Anda di halaman 1dari 68

BAB I

PENDAHULUAN
1.1.Latar Belakang
Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang sangat pesat disegala
bidang terutama bidang transportasi. Alat transportasi yang sangat di butuhkan oleh
manusia setiap hari untuk menuju dari suatu tempat ke tempat yang lain salah satunya
adalah kendaraan bermotor roda dua.
Kendaraan ini mempunyai komponen utama yaitu transmisi utama yang di
dalamnya terdapat roda gigi yang tersusun sedemikian rupa sehingga dapat
meneruskan daya dari output mesin, dimna kecepatan putarannya dapat diubah
berdasarkan perbandingan jumlah gigi yang pertama dengan gigi berikutnya.
Oleh karena itu,penulis mencoba merancang ulang sistem transmisi roda gigi
yang terdapat pada kendaraan roda dua tersebut.
1.2.Tujuan
Adapun tujuan yang ingin di capai dalam penulisan ada 2 bagian yaitu :
A.Tujuan umum
1. engaplikasikan teori!teori pada mata kuliah.
2. "ebagai persyaratan perkuliahan #tugas elemen $$$%.
&. 'ntuk memperoleh data yang akurat untuk menjadi (akta keamanan dalam
berkendaraan.
B.Tujuan khusus
1. erancang ulang sistem transmisi roda gigi pada kendaraan bermotor roda dua.
1.3.Batasan Masalah
engingat banyaknya pokok bahasan tentang roda gigi ini,maka dalam hal ini
penulis membatasi komponen!komponen yang ada. Penulis hanya merancang bagian
transmisi,(ungsi dan cara kerja serta perhitungan poros,spline dan na((,perencanaan
roda gigi,bantalan,pelumasan dan temperatur kerja,serta pera)atannya.
1
1.4.Metoolog! Peren"anaan
*alam perancangan ulang roda gigi ini,penulis akan melakukan sur+ey
kelapangan untuk memperoleh data yang lebih akurat serta melakukan tanya ja)ab
kepada mekanik atau orang yang lebih pham tentang system transmisi roda gigi ini.
1.#.$!ste%at!ka Penul!san
,A-$A. $. Pendahuluan terdiri dari latar belakang,tujuan,batasan
masalah,metodelogi perencanaan dan sistematika penulisan.
,A-$A. $$. /andasan teori yang menguraikan tentang komponen utama roda
gigi serta gambar dan keterangannya dan jenis!jenis roda gigi.
,A-$A. $$$. Analisa perhitungan yang menguraikan perhitungan dari
komponen!komponen roda gigi.
,A-$A. $0. Kesimpulan tentang uraian atau pernyataan singkat yang di
jabarkan dari analisa perhitungan.

2
BAB II
LANDA$AN TE&'I
2.1 Pengert!an 'oa (!g!
1oda gigi adalah salah satu mekanisme yang dipergunakan untuk
memindahkan daya putaran dari poros yang satu ke poros yang lain. Pada umumnya
putaran poros yang digerakkan lebih besar putarannya dari pada putaran poros
penggerak, tetapi dapat juga terjadi sebaliknya dan biasanya poros!poros penggerak
dengan poros yang digerakkan mempunyai putaran yang berla)anan.
"istem pemindahan daya dan putaran tidak hanya dapat dilakukan oleh roda
gigi, tetapi juga dapat dilakukan dengan sabuk dan rantai.
2ungsi transmisi adalah :
emperbesar momen pada saat momen yang besar diperlukan.
emperkecil momen pada saat kendaraan berjalan dengan kecepatan tinggi,
hal ini akan mengurangi bahan bakar dan memperkecil suara yang terjadi pada
kendaraan.
'ntuk memundurkan jalannya kendaraan dengan adanya perkaitan gigi!gigi
pada transmisi dikarenakan mesin hanya berputar pada satu arah.
2.2 )en!s*jen!s 'oa (!g!
2.2.1 'oa g!g! engan +oros sejajar.
3aitu dimana roda giginya sejajar pada bidang slinder #bidang jarak bagi%,
dimana slinder tersebut saling bersinggungan.
a. Roda gigi lurus.
1oda gigi lurus ber(ungsi untuk mentransmisikan daya yang positi( antara dua
poros yang sejajar dengan sebuah perbandingan kecepatan angular #sudut% yang
konstan.
&
-ambar. 2.1 Roda gigi lurus
b. Roda gigi miring.
1oda gigi miring berbeda dengan roda gigi lurus. *alam hal ini gigi yang
dibuat tidak sejajar dengan poros slinder, namun mempunyai sudut helix. 4umlah gigi
membentuk kontak serentak pada roda gigi miring.
1oda gigi miring jumlah pasangan gigi yang membentuk kontak serentak lebih
besar dari pada roda gigi lurus, sehingga pemindahan momen dan putaran melalui gigi
tersebut terjadi secara halus. "i(at ini sangat bagus untuk mentransmisikan putaran
yang tinggi dan daya yang besar. .amun roda gigi ini lebih besar karena berbentuk
ulir sehingga menimbulkan gaya reaksi yang sejajar dengan poros.
-ambar. 2.2. Roda gigi miring
c. Roda gigi miring ganda.
1oda gigi miring ganda ini mempunyai gaya aksial yang timbul pada gigi
yang mempunyai alur gigi bentuk 506 yang gaya!gayanya akan saling meniadakan.
1oda gigi ini mempunyai perbandingan reduksi kecepatan keliling dan daya yang
diteruskan dapat diperbesar, akan tetapi melihat bentuknya sangatlah sukar dalam
pembentukannya.
7
-ambar.2.& Roda gigi miring
d. Roda gigi dalam.
1oda gigi ini dipergunakan sebagai alat pemindah daya untuk ukuran!ukuran
kecil dengan perbandingan reduksi yang besar. "ebab roda gigi pinionnya terletak
didalam roda giginya dan biasanya searah.
-ambar. 2.7.Roda gigi dalam
e. Batang gigi dan Pinion.
,atang gigi ini merupakan pro(il dasar pembuatan gigi pasangan. ,atang gigi
dari pinion dipergunakan untuk membuat putaran menjadi gerakan halus.
8
2.2.2. 'oa g!g! engan +oros ,er+otongan !%ana +orosn-a t!ak sejajar an
t!ak segar!s.
a. Roda gigi kerucut lurus.
"eperti gambar diba)ah ini roda gigi kerucut mempunyai bidang gerak bagi
dan batang kerucut, puncaknya terletak di titik potong sebagai poros.
1oda gigi kerucut adalah yang paling mudah dipakai dan dibuat, tetapi roda gigi ini
menimbulkan suara yang cukup besar # berisik% diakibatkan perbandingan kontaknya
yang kecil.
-ambar. 2.8.Roda gigi kerucut lurus
b. Roda gigi kerucut spiral.
1oda gigi ini mempunyai perbandingan yang besar dan dapat mentransmisikan
daya dan putaran yang tinggi dengan beban yang besar.
-ambar. 2.9.Roda gigi kerucut spiral.
9
2.2.3. 'oa g!g! -ang %e%+un-a! +oros tegak lurus.
1oda gigi ini dipakai pada poros!poros yang menjulang dan tegak lurus tanpa
adanya slip yang besar, dan merupakan pemindahan daya yang dibutuhkan pada
konstruksi permesinan.
1oda gigi ini dapat digolongkan menjadi:
a. Roda gigi silang.
1oda gigi silang ini mempunyai poros yang menyilang antara poros penggerak
dengan poros yang digerakkan.

-ambar. 2.:.Roda gigi miring silang
b. Roda gigi cacing. (worm gear).
1oda gigi cacing (ungsinya untuk memindahkan daya yang tidak berpotongan
# tegak lurus%. ,atang penggerak jenis ulir dipasang pada sebuah atau lebih roda gigi
dan biasanya disebut roda cacing.
1oda gigi cacing ini mempunyai (ungsi yang sama, hanya gerakannya saja
yang berbeda. -erakan roda gigi globoid lebih halus dari pada gigi silindris.
:
-ambar. 2.;.1oda gigi cacing slindris
"elain roda gigi yang diuraikan diatas ada lagi roda gigi yang dapat
meneruskan putaran seperti:
1. 1oda gigi <ipoid.
2. 1oda gigi Permukaan.
2.3. Pe%!l!han )en!s 'oa (!g!.
*ari jenis roda gigi yang penulis ketahui, penulis lebih cenderung memilih
roda gigi lurus.
Alasan penulis memilih roda gigi lurus karena sangat mudah untuk dimengerti,
apalagi (ungsinya untuk mentransmisikan daya yang positi( antara dua poros yang
sejajar dengan sebuah perbandingan kecepatan angular #sudut% yang konstan.
;
BAB III
PE'AN.AN(AN P&'&$
3.1. Penget!an Poros
Poros merupakan salah satu bagian yang terpenting dalam setiap mesin.
<ampir semua mesin meneruskan tenaga bersama!sama dengan putaran. Putaran
utama dalam transmisi seperti itu dipegang oleh poros.
Ma"a%*%a"a% +oros
Poros untuk penerus daya di klasi(ikasikan menurut pembebanannya sebagai
berikut:
1. Poros Transmisi
Poros semacam ini mendapat beban puntir murni atau puntir lentur. *aya di
transmisikan pada poros ini melalui koling, roda gigi, puli, sabuk atau sprocket
rantai, dan lain!lain.
2. Spindel
Poros transmisi yang relati+e pendek, sepeti poros utama mesin perkakas, di mana
beban utamanya berupa puntiran, di sebut spindle.
&. Gandar
Poros seperti ini di pasang di antara roda!roda kereta barang, dimana tidak
mendapat beban puntir, bahkan kadang!kadang tidak boleh berputar, di sebut
gandar.
Tata cara perencanaan tersusun dalam sebuah diagram aliran, hal!hal yang perlu di
perhatikan antara lain, yaitu:
Pertama kali ambillah suatu kasus di mana daya P# k= % harus ditransmisikan dan
putaran poros n # 1pm %. *alam hal ini perlu dilakukan pemeriksaan terhadap daya P.
*aya yang besar mungkin terjadi pada saat start atau mungkin beban yang besar
terjadi terus!menerus setelah start, dengan demikian perlu adanya (actor koreksi.
4ika p adalah daya nominal yang di keluarkan oleh motor penggerak, maka
berbagai macam (actor keamanan yang dapat di ambil. 4ika (actor koreksi adalah (c,
maka daya rencana Pd # k= % sebagai patokan adalah :
fcxP Pd =
.....................................[!
>
4ika daya di berikan dengan Po)er "taring # P" % maka harus di kalikan
dengan ?,:& untuk mendapatkan daya dalam k=.
xP Pd :&8 , ? =
4ika momen puntir # di sebut juga sebagai momen rencana % adalah T # Kg.mm %
maka
n
Pd
x "
8
1? :7 , > =
.............. [#!
Tegangan geser yang di i@inkan

a
# Kg.mm % untuk pemakaian umum pada
poros dapat di peroleh dengan berbagai cara, dalam hal ini digunakan metode "2.
*imana harga "(
1
9,? untuk bahan "!A dengan pengaruh masa dan baja paduan,
sedangkan harga untuk "(
2
yaitu poros ditinjau akan di beri pasak atau di buat
bertangga karena pengaruh kosentrasi tegangan cukup besar, adalah 1,& sampai &,?.
*an B kekuatan tarik # KgBmm
2
%
2 1
xSf Sf
B
a

