Anda di halaman 1dari 18

MAKALAH ANATOMI PERBANDINGAN

REPRODUKSI PISCE JANTAN


Untuk memenuhi tugas mata kuliah
Struktur Perkembangan Hewan I
yang dibina oleh Dra. Amy Tenzer, M.S dan Siti Imroatul Maslikah, S.Si, M.Si
Oleh:



Kelompok 1a
Offering B
Auliyah Shofiyah 130341614790
Didik Dwi Prastyo 130341614788
Intan Sartika 1303416
Nur Istiqlalial Firdausi 130341614808







UNIVERSITAS NEGERI MALANG
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
JURUSAN BIOLOGI
APRIL 2014



Kata pengantar

Assalamu alaikaum warahmatullahi wabarakatuh
Puji syukur kehadirat Allah swt atas limpahan Rahmat, Taufiq dan Hidayah-Nya
maka makalah ini dapat tersusun sedemikian rupa.
Penyusunan makalah ini merupakan langkah awal kami dengan beranjak pada
pepatah tak ada gading yang tak retak sebab kalau tak retak bukanlah gading.
Apabila ada kesalahan maka kesalahan itulah yang dapat menjadi lilin penerang
menuju perbaikan demi tercapainya kesempurnaan.
Apabila ada kritik dan saran yang ada relevansinya dengan kesempurnaan
makalah ini maka akan kami terima demi kesempurnaan makalah ini.

Wassalam


Malang, 21 April 2014










BAB I
PENDAHULUAN


A. Latar Belakang
Reproduksi merupakan salah satu kemampuan organisme yang sangat
penting. Tanpa kemampuan tersebut, suatu jenis organisme akan punah. Untuk
menghindari kepunahan, perlu dihasilkan sejumlah besar individu baru yang
akan mempertahankan jenis suatu hewan. Proses pembentukan individu baru
inilah yang disebut reproduksi.
Reproduksi dapat terjadi secara generative atau vegetative. Reproduksi
secara vegetative tidak melibatkan proses pembentukan gamet, sedangkan
reproduksi generative diawali dengan pembentukan gamet. Di dalam gamet
terkandung unit hereditas (faktor yang diturunkan) yang disebut gen. gen
berisi sejumlah besar kode informasi hereditas yang sebenarnya, yang terletak
pada DNA.
Sistem reproduksi vertebata jantan terdiri atas sepasang testis, saluran
reproduksi jantan, kelenjar seks asesoris (pada mamlia) dan organ kopulatoris
(pada hewan-hewan dengan fertilisasi internal). Sistem reproduksi betina
terdiri atas sepasang ovarium pada beberapa hanya satu) dan sdaluran
reproduksi betina. Reproduksi vertebrata pada umumnya sama, tetapi karena
tempat hidup, perkembangan anatomi, dan cara hidup yang berbeda
menyebabkan adanya perbedaan pada proses fertilisasi. Misalnya hewan
akuatik pada umumnya melakukan fertilisasi di luar tubuh (fertilisasi
eksternal), sedangkan hewan darat melakukan fertilisasi di dalam tubuh
(fertilisasi internal). Bagi hewan yang melakukan fertilisasi internal dilengkapi
dengan adanya organ kopulatori, yaitu suatu organ yang berfungsi
menyalurkan sperma dari organisme jantan ke betina.

B. Rumusan Masalah
1. Bagaimana struktur organ reproduksi pada Pisces jantan dan betina?
2. Bagaimana proses reproduksi pada Pisces?
3. Bagaimana proses spermatogonesis pada Pisces?
4. Faktor apa yang menyebabkan keberhasilan reproduksi Pisces?

