Anda di halaman 1dari 21

Muntingia calabura L | 1

Paper Botani Farmasi


Tanaman Kersen (Muntingia calabura L)







Disusun Oleh:
Lailatun Nimah (2443013259)


JURUSAN FARMASI UNIKA WIDYA MANDALA SURABAYA
JL. DINOYO NO 42-44 SURABAYA
2014
Muntingia calabura L | 2

BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang

Gambar 1.0 Muntingia calabura L (id.wikipedia.org)

Kersen atau talok (Muntingia calabura L.) adalah sejenis pohon sekaligus buahnya
yang kecil dan manis berwarna merah cerah. Di beberapa daerah, seperti di Jakarta,
buah ini juga dinamai ceri. Di Lumajang, anak-anak menyebutnya baleci. Nama-nama
lainnya di beberapa negara adalah datiles, aratiles, manzanitas (Filipina); mt
sm(Vietnam); khoom smz, takhb (Laos); takhop farang (Thailand); krkhb
barang (Kamboja); dan kerukup siam (Malaysia). Juga dikenal sebagai capulin
blanco, cacaniqua, nigua, niguito (bahasa Spanyol); Jamaican cherry, Panama berry,
dan Singapore cherry (Inggris). Orang Belanda dulu menyebutnya Japanse kers ("ceri
jepang"), yang lalu dari sini diambil menjadi kersen dalam bahasa Indonesia atau ada
yang menyebutnya ceri (id.wikipedia.org).
Selain itu, buah kersen juga dapat digunakan untuk obat penyakit asam urat,
diabetes, dan masih banyak lagi. Buah ini juga dapat dijadikan selai. Di Meksiko, buah
kersen dijual di pasar. Pohon kersen di Indonesia mudah dijumpai. Kayu kersen lunak
Muntingia calabura L | 3

dan mudah kering, sangat berguna sebagai kayu bakar. Kulit kayunya yang mudah
dikupas digunakan sebagai bahan tali dan kain pembalut. Daunnya dapat dijadikan
semacam teh. Burung-burung pemakan buah, seperti kelompok merbah dan burung
cabe, sering mengunjungi pohon ini di waktu siang untuk memakan buah atau sari
buahnya yang manis. Di waktu hari gelap, berganti aneka jenis kelelawar pemakan buah
yang datang dengan tujuan yang sama. Biji kersen tidak tercerna oleh burung dan codot,
karena itu kedua kelompok hewan ini sekaligus berfungsi sebagai pemencar bijinya
(id.wikipedia.org).
Pohon kersen khususnya berguna sebagai pohon peneduh di pinggir jalan. Pohon
kecil ini awalnya sering tumbuh sebagai semai liar di tepi jalan, selokan, atau muncul di
tengah retakan tembok lantai atau pagar, dan akhirnya tumbuh dengan cepat biasanya
dibiarkan saja membesar sebagai pohon naungan. Sebab itulah pohon kersen acapkali
ditemukan di wilayah perkotaan yang ramai dan padat, di tepi trotoar dan lahan parkir,
di tepi sungai yang tidak terurus atau di tempat-tempat yang biasa kering
berkepanjangan. Karena sifat-sifat dan daya tahannya itu, kersen menjadi salah satu
tumbuhan pionir yang paling banyak dijumpai di wilayah hunian manusia di daerah
tropis. Berasal dari Amerika tropis (Meksiko selatan, Karibia, Amerika Tengahsampai
ke Peru dan Bolivia), kersen dibawa masuk ke Filipina pada akhir abad-19, dan lalu
dengan cepat menyebar di seluruh wilayah tropis Asia Tenggara (id.wikipedia.org).
Tujuan
Untuk mengetahui klasifikasi dan taksonomi dari tanaman Muntingia calabura.
Untuk mengetahui anatomi dan morfologi dari tanaman Muntingia calabura.
Untuk mengetahui manfaat tanaman Muntingia calabura bagi masyarakat dan
penggunaannya di bidang farmasi.
1.3 Metodelogi
Melakukan peninjauan pustaka dari buku-buku, jurnal-jurnal ilmiah, atau pun
melalui media internet
Muntingia calabura L | 4

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA


Gambar 2.0 Tanaman Muntingia calabura L (tanamankampung.blogspot.com)
2.1 Taksonomi
1. Klasifikasi
Divisi : Spermatophyta
Subdivisi : Angiospermae
Kelas : Dicotyledonae
Subkelas : Dialypetalae
Bangsa : Malvales
Suku : Tiliaceae
Genus : Muntingia
Jenis : Muntingia calabura L
2. Nama Lokal : kersen (Steenis et al,. 2008)


