Anda di halaman 1dari 14

LAPORAN AKHIR

PRAKTIKUM LABORATORIUM LINGKUNGAN


SULFAT
OLEH :
NAMA : NUR AZIZAH
NO. BP : 1210942033
HARI/TANGGAL PRAKTIKUM: KAMIS/25 MEI 2014
KELOMPOK : IV (ENAM
REKAN KER!A : 1. MAHA "IRA #UTARO (1110942042
2. FITRIA MAR$HELL# (1210942001
3. #OGI SAPUTRA (1210942012
4. RAHMA %ESRI #ANTI (121094202&
5. REN%A APRISTEFFAN# (121094202'
ASISTEN :
MAR!ANI AM!I%A HERFI
%URA VEN%ELA
LABORATORIUM AIR
!URUSAN TEKNIK LINGKUNGAN
FAKULTAS TEKNIK(UNIVERSITAS AN%ALAS
PA%ANG
2014
BAB I
PEN%AHULUAN
Bab ini menjelaskan tentang Tujuan Percobaan, Metode Percobaan dan Prinsip
Percobaan.
1.1 T)*)+, P-./01++,
Tujuan percobaan ini adalah untuk mengetahui kadar sulfat yang terdapat pada
sampel.
1.2 M-203- P-./01++,
Metode yang digunakan pada percobaan ini adalah spektrofotometri.
1.3 P.4,546 P-./01++,
Ion sulfat dalam air dengan penambahan kristal BaCl
2
akan membentuk koloid
tersuspensi kekeruhan!. "emakin tinggi konsentrasi sulfat, maka cairan akan
semakin keruh. #ekeruhan yang terjadi diukur dengan spektrofotometer pada
panjang gelombang $2% nm.
&eaksi'
"(
$
2)
* Ba
2*
Ba"(
$
BAB II
TIN!AUAN PUSTAKA
Pada bab ini terdiri dari sub bab kondisi eksisting +ilayah sampling dan teori
tentang sulfat.
2.1 K0,3454 E754524,8 "49+:+; Sampling
Pada praktikum ini sampel yang diambil adalah air sungai yang berada di dekat
IP,T "iteba, Padang. Pengambilan sampel dilakukan pada hari &abu, tanggal 2-
Mei 2%-$ pada pukul %..%% /IB. Titik koordinat pengambilan sampel adalah
%
o
0%1$2,23 ,intang "elatan dan -%%
o
221$%,43 Bujur Timur dengan ele5asi $$2
meter. #ondisi eksisting sungai yaitu aliran sungai laminar. 6ir digunakan +arga
sekitar untuk menambang pasir dan mencuci pakaian. 6irnya keruh, banyak
terdapat flok)flok di dalam air. Banyak sampah, rerumputan dan semak belukar di
tebing sungai. Pada saat sampling dilakukan keadaaan cuaca panas.
2.2 T-0.4
Ion sulfat adalah salah satu dari anion utama yang muncul pada perairan alami.
#eberadaan ion sulfat ini sangat penting dalam penyediaan air minum masyarakat.
7amun, sulfat dapat berefek sebagai pencuci perut bagi manusia jika berada
dalam jumlah yang berlebihan. #arena alasan ini, maka jumlah maksimal sulfat
dalam air yang dikonsumsi manusia adalah 20% mg8l. 6nalisa keberadaan sulfat
sangat penting karena kecenderungannya menghasilkan kerak pada suhu tinggi
"a+yer, -.9:!.
"enya+a sulfat merupakan senya+a yang mudah dijumpai di alam, seperti air
hujan. #eberadaan sulfat harus selalu menjadi perhatian karena secara tidak
langsung dapat menimbulkan dua masalah serius yang sering terjadi pada saat
penanganan dan pera+atan air limbah. Masalah tersebut adalah bau busuk dan
korosi pada saluran air yang dihasilkan oleh perubahan sulfat menjadi hidrogen
sulfida dalam keadaan anaerob. Pengetahuan tentang siklus sulfat ini diperlukan
untuk mengerti tentang transformasi yang timbul "a+yer, -.:9!.
"ulfat dalam pemakaiannya harus mendapatkan perhatian lebih untuk
dipertimbangkan, sebab sulfat secara tidak langsung bertanggungja+ab terhadap
dua permasalahan serius yang terjadi pada air buangan yaitu pemugaran dan
pemeliharaan. Permasalahan yang sering terjadi akibat sulfat pada air buangan
yaitu korosi pada pipa)pipa air buangan, yang diakibatkan dari proses reduksi
sulfat menjadi hidrogen sulfida dalam kondisi anaerob seperti yang ditunjukkan
pada proses di ba+ah ini "a+yer, -.9:!'
