Anda di halaman 1dari 27

KEMENTERIAM PERUUAHAN FtAKYAT

REPUBLIK INDONESIA
KLIPING BERITA
KEMENTERIAN PERUMAHAN RAKYAT
REPUBLIK INDONESIA
Tanggal : 27 P9bff.uC 204
Media : w&lc9 f h . l o f i @~ ( ~
Halaman 1 Rubrik : 2/ SeCe&fq
I
Jurnalis : wrb /%-9
KEMEMEMAN PERUMAHbN FAKYAT
REPUBLIK INDONESIA
KLIPING BERITA
KEMENTERIAN PERUMAHAN RAKYAT
REPUBLIK INDONESIA
Rumah Rakyat Prioritas
Media :
Memanfaatkan Lahan Negara y mg Tidak Produktif
b I
Jurnalis : Ck?
KLlPlNG BERITA
KEMENTERIANPERUMAHANRAKYAT
KEMENTERYN PERUMAHAN RAKYAT
REPUBUK INOONESIA
REPUBLIK INDONESIA
Media : (cO-0 dcl kq~Cc) 1 Jurnalia : &sy
Tanggal : -Jks mf 4
Properti Dalam Negeri
Halaman I Rubrik : 161
Tumbuh Pasca Pemilu
D
restasi sektor properti di Indonesia 'yang digaungkan
dalam booming industri properti belakangan, tidak se-
1 penuhnya mGp u mmy;doi invesrabi as& secaq op-
timal. Praktisi orooerti. Widva Lesraluhu, menearakan a m n
. .
kepemilikal properti asing di lndonesia iang sGauh ini inasih
belum direalisasikan karena terkendala regulasi.
'lldakhanvaitu, iika adainvestorvawberminat. padaumum-
. -
nya ketertarikan iivestor mancanegara pa& sekt; properti di
Indonesia masih terkonsenterasi di Bali. Sejumlah investor asal
Shaoura, Malavsia, dan Australia, s w t ootensialmeniadi ba-
g& &xi perkc,~ibangan industri prop& bi Indonesia. '
'Karena boominn orooerti teriadi dl Indunesia, oastinva sa-
- A . . .
naat potensial bad investor as& di sini. Tetapi: sam&i saat
i 4, investor dari Gdonesia pun ada yang benniesrasi di Bang-
kok. Fllioina, dan Malavsia, seirinc! oermmbuhan vrooerti di
. & . , .
kawqan Asia ~efi~~pra!lc&.~id$,hi Jakarta, b&-b&u ini.
Widya menamb,ahkan kendala lain belum $gres@ya inves-
tor a&g adalah kurangnya promosi atas proyek properti di da-
lam negeri membuat investor asal negara tesebut me- ber-
investaii pada negara yang banyak mernberi kemudahan atas
investasi oro~erti. 'Investor asal Sinnaoiua saia memilih berin-
vestasipadapasar properti di ~ondl nban ~&tralia," katabya.
"Di London penerapan pajak
pmperh transparan, dl Aushalia ke-
<('M08ki Oebaglen
butuhan investasi prupernleb, ba-
P!'omrfl dl nvak untuk oemenuhan anak-anak
&!.,?:',.;
m:hla. ter-. , bersekolah. Sedang Investor
- ~- ,,p.7 ~ ,-.? ~ ~-, . . - -
ff6ama,.lnd&bsla; dari negara-negara Asean, belum
sempat meng-
banyakmemahami cara berinvestasi
di Indonesia: tambah Widya.
alaml tekanan,
Dia herharan sehaliknva inves- -.- -~ ------
r ,~~ --
nrooertdl Indo- tor asal Indonesia lebih b a n d me- '
-. .- r;. .; .~.
n&h rna;ih t&tap
naruh harapan akan keuntungan
berinvestasi pada pasar properti di
wmbuh' "
London, meski iumlahnya tidak se-
banyak investo; asal ~ i i ~ a ~ u r a dan
Teguh Satria
-- Malaysia, namnn j d a 4 investor
P ~ S I PmPERn asal Indonesia yang menanamkan
. -
invistasi pada pasar properti Lon-
don setiap tahun kian bertambah.
