Anda di halaman 1dari 25

SHORT CASE

Fracture Intertrochanter Femur Sinistra



Oleh:
Ishak Lewi Ndaumanu, S. Ked

Pembimbing:
dr. Romy Darmawangsa, Sp.OT., M.Kes

SMF BEDAH RSU. Prof. DR. W.Z.Johannes
Fakultas Kedokteran Universitas Nusa Cendana
2014

1
IDENTITAS
Nama : Tn. FR
Usia : 20 tahun
Jenis Kelamin : Laki-laki
Agama : Islam
Pekerjaan : Pelajar
Alamat : Soe

ANAMNESIS
Keluhan Utama
Jatuh tertabrak motor
Riwayat Penyakit Sekarang dan MOI
Pasien dibawa ke IGD oleh orang yang menemukan pasien terkapar
di jalan akibat tertabrak oleh sepeda motor. Pasien pingsan hingga
dibawa ke Rumah Sakit. Tidak diketahui riwayat muntah, sakit
kepala (+). Pemeriksaan di IGD : terdapat krepitasi di daerah sudut
mandibula,luka lecet di daerah perut dan bengkak serta deformitas
di paha kiri pasien.
PEMERIKSAAN FISIS
Pemeriksaan dilakukan pada 18 Mei 2014
Keadaan Umum : Tampak sakit ringan
Kesadaran : E4V5M6
Tanda Vital
TD : 120/80 mmHg
N : 76x/menit
RR : 18x/menit
T : 36.7
0
C
Kepala
Pupil : isokor, refleks cahaya +|+
Hidung : rhinorhea (-)
Telinga : otorhea (-)
Mulut : gerakan terbatas, terpasang wire di gigi geligi pasien, nyeri
tekan angulus mandibula (+)
Leher : pembesaran KGB (-)
DADA
Paru
Inspeksi : pengembangan dada simetris saat inspirasi
dan ekspirasi, tidak ada retraksi
Palpasi : vokal fremitus simetris +|+
Perkusi : sonor di seluruh lapangan paru
Auskultasi : suara napas vesikuler +|+, ronchii -|-, wheezing
-|-.
JANTUNG
Inspeksi : ictus cordis tidak terlihat
Palpasi : ictus cordis teraba di ICS 5 midclavicula sinistra
Perkusi :
Batas jantung kanan : ICS 2 ICS 4 parasternal dextra,
Batas jantung kiri : ICS 2 ICS 5 midclavicula sinistra,
Batas atas : ICS 2 parasternalis dextra dan sinistra
Auskultasi : S1-S2 tunggal, reguler, murmur (-), gallop (-)

ABDOMEN
Inspeksi : cembung, supel, jejas (-), scar (-)
Auskultasi : : Bising usus (+) kesan normal
Palpasi : tidak teraba massa, jejas (-), hepar & lien tidak teraba
membesar
Perkusi : timpani di semua kuadran abdomen
EXTREMITIES
Status Lokalis pada paha kiri
Look : tampak deformitas pada proximal paha kiri, bengkak (-),
kelainan kulit (-),
Feel : nyeri dengan perabaan, CRT normal, AVN distal baik
Movement : ROM tungkai kiri terbatas
ASSESMENT
Closed fracture Collum Femoris Sinistra
Fracture Angulus Mandibula
Cedera Kepala Sedang (E3V3M4-E4V5M6)
PEMERIKSAAN PENUNJANG
Pemeriksaan Penunjang
Darah Lengkap (19/05/2014)
WBC : 10,29 x 10
3
/UL
RBC : 4,25 x 10
6
/UL
PLT : 203 x 10
3
/UL
Hb : 11,4 g/dl

XRAY
PENATALAKSANAAN
Diet bebas
Imobilisasi
Pro ORIF
Ciprofloxacin 2x 500 mg tab
Asam Mefenamat 3x 500 mg tab
PEMBAHASAN
ANATOMI


Insidens terjadi pada umur 66-76 tahun, dimana rasio
perempuan terhadap laki-laki berkisar 2:1 hingga 8:1 hal ini
dihubungkan dengan perubahan metabolik tulang pasca
menopause. Pada usia yang lebih muda dihubungkan dengan
high energy trauma.
Mekanisme cedera pada fraktur intertrochanterica pada usia
muda umumnya disebabkan oleh cedera berat seperti pada
kecelakaan motor maupun jatuh dari tempat tinggi.
90 % kasus pada usia lanjut disebabkan karena jatuh yang
ringan. Hampir semua fraktur intertrochanterica disebabkan
karena cedera langsung pada area trochanterica mayor.
FRAKTUR INTERTROCHANTERICA
MENURUT EVANS

OPERATIVE

GOAL TERAPI
Tujuan penanganan fraktur
intertrochanter ialah untuk
mencapai reduksi stabil dan
fiksasi
KOMPLIKASI
Loss of fixation
Non union : Jarang, terjadi pada kurang dari 2% kasus terutama
pada kasus dengan fraktur tidak stabil.
Malrotasi

Terima Kasih