2.2 Morfologi
Kersen merupakan tumbuhan dalam familia Tiliaceae, berasal dari Mexico bagian
Selatan, Karibia, Amerika Tengah, dan bagian Barat Amerika Selatan sampai ke
Peru dan Bolivia. Nama ilmiah tumbuhan ini adalah Muntingia calabura L. Di daerah yang
berbeda, tumbuhan ini diberi nama berbeda-beda, misalnya ceri (Jakarta, nama salah kaprah
dari nama dalam bahasa Inggris yang berakhir dengan kata cherry), talok (Jawa), dan
Muntingia calabura L | 5

singapur (Bali, dari nama dalam bahasa Inggris, singapore cherry). Nama kersen juga
digunakan di banyak tempat, termasuk di kupang. Nama umum dalam bahasa Inggris
meliputi: jamaican cherry,panama berry, singapore cherry, bajelly tree, dan strawberry tree.
Nama kersen berasal dari nama dalam bahasa Belanda, Japanse kers
(tanamankampung.blogspot.com).


Gambar 2.1 Muntingia calabura L (id.wikipedia.org)
Deskripsi: habitus adalah pohon, tahunan, tinggi 2-10 m, berkayu, tegak, bulat,
percabangan simpodial, cabang berambut halus, coklat keputih-putihan. Daun : Tunggal,
berseling, bulat telur bentuk lanset, panjang 6-10 cm, ujung dan pangkal runcing, bergerigi,
berbulu, pertulangan menyirip, hijau, mudah layu. Bunga : tunggal, berkelamin 2, bunga 1-
3 menjadi satu di ketiak daun, mahkota lonjong, tepi rata, bulat telur terbalik, gundul, putih,
panjang 8-11 mm, tonjolan dasar bunga bentuk cawan, benang sari panjang lebih kurang 5
cm, kuning, putik kecil, berlekuk 5-6, putih. Buah : Buni, bulat, berdiameter lebih kurang 1
Muntingia calabura L | 6

cm, merah. Biji : Bulat, kecil, putih kekuningan, tiap buah mengandung ratusan biji. Akar :
Tunggang, putih kotor (nusantarabiologi.blogspot.com).




2.3 Anatomi

Gambar 2.2 Muntingia calabura L (tanamankampung.blogspot.com)
2.3.1 Anatomi Daun.
Mempunyai mucilaginous epidermis, stomata, yang pada umumnya anomocytic.
Epidermis tanpa kristal idioblasts. Epidermis Abaxial bukan papillose. Terdapat rambut,
yang bersifat eglandular ataupun glandular yang terdiri atas unicellular, dan beberapa
multiseluler. Helaian daun pada umumnya Dorsiventral atau isobilateral (kadang-kadang '
terdiri atas jaringan palisade'); dengan rongga yang keluar, atau tanpa rongga yang keluar.
Rongga yang keluar yang berisi lem cair/getah; Rongga yang keluar schizogenous, atau
lysigenous. Mesophyll yang berisi sel lem cair/getah. Daun kecil tanpa floem sel transfer
(Entelea, Sparmannia) (nusantarabiologi.blogspot.com).
Muntingia calabura L | 7


Gambar 2.3 Daun Muntingia calabura L (novi-biologi.blogspot.com/2011/06/kersen-
muntingia-calabura)
2.3.2 Kebiasaan Dan Format Daun.
Leptocaul. Mesophytic. Daun berpilin atau distichous; petiolate; tidak mempunyai
sarung pelindung; sederhana. Ujung Daun terbelah; atau keseluruhan tidak simetris;
palmately berlekuk; pada umumnya palmately berurat. Stipules intrapetiolar; bebas dari
satu sama lain; caduceus (nusantarabiologi.blogspot.com).
2.3.3 Anatomi Batang.
Terdapat rongga batang yang pada umumnya di bagian tengah batang dan korteks
dan bergetah. Mempunyai kambium gabus; pada awalnya dangkal. Tangkai pohon Tri-
Lacunar. Jaringan vaskuler utama di dalam silinder, tanpa bundel terpisah; sentrifugal.
Floem internal tidak ada. Bahan pengental sekunder mengembangkan suatu cambial
konvensional. Floem sekunder membuat stratifikasi ke dalam dengan keras ( berserat) dan
lembut ( parenchymatous). Selaput kayu dengan tracheids, atau tanpa tracheids; dengan
serat tracheids ( dengan lubang (galian) kecil di dalam Tilia), atau tanpa serat tracheids;
dengan libriform serat. Terdapat pembuluh end-walls sederhana. Pembuluh tanpa lubang
kecil. Sel dasar (Jenis Durio Dan Pterospermum). Kayu parenchyma apotracheal, atau
paratracheal. Sieve-Tube plastids S-Type (nusantarabiologi.blogspot.com).
2.3.4 Anatomi Bunga.
Muntingia calabura L | 8

