Anda di halaman 1dari 10

ANALISIS FUNDAMENTAL DAN TEKNIKAL

A. ANALISIS FUNDAMENTAL
Pendekatan dengan analisi fundamental ini, didasarkan pada suatu anggapan bahwa
setiap saham memiliki nilai intrinsik. Nilai intrinsik inilah yang akan diestimasi oleh para
pemodal atau analis. Nilai intrinsik merupakan suatu fungsi dari variabel-variabel
perusahaan yang dikombinasikan untuk menghasilkan return yang diharapkan dan suatu
risiko yang melekat pada saham tersebut. Hasil estimasi nilai intrinsik kemudian
dibandingkan dengan harga pasar yang sekarang (current market value). Harga pasar
suatu saham merupakan refleksi dari rata-rata nilai intrinsiknya(Sunariyah, 2006:153-
154).
Analisa fundamental adalah metode analisis yang didasarkan pada fundamental
ekonomi suatu perusahaan.Analisa ini menitikberatkan pada rasio finansial dan kejadian-
kejadian yang secara langsung maupun tidak langsung mempengaruhi kinerja keuangan
perusahaan.Sebagian pakar berpendapat teknik analisa fundamental lebih cocok untuk
membuat keputusan dalam memilih saham perusahaan mana yang dibeli untuk jangka
panjang.
Faktor-faktor fundamental tersebut dapat dikelompokkan menjadi faktor yang dapat
dikendalikan perusahaan dan faktor yang tidak dapat dikendalikan perusahaan. Faktor
yang dikendalikan perusahaan antara lain :pemilihan jenis mesin,teknologi,rekruitment
karyawan,persediaan barang dsb.Sedang yang tidak dapat dikendalikan perusahaan
antara lain :tingkat suku bunga,nilai tukar, inflasi, pertumbuhanekonomi.
Analisis fundamental menggunakan cara mengestimasi nilai faktor-faktor
fundamental yang mempengaruhi harga saham di masa yang akan datang dan
menetapkan hubungan variabel-variabel tersebut hingga diperoleh taksiran harga saham.
Analisa fundamental dibagi dalam tiga tahapan analisa yaitu analisis ekonomi, analisis
industri, dan analisis perusahaan.
Analisis Ekonomi
Dalam analisis ekonomi ada beberapa hal yang dapat diukur antara lain adalah
Nama : Evanti Andriani
Nim : 201230841
Mata Kuliah : Pasar Modal dan Manajemen Keuangan