C. Tujuan Penulisan
1. Untuk mengetahui struktur organ reproduksi pada Pisces jantan
2. Untuk mengetahui proses reproduksi pada Pisces
3. Untuk mengetahui proses spermatogonesis pada Pisces?
4. Untuk mengetahui faktor apa yang menyebabkan keberhasilan reproduksi
Pisces























BAB II
PEMBAHASAN


A. Struktur Organ
Pada fase permulaan tidak dapat dibedakan jantan atau betinanya, tapi fase
berikutnya akan tumbuh menjadi jantan atau betina. Dengan demikian
cyslostomata adalah diocious pada hewan dewasa. Pada hewan yang dewasa
terdapat gonad yang memanjang terletak dalam rongga abdominalis. Tidak
memiliki saluran genetialis, sel telur atau sperma ditumpahkan melalui
sepasang porus genitalis ke dalam sinus urogenitalis kemudian keluar.
(Affandi, 1992)
Organ genitalia pada Pisces berjumlah sepasang. Terletak digantungkan
pada rongga abdomen bagian lateral atau diantara usus dan pneumatosit oleh
mesorsium. Bentuknya oval dengan permukaan yang kasar. Kebanyakan
tetsisnya berbentuk panjang dan seringkali berlobus. (Affandi, 1992)
Saluran reproduksi pada Elasmobranchi terdapat bebrapa tubulus
mesonefrus bagian anterior akan menjadi duktus aferen dan menghubungkan
testis dengan mesonefrus yang disebut duktus deferen. Bagian posterior
duktus aferen berdilatasi membentuk vesikula seminalis, lalu dari sini akan
terbentuk kantung sperma. Dutus deferen akan bermuara di kloaka. Pada
Teleostei saluran dari sistem ekskresi dan sistem reproduksi menuju kloaka
secara terpisah. Alat kelamin terpisah, alat kelamin jantan terdiri atas sepasang
testis, terdapat beberapa vasa efferensia yang menuju vasa deferensia. Saluran
itu terbentang sebelah bawah ginjal dan berakhir pada papil urogenitalis. Pada
perkawinan sperma tertuang pada kloaka hewan betina dengan bantuan
claspers. (Bond, 1979)

a. Sistem genitalia ikan bertulang sejati.
o Pada ikan bertulang sejati, sistem kelamin betina disusun
oleh (Gambar 1):
Ovarium, pada ikan umumnya ada dua buah, tampak seperti agar-
agar yang jernih, terdapat bintik-bintik karena berisi sel telur
(ovum). Alat penggantung ovarium disebut mesovarium.
Saluran telur (oviduct), merupakan saluran tempat lewatnya ovum,
sangat pendek dan bersatu pada bagian belakangnya untuk
selanjutnya bermuara pada porus genitalia.
o Sistem kelamin jantan ikan disusun oleh (Gambar 1):
o Testes, terletak di bawah gelembung renang dan di atas intestinum.
Bentuk testes agak kompak dan berwarna putih. Di dalam testes
dihasilkan spermatozoa. Proses pembentukan spermatozoa disebut
spermatogenesis. Bentuk spermatozoa bermacam-macam
tergantung kepada spesies ikan. Alat penggantung testes disebut
mesorchium.
o Vasa deferensia, merupakan dua buah saluran sperma yang
bergabung pada
bagian belakangnya membentuk suatu ruang genital yang terbuka
ke arah luar, terletak di antara ureter atau papila urinaria dan anus.
o Lubang genital (porus genitalia), merupakan lubang yang terbuka
ke arah luar dan tempat pelepasan sperma.
(Affandi,1992)














Gambar 1.