"
s!
* (
2s
! "(
2g!
2"(
2g!
* (
2g!
2"(
2g!
"(
2g!
* ;
2
(
l!
;
2
"(
$a<!
6sam belerang atau hidrogen sulfida ;
2
"! merupakan gas beracun yang dapat
larut dalam air. 6kumulasi di kolam8 tambak biasanya ditandai dengan endapan
lumpur hitam berbau khas seperti telur busuk atau belerang. "umber utamanya
adalah hasil dekomposisi sisa)sisa plankton, kotoran biota budi daya, sisa pakan
dan menghasilkan ammonia juga memproduksi asam belerang. "elain itu air laut
yang mengandung "(
$
2)
di daerah bertanah asam juga memproduksi ;
2
",
persentasi ;
2
" pada p; :,% dan suhu 24
o
C mencapai $.,:=, sedangkan pada p;
.,% dan suhu 2%
o
C hanya %,.= >hufran, 2%%0!.
?fek sulfat dalam konsentrasi tinggi pada air minum memiliki tiga efek 6hmat,
2%%-!'
-. Berisi air appreciable jumlah sulfat "(
$
! cenderung untuk membentuk
keras dalam skala boiler dan panas exchangers@
2. "ufat menimbulkan efek rasa@
2. "ulfat dapat menimbulkan efek pencahar dengan asupan yang berlebihan.
Beberapa metoda pada analisis sulfat, yaitu Audhi, 2%%.!'
-. Metoda >ra5imetri
Metoda gra5imetri sangat tergantung pada konsentrasi sulfat yang ada dalam
larutan, untuk konsentrasi yang kecil akan terbentuk endapan koloid sangat
halus! sehingga endapan yang terbentuk susah dipisahkan sulit
penyaringannya!, selain itu +aktu pengerjaan dengan gra5imetri cukup lama.
2. Metoda Titrimetri
Metoda titrimetri perlakukannya preparasi dan analisisnya! dilakukan secara
kon5ensional butuh +aktu yang lama dan dibutuhkan indikator untuk
penentuan titik akhirnya.
2. Metoda Potensiometri
Metoda potensiometri, +aktu lebih cepat dibandingkan dengan metoda
gra5imetri dan titrimetri dan tanpa indikator, caranya sama dengan titrimetri,
bedanya penentuan titik akhirnya end point! menggunakan elektroda ino
selektif kalsium.
$. Metoda "pektrofotometri
Ion sulfat dalam air dengan penambahan kristal BaCl
2
akan membentuk koloid
tersuspensi kekeruhan!. "emakin tinggi konsentrasi sulfat maka cairan akan
semakin keruh. #ekeruhan yang terjadi diukur dengan alat spektrofotometer
pada panjang gelombang $2% nm.
0. Metoda Turbidimetri
Bidasarkan pada fakta bah+a barium sulfat mampu mempercepat dalam
bentuk atau fase koloid dan bah+a kecendrungan ini ditambah untuk kehadiran
sodium koloid)hidrolik asam. Penyelesaian yang berisi gliserol dan kandungan
organik lainnya. Bengan menstandarisasikan prosedur yang digunakan untuk
mendapatkan sol barium sulfat adalah mungkin untuk mencapai hasil yang
kuantitif dan dapat diterima untuk tujuan yang memuaskan. Metode ini sangat
cepat dan aplikasinya sangat luas. Mulai dari konsentrasi sulfat yang lebih
besar dari -% mg8l dapat diambil dengan memperkecil bagian menjadi ukuran
sampel yang direkomendasikan yaitu %,0 ml. Metode ini memakai kur5a
kalibrasi dengan yang membandingkan keadaan sampel yang ber5ariasi.
#onsentrasi maksimum yang diperbolehkan dalam air adalah 20% mg8l. "enya+a
sulfat bersifat iritasi pada saluran pencernaan saluran gastro intestinal!, apabila
dalam bentuk campuran magnesium atau natrium pada dosis yang tidak sesuai
aturan, contohnya bentuk magnesium sulfat yang biasa ditambahkan ke dalam air
minum untuk membantu pengendapan penjernihan air! setelah penambahan
klorin 6hmat, 2%%-!.
"pektrofotometri merupakan salah satu metode analisis instrumental yang
menggunakan dasar interaksi energi dan materi. "pektrofotometri dapat dipakai
untuk menentukan konsentrasi suatu larutan melalui intensitas serapan pada
panjang gelombang tertentu. Panjang gelombang yang dipakai adalah panjang
gelombang maksimum yang memberikan absorbansi maksimum. 6lat yang
digunakan adalah spektrofotometer. "alah satu prinsip kerja spektrofotometer
didasarkan pada fenomena penyerapan sinar oleh spesi kimia tertentu di daerah
ultra 5iolet dan sinar tampak visible! &omandon, 2%--!.
