Anda di halaman 1dari 18

BAB I

PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang
Pembuatan timbunan tanah untuk jalan raya, bendungan tanah, dan struktur
teknik lainnya, tanah yang lepas (renggang) harus dipadatkan untuk meningkatkan
berat volumenya. Pemadatan tersebut berfungsi untuk meningkatkan kekuatan
tanah sehingga dapat mengurangi besarnya penurunan tanah yang tidak
diinginkan dan meningkatkan kemampuan lereng timbunan.
Penggilas besi berpermukaan halus (smooth wheel rollers) dan penggilas
getar (vibratory roolers) adalah alat-alat yang biasa digunakan untuk pemadatan
tanah di lapangan. Mesin getar dalam (vibroflot) juga banyak digunakan untuk
memadatkan tanah berbutir halus (granular soils) sampai kedalaman yang cukup
besar dari permukaan tanah.
Pengujian pemadatan di laboratorium untuk mendapatkan kadar air optimum
dan berat isi kering maksimum. Pengujian pemadatan dapat dilakukan dengan dua
cara, yaitu pemadatan standar (standart compaction test) dan/atau pemadatan
modifikasi (modified compaction test).

1.2. Tujuan Praktikum
Tujuan dari praktikum ini adalah menentukan hubungan antara kadar air
optimum dan bobot isi kering maksimum dengan memadatkannya di dalam
cetakan silinder tertentu dengan menggunakan alat penumbuk dengan berat dan
tinggi tertentu.
BAB II
DASAR TEORI

2.1. Definisi
Pemadatan tanah adalah proses bertambahnya berat volume kering tanah
sebagai akibat memadatnya partikel yang diikuti oleh pengurangan
volume udara dengan volume air tetap tidak berubah.
(Hardiyatmo, 2012)
Bobot isi kering maksimum adalah bobot isi kering tanpa rongga udara
atau bobot isi kering jenuh.
(Hardiyatmo, 2012)

Kadar air optimum adalah nilai kadar yang terbaik untuk mencapai bobot
isi kering terbesar atau kepadatan maksimum
(Hardiyatmo, 2012)

2.2. Faktor yang Mempengaruhi
Macam tanah, seperti ukuran butiran, bentuk butiran, berat jenis, dan
macam mineral lempung yang terdapat dalam tanah sangat berpengaruh
pada berat isi kering maksimum dan kadar air optimumnya.
(Hardiyatmo, 2012)
Jika energi pemadatan ditambah, maka berat volume kering tanah akan
bertambah . Jika energi pemadatan ditambah, kadar air optimum
berkurang.
(Hardiyatmo, 2012)



BAB III
PELAKSANAAN PRAKTIKUM

3.1. Peralatan dan Perlengkapan
1. Mold
2. Cawan
3. Hammer
4. Timbangan
5. Neraca Ohaus
6. Oven Listrik
7. Sekop Kecil
8. Talam

3.2. Prosedur Praktikum
1. Timbang conto tanah seberat 5 kg (tanah lolos ayakan no. 4).
2. Hitung volume mold.
3. Hitung berat mold.
4. Hitung berat hammer.
5. Tanah dimasukkan ke dalam tlam yang bersih lalu dibagi menjadi 3 bagian.
6. Masukkan 1 bagian ke dalam mold kemudian tumbuk 25 kali dengan hammer.
7. Masukkan bagian kedua kemudian tumbuk 25 kali dengan hammer.
8. Masukkan bagian ketiga kemudian tumbuk 25 kali dengan hammer.
9. Timbang mold dan tanah hasil pemadatan.
10. Ambil sedikit tanah dari bagian bawah mold untuk dilakukan pegujian kadar
air..
11. Timbang tanah tersebut dengan neraca ohaus lalu masukkan dalam oven listrik
selama 24 jam.
12. Lakukan 5 kali pengujian dan tambah air pada tiap pengujiannya.