b. Sistem genitalia ikan bertulang rawan
o Alat reproduksi ikan cucut betina (Gambar 2) adalah:
o Ovari
Ovari merupakan dua buah kelenjar yang halus, memanjang
berwarna coklat keputihan (krem), terletak pada tiap sisi dari
lembaran-lembaran (lobi) hati. Pada ikan yang matang gonad, pada
ovari ini terdapat tonjolan-tonjolan yang bulat pada sisi bagian
atas. Tonjolan tersebut merupakan telur dari beberapa stadium
perkembangan. Ovari tergantung pada bagian atas ruang
pleuroperitonium dengan perantaraan mesovarium.
o Ostium
Ostium (ostium tubae abdominale) merupakan sebuah celah yang
tegak lurus di antara dua lapisan ligamen yang berbentuk bulan
sabit (falciform). Pada ikan yang masih muda celah tertutup,
sedangkan pada ikan dewasa ia terbuka dari ruang
pleuroperitoneum ke dalam saluran telur (oviduct) untuk
memindahkan telur dari ovari.
o Oviduct
Oviduct (tabung Fallopia, atau ductus Mller)adalah ruang dimana
ova biasanya dibuahi (karena pembuahan terjadi di dalam tubuh
induk).
o Kelenjar pembungkus (kelenjar nidamental)
Kelenjar nidamental menghasilkan suatu lapisan tipis pada
beberapa telur.
o Mesotubarium
Mesotubarium merupakan jaringan ikat penggantung oviduct,
kelenjar pembungkus, dan uterus yang terletak di belakang.
o Uterus
Uterus adalah bagian dari oviduct yang membesar tempat telur-
telur yang telah dibuahi dikandung.
o Kloaka
Kloaka merupakan ruangan atau tempat bermuara ujung saluran
pencernaan, ujung saluran urine, dan tempat keluarnya anak ikan.

Gambar 2. Sistem Urogenital Chondrichthyes betina (Affandi et
al,. 1992)

o Alat reproduksi ikan Chondrichthyes jantan adalah (Gambar 3.):
o Testes
Testes merupakan dua buah kelenjar yang halus, terletak di sebelah
atas lobi hati, berisi banyak sekali saluran-saluran halus (microtubuli)
yang merupakan suatu epitel yang disebut epitelium germinalis. Testes
merupakan tempat selsel kelamin jantan (spermatozoa) diproduksi. Testes
tersebut tergantung pada atap ruang pleuroperitoneum dengan perantaraan
mesorchium (jamak = mesorchia)
o Saluran-saluran efferent
Saluran efferent merupakan saluran-saluran yang halus, terdapat
lima atau enam buah melalui mesorchia dari testes ke ginjal.
o Epididymis, bagian saluran penghubung sperma yang halus. Saluran-
saluran efferen dari testes bersambung dengan saluran halus epididymis
dan selanjutnya bergabung dengan ductus Wolffian (ductus
mesonephridicus) yang berfungsi sebagai saluran sperma. Pada ikan yang
matang gonad, ductus ini sangat berlipat; sedangkan pada yang muda
lurus saja (seperti pada ikan betina).
o Saluran deferens
Saluran deferens (ductus deferensia = ductus epididymis),
merupakan tabung yang bertingkat. Bagian dari saluran deferens yang
terletak tepat di belakang testes disebut kelenjar Leydig yang
menghasilkan cairan yang diperlukan agar spermatozoa dapat berfungsi
dengan normal.
o Kantong seminalis (vesicula seminalis)
Vesikula seminalis merupakan bagian belakang dari ductus
deferensia yang lurus dan berkembang, tempat spermatozoa dan tempat
penghasil sekresi yang dimasukkan ke dalam saluran tersebut.
o Kantong sperma
Kantung sperma merupakan ujung pelebaran dari kantong
seminalis.
o Papilla urogenitalia
Papilla urogenitalia besar dan kadang-kadang pada ikan yang
matang gonad tampak melengkung (bengkok), sedangkan pada ikan
betina lebih kecil dan biasanya lurus.
o Sinus urogenitalia
Sinus urogenitalia merupakan tempat kedua saluran sperma pada bagian
sebelah belakang bertemu. Urine dan spermatozoa masuk ke dalam
cloaca melalui lubang pada ujung papilla.
o Saluran-saluran urine pembantu yang menerima urine dari tubuli uriniferi.
Saluran-saluran ini terletak sejajar sisi tengah dari ginjal, memasuki
kantong sperma melalui sebuah lubang kecil yang terdapat di tengah dari
papilla seminalis (kantong sperma). Pada ikan betina tidak terdapat
saluran-saluran pembantu ini. (Affandi, 1992.)