"Juml* investor asing asal Asia Tenggara. di Lbndon seperti
Singapura sekitar55 persen, Malaysia 45 persen, Thailand, Fili-
pina,Brunei, dan Indonesia:,jelas Widya.
Sementara itu, praktisi properti, Teguh Satria, mengatakan
optimisme pasar properti di Indonesia yang mas* alcan terus
berke'mbang meskl belakangan mengalami tekanan sebagai
damp& -is ekonomi yang menerpa Eropa maupun gejolah
pelem@an nilai mata uang rupiah.
- "Meski sebagian pasar properti di negara Asia, terutama
Indonesia, sempat mengalami tekanq, properti di Indonesia
masih tefao tumbuh. Di Indonesia akan ada recouew bisnis
propeai s&lab di awal tahun sempat stagnan karenaada Pe-
nJiv'ZO?ol4;' kafspll haylE--6 , , i- .
KLlPlNG BERITA
KEMENTERIAN PERUMAHAN RAKYAT
KEMENTERlhN PERUMAHAN RAWAT
REPUSLIK INDONESIA REPUBLlK INDONESIA
Media : &&bCtCdq Jurnalis : N i d i s Z V ~ A W~
I
'' ,' '
nya inefisiensi di berbagai bi-
dang," kata Eddy Hussy di Ja-
karta, Kamis (2818). '
Menurut Eddy, penyebab ter
jadinya ekonomi biaya tinggi,
antara lain; karena pa nj qs ya
pmses perkinah yangmhbuat
ketidakjelasan dalam hal waktu.
dan biala. Selain itu,ujar dia,
infras-ur yang kurang me-
madai khususnya ~- - antarpulau
ata&d$~~.x+g'+gg&@.-,
kan-m$WLnya bS%g kebut$h- '
an.iHryga bahan bangunan di,,
'Papua dau contohnya;.
, beirbeda san@t jj+uh dengan
daerah ta$atqza " ung,bp Eddy.
K .renanya,'k rn$n~;-.
agar 3 E ka w~&~&e t ~a n, pe - ~'
merintah dz&ib.m&@uii$'i&p
strn.ktur transporta& harsdd
sepepi MRT. Hi1 tersebut, lan-
f ~ . &~ a , slg . e udahkan war-
.wN-m4*, tingga,de-
A& @m&n alises transportasi , ,
umum.
Sedangkan penyebab ekono- ,
mi biaya tin@ lainnya di sektar
perumahan adalah tidak adanya
kepastian hukum tentang hak
tanab dan ~erizinan. Unbuk
mengatasi hakbatan lahan, ~ a -
kil.Presiden temilih 2014-2019
Jusuf Kalla ( J K~ menginginkan
masyarakat perkotaan agar dapat
lebih membiasakan Mtur m.
dipemukiman vertikal.
' ' D i . ~ y a h p . ~ k ~
sangat terbatas, Sehingga sagu-'
satuiya eara adalah?g&Pbrpg
unt uk hidup ke ataS
.man vertikal) agar men
'lahan " kata JK saat di
nlsas1.
-tinggal di wilayah
lanjut JK, tidak terlepas aa?i
karena semzikin berkurangnya
lahm pertanian, sehingga seba-
@an tensga kerja beralih keln-
dustri jasa di perkotaan.
Dalam kesempatan t.ersebut,
JKjuga mengungkapkari;ano-.
mali di Jakarta bahwa orang
yang mampu tinggal di dalam
kota sedangkan orang yang ti-
dak mampu tinggal di luar kota;
sehingga pendapatan mereka
. . -
. . udkk beban biaya trans-
.. -lk '
"~Ypbrtasi. .. .,.., . .Untuk itu, ujar dia,
.' .,oqang-orang seperti di Jakarta'
'.i;li@m~ terbiasa untuk tinggd di
permuki vn vertikal
telah diras&an
,
sej udah kota.
iainnya di kawasan ASEAN,'
; stperti Si a pur a .