3.3. Gambar Peralatan





Gambar 3.1. Gambar 3.2.
Mold dan Hammer Cawan





Gambar 3.3. Gambar 3.4.
Timbangan Gantung Neraca Ohaus





Gambar 3.5. Gambar 3.6.
Oven Listrik Sekop Kecil






Gambar 3.7.
Talam
BAB IV
PENGOLAHAN DATA

4.1. Tabulasi Data
Tabel 4.1.
Pengujian Berat Isi Tanah Kering
No.
Uji
Berat
Mold
(gram)
W1
Berat
Mold+Tanah
Basah
(gram) W2
Berat Tanah
Basah
(gram)
W2-W1
Berat Isi
Tanah Basah

(gram/cm
3
)
(W2-W1)/V
Kadar
Air (%)
Berat Isi Tanah
Kering
(

)
1 3600 5500 1900 2,0054 2,625 1,9541
2 3600 5500 1900 2,0054 10,314 1,8179
3 3600 5600 2000 2,1109 12,996 1,8681
4 3600 5600 2000 2,1109 15,444 1,8285
5 3600 5600 2000 2,1109 17,450 1,7972

Tabel 4.2.
Pengujian Kadar Air
Contoh Uji
Nomor Cawan 1 2 3 4 5
Berat cawan, W1, gr 5 9,4 4,8 7,3 7,2
Berat (Cwn+Tnh Bsh), W2, gr 60,315 72,50 67,40 97 119,60
Berat (Cwn+Tnh Krng), W3, gr 58,9 66,6, 60,2 85 102,90
Berat Air, W2-W3, gr 1,415 5,9 7,2 12 16,7
Berat Tanah Kering, W3-W1,gr 53,9 57,2 55,4 77,7 95,7
Kadar Air, %, ((W2-W3)/(W3-W1))x100% 2,625 10,314 12,996 15,444 17,450
4.2. Perhitungan Data
Perhitungan Berat Isi Tanah Basah
Volume Mold = 947,4232 cm
3


Keterangan: = Berat Isi Tanah Basah (gram/cm
3
)
W = Berat Tanah Basah (gram)
W1 = Berat Mold (gram)
W2 = Berat Mold + Tanah Basah (gram)
V = Volume Tanah (cm
3
)
[1]


[2]


[3]


[4]


[5]



Perhitungan Kadar Air





Keterangan: w = Kadar Air (%)
Ww = Berat Air (gram)
Ws = Berat Tanah Kering (gram)
W1 = Berat Cawan Kosong (gram)
W2 = Berat Cawan +Tanah Basah (gram)
W1 = Berat Cawan + Tanah Kering (gram)
[1]


[2]


[3]


[4]


[5]



Perhitungan Berat Isi Kering



Keterangan: = Berat Isi Tanah Basah (gram/cm
3
)
= Berat Isi Tanah Kering (gram/cm
3
)
w = Kadar Air (%)
[1]


[2]


[3]


[4]


[5]






,1.7800
,1.8000
,1.8200
,1.8400
,1.8600
,1.8800
,1.9000
,1.9200
,1.9400
,1.9600
,1.9800
,0.000 ,5.000 ,10.000 ,15.000 ,20.000
B
o
b
o
t

I
s
i

K
e
r
i
n
g

(
g
r
/
c
m
3
)

Kadar Air (%)
Grafik Pemadatan Tanah
Grafik Pemadatan Tanah
BAB V
PEMBAHASAN

5.1. Analisis Data
Pada praktikum pemadatan tanah telah dilakukan percobaan memadatkan
tanah dengan cara ditumbuk. Dari percobaan tersebut diketahui hubungan antara
kadar air dan berat isi kering sehingga didapatkan kadar air optimum dan bobot isi
kering maksimum
Dalam proses pemadatan tanah volume udara direduksi, hal ini dilakukan
untuk mengurangi jarak antar partikel sehingga tanah menjadi lebih padat.
Pengujian ini dilakukan dengan menggunakan kadar air yang berbeda-beda/
kadar air dalam tanah berpengaruh dengan kepadatan tanah karena berhibingan
dengan kohesi antara air dan tanah.