Gambar 3. Sistem Urogenital Chondrichthyes jantan (Affandi et
al,. 1992)

B. Proses Reproduksi
Proses kawinnya ikan didahului dengan pematangan sel-sel telur pada
betina dan sel-sel sperma dalam testis pada ikan jantan. Selanjutnya proses
kawin (spawning) pada ikan ini berlangsung secara alamiah/insting. Diketahui
ada cara lain dalam perkembangbiakan ikan yang direkayasa oleh manusia.
Proses ini disebut kawin suntik. Namun proses ini umumnya adalah untuk
mematangkan gonad pada ikan yang dirangsang sedemikian rupa sehingga si
ikan mudah mengeluarkan telurnya dan mempercepat proses fertilisasi.
(Wischnitzer, 1972)
Pada sebagian besar ikan, betina dan jantan merupakan individu
terpisah. Akan tetapi, pada beberapa famili, seperti Sparidae dan Serrinadae,
jantan dan betinanya bisa terdapat pada satu invidu sehinga mereka dapat
melakukan pembuahan sendiri. Fenomena ini dikenal sebagai hermaphroditic.
Pada hermaphroditic, telur dan sperma sama-sama dihasilkan (baik pada
waktu sama, maupun berbeda), selanjutnya mereka kawin dengan jenis
hermaprodit lainnya. Pembuahan sendiri secara eksternal bisa terjadi pada
ikan hermaphrodit yang akan mengeluarkan telur dan sperma secara simultan.
Pada jenis hermaphrodit yang lain pembuahan internal sendiri juga dapat
berlangsung. (Wischnitzer, 1972)
Proses fertilisasi/pembuahan pada ikan ada 2 cara, yakni pembuahan di
dalam (internal fertilization) dan pembuahan di luar (external fertilization).
Namun demikian kebanyakan jenis ikan melakukan pembuahan diluar
(external fertilization). Ikan yang melakukan pembuahan diluar disebut ikan
jenis ovipar. Ikan jenis ovipar mengeluarkan telur dari dalam tubuhnya untuk
dibuahi oleh si jantan. Proses pembuahan sel telur (oosit) oleh sel sperma
berlangsung diluar tubuh ikan dimana sperma memasuki sel telur melalui
sebuah lubang yang disebut dengan mikrofil. Umumnya hanya satu sperma
yang dapat masuk ke dalam sebuah sel telur. Oosit yang telah dibuahi oleh sel
sperma disebut zigot. Sebaliknya ikan yang melakukan pembuahan di dalam
disebut ikan jenis ovovivipar. Ikan jenis ini berkembang biak dengan cara
melahirkan. Pembuahan terjadi di dalam tubuh ikan betina (internal
fertilization). Embrio berkembang di dalam tubuh induk betina, kemudian
melahirkan anak yang sudah berwujud mirip dengan induknya. Ikan yang
berkembangbiak secara ovovivipar adalah ikan dari famili Poecilidae, seperti
platy, guppy, dan molly. Kelangsungan hidup anakan memang baik, tetapi
jumlah anakan yang dihasilkan setiap kelahiran tidak dapat banyak karena
daya dukung induk terbatas (seperti pada halnya manusia).Proses kawinnya
ikan didahului dengan pematangan sel-sel telur pada betina dan sel-sel sperma
dalam testis pada ikan jantan. Selanjutnya proses kawin (spawning) pada ikan
ini berlangsung secara alamiah/insting. . (Wischnitzer, 1972)



