar
1) Titrasi 1
Selisih titrasi =l kadar
Titrasi 1
- kadar
Titrasi rata-rata
l
=
=
2) Titrasi 2
Selisih titrasi =l kadar
Titrasi 2
- kadar
Titrasi rata-rata
l
=
=
3) Titrasi 3
Selisih titrasi =l kadar
Titrasi 3
- kadar
Titrasi rata-rata
l
=
=

4) Rata-rata selisih = Seisih Kadar Titrasi
3
=

b. BTR =



=

H. Kesimpulan
Pada percobaan penetapan kadar Hidrogen peroksida(H
2
O
2
) diperoleh
kadar rata-rata % dengan BTR

I. Daftar Pustaka
Day Jr, R.A. dan Underwood, A.L. 2002. Analisis Kimia Kuntitatif. Edisi
keenam. Erlangga: Jakarta.
7

Manan, Mulyono HA. 2005. Membuat Reagen Kimia di Laboratorium. Bumi
Aksara: Jakarta.







Yogyakarta, Juli 2012
penguji praktikan







parmawati