=
...................... [$!
'ntuk mendapatkan diameter poros ds #mm% ada (actor K
t
yaitu, di pilih 1,?
jika bebab dikenakan secara halus, 1,?!1,8 jika terjadi sedikit kejutan atau tumbukan,
1,8!&,? jika terjadi beban atau tumbukan yang besar. *an juga (actor A
b
diambil 1,2!
2,& , jika tidak akan terjadi beban lentur cukup di ambil 1,?.
&
1
1 , 8

=
a
b t
s
x" x% x&
d

..................['!
"edangkan tegangan geser yang terjadi

# KgBmm
2
%di karnakan adanya
momen rencana T #Kg.mm%, dan pada suatu diameter poros d #mm%, yaitu :
&
1 , 8
s
a
d
x"
=
...................................[(!
3.2. Perh!tungan Poros
*alam merencanakan suatu elemen mesin pasti ada hal!hal yang penting dan
perlu diperhatikan. ,egitu pula pada poros. Pada perencanaan poros ini antara lain :
Pemasangan yang mudah dan cepat
1ingkas dan ringan
Aman pada putaran tinggi, getaran dan tumbukan yang kecil
-erakan aksial pada poros sedikit mungkin sebab pada )aktu panas terjadi
pemuaian.
1?
Poros merupakan salah satu bagian yang terpenting dalam setiap mesin. <ampir
semua mesin meneruskan tenaga bersama!sama dengan putaran. Putaran utama dalam
transmisi seperti itu dipegang oleh poros. *alam bab ini akan di bicarakan adalah
proses penerus daya yang dipakai untuk meneruskan momen.
Oleh karena itu perlu diperhatikan jenis bahan yang dipergunakan biasanya dalam
proses di buat dari baja yang mempunyai si(at!si(at sebagai berikut :
Tahan terhadap momen puntir
empunyai elastisitas yang baik
Tidak mudah patah
*alam tugas rancangan poros pemindahan ini spesi(ikasi yang dipilih adalah
untuk kendaraan roda dua, yaitu: 5<O.*A "'P1A C 1281 5dengan data!data
sebagai berikut:
*aya #P% : >.& P"
Putaran #n% : :8?? rpm
-igi transmisi : 7 speed
Pola pengoperan : .! 1 ! 2 ! & ! 7.
*an daya yang direncanakan sebesar >.& P" di kon+ersikan menjadi K=
>.& P" D >.2?; <P dimana 1 P" D 1B1.?1 <P
1 <P D :78.: = sehingga >.2?; <P D 9;99.7?9 = D 9.;99 K=

4ika P merupakan daya nominal out put dari motor penggerak, maka daya
rencana pada #k=% adalah daya nominal dikalikan (actor keamanan (
c
maka dapat di
tulis
P
d
D P . (
c

Ta,le 3.1 harga /a"tor kea%anaan
*aya yang di transmisikan (
c
*aya rata!rata yang diperlukan
*aya maksimum
*aya nominal
1,2 E 2.?
?,; !1,2
1,? E 1,8
.ilai (
c
D 1,? E 1,8 #*aya nominal%, dari table 2.1
(
c
D 1,8 # diambil %
aka daya rencana hasil koreksi di dapat :
11
Pd D P . (
c
0 9.;99 k= . 1,8
D 1?.2>> k= dibulatkan menjadi 1?.& K=
Mo%en +unt!r 1T2 Poros In+ut

=
n
pd
x "
8
1? :7 , >
.................................................F:G
*imana : T D omen
P
d
D *aya rencana # 1?.& k= %
n D Putaran #:8?? rpm %
aka diperoleh
T D
:7 , >
8
1? x

n
Pd
D >,:7 H 1?
8

rpm
k)
:8??
1?.&
0 1&&:.92: Kg.mm
12
Pe%!l!han Bahan Poros
Ta,el 3.2 Baja kar,on untuk kontruks! %es!n an ,aja ,atang -ang !/!n!s
!ng!n untuk +oros 3333[8]
"tandart dan
macam
/ambang Perlakuan
panas
Kekuatan tarik
#KgBmm
2
%
Keterangan
,aja karbon
konstruksi mesin
#4$" - 78?1)
"&?A
"&8A
"7?A
"78A
"8?A
"88A
Penormaan
5
5
5
5
5
7;
82
88
8;
92
99
,atang baja yang
di(inis dingin
"&8A!*
"78A!*
"88A!*
I
4
I
8&
9?
:2
*itarik dingin,
digerinda,
dibubut, atau
gabungan
antara hal!hal
terebut.

,ahan poros dipilih dari bahan ,aja kar,on kontruks! %es!n 1)I$ ( 4#512
$4#. an kekuatan tar!k -a!tu #6 7g8%%
2
dengan tegangan geser yang di i@inkan
dapat dirumuskan sebagai berikut :
2 1xSf Sf
B
a

=
# KgBmm
2
%......... [ *!
*imana :
a
0 Tegangan geser yang dii@inkan #KgBmm
2
%
, D Tegangan patah i@in poros 9? KgBmm
2
"(1 D 2aktor keamanan untuk pengaruh massa untuk bahan "A #baja
karbon%, 8,9 sBd 9,? maka diambil 9 sesuai dengan standart A"J
"(2 D 2aktor keamanan untuk bentuk poros, dimana harga ini sebesar 1,&!
&,?. aka diambil 1,8 sesuai standart A"J
aka :
2 1xSf Sf
B
a

=
D
8 , 1 9
B 8;
2
x
mm &g
0 9,77 &g+mm
#
1&
Perh!tungan Untuk Men"ar! D!a%eter Poros In+ut 1s
!n
2
ds
in
D % # . .
1 . 8
&
1
mm " %b &t
a

....................................[,!
*imana : ds
in
D diameter poros in put
Ab D 2aktor keamanan terhadap beban lentur roda gigi 51,2 E 2,&6
# diambil 1,8 %
Kt D 2aktor keamanan standart A"J, jika beban dikenakan dengan kejutan
atau tumbukan besar 1,8!&,? # diambil 1,8 %
T D omen torsi rencana 1&&:,92: Kg.mm
aka : ds
in
D % # . .
1 . 8
&
1
mm " %b &t
a

D % # 92: . 1&&: . 8 , 1 . 8 , 1
77 . 9
1 . 8
&
1
mm

D 1&,&8: mm K 17 mm #di ambil dari tabel 2.& %


Ta,le 3.3 D!a%eter Poros $tanart
17
7 1? L227 7? 1?? L227 7??
18
27 #1?8% 27?
11 28 72 11? 28? 72?
29? 77?
7,8 L11,2 2; 78 L112 2;? 78?
12 &? 12? &?? 79?
L&1,8 7; L&18 7;?
8 L12,8 8? 128 &2? 8??
1&? &7? 8&?
&8 88
L8,9 17 L&8,8 89 17? L&&8? 89?
#18% 18? &9?
9 19 &; 9? 19? &;? 9??
#1:% 1:?
L9,& 1; 9& 1;? 9&?
1> 1>?
2? 2??
22 98 22?
: :?
L:,1 :1
:8
; ;?
;8
> >?
>8
Keterangan tabel &.&, yaitu :
1. Tanda L menyatakan bah)a bilangan yang bersangkutan dipilih dari bilangan standart
2. ,ilangan dlm kurung # % hanya dipakai untuk bagian dimana dipasang bantalan gelinding
*ari tabel &.& dapat dilihat diameter standart poros berdasarkan hasil
perhitungan diameter poros input maka diambil harga yang terdekat dari diameter
standart yaitu 17 mm. aka tegangan geser #% yang terjadi pada diameter poros
input. 3aitu :
19

=
&
in
1 , 8
ds
"

............................................................F12G
D 8,1
2
&
B
17
1&&:.92:
mm &g

D 2,7;9 &g+mm
#
,erdasarkan perhitungan diatas maka poros input tersebut aman untuk dipakai
karena tegangan geser yang terjadi #
in
% lebih kecil sama dengan dari tegangan
geser i@in #
a
%

in
M
a
2,7;9 KgBmm
2
M 9,77 KgBmm
2
Perh!tungan Poros &ut+ut
Pada poros output, putaran terjadi berubah!ubah sesuai kecepatan yang di
kehendaki. 'ntuk itu putaran yang direncanakan adalah putaran # n % yang tertinggi
pada poros output yaitu : n
out
D
i
n


*i mana,
n
out
D putaran poros output
n D putaran poros input
$ D Perbandingan poros putaran yang di reduksi, dimana nilai i M 7 untuk
roda gigi lurus .
n
out
D
i
n
D
7
:8??rpm
D 1;:8 rpm
aka : P D 9,;99 k=

.ilai (
c
D 1,? E 1,8 #*aya nominal%, dari table 2.1
(
c
D 1,8 # diambil %
1:
aka daya rencana hasil koreksi di dapat :
Pd D P . (c...................................................................F1&G
0 9,;99k= . 1,8
D 1?,& k=
Mo%en +unt!r Poros &ut+ut1T
out
2

=
n
pd
x "
8
1? :7 , >
............................................F17G
*imana : T D omen
Pd D *aya rencana #1?,& k=%
n
out
D Putaran #1;:8 rpm %
aka diperoleh
T
out
D
:7 , >
8
1? x

out
n
Pd
............................................F18G
D >,:7 H 1?
8

rpm
)
1;:8
k 1?,&
0 8&8?,8?: Kg.mm
,ahan poros dipilih dari bahan baja karbon kontruksi mesin 1)I$ ( 4#512 dan
kekuatan tarik yaitu 95 7g8%%
2
dengan tegangan geser yang di i@inkan dapat
dirumuskan sebagai berikut :

2 1xSf Sf
B
a

=
# KgBmm
2
%.................................F19G
*imana : a 0Tegangan geser yang dii@inkan #KgBmm
2
%
, D Tegangan patah i@in poros 9? KgBmm
2
"(1 D 2aktor keamanan untuk pengaruh massa untuk bahan "A
#baja karbon%, maka diambil 9 sesuai dengan standart A"J
"(2 D 2aktor keamanan untuk bentuk poros, dimana harga ini sebesar
1,&!&,?. aka diambil 1,8 sesuai standart A"J
aka :
2 1xSf Sf
B
a

=
D
8 , 1 9
B 9?
2
x
mm &g
0 9,77 &g+mm
#
1;
Perh!tungan Untuk Men"ar! D!a%eter Poros &ut+ut 1s
out
2
ds
out
D % # . .
1 . 8
&
1
mm " %b &t
a

..............................F1:G
*imana : ds
out
D diameter poros in put
Ab D 2aktor keamanan terhadap beban lentur roda gigi 51,2 E 2,&6
# diambil 1,8 %
Kt D 2aktor keamanan standart A"J, jika beban dikenakan dengan
kejutan atau tumbukan besar 1,8!&,? # diambil 1,8 %
T
out
D omen torsi poros output 8&8?,8?: Kg.mm
aka : ds
out
D % # . .
1 . 8
&
1
mm " %b &t
a