Bunganya berisi 1-3(-5) kuntum yang menyatu, terletak di ketiak agak di sebelah
atas tumbuhnya daun; bertangkai panjang; berkelamin dua dan berbilangan 5; kelopak
berbagi dalam, taju meruncing bentuk benang, berambut halus; mahkota bertepi rata,
bundar telur terbalik, putih tipis, gundul, lk. 1 cm. Benang sari berjumlah banyak, 10
sampai lebih dari 100 helai. Bunga yang mekar menonjol keluar, ke atas helai-helai
daun; namun setelah menjadi buah menggantung ke bawah, tersembunyi di bawah helai
daun. Umumnya hanya satu-dua bunga yang menjadi buah dalam tiap berkasnya
(id.wikipedia.org).


Gambar 2.4 Bunga Muntingia calabura L
(www.flickr.com/photos/linfulong/2592346858)

2.3.5 Anatomi Buah
bertangkai panjang, bulat hampir sempurna, diameter 1-1,5 cm, hijau kuning dan
akhirnya merah apabila masak, bermahkota sisa tangkai putik yang tidak rontok serupa
bintang hitam bersudut lima. Berisi beberapa ribu biji yang kecil-kecil, halus, putih
kekuningan; terbenam dalam daging dan sari buah yang manis sekali (id.wikipedia.org).
Muntingia calabura L | 9


Gambar 2.5 Buah Muntingia calabura L (get2iarea.blogspot.com/2012/01/buah-
keres-carson-fruit)



2.4 Komposisi
Kandungan buah kersen setiap 100 gram adalah sebagai berikut: Air (77,8
gram),Protein (0,384 gram), Lemak (1,56 Gram), Karbohidrat (17,9 gram), Serat (4,6
gram), Abu (1,14 gram), Kalsium (124,6 mg), Fosfor (84mg), Besi (1,18 mg), Karoten
(0,019g), Tianin (0,065g), Ribofalin (0,037g), Niacin (0,554 g), dan kandungan Vitamin C
(80,5 mg). Nilai Energi yang dihasilkan adalah 380KJ/100 gram
(tanamansehat.blogspot.com).

2.5 Efek Biologi dan Farmakologi
Kersen atau Muntingia calabura adalah tumbuhan yang sudah cukup dikenal di
Indonesia Bunga kersen dimanfaatkan sebagai obat tradisional untuk meringankan sakit
kepala dan gejala awal flu, sedangkan daunnya dipercaya memiliki efek antipiretik dan anti
inflamasi. Diketahui bahwa ekstrak aqueous daun Muntingia calabura (MCAE) memiliki
aktivitas antinociceptive, anti-inflamasi dan antipiretik, yang bisa jadi disebabkan oleh
Muntingia calabura L | 10