5.2. Aplikasi
Aplikasi praktikum pemadatan tanah adalah untuk pembuatan jalan
tambang dan untuk membangun infrastruktur pertambangan agar tanah tidak
mudah ambles di kemudian hari. Pemadatan tanah juga dapat diaplikasikan untk
pembuatan bendungan.
BAB VI
PENUTUP

6.1. Kesimpulan
Pemadatan tanah adalah proses untuk menaikkan massa tanah dengan cara
mengurangi jarak antar partikel tanah dengan mereduksi volume udara, biasanya
menggunakan alat mekanik. Pemadatan tanah dipenngaruhi oleh macam tanah,
seerti ukuran butiran, bentuk butiran, berat jenis, dan macam mineral lempung
yang terdapat dalam tanah, serta energi pemadatan yang digunakan.
Pemadaran tanah diperlukan untuk pembuatan timbunan tanah, jalan, dan
struktur tanah lainnya. Pada praktikum ini didapatkan kadar air optimum dan berat
isi kering maksimum dari tanah yang diuji.

6.2. Saran
Sisa tanah dari praktium pemadatan tanah bisa dimanfaatkan untuk dijadikan
media pertumbuhan tanaman maupun dimanfaatkan untuk hal lainnya.
DAFTAR PUSTAKA

Hardiyatmo, Hary Christady. 2012. Mekanika Tanah 1. Gadjah Mada
University Press : Yogyakarta
Hariyanto, Raden, dkk. 2013. Buku Penuntun Praktikum Mekanika Tanah.
Program Studi Teknik Pertambangan, Fakultas Teknologi Mineral,
UPN Veteran Yogyakarta : Yogyakarta

TUGAS
Pada pekerjaan konstruksi pembuatan jalan, lapangan, dan landasan
pesawat terbang, dibutuhkan satu alat berat yang sangat krusial, yaitu alat
pemadat. Berbagai cara dilakukan dalam usaha pemadatan mekanis yang pada
umumnya dilakukan dengan alat penggilas (roller).
Smooth steel rollers, yaitu penggilas besi dengan permukaan halus.
Penggilas ini memiliki dua jenis, yaitu:
Tandem Wheel Rollers (penggilan roda tiga)
Tandem Roller (penggilas tandem)
Pneumatic tired Roller (penggilas roda ban angin)
Sheep Foot type roller (penggilas kaki kambing)
Vibratory Roler (penggilas getar)
Jenis-jenis alat penggilas di atas memiliki spesifikasi tersendiri yang dapat
disesuaikan dengan jenis pemadatan yang dilakukan, misalnya:
Pada tanah plastis dan kohesif, alat pemadat sheep foot roller merupakan
yang paling sesuai. Hal ini dikarenakan alat ini mampu memadatkan dari
lapisan bagian bawah, akibat kaki kambing yang ada pada alat tersebut.
Pada pasir atau kerikil berpasir dapat digunakan alat vibratory roller dan
pneumatic tired roller.
Pada pasir yang bercampur tanah liat, jenis alat pemadat yang sesuai adalah
segmented roller.
Selain jenis alat pemadat tersebut, ada satu jenis peralatan khusus yang
digunakan untuk menjaga permukaan jalan tetap lembab (tidak basah). Alat ini
dinamakan Water Sprayer, yang berfungsi untuk mengurangi adanya debu,
gangguan jarak pandang, dan memelihara permukaan jalan agar tetap padat.
Jumlah air yang diperlukan pun bergantung pada hal berikut:
Material permukaan jalan
Kelembaban alami
Curah hujan
Penguapan
Kepadatan lalu lintas
Sedangkan jumlah Water Sprayer Truck dihitung berdasarkan cycle time truck,
pengisian tank, dan pompa penyemprotan.
Tes sand cone pada tanah dilakukan untuk menentukan kepadatan di
tempat dari lapisan tanah atau perkerasan yang telah dipadatkan. Alat yang
diuraikan disini hanya terbatas untuk tanah yang mengandung butiran kasar tidak
lebih dari 5 cm. Kepadatan lapangan ialah berat kering persatuan isi.