memperkirakan perubahan di dalam perekonomian/pasar, penggunaan indikator
moneter untuk memperkirakan kondisi pasar, kondisi ekonomi dan kondisi pasar,
penggunaan model-model valuasi untuk memperkirakan kondisi pasar.
Adanya kecenderungan hubungan yang kuat antara apa yang terjadi di
lingkungan ekonomi makro dan kinerja pasar modal. Lingkungan ekonomi makro
adalah lingkungan yang mempengaruhi operasi perusahaan sehari-hari. Beberapa
variabel makro ekonomi yang perlu diperhatikan investor :
a. produk domestic bruto (PDB)
b. tingkat pengangguran
c. inflasi
d. tingkat bunga
e. kurs mata uang
Analisa fundamental memberi pengaruh kepada trend perubahan harga (arah dari
harga suatu mata uang secara keseluruhan) yang lebih banyak dipengaruhi oleh
kebijakan-kebijakan yang dilakukan pemerintah (otoritas moneter) ataupun data-
data yang dirilis oleh berbagai sumber maupun berita-berita tertentu yang belum
pasti kebenarannya (market sentiment and market rumors).
Faktor-faktor fundamental yang sifatnya luas dan kompleks tersebut dapat
dikelompokkan ke dalam empat kategori besar, yaitu :
1. faktor politik
salah satu alat indikator untuk memprediksi pergerakan nilai tukar, sangat
sulit untuk diketahui timing/waktu terjadinya secara pasti dan untuk
ditentukan dampaknya terhadap fluktuasi nilai tukar.
2. faktor keuangan
Adanya perubahan dalam kebijakan moneter dan fiskal yang diterapkan
oleh pemerintah, terutama dalam hal kebijakan yang menyangkut
perubahan tingkat suku bunga, akan membawa dampak signifikan
terhadap perubahan dalam fundamental ekonomi. Perubahan kebijakan ini
juga mempengaruhi nilai mata uang.Tingkat suku bunga adalah penentu
utama nilai tukar suatu mata uang selain indikator lainnya seperti jumlah
uang yang beredar.
3. faktor eksternal
Perubahan ekonomi yang terjadi dalam suatu negara dapat membawa
dampak (regional effect) bagi perekonomian negara-negara lain yang
terdapat dalam kawasan yang sama. Dalam era global asset allocation,
arus portofolio modal tidak lagi mengenal batas-batas wilayah
negara.parafund manager, investor, dan hedge funds yang melakukan
investasi secara global, sangat mencermati perubahan ekonomi, bukan
hanya dalam lingkup satu negara, melainkan juga meluas hingga ke
dalam lingkup satu kawasan/regional tertentu.
4. faktor ekonomi
terdapat indikator ekonomi yaitu salah satu faktor yang tidak dapat
dipisahkan dan merupakan bagian penting dari keseluruhan faktor
fundamental itu sendiri. Indikator-indikator ekonomi yang sering
digunakan dalam analisa fundamental, yaitu :
a. Produk nasional bruto (PNB) : total produksi barang dan jasa
yang diproduksi oleh penduduk negara tersebut baik yang
bertempat tinggal/ berdomisili di dalam negeri maupun yang
berada di luar negeri dalam suatu periode tertentu.
b. Produksi domestik bruto (PDB) : penjumlahan seluruh barang
dan jasa yang diproduksi oleh suatu negara baik oleh perusahaan
dalam negeri maupun oleh perusahaan asing yang beroperasi di
dalam negara tersebut pada suatu waktu/ periode tertentu.
c. Tingkat inflasi : Penggunaan tingkat inflasi sebagai salah satu
indikator fundamental ekonomi adalah untuk mencerminkan
tingkat PDB dan PNB ke dalam nilai yang sebenarnya. Nilai GDP
dan GNP riil merupakan indikator yang sangat penting bagi
seorang investor dalam membandingkan peluang dan risiko
investasinya di mancanegara.
d. Indikator-indikator inflasi yang biasanya digunakan oleh para
investor antara lain adalah :
Indikator-indikator inflasi yang biasanya digunakan oleh para
investor antara lain adalah :
o Indeks harga produksi atau Producer Price Index (PPI)
o Indeks harga konsumen atau Consumer Price Index (CPI)
o Neraca pembayaran atau balance of payment
e. Tingkat pengangguran : suatu indikator yang dapat memberikan
gambaran tentang kondisi rill berbagai sektor ekonomi. Indikator
ini dapet dijadikan alat untuk menganalisa sehat/tidaknya
perekonomian suatu negara. Apabila perekonomian berada dalam
kondisi baik maka akan tercapai tingkat pengangguran yang
rendah.
f. Kurs valuta asing : nilai perbandingan atau bisa juga disebut nilai
tukar antara suatu mata uang terhadap mata uang lainnya
g. Public Sector Net Cash Requirement ( Kebutuhan Tunai
Sektor Publik) : jumlah uang yang harus dipinjam pemerintah
untuk membiayai pengeluaran-pengeluarannya.

Analisis Industri
Secara garis besar dalam tahapan analisis industri dijelaskan beberpa hal
antara lain arti dan kinerja industri, menganalisis industri, siklus kehidupan
industri, analisis siklus bisnis,aspek kualitatif dalam analisis industri, serta
menilai prospek industri di masa yang akan datang. prospek industri di masa yang
akan datang. Langkah kedua dalam analisis fundamental adalah menganalisis
kondisi industri atau bisnis dari suatu perusahaan.Konsep penting disini adalah
bahwa setiap industri itu mempunyai siklus tersendiri.
Analisis Industri membandingkan kinerja dari berbagai industri, untuk
mengetahui jenis industri apa saja yang memberikan prospek paling menjanjikan.
Investor dapat menggunakan informasi tsb untuk mempertimbangkan saham-
saham mana saja yang akan dimasukkan dalam portofolio yang akan dibentuknya.
Pentingnya analisis industri :
a. Studi mengenai kinerja tahunan industri, menunjukkan bahwa industri
yang berbeda mempunyai tingkat return yang berbeda pula
b. Tingkat return masing-masing industri berbeda setiap tahunnya
c. Tingkat return perusahaan-perusahaan dalam satu industri, terlihat cukup
beragam
d. Tingkat risiko berbagai industri juga beragam
e. Tingkat risiko suatu industri relatif stabil sepanjang waktu