D % # 8?: , 8&8? . 8 , 1 . 8 , 1
1 . 8
&
1
mm
a

D 21,2?7 mm K 22 mm #di ambil dari tabel 2.2 %


*ari tabel 2.2 dapat dilihat diameter standart poros berdasarkan hasil
perhitungan diameter poros output maka diambil harga yang terdekat dari diameter
standart yaitu 2: mm. aka tegangan geser #
out
% yang terjadi pada diameter poros
output. 3aitu :

=
&
1 , 8
out
out
out
ds
"

.....................................................F1;G
D 8,1
2
&
B
22
8?: , 8&8?
mm &g

D ?,8?2 &g+mm
#+
,erdasarkan perhitungan diatas maka poros output tersebut aman untuk
dipakai karena tegangan geser yang terjadi # out % lebih kecil sama dengan dari
tegangan geser i@in # a %
out M a
?, 8?2KgBmm
2
M 9,77 KgBmm
2
1>
BAB I:
PE'AN.AN(AN $PLINE DAN NAA;
4.1. $+l!ne
2?
"pline adalah alur!alur yang terdapat pada poros sebagai tempat dudukan roda gigi
yang memeliki naa(. Pada perencanaan ini ada dua jenis spline yaitu spline peros
input dan spline pada poros output.
"pline digunanakan bertujuan untuk meneruskan daya, dan dalam hal ini
putaran poros ke roda gigi. "istem ini dijumpai pada banyak sistem permesinan.
-ambar spline terlihat .

-ambar 7.1. Spline
'ntuk mendapatkan suatu nilai dimensi atau ukuran pada rancangan ini ada
beberapa ketentuan!ketentuan untuk medapatkan ukuran!ukuran tersebut pada tabel
2.7.
*
s
D *iameter spline
ds D *iameter poros D ?,;1? H *
s
)s D Tebal spline D?,189 H *
s
<s D Tinggi spline D ?,?>8 H *
s
Tabel 7.1 "pesi(ikasi spline untuk berbagai kondisi operasi # standar "AJ %
.o.O
(
"plin
e
All 2its
=
Permanents
2its
To "lide )hen not
under load
To "lide )hen
under load
< * < d h *
7 ?,271 * ?,?:8 * ?,;8? * ?,128 * ?,:8? * ! !
9 ?,28? * ?,?8? * ?,>?? * ?,?:8 * ?,;8? * ?,1?? * ?,;?
? *
1? ?,189 * ?,?78 * ?,>1? * ?,?:? * ?,;9? * ?,?>8 * ?,;1
? *
21
*alam merancang suatu poros, karna spline ini adalah termasuk dalam poros
maka harus diperhitungkan nilai!nilai keamanannya
Tegangan geser yang di i@inkan

a
# Kg.mm % untuk pemakaian umum pada
poros dapat di peroleh dengan berbagai cara, dalam hal ini digunakan metode "(.
*imana harga "(
1
9,? untuk bahan "!A dengan pengaruh masa dan baja paduan,
sedangkan harga untuk "(
2
yaitu poros ditinjau akan di beri pasak atau di buat
bertangga karena pengaruh kosentrasi tegangan cukup besar, adalah 1,& sampai
&,?. *an B kekuatan tarik # KgBmm
2
%
2 1
xSf Sf
B
a

=
"edangkan tegangan geser yang terjadi

# KgBmm
2
%di karenakan adanya
momen rencana T #Kg.mm%, dan pada suatu diameter poros d #mm%, yaitu :
&
1 , 8
s
a
d
x"
=
4.1.2. PE'HITUN(AN $PLINE P&'&$ INPUT
*i ketahui : *aya # P
in
% D 9,;99k=
Putaran # n
in
% D :8?? rpm
Torsi # T
in
% D 1&&:,92:KgBmm
Pada perencanaan spline ini terdapat ketentuan!ketentuan antara lain sebagai
berikut:
*
s in
D *imeter "pline $nput
)
s

in
D Tebal "pline $nput D ?,189 *
s
h
s

in
D Tinggi "pline $nput D ?,?>8 *
s
d
s in
D *iameter poros $nput D ?,;1? *
s
D!a%eter s+l!ne In+ut 1Ds
!n
2
ds
in
D ?,;1? *s
22
*
s

in
D
;1? , ?
in
ds
D
mm
mm
;1? , ?
17
D 1:,2;& mm( - mm untuk spline. -.#/$ mm untuk naaf )
Te,al $+l!ne In+ut 1<s
!n
2
)s
in
D ?.189 H *s
in
D ?,189 H 1:,2;& mm
D 2,9>9 mm (# mm untuk slpine. #.0*0 mm untuk naaf )
T!ngg! $+l!ne In+ut 1 hs
!n
2
hs D ?,?>8 H *s
in

D ?,?>8 H 1:,2;& mm
D 1,971 mm
Panjang Alur $+l!ne In+ut 1Ls
!n
2 =untuk +oros +ejal>.
/s
in
D
2
&
in
ds
1e
dimana : *e D *iameter e(ekti(
*e D mm
ds 1s
in in
2
+

D
mm
2
17 2;& , 1: +
D 18,971 mm
/s
in
D
2
&
in
ds
1e
D
mm
mm
2
&
17
971 , 18
D 1>,822 mm
)u%lah (!g! $+l!ne In+ut 1 ns
!n
2
ns
in
D
( )
gigi
ws
x hs ds
in
in in
2
2

+
2&
D
% #
2
9>9 , 2
% 2 971 , 1 17 # 17 , &
gigi
mm
mmx mm

+
D 1? K ( , gigi spline 2 , gigi naaf )
Pe%er!ksaan 7ekuatan Poros $+l!ne In+ut
*iketahui : *iameter "pline $nput # *s
in
% D 1:,2;& mm
Torsi $nput # T
in
% D 1&&:,92: kgBmm
Pemeriksaan Tegangan -eser $@in
,ahan poros dipilih dari bahan baja karbon "78A kontruksi mesin 1)I$ (
4#512 an kekuatan tarik yaitu #6 7g8%%
2
dengan tegangan geser yang di i@inkan
dapat dirumuskan sebagai berikut :
2 1xSf Sf
B
a

=
# KgBmm
2
%
*imana : a 0Tegangan geser yang dii@inkan #KgBmm
2
%
, D Tegangan patah i@in poros 8; KgBmm
2
"(1 D 2aktor keamanan untuk pengaruh massa untuk bahan "A #baja
karbon%, maka diambil 9 sesuai dengan standart A"J
"(2 D 2aktor keamanan untuk bentuk poros, dimana harga ini sebesar 1,&!
&,?. aka diambil 1,8 sesuai standart A"J
aka :
2 1xSf Sf
B
a

=
D
8 , 1 9
B 8;
2
x
mm &g
0 9,77 &g+mm
#
Tegangan -eser 3ang Terjadi

=
&
1 , 8
in
in
1s
"


D 8,1
2
&
B
2;& , 1:
92: , 1&&:
mm &g

D 1,&2 &g+mm
#
27
,erdasarkan perhitungan diatas maka poros spline input tersebut aman untuk
dipakai karena tegangan geser yang terjadi # % lebih kecil sama dengan dari
tegangan geser i@in # a %
M a
1,&2 KgBmm
2
M 9,77 KgBmm
2
4 .1.3. PE'HITUN(AN $PLINE PADA P&'&$ &UTPUT
*i ketahui : *aya # P
out
% D 9.;99 k=
Putaran # n
out
% D 1;:8 rpm
Torsi # T
out
% D 8&8?,8?: Kg.mm
Pada perencanaan spline ini terdapat ketentuan!ketentuan antara lain sebagai
berikut:
*s
out
D *imeter "pline Output
hs
out
D Tinggi "pline Output D ?,?>8 *s
ds
out
D *iameter poros Output D ?,;1? *s
)s
out
D /ebar gigi spline output D ?.189 *s
D!a%eter $+l!ne 1Ds
out
2
ds
out
D ?,;1? *s
out

*s
out
D
;1? , ?
d
D
mm
mm
;1? , ?
22
D 2:,19 mm
Le,ar $+l!ne 1<s
out
2
)s
out
D ?.189 H *s
out
D ?,189 H 2:,19 mm
D 7,2&9 mm
T!ngg! $+l!ne 1 hs
out
2
hs
out
D ?,?>8 H *s
out

D ?,?>8 H 2:,19 mm
D 2,8; mm
28
Panjang Alur $+l!ne &ut+ut 1Ls
out
2 =untuk +oros +ejal>.
/s
out
D
2
&
out
ds
1e
dimana : *e D *iameter e(ekti(
*e D mm
ds 1s
out out
2
+

D
mm
2
22 19 , 2: +
D 27,8; mm
/s
out
D
2
&
out
ds
1e
D
mm
mm
2
&
22
8; , 27
D &?,9;1 mm
)u%lah (!g! $+l!ne &ut+ut 1 ?s
out
2

'ntuk jumlah gigi spline output D jumlah gigi spline input, yaitu 1? gigi
Pe%er!ksaan 7ekuatan Poros $+l!ne &ut+ut
*iketahui : *iameter "pline Output # *s
out
% D 2:,19 mm
Torsi $nput # T
out
% D8&8?,8?:kg.mm
Pemeriksaan Tegangan -eser $@in
,ahan poros dipilih dari bahan baja karbon "78A kontruksi mesin 1)I$ (
4#512 an kekuatan tarik yaitu #6 7g8%%
2
dengan tegangan geser yang di i@inkan
dapat dirumuskan sebagai berikut :
2 1xSf Sf
B
a

=
# KgBmm
2
%
*imana : a 0Tegangan geser yang dii@inkan #KgBmm
2
%
, D Tegangan patah i@in poros 9? KgBmm
2
"(1 D 2aktor keamanan untuk pengaruh massa untuk bahan "A #baja
karbon%, maka diambil 9 sesuai dengan standart A"J
"(2 D 2aktor keamanan untuk bentuk poros, dimana harga ini sebesar 1,&!
&,?. aka diambil 1,8 sesuai standart A"J
aka :
2 1xSf Sf
B
a

=
29
D
8 , 1 9
B 9?
2
x
mm &g
0 9,77 &g+mm
#
Tegangan -eser 3ang Terjadi

=
&
1 , 8
out
out
1s
"


