Anda di halaman 1dari 68

Masykur Rahmat

Extraksi Gigi merupakan tindakan


pencabutan gigi untuk melepas
gigi dari soketnya
Extraksi Gigi ada dua tahap, yaitu
tahap separasi jaringan lunak dari
giginya dan tahap kedua
pencabutan giginya
Tindakan ini merupakan salah satu tindakan
pembedahan yang dilakukan pada gigi:

Mengalami gangren pulpa yang tidak dapat
dirawat dengan upaya lain.
Malposisi dan tidak dapat dirawat dengan
orthodontie
Untuk keperluan perawatan orthodontie
Bila jaringan pendukungnya telah rusak dan
terjadi luxasi berat
Pada gigi yg dicurigai sebagai fokal
infeksi
Pada radix dentis yang tak dapat di
rawat lagi
Pada gigi yang ini impected atau
embeded
Pada gigi dengan hypercementosis dan
kelainan periapical lainnya
Dalam prakteknya, kadang kita menghadapi
kasus yg cukup sulit, baik karena
keterbatasan peralatan, pengalaman,
maupun karena kelainan gigi dan akarnya.

Hal-hal berikut merupakan kasus-kasus yang
lazim mengalami kesulian dalam extraksi
nya
Kasus-kasus tersebut antara lain
1. Gigi yg tinggal akar, keras & fragil
2. Gigi malposisi pada molar tiga atas
3. Gigi M1, M2 atas yang gangren, dengan
akar yang confergen
4. Gigi premolar atas atau bawah pada posisi
palatal atau lingual
5. Gigi Multi Radices yang mengalami
fraktur tepat pada alveorel crest

6. Gigi gangren dengan
hypercemantosis
7. Gigi Gangren dengan radix yang yang
melengkung/ bengkok
8. Gigi dengan ujung akar sangat dekat
dengan sinus maxilaris
9. Gigi yang sebagaian akarnya
mengalami ankylosis

Ilmu Bedah Mulut yg
membidangi exodontie
merupakan ilmu dan seni
(science and art) untuk
melakukan pencabutan gigi
Hal-2 yg perlu diperhatikan
dalam extraksi gigi :
1. Morfologi gigi(akar)
2. Aplikasi kekuatan dalam kaitannya
dengan morfologi
3. Pemakaian tang(forcep)
4. Pemakaian elevator
5. Posisi operator

Morfologi dan Gerakan Luksasi

Rahang Atas
a) Incisivus dan Caninus
Single root,conus rotasi

b) Premolar
Pipih palatobukal luksasi palatobukal
terbatas dan semirotasi
c.) Molar 1 dan 2
Triple root luksasi palatobukal,lebih
banyak ke bukal


d.) Molar 3
Sangat bervariasi Ro foto



Rahang Bawah
a). Incisivus dan Caninus
Pipih mesiodistal Luksasi labial

b). Premolar
Conus rotasi
c). Molar 1 dan 2
Double root,pipih mesiodistal Bukal

d). Molar 3
Sangat bervariasi Ro Foto


Molar 3 Bawah
1
2
3
Keterangan :
Tarik garis lurus dari tepi tulang
retromolar menuju tepi anterior
condylus
1. Bila diatas tonjolan terbesarperlu
pengurangan tulang distal M3
2. Garis merah adalah batas
3. Garis birutidak perlu pengurangan
Kiat-kiat untuk ekstraksi antara lain:
Gigi yg tinggal akar, atau terjadi fraktur akar
pada proses ektraksi gigi:
Bila puncak akar sejajar atau sedikit
dibawah alveolar crest, maka perlu
dilakukan extraksi yang melibatkan tulang
tepi alveolar , yaitu dengan melepaskan
ginggiva pada bagian buccal atau palatal
dan tang extraksi dimasukkan lebih dalam,
kemudian diluxasi dan di tarik (pull out)
Prinsipnya :
Ujung tang/forcep diupayakan
semaksimal mungkin harus dapat
memegang bagian akar gigi,dan bukan
pada crown/cervix.
Karena itu separasi ginggiva dan
pengurangan tulang alveolus harus
dilakukan
Bila fraktur akar terjadi kecil maka dapat di
ambil dengan :
Ujung dental sonde yg dimaksukkan pada
saluran akar
Dapat juga dengan reamers atau root
canal files
Bila patahnya miring, dapat dengan
excavatar dan dipegang dengan root pliers
Bila Anterior dan sulit, maka dapat
ditembus dari ujung akar seperti
klo kita mau apexresectie
(apicoectomi) dan ditekan dengan
excavator atau elevator ke arah
oklusal
Jumping Method

Gigi malposisi pada molar tiga atas,
Umumnya akarnya bengkok ke distal,
maka pencabutannya dilakukan
dengan mengungkit dan di luxasi gigi
tersebut kedistal, Kemudian dengan
tang molar akan mudah diangkat
Pada gigi M1 & M2 atas dilakukan
pencabutan dengan mengurangi tulang
buccal terutama karena itu akan
menurunkan titik tumpu (fulcrum) kearah
apikal dan menjadi lebih ringan.
Pengurangan tulang buccal dapat dilakukan
dengan tang itu sendiri atau dengan
bantuan bein atau chissel
Pada isi premolar atas atau bawah yang
berposisi palatal atau lingual, maka
umunya akarnya juga bengkok ke palatal
atau lingual, Karena itu dengan bein
dapat di luxasi ke arah palatal atau lingual
dulu, baru diangkat ke arah palatal atau
lingual
Pada gigi multiradices dengan fraktur pada
akar, maka harus dilakukan separasi, Untuk
Rahang Bawah dilakukan separasi
mesiodistal, sedangkan untuk rawang atas
dilakukan separasi buco-palatal, dimana
bagian palatinal berisi satu akar dan dua
akar di buccal,
Dengan tang radix atas, akan mudah
dilakukan pencabutan
Metode Separasi Gigi :
Gigi denga hypercementosis, biasanya
akan sulit dicabut, bila dipaksakan akan
fraktur, karena itu harus dibuat lubang
sebesar diameter akar tersebut dengan
bur, bila sudah terlanjur patah, maka
dapat dilakukan open method


Bila pada pencabutan gigi molar atas
terjadi accident yang berupa patah ujung
akar platinal dan masuk ke sinus
maxilarris maka akan terjadi oro-antral
comunication.
Untuk perawatannya dilakukan
pengambilan akar dan sinus plasti, seperti
berikut :

TERIMA KASIH