Anda di halaman 1dari 11

Resiko Perilaku Kekerasan Terhadap Orang Lain (00138)

Domain 11 :keamanan/Perlindungan
Kelas 3:Perilaku kekerasan
Definisi Beresiko melakukan perilaku , yakni individu menunjukan bahwa ia dapat
membahayakan orang lain secara fisik,emosional,dan/Seksual

Faktor Resiko
Ketersediaan senjata
Bahasa tubuh (mis,sikap tubuh
kaku/rigid ,mengepalkan jari tangan
dan rahang
terkunci,Hiperaktifitas,Denyut jantung
cepat,napas terengah engah,cara
berdiri mengancam)
Kerusakan kognitif (mis,ketundayan
belajar,gangguan deficit,gangguan
penurunan fungsi intelektual)
Kejam pada hewan
Menyalakn api
Riwayat penganiyaan pada masa anak2
Riwayat melakukan kekerasan
tidaklangsung(mis,merobek yang
tergantungdi dinding,mencoret coret
di dinding,berkemih di lantai,denfekasi
di lanatai,mengetuk ngetuk
kaki,temper tantum,berlarian di
koridor,berteriak,melempar
objek,membanting
pintu,agresif,seksual)
Ide bunuh diri
Rencana bunuh diri
Petunjuk verbal (miss bicara tentang
kematian)
Riwayat penyalagunaan zat
Riwayat ancaman
kekerasan(Mis,ancaman verbal
terhadap seseorang,ancaman
social,mengeluarkan sumpah
serapah,Membuat catatan/Surat
ancaman,sikap tubuh
mengancam,ancaman seksual)
Riwayat menyaksikan prilaku
kekerasan dalamkeluarga
Riwayat prilaku kekerasan terhadap
orang lain(mis,memukul
seseorang,menendang
seseorang,meludahi
seseorang,mencakar
seseorang,melemparobjekpada
seseorang,menggit
seseorang,percobaan
perkosaan,pelecehan
seksual,mengencingi/membuang
kotoran pada seseorang)


Mutilasi Diri (00151)
(2000)
Domain 11: Keamanan/perlindungan
Kelas 3: Perilaku kekerasan
Definisi: Perilakumencedrai diri yang di sengaja yang menyebabpkan kerusakan jaringan dengan
maksud menyebabpkan kerusakan jaringan dengan maksud menyebapkan cedera yang tidak
fatal untukmeringankan/meredakan tekanan
Batasan Karakteristik
Menggaruk garuk bagian tubuh
Menggigit bagian tubuh
Mengikat bagian tubuh
Membuat sayatan di tubuh
Memukul tubuh
Menelan zat berbahaya
Menghirup zat berbahaya
Memasukan objek kedalam lubang
tubuh
Mengorekngorekluka yang telah ada
Mencakar cakar bagian tubuh
Membakar tubuh sendiri
Memotong bagian tubuh


Faktor yang Berhubungan
Remaja
Individu autistic
Anak yang di aniyaya
Gangguan kepribadian border line
Gangguan karakter
Penyakit masa kanak kanak
Penganiyayaan seksual pada masa
kanak kanak
Pembedahan pada masa kanak kanak
Depersonalisasi
Individual yang mengalami
keterlambatan perkembangan
Disiosasi
Gangguan citra tubuh
Hubungan interpersonal yang
terganggu
Gangguan makan
Alkoholisme dalamkeluarga
Perceraian keluarga
Prilaku riwayat merusakdiri dalam
keluarga
Merasa terancam karena kehilangan
hubungan yang bermakna
Riwayat untuk
tidakmampumerencanakan solusi
Riwayat ketidakmampuan
untukmelihat konsekuensi jangka
panjang
Riwayat prilaku mencedrai diri
Impulsivitas
Ketidakmampuan menekspresikan
ketegangan secara verbal
Penahananpengekanangan
Teman sebaya melakukan mutilasi
DOrongan untuk menyayat diri sendiri
Dorongan untuk merusakdirin sendiri
yang tak tertahankan
Isolasi dari teman sebaya
Prilakulabil
Kurang kepercayaan keluarga
Tinggal di tatanan non tradisional(mis
keluarga asuh,kelompok,atau
perawatan institusi)
Harga diri rendah
Peningkatan tekanan
Kebutuhan akan peningkatan setres
yang cepat
Perasaan negative(mis,depresi
kebencian pada diri
sendiri,cemasterhadap perpisahan,rasa
bersalah)
Perfeksionis
Komunikasi yang buruk antara orang
tua dan remaja
Kondisipisokosis(mis,diperintahkan
halusinasi)
Krisis identitas seksual
Penyalahgunaan seksual
Citratubuh yang tidak stabil
Harga diri yang tidak stabil
Menggunakan manipulasiuntuk
mendapatkan hubungan yang
terpelihara dengan orang lain
Pilaku kekerasan di antara figure orang
tua
Koping tidakefektif