D 8,1
2
&
B
19 , 2:
8?: , 8&8?
mm &g

D 1,&9 &g+mm
#
,erdasarkan perhitungan diatas maka poros spline output tersebut aman untuk
dipakai karena tegangan geser yang terjadi # % lebih kecil sama dengan dari
tegangan geser i@in # a %
M a
?,19 KgBmm
2
M 9,77 KgBmm
2
4.2 NAA;
Terkadang ukuran spline dan naa( disamakan dalam suatu rancangan, namun
dalam kondisi yang sebenarnya terdapat perbedaan ukuran yang sangat kecil antara
spline dan naa(. =alaupun perbedaannya adalah kecil tetapi dapat menjadi sangat
berpengaruh apabila mesin tersebut memerlukan ketelitian yang tinggi atau bekerja
pada putaran tinggi. Oleh karena pertimbangan kemungkinan putaran mesin yang
tinggi, maka ukuran naa( akan dihitung sendiri berdasarkan pada ukuran spline
"esuai dengan spesi(ikasi spline yang telah direncanakan, maka data ukuran naa(
adalah diambil dari tabel 2.7
h D ?,?>8 *
) D ?,189 *
d D ?,;1? *
2:
-ambar 7.& naa(
4.2.1 PE'EN.ANAAN NAA; INPUT
Le,ar g!g! naa/ !n+ut
) D
3
) 3 1
input
. .

dimana . * D diameter spline input
N D jumlah gigi pada spline
= D lebar gigi spline input
D
1?
9>9 , 2 . 1? 2;& , 1: . 17 . &
D 2,:& mm
D!a%eter luar naa/ !n+ut
*engan memasukkan harga = maka
* D
189 , ?
)
D
189 , ?
:& , 2
D 1:,8 mm
T!ngg! naa/ !n+ut
h D ?,?>8 * D ?,?>8 . 1:,8 D 1,99 mm
Panjang naa/ In+ut
/ D
>1; , :
1:8 , 17
8 , 1:
&
&
2
&
= =
d
1
mm
D!a%eter ala% naa/ !n+ut
d D ?,;1? * D ?,;1? . 1:,8 D 17,1:8 mm
4.2.2 PE'EN.ANAAN NAA; &UTPUT
Le,ar g!g! naa/ out+ut
) D
3
) 3 1
output
. .

2;
dimana . * D diameter spline output
N D jumlah gigi pada spline
= D lebar gigi spline output
D
1?
2&9 , 7 . 1? 19 , 2: . 17 . &
D 7,2>2 mm
D!a%eter luar naa/ out+ut
*engan memasukkan harga = maka
* D
189 , ?
)
D
189 , ?
2>2 , 7
D 2:,81& mm
T!ngg! naa/ out+ut
h D ?,?>8 * D ?,?>8 . 2:,81& D 2,91& mm
Panjang naa/ out+ut
/ D
>&9 , 71
2;8 , 22
81& , 2:
2
&
2
&
= =
d
1
mm
D!a%eter ala% naa/ out+ut
d D ?,;1? * D ?,;1? . 2:,81& D 22,2;8 mm
4 .2.3 PEME'I7$AAN 7E7UATAN NAA; INPUT
.aa( adalah tempat kedudukan poros spline. 3ang ber(ungsi untuk
menerusankan daya dari poros spline ke roda gigi. .aa( terlihat pada gambar &.&.
*irencanankan adalah sebagai berikut :
2>
-ambar 7.& .aa(
Table &.1 .ilai Konstanta ,ahan # A %
,ahan B # KgBcm2 % A # KgBcm2 %
,esi tuang ,t 1;
,esi tuang ,t 29
,esi tuang ,t 82
,aja "t &7
,aja "t 72
,aja "t 8?
,aja "t 9?
,aja "t :?
&8? E 78?
88? E 98?
:?? E 1???
:?? E >??
;?? E >8?
;8? E 11??
>8? E 12??
12?? E 17??
28
&8
&8 E 98
88
98
:?
;8
1??
Pada perancangan naa( ini diambil data E data dari tebel &.1 yaitu Tabel .ilai
Konstanta ,ahan. "ebagai berikut:
,ahan : ,esi tuang ,t 82
Kekuatan tarik # B , % : :?? E 1??? KgBcm2 D :? E 1?? KgBmm2
,ahan na( dari bahan besi tuang ,t 82 dengan kekuatan tarik # B % D :?E1??
KgBmm2, #di ambil 1?? KgBmm2% sehingga tegangan geser i@in #Og% pada naa( adalah:
Og D
2 1xSf Sf
B
*imana : "(1 D 9
"(2 D 2,1
aka : Og D
2 1xSf Sf
B
D
1 , 2 9
B 1??
2
x
mm &g
D :,>& KgBmm
2
Pada naa( ini juga perlu dilakukan pemeriksaan E pemeriksaan untuk menguji
naa( tersebut, pemeriksaan yang dilakukan sebagai berikut :
Pe%er!ksaan tegangan geser 1 a2 -ang terja! naa/ !n+ut
&?
a D
in in
in
x4n )
5b
P 2b D 2s
*imana : 2b
in
D 2s
in
D gaya pada naa( Q spline
=
in
D lebar spline dan naa(
/n
in
D panjang naa(
-aya yang bekerja pada jari!jari naa( rata!rata #2b
in
%
2b
in
D

+
=
2
in in
in
ds 1s
"
rm
"
D
mm
mm &g

+
2
, 17 2;& , 1:
B 92: , 1&&:
D ;8,82 Kg
-aya yang bekerja pada setiap spline #2s
in
D 2b
in
%
2s
in
D
in
in
3
5b
N
in
D 4umlah spline input D 1? buah
D
1?
82 , ;8 &g
D ;.882 Kg
aka pemeriksaan tegangan yang terjadi pada spline atau naa( sebagai berikut :
a
in
D
in in
in
x4n )
5b
D
mm mmx
&g
822 , 1> 9>9 , 2
82 , ;8
D 1,92 KgBmm
2
Pemeriksaan tegangan tumbuk pada naa( input # c
in
%
c
in
D
in
in
6c
5b
*imana Ac
in
D hs
in
H /s
in
D 1,99mm H 29,9:mm
D77,2:2mm
2
D
2
2:2 , 77
82 , ;8
mm
&g
D /uas yang mengalami tumbukan
D 1,>& KgBmm
enurut analisa perhitungan yang telah dilakukan maka naa( ini aman
digunakan karena tegangan!tegangan yang terjadi tidak ada yang melebihi tegangan
geser i@in.
&1
4 .2.4 PEME'I7$AAN 7E7UATAN NAA; &UTPUT
Pada perancangan naa( ini diambil data E data dari tebel &.& yaitu Tabel .ilai
Konstanta ,ahan. "ebagai berikut:
,ahan : ,esi tuang ,t 82
Kekuatan tarik # , % : :?? E 1??? KgBcm
2
D :? E 1?? KgBmm
2
,ahan na( dari bahan besi tuang ,t 82 dengan kekuatan tarik #,% D :?E1??
KgBmm
2
, #di ambil 1?? KgBmm
2
% sehingga tegangan geser ijin #g% pada naa( adalah:
g D
2 1xSf Sf
B
*imana : "(1 D 9
"(2 D 2,1
aka : g D
2 1xSf Sf
B
D
1 , 2 9
B 1??
2
x
mm &g
D :,>& KgBmm
2
Pada naa( ini juga perlu dilakukan pemeriksaan E pemeriksaan untuk menguji
naa( tersebut, pemeriksaan yang dilakukan sebagai berikut :
Pe%er!ksaan tegangan geser 1 a2 -ang terja! naa/ out+ut
a
out
D
out out
out
x4n )
5b
P 2b
out
D 2s
out
*imana : 2b
out
D 2s
out
D gaya pada naa( Q spline output
=
out
D lebar spline dan naa( out
/n
out
D panjang naa( out
-aya yang bekerja pada jari!jari naa( rata!rata #2b
out
%
2b
out
D

+
=
2
out out
out
ds 1s
"
rm
"
D
mm
mm &g

+
2
22 81& . 2:
B 8?: , 8&8?
D 219,12 Kg
-aya yang bekerja pada setiap spline #2s
out
D 2b
out
%
2s
out
D
out
out
3
5b
N
out
D 4umlah spline output D 1? buah
&2
D
1?
12 , 219 &g
D 21,912Kg
aka pemeriksaan tegangan yang terjadi pada spline atau naa( out sebagai berikut :
a
out
D
out out
out
x4n )
5b
D
mm mmx
&g
9;1 , &? 2&9 , 7
912 , 21
D ?,199 KgBmm
2
Pemeriksaan tegangan tumbuk pada naa( output # c
out
%
c
out
D
out
out
6c
5b
*imana Ac
out
D hs
out
H /s
out
D 2,91&mm H 71,>&9mm
D1?>,8mm
2
D
2
8 , 1?>
12 , 219
mm
&g
D /uas yang mengalami tumbukan
D 1,>: KgBmm
enurut analisa perhitungan yang telah dilakukan maka naa( ini aman
digunakan karena tegangan tegangan!tegangan yang terjadi tidak ada yang melebihi
tegangan geser i@in.
BAB :
PE'EN.ANAAN '&DA (I(I
#.1. Peren"anaan First Gear Dan .ounter sha/t
*alam pembuatan roda gigi terlihat banyaknya +ariasi roda gigi ini bertujuan
untuk mem+ariasikan kecepatan putar pada roda gigi. *engan demikian putaran dapat
di percepat ataupun diperlambat dengan perhitungan besarnya perbandingan diameter
roda gigi. Terlihat pada rangkaian roda gigi pada gambar di ba)ah ini.
&&
a
-ambar 8.1 Rangkaian roda gigi
'ntuk perencanaan roda gigi telah diperoleh data!data sebagai berikut:
*aya # P % D 9,;99 k=
Putaran # n % D :8?? 1pm
2irst gear adalah roda gigi penggerak. Pada perencanaan ini disebut roda gigi 1
pada pemakaiannya. Adapun perhitungan dari roda gigi ini adalah sebagai berikut :
Table 5.1. Konstanta Bahan ( C )
Bahan B 1 7g8"%
2
2 .1 7g8"%
2
2
,esi tuang ,t 1;
,esi tuang ,t 29
,esi tuang ,t 82
,aja "t &7
,aja "t 72
,aja "t 8?
,aja "t 9?
&8? E 78?
88? E 98?
:?? E 1???
:?? E >??
;?? E >8?
;8? E 11??
>8? E 12??
28
&8
&8 E 98
88
98
:?
;8
&7
,aja "t :? 12?? E 17?? 1??
Table 5.2. Faktor pemasangan ( )
.ara Pe%asangan
*engan kolager dst
Pemasangan teliti
Pemasangan biasa
"ampai &?
"ampai 28
"ampai 18
Table 5.. !"mlah Gigi #en"r"t $ormalisasi $%5
17 7?
18 78
19 8?
1: 88
1; 9?
1> 98
2? :?
22 :8
27 ;?
28 >?
29 1??
2; 11?
&? 12?
&2 12:
&8 17?
&9 19?
4umlah gigi, @ D 2? diambil dari tabel 8.&
D 18 #Pemasangan biasa%
c D konstanta bahan baja "t 8?, A D :? kgBcm
2
"ehingga :

