Anda di halaman 1dari 21

CAPM DAN APT

disusun oleh :
Anggi Octavia Irawan
Evanti Andriani
CAPM

Capital Asset Pricing Model (CAPM)merupakan sebuah model yang menggambarkan
hubungan antara risiko dan return yang diharapkann, model ini digunakan dalam
penilaian harga sekuritas

diperkenalkan oleh Treynor, Sharpe dan Litner
pengembangan teori portofolio yang dikemukan oleh Markowitz
CAPM
Capital Asset Pricing Model berimplikasi bahwa premium risiko dari sembarang aset
individu atau portofolio adalah hasil kali dari risk premium pada portofolio pasar dan
koefisien beta
Asumsi CAPM
1. mempunyai distribusi probabilitas tingkat return di masa depan yang identic
2. mempunyai satu periode waktu yang sama, misalnya satu tahun
3. dapat meminjam atau meminjamkan (lending) uang pada tingkat return yang bebas risiko
4. Tidak ada biaya transaksi
5. Tidak ada inflasi
6. Terdapat banyak sekali investor
7. Pasar dalam keadaan seimbang

Risiko dan Return
1
Market Risk
2
Default risk
3
Inflation risk
4
Currency risk
5
Political risk

Arbitrage Pricing Theory (APT)

APT pada dasarnya menggunakan pemikiran yang menyatakan bahwa dua kesempatan
investasi yang mempunyai karakteristik yang sama tidaklah bisa dijual dengan harga
yang berbeda ( hukum satu harga).

Apabila aktiva yang berkarakteristik sama tersebut dijual dengan harga yang berbeda
maka akan terdapat kesempatan untuk melakukan arbitrage, yaitu dengan membeli
aktiva yang berharga murah dan menjualnya dengan harga yang lebih tinggi pada saat
yang sama sehingga dapat diperoleh laba tanpa resiko.

Capital Market Line (CML)
Konsep CML
1. portofolio efisien yang merupakan kombinasi dari asset yang berisiko dan
asset bebas risiko.
2. cenderung positif karena adanya asumsi bahwa investor bersifat risk averse.
3. adanya risiko akibat perbedaan return aktual dan return
4. digunakan untuk menentukan tingkat return yang diharapkan untuk setiap
risiko portofolio yang berbeda

Fisher Separation Theorem
terlepas dari preferensi pemilik perusahaan
terlepas dari keputusan pendanaan
terlepas dari campuran beberapa metode (ekuitas, utang, dan/atau kas)
Security Market Line
Garis pasar sekuritas atau security market line (SML) adalah garis yang
menghubungkan tingkat retun harapan dari suatu sekuritas dengan risiko
sistematis (beta).

SML digunakan untuk menilai sekuritas secara individual pada kondisi pasar
yang seimbang, yaitu menilai tingkat return yang diharapkan dari suatu
sekuritas individual pada suatu tingkat risiko sistematis tertentu (beta).
Continue..... Rumus SML .
Ri = Rf + (Rm - Rf) i
Keterangan:
Ri = required return saham i
Rf = return atas investasi bebas risiko (risk free rate)
Rm = required market return
i = kepekaan atas return saham i terhadap expected return market

BETA SAHAM DAN BETA PORTFOLIO

Beta saham adalah pengukur risiko sistematik dari suatu sekuritas
atau portofolio relatip terhadap risiko pasar.

Dengan adanya resiko yang dapat dihilangkan dengan diversifikasi,
maka para pemodal yang menyukai resiko, maka mereka akan
memilih untuk melakukan diversifikasi.

BETA SAHAM DAN BETA PORTFOLIO

Beta suatu sekuritas atau Beta suatu portofolio merupakan hal yang paling
penting untuk menganalisis sekuritas atau portofolio tersebut. Beta suatu sekuritas
menunjukkan risiko sistematiknya yang tidak dapat dihilangkan dengan
diversifikasi.

Untuk menghitung Beta portofolio, maka Beta masing-masing sekuritas perlu
dihitung terlebih dahulu. Beta portofolio merupakan rata-rata tertimbang dari
Beta masing-masing sekuritas. Mengetahui Beta masing-masing sekuritas juga
berguna untuk pertimbangan memasukkan sekuritas tersebut kedalam portofolio
yang akan dibentuk (Hartono, 2009).
Jenis-jenis Beta

1. Beta Pasar
dapat diestiminasi dengan mengumpulkan nilai-nilai historis return dari sekuritasdan
return dari pasar selama periode tertentu, misalnya selama 60 bulan untuk return
bulanan atau 200 hari untuk return harian.
2. Beta Akuntansi
dapat dihitung secara sama dengan Beta pasar yang menggunakan data return, yaitu
dengan mengganti data return dengan data laba akuntansi.
3. Beta Fundamental
penyajian perhitungan Beta menggunakan beberapa variabel fundamental. Variabel-
variabel yang dipilih merupakan variabel-variabel yang dianggap berhubungan
dengan risiko, karena Beta merupakan pengukur resiko


Cara Perhitungan Beta
1. Teknik regresi
Ri = i + i . Rm + ei
2. Rumus Volatilitas
2
( Rit - Rit) . (Rmt -Rmt)
i =
T=1______________________
n
(Rmt - Rmt )
t=1
Resiko Sistematis Dan Non Sistematis
Risiko sistematis Jenis risiko ini merupakan risiko yang dalam dunia investasi
akan berpengaruh besar terhadap seluruh sekuritas serta sifatnya yang tidak dapat
didiversifikasi melalui manajemen portofolio

Risiko sistematik inilah yang dianggap relevan untuk dibahas dalam analisis
investasi karena kaitannya dengan risiko pasar (market risk).

Contoh dari risiko sistematis adalah risiko inflasi, resesi dan risiko lain yang
berasal dari eksternal perusahaan

Resiko Sistematis Dan Non Sistematis
Risiko non sistematis Jenis risiko ini dapat dijelaskan sebagai suatu risiko yang
melekat pada suatu sekuritas dan dapat dihilangkan atau direduksi dengan membentuk
suatu portofolio yang welldiversified, artinya risiko dapat terbagi secara baik.

Risiko ini juga disebut sebagai suatu risiko spesifik (specific risk) karena berpengaruh
hanya memberikan pengaruh kuat pada satu atau beberapa kelompok perusahaan
dalam satu industri.

Contoh dari risiko yang bersifat non sistematis ini adalah risiko adanya pemogokan
karyawan, keluhan dari pelanggan, dan risiko lain yang muncul dalam internal
perusahaan.


Faktor Tunggal dan Banyak Faktor
Di dalam model faktor tunggal pada APT, beta dari sebuah saham mengukur
sensitivitas saham terhadap faktor tersebut.

Dengan pasar saham menjadi faktor, persamaan faktor tunggal adalah:
Faktor Tunggal

Faktor Tunggal dan Banyak Faktor
Pada APT yang memiliki banyak faktor, hubungan antara risiko dan tingkat
pengembalian dapat digambarkan sebagai berikut:
Banyak Faktor
CONTOH KASUS BETA
AKUNTANSI