C. Perkembangan Gamet
Alat kelamin jantan meliputi kelenjar kelamin dan saluran-salurannya.
Kelenjar kelamin jantan disebut testis. Pembungkus testikular yang
mengelilingi testis, secara luas menghubungkan jaringan-jaringan testis,
membentuk batasan-batasan lobular yang mengelilingi germinal epithelium.
Spermatozoa dihasilkan dalam lobule yang dikelilingi sel-sel sertoli yang
mempunyai fungsi nutritif.
Saluran sperma terdiri dari dua bagian. Bagian pertama berbatasan dengan
testis, berguna untuk membuka lobule (juxta-testicular part) dan bagian
lainnya adalah saluran sederhana yang menghubungkan bagian posterior testis
ke genital papilla. Pada beberapa ikan, misalnya ikan salmon, tidak memiliki
kantung seminal, tetapi pada bagian luar saluran sperma terdapat sel-sel yang
berfungsi mengatur komposisi ion-ion cairan seminal dan mensekresi
hormon.(Lagler,1977)

D. Faktor Keberhasilan Reproduksi
Pada banyak kasus reproduksi ikan, sering ditemukan bahwa proses
ovulasi ikan tidak dapat berlangsung, meskipun proses vitellogenesis sudah
sempurna. Keberhasilan proses ovulasi ditentukan oleh mekanisme fisiologi,
proses metabolisme dan kesesuaian dengan faktor eksternal (kehadiran
pejantan, substrat untuk pemijahan, rendahnya ancaman predator dan
sebagainya). Namun demikian informasi tentang peran factor eksternal dalam
proses reproduksi masih sangat terbatas. Menurut Stacey (1984), beberapa
faktor eksternal yang berperan penting bagi keberhasilan proses reproduksi
adalah:
1. Photo periode
Proses ovulasi pada beberapa ikan teleostei menunjukkan
hubungan yang erat dengan photoperiod. Ikan Oryzias latipes, perbedaan
perlakuan photoperiod menunjukkan tingkat GtH yang berbeda, kadar GtH
dalam darah meningkat pada photoperiod yang berubah-ubah (dari terang
ke gelap dan sebaliknya). Tetapi pada penerangan yang konstan (selalu
terang atau gelap selalu) kadar GtH dalam darah cenderung berfluktuasi.
Photoperiod diduga berpengaruh secara langsung terhadap mekanisme
saraf yang menentukan waktu pemijahan bagi ikan laut.Proses
gametogenesis disesuaikan dengan suhu dan photo periode. Pada musim
dingin gametogenesis berlangsung lambat, kemudian semakin meningkat
pada musim panas dan mencapai tahap perkembangan sempurna pada
musim semi.
2. Suhu
Suhu berpengaruh terhadap berbagai fungsi sistem reproduksi ikan
teleostei, termasuk laju sekresi dan pembersihan GnRH, pengikatan GtH
oleh gonad, siklus harian GtH, sintesis dan katabolisme steroid, serta
stimulasi GtH. Perubahan suhu yang terlalu tinggi dapat menjadi trigger
tingkah laku pemijahan ikan. Suhu juga berpengaruh langsung dalam
menstimulasi endokrin yang mendorong terjadinya ovulasi.
Siklus reproduksi musiman pada ikan tropis cenderung dipengaruhi
oleh adanya hujan, bukan oleh suhu. Pada musim hujan akan banyak
ditemukan daerah genangan air seperti rawa banjiran yang berfungsi
sebagai tempat pemijahan dan daerah asuhan larva. Beberapa ikan tropis
(seperti: mormyridae, cyprinidae), pada musim hujan akan melakukan
migrasi ke hulu sungai dan rawa banjiran untuk memijah. Suhu juga
berperan penting dalam reproduksi ikan Smallmouth Bass, suhu
mempengaruhi waktu pemijahan, pematangan gonad dan keberhasilan
pemijahan. Pada ikan ini fluktuasi suhu mempengaruhi tempat pembuatan
sarang, jumlah telur yang menetas dan tingkah laku menjaga anaknya.
Suhu yang tidak stabil mendorong induk ikan Smallmouth Bass
melakukan penjagaan terhadap anak-anaknya yang baru menetas.
3. Substrat pemijahan
Mekanisme pengaturan ovulasi dipengaruhi oleh kebutuhan ikan
terhadap jenis substrat tertentu. Jika substrat yang sesuai belum
ditemukan, maka ovulasi tidak akan terjadi. Fenomena ini dapat dilihat
pada ikan-ikan yang tempat pemijahannya memerlukan jenis substrat
tertentu.
4. Ketersediaan makanan
Komposisi protein merupakan faktor esensial yang dibutuhkan ikan
untuk pematangan gonad. Lemak adalah komponen pakan kedua setelah
protein, pakan induk yang kekurangan asam lemak esensial akan
menghasilkan laju pematangan gonad yang rendah.
5. Faktor sosial (hubungan antar individu)
Interaksi antar individu dapat mempengaruhi tingkah lau reproduksi
dan fertilitas. Salah satu spesies chichlid Haplochromis burtoni, interaksi
antara ikan jantan mempengaruhi fungsi gonad. Mekanisme ini diatur oleh
otak melalui saraf yang mengatur pelepasan GnRH sesuai dengan status
sosial ikan jantan. GnRH dikirim oleh saraf hyphotalamus ke pituitary
yang mengatur proses reproduksi melalui pelepasan pituitary gonadotropin
yang mengatur fungsi gonad Stimuli yang bersifat visual dan kimia dari
individu lain dapat meningkatkan frekuensi pemijahan. Stimuli ini
mendorong perkembangan ovarium tetapi tidak mempengaruhi ovulasi
secara langsung.
6. Salinitas
Pada ikan Black Bream (Acanthopagrus butcheri) salinitas tidak
berpengaruh terhadap pematangan gonad ikan jantan maupun betina.
Tingkat plasma steroid ikan betina tidak terpengaruh oleh salinitas, tetapi
pada ikan jantan yang dipelihara salinitas 35 daripada salinitas 5 pada
bulan September, plasma 17,20b-dihydroxy-4-progestero-3-one 17,20bP
dan 11-ketotestosterone menunjukkan peningkatan.