&
1
7891;
xn x%x3
xP
m

=
&
2
:8?? 2? B :? 18
2 , > 7891;
Rpm x x cm &g x
7p x
=
D?,1&; cm D 1,&; mm
,esar modul yang di gunakan D 1,8 di sesuaikan dengan harga modul
standart 4$" , 1:?1 E1>:& Pada seri!1
Table %.% &arga mo'"l stsn'art ( !() B 1*+1 , 1-* )
&8
$er! ke1 $er! ke2 $er! ke3 $er! ke1 $er! ke2 $er! ke3
?,1
?,2
?,&
?,7
?,8
?,9
?,;
1,?
1,28
1,8?
2,?
2,8
&,?
?,18
?,28
?,&8
?,78
?,88
?,:
?,:8
?,>
1,:8
2,28
2,:8
?,98
&,28
7
8
9
;
1?
12
19
2?
28
&2
7?
8?
&,8
7,8
8,8
:
>
11
17
1;
22
2;
&9
78
&,:8
9,8
&eterangan 8
1alam pemilihan utamakan seri ke . 9ika terpaksa baru kemudian ke seri # dan $
)u%lah g!g! 1?
2
2 "ounter sha/t +aa /!rst gear
1
2
2
1
:
:
n
n
=
maka @
2
D
2
1 1
.
n
: n
n
2
belum diketahui maka n
2
D
i
n
1
dimana i adalah perbandingan tranmisi
antara 1 E 8. pada (irst gear diambil 7.
n
2
D
7
:8??
D 1;:8 rpm, maka @
2
D
1;:8
2? . :8??
D ;? gigi
Le,ar g!g! 1,2
b D .
D 18 . 1,8 D 22,8 mm
)arak Bag! L!ngkar 1t2
t D R .
D &,17 . 1,8 D 7,:1 mm
T!ngg! g!g! 1 H 2
<D 2,28 .
D 2,28 . 1,8 D &,&:8 mm
&9
L!ngkaran kak! g!g! 1h2
h D ?,88 . t
D ?,88 . 7,:1 D 2,9 mm
D!a%eter l!ngkar jarak ,ag! 1 2
d
1
D . @
1
D 1,8 . 2? D &? mm
d
2
D . @
2
D 1,8 . ;? D 12? mm
D!a%eter l!ngkar ke+ala 1 k 2
dk
1
D d
1
S 2 .
D &? S 2 . 1,8
D && mm
dk
2
D d
2
S 2 .
D 12? S 2 . 1,8
D 12& mm
T!ngg! ke+ala 1 hk 2 Aenu%
hk D
D 1,8 mm
T!ngg! kak! 1 h/ 2 Denenu%
<( D 1,28 .
D 1,28 . 1,8 D 1,;:8 mm
D!a%eter l!ngkaran kak! 1 / 2
*(
1
D d
1
E 2 . h(
D &? E 2 . 1,;:8
D 29, 28 mm
*(
2
D d
2
E 2 . h(
D 12? E 2 . 1,;:8
D 119, 28 mm
#.2. Peren"anaan $e"on (ear Dan .ounter $ah/t
Pada perencanaan pinion 2 roda gigi sama juga dengan perhitungan roda gigi
penggerak pada pinion 2. *alam hal ini harga modul dan jumlah gigi ditentukan
terlebih dahulu.
*irencanakan jumlah gigi ke 2 #@% : 22 #diambil dari tabel 8.&%.
aka :
&:

&
2
:8?? 22 B :? 18
2 , > 7891;
Rpm x x cm &g x
7p x
=
D?,1&7 cm D 1,8 mm berdasarkan standart pada tabel 8.7
)u%lah g!g! 1?
2
2 "ounter sha/t +aa se"on gear
1
2
2
1
:
:
n
n
=
maka @
2
D
2
1 1
.
n
: n
n
2
belum diketahui maka n
2
D
i
n
1
dimana i adalah perbandingan tranmisi
antara 1 E 8. pada second gear diambil &.
n
2
D
&
:8??
D 28?? rpm, maka @
2
D
28??
2? . :8??
D 99 gigi
maka roda gigi @
2
D :? gigi diambil dari tabel 8.&
Le,ar g!g! 1,2
b D .
D 18 . 1,8 D 22,8 mm
)arak Bag! L!ngkar 1t2
t D R .
D &,17 . 1,8 D 7,:1 mm
T!ngg! g!g! 1 H 2
<D 2,28 .
D 2,28 . 1,8 D &,&:8 mm
L!ngkaran kak! g!g! 1 h 2
h D ?,88 . t
D ?,88 . 7,:1 D 2,9 mm
D!a%eter l!ngkar jarak ,ag! 1 2
d
1
D . @
1
D 1,8 . 22 D && mm
d
2
D . @
2
D 1,8 . :? D 1?8 mm
D!a%eter l!ngkar ke+ala 1 k 2
dk
1
D d
1
S 2 .
D && S 2 . 1,8
D &9 mm
dk
2
D d
2
S 2 .
&;
D 1?8 S 2 . 1,8
D 1?; mm
T!ngg! ke+ala 1 hk 2 Aenu%
hk D
D 1,8 mm
T!ngg! kak! 1 h/ 2 Denenu%
h( D 1,28 .
D 1,28 . 1,8 D 1,;:8 mm
D!a%eter l!ngkaran kak! 1 / 2
d(
1
D d
1
E 2 . h(
D && E 2 . 1,;:8
D 2>, 28 mm
d(
2
D d
2
E 2 . h(
D 1?8 E 2 . 1,;:8
D 1?1, 28 mm
#.3. Peren"anaan Th!r (ear Dan .ounter $ha/t
'ntuk mengetahui harga! harga dari roda gigi penggerak yang ke & harus
terlebih dahulu direncanakan B ditentukan parameternya yaitu modul dan jumlah gigi
yang akan dirancang.
*alam hal ini jumlah gigi #@% D 27 diambil dari tabel 8.&

&
2
:8?? 27 B :? 18
2 , > 7891;
Rpm x x cm &g x
7p x
=
D ?,1& cm D 1,8 mm berdasarkan standart pada tabel 8.7
)u%lah g!g! 1?
2
2 "ounter sha/t +aa se"on gear
1
2
2
1
:
:
n
n
=
maka @
2
D
2
1 1
.
n
: n
n
2
belum diketahui maka n
2
D
i
n
1
dimana i adalah perbandingan tranmisi
antara 1 E 8. pada second gear diambil 2.
&>
n
2
D
2
:8??
D &:8? rpm, maka @
2
D
&:8?
2? . :8??
D 7; gigi
maka roda gigi @
2
D 8? gigi diambil dari tabel 8.&
Le,ar g!g! 1,2
b D .
D 18 . 1,8 D 22,8 mm
)arak Bag! L!ngkar 1t2
t D R .
D &,17 . 1,8 D 7,:1 mm
T!ngg! g!g! 1 H 2
<D 2,28 .
D 2,28 . 1,8 D &,&:8 mm
L!ngkaran kak! g!g! 1 h 2
h D ?,88 . t
D ?,88 . 7,:1 D 2,9 mm
D!a%eter l!ngkar jarak ,ag! 1 2
d
1
D . @
1
D 1,8 . 27 D &9 mm
d
2
D . @
2
D 1,8 . 8? D :8 mm
D!a%eter l!ngkar ke+ala 1 k 2
dk
1
D d
1
S 2 .
D && S 2 . 1,8
D &> mm
dk
2
D d
2
S 2 .
D :8 S 2 . 1,8
D :; mm
T!ngg! ke+ala 1 hk 2 Aenu%
hk D
D 1,8 mm
T!ngg! kak! 1 h/ 2 Denenu%
h( D 1,28 .
D 1,28 . 1,8 D 1,;:8 mm
7?
D!a%eter l!ngkaran kak! 1 / 2
d(
1
D d
1
E 2 . h(
D &9 E 2 . 1,;:8
D &2, 28 mm
d(
2
D d
2
E 2 . h(
D :8 E 2 . 1,;:8
D :1, 28 mm
#.4.Peren"anaan Ukuran ;ourh (ear Dan .ounter
1oda gigi penggerak terakhir adalah pinion 7 dimana akan menggerakkan gigi
empat dan posisinya adalah top speed. *alam hal ini gigi dan harga modul juga
ditentukan terlebih dahulu. @ D 28 buah.

&
2
:8?? 28 B :? 18
2 , > 7891;
Rpm x x cm &g x
7p x
=
D?,1& cm D 1,8 mm berdasarkan standart pada tabel 8.7
)u%lah g!g! 1?
2
2 "ounter sha/t +aa se"on gear
1
2
2
1
:
:
n
n
=
maka @
2
D
2
1 1
.
n
: n
n
2
belum diketahui maka n
2
D
i
n
1
dimana i adalah perbandingan tranmisi
antara 1 E 8. pada second gear diambil
1,8.
n
2
D
8 , 1
:8??
D 8??? rpm, maka @
2
D
8???
28 . :8??
D &:,8 gigi
maka roda gigi @
2
D 7? gigi diambil dari tabel 8.&
71
Le,ar g!g! 1,2
b D .
D 18 . 1,8 D 22,8 mm
)arak Bag! L!ngkar 1t2
t D R .
D &,17 . 1,8 D 7,:1 mm
T!ngg! g!g! 1 H 2
<D 2,28 .
D 2,28 . 1,8 D &,&:8 mm
L!ngkaran kak! g!g! 1 h 2
h D ?,88 . t
D ?,88 . 7,:1 D 2,9 mm
D!a%eter l!ngkar jarak ,ag! 1 2
d
1
D . @
1
D 1,8 . 28 D &:,8 mm
d
2
D . @
2
D 1,8 . 7? D 9? mm
D!a%eter l!ngkar ke+ala 1 k 2
dk
1
D d
1
S 2 .
D &&:,8 S 2 . 1,8
D 7?,8 mm
dk
2
D d
2
S 2 .
D 9? S 2 . 1,8
D 9& mm
T!ngg! ke+ala 1 hk 2 Aenu%
hk D
D 1,8 mm
T!ngg! kak! 1 h/ 2 Denenu%
<( D 1,28 .
D 1,28 . 1,8 D 1,;:8 mm
D!a%eter l!ngkaran kak! 1 / 2
*(
1
D d
1
E 2 . h(
D &:,8 E 2 . 1,;:8
D &&, :8 mm
*(
2
D d
2
E 2 . h(
D 9? E 2 . 1,;:8
72
D89, 28 mm
BAB :I
BANTALAN
9.1. Pengert!an Bantalan
,antalan adalah elemen mesin yang menumpu poros berbeban, sehingga
putaran atau gerakan bolak!baliknya dapat berlangsung secara halus, aman, dan
panjang umur
7las!/!kas! Bantalan
,antalan dapat di klasi(ikasikan sebagai berikut :
1. Atas asar gerakan ,antalan terhaa+ +oros
a. Bantalan lun"ur@ pada bantalan ini terjadi gesekan luncur antara poros dan
bantalan karena permukaan poros ditumpu oleh permukaan bantalan dengan
perantara lapisa pelumas.
,. Bantalan gel!n!ng@ pada bantalan ini terjadi gesekan gelinding antara bagian
yang berputar dengan yang diam melalui elemen gelinding seprti bola
#peluru%, rol, atau rol jarum, dan rol bulat.
2. Atas asar ,e,an terhaa+ +oros
a. Bantalan ra!al@ arah beban yang di tumpu bantalan ini adalah tegak lurus
sumbu poros.
7&
,. Bantalan aks!al@ arah beban ini sejajar dengan sumbu poros.
". Bantalan gel!n!ng khusus@ bantalan ini dapat menumpu beban yang arahnya
sejajar dan tegak lurus sumbu poros.
,agian!bagian bantalan dapat dilihat pada gambar 9.1 di ba)ah ini:


<
-ambar 2.17. .ama bagian!bagian bantalan
www.bonesbearings.com/gap/maintenance.html
-ambar.9.1 Bantalan
Hal*Hal Pent!ng Dala% Peran"angan Bantalan 'a!al
*alam perancangan ini diambil bantalan radial karena, roda gigi yang di
gunakan adalah roda gigi lurus secara keseluruhan yang dalam hal ini nilai gaya aksial
2a dianggap tidak ada. "ebelumnya kita menentukan nilai eki+alen P #Kg%
P D C . 2r S 3 . 2a
*imana :P D -aya eki+alen #Kg%
C D 2aktor 1adial
3 D 2aktor Aksial
2r D -aya 1adial
2a D -aya Aksial
2
1
"
5r =
*imana : T D Torsi * D *iameter luar bantalan
,eban dinamis spesi(ik #A% yang tejadi :
fn
fh
P % =
*imana : (h D /i(e (actor
(n D "peed (actor
77
&
1
8??