PERALATAN YANG DIGUNAKAN UNTUK TES SAND CONE
1. Botol transpasan untuk tempat pasir dengan isi lebih kurang 4 liter.
2. Corong kalibrasi pasir dengan diameter 16,51 cm.
3. Plat untuk corong pasir ukuran 30,48 cm x 30,48 cm dengan lubang bergaris
tengah 16,51 cm.
4. Peralatan kecil yaitu :
5. Palu, sendok, kuas, pahat,,dan peralatan untuk mencari kadar air.
6. Satu buah timbangan dengan kapasitas 10 kg ketelitian sampai 1,0 gram.
7. Satu buah timbangan kapasitas 500 gram ketelitian sampai 0,1 gram.
8. Pasir :
Pasir bersih keras, kering dan bisa mengalir bebas tidak mengandung bahan
pengikat dan bergradasi lewat saringan no.10 (2 mm) dan tertahan pada saringan
no.200 (0,075 mm)



CARA TEST SAND CONE
1. Menentukan isi botol
2. Timbanglah alat (botol + corong = gram)
3. Letakkan alat dengan botl di bawah , bukalah kran dan isi dengan air jernih
sampai penuh di atas kran. Tutuplah kran dan bersihkan kelebihan air.
4. Timbanglah yang terisi air ( gram). Berat air = isi botol pasir .
5. Lakukan langkah ii dan iii sebanyak tiga kali dan ambil harga rata-rata dari
ketiga hasil. Perbedaan masing-masing pengukuran tidak boleh lebih dari 3
cm
3
.
6. Menentukan berat isi pasir
7. Letakkan alat dengan botol di bawah pada dasar yang rata tutup kran isi
corong pelan-pelan dengan pasir.
8. Bukalah kran isi botol sampai penuh dan dijaga agar selama pengisian corong
selalu paling sedikit setengahnya.
9. Tutup kran bersihkan kelebihan pasir di atas kran dan timbanglah (w
3
gram)
10. Menentukan berat pasir dalam corong :
11. Isi botol pelan pelan dengan pasir dengan pasir secukupnya dan timbang ()
gram.
12. Letakkan alat dengan corong di bawah pada plat corong , pada dasar yang
rata dan bersih.
13. Bukalah kran pelan-pelan sampai pasir berhenti mengalir .
14. Tutup kran dan timbanglah alat berisi sisa pasir () gram.
15. Hitunglah berat pasir dalam corong (). gram.
16. Menentukan berat isi tanah :
17. Isi botol dengan pasir secukupnya
18. Ratakan permukaan tanah yang akan diperiksa. Letakkan plat corong pada
permukaan yang telah rata tersebut dan kokohkan dengan paku pada keempat
sisinya.
19. Galilah lubang sedalam minimal 10 cm (tidak melampaui tebal hamparan
padat)
20. Seluruh tanah hasil galian di masukkan ke dalam kaleng yang tertutup dan
telah diketahui beratnya () lalu timbang kaleng beserta tanah ().
21. Timbang alat dengan pasir di dalamnya ().
22. Letakkan alat pada tempat ke ii , corong ke bawah di atas plat corong dan
buka kran pelan-pelan sehingga pasir masuk ke dalam lubang.
23. Setelah pasir berhenti mengalir kran ditutup kembali dan timbang
alat dengan sisa pasir ( gram).
24. Ambil tanah sedikit dari kaleng untuk penentuan kadar air w %

PERHITUNGAN TES SAND CONE
Isi botol = berat isi = ( W2 W1 ) cm
3

Berat isi pasir = (Wa-W1)/(W2-W1) gram
Berat pasir dalam corong = (w4-w5) gram.
Berat isi pasir dalam lubang = (w6-w7)-(w4-w5) gram.
Isi lubang = (w10 / p) x Ve cm
3

Berat tanah = ( W8 w9 ) gram
Berat isi tanah = (w8-w9)/we = gram/cm
3
.
Berat isi kering tanah=

Derajat kepadatan di lapangan =

QUIZ
1. Apa definisi pemadatan tanah? Apa tujuan dilakukannya pengujian pemadatan
tanah di laboratorium?
2. Apa hubungan antara energi pemadatan terhadap kadar air optimum dan bobot
isi kering maksimum?
3. Bagaimana bentuk grafik pemadatan tanah yang ideal? Apakah mungkin grafik
yang terbentuk tidak ideal? Mengapa? Jelaskan!
4. Sebutkan alat-alat yang biasa digunakan untuk pemadatan tanah di lapangan!