Anda di halaman 1dari 4

1

BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Air Susu Ibu (ASI) adalah makanan terbaik untuk bayi. ASI sangat dibutuhkan
untuk kesehatan bayi dan mendukung pertumbuhan dan perkembangan bayi
secara optimal. World Health Organization merekomendasikan pemberian air
susu ibu (ASI) eksklusif 6 bulan pertama kehidupan bayi dan dilanjutkan
dengan pengenalan makanan pendamping ASI (MP ASI) dengan terus
memberikan ASI sampai usia 2 tahun. Pemberian ASI tetap diteruskan karena
ASI menyediakan setengah dari kebutuhan energi hingga 1 tahun pertama dan
sepertiga kebutuhan energi pada tahun kedua (WHO, 2003).
ASI adalah sumber gizi terbaik dan paling ideal dengan komposisi yang
seimbang sesuai dengan kebutuhan bayi pada masa pertumbuhan. Setelah bayi
berusia 6 bulan keatas, kebutuhan nutrisi tidak lagi terpenuhi oleh ASI semata
khususnya energi, protein dan beberapa mikronutrien terutama zat besi (Fe),
seng (Zn) dan vitamin A. Kesenjangan ini harus dipenuhi melalui pemberian
MP ASI yang sesuai, adekuat, aman serta cara pemberian yang tepat agar
dapat memenuhi kebutuhan zat gizi (Sjarif, et al., 2011).
Bayi merupakan salah satu kelompok rentan gizi yaitu kelompok
masyarakat yang paling mudah menderita permasalahan gizi (Proverawati dan
Asfufah, 2009). Asupan nutrisi merupakan faktor langsung yang dapat
mempengaruhi status gizi bayi. Jika konsumsi baik dari kuantitas dan
kualitasnya melebihi kebutuhan tubuh, akan terjadi suatu keadaan gizi lebih.
2

Sebaliknya konsumsi yang kurang baik kualitas dan kuantitasnya akan
memberikan kondisi gizi kurang (Andarwati, 2007).
Hasil pemantauan status gizi di Kota Yogyakarta, wilayah Puskesmas
Gondokusuman I menunjukkan adanya peningkatan kasus malnutrisi dari
tahun 2011 ke tahun 2012, yaitu kasus gizi kurang dari 7,65% menjadi 7,83%
dan gizi buruk dari 1,66% menjadi 1,69% (Dinkes Kota Yogyakarta, 2013).
Hasil studi pendahuluan di Puskesmas Gondokusuman I pada bulan Agustus
2013, persentase kasus malnutrisi pada bayi usia 6-12 bulan di kelurahan
Baciro sebanyak 12,5%. Selain itu, cakupan bayi usia 6-12 bulan di kelurahan
Baciro yang diberikan MP ASI dan ASI sebanyak 61,11%. Sedangkan bayi
usia 6-12 bulan yang diberi MP ASI dan sudah tidak mendapatkan ASI
sebanyak 38,89%.
Penelitian sebelumnya dilakukan oleh Virgian (2012), tentang hubungan
lama pemberian ASI dengan status gizi dan tingkat kecerdasan anak usia 3-5
tahun. Penelitian ini merupakan penelitian analitik observasional dengan
rancangan cross sectional dengan jumlah sampel 55 orang anak usia 3-5
tahun. Hasil penelitian menunjukkan semakin lama pemberian ASI maka
status gizi anak semakin baik (p-value = 0,016). Perbedaan dengan penelitian
ini terletak pada variabel, sampel, teknik sampling, dan lokasi penelitian.
Berdasarkan latar belakang diatas, peneliti tertarik untuk melakukan
penelitian tentang Perbedaan Status Gizi Bayi Usia 6-12 Bulan yang
Mendapat MP ASI dengan MP ASI dan ASI di Kelurahan Baciro Kota
Yogyakarta.
3

B. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang diatas, maka rumusan masalah dalam penelitian ini
adalah Adakah Perbedaan Status Gizi Bayi Usia 6-12 Bulan yang Mendapat
MP ASI dengan MP ASI dan ASI di Kelurahan Baciro Kota Yogyakarta?
C. Tujuan Penelitian
1. Tujuan Umum
Mengetahui perbedaan status gizi bayi usia 6-12 bulan yang mendapat MP
ASI dengan MP ASI dan ASI di Kelurahan Baciro Kota Yogyakarta.
2. Tujuan Khusus
a. Mengidentifikasi status gizi bayi yang mendapat MP ASI di Kelurahan
Baciro Kota Yogyakarta.
b. Mengidentifikasi status gizi bayi yang mendapat MP ASI dan ASI di
Kelurahan Baciro Kota Yogyakarta.
c. Menganalisis perbandingan status gizi bayi yang mendapat MP ASI
dengan MP ASI dan ASI di Kelurahan Baciro Kota Yogyakarta.
D. Manfaat Penelitian
1. Manfaat Teoritis
Hasil penelitian ini diharapkan dapat menambah khasanah ilmu
pengetahuan yang telah ada khususnya ilmu di bidang gizi tentang
pengaruh pemberian MP ASI dan ASI terhadap status gizi bayi.



4

2. Manfaat Aplikatif
a. Bagi tenaga kesehatan yaitu bidan dan petugas gizi di Puskesmas
Gondokusuman I serta kader kesehatan di posyandu
Memberikan informasi untuk menanggulangi masalah gizi yang
terjadi dengan meningkatkan pemberian intervensi gizi seperti
pemberian ASI dan MP ASI/makanan tambahan sesuai umur bayi,
penyuluhan secara periodik mengenai pemberian makanan pada
bayi serta berperan aktif memberikan motivasi kepada ibu yang
mempunyai bayi agar memberikan ASI dan MP ASI sesuai umur
bayi.
b. Bagi ibu bayi
Memberikan informasi untuk terus memberikan ASI pada bayi
sampai berumur 2 tahun serta memberikan MP ASI yang
berkualitas dan sesuai umur bayi.