=
4h
fh
*imana : /h yaitu umur nominal bantalan bola
&
1
& , &&

=
n
fn
*imana : n D Putaran
78
9.2. PE'EN.ANAAN BANTALAN 1 BEA'IN( 2
,antalan yaitu elemen mesin yang menumpu poros berbeban sehingga putaran
atau gerak bolak!balik dapat berputar secara halus, aman dan tahan lama. ,antalan
harus kokoh untuk memungkinkan poros serta elemen mesin lainnya bekerja dengan
baik. 4ika bantalan tidak ber(ungsi dengan baik, maka prestasi seluruh mesin akan
menurun atau tidak bekerja dengan baik. Terlihat gambar bagian!bagian bantalan
radial pada gambar #a% dan bantalan radial utuh pada gambar #b%.

a b
-ambar 9.2 Bantalan radial
*alam perancangan bantalan ini terdapat dua jenis bantalan yaitu, bantalan
pada poros in put dan pada poros out put
-aya yang menekan bantalan adalah gaya yang bekerja pada roda gigi yang
saling berhubungan, dan dalam perancangan ini di gunakan jenis bantalan radial
Table ..1/k"ran bantalan
.omor bantalan 'kuran luar#mm% Kapasitas
nominal
dinamis
spesi(ik
A#Kg%
Kapasitas
nominal
statis
spesi(ik A
?
#Kg%
4enis
terbuka
*ua sekat
*ua sekat
tanpa
kontak
d 1 B r
9???
9??1
9??2
.++0
9??7
9??1NN
?2NN
.++11
?7NN
9??100
?200
.++22
?700
1?
12
18
1*
2?
29
2;
&2
5
72
;
;
>
1+
12
?,8
?,8
?,8
+35
1
&9?
7??
77?
%*+
:&8
1>9
22>
29&
2-.
798
79
.++50
9??9
9??:
9??;
9??>
9?1?
+511
9??9NN
?:NN
?;NN
9??>NN
1?NN
+522
9??900
?:00
?;00
9??>00
1?00
25
&?
&8
7?
78
8?
%*
88
92
9;
:8
;?
12
1&
17
18
19
19
1
1,8
1,8
1,8
1,8
1,8
*-+
1?&?
128?
1&1?
197?
1:1?
5+
:7?
>18
1?1?
1&2?
17&?
92??
92?1
92?2
92?&
92?7
92?8
92?9
92?:
92?;
92?>
921?
92??NN
?1NN
?2NN
92?&NN
?7NN
?8NN
92?9NN
?:NN
?;NN
92?>NN
1?NN
92??00
?10
?200
92?&00
?700
?800
92?900
?:00
?;00
92?>00
1?00
1?
12
18
1:
2?
28
&?
&8
7?
78
8?
&?
&2
&8
7?
7:
82
92
:2
;?
;8
>?
>
1?
11
12
17
18
19
1:
1;
1>
2?
1
1
1
1
1,8
1,8
1,8
2
2
2
2
7??
8&8
9??
:8?
1???
11??
18&?
2?1?
2&;?
28:?
2:8?
2&9
&?8
&9?
79?
9&8
:&?
1?8?
17&?
198?
1;;?
21??
9&??
9&?1
9&?2
9&?&
9&?7
9&?8
9&?9
9&?:
9&?;
9&?>
9&1?
9&??NN
?1NN
?2NN
9&?&NN
?7NN
?8NN
9&?9NN
?:NN
?;NN
9&?>NN
1?NN
9&??00
?100
?200
9&?&00
?700
?800
9&?900
?:00
?;00
9&?>00
1?00
1?
12
18
1:
2?
28
&?
&8
7?
78
8?
&8
&:
72
7:
82
92
:2
;?
>?
1??
11?
11
12
1&
17
18
1:
1>
2?
2&
28
2:
1
1,8
1,8
1,8
2
2
2
2,8
2,8
2,8
&
9&8
:9?
;>8
1?:?
128?
191?
2?>?
292?
&2??
718?
7;8?
&98
78?
878
99?
:;8
1?;?
177?
1;7?
2&??
&1??
&98?
; 6ngka <ang bercetak tebal. miring. dan bergaris bawah adalah bantalan <ang
diambil pada perancangan ini
aka di peroleh bantalan poros input :
*iameter poros #ds% 19,1 mm
*iameter dalam bantalan #d% 1: mm
/ebar bantalan #,% 1? mm
*iameter luar bantalan #*% &8 mm
Kapasitas nominal dinamis spesi(ik #A% 7:? Kg
Kapasitas nominal statis #A
?
% 2>9 Kg
.omor bantalan 9??&
7:
*alam rancangan bantalan poros intput ini yang di gunakan adalah bantalan
radial, dimana gaya aksial 2a D ?. Pada bantalan ini gaya eki+alen #P% yang bekerja
adalah
P 0 A B ;r C D B ;a
*imana : C D 2aktor radial D ?,89 #untuk baris tunggal% dari table 8.2
3 D 2aktor aHial D 1,? dari table 8.2
T 2r D *aya radial
2a D -aya aksial D ?
Tabel ..2 4aktor54aktor 23 63 7 'an 6
+3
7
+
4enis bantalan
,eban
Putar
Pada
Aincin
dalam
,eban
Putar
Pada
Aincin
luar
,aris
Tunggal
,aris -anda
e
,aris
Tunggal
,aris
-anda
5a+=5r>e 5a+=5r? e 5a+=5r>e
= @ A @ A @ A @, A, @, A,
,antal
an
Alur
*alam
5a+%, 2 ?,?17
D ?,?2;
D ?,?89
D ?,?;7
D ?,11
D ?,1:
D ?,2;
D ?,72
D ?,89
1 1,2 ?,89
2,&?
1,1>
1,:1
1,88
1,78
1,&1
1,18
1,?7
1,??
1 ? ?,89
2,&?
1,>?
1,:1
1,88
1,78
1,&1
1,18
1,?7
1,??
?,1>
?,22
?,29
?,2;
?,&?
?,&7
?,&;
?,72
?,77
?,9 ?,8 ?,9 ?,8
,antal
an
,ola
"udut
D 2?
o
D 28
o
D &?
o
D &8
o
D 7?
o
1 1,2
?,7&
?.71
?,&>
?,&:
?,&8
1,??
?,;:
?,:9
?,99
?,8:
1
1,?>
?,>2
?,:;
?,99
?,88
?,:?
?,9:
?,9&
?,9?
?,8:
1,9&
1,71
1,27
1,?:
?,>&
?,8:
?,9;
?,;?
?,>8
1,17
?,8
?,72
?,&;
?,&&
?,2>
?,29
1
?,;7
?,:9
?,99
?,8;
?,82
'ntuk bantalan garis tunggal, bila 5
a
B =5r ? e. @ 2 1, A 2 ?
-aya radial
2
1
"
5r
in
=
*imana :T
in
D Torsi input D 1&&:,92: KgBmm
D
2
&8
. ; , 119;
mm
mm &g
* D *iameter luar bantalan
D :9,7& &g
7;
aka: P D #C H 2r% S #3 H 2a%
D #?,89 H :9, 7& Kg% S# 1 H ?%
D 7&,; Kg
Table ..Bantalan "nt"k permesinan serta "m"rn8a
'mur 4h
2actor beban fw
2???!7???#jam% 8???!18???#jam% 2????!&????#jam% 7????!9???? #jam%
Pemakian jarang
Pemakaian
sebentar!sebentar
#tidak terus!
menerus%
Pemakaian terus!
menerus
Pemakaian terus!
menerus dengan
keandalan tinggi
1!1,1
Kerja halus tanpa
tumbukan
Alat listrik
rumah
tangga,speda
Kon+eyor, mesin
pengangkat, li(t,
tangga jalan
Pompa, poros
transmisi,
separator, pengayak
, mesin perkakas ,
pres putar ,
separator
sentripugal ,
setri(us pemurni
gula ,motor listrik
9oros transmisi
"tama 8ang
memang peranan
penting motor5
motor listrik 8ang
penting
1,1!1,&
Kerja biasa esin pertanian
Otomobil, mesin
jahit
otor kecil, roda
meja, pemegang
pinyon, roda gigi
reduksi, kereta rel
Pompa penguras, rol
kalender, kips angin,
penggiling bola,
motor rel kereta
listrik
1,2!1,8 Kerja dengan
getaran atau
tumbukan
Alat!alat besar,
unit roda gigi
dengan getaran
besar
Penggetar,
penghancur
,eban dinamis spesi(k #A% yang terjadi adalah :
A D P
fn
fh
*imana : fh : /i(e (actor
fn : "peed (actor
li(e (actor # fh % adalah :
/h D umur nominal untuk bantalan bola. 3aitu 9???? jam#diambil
pemakaian sebentar!sebentar%. ,erdasarkan table 8.&
fh D
&
1
8??

4h
D >& , 7
8??
9????
&
1
=

"peed (ector # fh % adalah : n D putaran poros yaitu :8?? 1pm


fn D
&
1
& , &&

n

7>
D
&
1
:8??
& , &&

D ?,19
aka beban dinamis yang ditimbulkan yaitu :
A D
fn
fh
P.