Berdasarkan tipe-tipe reproduksi dan seksualitas, ikan dapat di bedakan
menjadi 3 tipe, yaitu:
1. Biseksual
Biseksual dapat di artikan sebagai jenis ikan yang memiliki dua
kelamin dalam satu spesies atau dengan kata lain dapat di bedakan menjadi
jantan dan betina. Pembedaan ini dapat dilakukan dengan melihat ciri seksual
primer dan sekunder nya. Ciri seksual primer hanya bisa di lihat dengan
melakukan pembedahan. Ciri seksual primer hanya dapat ditandai oleh organ
yang berhubungan langsung dengan proses reproduksi; yaitu testis dan saluran
pada ikan jantan, dan ovarium dan saluranya pada ikan betina. Sedangkan ciri
seksual sekunder dapat dibedakan oleh dimorfise seksual atau melihat ciri
morfologi dari ikan tersebut dan dikromatisme seksual dengan melihat warna
dari ikan tersebut.

2. Uniseksual
Uniseksual dapat diartikan sebagai organisme yang berkelamin
tunggal. Pada beberapa spesies ikan penentuan kelamin lebih mudah
dilakukan karena semua individu berkelamin betina. Contoh yang tepat
mengenai fenomenan ini adalah kelompok ikan molly-amazon (Poecillia
formosa) merupakan ikan yang ditemukan pertama kali sebagai ikan yang
berkelamin betina. Molly-amazon bertindak sebagai parasit seksual terhadap
dua spesies lain dari genus yang sama. Sperma dari jantan dari jenis ikan
inang diperlukan untuk mengaktifkan perkembagan telur-telur molly-amazon,
tetapi penyatuan kromosom jantan dan betina tidak terjadi sehingga hanya
terbentuk betina yang secara genetik seragam. Pembentukan keturunan
unuseksual ini disebut dengan partenogenesis (partenos,perawan, dan genesis,
kejadian).