. , : , JK.mengingatkan sejumlah
. ,.
j ;&cigfam seperti pembangunan'.
..: &ah susun sederhana mi l k
, ;@usmami) dan rumah susun
,&derhaua sewa (rusmawa) ha-
rks tetap dilaksanakan.
Menanggapi pernyataan JK,
Eddy menuturkan, program
'i.000 Tower' Tang pemah dim-
gas oleh 3K saat mmja$Wapres
periode 2004-2009 sempat ber-,
jalan. "Namun, Setelah tahm
2009, pembangunanrumah SU-,
sunsederhana terkendala ka-
rena tidak ada lagi rapat koor-
dinasi tingkat easiona1,"'ung-
kapnya. mantare ad: nidia zuraya
KLlPlNG BERITA
KEMENTERIAN PERUMAHAN RAKYAT
KEMENTERIAH PERUMAHAN RAKYAT
REPUBLIK INDONESLA
REPUBLIK INDONESIA
, ,
' JAXARU~ 7 , Ketua U&
~ e a l stat Fdonesia (TI),
Ed 6 ~ Bussy, me " p a W' sek-
tor perupahan pads ,saaaini
mengalpi ekonomi bfhya
'ti&@ karena myih banyaknya
perqaqalahan,yang tirnbd.da-
lam meqbangun nunah. ".Eke-.
nomi biayatlngej terjadi aldbat
advya inefisiensi ,di berbagai
bidan& kam.Eddy Hussy di Ja-
w, w s (28/8).
Menurut Eddy, , penyebab
mjadinya ekonomi biaya tin&
qtara lain panj ~gnya pmses
perizinan yang me b u a t keti-
daelasan d a l a m M W dan
biaya. Sel@itu, ujqdia, adalah
WasmJldur yang w4wme-
mad& khnmm-a w ~ p u l a u
atau daerah ya* mengakibat:
kan mahalnlm bayrulg kebk
tuhaa."wga:bahan b w w w
di Pa pa dal),,%alWuku ma-
"Y. berbeda.sapgat jaub de-
ngan daeral?l?itmya~ katanya.
Tanggal : 29 flhrfW2 2019
Media : kecan
~d~ menyqr& agar,\di
kirwashi perkotaan,. peme,@b
tabdapat membuat h@astruk-
-ty.?qnsportasi massal qeperti
,@., .@I tersebut, lanjupya,
agai memudahkan warm 9-'
-qber#empat -4 qekat de-
ngan akses transportasi qq.
Sedangkan penyebab eenomi
bia* 'tinggi lainnya di qektor
perurnahan a@&. tidak ada-
nya kepastian hukum ,tentang
haktan* clan perizinan.:
Sebelumnya, lembaga w
da-a -tt Indonesia
Pmperty. Watch menjabarkin
sejumIah ,agenda u t m ,pew-
-pasiona~~~nps--a
benar-benar diperha@+ p~
et ahwmendat ang. . .
Di r em Eksekutif I ndopi a
Property Watch, A! Trangw-
da, menjabadcan empat agenda
u k q yang diperba!ikq
da@n sektor pWUmah+..~-
sional, antam l ac, rqcy,l, map.
pernqahari naeignal qants se-
ge9:cgbuat kweiy sampais+t
ini kehijam yang ada.mepja@,
: tam:hal sulam tappa terintega-.
si:dqgan bail.:. Ast/*IE-B
Halaman 1 Rubrik : (6/
Jurnalis : fifi+/k~&b
KEMENTERlPlN PERUMAHAN Rr4KY4T
REPUSLlK lNDONESlA
KEMENTERIANPERUMAHANRAKYAT
REPUBLIK INDONESIA