D
&g &g 1&7>.8;;
19 , ?
>& , 7
. ; , 7& =
Perh!tungan Bantalan Paa Poros &ut+ut
,edasarkan hasil perhitungan poros input pada bab sebelumnya di peroleh
bantalan dengan spesi(ikasi dengan melihat table 8.1 yaitu table ukuran bantalan.
aka di peroleh bantalan poros output :
*iameter poros #ds% 2:,?; mm
*iameter dalam bantalan #d% 28 mm
/ebar bantalan #,% 12 mm
*iameter luar bantalan #*% 7: mm
Kapasitas nominal dinamis spesi(ik #A% :>? Kg
Kapasitas nominal statis #A
?
% 8&? Kg
.omor bantalan 9??8
*alam rancangan bantalan poros output ini yang di gunakan adalah bantalan
radial, dimana gaya aksial 2a D ?. Pada bantalan ini gaya eki+alen #P% yang bekerja
adalah
P 0 A . ;r C D . ;a
*imana : C D 2aktor radial D ?,89 #untuk baris tunggal%, dari table 8.2
3 D 2aktor aHial D 1,? . *ari table 8.2
T 2r D *aya radial
2a D -aya aksial D ?
-aya radial
2
1
"out
5r =
*imana :T
out
D Torsi output D 79:8,2 Kg.mm
5r D
2
7:
. 8?: , 8&8?
mm
mm &g
* D *iameter luar bantalan
D 22:,9> &g
8?
aka: P D #C .2r% S #3. 2a%
D #?,89 H 22:,9> Kg% S #1 H ?%
D 12;,8 Kg
,eban dinamis spesi(k #A% yang terjadi adalah :
A D P
fn
fh
*imana : fh : /i(e (actor
fn : "peed (actor
li(e (actor # fh % adalah :
/h D umur nominal untuk bantalan bola. 3aitu 9???? jam#diambil
pemakaian sebentar!sebentar%. ,erdasarkan table 8.1
fh D
&
1
8??

4h
D >& , 7
8??
9????
&
1
=

"peed (ector # fh % adalah : n


out
D putaran poros yaitu 1;:8 1pm
fn D
&
1
& , &&

out
n

D
&
1
1;:8
& , &&

D ?,291
aka beban dinamis yang ditimbulkan yaitu :
A D
fn
fh
P.

D
&g &g 2 , 272:
291 , ?
>& , 7
. 8 , 12; =
BAB :II
PE'HITUN(AN TEMPE'ATU'
81
Jlemen mesin antara poros dan bantalan antara roda gigi yang sedang
berputar dan saling bergesekan akan menimbulkan poros, panas tersebut menambah
temperatur bahan pada bagian ini dapat diketahui dengan menghitung luas penampang
dari roda gigi dan temperatur kerjanya.
Bg
Bg
t

=
2
9&2
..........................................#'mar "utrisno hal.12?%
*imana:
Ut D penambahan temperatur #VA%
.g D dap gesek #p%
Ug D luas bidang #dimana panas dikeluarkan #m
2
%%
W D (aktor pemindahan yang besarnya tergantung dari kecepatan rata!rata
#K.calBcm VA%.
*aya gerak ini merupakan momen torsi yang timbul akibat putaran
roda gigi yang besarnya:
:8
.n Ct
Bg =
......................................#'mar "utrisno, hal.12;%
*imana: n D putaran
D momen torsi pada roda gigi
E.1. Luas +ena%+ang ,!ang gesek +aa %es!n sha/t /!rst gear.
% 1 1 1 2 # % #
7
2 2
: t b dsi 1o gl + =

*imana:
*o D diameter luas roda gigi D && mm
dsi D diameter poros penggerak D 17 mm
b1 D lebar gigi D 22,8 mm
N1 D jumlah gigi D 2? buah
t1 D tinggi gigi D &,&:8 mm
aka:
% 2? &:8 , & 8 , 22 2 # % 17 && #
7
1
2 2
+ =

g

82

8 , &?&: % 1>9 1?;> #
7
17 , &
+ =
D &:&;.8?8 mm
2
1adius bidang geser
m mm
1a 1o
Rm
?188 , ? 8 , 18
7
28 , 2> &&
7
= =
+
=
+
=
*aya gesek yang terjadi
.g D
:8
9? B B Rm 5b 5k
D ?,??: dk
Kecepatan rata!rata #0%
01 D
9?
2 Rm n
D
9?
% ;188 , ? %# ;??? %# 17 , & # 2
D 12,>; mBs
Tabel :.1. Kecepatan dan 2aktor Pemindahan dari kecepatan rata!rata
0#mBs% W #k.AalBm
2
XA%
?
8
1?
18
2?
28
&?
7?
8?
7,8
27
79
8:
92
:2
>?
1?2
12?
aka harga W dengan interpolasi:
=

1? 18
>; , 12 18
79 8:
8:

x
2;8!8H D 22,22
8&
11
8:
8
?2 , 2 x
=
8H D 292,:;
H D
8
:; , 292
H #W% D 82,889 k.kaBm
2
VA
E.2. Luas +ena%+ang "ounter sha/t /!rst gear
Ugc1D
% 1 1 1 2 # % #
7
2 2
: t b ds 1d + +


D
&? &:8 , & ;> , 12 2 # % 12 28 , 71 #
7
2 2
+ x

%
D &1;2,88 mm
2
D &1,;2 cm
2
/uas penampang total yang bergerak
U total D Ug1 S Ugc1
D 2?,78 S &1,;2
U total D 82,2: cm
2
D 82,2: . 1?
7
m
2
aka temperature akibat gaya gesek yang terjadi
Ut D
% 889 , 82 %# 1? 8: , 82 #
?1: , ? 9&2
7


D
1? , 2:7:
1? ::7 , 1?
7

D &>,11VA
Temperatur yang dii@inkan pada metal o( sur(ace (riction antara kerja baja
yaitu:
&??VA #elemen bengunan mesin.....hal.21?%
Tk i:in D Tk1
&??V Y 9:,11VA. aka pasangan roda gigi yang dapat dipergunakan.
/uas penampang bidang gesek main sha(t second gear
Ug2 D
% 2 2 2 2 # % #
7
2 2
: t b ds 1d +

D
21 &:8 , & 12 2 # % ;9 , 1& 8 , &7 #
7
2 8
+

D
% 1:?1 # % ?> , 1>2 28 , 11;? #
7
+

Ug2 D 2;7; mm
2
D 27,;7 cm
2
1adius bidang gesek
87
1m
2
D
7
1o 1d +
D
7
:8 , 2: 8 , &7 +
D 18,89 mm
D ?,?1889 m
*aya gesek yang terjadi
.g D
:8
9? B n Rm 5b 5k
D
:8
9? B ;??? ?1889 , ? ?8 , &7 ?2 , ?
D ?,?1; dk
Kecepatan rata!rata
0
2
D
9?
2 Rm n
D
9?
?1889 , ? ;??? 2
D 1&,?& mBs
"ehingga harga W adalah :
79 8:
8:
1? 18
?& , 1& 18

x
2;8 E 8H D 21,9:
8H D 29&,&&
C#H% D 82,99 k.kalBm
2
VA
E.3. Luas +ena%+ang "ounter sha/t se"o gear
% 2 2 # % #
7
2 2 2
:c t b ds 1d gc + + =

D
72 &:8 , & 12 2 %# ;9 , 1& 28 , 8> #
7
2 2

D
&7?2 % ?> , 1>2 89 , &81? #
7
+

D 8:27,&> mm
2
D 8:,27 cm
2
aka :
/uas penampang total,
U total D Ug2 S Ugc
2
88
D 27,;7 S 8:,27
D ;2,?; cm
2

aka temperature akibat gaya gesek yang terjadi
Z t D
g
Bg
.
. 9&2


D
7
1? ?; , ;2 99 , 82
?1; . ? 9&2


D
&& , 7&22
1? &:9 , 11
7

D 29,&1VA
Temperatur kerja #Tk%
Tk2 D t
o
S Z@
T
o
D 2;
o
A
Tk2 D 2;
o
A S 29,&1
o
A
D 87,&1;
o
A
Temperatur yang dii@inkan metal o( sur(ace antara kerja baja yaitu &??Bc
Tki@in Y Tk2
&??
o
A D 87,&1;
o
A,Pasangan roda gigi ini dapat dipergunakan.
E.4. Luas +ena%+ang +aa %a!n sah/t th!r gear
Zg& D
% 2 # % #
7
& 2 &
2 2
: t b ds 1d + + +

D
% & , 2 &:8 , & 12 2 %# ;9 , 1& 8 , &: #
7
2 2

D
1;9& % ?> , 1>2 28 , 17?9 #
7
+

D 2;19,11 mm
2
D 2;,19 cm
2
1adius bidang gesek
1m
&
D
7
1o 1d +
D
7
88 , &? 8 , &: +
89
D 1:,?9 D ?,?1:?9 m
Kecepatan rata!rata #+%
0
&
D
9?
2 n Rm
D
9?
;??? ?1:?9 , ? % 17 , & # 2
D 17,2> mBs
aka harga W adalah :

79 8:
8:
1? 18
2> , 17 18

x
2;8!8H D :,;1
8H D 2::,1>
C#H% D 88,7&; k.kalBm
o
A
E.#. Luas +ena%+ang "onter sha/t th!r gear
Zgc
&
D
79 &:8 , & 12 2 %# ;9 , 1& 28 , 98 #
7
2 2

D 9>1:,&> mm
2
D 9>,1: cm
2
aka luas penempang total :
Z total D Zg
&
S Zgc
&
D 2;,19 S 9>,1:
D >:,&& cm
2
D >:,&&.1?
!7
cm
2
Temperatur akibat gaya gesek
U@ D

g
Bg 9&2

D
7&; , 88 1? && , >:
?1;> , ? 9&2
8

D
:; , 8&>8
1? >77; , 11
7

D 22,1&
o
A
Temperatur kerja #Tk%
8:
Tk D to S *t
to D 2;
o
A #diambil%
Tk
&
D 2; S 22,1&
D 8?,1&
o
A
Temperatur yang dii@inkan pada metal sur(ace baja adalah &??
o
A,maka:
Tk i@in D Tk
&
&??
o
A Y 8?,1&
o
A,maka pasangan roda gigi dapat dipergunakan.
E.#. Luas +ana%+ang %a!n sha/t /ourth gear
Ug
7
D
7 7 7 2 # % 2 #
7
2 2
: t b ds 1d + + +


D
% 28 &:8 , & 12 2 %# ;9 , 1& 78 , 7? #
7
2 2

D &192,1> mm
2
D &1,92 cm
2

1adius bidang gesek
1m
7
D
1 1d +
D
7
:8 , && 7? +
D 1;,89 mm D ?,?1;89 m
*aya gesek yang terjadi
.g D
:8
9? B ;??? ?1;89 , ? 8? , 2; ?2 , ?
D ?,?1;; dk
Kecepatan rata!rata #+%
0
7
D
9?
2
mn
R

D 18,87 mBs
8;
aka hanya W adalah :
&1?!8H D 22,&
8H D 2;:,:
H#W% D 8:,87 k.kalBm
2o
A
/uas penampang counter sha(t (ourth gear
Ugc
7
D
% 2 # % 2 #
7
7 7 7
2 2
:c t b ds 1d + + +

D
% 8? &:8 , & 12 2 %# ;9 , 1& 28 , :1 #
7
2 2

D
7?8? % ?> , 1>2 8 , 8?:9 #
7
+

D :;,;7 cm
2
aka luas penampang total :
U total D Ug
7
S Ugc
7
D &1,92 S :;,;7
D 11?,79 cm
2
D 11?,79.1?
!7
m
2
Temperatur akibat gaya gesek
Z@ D 87 , 8:
1? . 11?79
1;; , ? 9&2
7