Informasi yang penting dalam analisis industri :
a. Estimasi tingkat keuntungan industri
b. Estimasi Earning per Share industri
c. Persaingan dan return industri yang diharapkan
d. Estimasi earning multiplier suatu industri
.
Analisis Rasio Keuangan
Dalam menganalisis suatu perusahaan, data dalam laporan keuangan dapat
digunakan.Sebaiknya pilihlah saham dari perusahaan yang mengalami
pertumbuhan, baik dari segi penjualan maupun laba bersih.Tetapi harus diamati
juga apakah kenaikan laba bersih tersebut bersumber dari operasi atau tidak.Ada
juga kemungkinan laba bersih naik, tetapi penjualan malah menurun.Bisa jadi
laba bersih tersebut diperoleh dari keuntungan valas atau dari penjualan aset
perusahaan
Secara umum rasio keuangan dapat diklasifikasikan sebagai berikut:
1. Rasio Likuiditas (Liquidity Ratio)
Rasio ini digunakan untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam
menjamin pembayaran kewajiban-kewajiban lancarnya. Rasio ini antara
lain Rasio Kas (cash ratio), Rasio Cepat (quick ratio), Rasio Lancar
(current ratio).
2. Rasio Pengungkit (leverage).
Rasio ini digunakan untuk mengukur tingkat pengelolaan sumber dana
perusahaan. Beberapa rasio ini antara lain Rasio Total Hutang terhadap
Modal sendiri, Total Hutang terhadap Total Asset, TIE Time Interest
Earned.
3. Rasio Efesiensi/Perputaran (Turnover).
Rasio perputaran digunakan untuk mengukur kemampuan perusahaan
dalam mengelola asset-assetnya sehingga memberikan aliran kas masuk
bagi perusahaan. Rasio ini antara lain Rasio Perputaran Persediaan,
Perputaran Aktiva Tetap, dan Total Asset Turnover.
4. Rasio Profitabilitas (Profitability Ratio).
Rasio yang digunakan untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam
menghasilkan keuntungan bagi perusahaan. Rasio ini antara lain: GPM
(Gross Profit Margin), OPM(Operating Profit Margin), NPM (Net Profit
Margin), ROA (Return to Total Asset), ROE (Return On Equity).
5. Rasio Nilai Pasar (Market Value).
Rasio yang digunakan untuk mengukur harga pasar relatif terhadap Nilai
Buku perusahaan. Rasio ini antara lain: PER (Price Earning Ratio),
Devidend Yield, Devideng Payout Ratio, PBV (Price to Book Value)
Menghitung kondisi perusahaan biasanya dilakukan dengan menggunakan
rasio-rasio keuangan. Rasio secara garis besar di bagi dalam lima kategori
utama antara lain, yaitu: keuntungan (profitability), harga (price), likuiditas
(liquidity), hutang (leverage) dan efisiensi.
Rasio yang lazim dan relatif sederhana untuk digunakan adalah sebagai
berikut :
a. Earning per Share (EPS) = Laba Bersih / Jumlah Saham.
mengukur keuntungan yang diperoleh investor dari setiap lembar
sahamnya.
b. Price to Earning Ratio (PER) = Harga Saham / EPS
harga per lembar saham dibagi dengan laba per lembar saham.Jika
semakin tinggi PER suatu saham, maka semakin mahal harga saham
tersebut.Sebaliknya semakin kecil PER suatu saham, semakin murah
harga saham tersebut
c. Return on Equity (ROE) = Laba Bersih / Total ekuitas
mengukur imbal hasil atas ekuitas atau modal disetor.Jika semakin
tinggi ROE, maka semakin bagus perusahaannya.Sebaliknya semakin
kecil ROE, semakin jelek perusahaaannya.

d. Return on Asset (ROA) = Laba Bersih / Total Aset
mengukur kemampuan perusahaan untuk menghasilkan laba bersih
dengan menggunakan aset-aset yang ada.Semakin tinggi angka ROA,
berarti semakin produktif perusahaan tersebut menggunakan asetnya.