Resiko Mutilasi Diri (00139)
(1992,2000)
Domain 11: Keamanan/Perlindungan
Kelas 3: Perilaku kekerasan
Definisi Beresiko melakukan prilaku mencedrai diri yang di sengaja yang menyebapkan
kerusakan jaringan dengan maksud menyebapkan cederayang tidak fatal untuk meredakan
/meringankan tekanan.
Faktor Resiko
Remaja
Individu autistic
Anak yang di aniyaya
Gangguan kepribadian
Gangguan karakter
Penyakitmasa kanak kanak
Depersonalisasi
Individu yang mengalami
keterlambatan perkembangan
Disiolasisasi
Gangguan citra tubuh
Hubungan interpersonal yang
terganggu
Gangguan makan
Gangguan emosional anak
Kebutuhan akan peredaan stress
secara cepat
Perasaan negative
Teman sebaya mutilasi diri
Perfeksionis
Kondisi psikosis(mis.,diperintahkan
halusinasi)
Riwayat ketidakmampuan
merencanakan solusi
Riwayat ketidakmampuan melihat
konsekuensi jangkan panjang
Riwayat prilaku mencedrai diri
Impulsivitas
Ketidakmampuan mengekspresikan
ketegangan social
Koping yang tidak efektif
Dorongan untuk merusak diri yang
tidak tertahankan
Isolasi dari teman sebaya
Tinggal di tatanan non tradisional
Kehilangan control pada situasi
pemecahan masalah
Kehilangan hubungan pada orang
terdekat
Harga diri rendah
Peningkatan tekanan/teganggan yang
tidak dapat di toleransi
Krisi identitas seksual
Harga diri yang tidak stabil
Menggunakan manipulasi untuk
mendapat hubungan yang di pelihara
dengan orang lain
Prilaku kekerasan antara figure orang
tua
Koping tidak adekuat

Resiko Bunuh Diri (00150)
(2000)
Domain 11: Keamanan/Perlindungan
Kelas 3: Perilaku kekerasan
Definisi Beresiko menyakiti diri sendiri dan cederan yang mengancam jiwa

Faktor Resiko
Perilaku
Membeli senjata
Mengubah surat warisan
Membirikan harta milik/kepemilikan
Riwayat upaya bunuh diri sebelumnya
Impulsif
Membuat surat warisan

Demografik
Usia
Perceraian
Jenis kelamin pria

Fisik
Nyeri kronis
Penyakit fisik

Psikologi
Penganiyayaan masa kanak kanak
Riwayat bunuh diri dalam keluarga
Rasa bersalah


Situasional
Remaja yang tinggal di tatanan non
tradisional
Ketidaksetabilan ekonomi
Institusional


Perubahan sikap yang nyata
Perubahan prilaku yang nyata
Perubahan peforma/kinerja di sekolah
secara nyata
Membeli obat dalam jumlah banyak
Pemulihan euforik yang tiba tiba dari
depresi mayor

Ras(mis.,orang kulit putih,suku asli
amerika)
Janda/Duda


Penyakit terminal



Remaja homoseksual
Gangguan psikiatrik
Penyakit psikiatrik
Penyalhgunaan zat


Tinggal sendiri
Kehilangan ekonomi
Adanya senjata di dalam rumah
Relokasi/pindah rumah
Pensiun
Sosial
Bunuh diri masal/berkolompok
Gangguan kehidupan dalam keluarga
Masalah disiplin
Berduka
Tidak berdaya


Verbal
Menyatakan keinginan untuk mati


Putus asa
Masalah legal
Kesepian
Kehilangan hubungan yang penting
Sistem dukungan yang buruk
Isolasi social


Mengancam bunuh diri


















Kontaminasi (00181)
(2006,LOE2.1)
Domain 11: Keamanan/Perlindungan
Kelas 4: Bahaya lingkungan
Definisi Pemanjaaan kontaminasi lingkungan dalam dosis yang cukup yang menyebapkan efek
yang membahayakan kesehatan
Batasan karakteristik
Batasan karakteristik tergantung pada agens penyebab .Agens menyebapkan bebagai respon
organ dan respon sistemik .