BAB III
PROSE%UR PER$OBAAN
Bab ini menjelaskan tentang alat dan bahan praktikum serta cara kerja dan rumus
perhitungan dalam praktikum.
3.1 A9+2
6lat yang digunakan dalam praktikum ini adalah'
-. Magnetic stirer - set@
2. >elas ukur 0% ml - buah@
2. #ertas saring@
$. Beakerglass 20% ml 2 buah@
0. Beakerglass 2%% ml - buah@
4. Beakerglass -%% ml 2 buah@
:. ,abu ukur -%% ml 4 buah@
9. Corong
.. Pipet tetes 2 buah@
-%. "patula@
--. #u5et spektro.
3.2 B+;+,
Bahan yang digunakan dalam praktikum ini adalah'
-. #ristal BaCl
2
@
2. "ampel@
2. ,arutan Salt Acid.
3.3 $+.+ K-.*+
Cara kerja pada percobaan ini adalah'
-. 0% ml contoh air yang telah disaring contoh air jernih!, ditambahkan -% ml
larutan salt acid dan sedikit #ristal BaCl
2
dikocok dengan magnetic stirer dan
biarkan selama 0 menit@
2. Buat larutan standar dengan konsentrasi %, -%, 2%, 2%, $%, 0% ppm. Perlakukan
sampel sama dengan larutan standar untuk analisis spektrofotometer pada
panjang gelombang $2% nm.
3.4 R)<)5 P-.;42),8+,
Pengenceran'
C
-
. M
-
D C
2
. M
2
#eterangan'
C
-
' Colume a+al larutan induk
M
-
' #onsentrasi larutan induk
C
2
' Colume larutan yang akan dibuat
M
2
' #onsentrasi larutan yang akan dibuat
BAB IV
HASIL %AN PEMBAHASAN
Bab ini menjelaskan tentang data dan pembahasan hasil praktikum.
4.1 %+2+
Bata selengkapnya pada praktikum sulfat ini beserta kur5a regresi linearnya
terlampir.
4.1.1 L+.)2+, S2+,3+.
K0,5-,2.+54 (66< A150.1+,
% %
-% %,%0%
2% %,-%0
2% %,-4-
$% %,-.:
0% %,2$2
4.1.2 S+<6-9
K0,5-,2.+54 (66< A150.1+,
- %,-%4
4.2 P-.;42),8+,
P-,8-,/-.+,
-.
C
-
. M
-
D C
2
. M
2
C
-
. -%%% ppm D -%% ml . % ppm
C
-
D % ml
2.
C
-
. M
-
D C
2
. M
2
C
-
. -%%% ppm D -%% ml . -% ppm
C
-
D - ml
2.
C
-
. M
-
D C
2
. M
2
C
-
. -%%% ppm D -%% ml . 2% ppm
C
-
D 2 ml
$.
C
-
. M
-
D C
2
. M
2
C
-
. -%%% ppm D -%% ml . 2% ppm
C
-
D 2 ml
0.
C
-
. M
-
D C
2
. M
2
C
-
. -%%% ppm D -%% ml . $% ppm
C
-
D $ ml
4.
C
-
. M
-
D C
2
. M
2
C
-
. -%%% ppm D -%% ml . 0% ppm
C
-
D 0 ml
4.3 P-<1+;+5+,
Pada praktikum analisis sulfat ini praktikan menganalisis sampel air laut di
Muaro, Padang. #adar sulfat yang didapatkan pada sampel adalah sebesar - mg8l.
Berdasarkan Peraturan Pemerintah 7omor 92 Tahun 2%%- tentang Pengelolaan
#ualitas 6ir dan Pengendalian Pencemaran 6ir, batas baku mutu untuk sulfat
untuk #elas I adalah $%% mg8l. Eika dibandingkan dengan hasil yang didapat saat
percobaan bah+a nilai sulfat yang terkandung dalam sampel berada di ba+ah
baku mutu. Berdasarkan Peraturan Menteri #esehatan &epublik Indonesia 7omor
$.2 Tahun 2%-% tentang Persyaratan #ualitas 6ir Minum ditetapkan bah+a baku
mutu sulfat pada badan air sebesar 20% mg8l. "ehingga dapat disimpulkan bah+a
kadar sulfat pada air sampel juga diba+ah baku mutu.