B. ANALISIS TEKNIKAL
Analisa teknikal dapat diterapkan untuk keseluruhan pasar/industri tertentu
atau saham individu. Para teknikalis berusaha untuk mengalahkan pasar dan
mendapatkan keuntungan abnormal dengan menggunakan indikator-indikator
teknikal. Untuk itu ada beberapa strategi yang biasa digunakan para teknikalis yaitu
mengikuti pasar follow the smart money view , berlawanan dengan pasar (contrarian
view), dan Support dan Resistance Level.

Follow the Smart Money View
Analisis teknikal mengikuti tren yang sedang terjadi di pasar, analisis teknikal
mempercayai bahwa harga bergerak terus sehingga terjadi perubahan permintaan dan
penawaran. Strategi mengikuti pasar mengasumsikan investor yang ada di pasar
modal pintar dan memahami apa yang mereka lakukan sehingga cukup bijak jika
teknikalis berperilaku ikut-ikutan (herding atau jump the bandwagon) selagi masih
ada waktu.
Penganut strategi ini akan membeli saham pada saat harga sedang bergerak
naik dengan harapan momentum naik ini akan berlanjut di masa depan. Mereka akan
berbalik arah dan menjual saham bila sentimen pergerakan naik telah melemah atau
selesai. Mereka berusaha menerapkan strategi buy high and sell higher. Jangan takut
untuk membeli saham pada harga tinggi saat pasar bullish, jika kita dapat menjualnya
lagi pada harga yang lebih tinggi.

Contratrian View
Acap kali tanpa melihat dasar fundamental suatu perusahaan pengguna
analisis teknikal melakukan trading pada saham yang dianggap bagus secara teknikal.
Strategi kontrarian, sebaliknya, berpendapat mayoritas investor saham salah dan kita
dapat memanfaatkan kesalahan ini dengan cara mengambil posisi melawan pasar
(kontra). Kontrarian berusaha untuk menerapkan prinsip utama dalam berinvestasi
yaitu buy low sell high. Saat pasar bearish dan harga saham sudah turun banyak
karena investor panik, investor kontrarian justru meLakukan aksi beli.


Support dan Resistance Level
Salah satu konsep yang paling umum digunakan dalam analisis teknikal.
Memang cara penentuan garis support dan resistance ini tidak persis sama untuk
setiap trader, akan tetapi ada prinsip umum yang dapat dijadikan pedoman untuk
menentukannya.
Support adalah tingkat harga dimana pembeli memiliki posisi yang kuat dan
mengambil alih kontrol pasar sehingga mampu mencegah harga merosot lebih jauh.
Support menggambarkan tingkat harga dimana sebagian besar investor percaya pada
level tersebut harga akan naik sehingga memutuskan untuk mengambil posisi beli
Sebaliknya resistance adalah tingkat harga dimana penjual berada dalam posisi
yang lebih kuat dan mengambil alih kontrol pasar sehingga mampu mencegah harga
naik lebih jauh. Sebagian investor beranggapan bahwa tingkat harga pada level ini
sudah terlalu tinggi dan selanjutnya akan bergerak turun sehingga banyak yang
mengambil posisi jual.
Analisis teknikal ditujukan untuk mengetahui pola pergerakan saham
berdasarkan biasanya- grafik historis (when to buy ). Analisis ini didasarkan pada
beberapa prinsip basic, yaitu :
a. History Repeat Itself. Sejarah biasanya akan terulang lagi, sehingga pola
pergerakan saham pun dapat diketahui.
b. Price Discount Everything. Harga saham mampu merefleksikan kondisi
kejadian yang mempengaruhinya, baik secara internal maupun eksternal.
c. Price Move in Trends. Harga saham akan selalu mengikuti tren, baik tren
naik maupun tren turun, sehingga harga saham pun akan sangat tergantung
oleh isu.
Beberapa istilah yang sangat berkaitan dengan analisis teknikal :
a. Bullish Period. Periode pergerakan harga di mana harga terendah yang terjadi
selalu lebih tinggi dari harga tertinggi periode sebelumnya.
b. Bearish Period. Periode pergerakan harga di mana harga tertinggi yang
terjadi selalu lebih rendah dari harga terendah periode sebelumnya.
c. Trend. Arah gejala pergerakan harga yakni uptrend (tren naik), downtrend
(tren turun), sideways (tren mendatar.)
d. Support Level. Tingkat harga di mana minat beli yang muncul mampu
menahan tekanan jual sehingga harga tidak jatuh lebih dalam.