efek sinergis dari flavonoid, saponin, tannin dan steroid yang terkandung didalamnya
(Zakaria et al, 2006).
Berdasarkan penelitian Lin et al (1999), tanaman yang memiliki kandungan yang
dapat meringankan nyeri dan inflamasi juga menunjukan aktivitas antibakteri. Berdasarkan
uraian diatas maka peneliti ingin menguji efek antibakteri ekstrak daun kersen (Muntingia
calabura) terhadap bakteri Methicillin-resistant Staphylococcus aureus (MRSA).
Aktivitas antibakteri yang dimiliki oleh daun kersen (Muntingia calabura) diduga
berasal dari unsur-unsur yang terkandung didalamnya, antara lain tannin, flavonoid,
glikosida dan saponin (Zakaria et al, 2006).
Ada tiga mekanisme yang dimiliki flavonoid dalam memberikan efek antibakteri,
antara lain dengan menghambat sintesis asam nukleat, menghambat fungsi membran
sitoplasma dan menghambat metabolisme energi (Cushnie et al, 2005).
Dalam mekanisme penghambatan sintesis asam nukleat, Cushine et al mengusulkan
bahwa cincin B yang dimiliki oleh flavonoid berperan dalam menginterkalasi atau
membentuk ikatan hidrogen dengan basis asam nukleat, hal inilah yang mereka yakini
memberikan efek inhibisi terhadap sintesis DNA dan RNA (Cushnie et al, 2005).
Flavonoid juga memberikan aktivitas antibakteri dengan jalan menghambat
metabolisme energi, menurut hipotesis yang diajukan oleh Haraguchi et al, mekanisme
penghambatan metabolisme energi yang dilakukan oleh Flavonoid sama dengan antibiotik
yang menghambat respirasi. Flavonoid menghambat konsumsi oksigen dengan jalan
mengganggu rantai transport elektron respirasi (Cushnie et al, 2005). Tannin mampu
membentuk chelates dengan ion logam, khususnya besi, hal ini akan menimbulkan
gangguan pada membran Staphylococcus aureus (Zakaria et al, 2007).
Tannin memiliki kemampuan mengikat besi yang relatif besar dan berinteraksi
dengan besi untuk membentuk chelates, hal ini membuat besi tidak tesedia untuk bakteri.
Bakteri aerob membutuhkan besi untuk melakukan berbagai fungsi, seperti pengurangan
perkusor ribonukleotida pada DNA, pembentukan haem dan fungsi-fungsi lain (Akiyama et
al, 2001).
Saponin mampu berikatan dengan lipopolisakarida pada dinding sel bakteri,
menyebabkan meningkatnya permeabilitas dari dinding sel (Arabski et al, 2009).
Muntingia calabura L | 11


2.6 Peranan
2.6.1 Tanaman Peneduh
Kersen banyak ditanam di lingkungan rumah tinggal atau halaman perkantoran
sebagai tanaman peneduh. Keindahan dari tanaman kersen adalah pada tajuknya dan
buahnya yang kecil-kecil sehingga tidak bahaya apabila menimpa. Tanaman kersen
mudah dijumpai banyak tumbuh secara liar diantara semak-semak belukar. Selain itu
tanaman kersen merupakan pohon kecil yang percabangannya banyak dan tidak mudah
patah.
2.6.2 Bahan Makanan
Buah ini memiliki rasa manis sehingga dapat dikonsumsi secara langsung. Selain itu
di daerah srilanka sering diawetkan dan dibuat selai jam fruit.. Buah ini sangat digemari
di Meksiko, dan umumnya buah kersen dijual di pasar-pasar tradisional dalam jumlah
banyak sebagai buah segar. Jus buah kersen sangat bermanfaat dan memiliki kandungan
yang lebih jika dibandingkan dengan berbagai isotonik yang kini banyak beredar di
pasaran. Buah pohon Kersen selain disukai manusia merupakan pakan bagi burung dan
kelelawar

Gambar 2.6 Buah Muntingia calabura L (tanamankampung.blogspot.com)

2.6.3 Penggunaan obat
1. Antiseptik
Rebusan daun kersen ini ternyata mempunyai khasiat dapat membunuh mikroba
atau sebagai antiseptik. Rebusan daun kersen terbukti dapat membunuh bakteri sbb:
C. Diptheriae , S. Aureus, P. Vulgaris, S. Epidemidis, dan K. Rhizophil. Diduga
Muntingia calabura L | 12