Eika dibandingkan dengan kondisi eksisting +ilayah tersebut, banyak terdapat
sampah dari rumah tangga. 6irnya keruh, banyak terdapat flok)flok di dalam air
rerumputan dan semak belukar di tebing sungai. #onsentrasi sulfat yang didapat
melebihi baku mutu, maka akan menyebabkan air terasa pahit dan memiliki bau
yang kuat dan akan mengurangi oksigen didalamnya sehingga dapat
menyebabkan kematian biota laut. #adar sulfat yang tinggi juga dapat merusak
atau menyebabkan iritasi pada saluran pencernaan.
Balam bidang Teknik ,ingkungan, analisis kadar sulfat dalam air sangat penting.
Bengan mengetahui kadar sulfat dalam suatu perairan ataupun badan air maka
akan dapat dilihat bagaimana kualitas air tersebut dan memudahkan kita untuk
melakukan pengolahan yang tepat pada air tersebut. Eika air tersebut mengandung
kadar sulfat tinggi dan ingin menjadikan air tersebut sebagai air baku untuk air
minum, tentunya kita akan melakukan pengolahan. Eika kadar sulfat tidak
mele+ati ambang baku mutu yang telah ditetapkan, maka kita tidak perlu lagi
melakukan pengolahan untuk mengurangi konsentrasi sulfatnya.
Pengolahan yang bisa dilakukan untuk mengolah air laut menjadi air bebas
mineral yang dapat dikonsumsi oleh manusia yaitu dengan proses desalinasi
menggunakan metode Reserve (smosis. #apasitas mesin reverse osmosis harus
mampu secara konsisten mengubah air laut hingga air ta+ar dan mengubah air
ta+ar itu ke tingkat kemurnian lebih tinggi. Teknologi pemisahan reverse osmosis
digunakan untuk memisahkan larutan)larutan tidak murni dari air melalui
penggunaan suatu membran semi)permeable.
BAB V
PENUTUP
Pada bab ini akan dibahas mengenai kesimpulan dan saran pada percobaan sulfat.
5.1 K-54<6)9+,
Berdasarkan percobaan yang telah dilakukan maka dapat disimpulkan'
-. #onsentrasi sulfat yang diperoleh pada praktikum untuk sampel air sungai
dekat IP,T "iteba, Padang yaitu sebesar - mg8l@
2. Berdasarkan Peraturan Pemerintah 7omor 92 Tahun 2%%- tentang Pengelolaan
#ualitas 6ir dan Pengendalian Pencemaran 6ir, batas baku mutu untuk "ulfat
untuk #elas I adalah $%% mg8l. Eika dibandingkan dengan hasil yang didapat
saat percobaan nilai sulfat yang terkandung dalam air sungai berada diba+ah
baku mutu, sedangkan menurut Peraturan Menteri #esehatan &epublik
Indonesia 7omor $.2 Tahun 2%-% tentang Persyaratan #ualitas 6ir Minum
ditetapkan bah+a baku mutu sulfat pada badan air sebesar 20% mg8l. "ehingga
dapat disimpulkan bah+a kadar sulfat pada air sampel juga diba+ah baku
mutu@
2. Pengolahan yang dapat dilakukan untuk menurunkan kadar sulfat air adalah
dengan pengolahan desalinasi menggunakan metode Reserve (smosis.
5.2 S+.+,
Berdasarkan percobaan yang telah dilakukan maka saran yang dapat diberikan'
-. Masyarakat sekitar harus lebih menjaga kualitas air laut dengan tidak
membuang sampah kedalamnya@
2. Pemerintah memberikan tindakan agar tingkat pencemaran dalam air tidak
meningkat@
2. Mahasis+a Teknik ,ingkungan dapat terus melakukan penelitian terhadap
kualitas perairan dan mencari cara pengolahan yang tepat untuk mengurangi
kadar sulfat agar tidak melebihi baku mutu.
%AFTAR PUSTAKA
6hmat, ;iskia. 2%%-. Kimia Unsur dan Radiokimia. Bandung' PT. Citra 6ditya
Bakti 6nshory
>hufran, Muhammad dan 6ndi Baso Tanchung. 2%%0. Pengelolaan Air Minum.
Makassar ' &ineka Cipta
"a+yer, Clair 7. -.:9. Chemistr !or "nvironmental "ngineering. Tokyo'
Mc>ra+ ;ill
&omandon. 2%--. Analisa Kadar #odium pada $aram dengan Metode
Spektro%otometri. Fni5ersitas Biponegoro "emarang
Audhi, 7oor. 2%%.. Penentuan Konsentrasu Sul%at secara Potensiometri. B6T67'
Pusat Teknologi Bahan Bakar 7uklir