Batasan suatu harga di mana analisis teknikal mempercayai bahwa di
level harga tersebut permintaaan saham atau komoditi itu akan dibeli (biasanya
pemilihan support dilakukan dengan menarik garis horisontal pada titik harga
saham terendah).
a. Resistance Level. Tingkat harga di mana tekanan jual yang muncul mampu
menahan minat beli sehingga harga tidak naik lebih jauh. Kebalikan dari
support, yaitu batasan di mana analisis teknikal mempercayai bahwa jika
harga mencapai level tersebut maka investor akan menjual sahamnya (garis
horizontal dibuat saat saham mencapai harga tertinggi lalu kemudian berbalik
turun).
b. Oversold. Kondisi ketika harga dinilai terlalu tinggi dan sebaiknya investor
yang telah memiliki saham di bawah harga ini dapat merealisasikan
keuntungannya.
c. Overbought. Kondisi ketika harga dianalisis secara teknikal cukup murah dan
saat ini biasanya dimanfaatkan oleh investor untuk membeli saham.

Perbedaan utama fundamentalis dan teknikalis adalah pada asumsi tentang
kecepatan informasi memengaruhi harga saham.Teknikalis percaya reaksi harga
saham terhadap informasi adalah lambat, sementara fundamentalis percaya kalau
penyesuaiannya berlangsung cepat. Fundamentalis berusaha menjawab pertanyaan
what dan why to buy, sedangkan teknikalis menekankan momentum atau market
timing dan mencoba menjawab when to buy. Kita ketahui bersama, seleksi saham dan
market timing adalah faktor yang akan menentukan sukses tidaknya seorang manajer
investasi dan investor saham.
Analisis fundamental lebih tepat untuk investor yang menggunakan strategi
pasif atau buy and hold (membeli dan terus memegangnya untuk jangka panjang).
Sementara analisis teknikal dianjurkan untuk investor dengan strategi aktif yaitu yang
melakukan trading saham hampir setiap hari.
Analisis teknikal mempunyai keunggulan mudah dan cepat.Teknikalis tidak
memerlukan laporan keuangan atau memahami kondisi perekonomian makro dan
industri seperti fundamentalis.Terakhir, analisis teknikal mengatakan alasan ekonomis
dan psikologis serta tingkah laku rasional dan irasional investor saham sudah
tercermin dalam harga dan volume.
DAFTAR PUSTAKA

Ross, Westerfield, Jaffe, and Jordan. 2008. Modern Financial Management, 8
th
edition.
McGraw-Hill. (RWJJ).

Jones, C. P. 2007. Investments: Analysis and Management, 10th edition. John Wiley &
Sons. (J).

http://id.wikipedia.org/wiki/Analisis_fundamental

http://id.wikipedia.org/wiki/Analisis_teknis

http://www.kampusforex.com/kf_tipetrading1.php

http://www.monexnews.com/belajar-trading/4/48/tentukan-support-dan-resisten-sebelum-
trading.htm

http://www.bumianyar.com/bi/AFvsAT.htm

http://www.seputarforex.com/artikel/forex/lihat.php?id=62441&title=membangun_sebuah
_analisa_fundamental

http://forum.detik.com/jenis-jenis-news-pada-analisa-fundamental-beserta-dampaknya-
t546124.html

http://belajarforex.com/analisa-teknikal.html

http://sahamok.com/2013/02/15/analisa-saham-unvr-berpotensi-golden-cross/