Pestisida
Efek demartologis akibat pemnjaan zat
kimia
Efek gastrointensintal akibat pemnjaan
zat kimia
Efek neurologis akibat pemanjaan zat
pestisida

Zat kimia
Efek dermatologis akibat pemanjaaan
zat kimia
Efek gastrointensintal akibat pemnjaan
zat kimia
Efek neurologis akibat pemanjaan zat
kimia

Biologis
Efek dermatologis akibat pemanjaaan
biologi
Efek gastrointensintal akibat pemnjaan
biologi

Polusi
Efek neurologi akibat pemanjaan polusi


Efek paru akibat pemanjaan pestisida
Efek ginjal akibat pemanjaan pestisida






Efek neurologis akibat pemanjaan zat
kimia
Efek paru akibat pemanjaan pestisida
Efek ginjal akibat pemanjaan pestisida




Efek neurologis akibat pemanjaan
biologi
Efek paru akibat pemanjaan biologi
Efekginjalakibat pemanjaan biologi


Efekparuakibat pemanjaan polusi

Limbah
Efek dermatologis akibat pemanjaaan
limbah
Efek gastrointensintal akibat pemnjaan
limbah

Radiasi
Pemanjaan externalakibat kontak
langsung dengan materi radioaktif
Efek genetic akibat pemanjaan
radioaktif





Efek hatiakibat pemanjaan limbah
Efek paru akibat pemanjaanlimbah




Efekimunologis akibat pemanjaan
radiasi
Efek neurologisakibat pemanjaan
radiasi
Efek onkologis akibat pemanjaan
radiasi
















Resiko Kontaminasi (00180)
(2006,LOE 2.1)
Domain 11: Keamanan dan perlindungan
Kelas 4: Bahaya Lingkungan
Definisi Peningkatan resiko pemanjaan kontaminan lingkungan dalam dosis yang cukup
menyebapkan efek yang membahayakan kesehatan

Faktor Resiko
Eksternal
Kontaminasi zat kimia dalam makanan
Kontaminasi zatkimia dalam air
Kerugian ekonomis
Pemanjaan bioterorisme
Pemanjaan bencana
Pemanjaan radiasi
Cat yang terkelupas dilingkungan anak
anak
Plester yang terkelupas di lingkungan
anak anak
Permukaan lantai
Adanya polutan di atmosfer
Kontak langsung dengan zat kimia
tanpa perlindungan






Internal
Usia(anak<5tahun,dewasa tua)
Pemanjaan bersama
Karakteristik perkembangan anak
Jenis kelamain wanita
Usia kehamilan pemanjaan


Area geografik
Praktik higine dalam rumah
Layanan kotakyang tidak adekuat
Penggunaan pakaian pelindung yang
tidak tepat
Kurang penguraiaan kontamin saat
berada di dalamruangan
Kurang pakaian pelindung
Pernis yang memiliki ventilasi buruk
Pernistanpaperlindungan efektif
Pengecitan vernis pada area ventilasi
yang buruk
Praktik higine personal
Bermain diluar ruangan tempat
kontaminan lingkungandigunakan
Penggunaan kontamin lingkungan di
rumah
Kontak langsung dengan logam berat



Faktor nutrisi
Kondisi penyakit yang sebelumnya ada
Kehamilan
Pemanjaan sebelumnya
Merokok


Resiko Keracunan (00037)
(1980;2006,LOE 2.1)
Domain 11: Keamanan/perlindungan
Kelas 4: Bahaya Lingkungan
Definisi Peningkatan resiko pemanjaan,atau integist obat atau produk yang berbahaya secara
tidak sengaja dalam dosis yang cukup untukmenyebapkan keracunan

Faktor Resiko
Eksternal
Ketersediaan obat terlarang yang
berpotensi terkontaminasi oleh aditif
beracun
Produk berbahaya yang di simpan
dalam area di jangkau anak
Produk berbahaya yang di simpan
dlaam area yang dapat dijangkau oleh
individu yang mengalami konfusi

Internal
Kesulitan Kognitif
Kesulitan emosional
Kurang pendidikan kesehatan
mengenai obat
Kurang kewaspadaan yang tepat

Persediaan obat dalam jumlah besar di
rumah
Obat yang di simpan di dalam laci yang
tidak dikunci yang tidakdapatdi akses
anak anak
Obat yang di simpan di dalam laci yang
tidak di kunci yang dapat akses individu
yang mengalamikonfusi


Kurang pendidikan tentang kesehatan
tentang keamanan
Penurunan penglihatan
Mengatakan bahwa tatanan
pekerjaanya tidak memiliki panduan
keamnan adekuat