3. Hermaprodit
Hermaprodit dapat diartikan sebagai sebuah organisme yang memiliki
kelamin ganda. Hermaprodit dapat dibedakan menjadi tiga tipe yaitu
hermaprodit singkroni, hemaprodit protandi, dan hemaprodit protogini.
Hermaprodit singkroni adalah golongan ikan yang gonadnya terdapat sel
kelamin jantan dan betina yang dapat aktif secara bersamaan. Hemaprodit
protandi adalah golongan ikan yang dalam hidupnya mengalami perubahan
jenis kelamin dari jantan menjadi betina misalnya ikan black porgy, ikan ini
pada umur tiga tahun berubah dari kelamin jantan ke betina. Hermaprodit
Protogini adalah golongan ikan yang dalam hidupnya mengalami perubahan
dari jenis betina menjadi jantan misalnya Labroides dimidiatus. (Moyle,1988)

Berdasarkan tempat embrio berkembang dan tempat terjadinya pembuahan
digolongkan menjadi tiga tipe, yaitu:
1. Ovivar (bertelur)
Golongan ikan ovivar adalah ikan yang mengeluarkan telur pada saat
pemijahan, sebagian besar jenis ikan termasuk golongan ini.
2. Vivipar (beranak)
Golongan ikan vivipar adalah ikan yang perkembangan embrionya
berada dalam tubuh induknya dan perkembangan embrionya dipengaruhi
oleh tali plasenta, contohnya beberapa ikan elasmobranchii.
3. Ovovivipar (bertelur beranak)
Golongan ikan ovovivipar adalah golongan ikan yang perkembangan
embrionya berada dalam tubuh, namun perkembangan embrionya tidak
dipengaruhi oleh tali plasenta, namun oleh kuning telur, contohnya ikan
rockfish (Scorpaenidae). (Alamsjah,1974)


















BAB III
PENUTUP


Organ genitalia pada Pisces berupa gonad yakni kelenjar kelamin yang
berjumlah sepasang, terdapat dalam abdomen bagian lateral, diantara usus dan
pneumatosit. Pada Pisces jantan, gonadnya berupa testis yang berwarna putih
kompak. Saluran keluar dari gonad sangat pendek. Saluran bersatu dengan
lanjutan dari vesica urinaria. Gabungan tersebut membentuk sinus urogenitaslis
kemudian lanjut sebgai satu saluran yang sangat pendek dan akhrnya bermuara
sebagai porus urogenitalis.





















Kesimpulan


Affandi, R., D.S. Sjafei, M.F. Rahardjo, dan Sulistiono. 1992. Iktiologi. Suatu
Pedoman Kerja Laboratorium. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.
Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi. Pusat Antar Universitas Ilmu
Hayat. Bogor:Institut Pertanian Bogor
Alamsjah, Z. 1974. Ichthyologi I. Departemen Biologi Perairan. Bogor: Fakultas
Perikanan. Institut Pertanian Bogor
Alamsjah, Z. dan M.F. Rahardjo. 1977. Penuntun Untuk Identifikasi Ikan.
Departemen Biologi Perairan. Fakultas Perikanan. Bogor: Institut
Pertanian Bogor
Bond, C.E. 1979. Biology of Fishes. W.B. Philadelphia:Saunders Company
Effendie, M.I. 1997. Biologi Perikanan. Yayasan Pustaka Nusatama, Yogyakarta
Lagler, K.F., J.E. Bardach, R.R. Miller, and D.R.M. Passino. 1977. Ichthyology.
Second edition. New York:John Wiley and Sons, Inc.
Moyle, P.B. and J.J. Cech, Jr. 1988. Fishes. An Introduction to Ichthyology.
Second edition. New Jersey: Prentice Hall, Englewood Cliffs
Stacey, N. E. 1984. Control of Ovulation by Exogenous and Endogenius Factors
in Fish Reproduction. London:Academic Press.
Wischnitzer, S. 1972. Atlas and Dissection Guide for Comparative Anatomy.
Second edition. San Francisco: W. H. Freeman and Company.