aktivitas anti bakteri dari daun kersen ini disebabbkan oleh adanya kandungan
senyawa seperti tanin, flafonoids dan sponin yang dimilikinya.
2. antidiabetik
Pengguna daun kersen (Muntingia calabura) sebagai antidiabetes mellitus masih
sangat terbatas. Wajar bila popularitasnya kalah ketimbang herbal antidiabetes lain
seperti brotowali Tinospora crispa atau sambiloto Andrographis paniculata.
Sekarang, bagi diabetesi pengidap diabetes daun kersen bisa menjadi alternatif
pengobatan. Daun kersen relatif mudah diperoleh dan terbukti secara ilmiah
mujarab mengatasi diabetes mellitus.
Keampuhan tanaman anggota famili Tiliaceae itu menurunkan gula darah
dibuktikan oleh Dr Ahmad Ridwan dan Rakhmi Ramdani, periset di Sekolah Ilmu
dan Teknologi Hayati, Institut Teknologi Bandung. Mereka menguji khasiat
antidiabetes daun kersen pada 28 tikus pengidap diabetes akibat suntikan aloksan.
Tikus-tikus itu dikelompokkan menjadi 7 grup.
Grup I III merupakan kelompok kontrol; grup I kontrol negatif tanpa perlakuan,
grup II kontrol pelarut diberi 0,1% larutan karboksil metil selulosa, grup III kontrol
positif diberi obat antidiabetes diamicron 0,0104 mg/g bobot tubuh. Sedangkan grup
IV VII adalah kelompok uji yang diberi ekstrak etanol daun kersen. Berturut-turut
dosis untuk kelompok itu adalah 0,039 mg, 0,0585 mg, 0,08775 mg, dan 0,13 mg
per gram bobot tubuh.
Pengujian dilakukan selama 15 hari. Lima kali sehari Ridwan mengecek kadar gula
darah tikus percobaan. Setiap kali pengukurun, kelompok uji terus mengalami
penurunan gula darah. Penurunan signifikan terjadi di kelompok IV VII pada hari
ke-15. Kadar gula darah kelompok itu turun masing-masing 35,4%, 38,8%, 45,7%,
dan 48,3%. Penurunan itu hampir sama dengan pemberian obat komersial pada grup
ketiga, 49,9%. Artinya daun kersen berpotensi sebagai alternatif antidiabetes.
Menurut Ridwan keampuhan kersen menurunkan gula darah karena mengandung
flavonoid yang bersifat antioksidan. Sifat antioksidan itu menghambat kerusakan
sel-sel pulau langerhans di pankreas, ujar doktor alumnus Universitas Nancy,
Perancis itu. Kelenjar eksokrin pankreas menghasilkan enzim yang mencerna
Muntingia calabura L | 13

protein, lemak, dan karbohidrat. Kelenjar itu terdiri atas kumpulan sel yang
membentuk pulau langerhans. Di situlah insulin dan glukagon diproduksi.
Keduanya berfungsi mengatur metabolisme karbohidrat sekaligus mengontrol kadar
guladarah.
Glukagon merangsang tubuh meningkatkan kadar gula darah. Pada orang normal,
glukagon baru bekerja ketika kadar gula darah terlampau rendah. Insulin justru
sebaliknya, berperan menurunkan kadar gula darah. Ketika sel-sel pulau langerhans
rusak, jelas mempengaruhi kinerja insulin dan glukagon. Namun, berkat antioksidan
daun kersen kerusakan sel tercegah. Dampaknya sel-sel itu bisa kembali
beregenerasi dan mensekresi insulin. Selain itu flavonoid juga diduga mampu
mengembalikan sensitivitas reseptor insulin pada sel. Oleh sebab itulah gula darah
pada mencit turun dan kembali normal.
Untuk menurunkan gula darah, daun kersen yang digunakan adalah daun yang tidak
terlalu tua dan tidak terlampau muda. Persisnya 5 daun teratas. Cara pengolahannya,
50 100 g daun kersen yang telah dicuci bersih direbus dalam 1 liter air hingga
mendidih dan tersisa separuhnya. Hasil rebusan itu diminum 2 kali sehari. Jika
menggunakan ekstrak daun kering, 2 5 g diseduh dalam 200 ml air.

3. Antiinflamasi
Rebusan daun kersen juga memiliki khsiat anti radang (antiinflamasi) dan juga
dapat menurunkan panas.
4. Antikanker
Daun kersen dilaporkan juga memiliki efek anti tumor karena kandungan flafonoid
yang dimiliki ternyata dapat menghambat pertumbuhan sel kanker secara in vitro.
5. Anti uric acid (asam urat)
Di Indonesia secara tradisional buah kersen telah digunakan untuk mengobati asam
urat dengan cara mengkonsumsi buah kersen sebayak 9 butir 3 kali sehari. Hal ini
terbukti dapat mengurangi rasa nyeri yang ditimbulkan dari penyakit asam urat tsb.