@
D
9 , 9&88
1? . ;;19 , 11
7
D1;,9>VA
Temperatur kerja # Tk %
Tk
7
D t
o
S U@
t
o
D 2;XA #diambil %
Tk
7
D 2; S 1;,9>XA
D 79,9>XA
Temperatur yang dii@ini pada metal sur(ace baja adalah &??XA
8>
aka : Tk i@ini Y Tk
7
&??XA Y 79,9>XA
aka pasangan roda gigi ini dapat dipergunakan.
BAB :III
PELUMA$AN
Pelumasan ber(ungsi untuk mengurangi gesekan yang terjadi pada bidang
kontak terhadap keamanan serta menyerap panas yang timbul."istem pelumasan yang
baik serta pemakaian pelumasan yang tepat,menentukan agar suatu mesin berumur
panjang.'ntuk mendapatkan minyak pelumas yang tepat,maka besarnya temperatur
kerja diambil rata!rata yaitu:
aka untuk menentukan harga +iskositas #kekentalan% absolute minyak
pelumas dapat dihitung dengan:
Pt D "pesi(ik minyak pelumas
T D "pesi(ik pelumas pada temperatur 9? A
9?
aka #?,; E 1,2% ?,; diambil dalam menentukan spesi(ik minyak pelumas
tersebut.
4adi dapat dicari yaitu:
Pt D # ?,; E ?,???&8 % #0rata!rata!9?%
D # ?,; E ?,???&8 % #77,1: E 9? %
D 12,8 grBmm
D 1,28 grBcm
*engan harga +iscositas absolut minyak pelumas
aka :
0 D NB Pt.................
*imana :
N D #?,22 H 77,1: H 1;?B77,1:%
N D &>,9 Ap
aka, dapat dihitung 0 adalah :
0 D &>,9 B 1,28
D &1,9; Ap
Oleh karena itu hasik yang didapat dari perhitungan diatas adalah :
*imana : 0 D &1,9; Ap
T D 82,; A
aka dari data diatas dapat disimpulkan dalam penggunaan pelumasan yang akan
dipakai pada kontruksi mesin sepeda motor adalah ulti grade "AJ 1?= ! 7?
91
BAB IA
PE'AFATAN
Jlemen!elemen mesin yang direncanakan untuk transmisi mesin akan
mengalami pembebanan sesuai dengan penggunaannya. "eiring dengan pembebanan
itu akan mempengaruhi umur dari suatu elemen mesin atau masa pakai dari mesin itu
sendiri.
Terkadang suatu peralatan tidak dapat dioperasikan sampai batas jam operasi
yang ditentukan oleh pabrik pembuat mesin itu sendiri, tetapi terkadang dapat juga
melebihi jam operasi dan peralatan mesin juga baik kondisinya. <al itulah yang
menjadikan kita mengambil suatu tindakan yaitu peralatan tepat yang harus digunakan
didalam bagian!bagian mesin.
92
*alam perencanaan roda gigi analisa yang dilakukan adalah berdasarkan
pembebanan!pembebanan yang terjadi erat hubungannya dengan pemakaian
kendaraan 5<O.*A "'P1A C 1286 ini.
<al ini dibuktikan dengan beban maksimum yang dapat diangkat oleh kendaraan ini.
4ika pada buku petunjuk pemakaian, kendaraan hanya diperbolehkan 2 orang saja,
petunjuk ini harus diteliti karena desain peralatan yang digunakan telah dirancang
untuk semaksimal mungkin.
Pada saat mengendarai sepeda motor, yang perlu diperhatikan adalah
pengaturan kecepatan pada saat pengoperasian transmisi kecepatan. Tidak dibenarkan
mengoper gigi pada saat putaran mesin masih tinggi, cara yang benar dalam
mengurangi putaran mesin dari poros engkol sejenak dengan bantuan kopling.
*alam hal ini kopling yang digunakan adalah kopling basah. *engan
diturunkannya tarikan mesin, maka secara otomatis kopling dalam pengoperasian gigi
akan terjadi hentakan atau benturan. "emakin sering hal ini dilakukan maka tidak
terutup kemungkinan gigi!gigi akan sompel B rusak.

Pelu%asan
"uatu hal yang perlu diperhatikan adalah pelumasan. *imana pelumasan
(ungsinya untuk mengurangi gesekan!gesekan antara dua bahan yang bersinggungan.
aka dengan adanya pelumasan akan mengurangi keausan dan sekaligus akan
menambah umur dari peralatan, dalam hal ini adalah roda gigi dan bantalan.
Pelumasan diperhitungkan dengan sekian jam operasi atau sekian ribu
kilometer, kemudian pelumas harus diganti dengan yang baru.
7e,ers!han
"uatu hal yang tidak boleh luput dari kita adalah kebersihan dari peralatan,
karena peralatan ini adalah paduan!paduan dari logam dan juga berhubungan
langsung dengan udara luar, yang mengakibatkan teroksidasinya peralatan!peralatan
tersebut dan akhirnya menimbulkan korosi pada komponen mesin.
,agian B komponen mesin yang harus diperhatikan kebersihannya yaitu :
a. "aringan udara, agar udara yang masuk ke slinder bebas dari kotoran!
kotoran, sehingga menghasilkan proses yang baik pada saat pembakaran. Oleh
karena itu saringan udara harus dibersihkan setiap 9??? km.
b. ,usi juga harus diperhatikan kebersihannya supaya terjadi proses
pembakaran yang baik.
9&
c. embersihkan sisa pembakaran yang terlihat pada slinder, penutup
blok dan permukaan atas piston dan saluran!saluran campuran bahan bakar setiap
&??? km.
BAB IA
7E$IMPULAN DAN $A'AN
G.1 7E$IMPULAN
*ari hasil analisa mulai dari bab $$ pada perencanaan roda gigi ini, maka dapat
disimpulkan data!data perencanaan sebuah roda gigi kendaraan roda dua <O.*A
"'P1A C 128 adalah sebagai berikut :
*aya : 9,;99 k=
Putaran : :8?? rpm
"peed : 7 kecepatan.
Pola pengoperasian : .!1!2!&!7!. #rotari%
97
1. Has!l +erh!tungan +oros.
,ahan poros baja karbon #4$" -78?1% " 78 A yang mempunyai tegangan tarik
#Tb D 8; kg B mm
2
%.
omen puntir input :1&&:,92: Kg.mm
omen puntir output : 8&8?,8?:
*iameter poros out put : 22 mm
*imeter poros in put : 17 mm
2. Has!l +erh!tungan s+l!ne !n+ut
Panjang alur spline #/% : 1>,822mm
/ebar spline #=% : 2,9>9 mm
Tinggi spline #h% : 1,91 mm
*imeter spline maksimum #*% :.1:,2;& mm
4umlah gigi #N% : 1?
3. Has!l +erh!tungan s+l!ne out+ut
Panjang alur spline #/% : 27,8; mm
/ebar spline #=% : 7,2&9 mm
Tinggi spline #h% : 2,8; mm
*imeter spline #*% :.2:,19 mm
4umlah gigi #N% : 1?
4. Has!l +erh!tungan naa/ !n+ut
Panjang naa( #/% : 29,9:2 mm
/ebar gigi naa( #=% : 2,:& mm
Tinggi naa( #h% : 1,99 mm
*iameter dalam naa( #d% :17,1:8mm
*imeter naa(#*% :1:,8 mm
4umlah gigi #N% : 1?
#. Has!l +erh!tungan naa/ out+ut
Panjang #/% : 71,>&9 mm
/ebar gigi #=% : 7,2>2 mm
Tinggi #h% : 2,91& mm
*iameter dalam : 22,2;8
98
*imeter #*% :.2:,19 mm
4umlah gigi #N% : 1?
9. ;!rst gear
*iameter puncak #*k% : && mm
Tinggi gigi #<% : &,&:8 mm
Tebal dasar gigi #h% : 2,9 mm
/ebar gigi #b% :.22,8 mm
dedendum #h(% : 1,;:8mm
addendum #hk% : 1,8 mm
odul #% : 1,8
4umlah gigi #Nl% : 2?
.ounter sha/t /!rst gear
*iameter puncak #*k% : 12& mm
dedendum #h(% : 1,;:8mm
addendum #hk% : 1,8 mm
4umlah gigi #N
2
% : ;?
E. $e"on gear
*iameter puncak #*k% : &9 mm
Tinggi gigi #<% : &,&:8 mm
/ebar gigi #b% : 22,8 mm
Tebal gigi #h% : 2,9 mm
dedendum #h(% : 1,;:8 mm
addendum #hk% : 1,8 mm
odul #% : 1,8
4umlah gigi #N% : 22
.ounter sha/t se"on gear
*iameter puncak #*p% : 1?; mm
dedendum #h(% : 1,;:8 mm
addendum #ha% : 1,8 mm
99
4umlah gigi #N% : :?
6. Th!r gear
*iameter puncak #*k% : &> mm
dedendum #h(% : 2.8 mm
addendum #hk% : 1,;:8 mm
4umlah gigi #N% : 27
odul #% : 1,8
Tinggi gigi #<% : &,&:8 mm
Tebal gigi #h% : 2,9 mm
/ebar gigi #b% : 22,8 mm
.ounter sha/t th!r gear
*iameter puncak #*k% : :; mm
dedendum #h(% : 1.;:8 mm
addendum #ha% : 1,8 mm
4umlah gigi #N% : 8?
G. ;ourth gear.
*iameter puncak #*k% : 8? mm
dedendum #h(% : 1.;:8 mm
addendum #hk% : 1,8 mm
4umlah gigi #N% : 28
odul #% : 21,8
Tinggi gigi #<% : &.&:8 mm
Tebal gigi #h% : 2,9 mm
/ebar gigi #b% : 22,8 mm
.ounter sha/t /ourth gear.
*iameter puncak #*k% : 9& mm
dedendum #h(% :.1,;:8 mm
addendum #hk% : 1,8 mm
4umlah gigi #N% : 7?
odul #% : 1,8
9:
15. Has!l +erh!tungan ,antalan
.omor bantalan : 9??&
*iameter dalam bantalan input #d% :.1:mm
*iameter luar bantalan input#*% : &8mm
Tebal bantalan #,% : 1?mm
*iameter dalam bantalan output : 2; mm
*iameter luar bantalan output : 7: mm
/ebar bantalan : 12 mm
Kapasitas dinamis spesi(ik #A% : :>?Kg
Kapasitas statis spesi(ik #Ao% : 8&?Kg
11. Pelu%asan.
Pelumasan yang dipakai : "AJ 1?= ! 7?
4enis pelumasan : ulti -rade
G.2 $A'AN
*alam sebuah kontruksi mesin khususnya roda gigi, terjadi gesekkan yang
mengakibatkan panas dan keausan, apabila ini tidak di perhatikan maka roda gigi akan
cepat rusak, )alaupun memakai bahan yang paling super sekalipun. 'ntuk
mengurangi terjadinya keausan dan panas dianjurkan untuk memakai oli sesuai
standard an dig anti secara berkala.


9;

Anda mungkin juga menyukai