6 Obat batuk
Muntingia calabura L | 14

Daun Muntingia calabura berkhasiat sebagai obat batuk dan peluruh dahak.Untuk
obat batuk dipakai 20 gram daun segar Muntingia calabura, dicuci dan direbus
dengan 3 gelas air sampai air rebusannya tinggal setengah, dinginkan lalu disaring.
Hasil saringan diminum tiga kali sehari sama banyak.
7.Manfaat lain
Kayu kersen lunak dan mudah kering, sangat berguna sebagai kayu bakar. Kulit
kayunya yang mudah dikupas digunakan sebagai bahan tali dan kain pembalut.
(kersen1979.blogspot.com)






BAB III
PEMBAHASAN

Muntingia calabura L atau kersen/ talok(jawa)/ japanse kers, merupakan tanaman
yang memiliki banyak khasiat mulai dari daun yang yang dapat dibuat ekstrak untuk
menghasilkan khasiat antibakteri karena terbukti dapat menghambat pertumbuhan bakteri
Methicillin-resistant Staphylococcus aureus (MRSA) secara in vitro (p<0.05), semakin
tinggi konsentrasi ekstrak maka jumlah koloni bakteri yang tumbuh semakin sedikit
(Rosalia et al,2012 ).
Di samping itu pohon Muntingia calabura L memiliki manfaat yang sangat baik
untuk kehidupan manusia karena pohon kersen biasa digunakan sebagai peneduh dipinggir
jalan. Kayu kersen lunak dan mudah kering, sangat berguna sebagai kayu bakar. Kulit
kayunya yang mudah dikupas digunakan sebagai bahan tali dan kain pembalut
(id.wikipedia.org).
Muntingia calabura L | 15

Buah kersen yang manis banyak disukai anak-anak dan kelelawar. Sekarang banyak
pilihan atau cara kita dapat menikmati manisnya buah kersen ini misalnya dengan cara
dibuat jus, sirup bahkan dodol.

1. Pembuatan sirup kersen.
Bahan-bahannya meliputi buah kersen masak, air, gula putih, kayu manis, garam,
vanilla, dan alat yang digunakan adalah ember, panci, penumbuk (cobek), saringan dan
botol untuk mengemas. Buah Kersen dipilih yang sudah matang (berwarna merah) lalu
dicuci hingga bersih. Daging buah kersen dipisahkan dari kulitnya dengan cara di tumbuk
lalu direbus dengan perbandingan 1 bagian air dengan 3 bagian kersen. (1:3). Kersen lalu
dicampur dengan gula dengan perbandingan 1:2 beserta vanilla, garam, dan kayu manis
secukupnya sampai mendidih dan harus terus diaduk. Setelah mendidih sirup kersen
disaring untuk menghilangkan ampas. Produk olahan dari kersen ini tidak menggunakan
bahan kimia apapun semuanya alami. Oleh karena itu, produk olahan ini lebih sehat
daripada produk yang ada di pasaran pada umumnya (kersen1979.blogspot.com).

Gambar 3.1 Jus Muntingia calabura L (tanamankampung.blogspot.com)
Muntingia calabura L | 16



2. Pembuatan dodol kersen
Bahan-bahannya meliputi buah kersen, tepung beras ketan, santan kelapa, gula pasir.
Buah kersen dicuci kemudian dihancurkan dengan cara diblender. Campurkan kersen ynag
sudah dihancurkan dengan santan kental ( 1 butir kelapa/ 1 kg kersen), tepung beras ketan
5% dan gula pasir sesuai selera. Adonan tersebut dimasak hingga agak kering sambil
diaduk terus agar tidak lengket pada waja angkat dan masukkan dalam cetakan. Apabila
sudah dingin, dipotong-potong dengan ukuran menurut selera kemudian dikemas dalam
plastik (endrayanibandem.wordpress.com).


BAB IV
PENUTUP

KESIMPULAN
Tanaman Muntingia calabura L memiliki taksonomi sebagai berikut:
1 Klasifikasi
Divisi : Spermatophyta
Subdivisi : Angiospermae
Kelas : Dicotyledonae
Subkelas : Dialypetalae
Bangsa : Malvales
Suku : Tiliaceae
Muntingia calabura L | 17

Marga : Muntingia
Jenis : Muntingia calabura L
2 Nama Lokal : kersen (Steenis et al, 2008)

Tanaman Muntingia calabura L memiliki morfologi sebagai berikut :
Kersen merupakan tumbuhan dalam familia Tiliaceae, berasal
dari Mexico bagian Selatan, Karibia, Amerika Tengah, dan bagian Barat Amerika
Selatan sampai kePeru dan Bolivia. Nama ilmiah tumbuhan ini adalah Muntingia
calabura L (tanamankampung.blogspot.com).
Deskripsi : habitus adalah pohon, tahunan, tinggi 2-10 m, berkayu, tegak, bulat,
percabangan simpodial, cabang berambut halus, coklat keputih-putihan. Daun :
Tunggal, berseling, bulat telur bentuk lanset, panjang 6-10 cm, ujung dan pangkal
runcing, bergerigi, berbulu, pertulangan menyirip, hijau, mudah layu. Bunga : tunggal,
berkelamin 2, bunga 1-3 menjadi satu di ketiak daun, mahkota lonjong, tepi rata, bulat
telur terbalik, gundul, putih, panjang 8-11 mm, tonjolan dasar bunga bentuk cawan,
benang sari panjang lebih kurang 5 cm, kuning, putik kecil, berlekuk 5-6, putih. Buah :
Buni, bulat, berdiameter lebih kurang 1 cm, merah. Biji : Bulat, kecil, putih
kekuningan, tiap buah mengandung ratusan biji. Akar : Tunggang, putih kotor
(nusantarabiologi.blogspot.com).
Tanaman muntingia calabura memiliki anatomi sebagai berikut :
Anatomi Daun.
Mempunyai mucilaginous epidermis, stomata, yang pada umumnya
anomocytic. Epidermis tanpa kristal idioblasts. Epidermis Abaxial bukan papillose.
Terdapat rambut, yang bersifat eglandular ataupun glandular yang terdiri atas
unicellular, dan beberapa multiseluler. Helaian daun pada umumnya Dorsiventral atau
isobilateral (kadang-kadang ' terdiri atas jaringan palisade'); dengan rongga yang
keluar, atau tanpa rongga yang keluar. Rongga yang keluar yang berisi lem cair/getah;
Muntingia calabura L | 18

Rongga yang keluar schizogenous, atau lysigenous. Mesophyll yang berisi sel lem
cair/getah. Daun kecil tanpa floem sel transfer (Entelea, Sparmannia)
(nusantarabiologi.blogspot.com).
Anatomi Batang.
Terdapat rongga batang yang pada umumnya di bagian tengah batang dan
korteks dan bergetah. Mempunyai kambium gabus; pada awalnya dangkal. Tangkai
pohon Tri-Lacunar. Jaringan vaskuler utama di dalam silinder, tanpa bundel terpisah;
sentrifugal. Floem internal tidak ada. Bahan pengental sekunder mengembangkan
suatu cambial konvensional. Floem sekunder membuat stratifikasi ke dalam dengan
keras ( berserat) dan lembut ( parenchymatous). Selaput kayu dengan tracheids, atau
tanpa tracheids; dengan serat tracheids ( dengan lubang (galian) kecil di dalam Tilia),
atau tanpa serat tracheids; dengan libriform serat. Terdapat pembuluh end-walls
sederhana. Pembuluh tanpa lubang kecil. Sel dasar (Jenis Durio Dan Pterospermum).
Kayu parenchyma apotracheal, atau paratracheal. Sieve-Tube plastids S-Type
(nusantarabiologi.blogspot.com).
Kegunaan Muntingia calabura L sebagai berikut :
1 Tanaman peneduh
Kersen banyak ditanam di lingkungan rumah tinggal atau halaman perkantoran
sebagai tanaman peneduh.
2 Bahan Makanan
Buah ini memiliki rasa manis sehingga dapat dikonsumsi secara langsung.
3 Penggunaan obat
a. Antiseptik
Rebusan daun kersen ini ternyata mempunyai khasiat dapat membunuh mikroba
atau sebagai antiseptik.
b. Antidiabetik
Keampuhan tanaman anggota famili Eleocarpaceae itu menurunkan gula darah
dibuktikan oleh Dr Ahmad Ridwan dan Rakhmi Ramdani, periset di Sekolah
Muntingia calabura L | 19

Ilmu dan Teknologi Hayati, Institut Teknologi Bandung. Menurut Ridwan
keampuhan kersen menurunkan gula darah karena mengandung flavonoid yang
bersifat antioksidan. Sifat antioksidan itu menghambat kerusakan sel-sel pulau
langerhans di pankreas, ujar doktor alumnus Universitas Nancy, Perancis itu.
c. Antiinflamasi
Rebusan daun kersen juga memiliki khsiat anti radang (antiinflamasi) dan juga
dapat menurunkan panas.
d. Antikanker
Daun kersen dilaporkan juga memiliki efek anti tumor karena kandungan
flafonoid yang dimiliki ternyata dapat menghambat pertumbuhan sel kanker
secara in vitro.
e. Anti uric acid (asam urat)
Di Indonesia secara tradisional buah kersen telah digunakan untuk mengobati
asam urat dengan cara mengkonsumsi buah kersen sebayak 9 butir 3 kali sehari.
Hal ini terbukti dapat mengurangi rasa nyeri yang ditimbulkan dari penyakit
asam urat tsb.
f. Obat batuk
Daun Muntingia calabura berkhasiat sebagai obat batuk dan peluruh
dahak.Untuk obat batuk dipakai 20 gram daun segar Muntingia calabura,
dicuci dan direbus dengan 3 gelas air sampai air rebusannya tinggal setengah,
dinginkan lalu disaring. Hasil saringan diminum tiga kali sehari sama banyak.
g. Manfaat lain
Kayu kersen lunak dan mudah kering, sangat berguna sebagai kayu bakar. Kulit
kayunya yang mudah dikupas digunakan sebagai bahan tali dan kain pembalut.
(kersen1979.blogspot.com)




Muntingia calabura L | 20












DAFTAR PUSTAKA
Anonim. 2011. Buah Kersen (Muntingia calabura).
http://nusantarabiologi.blogspot.com/2011_05_01_archive.html. Diakses 17 Februari
2014
Anonim. 2013. kasiat daun talok (kersen / Muntingia calabura L.).
http://kersen1979.blogspot.com/. Diakses 16 Februari 2014
Anonim. 2012. Kersen. http://tanamankampung.blogspot.com/2012/10/kersen.html.
Diakses 17 Februari 2014
Anonim. 2012. Dodol Kersen. http://endrayanibandem.wordpress.com/pengolahan-buah-
kersen/dodol-kersen/. Diakses 17 Februari 2014
Anonim. 2011. Kersen ( Muntingia calabura L ).
http://tanamansehat.blogspot.com/search?q=kersen. Diakses 20 Februari 2014
Anonim. 2011. kersen ( Muntingia calabura ). http://novi-
biologi.blogspot.com/2011/06/kersen-muntingia-calabura.html. Diakses 18 Februari
2014
Arabski M., S. Wsik, K. Dworecki, W. Kaca. 2009. Laser interferometric and cultivation
Muntingia calabura L | 21

methods for measurement of colistin/ampicilin and saponin interactions with smooth
and rough of Proteus mirabilis lipopolysaccharides and cells. J. Microbiol. Methods,
77: 179-183.
Cushnie T., Lamb A.J., 2005. Antimicrobial activity of flavonoids. International Journal of
Antimicrobial Agents, 26: 343-356.
Get2iarea. 2012. Buah Keres (Carson Friut). http://get2iarea.blogspot.com/2012/01/buah-
keres-carson-fruit.html. Diakses 19 Februari 2014
Noorhamdani, Yosef,H., Rosalia D., 2010. Uji Ekstrak Daun Kersen (Muntingia Calabura)
Sebagai Antibakteri Terhadap Methicillin-Resistant Staphylococcus Aureus (Mrsa)
SecaraInVitro.
http://old.fk.ub.ac.id/artikel/id/filedownload/kedokteran/Dian%20Rosalia.pdf. Diakses
17 Februari 2014
Samalisariatu. 2007. Bunga kersen Macro.
http://www.flickr.com/photos/linfulong/2592346858/. Diakses 25 Februari 2014
Van Steenis, C.G.G.J., 1975, Flora Untuk Sekolah di Indonesia, 207, Pradnya Paramitha,
Jakarta.
Wikipedia. 2013. Muntingia calabura. http://id.wikipedia.org/wiki/Kersen. Diakses 17
Februari 2014
Zakaria Z.A., Mat A.M., Mastura M., Mat S.H., Mohamed A.M., Moch Jamil N.S., Rofiee
M.S., Sulaiman M.R., 2007. In vitro Antistaphylococcal Activity of the Extract of
Several Neglected Plants in Malaysia. International Journal of Pharmacology, 3 (5):
428-431.
Zakaria Z.A., Fatimah C.A., Mat A.M., Zaiton H., Henie E.F.P., Sulaiman M.R., Somchit
M.N., Thenamutha M., Kasthuri D., 2006. The In vitro Antibacterial Activity of
Muntingia calabura Extract. International Journal of Pharmacology, 2 (4): 439-442.